cover
Contact Name
Dian Zuiatna
Contact Email
dianzuiatna@helvetia.ac.id
Phone
+6285276779848
Journal Mail Official
pemasilkes@helvetia.ac.id
Editorial Address
Jl. Kapten Sumarsono 107, Helvetia, Medan, Sumatera Utara - 20124, Indonesia.
Location
Kota medan,
Sumatera utara
INDONESIA
Jurnal Pengabdian Masyarakat Ilmu Kesehatan
ISSN : -     EISSN : 2807579X     DOI : https://doi.org/10.33085/.v5i1.5887
Core Subject : Health,
Jurnal Kesehatan Masyarakat merupakan jurnal yang dikelola dan diterbitkan oleh Lembaga Penelitian dan Pengadian kepada Masyarakat Institut Kesehatan Helvetia. Jurnal ini memuat artikel hasil Pengadian kepada Masyarakat di bidang kesehatan yang terkait aspek : Kesehatan Masyarakat, Ilmu Gizi, Kebidanan, Keperawatan, Farmasi, Administrasi Rumah Sakit dan Fisioterapi. Jurnal Pengabdian Masyarakat Ilmu Kesehatan diterbitkan 2 (Dua) kali setahun, yaitu pada bulan Januari dan Juli, artikel yang diterima akan diterbitkan secara online. Jurnal Pengabdian Masyarakat Ilmu Kesehatanl terus mengundang para penulis untuk mempublikasikan artikel, terutama yang merupakan hasil-hasil Pengabdian kepada Masyarakat kontemporer di bidang kesehatan.
Articles 88 Documents
Pelatihan Komunikasi Terapeutik Medik di RSUD Dr. Pirngadi Kota Medan Arfah Mardiana Lubis; Surya Utama; Erna Mutiara; Siti Khadijah Nasution; Juanita Juanita; Raden Kintoko Rochadi; Taufik Ashar; Tukiman Tukiman; Hiswani Hiswani
Jurnal Pengabdian Masyarakat Ilmu Kesehatan Vol 7, No 1 (2026): Edisi Januari
Publisher : LPPM Institut Kesehatan Helvetia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33085/jpmik.v7i1.6694

Abstract

Komunikasi terapeutik medik adalah proses interaksi tenaga medik dan pasien secara individual dengan tujuan membantu pasien merasa nyaman dan tidak takut untuk mengungkapkan perasaan dan pikiran mereka. Hanya saja, ada indikasi komunikasi terapeutik medik di RSUD Dr. Pirngadi Kota Medan belum efektif. Salah satu penyebabnya adalah tingkat pengetahuan dan keterampilan yang rendah dari dokter mengenai cara menyamankan dan meyakinkan pasien. Agar dokter dapat meningkatkan keterampilannya mengenai bagaimana memprioritaskan kenyamanan dan keyakinan pasien saat berkomunikasi dengan pasien, maka diperlukan pelatihan mendengar aktif, mendengar dengan empati, komunikasi persuasif, dan komunikasi asertif. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan dokter mengenai cara menyamankan dan meyakinkan pasien berobat di rumah sakit. Pelatihan ini menggunakan metode ceramah, games, dan role play. Peserta pelatihan yang mengikuti sampai akhir hanya 12 orang. Berdasarkan evaluasi pelatihan dengan pre-test dan post-test, pengetahuan peserta tentang cara menyamankan dan meyakinkan pasien berobat di rumah sakit RSUD Dr. Pirngadi Kota Medan meningkat dari 0% menjadi 83,3%. Berdasarkan hasil evaluasi pelatihan dengan simulasi, seluruh peserta mendapatkan nilai 70 ke atas. Disimpulkan bahwa pelatihan komunikasi terapeutik medik yang telah dilakukan dapat meningkatkan pengetahuan dan keterampilan dokter mengenai cara menyamankan dan meyakinkan pasien berobat di rumah sakit RSUD Dr. Pirngadi Kota Medan. Diharapkan pelatihan ini dapat dilanjutkan secara mandiri oleh mitra dan didukung oleh pihak terkait, serta ke depan pelatihan serupa dapat diperluas ke rumah sakit lain dengan pemantauan berkelanjutan.
Penguatan Pengetahuan ASI Eksklusif pada Ibu Hamil Trimester III Melalui Edukasi di Posyandu Sembilanbelas November Kolaka Iis Afrianty; Evodius Nasus; Grace Tedy Tulak; Ekawati Saputri; Muhdar Muhdar; Yuniarti Ekasaputri Burhanuddin; Indah Indah
Jurnal Pengabdian Masyarakat Ilmu Kesehatan Vol 7, No 2 (2026): Edisi Juli
Publisher : LPPM Institut Kesehatan Helvetia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33085/jpmik.v7i2.6969

