cover
Contact Name
Suci Nurhayati
Contact Email
jurnalhexagonfkip@gmail.com
Phone
-
Journal Mail Official
jurnalhexagonfkip@gmail.com
Editorial Address
Mathematics Education, FKIP Universitas Terbuka Jl. Cabe Raya, Pondok Cabe, Pamulang, Tangerang Selatan 15437, Banten – Indonesia
Location
Kota tangerang selatan,
Banten
INDONESIA
Hexagon: Jurnal Ilmu dan Pendidikan Matematika
Published by Universitas Terbuka
ISSN : 30251982     EISSN : 29887763     DOI : https://doi.org/10.33830/hexagon
Core Subject : Education,
Hexagon: Jurnal Ilmu dan Pendidikan Matematika a peer-reviewed journal, provides a forum for publishing original research articles, review articles from contributors, and novel technology news related to mathematics education. This journal is designed to facilitate lecturers, researchers, mathematics school teachers, teacher educators, university students (Master and Doctoral) from all over the world who want to publish their research reports or their literature review articles (only for invited contributors), and short communication about mathematics education and its instructional. The Journal invites original research articles and not simultaneously submitted to another journal or conference. The whole spectrum of research in mathematics education are welcome, which includes, but is not limited to the following topics: - Mathematics in Open Learning - Mathematics Ability - Model, Method, and Media in Mathematics Learning - Digital Technologies or ICT in Mathematics Learning - Design/Development Research in Mathematics Education
Articles 50 Documents
Analisis Kesalahan Mahasiswa dalam Menyelesaikan Soal Teori Graf Menggunakan Teori Newman: Studi Kasus pada Mahasiswa Departemen Matematika Indriasari, Wulan; Darmawan, Puguh
Hexagon: Jurnal Ilmu dan Pendidikan Matematika Vol. 3 No. 1 (2025): April
Publisher : LPPM Universitas Terbuka

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33830/hexagon.v3i1.10772.

Abstract

Dalam topik teori graf, mahasiswa masih sering melakukan kesalahan dalam menyelesaikan soal. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kesalahan yang dihadapi mahasiswa dalam menyelesaikan soal teori graf, sehingga dapat mengetahui dan memahami letak kesalahan yang dihadapi dalam menyelesaikan soal serta dapat dijadikan sebagai rekomendasi atau rujukan dalam penelitian selanjutnya. Metode penelitian yang digunakan adalah penelitian kualitatif deskriptif dengan pendekatan studi kasus. Subjek penelitian terdiri dari delapan mahasiswa departemen matematika yang telah menempuh mata kuliah teori graph yang mengerjakan tes tertulis dengan tiga di antaranya dipilih secara purposive sampling untuk diwawancari. Data dikumpulkan melalui tes tertulis, wawancara, dan catatan observasi. Teknik analisis data pada penelitian ini menggunakan teknik analisis data interaktif. Analisis menunjukkan bahwa kesalahan dalam memahami soal adalah yang paling umum, terutama dalam mengaitkan informasi dengan konsep dasar. Istilah teknis seperti trail, walk, dan path juga menjadi sumber kebingungan. Selain itu, kesalahan dalam proses penyelesaian soal dan representasi graf terlihat ketika mahasiswa berusaha menggambar graf sederhana. Kesalahan menulis hasil akhir muncul akibat ketidakpastian dalam langkah-langkah penyelesaian, yang menunjukkan pentingnya perhatian terhadap detail dan pengecekan jawaban sebelum diserahkan. Kesalahan dalam menulis hasil akhir, meskipun ada, tidak sekompleks kesalahan lainnya.
Pengaruh Pendekatan Deep Learning terhadap Kemampuan Berpikir Kritis Murid pada Materi Matriks Berkonteks Perjalanan Wisata Siswanto, Deny Hadi; Kintoko; Susetyawati , M.M. Endang; Fitriana, Eni
Hexagon: Jurnal Ilmu dan Pendidikan Matematika Vol. 3 No. 1 (2025): April
Publisher : LPPM Universitas Terbuka

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33830/hexagon.v3i1.11650.

