cover
Contact Name
Kaleb E. Simanungkalit
Contact Email
kalebsikalit@gmail.com
Phone
+6282323838353
Journal Mail Official
kalebsikalit@gmail.com
Editorial Address
Komplek Marcopolo Residen Blok B. No. 16, Jl. Bunga Rampai II, Simalingkar B, Kecamatan Medan Tuntungan, Kota Medan, Sumatera Utara,
Location
Kota medan,
Sumatera utara
INDONESIA
Boraspati Journal: Journal of Bilingualism, Organization, Research, Articles, Studies in Pedagogy, Anthropology, Theory and Indigenous Cultures.
Published by PT. Batak Story Pedia
ISSN : -     EISSN : 30892600     DOI : -
Focus and Scope BORASPATI Journal is an interdisciplinary open-access academic journal that publishes high-quality research in the fields of language, education, literature, anthropology, and cultural studies. The journal particularly focuses on culturally based education, bilingualism, and the preservation and digitalization of regional languages and literature. BORASPATI Journal is committed to exploring the dynamic relationships between language, culture, and education, as well as how these elements shape human experiences and societal development. Focus Areas: Language Education and Bilingualism Research on language policy and bilingual education in multilingual societies. Cognitive, social, and pedagogical impacts of bilingual and multilingual education systems. Culturally Based Learning Innovations Development of teaching methodologies, curriculum design, and educational policies that accommodate cultural diversity. Implementation of local wisdom-based learning at various educational levels. Literature and Linguistics in Cultural Contexts Comparative studies and linguistic analyses highlighting cultural exchanges and the preservation of linguistic heritage. Digitalization of regional literature and its impact on education and literacy. Anthropology and Local Cultural Studies Investigations into cultural practices, rituals, and values of Indigenous communities, particularly in the Batak society and other culturally rich communities. Strategies for preserving language and cultural identity in the face of social change and globalization. Indigenous Knowledge Systems and Local Wisdom Integration of traditional knowledge into modern educational frameworks to support cultural sustainability. The role of Indigenous communities in maintaining ecological, social, and community-based educational balance. Tourism and Cultural Heritage Studies on the impact of tourism on language, culture, and education in local communities. The influence of cultural heritage on tourism experiences and community engagement in cultural preservation. Scope: BORASPATI Journal welcomes submissions from scholars, educators, researchers, and cultural practitioners contributing to: Language policy and sociolinguistics in multilingual societies. The role of culture in shaping educational practices and identity. Preservation and revitalization of Indigenous languages and cultural traditions. Interdisciplinary approaches to understanding language, culture, education, and tourism. Theoretical and empirical studies on language acquisition, pedagogy, literature, and the effects of tourism on cultural heritage. The journal encourages contributions that bridge theory and practice, providing insights relevant to both academic research and practical implementation in education, cultural preservation, and tourism management. BORASPATI Journal particularly values research that highlights Indigenous and underrepresented voices, promoting diversity and inclusivity in scholarly discourse.
Articles 38 Documents
Peningkatan Keterampilan Menulis Teks Anekdot Bermuatan Kearifan Lokal Melalui Metode Experiential Learning di SMK Negeri 1 Siborongborong: Enhancing Local Wisdom-Infused Anecdote Writing Skills Through Experiential Learning at SMK Negeri 1 Siborongborong Ipan Sihite
Boraspati Journal: Journal of Bilingualism, Organization, Research, Articles, Studies in Pedagogy, Anthropology, Theory, and Indigenous Cultures Vol. 2 No. 1 (2025): VOLUME 2 NUMBER 1 OCTOBER 2025
Publisher : PT. Batak Story Pedia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.64674/boraspatijournal.v2i2.27

Abstract

Rendahnya keterampilan menulis teks anekdot siswa SMK Negeri 1 Siborongborong disebabkan oleh metode pembelajaran konvensional yang kurang menggali potensi pengalaman siswa. Penelitian ini bertujuan untuk menguji efektivitas metode Experiential Learning berbasis kearifan lokal dalam meningkatkan kemampuan menulis teks anekdot. Metode penelitian menggunakan desain kuantitatif Quasi-Experimental Nonequivalent Control Group dengan sampel kelas eksperimen dan kontrol yang dipilih secara acak. Hasil penelitian menunjukkan peningkatan kompetensi yang signifikan. Meskipun nilai rata-rata pre-test kelas eksperimen (61,24) awalnya lebih rendah dibandingkan kelas kontrol (67,58), perlakuan berbasis siklus pengalaman nyata mampu memacu lonjakan nilai post-test kelas eksperimen menjadi 75,44, melampaui kelas kontrol yang hanya mencapai 72,48. Hasil uji hipotesis (uji-t) mengonfirmasi signifikansi ini dengan nilai thitung > ttabel (3,40 > 2,00). Disimpulkan bahwa metode Experiential Learning terbukti efektif meningkatkan keterampilan menulis anekdot karena mampu memfasilitasi transformasi pengalaman budaya lokal Batak Toba menjadi ide cerita yang kreatif dan kritis.
Representasi Realitas Sosial dalam Novel “Orang-Orang Biasa” Karya Andrea Hirata: Kajian Mimetik: Representation of Social Reality in Andrea Hirata’s Novel Orang-Orang Biasa: A Mimetic Study Martua Reynhat Sitanggang Gusar; Joice Agata Manik; Emelia Hanada Br Sembiring; Kristina Purba
Boraspati Journal: Journal of Bilingualism, Organization, Research, Articles, Studies in Pedagogy, Anthropology, Theory, and Indigenous Cultures Vol. 2 No. 2 (2026): VOLUME 2 NUMBER 2 FEBRUARY 2026
Publisher : PT. Batak Story Pedia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.64674/boraspatijournal.v3i1.30

