cover
Contact Name
Syafriani
Contact Email
syafrianifani@gmail.com
Phone
+6281276299789
Journal Mail Official
syafrianifani@gmail.com
Editorial Address
Jl. Tuanku Tambusai No 23 Bangkinang Kota, Kampar
Location
Kab. kampar,
Riau
INDONESIA
Jurnal Medika: Medika
ISSN : -     EISSN : 29857295     DOI : https://doi.org/10.31004/t6azja17
Core Subject : Health,
Jurnal Medika: Medika adalah jurnal yang mempublikasikan hasil pengabdian masyarakat bidang kesehatan. Jurnal pengabdian masyarakat Medika di terbitkan oleh Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LP2M) Universitas Pahlwan Tuanku Tambusai. Jurnal ini berisikan artikel berkenaan dengan hasil kegiatan pengabdian dan pemberdayaan masyarakat di bidang kesehatan. Jurnal Medika ini terbit dua kali selama setahun pada bulan Januari dan Juni. Jurnal ini bertujuan untuk menyebarluaskan ide maupun gagasan hasil dari penelitian dan pengabdian itu sendiri. Jurnal Medika adalah jurnal nasional dengan E-ISSN: 2985-7295. Jurnal Medika mempublikasikan artikel hasil pelaksanaan pengabdian kepada masyarakat dengan terbitan sebanyak 2 nomor dalam setahun.
Articles 608 Documents
Penerapan Pijat Laktasi dan Pijat Oksitosin Terhadap Produksi ASI pada Ibu Menyusui Bayi Usia 0-6 Bulan Karlinah, Nelly; Irianti, Berliana; Setiawati, Sandy; Israyati, Nur; Warlenda, Sherly Vermita
Jurnal Medika: Medika Vol. 4 No. 3 (2025)
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/my0y5158

Abstract

ASI adalah nutrisi ideal bagi bayi karena mengandung zat gizi paling sesuai dengan kebutuhannya serta zat pelindung untuk melawan penyakit. Dua tahun pertama kehidupan anak sangat penting, karena nutrisi optimal pada masa ini dapat menurunkan angka kesakitan dan kematian, mengurangi risiko penyakit kronis, serta mendorong perkembangan optimal. Pemberian ASI optimal pada usia 0–23 bulan berpotensi menyelamatkan lebih dari 820.000 anak balita setiap tahunnya. Posyandu merupakan wadah masyarakat untuk mendapatkan informasi kesehatan, khususnya ibu menyusui atau kegiatan yang dapat menjelaskan berbagai masalah kesehatan termasuk pencapaian ASI eksklusif. Produksi ASI dipengaruhi oleh berbagai faktor seperti pola makan, kontrasepsi, perawatan payudara, istirahat, frekuensi menyusui, berat lahir bayi, usia kehamilan saat melahirkan, kondisi psikologis, anatomi payudara, fisiologi tubuh, serta konsumsi rokok dan alkohol. Terapi nonfarmakologi seperti pijat oksitosin dan pijat laktasi juga dapat meningkatkan produksi ASI. Pelaksanaan Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) dilakukan pada 11 September 2024. Permasalahan mitra meliputi: 1) produksi ASI rendah, 2) kurangnya pengetahuan tentang pijat oksitosin dan laktasi, dan 3) ketidaktahuan cara melakukannya. Solusi yang diberikan meliputi: 1) penyuluhan tentang ASI eksklusif, dan 2) pelatihan praktik pijat laktasi dan oksitosin. Diharapkan metode ini menjadi alternatif meningkatkan produksi ASI pada ibu menyusui bayi usia 0–6 bulan.
Inovasi Abad 21: Penguatan Komeptensi Guru Dalam Pemanfaatan Media Pembelajaran Adaptif Berbasis Augmented Reality Dengan Bantuan Aplikasi Asemblr Edu Di Era Industri 5.0 AR, Muhammad Misbahudholam; Armadi, Ali; Sama', Sama'; Astuti, Yeni Puji; Astutik, Choli
Jurnal Medika: Medika Vol. 4 No. 3 (2025)
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/x1njce91