Abstract

Penelitian ini bertujuan mengkaji pengaruh pendekatan deep learning terhadap kemampuan berpikir kritis murid pada materi matriks dengan konteks perjalanan wisata. Latar belakang penelitian ini didasarkan pada pentingnya pembelajaran bermakna yang tidak hanya berfokus pada pencapaian akademik, tetapi juga pada pengembangan kemampuan berpikir tingkat tinggi. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan populasi sebanyak 30 murid kelas XI SMK dan teknik pengambilan sampel menggunakan metode sensus. Data dikumpulkan melalui angket Skala Likert dan tes berpikir kritis berdasarkan indikator Ennis. Hasil uji validitas dan reliabilitas menunjukkan bahwa instrumen yang digunakan layak dan dapat dipercaya. Uji normalitas dan linearitas menunjukkan data berdistribusi normal dan terdapat hubungan linear antara pendekatan deep learning dengan kemampuan berpikir kritis. Hasil analisis regresi menunjukkan nilai R² sebesar 0,084, yang mengindikasikan bahwa pendekatan deep learning memberikan kontribusi sebesar 8,4% terhadap peningkatan kemampuan berpikir kritis murid. Penelitian ini merekomendasikan agar guru menerapkan pendekatan pembelajaran mendalam berbasis konteks agar proses pembelajaran menjadi lebih relevan, aplikatif, dan mampu menumbuhkan keterampilan berpikir kritis murid secara optimal.
Enhancing Mathematics Achievement Through Cooperative Learning: A Study of The Jigsaw Technique in Exponent Multiplication and Division Kaewrueang, Kwanpichcha; Phobubpa, Ratchadaporn; Haarsa, Panyawat
Hexagon: Jurnal Ilmu dan Pendidikan Matematika Vol. 3 No. 1 (2025): April
Publisher : LPPM Universitas Terbuka

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33830/hexagon.v3i1.11727.

Abstract

Motivating students and fostering deeper conceptual understanding remain key challenges in mathematics education, particularly with abstract topics such as exponent multiplication and division. Achievement gaps often result from traditional lecture-based methods that fail to address diverse learning needs. Cooperative learning strategies, especially the Jigsaw technique, have been shown to improve student engagement, peer interaction, and content mastery. The method promotes active participation, accountability, and deep comprehension through structured group collaboration, making it particularly effective for challenging mathematical concepts. This study investigates the impact of the Jigsaw technique on eighth-grade students’ performance in exponent multiplication and division. A posttest-only experimental design was employed with 30 secondary school students. Data were collected through a researcher-developed posttest containing multiple-choice and short-answer questions aligned with national learning objectives. The data were analyzed using descriptive statistics (mean, percentage, standard deviation) and a one-sample t-test to evaluate statistical significance. The results demonstrated a significant improvement in student performance (M = 15.13, SD = 2.10, t = 8.186, p < .05), surpassing the 60% proficiency benchmark. These findings suggest that the Jigsaw method not only enhances mathematical understanding but also cultivates essential 21st-century skills such as critical thinking, communication, and teamwork.
Pengaruh Tingkat, Kekuatan, dan Generalitas dalam Efikasi Diri terhadap Kemampuan Pemecahan Masalah Matematika Siswa Kelas IX SMPN 2 Labakkang Nasrullah, Nasrullah; Rida Hikmah Ramadhani S; Minggi, Ilham
Hexagon: Jurnal Ilmu dan Pendidikan Matematika Vol. 3 No. 1 (2025): April
Publisher : LPPM Universitas Terbuka

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33830/hexagon.v3i1.12066.

Abstract

Jenis penelitian yang digunakan adalah ex post facto dengan pendekatan kuantitatif yang bertujuan untuk mengetahui pengaruh tingkat, kekuatan, dan generalitas dalam efikasi diri terhadap kemampuan pemecahan masalah matematika siswa kelas IX SMPN 2 Labakkang. Penelitian ini dilaksanakan di SMPN 2 Labakkang, Kabupaten Pangkajene tahun ajaran 2024/2025, dengan populasi penelitian seluruh siswa kelas IX dengan memilih 64 siswa menjadi sampel menggunakan teknik cluster random sampling. Data diperoleh melalui instrumen yaitu angket tingkat efikasi diri, kekuatan efikasi diri, generalitas efikasi diri dan tes kemampuan pemecahan masalah matematika. Data dianalisis dengan statistik deskriptif dan statistik inferensial dengan menggunakan regresi linear berganda. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) tingkat, kekuatan, dan generalitas dalam efikasi diri siswa berada pada kategori rendah, sedangkan kemampuan pemecahan masalah matematika siswa berada pada kategori sedang; (2) tingkat efikasi diri mempunyai pengaruh positif terhadap kemampuan pemecahan masalah matematika; (3) kekuatan efikasi diri mempunyai pengaruh positif terhadap kemampuan pemecahan masalah matematika; (4) generalitas efikasi diri mempunyai pengaruh positif terhadap kemampuan pemecahan masalah matematika; dan (5) tingkat, kekuatan, dan generalitas dalam efikasi diri secara bersama-sama mempunyai pengaruh positif terhadap kemampuan pemecahan masalah matematika.
Peningkatan Kemampuan Komunikasi Matematis Siswa SMK Melalui Model Problem-Based Learning berbantuan Kahoot Muzammil, Azriel Ahmad; Rahman, Taufik
Hexagon: Jurnal Ilmu dan Pendidikan Matematika Vol. 3 No. 1 (2025): April
Publisher : LPPM Universitas Terbuka

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33830/hexagon.v3i1.12639.

