Jurnal Pengabdian Masyarakat Bumi Anoa
Jurnal Pengabdian Masyarakat Bumi Anoa (JPMBA) merupakan jurnal (Open Journal System) yang diterbitkan oleh LPPM Universitas Mandala Waluya untuk hasil-hasil kegiatan pengabdian dan pemberdayaan masyarakat berupa penerapan berbagai bidang ilmu diantaranya pendidikan, teknik, pertanian, sosial dan kesehatan. Jurnal terbit dua kali setahun yaitu pada Juni dan Desember.
Articles
88 Documents
Upaya Peningkatan Kemampuan Perawat Dalam Implementasi Operan dan Ronde Keperawatan Sesuai SOP di Ruang Rawat Inap RSUD Kota Kendari
Zahalim;
Nawawi;
Indra
Jurnal Pengabdian Masyarakat Bumi Anoa Vol. 3 No. 1 (2024): Jurnal Pengabdian Masyarakat Bumi Anoa
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Universitas Mandala Waluya
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.54883/jpmba.v3i1.741
Pelayanan keperawatan yang bermutu semakin menjadi tuntutan masyarakat dalam memperoleh pelayanan kesehatan di rumah sakit. Pembenahan dalam manajemen keperawatan sangat diharapkan dan berperan penting dalam meningkatkan mutu layanan keperawatan. Pelaksanaan operan dan ronde keperawatan sesuai SOP merupakan upaya yang dilakukan untuk meningkatkan mutu asuhan keperawatan. Sehingga pelayanan keperawatan menjadi lebih terstruktur, terorganisir, profesional dan komprehensif. Tujuan dari pengabdian masyarakat ini adalah untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan perawat untuk memberikan asuhan keperawatan secara sistematis dan efektif kepada pasien melalui pelatihan Operan dan Ronde Keperawatan sesuai SOP. Pelaksanaan kegiatan pengabdian masyarakat ini terdiri dari tiga tahap yaitu tahap pelatihan operan dan ronde keperawatan sesuai SOP bagi perawat, tahap pendampingan implementasi operan dan ronde keperawatan sesuai SOP, dan evaluasi penerapan operan dan ronde keperawatan sesuai SOP. Hasil evaluasi kegiatan ini keaktifan peserta pelatihan meningkat sebesar 78,6% sesudah pelatihan. Hasil evaluasi saat pendampingan implementasi operan dan ronde keperawatan sesuai SOP didapatkan 82,5% sesuai dengan SOP. Hasil evaluasi kegiatan ini pengetahuan perawat yang meningkat adalah sebesar 84,2% dilihat dari perbandingan nilai pretest dan postest. Pelatihan Operan dan Ronde Keperawatan sesuai SOP mampu meningkatkan efektifitas pelakasanaan pelayanan keperawatan di rumah sakit. Diharapkan pelatihan peningkatan kemampuan perawat yang lain dapat terus dilaksanakan sebagai bentuk kerjasama antara perawat akademisi dan praktisi. Kegiatan pengabdian masyarakat ini juga diharapkan menjembatani implementasi teori dan konsep keperawatan secara teknis di layanan kesehatan.
Pemeriksaan Tekanan Darah dan Edukasi tentang Hipertensi pada Masyarakat Desa Moramo Kabupaten Konawe Selatan
La Ode Ardiansyah;
Islamiyah;
Solihin;
Noviati
Jurnal Pengabdian Masyarakat Bumi Anoa Vol. 3 No. 1 (2024): Jurnal Pengabdian Masyarakat Bumi Anoa
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Universitas Mandala Waluya
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.54883/jpmba.v3i1.742
Menurut data dari World Health Organization hipertensi menduduki peringkat pertama sebagai penyakit penyebab kematian setiap tahunnya. Sebanyak 1.13 milar orang terkena penyakit hipertensi dengan perbandingan 1 dari 3 orang di dunia menderita hipertensi. Hipertensi merupakan salah satu penyakit yang tergolong silent killer atau penyakit yang dapat membunuh manusia secara tidak terduga, penderita hipertensi memiliki tekanan darah yang sangat tinggi (abnormal) apabila diukur menggunkan tensi meter. Desa Moramo terdapat 19 kasus penderita hipertensi dari total 272 kasus hipertensi di wilayah puskesmas Moramo Kabupaten Konawe Selatan. Tujuan pengabdian ini yaitu melakukan pemeriksaan tekanan darah dan memberikan pengetahuan kepada masyarakat agar dapat lebih menjaga dan mengenal secara dini tentang pengertian, penyebab dan gejala serta pencegahan hipertensi yang harus dilakukan. Hasil pengabdian setelah dilakukan pemeriksaan tekanan darah diperoleh dari 15 orang, terdapat 8 orang menderita hipertensi dan 7 orang dengan tekanan darah normal, dan setelah diberikan edukasi pengetahuan tentang hipertensi, dari 15 orang masyarakat Desa Moramo telah memperoleh pengetahuan dengan baik untuk lebih mengenal pengertian, penyebab, gejala seta pencegahan hipertensi.
