cover
Contact Name
Herlinda Mawardika
Contact Email
herlinda.mawardika@iik.ac.id
Phone
+6287852768636
Journal Mail Official
pharmabhakta@iik.ac.id
Editorial Address
Institut Ilmu Kesehatan Bhakti Wiyata Kediri Jl KH Wahid Hasyim No. 65, Kediri, Jawa Timur Telp. (0354)773299
Location
Kota kediri,
Jawa timur
INDONESIA
Jurnal Pharma Bhakta
ISSN : -     EISSN : 27971163     DOI : 10.56710
Core Subject : Health,
Jurnal ini mempublikasikan hasil penelitian pada fokus dan bidang : 1. Biologi Farmasi 2. Farmasi Komunitas 3. Teknologi Farmasi 4. Kimia Farmasi 5. Farmakologi dan Farmasi Klinik
Articles 74 Documents
HUBUNGAN KEPATUHAN TERHADAP OUTCOME TERAPI HIPERTENSI DI APOTEK X BANJARBARU astuti, Karunita Ika; Pangestika, Indira Adi; Mariani
JURNAL PHARMA BHAKTA Vol 4 No 2 (2024): November 2024
Publisher : FACULTY OF PHARMACY, INSTITUT ILMU KESEHATAN BHAKTI WIYATA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56710/jpb.v4i2.99

Abstract

Prevalensi penyakit hipertensi di Kalimantan Selatan sebanyak 30,8% dan khususnya di kota banjarbaru sebanyak 3.326 kasus. Salah satu usaha untuk menurunkan tekanan darah adalah kepatuhan pasien dalam menggunakan obat-obat antihipertensi. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui hubungan kepatuhan penggunaan obat dengan keberhasilan terapi di Apotek X Banjarbaru. Penelitian yang dilakukan merupakan penelitian non eksperimental observasional yang bersifat deskriptif analitik. Sampel pada penelitian ini berjumlah 84 orang, penelitian dilakukan dengan pemberian kuisoner untuk tingkat kepatuhan danmelihat data rekam medis untuk melihat keberhasilan terapi. Hasil analisis yang diperoleh adalah kepatuhan dengan kategori kepatuhan tinggi (8) sebanyak 40 (47,6%) pasien, kepatuhan sedang (6-7) sebanyak 27(32,2%) pasien dan kepatuhan rendah sebanyak 17(20,2%). Pasien dengan terapi tercapai sebanyak 45(53,6%) pasien dan pasein dengan terapi tidak tercapai sebanyak 39(46,4%) pasien. Ada hubungan antara kepatuhan penggunaan obat dengan keberhasilan terapi padapasien hipertensi dengan nilai Sig 0,003.
HUBUNGAN TINGKAT PENGETAHUAN TERHADAP PERILAKU SWAMEDIKASI SCABIES PADA SANTRI (PUTRA) DI PONDOK PESANTREN FATHUL ULUM PARE KABUPATEN KEDIRI Walujo, Djembor Sugeng; Marhenta, Yogi Bhakti; Kusumaratni, Dyah Ayu
JURNAL PHARMA BHAKTA Vol 4 No 2 (2024): November 2024
Publisher : FACULTY OF PHARMACY, INSTITUT ILMU KESEHATAN BHAKTI WIYATA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56710/jpb.v4i2.111

Abstract

Pendahuluan: Penyakit kulit scabies merupakan penyakit yang mudah menular. Penyakit ini dapat ditularkan secara langsung maupun secara tidak langsung Pengobatan scabies dapat berupa pengobatan sendiri atau swamedikasi. Swamedikasi adalah kegiatan dimana seseorang memilih dan menggunakan obat- obatan modern, obat herbal atau obat tradisional untuk mengobati penyakit dan gejala penyakit. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan tingkat pengetahuan terhadap perilaku swamedikasi scabies pada santri di Pondok Pesantren Fathul Ulum, Kecamatan Pare, Kabupaten Kediri. Metode: Penelitian ini menggunakan desain penelitian cross sectional. Teknik sampling yang digunakan adalah purposive sampling dengan sampel 190 responden. Penelitian ini menggunakan uji kolerasi spearmen rank. Hasil: Berdasarkan hasil uji kolerasi spearmen rank diperoleh nilai sig 0.000 < 0.05 dan nilai Correlation Coefficient 0.519. Kesimpulan: ada hubungan tingkat pengetahuan terhadap perilaku swamedikasi scabies pada santri di pondok pesantren fathul ulum pare, serta bernilai positif, sehingga hubungan kedua variabel tersebut bersifat searah, dapat disimpulkan bahwa jika tingkat pengetahuan ditingkatkan maka perilaku akan meningkat begitupun juga sebaliknya
TINGKAT KOMPETENSI LITERASI DIGITAL KESEHATAN MAHASISWA PROGRAM STUDI SARJANA FARMASI UNIVERSITAS NGUDI WALUYO Hati, Anita Kumala; Dju, Chandra Rosalya
JURNAL PHARMA BHAKTA Vol 4 No 2 (2024): November 2024
Publisher : FACULTY OF PHARMACY, INSTITUT ILMU KESEHATAN BHAKTI WIYATA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56710/jpb.v4i2.112

