cover
Contact Name
Eko Prasetyo
Contact Email
prasetyo.kesmas@gmail.com
Phone
+6281575435102
Journal Mail Official
jupenkes.msi@gmail.com
Editorial Address
Puripaka Regency Blok E No 18/19 Bawu Batealit Jepara Jawa Tengah 59461
Location
Kab. jepara,
Jawa tengah
INDONESIA
Jurnal Pengabdian dan Pemberdayaan Kesehatan
ISSN : -     EISSN : 30483042     DOI : https://doi.org/10.70109/jupenkes
Core Subject : Health,
Jurnal ilmiah hasil-hasil pengabdian dan pemberdayaan masyarakat di bidang kesehatan (kesehatan masyarakat, ilmu kedokteran, keperawatan, kebidanan, farmasi, gizi, dan ilmu kesehatan lainnya)
Articles 18 Documents
Search results for , issue "Vol. 2 No. 4 (2025): Desember 2025" : 18 Documents clear
Manajemen Keperawatan tentang Mitigasi Bencana untuk Mencegah Terjadinya Banjir di Desa Sawah Kabupaten Kampar Riau Putra, Ifon Driposwana; Ezalina, Ezalina; Emulyani, Emulyani; Nita, Yureya; Harahap, Afrida Sriyani; Adelia, Gita
Jurnal Pengabdian dan Pemberdayaan Kesehatan Vol. 2 No. 4 (2025): Desember 2025
Publisher : Menara Science Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70109/jupenkes.v2i4.71

Abstract

Bencana banjir merupakan salahsatu permasalahan yang sering terjadi di Kabupaten Kampar Provinsi Riau, khususnya di Desa Sawah, yang berdampak pada kesehatan masyarakat dan mengganggu aktivitas sosial ekonomi masyarakat. Upaya mitigasi bencana menjadi langkah penting dalam mengurangi risiko dan dampak banjir melalui pemberdayaan masyarakat dan penguatan kapasitas tenaga kesehatan, khususnya perawat. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan masyarakat serta kader kesehatan dalam manajemen keperawatan berbasis mitigasi bencana banjir. Metode pelaksanaan meliputi penyuluhan, pelatihan simulasi kesiapsiagaan banjir, serta pendampingan dalam pembuatan rencana aksi mitigasi berbasis komunitas. Sasaran kegiatan adalah masyarakat Desa Sawah sebanyak 50 orang yang terdiri atas perangkat desa, kader posyandu, dan warga rentan terdampak bencana banjir. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan signifikan pada pengetahuan peserta mengenai tanda-tanda awal bencana, tata cara evakuasi, dan langkah-langkah pencegahan banjir dengan peningkatan rata-rata skor pengetahuan sebesar 40% ketika sebelum dilakukan intervensi dan meningkat menjadi 80% setelah dilakukan intervensi. Selain itu, terbentuk tim relawan tanggap banjir desa yang berkoordinasi dengan puskesmas dan Badan Penangunggulangan Bencana Daerah setempat. Kegiatan ini memperlihatkan bahwa penerapan manajemen keperawatan dalam mitigasi bencana dapat meningkatkan kesiapsiagaan masyarakat serta mendorong kolaborasi lintas sektor dalam upaya pencegahan banjir.
Edukasi Bahaya Pernikahan Dini terhadap Kesehatan Reproduksi pada Masa Remaja di SMA Negeri 5 Kupang Naingalis, Angela Lovendra; Olla, Sinta Inriani; Pratiwi, Endah Dwi
Jurnal Pengabdian dan Pemberdayaan Kesehatan Vol. 2 No. 4 (2025): Desember 2025
Publisher : Menara Science Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70109/jupenkes.v2i4.72

