cover
Contact Name
Syafriani
Contact Email
syafrianifani@gmail.com
Phone
+6281276299789
Journal Mail Official
syafrianifani@gmail.com
Editorial Address
Jl. Tuanku Tambusai No 23 Bangkinang Kota, Kampar
Location
Kab. kampar,
Riau
INDONESIA
Jurnal Medika: Medika
ISSN : -     EISSN : 29857295     DOI : https://doi.org/10.31004/t6azja17
Core Subject : Health,
Jurnal Medika: Medika adalah jurnal yang mempublikasikan hasil pengabdian masyarakat bidang kesehatan. Jurnal pengabdian masyarakat Medika di terbitkan oleh Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LP2M) Universitas Pahlwan Tuanku Tambusai. Jurnal ini berisikan artikel berkenaan dengan hasil kegiatan pengabdian dan pemberdayaan masyarakat di bidang kesehatan. Jurnal Medika ini terbit dua kali selama setahun pada bulan Januari dan Juni. Jurnal ini bertujuan untuk menyebarluaskan ide maupun gagasan hasil dari penelitian dan pengabdian itu sendiri. Jurnal Medika adalah jurnal nasional dengan E-ISSN: 2985-7295. Jurnal Medika mempublikasikan artikel hasil pelaksanaan pengabdian kepada masyarakat dengan terbitan sebanyak 2 nomor dalam setahun.
Articles 106 Documents
Search results for , issue "Vol. 4 No. 3 (2025)" : 106 Documents clear
Peningkatan Pengetahuan Santri Tentang Dismenorea Dan Pencegahannya Melalui Tanaman Herbal Lukman, Lukman; Mus, Suwahyuni; Plasay, Makkasau
Jurnal Medika: Medika Vol. 4 No. 3 (2025)
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/gkrsdn55

Abstract

Dismenorea atau nyeri haid merupakan keluhan ginekologi akibat ketidakseimbangan hormon progesteron dalam darah yang umumnya diderita oleh remaja. Dismenorea sangat mengganggu aktivitas belajar remaja sehari-hari karena mengakibatkan nyeri, pusing bahkan pingsan. Kegiatan pengabdian ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan santri tentang dismenorea dan cara pencegahannya menggunakan tanaman herbal. Kegiatan pengabdian ini dilaksanakan di Sekolah Entrepreneur Tahfidz Kekasih Al-Aqsa, Kab. Gowa, Sulawesi Selatan. Adapun metode yang dipergunakan adalah ceramah, diskusi, dan tanya jawab. Untuk mengukur pengetahuan santri telah dilakukan pre-tes dan post-tes. Soal dibagi menjadi 2 kelompok pertanyaan (10 soal tentang dismenorea dan 10 soal berikutnya tentang tanaman herbal berkhasiat pencegah dismenorea. Kegiatan ini ikuti oleh 45 orang santri yang terdiri dari santri tingkat SMP 20 orang dan SMA 25 orang. Hasil pre-tes menunjukkan bahwa sebagian besar santri (57,78%) tidak bisa membedakan antara nyeri haid dengan nyeri perut sedangkan pengetahuan santri terhadap tanaman herbal berkhasiat pencegah dismenorea juga sangat rendah (44,44). Kegiatan pengabdian ini dinilai berhasil karena hasil post-tes menunjukkan peningkatan nilai akhir yang signifikan. Pengetahuan santri terhadap dismenorea meningkat menjadi 100% sedangkan pengetahuan santri tentang herbal berkhasiat pencegah dismenorea menjadi 93,33%. Kebanyakan dari santri mengetahui bahwa bumbu dapur seperti kunyit, kencur, serai, dan asam jawa dapat dijadikan sebagai obat alternatif pencegah dismenorea. Diharapkan sinergi antara universitas dengan santri dapat lebih ditingkatkan terutama dalam pengolahan sampel herbal guna mendapatkan jamu atau ramuan yang terjaga kualitas dan keamanannya.
Pelatihan Simple Emergency Management untuk Peningkatan Kapasitas Kader LLHPB ‘Aisyiyah Gamping Ghozali, Muhammad Thesa; Damarwati, Vella Lailli; Orbayinah, Salmah; Widada, Hari; Kurniawan, Nanang; Dini, Riyanti Raf’al; Abidin, Ghaida Rahmani Putri
Jurnal Medika: Medika Vol. 4 No. 3 (2025)
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/48wsk951