Abstract

Transformasi pendidikan di era Industri 5.0 menuntut guru untuk adaptif terhadap teknologi dan inovatif dalam merancang pembelajaran yang kontekstual dan interaktif. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan kompetensi guru dalam mengembangkan dan memanfaatkan media pembelajaran digital berbasis Augmented Reality (AR) melalui aplikasi Assemblr Edu. Pelatihan dilaksanakan di SDN Baban I, Kabupaten Sumenep sebagai Mitra pengabdian, dengan melibatkan 18 orang guru sebagai peserta aktif. Metode pelatihan menggunakan pendekatan participatory educational yang menggabungkan praktik langsung (hands-on training), pendampingan, dan refleksi kolaboratif. Hasil evaluasi menunjukkan peningkatan signifikan kompetensi guru, dengan rata-rata skor meningkat dari 50,1 (pre-test) menjadi 83,98 (post-test). Aspek yang mengalami peningkatan meliputi penguasaan teknis aplikasi Assemblr Edu, integrasi media Augmented Reality (AR) ke dalam modul ajar, kemampuan merancang media interaktif, serta kepercayaan diri dalam menggunakan teknologi digital. Pelatihan ini menunjukkan bahwa pendekatan partisipatif berbasis praktik efektif dalam memperkuat literasi digital guru, kompetensi guru dan menjawab tantangan pendidikan pada abad ke-21.
Meningkatkan Produktivitas Mahasiswa Melalui Intervensi Manajemen Waktu Riadhah, Cut Aya; Aliyah, Nur; Zahrani, Zahrani; Sabikha, Galuh Putri; Ramulan, Fayza; Nuwansa, Riski
Jurnal Medika: Medika Vol. 4 No. 3 (2025)
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/e39ygy45

Abstract

Mahasiswa di pendidikan tinggi sering kali menghadapi tantangan dalam mengelola waktu, yang berdampak pada penurunan kualitas akademik, stres, dan perilaku prokrastinasi. Penelitian ini bertujuan untuk menilai efektivitas pelatihan manajemen waktu dalam meningkatkan kemampuan pengelolaan waktu mahasiswa, sehingga diharapkan dapat mendorong produktivitas akademik dan mengurangi prokrastinasi. Penelitian ini menggunakan desain eksperimen one-group pretest-posttest dengan melibatkan 15 mahasiswa yang mengalami kesulitan dalam manajemen waktu. Intervensi dilakukan melalui pelatihan manajemen waktu yang mencakup sesi psikoedukasi dan latihan praktis menggunakan Eisenhower Matrix dan daily planner. Evaluasi dilakukan menggunakan Time Management Behavior Scale (TMBS) serta penilaian tiga level: reaksi, pembelajaran, dan perilaku. Hasil menunjukkan peningkatan signifikan kemampuan manajemen waktu, dengan skor median posttest (50) lebih tinggi dibandingkan pretest (44). Aspek penetapan prioritas, perencanaan, dan pengendalian waktu juga mengalami peningkatan. Pelatihan ini terbukti efektif dalam meningkatkan keterampilan pengelolaan waktu mahasiswa, yang berdampak positif terhadap produktivitas akademik dan pengurangan stres. Temuan ini memberikan dasar penting bagi pengembangan intervensi manajemen waktu di lingkungan pendidikan tinggi.
Gerakan Pilah Sampah dari Rumah: Edukasi dan Penerapan Sistem Pengelolaan Sampah Berbasis Wirausaha Masyarakat Fitri, Aida; Wiratama, Muhammad Jaka; Azka, Daffa; G, Harbiyah
Jurnal Medika: Medika Vol. 4 No. 3 (2025)
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/276ypm66