Abstract

Pernikahan dini merupakan salah satu permasalahan yang masih sering terjadi di Indonesia dan berdampak negatif terhadap kesehatan reproduksi remaja. Remaja yang menikah pada usia muda berisiko tinggi mengalami gangguan kesehatan, seperti komplikasi kehamilan, anemia, stunting pada anak, serta masalah psikologis dan sosial akibat ketidaksiapan mental. Kegiatan pengabdian masyarakat dengan judul “Edukasi Bahaya Pernikahan Dini terhadap Kesehatan Reproduksi pada Masa Remaja” bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan kesadaran remaja mengenai dampak buruk pernikahan dini serta pentingnya menjaga kesehatan reproduksi. Metode pengabdian yang dilakukan adalah dalam bentuk penyuluhan kesehatan tentang bahaya pernikahan dini terhadap remaja bertempat di SMA Negeri 5 Kupang. Jumlah remaja yang mengikuti kegiatan pengabdian ini sebanyak 30 orang. Hasil dari pengabdian ini adalah materi penyuluhan yang diberikan sudah cukup baik untuk menambah pengetahuan dan pemahaman, terbukti dari peningkatan nilai rata-rata setelah dilakukan post test. Untuk nilai rata-rata pre test yaitu 16,7% dan nilai rata-rata post-test 90,0 %. Perlu mengadakan penyuluhan yang serupa dilaksanakan kepada remaja.
Pendidikan Kesehatan Remaja Putri tentang Kesehatan Reproduksi di Desa Leminggir Kecamatan Mojosari Kabupaten Mojokerto Purwati, Heni
Jurnal Pengabdian dan Pemberdayaan Kesehatan Vol. 2 No. 4 (2025): Desember 2025
Publisher : Menara Science Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70109/jupenkes.v2i4.73

Abstract

Kesehatan reproduksi merupakan aspek penting yang perlu diperhatikan, terutama pada masa remaja. Remaja putri sering kali menghadapi berbagai tantangan dalam menjaga kesehatan reproduksi mereka, termasuk ketidaktahuan mengenai hal-hal mendasar seperti menstruasi, kehamilan, serta pencegahan penyakit menular seksual. Pendidikan kesehatan yang diberikan secara tepat dapat membantu remaja putri untuk memahami pentingnya menjaga kesehatan reproduksi, yang pada gilirannya dapat mempengaruhi sikap mereka dalam menjalani kehidupan yang sehat. Tujuan pengabdian masyarakat ini untuk memberikan Pendidikan kesehatan dan meningkatkan sikap remaja putri tentang kesehatan reproduksi di Desa Leminggir Kecamatan Mojosari Kabupaten Mojokerto. Metode yang digunakan dalam program ini adalah edukasi pendidikan kesehata, dengan evaluasi kegiatan menggunakan desain pre eksperimental dengan pendekatan one group pretest-posttest design. peserta berjumlah 32 remaja putri. Pengumpulan data evaluasi dilakukan menggunakan kuesioner untuk mengukur sikap remaja putri terhadap kesehatan reproduksi sebelum dan setelah diberikan pendidikan kesehatan. Hasil penelitian menunjukkan adanya peningkatan sikap positif terhadap Kesehatan reproduksi, dari sebelumnya sebagian besar remaja putri memiliki kategori sikap negatif (65,6%) menjadi hampir seluruhnya menunjukkan sikap positif (87,5%) setelah diberikan Pendidikan kesehatan. Berdasarkan hasil uji Wilcoxon Signed Rank, diperoleh nilai p-value = 0,000 (< 0,05). Hal ini menegaskan bahwa pendekatan pendidikan yang berfokus pada pemberian informasi yang benar dan relevan dapat meningkatkan pengetahuan serta merubah sikap remaja terhadap topik-topik kesehatan reproduksi yang sangat penting bagi masa depan mereka
Upaya Peningkatan Pengetahuan Ibu tentang Akupresur dan Aroma Terapi dalam Menangani Nyeri Saat Persalinan Prameswari, Veryudha Eka
Jurnal Pengabdian dan Pemberdayaan Kesehatan Vol. 2 No. 4 (2025): Desember 2025
Publisher : Menara Science Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70109/jupenkes.v2i4.76