Health Edukasi dalam Upaya Peningkatan Pengetahuan Masyarakat Untuk Pencegahan Dini Penyakit Diabetes Melitus di Bungkutoko
Nazar, Nazaruddin;
Wa Ode Nova Noviyanti R;
Cece Indriani;
Hasnia Dina
Jurnal Pengabdian Masyarakat Bumi Anoa Vol. 3 No. 1 (2024): Jurnal Pengabdian Masyarakat Bumi Anoa
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Universitas Mandala Waluya
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.54883/jpmba.v3i1.743
Diabetes Melitus merupakan salah satu penyakit kronis yang dapat menyebabkan komplikasi pada berbagai sistem tubuh. Diabetes Melitus dapat menyebabkan komplikasi pada berbagai sistem tubuh, baik komplikasi akut maupun kronik.DM dikenal dengan sebutan lifelong disease dikarenakan penyakit ini tidak dapat disembuhkan selama rentang hidup penderitanya. Namun, risiko terjadinya komplikasi yang dapat meningkatkan risiko kematian dapat dikurangi jika penderita diabetes lebih peduli untuk menjaga atau mengontrol kondisinya. Kadar gula darah yang tinggi (hiperglikemi) merupakan pintu gerbang bagi berbagai komplikasi yang muncul pada penderita diabetes. Tiga macam penyakit komplikasi yang khas yang terjadi pada diabetes melitus yaitu retinopati, neuropati, dan nepropati. Salah satu usaha pencegahan yang terbaik terhadap kemungkinan berkembangnya komplikasi dalam jangka panjang yaitu dengan mengusahakan kadar gula darah sedekat mungkin dengan normal. Berdasarkan hal tersebut sehingga kami selaku tim PKM berinisiatif untuk memberikan pendidikan kesehatan untuk upaya peningkatan pengetahuan masyarakat untuk pencegahan dini penyakit diabetes melitus di kelurahan bungkutoko. Target yang diharapkan pada kegiatan PKM ini adalah meningkatkan pengetahuan masyarakat, sehingga dapat memberikan pengetahuani kepada masyarakat dalam upaya pencegahan dini penyakit diabetes mellitus.
Penyuluhan Stunting di Desa Andobeu Jaya Kecamatan Anggalomoare Kabupaten Konawe
yanti, Fitri;
Yulian, Siska;
Aryta, Julia Sahry;
Alya, Nur;
Wardah, Andi
Jurnal Pengabdian Masyarakat Bumi Anoa Vol. 3 No. 1 (2024): Jurnal Pengabdian Masyarakat Bumi Anoa
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Universitas Mandala Waluya
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.54883/jpmba.v3i1.747
Stunting merupakan persoalan kurang gizi kronis yang timbul karena kekurangan asupan nutrisi dalam jangka waktu yang panjang, menyebabkan gangguan pertumbuhan pada anak, yang ditandai dengan tinggi badan yang lebih rendah atau pendek dari standar usianya. Untuk meningkatkan pemahaman tentang stunting di antara ibu hamil dan ibu yang memiliki balita di Desa Andobeu Jaya, Kecamatan Anggalomoare, Kabupaten Konawe, telah dilakukan kegiatan penyuluhan. Evaluasi keberhasilan dilakukan melalui pre-test dan post-test. Rata-rata pengetahuan peserta mengalami peningkatan signifikan, dari 60% pada pre-test menjadi 100% pada post-test. Hal ini menunjukkan bahwa materi yang disampaikan dalam penyuluhan telah diterima dan dipahami dengan baik oleh para peserta. Kegiatan penyuluhan ini juga terbukti dapat meningkatkan pemahaman tentang pencegahan stunting. Oleh karena itu, disarankan kepada tenaga kesehatan untuk terus memberikan edukasi mengenai stunting dan cara pencegahannya, agar masyarakat dapat berperan aktif dalam mencegah stunting pada anak.