Abstract

The purpose of this community service is to improve the capacity of LLHPB PCA ‘Aisyiyah Gamping cadres in managing emergency drug management through Simple Emergency Management training, as well as building an independent and sustainable community emergency response system. This community service activity uses the Asset-Based Community Development (ABCD) approach which emphasizes strengthening the internal potential of the community, such as LLHPB cadres, local pharmacists, and networks with the Drug Assistance Team (TBO) Sedative of the Pharmacy Study Program, Muhammadiyah University of Yogyakarta and BPBD. The implementation stages include asset identification (discover), formulation of a shared vision (dream), action planning (design), to implementation and sustainability (destiny) through participatory and contextual Simple Emergency Management training. As a result, a Drug Alert Team was formed and there was a significant increase in the understanding and skills of the cadres, demonstrating the effectiveness of the ABCD approach in building community independence in dealing with emergency situations. The results of the activity showed an increase in community capacity in managing emergency drugs. The Simple Emergency Management training succeeded in improving participants' understanding based on the results of the pre-test and post-test. Local cadres play an active role as facilitators, and the training process is designed in a participatory manner according to the community's potential. This program not only improves technical knowledge, but also strengthens the independence and sense of community ownership in dealing with emergency situations.
Menstruasi Tanpa Mitos: E-Book Saku untuk Edukasi Kesehatan Reproduksi Remaja Putri Islami, Ica Maulina Rifkiyatul; Saputri, Novita Ayu; Akmala, Kamaliatul; Hasanah, Nuva Nurul; Chizbulloh, Nadia Zumzumi; Jannah, Miftahul; Salimah, Lailis; Ananta, Karissa Nuha
Jurnal Medika: Medika Vol. 4 No. 3 (2025)
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/8cd4kx13

Abstract

Remaja putri sering menghadapi tantangan terkait pemahaman, kesiapan mental, dan keterampilan dalam menghadapi menstruasi pertama (menarche), yang sering kali disertai dengan kecemasan, rasa takut, dan penolakan terhadap perubahan tubuh mereka. Masalah ini diperburuk oleh minimnya edukasi kesehatan reproduksi yang tepat dan masih adanya stigma sosial terkait pembahasan menstruasi. Tujuan dari pengabdian ini adalah memberikan edukasi kesehatan reproduksi yang berbasis pendekatan partisipatif kepada remaja putri di SMP Negeri 1 Paiton. Metode yang digunakan adalah pelatihan interaktif, diskusi kelompok terarah, serta penyuluhan psikososial yang melibatkan siswa, guru, dan orang tua. Solusi yang diusulkan adalah pembuatan e-Buku Saku edukatif yang disesuaikan dengan usia dan perkembangan siswa, serta peningkatan kapasitas guru untuk mendampingi siswa dalam memahami menstruasi secara holistik. Kegiatan ini diharapkan dapat meningkatkan literasi kesehatan reproduksi, memperkuat kepercayaan diri remaja putri, dan menciptakan lingkungan yang lebih suportif terhadap isu menstruasi. Kesimpulannya, edukasi yang sistematis dan kolaboratif antara sekolah dan keluarga sangat penting untuk mempersiapkan remaja putri dalam menghadapi menarche dengan positif. Diharapkan hasil pengabdian ini dapat dilanjutkan sebagai program berkelanjutan di sekolah.
Pendampingan Kewirausahaan  Practice Young Entrepreneur Anak Muda Dalam Kewirausahaan dan Kekerasan Seksual Satriyo, Galih; Ahmad, Fandi; Suwarso, Suwarso; Rohman, Saiful; Pratiwi, Yosi Mulyana; Janoko, Janoko; Ningrum, Nadiya Lifa
Jurnal Medika: Medika Vol. 4 No. 3 (2025)
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/w9w3wn28