Abstract

Latar belakang: Mahasiswa program studi sarjana farmasi sebagai calon tenaga kesehatan dimasa mendatang perlu memiliki kompetensi literasi kesehatan digital untuk menjawab tuntutan perkembangan pelayanan kesehatan di era digitalisasi. Tujuan: untuk mengetahui kompetensi literasi kesehatan digital pada mahasiswa program studi sarjana farmasi Universitas Ngudi Waluyo. Metode: Penelitian ini menggunakan metode penelitian deskriptif dengan pendekatan kuantitatif. Populasi dalam penelitian ini adalah mahasiswa program studi sarjana farmasi dengan sampel sebanyak 72 responden menggunakan teknik Proportional Stratified Random Sampling. Instrumen pada penelitian ini yaitu menggunakan Digital Health Literacy Competencies for Citizen (DHLC) dengan 26 pernyataan yang sudah teruji validitasnya. Analisis data pada penelitian ini adalah univariat dengan metode analisis deskriptif dan bivariat dengan menggunakan uji Kruskal Wallis. Hasil: Berdasarkan sampel mahasiswa program studi farmasi Universitas Ngudi Waluyo sebanyak (86,1%) berjenis kelamin perempuan dan (13,9%) berjenis kelamin laki-laki. Secara keseluruhan rata-rata setiap angkatan yaitu angkatan 2021, angkatan 2022 dan angkatan 2023 memiliki kategori kompetensi yang sama yaitu mandiri tingkat lanjut. Hasil statistik menunjukkan tidak ada perbedaan yang signifikan antara tingkat kompetensi dengan angkatan responden penelitian dengan nilai p-value 0,609. Simpulan: Kompetensi literasi kesehatan digital mahasiswa program studi sarjana farmasi berada pada kategori mandiri tingkat lanjut.
KAJIAN KUALITATIF PENGARUH KOMBINASI OLEUM LEMONGRASS, OLEUM CITRI, DAN OLEUM ANISI TERHADAP PREFERENSI PENGGUNA SEDIAAN AROMATERAPI Agustina, Lia; Tiyas, Widya; Candra, Sofita; Wahyuni, Ismiy; Sabban, Indra; Soehartono, David Raditya
JURNAL PHARMA BHAKTA Vol 4 No 2 (2024): November 2024
Publisher : FACULTY OF PHARMACY, INSTITUT ILMU KESEHATAN BHAKTI WIYATA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56710/jpb.v4i2.113

Abstract

Latar belakang: Aromaterapi merupakan praktik pengobatan komplementer yang menggunakan minyak esensial untuk meningkatkan kesejahteraan fisik dan mental. Di Indonesia, popularitas aromaterapi berkembang pesat, khususnya dalam bentuk produk praktis seperti roll-on, yang memudahkan pengguna untuk merasakan manfaat aromaterapi kapan saja. Tujuan: Penelitian ini diharapkan dapat mengungkap respons pengguna terhadap kombinasi minyak-minyak tersebut serta faktor-faktor yang memengaruhi preferensi mereka dalam menggunakan aromaterapi. Metode: Komposisi minyak telon terdiri dari Oleum Cajuputi, Oleum Cocos, dan Oleum Anisi. Pada penelitian ini dalam formulasi 4 menggunakan minyak biji anggur sebagai Corrigens odoris. Sediaan aromaterapi yang sudah dibuat dilakukan uji kesukaan. Hasil: Berdasarkan hasil penelitian terkait penerimaan aroma dari empat formulasi (F1, F2, F3, dan F4), tampak bahwa F1 dan F2 memiliki tingkat penerimaan yang lebih tinggi oleh panelis dibandingkan dengan F3 dan F4. Mayoritas panelis memberikan penilaian Suka dan Sangat Suka untuk aroma pada formulasi F1 dan F2. Simpulan: Penerimaan aroma oleh panelis sangat dipengaruhi oleh kombinasi minyak esensial yang digunakan dalam formulasi aromaterapi. Komposisi yang lebih seimbang seperti pada F1 dan F2 lebih diterima oleh panelis, sedangkan formulasi yang mengandung aroma lebih tajam seperti pada F3 dan F4 cenderung menghasilkan variasi preferensi.
REPRESENTASI SIMPLISIA DAN EKSTRAK ETANOL DAUN KELOR (MORINGA OLEIFERA L.) TERPURIFIKASI Fitria, Faizatul; Swandono, Hari Untarto
JURNAL PHARMA BHAKTA Vol 4 No 2 (2024): November 2024
Publisher : FACULTY OF PHARMACY, INSTITUT ILMU KESEHATAN BHAKTI WIYATA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56710/jpb.v4i2.116

