cover
Contact Name
Fransisca Chondro
Contact Email
fransisca_chondro@trisakti.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
jurnalabdimastrimedika@trisakti.ac.id
Editorial Address
Jl. Kyai Tapa No.260, RT.5/RW.9, Tomang, Kec. Grogol petamburan, Kota Jakarta Barat, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 11440
Location
Kota adm. jakarta barat,
Dki jakarta
INDONESIA
Jurnal Pengabdian Masyarakat Trimedika
Published by Universitas Trisakti
ISSN : 30322871     EISSN : -     DOI : https://doi.org/10.25105
Core Subject : Health,
Jurnal Pengabdian Masyarakat Trimedika adalah jurnal nasional yang memaparkan naskah hasil kegiatan pengabdian dan pemberdayaan masyarakat, terutama berupa penerapan ilmu kedokteran dan kesehatan dalam upayanya memperbaiki tingkat kesehatan dan kualitas hidup masyarakat Indonesia. Jurnal ini merupakan jendela sumbangsih insan kesehatan dalam upaya meningkatkan kualitas sumber daya manusia Indonesia. Jurnal Pengabdian Masyarakat Trimedika melalui proses tinjauan sejawat (peer-review) dengan akses terbuka secara online sebagai salah satu jurnal resmi Fakultas Kedokteran Universitas Trisakti yang terbit dua kali setahun (Bulan Januari dan Juli).
Articles 12 Documents
Search results for , issue "Vol. 2 No. 1 (2025)" : 12 Documents clear
PENYULUHAN PENTINGNYA VITAMIN D DALAM PENCEGAHAN PENYAKIT JANTUNG KEPADA PETUGAS PPSU DI KELURAHAN RAWA BUAYA, JAKARTA BARAT Wartono, Magdalena; Mediana, Dian; Samara, Tjam Diana; Kosasih, Adrianus
Jurnal Pengabdian Masyarakat Trimedika Vol. 2 No. 1 (2025)
Publisher : Universitas Trisakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25105/abdimastrimedika.v2i1.21696

Abstract

Penyakit kardiovaskular terutama stroke dan kedua penyakit jantung koroner merupakan 37% penyebab kematian di Indonesia. Diketahui bahwa vitamin D memiliki pengaruh protektif terhadap sistem kardiovaskular. Defisiensi vitamin D terjadi pada hampir seluruh populasi di negara maju maupun negara berkembang. Di Indonesia, defisiensi berhubungan dengan diet makanan sumber vitamin D yang kurang dan perilaku berpakaian tertutup. Minimnya paparan kulit terhadap sinar matahari menyebabkan penyerapan ultraviolet untuk mengubah vitamin D menjadi bentuk aktif akan berkurang. Petugas Penanganan Prasarana dan Sarana Umum (PPSU) di Jakarta yang bekerja hampir sepanjang hari di luar ruangan belum terjamin memiliki kadar vitamin D yang cukup. Tujuan PkM ini adalah untuk meningkatkan pengetahuan tentang pentingnya vitamin D dalam kaitannya untuk pencegahan penyakit jantung koroner. Kegiatan ini dilakukan dengan metode penyuluhan yang disajikan dalam bentuk power point dan dilanjutkan dengan tanya jawab. Peserta diberikan soal pre-test dan post-test guna mengukur keberhasilan penyuluhan. Kegiatan penyuluhan ini dilakukan kepada 80 orang petugas PPSU Kelurahan Rawa Buaya, Kecamatan Cengkareng, Jakarta Barat pada 18 Oktober 2024. Hasilnya didapatkan peningkatan pengetahuan mengenai manfaat vitamin D dan pencegahan penyakit jantung koroner sebesar 17.67%. Kesimpulannya pengetahuan petugas PPSU Kelurahan Rawa Buaya akan manfaat vitamin D dan pencegahan penyakit jantung koroner telah meningkat.
EDUKASI CARPAL TUNNEL SYNDROME DAN RADIKULOPATI LUMBAL PADA IBU RUMAH TANGGA DENGAN OBESITAS Saraswati, Ni Komang Ayu; Yustika Nur, Sri Lia; Aurellia, Zsalzsa Mella; Bilhoirum, Irhamna Imani; Adittia; Satyasari, Daniella; Larasari, Andira
Jurnal Pengabdian Masyarakat Trimedika Vol. 2 No. 1 (2025)
Publisher : Universitas Trisakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25105/abdimastrimedika.v2i1.21779