Peningkatan Pengetahuan dan Pemberian Makanan Tambahan sebagai Upaya Penanganan dan Pencegahan Stunting di Pudaria Jaya
Rahmadania, Wa Ode;
Lestari, Sari Arie;
Yuliastri, Wa Ode;
Yanti, Fitri;
Pusmarani, Jastria;
Ardiansyah, Ririn Teguh;
Ridwan, Bai Athur;
Firmansyah
Jurnal Pengabdian Masyarakat Bumi Anoa Vol. 3 No. 1 (2024): Jurnal Pengabdian Masyarakat Bumi Anoa
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Universitas Mandala Waluya
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.54883/jpmba.v3i1.749
Stunting merupakan salah satu permasalahan gizi pada anak secara global. Sekitar 161 juta anak balita di dunia mengalami stunting, stunting ditandai dengan pertumbuhan pada anak yaitu tinggi badan pada anak lebih rendah atau pendek (kerdil) dari standar usianya. Berdasarkan hasil wawancara dari beberapa ibu-ibu yang mempunyai balita di Desa Pudaria Jaya, diketahui masih banyak ibu-ibu yang belum terpapar mengenai stunting. Sehingga banyak dari mereka mengira bahwa anak atau balitanya lebih pendek dari usianya adalah faktor dari genetik sehingga tidak perlu memerlukan penanganan lebih lanjut dan kurangnya pemahaman orangtua dalam Pemberian Makanan Tambahan (PMT) yang dapat mencegah stunting. Pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan masyarakat tentang Stunting dan mengajarkan cara pencegahan stunting serta Pemberian Makanan Tambahan (PMT) berupa makanan seperti telur, tahu, tempe dan bubur kacang hijau kepada anak. Hasil evaluasi pengabdian masyarakat diperoleh bahwa masyarakat yang ikut berpartisipasi dalam kegiatan ini telah memahami tentang apa itu stunting pada anak terutama terkait makanan bergizi yang harus dikonsumsi oleh anak serta hal-hal yang dapat mencegah terjadinya stunting.
Penyuluhan Mengenal Tanda Dan Gejala Demam Berdarah Dengue Di Puskesmas Abeli
Islamiyah;
Novianti, Asri Dwi;
Islaeli, Islaeli;
Rahmadania, Waode;
Fety, Yulli;
Zoahira, Waode Aisa
Jurnal Pengabdian Masyarakat Bumi Anoa Vol. 3 No. 2 (2024): Jurnal Pengabdian Masyarakat Bumi Anoa
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Universitas Mandala Waluya
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.54883/b296w640
Demam Berdarah Dengue (DBD) merupakan penyakit yang disebabkan oleh gigitan nyamuk yang terinfeksi virus Aedes aegypti. Gejala penyakit ini berupa demam yang terus-menerus dan dapat berlanjut terjadinya perdarahan. Dampak buruk Demam Berdarah Dengue (DBD) yang tidak tertangani dapat menyebabkan kematian, terutama karena terjadinya dehidrasi saat demam dan adanya perdarahan. Kegiatan penyuluhan ini bertujuan agar masyarakat mampu mengenali tanda dan gejala Demam Berdarah Dengue (DBD), penanganan yang dapat dilakukan di rumah saat ada anggota keluarga yang mengalami demam, dan segera membawa anggota keluarga yang sakit ke pusat pelayanan kesehatan jika menunjukkan tanda keparahan DBD. Sehingga dapat mengurangi angka kesakitan dan kematian pada penderita Demam Berdarah Dengue (DBD). Kegiatan ini dilaksanakan di wilayah kerja Puskesmas Abeli, dengan peserta masyarakat yang hadir pada posyandu ibu dan balita. Kegiatan ini terlaksana pada tanggal 27 Juli 2024. Antusiasme peserta dalam mengikuti kegiatan diharapkan dapat meningkatkan pengetahuan dan pemahaman masyarakat tentang penyakit Demam Berdarah dengue.
