cover
Contact Name
Khairuddin
Contact Email
khairuddinazka15@gmail.com
Phone
+6282286180987
Journal Mail Official
jurnalelsuffah@gmail.com
Editorial Address
Tanah Bara Kecamatan Gunung Meriah Kabupaten Aceh Singkil, Aceh, Indonesia
Location
Kab. aceh singkil,
Aceh
INDONESIA
El-Suffah: Jurnal Studi Islam
ISSN : 30632102     EISSN : 30636388     DOI : -
El Suffah Jurnal Studi Islam adalah jurnal terkemuka yang ditinjau sejawat dan berakses terbuka, yang menerbitkan karya ilmiah, dan berfokus pada studi Islam seperti Pendidikan Agama Islam, Hukum Islam, Dakwah dan Komunikasi Islam, Ekonomi Islam, Hukum Ekonomi Syariah, Studi Al-Quran dan Hadits, Filsafat Islam, Teologi Islam, Pemikiran Islam, Islam dan Gender, Islam dan Politik, Islam dan Perdamaian, Islam di tingkat lokal atau bangsa, Sejarah dan Peradaban dalam Islam, dan Sufisme. Jurnal ini menawarkan akses terbuka terhadap kontennya dan dilisensikan di bawah Lisensi Internasional Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 ( CC-BY-SA ) sebagai lisensi optimal untuk publikasi, distribusi, penggunaan, dan penggunaan kembali karya ilmiah. Artikel jurnal ini diterbitkan 2 kali setahun, yaitu April dan Oktober.
Articles 21 Documents
Dakwah melalui Sedekah Dongeng: Implementasi dan Dampaknya terhadap Kebersamaan dan Kedermawanan Siswa di SDIT At Tibyan: Da'wah through Storytelling Almsgiving: Implementation and Impact on Student Solidarity and Generosity at SDIT At Tibyan Nurhikmah, Nurhikmah; Nursalam, Nursalam
El-Suffah: Jurnal Studi Islam Vol. 2 No. 1 (2025): El-Suffah: Jurnal Studi Islam
Publisher : Yayasan Abdurrauf Cendekia Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70742/suffah.v2i1.87

Abstract

This research aims to analyze the implementation of da'wah through Alms Tales at SDIT At Tibyan, as well as its impact on the formation of togetherness and the value of generosity among students. The research method used is descriptive qualitative with data collection techniques through observation, interviews and documentation. Research participants consisted of teachers, storytellers, students and parents who were involved in this activity. The research results show that the Alms Fairy Tale program is effective in increasing students' awareness of the importance of alms and generosity. Through fairy tales told every Friday, students can more easily understand moral values and Islamic teachings, and apply them in everyday life. Apart from that, this program has also succeeded in strengthening togetherness between students, teachers and parents, as well as providing a positive impact in forming students' socially devout character. However, challenges in implementation, such as limited storytellers and story variations, require further innovation, including the use of audiovisual technology. Overall, da'wah through Alms Tales at SDIT At Tibyan has succeeded in building togetherness in generosity, making it a relevant and effective approach in modern Islamic education. Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis implementasi dakwah melalui Sedekah Dongeng di SDIT At Tibyan, serta dampaknya terhadap pembentukan kebersamaan dan nilai kedermawanan di kalangan siswa. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Partisipan penelitian terdiri dari guru, pendongeng, siswa, dan orang tua yang terlibat dalam kegiatan ini. Hasil penelitian menunjukkan bahwa program Sedekah Dongeng efektif dalam meningkatkan kesadaran siswa terhadap pentingnya sedekah dan kedermawanan. Melalui dongeng yang disampaikan setiap hari Jumat, siswa lebih mudah memahami nilai-nilai moral dan ajaran Islam, serta menerapkannya dalam kehidupan sehari-hari. Selain itu, program ini juga berhasil mempererat kebersamaan antara siswa, guru, dan orang tua, serta memberikan dampak positif dalam pembentukan karakter kesalehan sosial siswa. Namun, tantangan dalam pelaksanaan, seperti keterbatasan pendongeng dan variasi cerita, memerlukan inovasi lebih lanjut, termasuk pemanfaatan teknologi audiovisual. Secara keseluruhan, dakwah melalui Sedekah Dongeng di SDIT At Tibyan berhasil membangun kebersamaan dalam kedermawanan, menjadikannya salah satu pendekatan yang relevan dan efektif dalam pendidikan Islam modern Kata kunci: Dakwah, Sedekah Dongeng, Pendidikan Islam.
Islam and Gender Equality: A Critical Exploration of Its Role in Global Peace Aldi, Muhammad; Khairanis, Retisfa; Al Aziz, Sulthan
El-Suffah: Jurnal Studi Islam Vol. 2 No. 1 (2025): El-Suffah: Jurnal Studi Islam
Publisher : Yayasan Abdurrauf Cendekia Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70742/suffah.v2i1.136