Abstract

ASI eksklusif merupakan salah satu pendukung pertumbuhan dan perkembangan bayi secara optimal, terutama pada enam bulan pertama kehidupan. Tingkat pengetahuan mengenai ASI eksklusif yang memadai selama masa kehamilan merupakan salah satu faktor penting yang mendukung kesiapan ibu dalam menjalani proses persalinan dan perawatan bayi. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan ibu hamil trimester III tentang ASI eksklusif melalui edukasi kesehatan di Posyandu Sembilan Belas November Kolaka. Kegiatan dilaksanakan pada tanggal 12 November 2025 dengan melibatkan 17 ibu hamil trimester III. Metode yang digunakan adalah edukasi kesehatan melalui ceramah disertai dengan sesi tanya jawab. Evaluasi efektivitas kegiatan dilakukan menggunakan pre-test dan post test untuk mengukur perubahan pengetahuan peserta sebelum dan sesudah diberikan edukasi kesehatan. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan yang signifikan setelah diberikan edukasi kesehatan. Sebelum edukasi, sebanyak 10 peserta (58,8%) memiliki pengetahuan baik dan 7 peserta (41,2%) memiliki pengetahuan kurang. Setelah diberikan edukasi, jumlah peserta dengan pengetahuan baik meningkat menjadi 15 peserta (88,2%), sedangkan peserta dengan pengetahuan kurang menurun menjadi 2 peserta (11,8%). Kegiatan pengabdian masyarakat ini memberikan manfaat dalam meningkatkan pemahaman ibu hamil trimester III serta mendukung kesiapan menyusui sebagai upaya peningkatan kesehatan ibu dan bayi. Kegiatan ini diharapkan dapat mendukung kesiapan ibu dalam memberikan ASI secara optimal serta menjadi salah satu upaya promotif dan preventif dalam meningkatkan kesehatan ibu dan bayi di masyarakat.
Meningkatkan Kesehatan Fisik dengan Senam Anak Sehat di Desa Sorimanaon Kecamatan Angkola Muaratais Febrina Angraini Simamora; Dina Utami; Elli Monika Siregar; Efrida Yani Harahap; Dea Putri
Jurnal Pengabdian Masyarakat Ilmu Kesehatan Vol 7, No 1 (2026): Edisi Januari
Publisher : LPPM Institut Kesehatan Helvetia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33085/jpmik.v7i1.6556

Abstract

Kemajuan teknologi dan kemudahan yang menyertainya menjadi tantangan utama yang menyebabkan turunnya aktivitas fisik masyarakat di seluruh dunia, khususnya Indonesia. Prevalensi obesitas pada anak-anak dan remaja semakin meningkat seiring dengan peningkatan perubahan lingkungan sosial ekonomi dan pola gaya hidup. Aktivitas fisik akan menjaga berat badan ideal pada anak. Aktivitas fisik dan olahraga juga memberikan dampak positif fisik dan kesehatan mental pada anak-anak. Kegiatan ini merupakan bagian dari program kerja kuliah kerja nyata yang dilaksanakan oleh mahasiswa Universitas Aufa Royhan di Kota Padangsidimpuan. Tujuan dari kegiatan ini adalah memberikan informasi tentang pentingnya aktivitas fisik pada anak-anak dan manfaat jangka panjang pada kesehatan jika dilakukan dengan tepat pada anak-anak usia sekolah di desa Sorimanaon Kecamatan Angkola Muaratais Tapanuli Selatan. Sebelum dilakukan senam anak sehat, mayoritas peserta sebanyak 15 peserta (60%) memiliki perilaku yang kurang tentang manfaat aktivitas fisik senam secara rutin, namun setelah dilakukan senam anak sehat secara rutin selama 5 minggu berturut-turut didapatkan peningkatan perilaku peserta yaitu mayoritas peserta sebanyak 20 peserta (80%) memiliki perilaku yang baik tentang senam kebugaran jasmani. Berdasarkan hasil analisis data yang diperoleh dapat disimpulkan bahwa kegiatan rutin senam anak sehat setiap minggu dapat meningkatkan perilaku hidup sehat pada anak-anak sehingga tujuan untuk dapat meningkatkan kebugaran fisik dapat tercapai.
Kenali Toga (Tanaman Obat Keluarga): Belajar Herbal Sambil Bermain di MIS Hajijah Amalia Sari Rini Fitriani Dongoran; Ayus Diningsih; Afrina Dewi Lubis; Cory Linda Futri; Irawati Harahap; Nur Hamimah; Anna Rizki Nasution; Rahmah Siregar
Jurnal Pengabdian Masyarakat Ilmu Kesehatan Vol 7, No 1 (2026): Edisi Januari
Publisher : LPPM Institut Kesehatan Helvetia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33085/jpmik.v7i1.6778