Psikoedukasi Seksual Sebagai Upaya Pencegahan Penyimpangan Seksual dan Pelecehan Seksual pada Anak di TK Negeri 8 Kendari
Pati, Wisnu Catur Bayu;
Mardiyani, Dian;
Yuliatin, Sri
Jurnal Pengabdian Masyarakat Bumi Anoa Vol. 3 No. 2 (2024): Jurnal Pengabdian Masyarakat Bumi Anoa
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Universitas Mandala Waluya
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.54883/2p8z3753
Pendidikan merupakan suatu unsur penting dalam membentuk pola pikir dan kepribadian seseorang. Dalam pendidikan terdapat proses transfer ilmu dalam bentuk belajar mengajar. Belajar merupakan suatu proses berpikir dan berubah melalui tahapan-tahapan dan latihan secara berulang-ulang untuk memperoleh pengetahuan. Salah satu pendidikan yang saat ini perlu dipromosikan yaitu pendidikan seksual. Masalah seks masih dianggap tabu di kalangan masyarakat dan dibicarakan di depan anak-anak apalagi untuk mengajarkannya kepada anak-anak. Masa anak-anak merupakan masa bermain dan mengeksplorasi hal-hal baru tanpa mempedulikan resikonya. Minimnya pengetahuan dapat menyebabkan masalah bagi anak khususnya terkait seksual. Saat ini banyak ditemui berbagai kasus penyimpangan seksual dimulai sejak usia dini. Selain itu masalah pelecehan juga sering terjadi dan bahkan pelakunya adalah orang-orang sekitar dan kebanyakan anak yang mengalami pelecehan seksual tidak memahami akan hal tersebut. Tujuan dari pengabdian ini yaitu memberikan edukasi seksual kepada anak dengan cara bernyanyi, bermain, menggambar, dan pengenalan fungsi anggota tubuh. Kegiatan ini diikuti oleh 30 orang siswa TK Negeri 8 Kendari dan 2 orang guru. Para peserta dan guru sangat antusias mengikuti kegiatan yang diberikan. Hasil dari pengabdian ini yaitu meningkatnya informasi terkait fungsi tubuh dan seksual secara umum.
Meningkatkan Imun Tubuh Masyarakat Desa Mata Lamokula Kabupaten Konawe Selatan dengan Pelatihan Pembuatan Permen Jahe
Halid, Nur Hatidjah Awaliyah;
Ulva, Sitti Marya;
Mahmudah, Rifa'atul;
Saltar, La Ode;
Kurniawan, Agus;
Firdayana, Sunita
Jurnal Pengabdian Masyarakat Bumi Anoa Vol. 3 No. 2 (2024): Jurnal Pengabdian Masyarakat Bumi Anoa
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Universitas Mandala Waluya
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.54883/2ed06p15
Desa Mata Lamokula terletak di Kecamatan Moramo Utara, Kabupaten Konawe Selatan yang merupakan daerah yang padat akan polusi karena berada di daerah pertambangan. Berlatar kondisi desa yang menjadi urutan atas penyakit yaitu ISPA dan diare. Kondisi daerah yang rentan terserang penyakit menjadi tujuan untuk perlu dilakukan pelatihan pembuatan produk herbal berupa permen yang berfungsi untuk memperbaiki imunitas tubuh agar memberikan edukasi dan pengalaman terlatih bagi masyarakat terhadap pemanfaatan tanaman herbal dan pengolahannya dalam bentuk permen, juga menarik antusias masyarakat untuk berwirausaha. Mudah dikonsumsi dan disenangi semua kalangan usia menjadi alasan pemilihan bentuk ditambah dengan pendampingan masyarakat dalam pembuatan kemasan agar menambah minat masyarakat dalam berwirausaha UMKM. Pelaksanaan dilakukan pada tanggal 2 Juni 2024 dengan Jumlah khalayak sasaran strategis yang hadir pada kegiatan ini adalah 38 orang. Kegiatan dilakukan dengan metode ceramah, demonstrasi dan diskusi. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan pengetahuan dan keterampilan masyarakat dalam membuat permen herbal sebesar 71,1%. Peserta pelatihan sangat antusias untuk mempraktekkan dan memproduksi permen jahe.