Abstract

Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk membekali generasi muda, khususnya siswa SMA NU Gombengsari Kalipuro Banyuwangi, dengan wawasan dan keterampilan dalam bidang kewirausahaan serta pemahaman pentingnya manajemen bisnis dan isu kekerasan seksual. Program ini terdiri dari dua sesi utama, yakni pendampingan kewirausahaan bertajuk “Practice Young Entrepreneur” dan sosialisasi edukatif mengenai kekerasan seksual. Dalam sesi kewirausahaan, siswa diarahkan untuk mengenali potensi diri, menggali peluang usaha di lingkungan sekitar, dan menyusun rencana bisnis sederhana berdasarkan kreativitas masing-masing. Kegiatan ini juga menghadirkan para narasumber profesional dari kalangan akademisi dan praktisi usaha yang membagikan pengalaman serta strategi bisnis yang aplikatif. Di sisi lain, sosialisasi kekerasan seksual bertujuan meningkatkan kesadaran siswa terhadap bahaya kekerasan berbasis gender, baik di lingkungan sekolah maupun dunia digital. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan pengetahuan, kepercayaan diri, serta semangat siswa untuk memulai usaha mandiri, disertai dengan kesadaran baru mengenai pentingnya menjaga keselamatan dan hak diri. Program ini diakhiri dengan presentasi rencana bisnis siswa dan penyerahan apresiasi, sebagai bentuk dukungan terhadap semangat wirausaha muda.
Sosialisasi dan Demontrasi Aplikasi Instrumen REEDA-DP KepadaMahasiswa Perawat Kota Jambi Maulani, Maulani; Widiawati, Susi; Herdiani, Nadila Ratna; Hidtriana, Imelda
Jurnal Medika: Medika Vol. 4 No. 3 (2025)
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/hhssxb03

Abstract

Persalinan normal adalah proses pengeluaran janin dan placenta melalui jalan lahir atau vagina. Proses ini dapat mengakibatkan terjadinya robekan atau luka perineum, baik secara spontan (rupture) ataupun irisan (episiotomy). Robekan atau luka ini dapat menyebabkan perdarahan, infeksi, disfungsi organ reproduksi wanita dan sepsis. Kondisi ini akan menyebabkan komplikasi lanjut seperti infeksi saluran kemih, maupun jalan lahir. Untuk mencegah hal ini, maka luka perineum harus dirawat dengan baik. Sebelum melakukan perawatan perineum harus mengetahui kondisi perineum berdasarkan Redness, Edema, Ecchymosis, Discharge, dan Approximation/penyatuan depth, pain (REEDA-DP) dalam menilai luka perineum. Penulis sudah melakukan penelitian Research and Development (R&D) yaitu membuat aplikasi instrument REEDA-DP untuk penilaian luka perineum. Tujuan pengabdian ini adalah untuk mensosialisasikan dan demonstrasi Aplikasi Instrumen REEDA-DP dalam penilaian luka perineum oleh mahasiswa perawat.  Kegiatan ini dilakukan beberapa tahap yaitu memberikan materi tentang luka perineum dengan metode ceramah, pretest dan posttest, sosialisasi dan demontrasi pengisian aplikasi REEDA-DP. Kegiatan ini dilakukan pada tanggal 7 dan 21 Mei 2025. Peserta pengabdian adalah mahasiswa keperawatan STIKES Harapan Ibu Jambi 20 orang dan mahasiswa D3 keperawatan STIKES Garuda Putih 25 orang. Hasil dan kesimpulan didapatkan peningkatan pengetahuan mahasiswa sebesar 86% dan mampu menggunakan aplikasi REEDA-DP 100%. Diharapakan pimpinan kampus dapat mengunakan aplikasi REEDA-DP pada proses keperawatan bidang ilmu keperawatan maternitas atau keperawatan kesehatan reproduksi supaya mempermudah mahasiswa menilai luka perineum.
Empowering Schools to Maintain the Health of School Environments in Indonesia and Malaysia : colaborating community services Widiyati, Sri; Setiawan, Ari; Suparmin, Suparmin; Darwis, Nurizah Binti Mohamed; Laxmi, Laxmi; Azmi, Zul; Hastuti, Puji; Setiawati, Eka; Nurhayati, Siti; Syafriani, Syafriani
Jurnal Medika: Medika Vol. 4 No. 3 (2025)
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/av1szy79

Abstract

The prevalence of anemia among adolescent girls in Southeast Asia is categorized as a serious situation with a figure of more than 40 percent. Adolescents, especially girls, are a group that is very vulnerable to anemia, caused by menstruation which causes significant iron loss. Adolescent girls who are healthy and free from anemia will grow into healthy mothers and give birth to healthy children, so this initiative supports the first 1000 days of life program. Adolescent girls are ten times more likely to suffer from anemia than adolescent boys, because they menstruate every month and are in a growth phase that requires more iron intake. Education on handling anemia among adolescent girls aims to provide understanding and knowledge about anemia and the consequences faced. The target of this activity is adolescent girls at SMA Negeri 5 Padang City. Education is carried out through direct counseling and class discussions. It is hoped that participants can better understand and realize the importance of preventing anemia among adolescent girls.
Edukasi Diagnosis dan Tatalaksana Atresia Bilier Ilham, Darul; Muntadhar, Muntadhar; Subhan, Nanda
Jurnal Medika: Medika Vol. 4 No. 3 (2025)
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/kxzwtc19