Abstract

This research aims to analyze the Islamic perspective on gender equality and its role in supporting sustainable global peace. Within this framework, the research explores Islamic teachings that support gender justice and its contribution to social harmony and conflict resolution. This research approach uses a qualitative method with literature review as the main technique, utilizing classical and contemporary literature related to Qur'anic interpretation, hadith, and the views of Muslim scholars and scholars. The results show that Islam theologically encourages the principle of gender equality through the values of justice, respect, and cooperation between men and women. Gender equality practiced in Muslim societies has the potential to become the foundation for creating harmonious relationships, both within the family, community and between nations. The research also highlights that biased interpretations of religious texts often become obstacles in realizing this principle. The implications of this research provide an important contribution to efforts to create global peace through a religious value-based approach. The study encourages more inclusive cross-cultural and religious dialogue in addressing gender issues, while providing practical guidance for Muslim communities to reconstruct their understanding of Islamic teachings that support equality and peace. Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis perspektif Islam mengenai kesetaraan gender dan perannya dalam mendukung perdamaian global yang berkelanjutan. Dalam kerangka ini, penelitian mengeksplorasi ajaran Islam yang mendukung keadilan gender serta kontribusinya terhadap harmoni sosial dan penyelesaian konflik. Pendekatan penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan kajian pustaka sebagai teknik utama, memanfaatkan literatur klasik dan kontemporer terkait tafsir Al-Qur’an, hadits, serta pandangan ulama dan cendekiawan Muslim. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Islam secara teologis mendorong prinsip kesetaraan gender melalui nilai-nilai keadilan, penghormatan, dan kerja sama antara laki-laki dan perempuan. Kesetaraan gender yang dipraktikkan dalam masyarakat Muslim berpotensi menjadi fondasi untuk menciptakan hubungan yang harmonis, baik dalam lingkup keluarga, komunitas, maupun antarbangsa. Penelitian ini juga menyoroti bahwa interpretasi yang bias terhadap teks-teks agama sering kali menjadi hambatan dalam mewujudkan prinsip ini. Implikasi penelitian ini memberikan kontribusi penting dalam upaya menciptakan perdamaian global melalui pendekatan berbasis nilai agama. Kajian ini mendorong dialog lintas budaya dan agama yang lebih inklusif dalam mengatasi isu gender, sekaligus memberikan panduan praktis bagi komunitas Muslim untuk merekonstruksi pemahaman mereka terhadap ajaran Islam yang mendukung kesetaraan dan perdamaian. Kata kunci: Perspektif Islam, Kesetaraan Gender, Perdamaian Global  
Antara Pengampunan Dosa Islam dan Hindu: Menuju Konsep Berwudhu’ dan Mandi di Sungai Gangga Sebagai Media Penyucian Diri : A Comparative Study of Sin Forgiveness in Islam And Hinduism: Wudu’ and Ganges Bathing as Means of Purification Najiyah, Nur Laili Nabilah Nazahah
El-Suffah: Jurnal Studi Islam Vol. 2 No. 1 (2025): El-Suffah: Jurnal Studi Islam
Publisher : Yayasan Abdurrauf Cendekia Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70742/suffah.v2i1.137

