cover
Contact Name
Amiruddin
Contact Email
journalameena@gmail.com
Phone
+6285270075934
Journal Mail Official
aij@ymal.or.id
Editorial Address
Jl. Line Pipa Desa Seuneubok, Kecamatan Blang Mangat Kota Lhokseumawe, Aceh
Location
Kota lhokseumawe,
Aceh
INDONESIA
Ameena Journal
ISSN : -     EISSN : 29860016     DOI : -
Ameena Journal bertujuan untuk menjadi media publikasi ilmiah yang memfasilitasi pengembangan dan penyebaran penelitian di berbagai bidang ilmu keislaman, dengan fokus pada kajian interdisipliner yang relevan dan aplikatif. Jurnal ini mencakup berbagai topik seperti Pendidikan Islam, Hukum Islam, Ekonomi Islam, Dakwah Islam, Komunikasi dan Penyiaran Islam, Ilmu Sosial, Filsafat Islam, Pemikiran Islam, Sejarah Islam, serta bidang-bidang lain yang berkaitan dengan ilmu keislaman, termasuk Matematika, Kebidanan, dan Kedokteran. Dengan melibatkan penulis, penyunting, dan penerbit yang mengedepankan etika akademik, Ameena Journal bertujuan untuk memberikan kontribusi signifikan terhadap perkembangan ilmu pengetahuan di perguruan tinggi keagamaan Islam dunia, serta menjadi rujukan yang bermanfaat bagi akademisi, peneliti, dan praktisi di berbagai disiplin ilmu.
Articles 113 Documents
Pola Pemenuhan Hak Dan Kewajiban Suami Istri Long Distance Relationship: (Studi Kasus di Desa Blang Pauh Sa Kecamatan Julok Kabupaten Aceh Timur) Sulaiman, Mursalin
Ameena Journal Vol. 3 No. 4 (2025): Ameena Journal
Publisher : Yayasan Madinah Al-Aziziyah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63732/aij.v3i4.197

Abstract

Fenomena Long Distance Relationship (LDR) dalam pernikahan semakin banyak dijumpai seiring meningkatnya mobilitas kerja dan tuntutan ekonomi masyarakat. Kondisi ini menimbulkan tantangan tersendiri dalam pemenuhan hak dan kewajiban suami istri, khususnya terkait komunikasi, keintiman, dukungan emosional, dan pembagian peran rumah tangga. Dalam perspektif Islam, suami dan istri memiliki hak dan kewajiban yang seimbang meskipun terdapat pembagian peran tertentu sebagaimana ditegaskan dalam Al-Qur’an. Oleh karena itu, penting untuk mengkaji bagaimana pasangan suami istri yang menjalani hubungan jarak jauh tetap menjaga keseimbangan tersebut dalam kehidupan nyata. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pola pemenuhan hak dan kewajiban suami istri dalam hubungan Long Distance Relationship (LDR) serta mengidentifikasi faktor pendukung dan penghambatnya di Desa Blang Pauh Sa, Kecamatan Julok, Kabupaten Aceh Timur. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan yuridis sosiologis dan bersifat deskriptif. Data diperoleh melalui wawancara mendalam dengan tujuh pasangan suami istri LDR, tokoh agama, tokoh masyarakat, dan kepala desa, serta didukung oleh observasi dan dokumentasi. Analisis data dilakukan menggunakan teknik analisis isi dengan uji keabsahan data melalui triangulasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pola pemenuhan hak dan kewajiban suami istri dalam LDR dilakukan melalui komunikasi yang aktif dan terbuka, penanaman kepercayaan dan kejujuran, pemberian dukungan emosional, perencanaan pertemuan fisik, serta penyesuaian terhadap kondisi ekonomi dan lingkungan sosial. Faktor pendukung meliputi komunikasi intensif, kesetiaan, kesepahaman peran, pemanfaatan teknologi, dan dukungan keluarga. Sementara itu, faktor penghambat meliputi ketidakpercayaan, isolasi emosional, beban tugas rumah tangga, serta tekanan sosial dan budaya. Penelitian ini berkontribusi dalam memperkaya kajian hukum keluarga Islam dan sosiologi keluarga, khususnya terkait dinamika pernikahan jarak jauh di masyarakat pedesaan.
Proses Melemahnya Kepemimpinan Harun Ar-Rasyid Islami, Nauratul
Ameena Journal Vol. 3 No. 4 (2025): Ameena Journal
Publisher : Yayasan Madinah Al-Aziziyah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63732/aij.v3i4.202