Abstract

Fenomena ketimpangan sosial, keterbatasan akses pendidikan, dan kemiskinan struktural masih menjadi realitas yang kuat dalam kehidupan masyarakat Indonesia dan kerap direpresentasikan melalui karya sastra. Penelitian ini bertujuan menganalisis representasi realitas sosial dalam novel Orang-Orang Biasa karya Andrea Hirata melalui kajian mimetik. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif. Data berupa kutipan naratif dan dialog dalam novel yang dianalisis berdasarkan tiga kategori utama, yaitu pola interaksi dan kontak sosial, stratifikasi sosial dan status, serta norma dan nilai budaya masyarakat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa novel merepresentasikan interaksi sosial yang bersifat pasif, hierarkis, dan solidaritas situasional sebagai cerminan lemahnya fungsi institusi sosial. Stratifikasi sosial digambarkan melalui perbedaan pendidikan, pekerjaan, dan kekuasaan yang membatasi mobilitas sosial masyarakat kecil. Sementara itu, norma dan nilai budaya seperti kekeluargaan, pengorbanan, optimisme, dan etos kerja berfungsi sebagai modal sosial dalam mempertahankan kehidupan di tengah keterbatasan struktural. Temuan ini menegaskan bahwa Orang-Orang Biasa tidak hanya menghadirkan narasi fiktif, tetapi merepresentasikan realitas sosial masyarakat marginal secara kritis dan reflektif.
Dekonstruksi Peran Domestik: Analisis Feminisme Liberal pada Tokoh Utama Cerpen “Rambut yang Tak Pernah Sampai ke Pinggang” Karya Gladio.: Deconstructing Domesticity: A Liberal Feminist Reading of the Short Story “Rambut yang Tak Pernah Sampai ke Pinggang” Joice Agata Manik
Boraspati Journal: Journal of Bilingualism, Organization, Research, Articles, Studies in Pedagogy, Anthropology, Theory, and Indigenous Cultures Vol. 2 No. 2 (2026): VOLUME 2 NUMBER 2 FEBRUARY 2026
Publisher : PT. Batak Story Pedia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.64674/boraspatijournal.v3i1.44

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis perlawanan tokoh utama terhadap konstruksi peran domestik dalam cerpen “Rambut yang Tak Pernah Sampai ke Pinggang” karya Gladio melalui perspektif feminisme liberal. Metode yang digunakan adalah kualitatif deskriptif dengan pendekatan kritik sastra feminis. Data dikumpulkan melalui teknik baca-catat dan dianalisis menggunakan analisis isi terhadap unit naratif dekonstruksi peran gender. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rambut dalam teks berfungsi sebagai instrumen kontrol patriarki untuk menstandardisasi feminitas. Temuan konkret memperlihatkan bahwa tindakan tokoh utama yang konsisten memotong rambutnya merupakan bentuk penolakan fisik terhadap standarisasi tersebut. Penelitian ini menyimpulkan bahwa tokoh utama secara sadar menolak domestikasi peran gender dan menegaskan kedaulatan atas tubuhnya sebagai bentuk perlawanan terhadap ekspektasi sosial. Sastra dalam hal ini terbukti menjadi media efektif untuk menggugat pembakuan peran gender dalam masyarakat.
Analisis Pendekatan Humanistik pada Novel “Manusia dan Badainya” Karya Syahid Muhammad: An Analysis of the Humanistic Approach in the Novel “Manusia dan Badainya” by Syahid Muhammad Tamara Indah Siahaan; Tio Elisabeth Sigiro; Megah Eklesia Manurung; Martua Reynhat Sitanggang Gusar
Boraspati Journal: Journal of Bilingualism, Organization, Research, Articles, Studies in Pedagogy, Anthropology, Theory, and Indigenous Cultures Vol. 2 No. 2 (2026): VOLUME 2 NUMBER 2 FEBRUARY 2026
Publisher : PT. Batak Story Pedia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.64674/boraspatijournal.v3i1.31