Abstract

Islam and Hinduism share similar concepts of sin forgiveness in various respects, one of which is the use of purification materials as a means of repentance before God. Thus, this article aims to address two main research questions: What are the concepts of sin forgiveness in Islam and Hinduism? And how are the practices of wudu’ and ritual bathing in the Ganges River understood within each tradition? Primary data is derived from the holy scriptures of Islam and Hinduism, as well as from literature specifically related to the practices of wudu’ (ritual purification-taharah) and ritual bathing in the Ganges River. Secondary data is collected from books, academic journals, and official websites relevant to the research theme. The analysis employs a comparative method to examine purification practices in Islam and Hinduism. The findings reveal that, first, sin forgiveness in Islam is termed taubah (repentance), which involves sincere intention, remorse, and the effort to engage in righteous deeds. In Hinduism, the corresponding concept is known as prayascitta, which is performed through samskara ceremonies, signifying physical purification, although the essence of purification is ultimately spiritual. Second, in Islam, wudu’—when performed with the intention of repentance and seeking forgiveness for sins committed through various body parts—results in both physical and spiritual purification. Meanwhile, in Hinduism, ritual bathing in the Ganges River is believed to cleanse individuals of sins, bringing about forgiveness and salvation. These two practices indicate that both Islam and Hinduism regard sacred water as essential for purification from bodily sins. Moreover, both traditions emphasize the importance of intention in seeking forgiveness, aiming to restore both the physical and spiritual purity of the individual. Abstrak: Islam dan Hindu memiliki konsep pengampunan dosa yang mirip dari beberapa aspek, salah satunya yakni material penyucian diri sebagai upaya bertaubat kepada Tuhan. Oleh karenanya, artikel ini bertujuan menjawab dua rumusan masalah: bagaimana konsep pengampunan dosa dalam Islam dan Hindu; serta bagaimana konsep berwudhu’ dan ritual mandi di Sungai Gangga. Data primer diperoleh dari kitab suci umat Islam dan Hindu, serta literatur terkait persoalan wudhu’ (thaharah) dan ritual mandi di Sungai Gangga pada khususnya. Sementara data sekundernya dari buku, jurnal, maupun situs resmi berkaitan dengan tema penelitian. Analisis dilakukan dengan metode komparasi untuk menarik konklusi atas material penyucian diri dalam Islam dan Hindu. Hasilnya, Pertama, pengampunan dosa dalam Islam dikenal dengan istilah taubat yang dilaksanakan dengan hati tulus, penyesalan dan berusaha berbuat kebajikan. Sementara dalam Hindu, dikenal dengan sebutan prayascita melalui upacara samskara, yakni penyucian diri secara jasmani. Meskipun, penyucian diri yang utama adalah secara batin. Kedua, wudhu’ yang didasari niat bertaubat dan memohon ampunan atas dosa anggota tubuhnya kepada Allah swt, maka jasmani dan batinnya akan kembali bersih.  Sedangkan dalam Hindu, melakukan ritual mandi di sungai Gangga dipercaya dapat membersihkan dosa-dosa pada diri manusia dan memperoleh ampunan serta keselamatan. Kedua hal ini memberikan pemahaman bahwa Islam dan Hindu sama-sama membutuhkan air (suci), yang dapat mensucikan diri dari dosa-dosa bagian anggota tubuh.  Selain itu, keduanya memiliki kesamaan dari segi niat yakni memohon pengampunan atas perbuatan dosa, sehingga jasmani dan rohani seseorang kembali bersih. Kata kunci: Pengampunan dosa; Islam; Hindu; wudhu’; mandi di Sungai Gangga
Strategi Manajemen Dakwah KH. Ahmad Dahlan: Integrasi Prinsip Islam dan Modern dalam Revitalisasi Pendidikan Islam: Da'wah Management Strategy of KH. Ahmad Dahlan: Integrating Islamic Principles and Modern Values in the Revitalization of Islamic Education Al Kahfi, Al Kahfi; Derysmono, Derysmono; Mohamoud, Mohamed Esse
El-Suffah: Jurnal Studi Islam Vol. 2 No. 1 (2025): El-Suffah: Jurnal Studi Islam
Publisher : Yayasan Abdurrauf Cendekia Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70742/suffah.v2i1.143