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui peningkatan kemampuan komunikasi matematis siswa SMK melalui model problem-based learning berbantuan kahoot. Penelitian ini merupakan penelitian kuasi eksperimen dengan desain penelitian non-equivalent control group. Populasi dalam penelitian ini adalah siswa kelas XI SMK Galuh Pakuan. Pengambilan sampel menggunakan teknik purposive sampling. Sampel penelitian terdiri dari dua kelas, yaitu kelas kontrol dan kelas eksperimen. Pada kelas eksperimen pembelajaran melalui model problem-based learning sedangkan pada kelas kontrol pembelajaran menggunakan pembelajaran ekspositori. Instrumen pengumpulan data yang digunakan adalah berupa soal tes uraian sebanyak lima soal. Analisis data dilakukan menggunakan software SPSS 23.0 for Windows. Hasil penelitian yaitu peningkatan kemampuan komunikasi matematis pada kelas yang menggunakan model problem-based learning berbantuan kahoot lebih tinggi dari pada kelas yang memperoleh model pembelajaran ekspositori.
Penerapan Algoritma Welch-Powell terhadap Penjadwalan Mata Kuliah Jurusan Tadris Matematika UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon Al Farizi, Reo; Husna, Nihayatul; Setia Dewi, Tika
Hexagon: Jurnal Ilmu dan Pendidikan Matematika Vol. 3 No. 1 (2025): April
Publisher : LPPM Universitas Terbuka

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33830/hexagon.v3i1.11022.

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menerapkan teori graf pada konsep algoritma welch powel untuk penyusunan jadwal mata kuliah. Penelitian ini untuk meningkatkan efisiensi dan mengoptimalkan penjadwalan mata kuliah jurusan tadris matematika UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan terapan dan teknik analisis data yang digunakan yaitu dengan merepresentasikan jadwal perkuliahan tadris matematika UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon ke dalam sebuah pemodelan matematika dengan menggunakan bidang matematika diskrit teori graf. Berdasarkan hasil penelitian dapah dihasilkan bahwa penerapan algoritma ini berhasil mengoptimalkan penjadwalan mata kuliah berdasarkan mata kuliah jurusan tadris matematika dan hari yang tidak bentrok dengan ketersediaan ruangan kelas
Analisis Kemampuan Literasi Matematika Siswa Berdasarkan Indikator PISA dan Kemampuannya Memecahkan Masalah Deret Aritmatika Triyono, Ageng; Kusuma, Arie Purwa; Istiani, Dede; Yusuf, Maulana
Hexagon: Jurnal Ilmu dan Pendidikan Matematika Vol. 3 No. 1 (2025): April
Publisher : LPPM Universitas Terbuka

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33830/hexagon.v3i1.11396.

Abstract

Tujuan penelitian adalah untuk menganalisis kemampuan literasi matematika siswa kelas X yang didasarkan pada indikator PISA (Level 1-6) dan kemampuannya memecahkan masalah deret aritmatika. Tujuan penelitian dicapai menggunakan metode penelitian deskriptif kualitatif. Sampel terdiri dari 3 siswa yang dipilih secara cluster random sampling dari populasi siswa dalam satu kelas yang berjumlah 21 siswa. Setiap sampel mewakili kelompok siswa dengan kategori kemampuan matematika tinggi (tinggi (S1); sedang (S2), dan; rendah (S3). Data diambil menggunakan instrumen Tes Kemampuan Literasi Matematis dan melalui wawancara. Indikator untuk mengukur kemampuan literasi matematis siswa mengajc pada indikator dalam PISA. Tahapan penelitian yang dilakukan: (1) proses pembelajaran; (2) tes kemampuan literasi matematis; (3) analisis jawaban tes dan wawancara, dan; (4) analisis data dan penarikan kesimpulan. Analisis data dilakukan mengikuti prosedur dari Milles & Hubberman. Kesimpulan yang didapatkan: siswal (S1) mencapai indikator level 1-6; siswa (S2) memenuhi level 1-4, dan; siswa (S3) hanya mencapai indikator Level 1-2
Ethnomathematics Integration to Enhance Preschoolers’ Early Math Problem-Solving Skills: A Qualitative Case Study Ndeot, Felisitas; Hartati, Sofia; Hapidin, Hapidin
Hexagon: Jurnal Ilmu dan Pendidikan Matematika Vol. 3 No. 1 (2025): April
Publisher : LPPM Universitas Terbuka