Abstract

Pengetahuan merupakan hasil tahu dari manusia, suatu pengetahuan yang terurai secara sistematis dan terorganisasi, mempunyai metode dan bersifat universal. Persalinan merupakan suatu proses pengeluaran hasil konsepsi (janin dan uri) yang dapat hidup ke dunia luar dari rahim melalui jalan lahir atau jalan lain. Nyeri persalinan muncul karena adanya kontrak rahim yang menyebabkan dilatasi dan penipisan serviks dan iskemia rahim yang diakibatkan kontraksi arteri miometrium dalam hal ini mtode nonfarmakologi yang dapat digunakan selama persalinan yaitu akupresur. Nyeri persalinan muncul karena adanya kontrak rahim yang menyebabkan dilatasi dan penipisan serviks dan iskemia rahim yang diakibatkan kontraksi arteri miometrium. Aroma terapi merupakan salah satu teknik nonfarmakologi yang dapat diberikan pada ibu bersalin kala I fase aktif persalinan. Tujuan dari pelaksanaan pengabdian masyarakat ini adalah memberikan peningkatan pengetahuan pada ibu gtentang akupresur dan aroma terapi dalam mengatasi nyeri persalinan. Populasi pada pengabdian masyarakat  yaitu ibu hamil trimester 3 sejumlah 14 responden. Metode yang digunakan dalam pengabdian masyarakat ini yang pertama melakukan pengenalan, Pre-tes terlebih dahulu kemudian memberikan materi dilanjutkan dengan melaksanakan Post-tes untuk mengukur pengetahuan ibu. Hasil dari pengabdian masyarakat saat Pre-tes seluruh responden berpengetahuan kurang 14 responden (100%). Setelah mendapatkan materi dan dilakukan Post-tes didapatkan hasil berpengetahuan cukup 9 respon (64%) dan berpengetahuan baik 5 responden (36%). Berdasarkan pembahasan data, dapat disimpulkan bahwa terdapat peningkatan pada pengetahuan ibu hamil tentang akupresur dalam menangani nyeri saat persalinan. 
Edukasi Pentingnya Pemanfaatan Poliklinik Voulentary Counseling and Testing Puskesmas Sentani Sembiring, Lisma Natalia Br; Watunglawar, Crystin E.; Nasrianti, Nasrianti
Jurnal Pengabdian dan Pemberdayaan Kesehatan Vol. 2 No. 4 (2025): Desember 2025
Publisher : Menara Science Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70109/jupenkes.v2i4.78

Abstract

Program pelayanan Klinik Voluntary Counseling and Testing (VCT) bermanfaat untuk melakukan deteksi awal apakah individu tersebut terinfeksi Human Immunideficiency Virus (HIV) atau tidak dengan melakukan konseling dan testing sukarela. Konseling dan Testing Sukarela (KTS/VCT).  Pemanfaatan poliklinik VCT menambah layanan konseling untuk menjaring pemeriksaan dan mengetahui seseorang terinfeksi HIV sehingga segera mungkin mendapatkan pelayanan sesuai dengan yang dibutuhkan Tujuan untuk mengetahui pentingnya  edukasi pemanfaatan Poliklinik Voluntary Couseling And Testing di Puskesmas Sentani. Metode pendekatan dengan identifikasi masalah, sasaran, merencanakan intervensi dan melaksanakan implementasi dalam mengatasi masalah yang direncanakan dengan melaksanakan kegiatan serta evaluasi hasil kegiatan yang telah dilaksanakan dengan menggunakan leafleat pentingnya pemanfaatan poliklinik VCT. Hasil belum maksimalnya masyarakat dalam memanfaatkan poliklinik VCT karena masih ada stigma terhadap orang yang terinfeksi HIV/AIDS. 
Edukasi Food Recall dan Aktifitas Fisik untuk Pengendalian Gula Darah pada Penderita Diabetes Mellitus Pratiwi, Rizky Meuthia
Jurnal Pengabdian dan Pemberdayaan Kesehatan Vol. 2 No. 4 (2025): Desember 2025
Publisher : Menara Science Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70109/jupenkes.v2i4.79