Abstract

This study aims to analyze the da'wah management strategy of KH. Ahmad Dahlan in integrating Islamic principles with modern approaches in revitalizing Islamic education in Indonesia. The main issue addressed is the intellectual stagnation and backwardness of the Muslim community during the colonial era, exacerbated by a colonial education system that separated religious and secular sciences. To address this challenge, KH. Ahmad Dahlan developed a modern, structured da'wah strategy encompassing planning, organizing, implementing, and supervising stages. This research adopts a qualitative method with a descriptive-analytical approach, using literature review as the primary data collection technique. The findings reveal that KH. Ahmad Dahlan successfully established a da'wah model that went beyond traditional preaching by building an integrative education system. He unified the values of iman (faith/tauhid), Islam (syari’ah), and ihsan (spirituality and social ethics) into his da'wah practices. Education was positioned as the core of da'wah, with a curriculum that included moral, personal, and social development. Through the Muhammadiyah organization, he institutionalized a sustainable, structured, and professional da'wah model. The implications of this study suggest that KH. Ahmad Dahlan's da'wah management strategy is highly relevant for contemporary Islamic propagation in the digital and globalized era, offering a systematic, contextual, and value-based framework for effective da'wah. Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis strategi manajemen dakwah KH. Ahmad Dahlan dalam mengintegrasikan prinsip-prinsip Islam dan pendekatan modern dalam revitalisasi pendidikan Islam di Indonesia. Permasalahan utama dalam penelitian ini adalah stagnasi pemikiran dan keterbelakangan umat Islam pada masa kolonial, serta dominasi sistem pendidikan kolonial yang memisahkan antara ilmu agama dan ilmu umum. Untuk menjawab tantangan ini, KH. Ahmad Dahlan menggunakan strategi dakwah berbasis manajemen modern yang mencakup tahapan perencanaan, pengorganisasian, pelaksanaan, dan pengawasan. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan deskriptif-analitis, serta studi pustaka sebagai teknik pengumpulan data. Hasil penelitian menunjukkan bahwa KH. Ahmad Dahlan berhasil membentuk model dakwah yang tidak hanya fokus pada ceramah keagamaan, tetapi juga pada pembentukan sistem pendidikan yang integratif. Ia memadukan nilai-nilai iman (tauhid), Islam (syari’ah), dan ihsan (spiritualitas dan etika sosial) dalam pelaksanaan dakwah. Pendidikan dijadikan sebagai media utama dakwah, dengan kurikulum yang mencakup aspek moral, individu, dan kemasyarakatan. Melalui lembaga Muhammadiyah, ia menciptakan sistem dakwah yang profesional, terstruktur, dan berkelanjutan. Implikasi dari penelitian ini menunjukkan bahwa model manajemen dakwah KH. Ahmad Dahlan sangat relevan untuk diadopsi dalam pengembangan dakwah Islam di era digital dan globalisasi, karena mampu menjawab tantangan kontemporer dengan pendekatan yang sistematis, kontekstual, dan berbasis nilai. Kata kunci: Manajemen Dakwah, KH. Ahmad Dahlan, Pendidikan Islam
The Relationship between Religion and State: The Role of Islamic Politics in the Development of Democracy in Indonesia Widia, Amanda Putri; Kurniawan, Heri; Bustomi, Yazid Imam; Hj Osmara, Nurninashahawana
El-Suffah: Jurnal Studi Islam Vol. 2 No. 1 (2025): El-Suffah: Jurnal Studi Islam
Publisher : Yayasan Abdurrauf Cendekia Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70742/suffah.v2i1.159