Abstract

Puncak kejayaan Islam berada di bawah kedaulatan Abbasiyah. Khususnya pada masa pemerintahan khalifah Harun Ar-Rasyid. Masa keemasan ini ditandai dengan kota Bagdad menjadi pusat peradaban dunia. Khalifah Harun Ar-Rasyid berkontribusi banyak dalam hal ini. Dalam menjalankan roda pemerintahan seorang khalifah harus mampu memimpin suatu negara dengan semaksimal mungkin, jangan sampai negara yang dipimpinnya terpecah belah. Seiring berjalannya waktu pemerintahan Harun al-Rasyid mengalami kemunduran hal ini dikarenakan beberapa faktor penyebab. Salah satunya adalah karena luas wilayah kekuasaan sehingga tidak bisa diawasi dan sistem sentralisasi sulit diterapkan. Faktor lainnya adalah kesalahan kebijakan khalifah Harun Ar-Rasyid dalam pembagian wilayah kekuasaan. Hal ini merupakan titik awal melemahnya kepemimpinan Harun Ar-Rasyid yang berakibat terpecah belahnya negara. Kajian ini termasuk kajian library research dengan menggunakan pendekatan kualitatif berbasis empiris, metode pengumpulan data, kemudian dianalisis secara deskriptif. Hasilnya yaitu proses melemahnya kepemimpinan khalifah Harun Ar-Rasyid dimulai dengan tragedi Barmak.
Status Anak Dari Hasil Imseminasi Menurut Perspektif Fiqh Syāfi'iyyah Murtaza, Murtaza; Mukhlisuddin
Ameena Journal Vol. 3 No. 4 (2025): Ameena Journal
Publisher : Yayasan Madinah Al-Aziziyah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63732/aij.v3i4.203

Abstract

Pernikahan itu adalah fitrah manusia dan Islam melarang gaya hidup kerahiban (sikap untuk tidak menikah). Menurut Al-Ghazali salah satu tujuan perkawinan ialah untuk memperoleh keturunan. Dalam sebuah rumah tangga ada pasangan suami istri tidak dapat memperoleh keturunan, maka dalam keadaan yang demikian pasangan suami istri tentunya akan menempuh berbagai usaha sebagai jalan keluarnya. Inseminasi buatan merupakan salah satu jalan keluar yang dapat ditempuh bagi pasangan suami istri yang mengalami kemandulan. Status anak yang dilahirkan dari hasil perkawinan yang sah tentunya tidak menimbulkan suatu permasalahan apapun karena secara jelas sudah diketahui nasabnya sehingga sederetan hak dan kewajiban antara anak dan orang tuanya dapat dijamin dan tidak menimbulkan persoalan. Berbeda dengan anak yang dilahirkan dari hasil inseminasi buatan dengan menggunakan donor sperma, donor ovum, ataupun kedua-duanya yang tentu akan menimbulkan berbagai persoalan. Status anak dari hasil imseminasi menurut perspektif Fiqh Syāfi'iyyah dilihat dari asal sperma yang dipakai dapat dibagi dua yaitu: Status Anak hasil Inseminasi buatan dengan sperma suami sendiri atau AIH (Artificial Insemination Husband) Inseminasi buatan dengan menggunakan sel sperma dan ovum dari pasangan suami-isteri yang sah hukumnya diperbolehkan dalam Islam dan status kedudukan anak hasil inseminasi semacam ini hukumnya sah menurut Islam. Status anak hasil inseminasi buatan dengan bukan sperma suami, donor atau AID (Artificial insemination Donor) diharamkan, dan hukumnya sama dengan zina. Dan sebagai akibat hukumnya, anak hasil inseminasi tersebut tidak sah dan nasabnya hanya berhubungan dengan ibu yang melahirkannya.
Keengganan Masyarakat Dalam Mengurus Akta Ikrar Wakaf (IAW) Meunasah Di Desa Lingkok Busu Kecamatan Mutiara Kabupaten Pidie Afrizal, Afrizal
Ameena Journal Vol. 3 No. 4 (2025): Ameena Journal
Publisher : Yayasan Madinah Al-Aziziyah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63732/aij.v3i4.204