Abstract

Tanaman Obat Keluarga (TOGA) adalah budidaya tanaman berkhasiat obat di pekarangan rumah, kebun, atau pot, yang difungsikan sebagai penyedia obat obatan herbal alami untuk kebutuhan pertolongan pertama dan kesehatan keluarga. Kegiatan pengenalan Tanaman Obat Keluarga (TOGA) merupakan salah satu upaya edukatif dalam menanamkan nilai kesehatan alami serta kepedulian lingkungan sejak usia dini. Program ini dilaksanakan di Madrasah Ibtidaiyah Swasta (MIS) Hajijah Amalia Sari dengan tujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan pemahaman siswa mengenai jenis, manfaat, serta cara sederhana pemanfaatan tanaman obat yang tersedia di lingkungan sekitar. Metode pelaksanaan kegiatan meliputi ceramah interaktif menggunakan media visual, permainan edukatif untuk memperkuat pemahaman konsep, serta praktik langsung menanam tanaman herbal seperti jahe, kunyit, dan serai di area sekolah. Evaluasi kegiatan dilakukan melalui pre-test dan post-test sederhana yang disesuaikan dengan tingkat pemahaman siswa sekolah dasar, serta observasi terhadap partisipasi dan antusiasme siswa selama kegiatan berlangsung. Hasil evaluasi menunjukkan adanya peningkatan rata-rata pengetahuan siswa dari 52% sebelum kegiatan menjadi 87% setelah kegiatan dilaksanakan. Selain peningkatan pengetahuan, siswa juga menunjukkan antusiasme yang tinggi dalam mengenal, menyentuh, mencium aroma, dan menanam tanaman herbal secara langsung. Kegiatan ini tidak hanya meningkatkan pengetahuan siswa tentang kesehatan alami, tetapi juga menumbuhkan sikap peduli terhadap lingkungan sekolah. Dengan demikian, program pengenalan TOGA terbukti efektif sebagai media edukasi kesehatan dan lingkungan bagi siswa usia dini serta berpotensi untuk dikembangkan secara berkelanjutan di lingkungan sekolah maupun di masyarakat.
Penyuluhan Gizi Seimbang Sebagai Upaya Pencegahan Penyakit Degeneratif pada Kelompok Lansia di Nagori Sigodang Meyana Marbun; Sri Rahma Friani; Ria Lusi Utami; Santy Widya Purba
Jurnal Pengabdian Masyarakat Ilmu Kesehatan Vol 7, No 2 (2026): Edisi Juli
Publisher : LPPM Institut Kesehatan Helvetia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33085/jpmik.v7i2.6990