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This study investigates how integrating ethnomathematics into early childhood education can improve the early math problem-solving skills of preschoolers aged 5–6 years. Conducted in Manggarai, Indonesia, the research employed a qualitative case study approach to explore learning activities infused with local cultural elements, including the spider-web rice field layout (lingko), traditional Manggarai houses (mbaru niang), and woven fabric patterns (songke). These cultural artifacts were adapted into problem-based learning tasks to develop children’s mathematical thinking. Data were collected through classroom observations, semi-structured interviews with the teacher, and documentation of children's learning outcomes, such as photographs, drawings, and activity records. The data obtained from classroom observations, teacher interviews, and documentation of children's learning outcomes are transcribed verbatim. The coding process is conducted inductively, meaning the codes are not predetermined but emerge from the data itself. The researchers read each transcript and documentation repeatedly to identify statements, actions, or interactions relevant to problem-solving skills. Codes that have similar meanings are then grouped into categories. These subthemes are analyzed further to identify the main theme that reflects the phenomenon as a whole. After the main theme is formed, the researcher interprets the findings by relating them to the research objectives, research questions (RQ1 and RQ2), as well as previous theories or findings. The findings reveal that embedding familiar cultural representations in mathematics instruction enhanced children’s problem-solving strategies, persistence, and conceptual understanding. Moreover, using culturally relevant contexts increased children’s engagement and confidence. This study highlights the importance of integrating local wisdom into early math education as a pathway to inclusive and resilient learning environments.
Efektivitas Penggunaan LKPD Berbasis Pembelajaran Aktif untuk Meningkatkan Pemahaman Konsep Barisan dan Deret Hasibuan, Riswandi; Amir, Almira
Hexagon: Jurnal Ilmu dan Pendidikan Matematika Vol. 3 No. 1 (2025): April
Publisher : LPPM Universitas Terbuka

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33830/hexagon.v3i1.12514.

Abstract

Siswa sering menghadapi kesulitan dalam memahami dan menganalisis soal cerita pada materi barisan dan deret aritmatika, sehingga pemahaman konsep matematika mereka belum optimal. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji efektivitas penggunaan LKPD berbasis pembelajaran aktif dalam meningkatkan pemahaman konsep barisan dan deret aritmatika siswa kelas XI SMA Negeri 1 Padang Bolak Julu. Metode yang digunakan adalah eksperimen dengan desain pretest-posttest control group, dengan populasi seluruh siswa kelas XI dan sampel penelitian kelas XI IPA 1 yang diberikan perlakuan berupa LKPD berbasis pembelajaran aktif. Instrumen penelitian berupa tes pemahaman konsep yang dilaksanakan melalui prosedur pretest, perlakuan, dan posttest, kemudian dianalisis menggunakan uji perbedaan rata-rata. Hasil penelitian menunjukkan adanya peningkatan yang signifikan dalam pemahaman konsep siswa setelah diterapkannya LKPD berbasis pembelajaran aktif, terutama dalam menganalisis soal cerita terkait barisan dan deret aritmatika. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa LKPD berbasis pembelajaran aktif efektif untuk meningkatkan pemahaman konsep matematika siswa dan dapat dijadikan alternatif strategi pembelajaran yang interaktif serta menyeluruh di sekolah.
Problem-Solving Pedagogy and Attitudinal Change in Mathematics: A Quasi-Experimental Study in Nigerian Secondary Schools Danlami, Kazaik Benjamin; Ayuba, Istafanus; Anas, Halliru; Ezumezuh, Gladys
Hexagon: Jurnal Ilmu dan Pendidikan Matematika Vol. 3 No. 2 (2025): October
Publisher : LPPM Universitas Terbuka

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33830/hexagon.v3i2.13311.

Abstract

This study examined the effect of a Pólya-based problem-solving instructional strategy on senior secondary students’ attitudes toward mathematics in Kaduna State, Nigeria. Guided by constructivist learning theory, the study adopted a quasi-experimental pretest–posttest control group design involving 200 students purposively selected from public schools. The Mathematics Attitude Questionnaire (MAQ) was administered before and after a six-week intervention to measure enjoyment, anxiety, perceived competence, and perceived usefulness. The experimental group received instruction based on Pólya’s four-step model, while the control group received conventional teaching. Data was analyzed using descriptive statistics and analysis of covariance (ANCOVA) to control baseline attitudes. Results revealed that although the problem-solving group achieved higher mean post-test attitude scores, the difference was not statistically significant (p > .05). Pre-attitude scores were the strongest predictor of post-attitudes, indicating that existing dispositions largely determined outcomes. These findings suggest that short-term problem-solving interventions may foster slight positive trends but require longer and more sustained implementation to produce significant attitudinal change. The study recommends integrating structured problem-solving with effective support strategies to enhance students’ confidence and interest in mathematics.