Abstract

Atresia bilier merupakan kelainan obliteratif progresif pada saluran empedu yang umumnya munculpada masa neonatal dan ditandai oleh ikterus persisten, feses pucat, dan peningkatan bilirubin direct.Insidensi atresianilier bervariasi secara global, dengan angka tertinggi dilaporkan di Asia. Etiologiatresia bilierbersifat multifaktorial, melibatkan interaksi antara faktor genetik, infeksi virus, dangangguan embriogenesis saluran empedu. Secara histopatologi, ditemukan fibrosis portal, proliferasiduktus bilier, dan kolestasis yang progresif hingga sirosis. Deteksi dini sangat krusial, dengan metodeskrining seperti kartu warna feses, pemeriksaan MMP-7, dan ultrasonografi tanda triangular cord.Prosedur Kasai portoenterostomi merupakan terapi utama, namun memiliki keberhasilan yangbergantung pada waktu tindakan. Tujuan dari kegiatan ini adalah sebagai edukasi diagnosis dantatalaksana atresia bilier, meningkatkan pengetahuan mengenai diagnosis dan tatalaksana atresia bilierpada mahasiswa. Selain itu para peserta mendapatkan bekal pengetahuan yang sangat penting agaranak yang menderita atresia bilier dapat terdiagnosis dengan cepat. Metode yang digunakanpendekatan edukasi dengan pemberian ceramah, diskusi tanya jawab. Hasil kegiatan ini memberikanpemahaman yang baik kepada para mahasiswa tentang pentingnya diagnosis dan tatalaksana atresiabilier. Saran diharapkan dapat menjadi pijakan awal bagi pengembangan program kesehatanhepatobilier yang tepat kepada pasien.
Pemberdayaan Keluarga Tentang Toilet Training TerhadapKemandirian Eliminasi Anak PAUD Magdalena, Magdalena; Melly, Melly; Asnaty, Elvina
Jurnal Medika: Medika Vol. 4 No. 3 (2025)
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/r2kzc102

Abstract

Toilet training merupakan salah satu tugas utama anak pada usia toddler (anak usia 1-3 tahun).Anak harus mampu mengenali rasa untuk mengeluarkan dan menahan eliminasi serta mampumengkomunikasikan sensasi BAK dan BAK kepada orang tua. Anak usia 1-3 tahun menghadapikonflik antara tuntutan orang tua dengan keinginan dan kemampuan fisik anak. Orang tuamenuntut anak untuk mampu menahan atau mengendalikan keinginan BAB dan BAK, sertamenginginkan anaknya melakukan BAB dan BAK pada tempatnya, sementara anak inginmengeluarkan begitu ingin BAB dan BAK. di Indonesia diperkirakan jumlah anak balita 0-4 tahunyaitu 23.729.583 jiwa. Di Indonesia diperkirakan jumlah balita mencapai 30% dari 250 juta jiwapenduduk Indonesia. Menurut survey Kesehatan Rumah Tangga (SKRT) Nasional tahun 2012diperkirakan jumlah balita yang susah mengontrol BAB dan BAK di usia sampai prasekolahmencapai 75 juta anak. Tujuan dari kegiatan pengabmas ini adalah Meningkatkan pengetahuankelurga dan kemandirian toilet training pada anak. Kegiatan ini dilaksanakan pada bulan Februaris/d September 2024, khalayak sasaran adalah ibu atau pengasuh berjumlah 30 orang. Hasil yangdidapat dalam kegiatan pengabmas ini adalah pengetahuan keluarga cukup sebelum diberipengetahuan mengenai toilet training sebanyak 19 keluarga (63,33%), pengetahuan keluarga baiksetelah diberi pengetahuan mengenai toilet training sebanyak 27 keluarga (90%), prilaku eliminasianak paud mandiri sebelum diberi pengetahuan kepada keluarga sebanyak 11 orang anak (36,67%),prilaku eliminasi anak paud mandiri setelah diberi pengetahuan kepada keluarga sebanyak 20 oranganak (66,67 %).
SIGAP (Sosialisasi dan Informasi Gawat Preeklamsia): Menekan RisikoPreeklamsia Sejak Dini Retnaningrum, Dwi Norma; Rahmawati, Wenny; Yuliyanik, Yuliyanik
Jurnal Medika: Medika Vol. 4 No. 3 (2025)
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/mqdp0628