Abstract

Political Islam in Indonesia plays an important role in democratic development, although it is often faced with challenges in managing the relationship between religion and the state. As a Muslim-majority country, the application of Islamic values in politics raises debates about its compatibility with democratic principles such as freedom, equality and pluralism. On the one hand, Islamic politics can strengthen political ethics and social justice, but on the other hand, it has the potential to trigger polarization if not managed properly. This research explores the contribution of Islamic politics to democracy in Indonesia, particularly in instilling ethical values, strengthening public participation, and building inclusive dialogue. Using a qualitative approach and literature review, this research analyzes literature that discusses the role of Islamic politics in Indonesia's democratic dynamics. The results show that Islamic politics contributes through the values of justice, welfare, and transparency, as well as expanding political participation through religious parties and organizations such as NU and Muhammadiyah. Islamic politics also plays a role in creating interfaith dialogue and resolving social conflicts. The findings confirm the importance of inclusive and democracy-oriented Islamic politics to unite plural societies. However, this research is limited to a literature review, so a field study is needed for a more comprehensive understanding. Abstrak: Politik Islam di Indonesia memainkan peran penting dalam pembangunan demokrasi, meskipun sering dihadapkan pada tantangan dalam mengelola hubungan antara agama dan negara. Sebagai negara dengan mayoritas Muslim, penerapan nilai- nilai Islam dalam politik kerap memicu perdebatan mengenai kesesuaiannya dengan prinsip demokrasi seperti kebebasan, kesetaraan, dan pluralisme. Di satu sisi, politik Islam dapat memperkuat etika politik dan keadilan sosial, tetapi di sisi lain, ia berpotensi menimbulkan polarisasi sosial jika tidak dikelola dengan baik. Penelitian ini bertujuan mengeksplorasi kontribusi politik Islam terhadap demokrasi di Indonesia, khususnya dalam menanamkan nilai-nilai etis, memperkuat partisipasi publik, dan membangun dialog inklusif di tengah masyarakat yang beragam. Dengan pendekatan kualitatif dan kajian pustaka, penelitian ini menganalisis literatur akademik tentang peran politik Islam dalam dinamika demokrasi Indonesia. Hasilnya menunjukkan bahwa politik Islam berkontribusi melalui nilai-nilai keadilan, kesejahteraan, dan transparansi dalam pengelolaan negara. Partai-partai berbasis Islam serta organisasi seperti NU dan Muhammadiyah turut memperluas partisipasi politik bagi kelompok yang kurang terwakili. Selain itu, politik Islam juga berperan dalam menciptakan dialog lintas agama dan menyelesaikan konflik sosial. Temuan ini menegaskan pentingnya politik Islam yang inklusif dan berorientasi pada nilai-nilai demokrasi untuk mempersatukan masyarakat plural Indonesia. Namun, penelitian ini terbatas pada kajian pustaka tanpa analisis empiris, sehingga diperlukan penelitian lanjutan dengan metode studi lapangan untuk pemahaman yang lebih komprehensif. Kata kunci: Politik Islam, Demokrasi, relasi Agama dan Negara
Islamic Education at the Nizhamiyah Madrasah during the Abbasid Era: Models of Financing, Curriculum Design, and Pedagogical Priorities Anggraini, Reni Dwi; Kawakib, Ahmad Nurul
El-Suffah: Jurnal Studi Islam Vol. 2 No. 1 (2025): El-Suffah: Jurnal Studi Islam
Publisher : Yayasan Abdurrauf Cendekia Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70742/suffah.v2i1.185

Abstract

This article discusses the relationship between financing patterns and educational curriculum in the Nizhamiyah Madrasah during the heyday of the Abbasid Daulah in Baghdad. The problem studied is how the funding system through government waqf influenced the structure and orientation of the curriculum in the madrasa. The purpose of this study is to reveal the impact of the financing system on the focus of the applied educational curriculum. This research uses descriptive-analytical method with primary and secondary data collection through literature study of Islamic education history. The results show that the funding pattern sourced from waqf influenced the establishment of a curriculum dominated by religious sciences, especially fiqh, as part of the effort to strengthen Sunni theology. Teaching focused on the Shafi'i school of thought and was staffed by prominent scholars of the time. In addition, efficient financial management by the government contributed to the availability of adequate educational facilities. Thus, it can be concluded that the financing system played a significant role in shaping the curriculum of the Nizhamiyah Madrasah, which was directed at producing a cadre of leaders who excelled in the fields of religion and government. Abstrak: Artikel ini membahas hubungan antara pola pembiayaan dan kurikulum pendidikan di Madrasah Nizhamiyah pada masa kejayaan Daulah Abbasiyah di Baghdad. Permasalahan yang dikaji adalah bagaimana sistem pendanaan melalui wakaf pemerintah memengaruhi struktur dan orientasi kurikulum di madrasah tersebut. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengungkap dampak sistem pembiayaan terhadap fokus kurikulum pendidikan yang diterapkan. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif-analitis dengan pengumpulan data primer dan sekunder melalui studi literatur sejarah pendidikan Islam. Hasil kajian menunjukkan bahwa pola pendanaan yang bersumber dari wakaf memengaruhi penetapan kurikulum yang didominasi oleh ilmu-ilmu keagamaan, khususnyafiqih, sebagaibagiandariupayapenguatanteologi Sunni. Pengajarandifokuskan pada mazhab Syafi’i dan dikelola oleh ulama-ulama terkemuka pada masanya. Selain itu, manajemen keuangan yang efisien oleh pemerintah turut menunjang tersedianya fasilitas pendidikan yang memadai. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa sistem pembiayaan berperan signifikan dalam membentuk kurikulum Madrasah Nizhamiyah, yang diarahkan untuk mencetak kader pemimpin yang unggul dalam bidang keagamaan dan pemerintahan. Kata kunci: Pembiayaan, Kurikulum, Madrasah Nizhamiyah
Relasi Linguistik Teologis Al-Qur’an dengan Bahasa Ibrani dan Aram: Analisis Komparatif: Theological-Linguistic Relationship of the Qur’an with Hebrew and Aramaic: A Comparative Analysis Al Fahrizal, Al Fahrizal; Fadhlurrahman, Zulfi; Anwar, Zaeni; Rusdi, Rusdi
El-Suffah: Jurnal Studi Islam Vol. 2 No. 2 (2025): El-Suffah: Jurnal Studi Islam
Publisher : Yayasan Abdurrauf Cendekia Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70742/suffah.v2i2.369