Abstract

Diabetes Mellitus (DM) merupakan penyakit kronis dengan prevalensi tinggi dan masih menjadi tantangan bagi pelayanan kesehatan primer. Program Pengelolaan Penyakit Kronis (Prolanis) telah berjalan di Puskesmas, namun kadar gula darah banyak pasien masih tidak terkontrol akibat pola makan yang belum sesuai diet DM dan aktivitas fisik yang rendah. Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan meningkatkan pengetahuan dan kesadaran pasien melalui penerapan metode food recall 24 jam dan edukasi pola makan seimbang serta aktivitas fisik. Pelaksanaan kegiatan meliputi pengisian food recall, evaluasi mandiri pola makan, pre-test pengetahuan, pemberian edukasi diet DM dan aktivitas fisik berdasarkan teori IPAQ, kemudian post-test sebagai evaluasi. Hasil food recall menunjukkan sebagian besar pasien masih mengonsumsi makanan tinggi karbohidrat sederhana, gorengan, lemak jenuh, dan rendah serat, serta memiliki aktivitas fisik kategori ringan. Pada tahap pre-test, 26 responden memiliki pengetahuan kurang dan 29 responden memiliki pengetahuan cukup. Setelah edukasi, terjadi peningkatan signifikan di mana 33 responden berada pada kategori pengetahuan baik dan 22 responden pada kategori cukup. Temuan ini menunjukkan bahwa kombinasi metode self-monitoring melalui food recall dan edukasi terstruktur efektif meningkatkan pengetahuan dan kesadaran pasien untuk mengelola gaya hidup dalam pengendalian glukosa darah.
Pelatihan Kader Kesehatan untuk Pencegahan Penyakit Tidak Menular Hidayati, Wahyu; Handayani, Fitria; Hastuti, Yuni Dwi; Bagus R, Chandra; Suhartini, Suhartini
Jurnal Pengabdian dan Pemberdayaan Kesehatan Vol. 2 No. 4 (2025): Desember 2025
Publisher : Menara Science Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70109/jupenkes.v2i4.80

Abstract

Penyakit Tidak menular (PTM) mempengaruhi morbiditas dan mortalitas. Berdasarkan informasi dan pencatatan kader kesehatan RT 2 RW 4 Kelurahan Kramas, teridentifikasi sekitar 20 warga memiliki hipertensi, 10 orang memiliki nilai kolesterol diatas 200 mg/dl dan 30 orang memiliki nilai asam urat 7-10 mg/dl. Kegiatan kader kesehatan masih terbatas pada pengukuran tekanan darah, kader merasa belum mampu memberikan edukasi yang tepat pada individu dengan DM, merasa kurang percaya diri dengan kemampuan yang dimiliki, serta sarana prasarana yang mendukung edukasi belum tersedia optimal. Kegiatan pengabdian ini bertujuan untuk memberikan pengetahuan pendampingan kepada mitra untuk menjadi kader yang mandiri dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat tentang pencegahan penyakit tidak menular. Sasaran program pengabdian masyarakat ini adalah kader POSBINDU RT 2 RW IV Kelurahan Kramas sejumlah 8 orang. Pelatihan kader diawali dengan penyampaian materi melalui booklet dan video edukasi dilanjutkan dengan sesi simulasi pemeriksaan tekanan darah, GDS, asam urat, dan kolesterol. Sebagian kader telah mempraktikkan pemeriksaan secara mandiri, tetapi sebagian masih terlihat takut untuk mencoba. Evaluasi kegiatan diukur dengan posttest. Skor rata-rata pretest dan posttest mengalami peningkatan yang signifikan dari 64,3 menjadi 80,6 secara keseluruhan. Kader 4 mengalami persentase kenaikan skor posttest yang paling tinggi dari semua kader yaitu sebesar 25%. Pelaksanaan program pelatihan kader dalam Pencegahan Penyakit Tidak Menular dengan menggunakan sistem pembelajaran aktif dengan menggunakan media buku dan video, disertai metode ceramah dan praktik secara langsung ini dapat meningkatkan pengetahuan kader kesehatan.
Peran Edukasi Penggunaan Obat Melalui Kegiatan DAGUSIBU bagi Peningkatan Pengetahuan Siswa MTs Miftahul Ulum Kudus Sukarno, Sukarno; Rahmawaty, Annis; Hidayati, Rakhmi; Sugiarti, Lilis; Islamiyati, Ricka; Pratitis, Mera Putri; Firmansyah, Gunawan; Pujiastuti, Endra; Wachid, Abdul; Annur, Zahroh Sayyidah; Anggorowati, Angelica Dinar; Dhita, Ananda Rahma; Astuti, Enggar Dwi; Revalina, Linda; Azlina, Putri Nirma
Jurnal Pengabdian dan Pemberdayaan Kesehatan Vol. 2 No. 4 (2025): Desember 2025
Publisher : Menara Science Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70109/jupenkes.v2i4.81