Abstract

Tanah wakaf meunasah di Desa Lingkok Busu, Kecamatan Mutiara, Kabupaten Pidie, umumnya masih berlandaskan pengakuan adat dan ingatan kolektif masyarakat. Praktik wakaf yang dilakukan secara turun-temurun dan lisan tanpa pencatatan administratif menyebabkan sebagian besar tanah wakaf belum memiliki Ikrar Akta Wakaf (IAW). Keengganan masyarakat dalam mengurus IAW dipengaruhi oleh ketiadaan wakif atau ahli waris, tidak lengkapnya dokumen kepemilikan, keterbatasan biaya, serta pandangan bahwa wakaf secara adat dan agama telah dianggap sah. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Analisis data dilakukan secara induktif dengan tahapan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan, serta diuji keabsahannya melalui triangulasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa meskipun minat masyarakat untuk berwakaf cukup tinggi karena peran strategis meunasah, lemahnya administrasi dan koordinasi antar lembaga menyebabkan pengelolaan wakaf belum optimal dan berpotensi menimbulkan sengketa. Penelitian ini menyimpulkan bahwa diperlukan sosialisasi, pendampingan, dan penguatan administrasi wakaf guna menjamin kepastian hukum dan optimalisasi manfaat wakaf bagi masyarakat.
Tafsir Ahkam sebagai Basis Keilmuan Islam dalam Menguatkan Nalar Hukum dan Sikap Kritis Mahasiswa Syafri, Riyandi
Ameena Journal Vol. 3 No. 4 (2025): Ameena Journal
Publisher : Yayasan Madinah Al-Aziziyah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63732/aij.v3i4.206

Abstract

Kajian keilmuan Islam di perguruan tinggi memiliki peran strategis dalam membentuk kualitas intelektual mahasiswa, khususnya dalam penguatan nalar hukum dan sikap kritis. Salah satu disiplin yang memiliki potensi besar dalam konteks tersebut adalah tafsir ahkam, yang berfokus pada penafsiran ayat-ayat hukum Al-Qur’an secara metodologis dan argumentatif. Namun demikian, dalam praktik pembelajaran, tafsir ahkam masih sering dipahami secara tekstual dan normatif sehingga belum dimanfaatkan secara optimal sebagai basis pengembangan cara berpikir kritis mahasiswa. Kondisi ini menunjukkan adanya kesenjangan antara kekayaan metodologis tafsir ahkam dan penerapannya dalam pendidikan tinggi Islam. Artikel ini bertujuan untuk mengkaji peran tafsir ahkam sebagai basis keilmuan Islam dalam menguatkan nalar hukum dan sikap kritis mahasiswa. Penelitian ini menggunakan metode kajian pustaka (library research) dengan menelaah berbagai literatur klasik dan kontemporer yang berkaitan dengan tafsir ahkam, nalar hukum, dan pendidikan Islam. Data dianalisis secara deskriptif-analitis untuk menemukan pola pemikiran, kerangka metodologis, serta relevansinya dalam konteks akademik. Hasil kajian menunjukkan bahwa tafsir ahkam memiliki struktur metodologis yang kuat dalam melatih kemampuan analitis, argumentatif, dan reflektif melalui proses istinbath hukum dan analisis perbedaan pendapat ulama. Namun, pemanfaatan potensi tersebut dalam pembelajaran masih terbatas. Penelitian ini menyimpulkan bahwa tafsir ahkam perlu direposisi sebagai basis keilmuan yang tidak hanya berorientasi pada pemahaman hukum Islam, tetapi juga pada pembentukan nalar hukum dan sikap kritis mahasiswa. Kajian ini memberikan kontribusi konseptual bagi pengembangan pembelajaran tafsir ahkam di perguruan tinggi Islam.
Ushul Fiqh sebagai Fondasi Keilmuan Islam untuk Meningkatkan Nalar Kritis dan Kedewasaan Berpikir Mahasiswa Bahri, Syamsul
Ameena Journal Vol. 3 No. 4 (2025): Ameena Journal
Publisher : Yayasan Madinah Al-Aziziyah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63732/aij.v3i4.207