Abstract

Pengelolaan sampah masih menjadi permasalahan serius di berbagai wilayah, termasuk di Kecamatan Pulo Aceh yang memiliki keterbatasan akses terhadap fasilitas pengelolaan sampah terpadu. Sampah rumah tangga yang tidak dikelola dengan baik dapat berdampak buruk terhadap kesehatan, lingkungan, dan kualitas hidup masyarakat. Oleh karena itu, diperlukan upaya edukatif dan praktis untuk mendorong perubahan perilaku masyarakat dalam mengelola sampah sejak dari rumah. Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran dan kemampuan masyarakat dalam memilah sampah rumah tangga serta menerapkan sistem pengelolaan sampah berbasis wirausaha yang berkelanjutan. Metode pelaksanaan meliputi sosialisasi, pelatihan, dan pendampingan langsung kepada masyarakat mengenai cara memilah sampah organik dan anorganik, serta pemanfaatan sampah sebagai bahan baku produk bernilai ekonomi seperti kompos, kerajinan tangan, dan barang daur ulang. Hasil pengabdian menunjukkan adanya peningkatan pemahaman masyarakat tentang pentingnya pemilahan sampah dari rumah serta terbentuknya kelompok-kelompok kecil wirausaha yang mulai mengelola sampah secara mandiri. Program ini diharapkan dapat menjadi model pemberdayaan masyarakat berbasis lingkungan yang dapat diterapkan secara berkelanjutan
Pemberdayaan Guru-Guru SD Inpres Mara Kabupaten Biak Numfor melalui Pelatihan Aplikasi Stellarium dalam Pembelajaran Tata Surya Ayomi, Golden Ringgo SC.
Jurnal Medika: Medika Vol. 4 No. 2 (2025)
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/065ht248

Abstract

Program pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk memberdayakan guru-guru SD Inpres Mara Kabupaten Biak Numfor melalui pelatihan pemanfaatan aplikasi Stellarium sebagai media pembelajaran tata surya. Kegiatan ini dilaksanakan untuk menjawab tantangan keterbatasan sarana pembelajaran sains di wilayah 3T dengan mengintegrasikan teknologi visual berbasis simulasi ke dalam proses belajar-mengajar. Metode yang digunakan meliputi analisis kebutuhan, pelatihan berbasis andragogi, pendampingan implementasi di kelas, serta evaluasi berbasis pendekatan mixed methods. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan signifikan pada pemahaman konsep astronomi dasar guru sebesar 38%, kemampuan mengoperasikan aplikasi Stellarium mencapai 100%, serta integrasi teknologi ke dalam Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) meningkat hingga 95%. Dampak terhadap siswa terlihat dari kenaikan partisipasi aktif dalam pembelajaran dari 56% menjadi 87%, serta peningkatan pemahaman konsep tata surya sebesar 32%. Integrasi Stellarium dengan kearifan lokal masyarakat Biak Numfor juga memperkaya pembelajaran melalui pendekatan kontekstual berbasis budaya. Program ini membuktikan bahwa pemberdayaan guru melalui teknologi dapat meningkatkan kualitas pembelajaran sains di daerah 3T dan berpotensi direplikasi di wilayah lain dengan tantangan serupa.
Workshop Kecerdasan Anak dalam Menggunakan Kartu Puzzle untuk Menemukan Rumus Luas Bangun Datar di Sekolah Dasar Maniboey, Lidwina Cornelia; Rusli, Tiffany Shahnaz
Jurnal Medika: Medika Vol. 4 No. 3 (2025)
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/dfdyeq58

Abstract

Matematika sebagai salah satu mata pelajaran dasar di tingkat pendidikan dasar memiliki peran penting dalam membentuk kemampuan berpikir logis dan analitis siswa. Salah satu pendekatan yang dapat meningkatkan pemahaman siswa adalah melalui penggunaan media pembelajaran yang inovatif dan interaktif. Namun, kenyataannya, banyak siswa mengalami kesulitan dalam memahami konsep-konsep matematika, khususnya dalam materi geometri dan penemuan rumus luas bangun datar. Kesulitan ini sering kali disebabkan oleh metode pembelajaran yang kurang menarik dan kurang melibatkan siswa secara aktif. Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan kompetensi guru dalam menggunakan media pembelajaran berbasis puzzle serta untuk memperkenalkan metode pembelajaran yang lebih interaktif dan menyenangkan bagi siswa. Hasil dari pelaksanaan workshop menunjukkan adanya peningkatan kompetensi guru dalam penggunaan media pembelajaran inovatif, serta peningkatan pemahaman siswa terhadap materi bangun datar. Implementasi kartu puzzle berhasil memotivasi siswa untuk aktif dalam pembelajaran, meningkatkan pemahaman mereka terhadap rumus luas bangun datar, serta menjadikan pembelajaran matematika lebih menarik dan efektif. Workshop ini diharapkan dapat menjadi langkah awal untuk meningkatkan kualitas pendidikan di daerah tersebut.
Menumbuhkan Kepedulian yang Sehat dan Keterampilan Perempuan Dalam Menghadapi Kematian Abasir, Muttorik Alil; Fitriyani, Fitriyani; Hidayat, Febryan
Jurnal Medika: Medika Vol. 4 No. 3 (2025)
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/8m4yb585