Abstract

Carpal Tunnel Syndrome (CTS)  dan radikulopati lumbal merupakan sekumpulan gejala akibat penekanan atau iritasi saraf pada pegelangan tangan dan punggung bawah.  Penyakit tersebut dapat dipicu oleh pekerjaan rumah tangga yang dilakukan secara berulang.  Kegiatan ini menerapkan analisis komprehensif pada penderita CTS dan radikulopati lumbal, terutama mengenai peran lingkungan keluarga terhadap perkembangan dan perbaikan gejala klinis. Data diambil saat kunjungan rumah di Kelurahan Krendang. Seorang wanita berusia 54 tahun dengan keluhan keluhan rasa kebas dan kesemutan pada kedua tangan  dan nyeri punggung bawah kiri didiagnosis  CTS dan radikulopati lumbal. Faktor risiko meliputi obesitas, riwayat trauma, kegiatan rumah tangga yang berulang, kurangnya pengetahuan mengenai penyakitnya dan kurangnya dukungan keluarga. Kesimpulan kegiatan ini adalah edukasi berdasarkan hasil analisis merupakan bagian penting dalam tatalaksana komprehesif pasien CTS dan radikulopati lumbal. Dukungan keluarga dapat membantu penderita CTS dan radikulopati lumbal memiliki kualitas hidup yang lebih baik.
PENYULUHAN ANEMIA DEFISIENSI BESI PADA REMAJA PUTRI DI DESA NAGRAK KABUPATEN BOGOR Mashabi, Yasmine; Alvina, Alvina; Ferina, Mutiara; Amalia, Husnun; Zalfa, Afifah; Yuliarsa, Cyntha Nasyanda; Ferdhian, Farrel
Jurnal Pengabdian Masyarakat Trimedika Vol. 2 No. 1 (2025)
Publisher : Universitas Trisakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25105/abdimastrimedika.v2i1.21791

Abstract

Anemia adalah suatu keadaan di mana jumlah sel darah merah dan kapasitas pengangkutan oksigennya tidak mencukupi untuk memenuhi kebutuhan tubuh secara fisiologis. Penyebab anemia pada remaja sering dikaitkan dengan kebiasaan makan, menstruasi, dan pengetahuan. Selain itu, perhatian pada remaja dan wanita dewasa tidak secukup perhatian yang diberikan pada wanita hamil dan balita. Oleh karena itu, langkah-langkah efektif harus diambil untuk memberantas masalah gizi ini terutama untuk meningkatkan kualitas hidup dengan cara memberikan edukasi dengan metode penyuluhan serta menilai keberhasilannya dengan memberikan pre tes sebelum edukasi serta post tes setelah edukasi. Hasil dari edukasi ini sendiri berhasil meningkatkan pengetahuan remaja putri yaitu dengan adanya peningkatan pengetahuan hampir pada semua responden 21 orang (70%). Gambaran hasil pengetahuan menunjukkan bahwa kategori baik pada pre-test menunjukkan sebesar 77% responden, dan pada kategori baik pada post-test sebesar 97% responden. Dari hasil tersebut, terlihat adanya kenaikan pada kategori pengetahuan, baik sebelum dilakukan dan sesudah dilakukan edukasi Tujuan dari penyuluhan ini sendiri agar remaja putri dapat menerapkan perilaku pencegahan anemia sejak dini untuk dapat mempersiapkan diri sebaik mungkin dalam menghadapi kehamilan dan persalinan.
PENINGKATAN PENGETAHUAN TENTANG KESEHATAN TELINGA DAN PENDENGARAN PADA PETUGAS KEBERSIHAN UMUM KELURAHAN RAWA BUAYA Melati, Tiara; Tjhin, Purnamawati; Abdillah, Fauzan; Nugroho, Dwi Agustawan; Riyadi, Vicky
Jurnal Pengabdian Masyarakat Trimedika Vol. 2 No. 1 (2025)
Publisher : Universitas Trisakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25105/abdimastrimedika.v2i1.21926