Abstract

Rendahnya tingkat pengetahuan dan literasi masyarakat mengenai penggunaan obat masih menjadi persoalan penting dalam bidang kesehatan. Banyak individu yang belum memahami cara memperoleh obat dengan benar, membaca aturan pakai, menentukan dosis yang tepat, menyimpan obat sesuai standar, maupun membuang obat kedaluwarsa secara aman. Keadaan tersebut tidak hanya berdampak pada keamanan dan efektivitas terapi, tetapi juga dapat menimbulkan risiko kesehatan yang lebih luas, termasuk efek samping, kegagalan pengobatan, hingga pencemaran lingkungan. Edukasi DAGUSIBU (Dapatkan, Gunakan, Simpan, dan Buang) hadir sebagai upaya untuk memperbaiki perilaku pengelolaan obat melalui peningkatan pengetahuan yang mudah dipahami dan dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji efektivitas edukasi DAGUSIBU dalam meningkatkan pengetahuan khususnya Siswa MTs Miftahul Ulum Kudus terhadap penggunaan obat. Metode yang digunakan dalam pengabdian Masyarakat ini berupa pemberian edukasi melalui kegiatan DAGUSIBU. materi edukasi DAGUSIBU disajikan dalam bentuk slide dan leaflet. Peningkatan pengetahuan diketahui dari penyebaran instrumen pretest–posttest dalam 3 soal pilihan dan essay singkat yang berisikan pengetahuan dasar mengenai DAGUSIBU. Hasil pengabdian menunjukkan bahwa edukasi DAGUSIBU mampu meningkatkan pengetahuan Siswa MTs Miftahul Ulum Kudus terhadap penggunaan obat. Soal 1 meningkat dari 6 siswa benar menjadi 57 siswa benar, Soal 2 meningkat dari 10 siswa benar menjadi 60 siswa benar dan Soal 3 meningkat dari 0 siswa benar menjadi 63 siswa benar. Kesimpulan edukasi DAGUSIBU menjadi pendekatan yang relevan dan efektif dalam meningkatkan pengetahuan tentang penggunaan obat.
Pemanfaatan Minyak Jelantah dalam Upaya Menekan Resistensi Bakteri Ditilik dari Kajian Pemeriksaan Molekuler di Desa Gedongan, Kecamatan Baki, Kabupaten Sukoharjo Dewangga, Vector Stephen; Sitohang, Dahlan; Ardhiyanto, Restu; Rohman, Dzaki Nur; Agata, Via Maya; Nuraini, Riyana Putri; Wahyuningsih, Putri Susilowati; Putri, Rachma Aulia; Abriani, Nurul Gilang; Kusdhiarningsih, Betty
Jurnal Pengabdian dan Pemberdayaan Kesehatan Vol. 2 No. 4 (2025): Desember 2025
Publisher : Menara Science Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70109/jupenkes.v2i4.82