Abstract

Peningkatan jumlah penduduk lansia memicu berbagai masalah kesehatan akibat penurunan fungsi organ seperti malnutrisi, obesitas, hingga penyakit degeneratif. Penyakit degeneratif merupakan salah satu masalah kesehatan utama pada kelompok lanjut usia yang erat kaitannya dengan pola makan dan status gizi. Salah satu faktor risiko yang berperan terhadap kondisi tersebut adalah pola konsumsi yang tidak sesuai dengan prinsip gizi seimbang. Rendahnya pengetahuan lansia mengenai pemenuhan kebutuhan gizi menyebabkan perilaku makan yang kurang sehat sehingga meningkatkan risiko terjadinya penyakit degeneratif. Oleh karena itu, penyuluhan gizi seimbang perlu dilakukan sebagai upaya promotif dan preventif untuk meningkatkan pengetahuan serta mendorong perubahan perilaku hidup sehat pada kelompok lansia. Pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan memberikan edukasi dan meningkatkan kesadaran lansia tentang pentingnya pola makan sehat sesuai prinsip gizi seimbang. Mitra dalam kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) ini adalah Kelompok Lansia di Batu Dua Puluh, Nagori Sigodang Kecamatan Panei Kabupaten Simalungun. Masalah utama yang dihadapi mitra adalah rendahnya pemahaman mengenai pola makan yang sesuai untuk usia senja serta tingginya angka keluhan penyakit degeneratif seperti hipertensi dan gout (asam urat). Solusi yang ditawarkan adalah edukasi interaktif berbasis panduan gizi seimbang bagi lansia. Metode pelaksanaan meliputi pre-test, penyuluhan menggunakan media visual (powerpoint dan selebaran), demonstrasi penyusunan menu, serta post-test. Penyuluhan ini terbukti efektif sebagai langkah preventif untuk mencegah masalah kesehatan. Lansia didorong untuk terus mempraktikkan pengolahan menu seimbang yang aplikatif dan mudah ditemukan di lingkungan sekitar.
Peningkatan Pemahaman Remaja Mengenai Kesehatan Reproduksi dengan Penyuluhan Kesehatan di SMA N 1 Batang Angkola Fatma Mutia; Masnawati Harahap; Arisa Harfa Said Lubis; Nur Arfah Nasution
Jurnal Pengabdian Masyarakat Ilmu Kesehatan Vol 7, No 1 (2026): Edisi Januari
Publisher : LPPM Institut Kesehatan Helvetia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33085/jpmik.v7i1.6810

Abstract

Kesehatan reproduksi remaja merupakan isu penting dalam bidang kesehatan masyarakat karena masa remaja ditandai oleh perubahan fisik, sosial, dan psikologis yang signifikan, sehingga meningkatkan kerentanan terhadap berbagai permasalahan kesehatan reproduksi. Kurangnya pengetahuan serta minimnya akses terhadap informasi yang benar dan komprehensif dapat berdampak negatif, antara lain kehamilan tidak diinginkan, infeksi menular seksual, perilaku seksual berisiko, serta gangguan psikologis pada remaja. Oleh karena itu, diperlukan upaya edukasi yang sistematis dan berkelanjutan untuk meningkatkan pemahaman remaja terkait kesehatan reproduksi. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan serta mengevaluasi dampak penyuluhan kesehatan reproduksi pada remaja di SMA Negeri 1 Batang Angkola. Kegiatan dilaksanakan pada tanggal 16 Oktober 2025 dengan melibatkan 96 siswa dari kelas X-1, XI-1, dan XII-1. Metode yang digunakan meliputi penyuluhan kesehatan melalui diskusi interaktif, penyampaian materi menggunakan media PowerPoint, serta pemanfaatan poster sebagai media edukasi pendukung. Evaluasi efektivitas kegiatan dilakukan dengan menggunakan pre-test dan post-test untuk mengukur perubahan tingkat pengetahuan peserta sebelum dan sesudah penyuluhan. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan pengetahuan yang signifikan setelah penyuluhan, ditandai dengan perubahan proporsi pengetahuan dari 100% kategori kurang sebelum intervensi menjadi 75% kategori baik setelah intervensi. Selain itu, partisipasi aktif peserta juga terlihat dari keterlibatan siswa dalam sesi tanya jawab dan diskusi. Berdasarkan hasil tersebut, dapat disimpulkan bahwa penyuluhan kesehatan reproduksi efektif dalam meningkatkan pemahaman remaja dan berpotensi mencegah permasalahan kesehatan reproduksi sejak dini.
Peningkatan Pelayanan Kesehatan dengan Sosialisasi Peralihan Rekam Medis Manual ke Rekam Medis Elektronik Iman Muhammad; Manisha Manisha; Sri Agutina Meliala; Dian Zuiatna
Jurnal Pengabdian Masyarakat Ilmu Kesehatan Vol 7, No 2 (2026): Edisi Juli
Publisher : LPPM Institut Kesehatan Helvetia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33085/jpmik.v7i2.6944