Abstract

Preeklampsia menjadi penyebab utama morbiditas dan mortalitas maternal, khususnya diIndonesia. Kondisi ini umumnya terjadi setelah usia kehamilan 20 minggu, ditandai denganpeningkatan tekanan darah dan keberadaan protein dalam urin. Kurangnya pemahaman ibu hamilmengenai gejala dan risiko preeklampsia kerap menyebabkan keterlambatan dalam deteksi danpenanganan, yang pada akhirnya dapat membahayakan kesehatan ibu dan janin. Sebagai bentukkontribusi dalam meningkatkan literasi kesehatan ibu hamil, program pengabdian masyarakatbertajuk SIGAP (Sosialisasi dan Informasi Gawat Preeklampsia) dilaksanakan dengan tujuanutama untuk meningkatkan pengetahuan dan kesadaran masyarakat terhadap preeklampsia.Program ini mengedepankan pendekatan edukatif melalui kegiatan penyuluhan dan distribusimateri informasi kepada kelompok sasaran, yaitu ibu hamil, keluarga, dan kader kesehatan diwilayah intervensi. Metode pelaksanaan mencakup ceramah interaktif, diskusi kelompok,demonstrasi pemeriksaan tekanan darah secara mandiri, serta pembagian leaflet edukatif. Kegiatanini ditujukan kepada berbagai lapisan masyarakat, termasuk ibu hamil dan menyusui, kaderposyandu, dan tenaga kesehatan di fasilitas pelayanan primer. Evaluasi program dilakukan melaluipre-test dan post-test yang menunjukkan peningkatan signifikan dalam tingkat pengetahuan pesertasetelah mengikuti kegiatan. Skor pengetahuan meningkat signifikan dari 30 ± 10 % menjadi85 ± 8 % (p < 0,001). Peserta menunjukkan antusiasme tinggi dan berkomitmen menerapkaninformasi yang diperoleh Hasil ini menunjukkan bahwa intervensi berbasis edukasi melaluiprogram SIGAP memiliki potensi yang besar dalam menurunkan risiko preeklampsia dimasyarakat dan turut berkontribusi dalam peningkatan kualitas kesehatan ibu hamil di Indonesia.
Perikardiosintesis dan Perikardiektomi pada Efusi Perikardial Tuberkulosis Subhan, Nanda; Alaydrus, Said Qadaru; Razi, Khalikul; Ilham, Darul
Jurnal Medika: Medika Vol. 4 No. 3 (2025)
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/s37apz45

Abstract

Efusi perikardial tuberkulosis (TB-PE) adalah bentuk langka namun serius dari tuberkulosisekstrapulmoner (EPTB) yang menjadi penyebab utama efusi perikardial di wilayah dengan bebanTB tinggi. Tanpa diagnosis yang tepat dan terapi yang cepat, TB-PE dapat menyebabkan kematiandan prognosis yang buruk. Diagnosis dini dan intervensi cepat sangat penting untuk meningkatkanhasil pasien. Metode kami melaporkan kasus seorang bayi perempuan berusia 2 bulan 28 hari yangdirawat di Rumah Sakit Zainoel Abidin, Banda Aceh, pada 12 Januari 2020. Pasien mengeluhkansesak napas selama satu bulan yang semakin memburuk dalam dua hari terakhir, disertai batukproduktif, demam, dan kesulitan makan. Ayah pasien sedang menjalani pengobatan TB paru aktif.Pemeriksaan fisik menunjukkan retraksi interkostal, suprasternal, dan epigastrium, serta suaracrepitus di dua pertiga bawah paru. Hasil ekokardiografi pada 14 Januari 2020 menunjukkan efusiperikardial masif tanpa tanda tamponade. Berdasarkan skor TB 10 dan riwayat kontak, pasiendidiagnosis dengan TB ekstrapulmoner dan memulai pengobatan anti-tuberkulosis (OAT). Pada 22Januari 2020, dilakukan prosedur subxifoide perikardial window, yang mengalirkan 100 cc cairankekuningan dari rongga perikardial. Pasca-prosedur, saturasi oksigen pasien meningkat dari 92%menjadi 98%. Hasil kasus ini menegaskan pentingnya mempertimbangkan tuberkulosis sebagaipenyebab efusi perikardial pada pasien pediatrik dengan riwayat kontak TB. Diagnosis dini danperawatan cepat, termasuk perikardiocentesis dan terapi OAT, sangat penting untuk mencegahkomplikasi serius dan meningkatkan prognosis pasien.

Page 1 of 11 | Total Record : 106