Abstract

This study examines the multifaceted relationship between the Qur'an and the Hebrew and Aramaic languages, two cognate languages with a long history in the Near East. It aims to systematically analyze the linguistic evidence, including both cognates and loanwords, that demonstrates the profound connection between Quranic Arabic and its Hebrew and Aramaic counterparts. Using a comparative-linguistic and textual-historical approach, the research moves beyond the simple identification of loanwords to explore deeper morphological similarities, syntactic parallelisms, and narrative echoes. The findings indicate that while Quranic Arabic possesses a strong identity, it operates within a Semitic linguistic and religious continuum, particularly with Syriac-Aramaic, which served as the cultural lingua franca of the era. An analysis of core religious vocabulary, prophetic names, and narrative structures reveals a process of dialogue, correction, and theological reframing of pre-existing Jewish and Christian traditions. The paper concludes that this relationship is not one of mere passive borrowing, but rather a dynamic interaction that affirms the theological uniqueness of Islam while being firmly rooted in the broader Semitic landscape. Abstrak: Penelitian ini mengkaji relasi multifaset antara Al-Qur'an dengan bahasa Ibrani dan Aram, dua bahasa serumpun yang memiliki sejarah panjang di Timur Dekat. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis secara sistematis bukti-bukti linguistik, baik berupa kognat maupun kata serapan, yang menunjukkan hubungan mendalam antara bahasa Arab Al-Qur'an dengan bahasa Ibrani dan Aram. Metode penelitian menggunakan pendekatan linguistik-komparatif dan analisis tekstual-historis, penelitian ini melampaui identifikasi kata serapan sederhana untuk mengeksplorasi kesamaan morfologis, paralelisme sintaksis, dan gema naratif yang lebih dalam. Temuan menunjukkan bahwa meskipun bahasa Arab Al-Qur'an memiliki identitas yang kuat, ia beroperasi dalam sebuah kontinum linguistik dan keagamaan Semit, terutama dengan bahasa Aram-Suryani yang berfungsi sebagai lingua franca budaya pada masa itu. Analisis terhadap kosakata keagamaan inti, nama-nama nabi, dan struktur naratif mengungkapkan adanya proses dialog, koreksi, dan pembingkaian ulang teologis terhadap tradisi Yahudi dan Kristen yang telah ada sebelumnya. Makalah ini menyimpulkan bahwa relasi tersebut bukanlah sekadar peminjaman pasif, melainkan sebuah interaksi dinamis yang menegaskan keunikan teologis Islam sambil berakar kuat dalam lanskap Semit yang lebih luas.
Fenomena Strawberry Generation dan Relevansinya dalam Perspektif Kitab Syarh Nahju al-Balaghah: The Strawberry Generation Phenomenon and Its Relevance in the Perspective of Syarh Nahju al-Balaghah Shafira, Elsa Balqis
El-Suffah: Jurnal Studi Islam Vol. 2 No. 2 (2025): El-Suffah: Jurnal Studi Islam
Publisher : Yayasan Abdurrauf Cendekia Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70742/suffah.v2i2.314