Abstract

Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) ini dilaksanakan oleh Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Nasional bekerja sama dengan Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Mitra Husada Karanganyar di Desa Gedongan, Kecamatan Baki, Kabupaten Sukoharjo. Program ini bertujuan memberikan edukasi kepada masyarakat mengenai bahaya penggunaan minyak jelantah berulang terhadap kesehatan serta dampaknya terhadap lingkungan, sekaligus memberikan pelatihan pemanfaatan limbah minyak jelantah menjadi produk sabun cuci tangan (handwash) sebagai upaya menekan tren resistensi bakteri di masyarakat. Kegiatan dilakukan dalam bentuk penyuluhan, demonstrasi pembuatan sabun tangan dari minyak jelantah, serta evaluasi melalui pretest dan posttest. Peserta kegiatan terdiri atas 20 kader PKK Desa Gedongan dengan tingkat kehadiran sebesar 80% (16 peserta). Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan peserta secara signifikan berdasarkan hasil pretest dan posttest, serta tingginya partisipasi dalam sesi diskusi dan praktik pembuatan sabun. Kegiatan ini berhasil meningkatkan pemahaman masyarakat terhadap pengelolaan limbah rumah tangga serta penerapan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS). Produk sabun yang dihasilkan, bernama “Mijel Soap”, menjadi inovasi yang ramah lingkungan sekaligus bernilai ekonomis. Dengan demikian, program ini tidak hanya meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya pengelolaan limbah jelantah, tetapi juga berkontribusi terhadap upaya pengendalian resistensi bakteri di tingkat komunitas.
Penyuluhan Upaya Pencegahan Tinea Cruris pada Remaja Putri Usia 16-17 Tahun di SMAN 5 Kota Kupang Juwa, Maria Magdalena Mue; Zakiah , Ummu; Pay, Farida S; Ernestin, Meri Flora; Henukh, Dina M.S.; Nenogasu, Yeri D.
Jurnal Pengabdian dan Pemberdayaan Kesehatan Vol. 2 No. 4 (2025): Desember 2025
Publisher : Menara Science Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70109/jupenkes.v2i4.83

Abstract

Tinea cruris merupakan salah satu bentuk dermatofitosis yang banyak ditemukan di wilayah beriklim tropis, termasuk di Nusa Tenggara Timur. Infeksi ini menyebabkan rasa gatal, ketidaknyamanan, serta dapat mengganggu aktivitas dan kepercayaan diri remaja, terutama remaja putri yang lebih rentan akibat aktivitas fisik, perubahan hormonal, dan kebiasaan penggunaan pakaian ketat. Observasi awal di SMAN 5 Kota Kupang menunjukkan bahwa siswa masih memiliki pengetahuan yang rendah mengenai penyebab, faktor risiko, gejala, dan pencegahan tinea cruris. Kurangnya pemahaman ini menyebabkan beberapa siswa mengabaikan keluhan gatal pada area lipatan paha dan tidak mengetahui tindakan pencegahan yang tepat. Tujuan program pengabdian ini adalah meningkatkan pengetahuan dan kesadaran siswa mengenai tinea cruris, sehingga mampu menerapkan perilaku hidup bersih dan sehat untuk mencegah infeksi jamur kulit. Kegiatan dilakukan melalui penyuluhan kesehatan menggunakan metode ceramah, diskusi interaktif, dan media edukasi berupa leaflet, gambar kasus, dan video. Peserta kegiatan adalah siswa remaja putri SMAN 5 Kota Kupang. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan siswa mengenai penyebab, faktor risiko, gejala, serta pencegahan tinea cruris. Siswa menunjukkan antusiasme tinggi dengan banyaknya pertanyaan yang diajukan, terutama terkait kebiasaan berkeringat setelah olahraga dan penggunaan pakaian ketat. Setelah penyuluhan, sebagian besar siswa menyatakan memahami pentingnya menjaga kebersihan diri, mengganti pakaian basah, serta mencari pengobatan yang tepat bila mengalami gejala. Simpulannya, penyuluhan kesehatan ini efektif dalam meningkatkan pemahaman dan kesadaran siswa mengenai tinea cruris. Program ini direkomendasikan untuk dilanjutkan melalui kegiatan UKS dan dukungan sekolah agar perubahan perilaku hidup bersih dan sehat dapat berlangsung berkelanjutan.

Page 1 of 2 | Total Record : 18