Abstract

Gangguan pendengaran merupakan salah satu gangguan kesehatan pada telinga yang sering terjadi. Lebih dari 5% penduduk dunia membutuhkan rehabilitasi gangguan pendengaran dan 80% terjadi pada negara dengan ekonomi lemah dan menengah. Gangguan pendengaran dapat terjadi akibat kurangnya kesehatan telinga seperti pada kasus sumbatan kotoran telinga atau infeksi seputar telinga. Gangguan pendengaran juga umum terjadi akibat pajanan bising yang terkait okupasi, termasuk pada pekerja petugas kebersihan yang bekerja di luar ruang, dalam hal ini Petugas Penanganan Prasarana dan Sarana Umum Kelurahan Rawa Buaya, Jakarta Barat. Tujuan kegiatan adalah untuk meningkatkan pengetahuan dan kesadaran petugas kebersihan tentang kesehatan telinga dan pendengaran. Metode yang dilakukan adalah dengan kuesioner sebelum dan sesudah pemberian penyuluhan melalui ceramah dan tanya jawab interaktif. Hasil yang didapatkan adalah terdapat pengaruh yang signifikan terkait peningkatan pengetahuan peserta tentang gangguan pendengaran akibat bising melalui penyuluhan (p<0.001). Sebagian besar peserta telah memiliki pengetahuan yang baik terkait kesehatan telinga dan gangguan pendengaran. Peningkatan pengetahuan peserta diharapkan dapat diikuti dengan perubahan perilaku seperti tidak membersihkan liang telinga dengan cotton bud, melakukan pemeriksaan rutin telinga minimal 6 bulan sekali, dan menggunakan Alat Pelindung Diri bila bekerja pada area yang terpapar bising. Perlu dilakukan upaya tindak lanjut dengan memberdayakan penggunaan Alat Pelindung Diri sebagai upaya pencegahan gangguan pendengaran akibat bising pada pekerja luar ruang.
UPAYA PENINGKATAN PENGETAHUAN DAN KETERAMPILAN BANTUAN HIDUP DASAR PADA KASUS KEGAWATDARURATAN BAGI MASYARAKAT UMUM Wratsangka, Raditya; Krishna Murthi, Aditya; Tungka, Endrico Xavierees; Tjhin, Purnamawati; Primaresti, Arella Fina; Diwa, Puti Maharan
Jurnal Pengabdian Masyarakat Trimedika Vol. 2 No. 1 (2025)
Publisher : Universitas Trisakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25105/abdimastrimedika.v2i1.21939

Abstract

Sudden cardiac arrest is one pf the leading causes of death that can be prevented through proper initial treatment. this study aims to improve the understanding and skills of the community, especially church officers, in providing Basic Life Support (BLS) through training held on September 14, 2024 at the Hall of the Maria Bunda Karmel Church, West Jakarta. This activity was attended by 70 participants and included materials on cardiac arrest, cardiopulmonary resuscitation (CPR), and handling other emergency cases. The methods used included pre-test and post test to evaluate the increase in participants knowledge. The results showed that after the training, there was a significant increase in knowledge regarding signs of cardiac arrest and first aid procedures, with 100% of respondents being able to identify and provide appropriate assistance. The conclusion of this study emphasizes the importance of regular BLS training to improve community preparedness in dealing with emergency situations, which in turn can reduce morbidity and mortality due to cardiac arrest.
PENYULUHAN DAN PELATIHAN MENGATASI DEPRESI DENGAN AKUPRESUR Chondro, Fransisca; Sudarma, Verawati; Handayani, Astri; Wahab, Revalita; Widiastuti, Laura; Suciato, Suwandi
Jurnal Pengabdian Masyarakat Trimedika Vol. 2 No. 1 (2025)
Publisher : Universitas Trisakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25105/abdimastrimedika.v2i1.22006

Abstract

Depression is a mental disorder characterized by mood disturbances and loss of interest in life activities for a long period. Depression can affect all aspects of life, including relationships within family, friends or communities that can cause problems in life and work. An estimated 3.8% of the world's population or equivalent to 280 million people in the world experience depression, with a higher incidence in women than men. The incidence of depression can reduce productivity and quality of life, even to the point of causing suicidal tendencies. Due to the severity of the complications that can arise, several things need to be done to overcome depression, one of which is by doing acupressure. Community Service Activities (PKM) were carried out on 69 respondents using the counseling method and measuring the knowledge of each participant with a questionnaire and training was carried out to overcome depression with acupressure. The results of the level of knowledge regarding the causes, symptoms and how to overcome depression obtained before the counseling were good knowledge 36%, sufficient 51%, and lacking 13%. After the counseling, an increase in the level of knowledge regarding the causes, symptoms and how to overcome depression was obtained, namely good knowledge 70%, sufficient 23%, and lacking 7%.
DEPRESI PADA PEKERJA: KENALI GEJALA DAN PENCEGAHANNYA Chudri, Juni; Nazma, Diani; Istriana, Erita; Kartini, Kartini; Junaidi, Junaidi; Hendrilie, Velycia
Jurnal Pengabdian Masyarakat Trimedika Vol. 2 No. 1 (2025)
Publisher : Universitas Trisakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25105/abdimastrimedika.v2i1.22007