Abstract

This research discusses about the Strawberry Generation, which possesses potential and challenges in the development of civilization. The term "Strawberry Generation" refers to the characteristics of a strawberry fruit – appealing in appearance but also fragile. This term originated in Taiwan and later spread to mainland China and other Asian regions. The research employs an analytical-descriptive method, drawing from literary sources to support study data. Interestingly, the study contextualizes an expression from the book "Sharh Nahj al-Balagha," stating that children are created for their time. This expression is utilized by the author to substantiate the phenomenon of the Strawberry Generation and seek solutions to its issues. Factors which influencing the emergence of the Strawberry Generation encompass parenting styles, communication, technology, and sociocultural influences. On the positive side, the Strawberry Generation exhibits enthusiasm in facing challenges, possesses the ability to voice opinions, is responsive to changing times, and displays remarkable creativity. Their zeal in capitalizing on opportunities, overcoming obstacles, and creating novel solutions is of paramount importance. By comprehending the characteristics of this generation profoundly, we can positively support their development and assist them in realizing their full potential amidst an ever-changing world. Abstrak: Penelitian ini mengulas tentang Generasi Stroberi yang memiliki potensi dan tantangan dalam pembangunan peradaban. Istilah "Generasi Stroberi" merujuk pada karakteristik buah stroberi yang tampak menarik namun rentan rapuh. Istilah ini muncul di Taiwan, kemudian menyebar ke Tiongkok daratan dan wilayah lain di Asia. Metode penelitian yang digunakan ialah c dengan merujuk pada sumber-sumber pustaka untuk menunjang data-data studi. Menariknya, dalam penelitian ini berusaha mengkontekstualisasikan salah satu ungkapan dalam kitab Syarh Nahju al-Balaghah yang menyatakan bahwa anak-anak diciptakan untuk zamannya. Ungkapan ini penulis gunakan sebagai pendukung atas fenomena generasi stroberi serta mencari solusi atas problematika yang dialaminya. Faktor-faktor yang mempengaruhi kemunculan Generasi Stroberi termasuk pola asuh, komunikasi, teknologi, dan pengaruh sosial budaya. Hingga sisi positif Generasi Stroberi seperti antusiasme dalam menghadapi tantangan, memiliki kemampuan berpendapat, responsif terhadap perubahan zaman, dan kreativitas yang luar biasa. Semangat mereka dalam memanfaatkan peluang, mengatasi hambatan, dan menciptakan solusi baru sangat penting. Dengan pemahaman yang mendalam tentang karakteristik generasi ini, kita dapat mendukung perkembangan mereka secara positif dan membantu mereka meraih potensi penuh mereka dalam menghadapi dunia yang terus berubah.
Da‘wah in the Disruption Era: Reorienting Entrepreneurial Innovation through Islamic Ethics and Philosophy Azizah, Rahmi Nur; Cecep Castrawijaya
El-Suffah: Jurnal Studi Islam Vol. 2 No. 2 (2025): El-Suffah: Jurnal Studi Islam
Publisher : Yayasan Abdurrauf Cendekia Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70742/suffah.v2i2.384