Abstract

Kematian merupakan suatu ketetapan yang pasti bagi setiap makhluk hidup, termasuk manusia. Seorang muslim yang telah meninggal memiliki hak untuk dirawat sesuai tuntunan yang diajarkan oleh Nabi Muhammad shallallahu 'alaihi wa sallam, yakni melalui proses pemulasaran jenazah. Salah satu aspek penting yang berkaitan dengan hubungan antar manusia, bahkan setelah kematian, adalah kewajiban merawat jenazah tersebut. Pemulasaran jenazah seorang muslim menjadi hal yang harus dipenuhi, karena selain merupakan hak bagi yang meninggal, juga menjadi kewajiban kolektif (fardhu kifayah) bagi umat Islam yang masih hidup. Kewajiban ini memiliki nilai ibadah dan pengabdian yang luhur dalam ajaran Islam. Oleh sebab itu, kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk mengkaji dampak pelatihan pemulasaran jenazah sesuai syariat di Desa Menuran. Metode yang diterapkan dalam kegiatan pengabdian masyarakat ini meliputi observasi, wawancara, penyuluhan, serta pelatihan dan pendampingan bagi remaja serta ibu-ibu muslimah. Hasil dari kegiatan ini menunjukkan bahwa para peserta, terutama remaja dan ibu-ibu muslimah, sangat antusias dalam mengikuti pelatihan. Mereka telah mampu mempraktikkan cara memandikan, mengkafani, serta menyalati jenazah, meskipun praktik penguburan jenazah belum dilakukan. Hasil penelitian ini memiliki implikasi positif terhadap praktik pemulasaran jenazah di Desa Menuran. Oleh karena itu, disarankan untuk terus mengadakan pelatihan pemulasaran jenazah secara berkala di Desa Menuran untuk memastikan pemahaman yang benar dan praktik yang baik dalam tata cara pemulasaran jenazah sesuai syariat.
Penerapan Pijat Tuina pada Anak Usia 9-12 Bulan di Posyandu Teratai Desa Talikumain Tambusai Nurkhasanah, Siti; Wahyuny, Romy; Janiarli, Masdi
Jurnal Medika: Medika Vol. 4 No. 3 (2025)
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/ya5dtb98

Abstract

Pelayanan kebidanan komplementer merupakan bagian dari penerapan pengobatan komplementer dan alternatif dalam pelayanan kebidanan. Pelayanan kebidanan komplementer merupakan pilihan bagi bidan untuk mengurangi intervensi yang berlebihan dan merupakan pendamping dari terapi medis. Namun, sebagian besar terapi ini tidak dianggap bermakna dalam pengobatan konvensional. Hal ini disebabkan oleh kelangkaan bukti klinis dan informasi yang diterbitkan sehubungan dengan efektivitas pelayanan kebidanan komplementer pada kehamilan, persalinan nifas dan bayi balita. Mayoritas kegiatan rutin di posyandu ada 5 (lima) kegiatan, yaitu Kesehatan lbu dan Anak (KIA), Keluarga Berencana (KB), imunisasi, gizi, dan penanggulangan diare. Masih terdapat beberapa posyandu yang masih berstatus pratama. Di Tambusai, masih ada beberapa posyandu yang berstatus pratama, ini menjadi tantangan bagi kader posyandu untuk meningkatkan strata menjadi madya, purnama atau bahkan mandiri. Salah satu syarat peningkatan strata Posyandu yaitu adanya program tambahan dan dana sehat. Salah satu program tambahan dalam posyandu balita dengan kegiatan kelas pijat dan senam bayi, dan balita, terutama pada anak usia 9-12 bulan dengan pemberian pijat Tuina untuk mengatasi kesulitasn makan pada anak. Program ini bertujuan untuk mengoptimalkan pelayanan kesehatan balita dengan pemberian terapi komplementer di posyandu. Kegiatan dilaksanakan dengan metode Edukasi asuhan komplementer yaitu pijat Tuina pada anak usia 9-12 bulan dengan metode ceramah, diskusi dan praktik dilanjutkan pendampingan untuk keberlanjutan program. Kegiatan pengabdian masyarakat ini berfokus pada Pelatihan Pada kader posyandu tentang pijat tuina untuk meningkatkan nafsu makan anak usia 9-12 bulan pada fase MPASI. Kata kunci: Pijat Tuina, Anak usia 9-12 bulan
Effectiveness of Microteaching in Improving Basic Life Support Knowledge at SMK Pawiyatan Surabaya Effendy, Lyndia; Yuwono, Natalia; Rachman, Maria Jessica; Darmanto, Arief Gunawan
Jurnal Medika: Medika Vol. 4 No. 3 (2025)
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/wjpmzh04