Abstract

Faktor pekerjaan merupakan salah satu faktor sosial yang berpengaruh terhadap terjadinya gangguan kesehatan mental. Tuntutan pekerjaan dengan tenggat waktu yang ketat serta kurangnya sumber daya pekerja dapat menimbulkan gejala depresi. Menurut WHO, depresi adalah gangguan mental yang umum dimana gangguan ini merupakan penyebab kecacatan nomor dua di dunia pada tahun 2020 dan diperkirakan akan menduduki peringkat pertama pada tahun 2030 pada kelompok gangguan mental dan perilaku. Depresi dapat memengaruhi kualitas hidup individu secara signifikan. Keluarga dan masyarakat secara luas juga dapat terkena dampak dari gangguan depresi. Pencegahan depresi melibatkan strategi yang komprehensif melalui pendekatan komunitas ataupun pribadi. Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) dilakukan terhadap 69 orang petugas Penanganan Prasarana dan Sarana Umum di Kelurahan Kedaung Kali Angke, Kecamatan Cengkareng Jakarta Barat, dengan metode penyuluhan dan dilakukan pengukuran pengetahuan dari masing-masing peserta menggunakan kuesioner. Hasil tingkat pengetahuan gejala depresi dan pencegahannya yang didapatkan sebelum penyuluhan berupa pengetahuan baik 0%, cukup 29%, dan kurang 71%. Setelah penyuluhan didapatkan peningkatan pengetahuan mengenai gejala depresi dan pencegahannya yaitu pengetahuan baik 6%, cukup 48%, dan kurang 46%.
PENYULUHAN INTERVENSI GIZI IBU HAMIL DENGAN KURANG ENERGI KRONIK KECAMATAN CIAMBAR SUKABUMI Sudarma, Verawati; Liman, Patricia Budihartanti; Anastasya, Karina Shasri; Istriana, Erita; Zulkarnain, Salwa Fildzah; Primaresti, Arella Fina; Maizura, Fanny Izzati
Jurnal Pengabdian Masyarakat Trimedika Vol. 2 No. 1 (2025)
Publisher : Universitas Trisakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25105/abdimastrimedika.v2i1.22056

Abstract

Kekurangan Energi Kronis (KEK) pada ibu hamil merupakan salah satu bentuk masalah gizi yang timbul akibat asupan zat gizi yang tidak seimbang dalam jangka waktu yang cukup lama. Kondisi KEK pada wanita hamil dapat menimbulkan berbagai kompilkasi selama kehamilan juga efek samping pasca persalinan  baik untuk bayi dan ibu. Pada ibu dapat terjadi anemia, pertambahan berat badan masa kehamilan yang tidak adekuat, perdarahan, bahkan kematian ibu. Selanjutnya pada bayi, dilaporkan ditemukan kondisi berat badan lahir rendah, gangguan pertumbuhan intra uterin, abnormalitas kehamilan, kelainan kongenital, kematian janin intrauterine dan juga stunting. Penapisan status gizi sebelum ibu masuk dalam masa kehamilan menjadi penting untuk dilakukan. Pengabdian kepada masyarakat dilakukan dalam bentuk penyuluhan kepada 26 ibu hamil dan 15 kader di Kecamatan Ciambar, Sukabumi. Selain itu dilakukan pengukuran lingkar lengan atas (LLA) dan pengisian kuesioner sebelum dan setelah penyuluhan. Hasil kegiatan ini didapatkan data bahwa usia ibu hamil yang mengikuti PkM antara 21 – 39 tahun,  riwayat gestasi adalah 1 – 4, rerata LLA adalah 28,19 cm, dan terdapat terdapat peningkatan pengetahuan dari 9,5 saat pre-test menjadi 9,88 saat post-test. Penyuluhan tentang asupan nutrisi yang baik dapat menjadi salah satu tombak peningkatan pengetahuan bagi ibu hamil dan keluarganya. Penyediaan makanan yang bergizi namun mudah didapat, ekonomis, mudah dibuat dan sesuai kearifan lokal menjadi salah satu pendekatan dalam upaya pencegahan stunting selain mempertahankan status kesehatan ibu yang optimal.
PENYULUHAN PENCEGAHAN HEMORRHOIDS PADA LANSIA Krismanuel, Hari; Tjhin, Purnamawati; Supardjo, Tjhang
Jurnal Pengabdian Masyarakat Trimedika Vol. 2 No. 1 (2025)
Publisher : Universitas Trisakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25105/abdimastrimedika.v2i1.22057