Abstract

Ushul fiqh merupakan disiplin keilmuan Islam yang berfungsi sebagai dasar metodologis dalam memahami dan menetapkan hukum Islam. Namun, dalam praktik pendidikan tinggi, ushul fiqh masih sering dipahami secara normatif dan teoritis sehingga potensinya dalam membentuk nalar kritis dan kedewasaan berpikir mahasiswa belum dimanfaatkan secara optimal. Kondisi ini menunjukkan adanya kesenjangan antara karakter metodologis ushul fiqh dan penerapannya dalam pembelajaran akademik. Artikel ini bertujuan untuk mengkaji peran ushul fiqh sebagai fondasi keilmuan Islam dalam meningkatkan nalar kritis dan kedewasaan berpikir mahasiswa. Penelitian ini menggunakan metode kajian pustaka (library research) dengan menelaah literatur klasik dan kontemporer yang membahas ushul fiqh, metodologi penalaran hukum, dan pendidikan Islam. Data dianalisis secara deskriptif-analitis untuk mengungkap pola pemikiran, kerangka metodologis, serta relevansinya dalam konteks pendidikan tinggi. Hasil kajian menunjukkan bahwa ushul fiqh memiliki struktur metodologis yang sistematis dan rasional yang mampu melatih kemampuan analitis, reflektif, dan argumentatif mahasiswa. Namun, pemanfaatan potensi tersebut masih terbatas akibat pendekatan pembelajaran yang kurang menekankan aspek metodologi berpikir. Penelitian ini menyimpulkan bahwa ushul fiqh perlu direposisi sebagai basis keilmuan Islam yang berorientasi pada penguatan nalar kritis dan kedewasaan berpikir mahasiswa. Kajian ini memberikan kontribusi konseptual bagi pengembangan pembelajaran ushul fiqh di perguruan tinggi Islam.
Pembinaan Keluarga Samara dalam Bingkai Hukum Islam sebagai Strategi Meminimalisir Konflik Rumah Tangga Azhari, Azhari
Ameena Journal Vol. 3 No. 4 (2025): Ameena Journal
Publisher : Yayasan Madinah Al-Aziziyah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63732/aij.v3i4.209

Abstract

Konflik rumah tangga merupakan fenomena yang umum terjadi dalam kehidupan keluarga dan berpotensi mengganggu keharmonisan serta ketahanan keluarga. Berbagai kajian sebelumnya lebih banyak menekankan pada penyelesaian konflik setelah konflik terjadi, sementara pendekatan preventif melalui pembinaan keluarga masih relatif terbatas. Artikel ini bertujuan untuk mengkaji pembinaan keluarga samara dalam bingkai hukum Islam sebagai strategi preventif untuk meminimalisir konflik rumah tangga. Penelitian ini menggunakan metode kajian kepustakaan (library research) dengan menganalisis literatur yang relevan, baik dari sumber klasik maupun kontemporer, yang membahas konsep keluarga samara, hukum Islam, dan dinamika konflik rumah tangga. Hasil kajian menunjukkan bahwa pembinaan keluarga samara yang berlandaskan prinsip-prinsip hukum Islam memiliki peran strategis dalam membangun relasi suami istri yang seimbang, adil, dan berorientasi pada nilai sakinah, mawaddah, dan rahmah. Pembinaan tersebut tidak hanya bersifat normatif, tetapi juga aplikatif sebagai pendekatan preventif dalam mencegah konflik rumah tangga. Kesimpulan penelitian ini menegaskan bahwa integrasi pembinaan keluarga samara dan hukum Islam berkontribusi penting dalam penguatan ketahanan keluarga. Artikel ini memberikan kontribusi teoretis dalam pengembangan studi keluarga Islam serta menjadi rujukan konseptual bagi praktik pembinaan keluarga yang berkelanjutan.
Internalisasi Nilai Islam Wasathiyah (Moderat) Untuk Mencegah Radikalisme Di Kalangan Santri Di Dayah Mudi Mesjid Raya II Namploh Blanggarang Fahmi, Zulfan
Ameena Journal Vol. 4 No. 1 (2026): Ameena Journal
Publisher : Yayasan Madinah Al-Aziziyah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63732/aij.v4i1.212

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan strategi internalisasi nilai-nilai Islam Wasathiyah (moderat) sebagai upaya preventif terhadap radikalisme di Dayah MUDI Mesjid Raya II Namploh Blanggarang. Di tengah maraknya ideologi transnasional yang mengancam integrasi bangsa, institusi pendidikan dayah memiliki peran strategis dalam membentengi nalar keagamaan generasi muda. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis studi lapangan (field research). Pengumpulan data dilakukan melalui observasi partisipan, wawancara mendalam dengan Pimpinan Dayah, Dewan Guru (Teungku), dan santri, serta studi dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa internalisasi nilai moderasi dilakukan melalui tiga strategi utama: (1) Rekonstruksi pembelajaran Kitab Kuning (Turats) yang dikontekstualisasikan dengan realitas kekinian (fiqh al-waqi’) untuk membangun pemahaman hukum yang fleksibel; (2) Optimalisasi forum Bahtsul Masa’il sebagai laboratorium toleransi yang melatih kerendahan hati intelektual (intellectual humility) dalam menyikapi perbedaan pendapat; dan (3) Penguatan otoritas Teungku sebagai "sanad digital" dan teladan (uswah hasanah) yang membentengi santri dari paparan narasi ekstrem di media sosial. Penelitian ini menyimpulkan bahwa sistem pendidikan dayah salafiyah efektif menangkal radikalisme melalui penguatan sanad keilmuan yang jelas dan integrasi semangat cinta tanah air (Hubbul Wathan).
Micro Teaching sebagai Strategi Pembelajaran Profesional dalam Meningkatkan Kompetensi Pedagogik Calon Guru Pendidikan Agama Islam Hatta, Muhammad
Ameena Journal Vol. 4 No. 1 (2026): Ameena Journal
Publisher : Yayasan Madinah Al-Aziziyah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63732/aij.v4i1.215