Abstract

Latar belakang: Kelor memiliki kandungan nutrisi yang tinggi oleh karena itu kelor termasuk dalam tumbuhan nutrasetika. Kelor berpotensi sebagai sumber pangan fungsional dan obat-obatan. Kelor memiliki kampuan sebagai anti-inflamasi, antidiabetes, antibakteri, dan antioksidan. Ekstrak etanol daun kelor dapat menghambat pertumbuhan sel kanker, mengurangi peradangan, meningkatkan sistem kekebalan tubuh, dan sebagai agen terapeutik yang efektif. Daun kelor juga kaya akan senyawa metabolit sekunder seperti alkaloid, flavonoid, tanin, dan kuinon. Tujuan: mengetahui karakterisasi spesifik dan kandungan fitokimia simplisia daun kelor. Parameter ini meliputi penentuan parameter spesifik termasuk kadar sari terlarut ekstrak etanol termurnikan dan tidak termurnikan. Metode: Karakterisasi organoleptik simplisia daun kelor, kadar sari terlarut, ekstraksi simplisia daun kelor menggunakan pelarut etanol 96% secara maserasi, dan uji kualitatif kandungan metabolit sekunder melalui skrining fitokimia. Hasil: Setelah dilakukan maserasi diperoleh ekstrak kental daun kelor. Simplisia diketahui memiliki kandungan yang larut etanol serta ekstrak mengandung beberapa metabolit sekunder. Kesimpulan: Simplisia berbentuk serbuk hijau dengan bau khas dan rasa pahit. Daun kelor memiliki berkas pembuluh xilem dengan dinding bertipe tangga, rambut penutup bersel tunggal dan berbintik di dalamnya, serta epidermis bawah dengan stomata tipe anomositik. Kadar tersarikan 72,6%, rendemen ekstrak termurnikan dan tidak termurnikan sebesar 42,82% dan 19,78%. Daun kelor positif mengandung flavonoid, saponin, dan tanin.
ANALISIS KUALITATIF DAN KUANTITATIF VITAMIN C PADA BUAH CEREMAI (Phyllanthus acidus (L.) Skeels.) Arifah, Farida; fitria, faizatul
JURNAL PHARMA BHAKTA Vol 4 No 2 (2024): November 2024
Publisher : FACULTY OF PHARMACY, INSTITUT ILMU KESEHATAN BHAKTI WIYATA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56710/jpb.v4i2.117

Abstract

Latar Belakang: Manusia membutuhkan vitamin C untuk menjaga sistem kekebalan tubuhnya. Namun, tubuh manusia tidak dapat memproduksi vitamin C sendiri, sehingga diperlukan asupan dari luar untuk pemenuhannya. Sumber vitamin C sebagian besar berasal dari sayur-sayuran dan buah-buahan segar. Salah satu buah segar yang mengandung vitamin C adalah buah cermai (Phyllanthus acidus (L.) Skeels.). Tujuan: untuk memastikan kandungan vitamin C pada buah ceremai disertai dengan kadarnya. Metode: uji kualitatif vitamin C dengan reaksi warna, menggunakan 2 uji yaitu: pereaksi FeCl3 1% dan KMnO4 0,1% sedangkan uji kuantitatif secara spektrofotometri UV-Vis. Hasil: Pada uji kualitatif, filtrat buah dengan pereaksi FeCl3 terbentuk warna ungu dan dengan pereaksi KMnO4 terbentuk endapan coklat yang menunjukkan bahwa buah ceremai positif mengandung vitamin C sedangkan uji kuantitatif menunjukkan bahwa dalam 100 g massa buah ceremai terdapat kandungan Vitamin C sebesar 19,75 mg. Kesimpulan: Buah ceremai mengandung Vitamin C, yaitu dengan kadar sebesar 19,75 mg/100 g (0,0198% b/b).
POTENSI ANTINOCICEPTIF EKSTRAK ETANOL DAUN WARU (HIBISCUS TILIACEUS L.) SECARA IN VIVO Hesturini, Rosa Juwita; Sari PDW, Kumala; Wahyuni, Dwi
JURNAL PHARMA BHAKTA Vol 4 No 2 (2024): November 2024
Publisher : FACULTY OF PHARMACY, INSTITUT ILMU KESEHATAN BHAKTI WIYATA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56710/jpb.v4i2.120