Peran Nurse Educator terhadap Paradigma Masyarakat dalam Meningkatkan Pengetahuan Penderita Hipertensidi Daerah Pesisir Desa Soropia
Nazar, Nazaruddin;
Nofitasari, Ari;
Indriani, Cece;
Nurdin;
Krismiadi, Dedi;
Dina, Hasnia
Jurnal Pengabdian Masyarakat Bumi Anoa Vol. 3 No. 2 (2024): Jurnal Pengabdian Masyarakat Bumi Anoa
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Universitas Mandala Waluya
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.54883/tq9hx608
Paradigma masyarakat dalam meningkatkan pengetahuan penderita hipertensi di wilayah pesisir Desa Soropia sering kali berkaitan dengan rendahnya akses informasi kesehatan yang relevan dan keterbatasan sumber daya lokal. Banyak masyarakat yang masih memegang paradigma tradisional terkait penyebab dan pengobatan hipertensi, sehingga menghambat penerapan pola hidup sehat yang seharusnya. Dengan peran strategis nurse educator, pendekatan berbasis komunitas yang interaktif dapat dilakukan untuk memberikan edukasi. Tujuan Pengabdian Masyarakat adalah untuk meningkatkan paradigma masyarakat dalam meningkatkan pengetahuan penderita hipertensi. Metode yang digunakan dalam kegiatan ini adalah edukasi melalui ceramah dan diskusi, dengan sasaran utama masyarakat pesisir. Mitra kegiatan adalah Desa Soropia, dan media edukasi berupa leaflet digunakan untuk mempermudah penyampaian materi. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa masyarakat yang mendapatkan pendidikan kesehatan melalui metode ini patuh dan antusias dalam menyimak materi. Pendidikan kesehatan terbukti mampu mendorong perubahan perilaku dan meningkatkan kepatuhan masyarakat dalam pencegahan dini hipertensi. Hal ini menunjukkan bahwa masyarakat pesisir Desa Soropia mampu mengadopsi perilaku yang diajarkan dan mempraktekkannya dengan hasil yang nyata. Kesimpulan pengabdian kepada masyarakat adalah meningkatkan pengetahuan masyarakat, sehingga dapat memberikan pengetahuan kepada masyarakat dalam upaya mengubah paradigma masyarakat dalam meningkatkan pengetahuan penderita hipertensi. Rencana tindak lanjut dari kegiatan ini adalah pembangunan program pengelolaan hipertensi berbasis komunitas dan Kerja sama dengan lembaga kesehatan seperti Puskesmas setempat untuk pengembangan program.
PKM Tracking dan Edukasi Kejadian Dermatitis dan Karies Gigi Akibat Pengelolaan Tambang Galian C di Kecamatan AmonggedoKabupaten Konawe
Sya'ban, Abdul Rahim;
Surianto. S, Toto;
Noviati;
Saiful, Achmad
Jurnal Pengabdian Masyarakat Bumi Anoa Vol. 3 No. 2 (2024): Jurnal Pengabdian Masyarakat Bumi Anoa
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Universitas Mandala Waluya
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.54883/2xpgkv62
Data 10 penyakit tertinggi di wilayah kerja Puskesmas Amonggedo setelah hadirnya aktivitas pertambangan menunjukkan 2 jenis penyakit akibat persebaran logam yang terus meningkat dalam 3 tahun terakhir yaitu Penyakit Kulit dan Jaringan Bawah Kulit di tahun 2020 sebanyak 223 kasus yang angkanya cenderung meningkat di tahun 2021 sebanyak 370 kasus dan 2022 sebanyak 336 kasus demikian juga dengan penyakit karies gigi yang juga cenderung meningkat yaitu di tahun 2020 sebanyak 73 kasus meningkat di tahun 2021 menjadi 183 kasus dan di tahun 2022 sebanyak 123 kasus seiring dengan meningkatnya aktivitas Pertambangan Nikel Laterit di lokasi tersebut Solusi yang ditawarkan adalah Tracking dan Edukasi Kejadian Dermatitis dan Karies Gigi akibat pengelolaan pertambangan Nikel Laterit di Kecamatan Amonggedo Kabupaten Konawe dengan harapan masyarakat melalui kelompoknya dapat menyelesaikan masalah lingkungan dan penyakit akibat logam berat dapat dipahami dan meminimalisir dampaknya. Target luaran Program ini adalah Sebanyak 70% anggota kelompok masyarakat sasaran aktif dalam kegiatan Forum Group Diskusi (FGD) mampu memahami dan mencegah penyakit akibat logam berat lingkungan sekitar tambang, Sebanyak 70% anggota kelompok masyarakat sasaran aktif dalam kegiatan penyuluhan dan demonstrasi plot pengelolaan lingkungan dan penyakit akibat logam berat oleh aktivitas pertambangan di wilayah objek program, Sebanyak 70% anggota kelompok sasaran aktif memahami ciri sumber air yang tercemar logam berat. Terbentuknya Kelompok Pemantau Lingkungan yang dapat menjadi pioner masyarakat dalam pengelolaan dan pelestarian lingkungan di sekitar area pertambangan. Artikel pengabdian masyarakat dan Publikasi Ilmiah Kegiatan Pengabdian Masyarakat.