Abstract

Peningkatan kualitas pendidikan sangat ditentukan oleh kompetensi pedagogik guru, termasuk calon guru Pendidikan Agama Islam (PAI) yang memiliki tanggung jawab tidak hanya dalam aspek akademik, tetapi juga pembentukan nilai dan karakter. Micro teaching selama ini dipraktikkan sebagai bagian dari pendidikan keguruan, namun kajian yang secara spesifik menelaah kontribusinya terhadap kompetensi pedagogik calon guru PAI masih terbatas dan cenderung bersifat umum. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran strategis micro teaching dalam meningkatkan kompetensi pedagogik calon guru Pendidikan Agama Islam secara kontekstual dan aplikatif. Penelitian ini menggunakan metode kajian kepustakaan (library research) dengan menelaah berbagai literatur primer dan sekunder yang relevan, kemudian dianalisis melalui proses reduksi, kategorisasi, interpretasi, dan sintesis konseptual. Hasil kajian menunjukkan bahwa micro teaching efektif dalam melatih keterampilan dasar mengajar, meningkatkan kemampuan reflektif, serta menjembatani kesenjangan antara teori dan praktik pembelajaran. Namun demikian, optimalisasi micro teaching dalam konteks PAI memerlukan penguatan desain yang integratif dan berbasis nilai keislaman. Penelitian ini menyimpulkan bahwa micro teaching yang dirancang secara sistematis, reflektif, dan kontekstual berkontribusi signifikan terhadap peningkatan kompetensi pedagogik calon guru Pendidikan Agama Islam. Kontribusi penelitian ini terletak pada penguatan perspektif konseptual mengenai pentingnya integrasi nilai dan karakter dalam praktik micro teaching sebagai strategi pembelajaran profesional.
Pengaruh Pengelolaan Dana ZIS Pada Baitul Mal Terhadap Peningkatan Ekonomi Masyarakat: (Studi pada Baitul Mal Kabupaten Pidie) Hasballah, Ibrahim
Ameena Journal Vol. 4 No. 1 (2026): Ameena Journal
Publisher : Yayasan Madinah Al-Aziziyah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63732/aij.v4i1.216

Abstract

Kemiskinan merupakan persoalan struktural yang masih menjadi tantangan utama pembangunan ekonomi di Indonesia, salah satu instrumen yang dapat digunakan untuk mengatasi ketimpangan distribusi pendapatan adalah zakat, infak, dan sedekah (ZIS). Khusus di Aceh, pengelolaan zakat memiliki kekhususan karena diatur dalam Qanun Aceh serta dilaksanakan oleh lembaga resmi bernama Baitul Mal. Baitul Mal Kabupaten Pidie bertugas menghimpun, mengelola, dan mendistribusikan dana ZIS kepada masyarakat yang berhak menerima (mustahik). Adapun rumusan masalah dalam penelitian ini bagaimana pengaruh pengelolaan dana ZIS pada Baitul Mal terhadap Peningkatan Ekonomi Masyarakat Pidie Dengan menggunakan metode kuantitatif. Adapun jumlah sampel yang dilibatkan dalam penelitian ini sebanyak 100 respoden dengan menggunakan metode purposive sampling. Hasil penelitian ini menyimpulkan bahwa pengelolaan dana ZIS yang profesional dan transparan dapat mendorong pemberdayaan ekonomi mustahik. Disarankan bagi Baitul Mal untuk terus meningkatkan pendampingan usaha mustahik dan monitoring program agar manfaat dana produktif lebih optimal.

Page 11 of 12 | Total Record : 113