Abstract

Background: Basic Life Support (BLS) skills are vital competencies that are often under-trained among adolescents due to time constraints in education. As an active demographic group, teenagers are vulnerable to emergency situations, making efficient and effective training essential. Objective: To measure the effectiveness of a 10-15 minutes BLS microteaching intervention combined with hands-on practice in improving the knowledge and skills of vocational high school (SMK) students at SMK Pawiyatan Surabaya. Methods: This study used a pretest-posttest design. The intervention was conducted from February 2024 at SMK Pawiyatan Surabaya, involving 147 tenth-grade students from various majors. The session included a 10-15 minutes microteaching module, live demonstrations, and hands-on practice using QCPR manikins. Student knowledge was assessed through questionnaires before and after the intervention. Results: The average knowledge score increased from 58% (pretest) to 85% (posttest), showing a 27% improvement. 78% of participants achieved technical competency in chest compressions according to AHA standards. Conclusion: A 10-15 minutes BLS microteaching session proved effective in enhancing vocational students' knowledge and skills. This approach is recommended for integration into school curricula as an efficient emergency health education strategy.
Peran Teknologi Informasi Dalam Meningkatkan Kesejahteraan Bagi Masyarakat Miskin Melalui UMKM Roifah, Tri Nadhirotur; Yuana, Anik Gita
Jurnal Medika: Medika Vol. 4 No. 3 (2025)
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/6t4p6m47

Abstract

Desa Bumiaji Kecamatan Bumiaji Kota Batu memiliki potensi besar di sektor pertanian dan pariwisata, sebagian besar pelaku UMKM dari kelompok masyarakat miskin menghadapi berbagai keterbatasan teknologi. Permasalahan utama yang dihadapi rendahnya pemanfaatan teknologi informasi dalam pengelolaan dan pemasaran produk. Kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) bertujuan untuk: a) meningkatkan pemahaman masyarakat miskin pemilik UMKM tentang pentingnya teknologi informasi. b) memberikan pelatihan praktis penggunaan TI sederhana seperti penggunaan WhatsApp Bisnis, Instagram, dan marketplace. c) memberikan motivasi dan strategi pemanfaatan TI untuk memperluas pasar dan meningkatkan pendapatan. Metode kegiatan dirancang secara partisipatif dan aplikatif. Pendekatan dilakukan melalui dua tahapan utama: 1) observasi awal dan pelatihan praktis. Pelatihan TI yang dilaksanakan terbukti efektif dalam meningkatkan kesiapan digital UMKM yaitu: 1) pemahaman media sosial, 2) kemampuan konten digital, 3) pemanfaatan marketplace. Kenaikan skor yang signifikan menjadi indikator keberhasilan pendekatan pelatihan yang terstruktur, aplikatif, dan berbasis kebutuhan lokal. Keberhasilan pelatihan tercermin dalam meningkatnya penggunaan akun media sosial usaha, konsistensi promosi daring, peningkatan jangkauan pasar, dan adopsi marketplace sebagai kanal distribusi. Perlu adanya dukungan dari stakeholder seperti BUMDes, Dinas Koperasi, atau CSR perusahaan untuk menyediakan infrastruktur dasar digital, kolaborasi untuk mendukung pemasaran digital, diintegrasikan dalam program pemberdayaan berkelanjutan seperti Desa Digital, Kampung UMKM, atau Inkubator Bisnis Desa.