Abstract

Latar Belakang: Non Steroid Anti Inflammatory Drugs (NSAID) merupakan pilihan terapi mengatasi nyeri, yang dalam jangka panjang penggunaannya dapat memunculkan efek samping yang tidak diinginkan berupa gangguan pada lambung hingga kerusakan pada hepar. Dengan demikian, pemilihan obat analgetika dengan efek samping semininim mungkin tidak hentinya dicari dengan eksplorasi tanaman obat. Salah satu tanaman berpotensi sebagai alternatif antinociceptif adalah daun waru (Hibiscus tiliaceus L.). Tujuan: Evaluasi efektifitas antinociceptif ekstrak etanol daun waru pada mencit putih jantan. Metode: Penelitian melibatkan 25 ekor mencit dibagi ke dalam 5 kelompok. Setiap kelompok diberikan suspensi uji yaitu CMC-Na 0,5% sebagai kontrol negatif, parasetamol 500 mg/kgBB sebagai kontrol positif, dan ekstrak etanol daun waru dalam variasi dosis 100 mg/kgBB, 200 mg/kgBB, dan 300 mg/kgBB. Mencit diuji di atas hot plate pada suhu 55°C, diamati respons terhadap panas setiap 15 menit selama 1 jam setelah pemberian suspensi uji. Hasil: Ekstrak daun waru mengandung senyawa alkaloid, saponin, flavonoid, dan steroid. Uji efektivitas antinociceptif ekstrak etanol daun waru pada dosis 100 mg/kgBB, 200 mg/kgBB, dan 300 mg/kgBB menunjukkan efektivitas antinociceptif dengan persentase daya antinociceptif berturut-turut sebesar 47%, 54%, dan 62%. Simpulan: Aktivitas antinociceptive terbaik ditunjukkan pada dosis 300 mg/kgBB pada hewan uji
UJI KARAKTERISASI DAN AKTIVITAS ANTHELMINTIK PERASAN RIMPANG KUNYIT (Curcuma longa Linn.) TERHADAP CACING HATI SAPI (Fasciola Gigantica) Basuki, Dewy Resty; Hardini, Pri; Sari, Fita
JURNAL PHARMA BHAKTA Vol 4 No 2 (2024): November 2024
Publisher : FACULTY OF PHARMACY, INSTITUT ILMU KESEHATAN BHAKTI WIYATA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56710/jpb.v4i2.121

Abstract

Latar belakang : Rimpang kunyit (Curcuma longa Linn.,) merupakan salah satu tanaman obat yang banyak digunakan untuk obat tradisional, rempah-rempah pada masakan dan bahan baku kosmetik. Diketahui pula hasil uji aktifitas sebagai anti inflamasi, antimikroba, anti karsinogenik, dan anti infeksi. Senyawa kimia dalam rimpang kunyit adalah flavonoid, alkaloid, steroid, terpenoid, saponin dan tanin. Tujuan penelitian : mengetahui aktifitas dan karakteristik perasan rimpang kunyit. Metode penelitian : Sampel uji penelitian ini dibagi 5 kelompok antara lain kontrol positif, kontrol negatif dan tiga perlakuan dosis perasan kunyit (25%, 50% dan 75%). Uji aktifitas antelmintik dilakukan dengan metode in vitro pada cacing hati sapi (Fasciola gigantica) pengamatan dilakukan selama 1-8 jam. Data yang diperoleh dilakukan analisis menggunakan Saphiro-Will test dan test of homogeneity of variance dan analysis of variance (ANOVA). Hasil : Hasil uji antelmintik perasan rimpang kunyit konsentrasi paling efektif membunuh cacing hati (rata-rata waktu kematian 22 menit) yaitu pada konsentrasi 75%. Kesimpulan : Hasil skrining fitokimia perasan Rimpang kunyit terdapat senyawa flavonoid, alkaloid, tanin, terpenoid. Serta memiliki aktifitas sebagai anthelmintik dengan hasil nilai LC95 : 53,314% dan nilai LT95: 0,349 menit. Karakterisasi perasan rimpang kunyit didapatkan panjang gelombang senyawa kurkumin 420 nm.
LITERATUR REVIEW: PENGEMBANGAN DAN VALIDASI BERBAGAI METODE PENETAPAN ZINC PYRITHIONE DALAM SHAMPO : Pengembangan dan Validasi Berbagai Metode Penetapan Zinc Pyrithione Dalam Sampo Sartika, Putri; Dewi Astuti, Mardyana; Nurida; Senja Maelaningsih, Firdha
JURNAL PHARMA BHAKTA Vol 5 No 1 (2025): Mei 2025
Publisher : FACULTY OF PHARMACY, INSTITUT ILMU KESEHATAN BHAKTI WIYATA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56710/jpb.v5i1.122