Abstract

The disruption era compels Islamic da‘wah institutions to adopt entrepreneurial innovations to remain relevant and sustainable. This transformation creates a dilemma between preserving spiritual missions and exploiting emerging economic opportunities, thereby requiring a comprehensive ethical examination. This study aims to analyze the philosophical foundations and Islamic ethical principles underlying entrepreneurial practices in da‘wah institutions, and to evaluate how the maq??id al-shar?‘ah framework can function as a safeguard against mission drift amid increasing commercialization of religious activities. Employing a qualitative library research method, this study examines literature on da‘wah entrepreneurship, Islamic ethics, maq??id al-shar?‘ah, and the dilemmas associated with the commercialization of da‘wah. The findings indicate that entrepreneurial innovation can leverage opportunities provided by digitalization and socio-economic collaboration to expand social impact, yet also carries the risk of shifting institutional focus when profit-oriented motives take precedence over spiritual objectives. Islamic ethics and the principles of maq??id al-shar?‘ah serve as essential guidelines for balancing business orientation with da‘wah missions through transparent governance, internal audits, and collective education. This study concludes that the success of entrepreneurial innovation within da‘wah institutions in the disruption era is determined not only by operational efficiency and economic reach but also by the ability to maintain moral integrity and deliver sustainable social benefits. [Era disrupsi menuntut lembaga dakwah untuk mengadopsi inovasi kewirausahaan agar tetap relevan dan berkelanjutan. Fenomena ini menimbulkan dilema antara mempertahankan misi spiritual dan mengeksploitasi peluang ekonomi, sehingga memerlukan kajian etika yang komprehensif. Penelitian ini bertujuan menelaah landasan filosofis dan etika Islam dalam praktik kewirausahaan lembaga dakwah, serta menilai bagaimana maq??id al-syar?‘ah dapat berfungsi sebagai rambu untuk mencegah terjadinya mission drift di tengah arus komersialisasi dakwah. Penelitian ini menggunakan metode library research dengan pendekatan kualitatif, menganalisis literatur terkait inovasi kewirausahaan lembaga dakwah, etika Islam, maq??id al-syar?‘ah, dan dilema komersialisasi dakwah. Hasil kajian menunjukkan bahwa inovasi dapat memanfaatkan peluang digitalisasi dan kolaborasi sosial-ekonomi untuk memperluas dampak sosial, namun berpotensi menimbulkan risiko pergeseran misi ketika orientasi profit menguat. Etika Islam dan maq??id al-syar?‘ah menjadi pedoman penting untuk menyeimbangkan orientasi bisnis dengan tujuan dakwah melalui governance yang transparan, audit internal, dan pendidikan kolektif. Kajian ini menegaskan bahwa keberhasilan inovasi kewirausahaan lembaga dakwah di era disrupsi tidak hanya ditentukan oleh efisiensi operasional, tetapi juga oleh kemampuan menjaga integritas moral dan kebermanfaatan sosial secara berkelanjutan.]
The Integrated Islamic Education System in Islamic Movements: A Philosophical Analysis of Wahdah Islamiyah’s Educational Model Iskandar, Iskandar; Samsuddin, Samsuddin; Idharudin, Abdul Jabar; Maya, Rahendra; Masuwd, Mowafg; Azizah, Balkis Nur
El-Suffah: Jurnal Studi Islam Vol. 2 No. 2 (2025): El-Suffah: Jurnal Studi Islam
Publisher : Yayasan Abdurrauf Cendekia Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70742/suffah.v2i2.416

Abstract

This study examines the integrated Islamic education system developed by the Wahdah Islamiyah Movement as a contemporary model that harmoniously integrates spiritual, intellectual, and social dimensions. The main objective is to provide a philosophical analysis of the ontological, epistemological, and axiological foundations of Wahdah Islamiyah’s educational system in shaping insan kamil (a holistic human being) grounded in tauhid values. Using a qualitative approach with philosophical analysis, this research draws upon official documents, scholarly works of Wahdah Islamiyah’s leaders, and relevant prior studies. The findings indicate that Wahdah Islamiyah’s educational system is integrative, transformative, and rooted in Qur’anic and Prophetic principles. It emphasizes the harmony between knowledge and practice, intellect and spirituality, as well as between formal, non-formal, and informal education. The novelty of this research lies in identifying the philosophical synthesis achieved by Wahdah Islamiyah, which bridges the ideals of classical Islamic education with the demands of modern educational paradigms. This study contributes conceptually to the development of an integrated Islamic education model relevant to contemporary global and societal challenges.  Abstrak: Penelitian ini mengkaji sistem pendidikan Islam terpadu yang dikembangkan oleh Gerakan Wahdah Islamiyah sebagai model pendidikan Islam kontemporer yang memadukan dimensi spiritual, intelektual, dan sosial secara seimbang. Tujuan penelitian ini adalah menganalisis secara filosofis landasan ontologis, epistemologis, dan aksiologis sistem pendidikan Wahdah Islamiyah dalam membentuk insan kamil yang berkarakter tauhid. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode analisis filosofis melalui telaah dokumen resmi, karya tokoh-tokoh Wahdah Islamiyah, serta hasil penelitian terdahulu. Hasil analisis menunjukkan bahwa sistem pendidikan Wahdah Islamiyah bersifat integratif, transformatif, dan berlandaskan pada nilai-nilai Al-Qur’an dan As-Sunnah. Model ini menekankan keselarasan antara ilmu dan amal, akal dan hati, serta antara pendidikan formal, non-formal, dan informal. Kebaruan penelitian ini terletak pada temuan bahwa Wahdah Islamiyah berhasil mengintegrasikan idealisme pendidikan Islam klasik dengan kebutuhan pendidikan modern dalam satu kerangka filosofis yang koheren. Temuan ini memberikan kontribusi konseptual terhadap pengembangan model pendidikan Islam terpadu yang relevan dengan tantangan global dan kebutuhan umat.

Page 2 of 3 | Total Record : 21