Abstract

Seiring dengan perkembangan teknologi informasi di Indonesia, pelayanan kesehatan pun ikut berkembang dengan digunakannya teknologi sebagai penunjang tindakan medis maupun dalam pelayanan pasien, salah satunya pelayanan pada klinik kesehatan. Pelayanan kesehatan di klinik pratama seringkali masih menggunakan metode manual (kertas) yang rentan terhadap risiko kehilangan dokumen, data tidak terbaca, dan inefisiensi pencarian rekam medis. Permenkes No. 24 Tahun 2022 mewajibkan seluruh faskes, termasuk Klinik Pratama, untuk mengimplementasikan Rekam Medik Elektronik (RME). Maka perlu dilakukan pemberian pemahaman mendalam mengenai pentingnya RME, serta memotivasi staff klinik untuk bertransisi ke sistem digital guna mendukung pelayanan yang aman dan terintegrasi. Pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk memfasilitasi perubahan dari sistem rekam medis berbasis kertas ke rekam medis elektronik (RME) di Klinik Pratama Yose Husada. Hal ini dilakukan sebagai bentuk dukungan terhadap kebijakan Kementerian Kesehatan RI (Permenkes No. 24 Tahun 2022). Metode yang digunakan mencakup sosialisasi, edukasi, demonstrasi, dan diskusi interaktif untuk meningkatkan efisiensi, akurasi, dan mutu pelayanan kesehatan. Hasil menunjukkan adanya peningkatan pemahaman peserta setelah mengikuti kegiatan sosialisasi. Nilai rata-rata pre-test sebesar 54,75 meningkat 84,75 pada post-test. Hal ini menunjukkan bahwa kegiatan sosialisasi memberikan dampak positif terhadap peningkatan pengetahuan peserta mengenai rekam medis elektronik. Kegiatan ini berjalan dengan baik dan efektif dalam meningkatkan pengetahuan serta pemahaman peserta.
Edukasi Breast Care Untuk Kelancaran Produksi ASI pada Ibu Post Partum di PMB Deby Cyntia Sri Rezeki; Suhartini Suhartini; Dian Zuiatna
Jurnal Pengabdian Masyarakat Ilmu Kesehatan Vol 7, No 1 (2026): Edisi Januari
Publisher : LPPM Institut Kesehatan Helvetia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33085/jpmik.v7i1.6830

Abstract

Keadaan payudara yang bengkak menyebabkan payudara menjadi lebih mudah teriritasi dan luka. Ibu tidak akan mengalami kesulitan dalam memberikan ASI bila sejak awal telah mengetahui bagaimana perawatan payudara (breast care) yang tepat dan benar. Ibu yang tidak melakukan perawatan akan menimbulkan beberapa permasalahan seperti puting susu tenggelam sehingga bayi sulit menghisap, ASI tidak keluar dan berkurangnya produksi ASI. Faktor yang mempengaruhi kelancaran produksi ASI diantaranya adalah perawatan payudara. Perawatan payudara merupakan suatu kegiatan yang dilakukan secara sadar dan teratur untuk memelihara kesehatan payudara. Perawatan payudara sangat penting bagi para ibu karena merupakan tindakan perawatan yang dilakukan oleh pasien maupun dibantu oleh orang lain biasanya dilakukan mulai dari hari pertama atau kedua setelah melahirkan. Tujuan dilakukannya kegiatan ini adalah untuk memberikan pengetahuan dan meningkatkan keterampilan ibu nifas dalam merawat payudara kemudian melekukan evaluasi pengetahuan dan keterampilan sebelum dan setelah penyuluhan. Metode penelitian ini menempatkan ibu nifas bukan sebagai objek yang hanya menerima informasi, melainkan sebagai subjek aktif yang turut terlibat dalam seluruh proses edukasi breast care mulai dari perencanaan, pelaksanaan sampai evaluasi kegiatan. Tahapan berupa pre-test, dilanjutkan dengan presentasi materi penyuluhan dengan metode ceramah dan praktik perawatan payudara pada alat peraga, dilanjutkan sesi tanya jawab dan diskusi kemudian diakhiri dengan post-test peserta. Hasil menunjukkan bahwa terjadi peningkatan tingkat pengetahuan dan keterampilan ibu nifas tentang perawatan payudara setelah dilakukan penyuluhan.