Abstract

Zinc Pyrithione (ZnPT) adalah bahan aktif yang banyak digunakan dalam sampo anti-ketombe karena sifat antijamur dan antibakterinya. Pengendalian kadar ZnPT dalam produk sangat penting untuk memastikan keamanan dan efektivitasnya. Studi literatur ini bertujuan untuk mengulas metode analisis yang digunakan untuk menentukan kadar ZnPT dalam sampo, meliputi kompleksometri, potensiometri, Kromatografi Cair Kinerja Tinggi (HPLC), Kromatografi Cair–Spektrometri Massa Tandem (LC-MS/MS), dan Spektroskopi UV/VIS. Metode kompleksometri dan potensiometri merupakan pendekatan yang ekonomis namun memiliki sensitivitas terbatas. HPLC menunjukkan linearitas dan presisi yang tinggi, menjadikannya ideal untuk kontrol kualitas. LC-MS/MS menawarkan sensitivitas dan selektivitas yang sangat baik tetapi memerlukan peralatan yang mahal. UV/VIS adalah alternatif cepat dan ekonomis untuk analisis rutin meski dengan rentang sensitivitas tertentu. Studi literatur menunjukkan bahwa setiap metode memiliki keunggulan dan keterbatasan, sehingga pemilihan metode bergantung pada kebutuhan pengujian, tujuan analisis, serta ketersediaan fasilitas laboratorium.
STUDI PENGGUNAAN ANTIBIOTIK PADA PASIEN BEDAH FRAKTUR KLAVIKULA DI RS MUHAMMADIYAH AHMAD DAHLAN KEDIRI DENGAN METODE ATC/DDD Ayu Kusumaratni, Dyah; Yudha Prasetyo, Eko; Tristanti, Irma; Sari Poespita Dewi Wahyuni, Kumala; Fajriyah, Shofiatul
JURNAL PHARMA BHAKTA Vol 5 No 1 (2025): Mei 2025
Publisher : FACULTY OF PHARMACY, INSTITUT ILMU KESEHATAN BHAKTI WIYATA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56710/jpb.v5i1.124

Abstract

Latar belakang: Fraktur adalah keadaan abnormal pada tulang yang ditandai dengan terputusnya kontinuitas jaringan tulang. Penanganan yang dilakukan untuk fraktur umumnya adalah prosedur pembedahan, sehingga membutuhkan antibiotik untuk mencegah infeksi. Penggunaan antibiotik berlebihan memicu resistensi antibiotik, sehingga dibutuhkan evaluasi dengan metode ATC/DDD. Tujuan: evaluasi penggunaan antibiotik pada pasien bedah fraktur klavikula dalam satuan DDD/100 hari rawat. Metode: studi observasional dengan metode retrospektif pada pasien rawat inap periode Januari – Desember 2023 menggunakan data rekam medis pasien berusia 18-65 tahun yang mendapatkan antibiotik yang dilakukan secara cross sectional. Hasil: Penggunaan antibiotik pada pasien bedah fraktur klavikula di RS Muhammadiyah Ahmad Dahlan Kediri meliputi cefotaxime (87 DDD/100HR), cefuroxime (50,41 DDD/100HR), cefoperazone (29,9 DDD/100HR), ceftriaxone (1,49 DDD/100HR), levofloxacin (0,50 DDDD/100HR), amoxicillin (0,25 DDD/100HR), kuantitas penggunaan antibiotik pada terapi fraktur klavikula yang paling umum digunakan adalah cefotaxime dengan nilai 87 DDD/100 patient-days. Simpulan: antibiotik yang masuk ke dalam segmen DU 90% Sebagian besar golongan sefalosporin generasi ketiga yaitu cefotaxime, cefuroxime dan cefoperazone