Abstract

Semakin meningkatnya usia harapan hidup manusia, menyebabkan semakin banyaknya golongan lansia di dalam masyarakat. Ketika usia individu semakin tua, mereka menghadapi berbagai tantangan kesehatan, dan satu masalah umum pada lansia adalah haemorrhoids. Hemorrhoids adalah pembesaran simtomatik dan perpindahan ke distal dari bantalan anus normal. Gejala paling sering dari hemorrhoids adalah perdarahan rectum yang berhubungan dengan pergerakan usus. Insidens hemorrhoids yang memerlukan hemorrhoidectomy di antara para lansia meningkat. Ini menunjukkan kurangnya pengetahuan dan pemahaman terhadap penyebab meningkatnya hemorrhoids pada para lansia dan tindakan pencegahannya. Karenanya diperlukan upaya-upaya untuk mengatasi kesenjangan pengetahuan dan pemahaman yang terkait dengan hemorrhoids melalui penyuluhan untuk pencegahan dan penanganan yang efektif. Tujuan PkM ini adalah untuk meningkatkan pemahaman masyarakat di Kelurahan Krendang terhadap penyebab hemorrhoids pada para lansia untuk pencegahan dan penanganan yang efektif. Metode PkM ini menggunakan metode penyuluhan diikuti sesi tanya jawab. Hasilnya peserta yang hadir sebanyak 30 peserta (sesuai dengan rencana). Para lansia dengan antusias mengikuti penyuluhan dan mengajukan banyak pertanyaan pada saat sesi tanya jawab. Mereka puas dan dapat memahami materi penyuluhan dan penjelasan yang diberikan penyuluh. Kesimpulan yang didapatkan adalah penyuluhan tentang Pencegahan Hemorrhoids pada lansia meningkatkan pengetahuan dan pemahaman peserta penyuluhan. Implikasi dari PkM ini para lansia dapat mendeteksi dini gejala dan tanda hemorrhoids, dapat melakukan pencegahan terhadap terjadinya hemorrhoids dan melakukan tindakan proaktif/ efektif. 
EDUKASI MENGENAI EPILEPSI PADA LANSIA DENGAN RIWAYAT STROKE Fadhil, Rafly Afif; Munabari, Naula Jamal; Hanifah, Naura; Aulia, Nawal; Anindita, Neriza Putri; Maharani, Ni Putu Radel; Fadlyah, Nur Ashfiya; Amalina, Nur Khalisa; Azzahra, Ratu Nabila; Putra, Ridho Tri; Khairunnisa, Salma; Rizkiana, Salsabilla; Legita, Salsabilla Yana; Primandari, Rima Anindita
Jurnal Pengabdian Masyarakat Trimedika Vol. 2 No. 1 (2025)
Publisher : Universitas Trisakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25105/abdimastrimedika.v2i1.22060

Abstract

Berdasarkan data dari WHO, terdapat sekitar 50 juta orang di seluruh dunia yang hidup dengan epilepsi. Di Indonesia sendiri, prevalensi epilepsi tercatat sebesar 8,2 per 1.000 penduduk, dengan insidensinya mencapai 50 kasus per 100.000 penduduk. Insidens tertinggi terutama pada kelompok usia anak-anak dan lansia. Telah dilakukan kegiatan Praktek Lapangan yang dilaksanakan di Kelurahan Krendang, Kecamatan Tambora, Jakarta Barat pada tanggal 2-3 Desember 2024. Sasaran kegiatan ini adalah Ny. M, seorang lansia 75 tahun dengan riwayat stroke 13 tahun yang lalu. Penilaian kondisi Ny. M dilakukan dalam bentuk wawancara dan pemeriksaan fisik. Berdasarkan hasil wawancara didapatkan Ny. M memiliki riwayat kejang sejak terkena stroke. Kejang masih terjadi bila Ny. M terlambat mengonsumsi obat. Kesimpulan dari kegiatan ini adalah pengetahuan masyarakat terhadap epilepsi terutama lansia masih rendah, sehingga edukasi dan penanganan epilepsi pada lansia sangat penting untuk meningkatkan kualitas hidup mereka.

Page 1 of 2 | Total Record : 12