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengungkap representasi pendekatan humanistik dalam novel Manusia dan Badainya karya Syahid Muhammad. Permasalahan penelitian berfokus pada bagaimana perjalanan batin tokoh utama merefleksikan nilai-nilai kemanusiaan dalam menghadapi trauma, krisis identitas, dan pencarian makna hidup. Penelitian menggunakan metode kualitatif deskriptif dengan pendekatan humanistik. Data berupa kutipan naratif dan dialog tokoh dianalisis melalui teknik baca dan catat serta interpretasi tematik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pendekatan humanistik terepresentasi melalui proses perkembangan psikologis tokoh yang berlangsung secara bertahap, meliputi konflik batin, penerimaan diri, kemandirian emosional, kebebasan memilih, relasi sosial berbasis empati, dan pemaknaan hidup. Novel ini menegaskan bahwa penderitaan tidak menjadi akhir perjalanan manusia, melainkan ruang transformasi menuju pertumbuhan diri dan kesadaran eksistensial. Dengan demikian, Manusia dan Badainya merepresentasikan sastra sebagai medium refleksi kemanusiaan yang menekankan potensi manusia untuk pulih, berkembang, dan membangun makna hidup secara berkelanjutan.
Analisis Psikologi Sastra dalam Novel “Ayah, Ini Arahnya ke Mana, Ya?” Karya Khoirul Trian: A Literary Psychology Study of the Novel Ayah, Ini Arahnya ke Mana, Ya? by Khoirul Trian Martua Reynhat Sitanggang Gusar; Nurhayani Hasugian; Angriza Sihite; Anjelina Sianturi
Boraspati Journal: Journal of Bilingualism, Organization, Research, Articles, Studies in Pedagogy, Anthropology, Theory, and Indigenous Cultures Vol. 2 No. 2 (2026): VOLUME 2 NUMBER 2 FEBRUARY 2026
Publisher : PT. Batak Story Pedia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.64674/boraspatijournal.v3i1.32

Abstract

Fenomena kehilangan figur orang tua, khususnya ayah, menjadi persoalan psikologis yang kerap memengaruhi proses pembentukan identitas individu dalam kehidupan modern. Penelitian ini bertujuan menganalisis dinamika kepribadian tokoh utama dalam novel Ayah, Ini Arahnya ke Mana, Ya? karya Khoirul Trian berdasarkan perspektif psikologi sastra. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif-analitis serta landasan teori psikoanalisis Sigmund Freud. Data penelitian berupa kutipan naratif dan dialog tokoh yang mengandung ekspresi psikologis, kemudian dianalisis melalui struktur kepribadian id, ego, dan superego. Hasil penelitian menunjukkan bahwa konflik batin tokoh utama dibentuk oleh dominasi aspek id berupa kerinduan, kecemasan, dan kebutuhan afeksi akibat kehilangan figur ayah. Perkembangan ego berperan dalam proses adaptasi terhadap realitas, penerimaan luka emosional, serta pembentukan makna baru atas kehilangan. Sementara itu, superego hadir sebagai pengontrol moral yang membimbing sikap, tanggung jawab keluarga, dan integritas etis tokoh. Temuan ini menegaskan bahwa novel merepresentasikan proses pendewasaan psikologis melalui negosiasi dinamis antara dorongan emosional, kesadaran realitas, dan nilai moral dalam menghadapi krisis keluarga dan kehidupan dewasa.
Internalisasi Figur Ayah dalam Novel “Sabtu Bersama Bapak”: Kajian Psikoanalisis: The Internalization of the Father Figure in the “Novel Sabtu Bersama Bapak”: A Psychoanalytic Study Martua Reyhant Sitanggang Gusar; Kristina Natalia Situmorang; Taruli Hutajulu; E M. Rivaldo Sinukaban
Boraspati Journal: Journal of Bilingualism, Organization, Research, Articles, Studies in Pedagogy, Anthropology, Theory, and Indigenous Cultures Vol. 2 No. 2 (2026): VOLUME 2 NUMBER 2 FEBRUARY 2026
Publisher : PT. Batak Story Pedia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.64674/boraspatijournal.v3i1.34

Abstract

Figur ayah memiliki peran penting dalam pembentukan kepribadian anak, termasuk ketika kehadirannya tidak lagi bersifat fisik. Dalam novel Sabtu Bersama Bapak karya Adhitya Mulya, relasi ayah dengan anak ditampilkan melalui pesan-pesan kehidupan yang diwariskan setelah kematian ayah. Penelitian ini bertujuan menganalisis proses internalisasi figur ayah dalam struktur kejiwaan tokoh anak berdasarkan kajian psikoanalisis. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif-analitis. Data berupa kutipan narasi dan dialog tokoh yang dianalisis menggunakan konsep id, ego, dan superego Sigmund Freud. Hasil penelitian menunjukkan bahwa internalisasi figur ayah berlangsung melalui mekanisme repetisi pesan moral yang membentuk sistem nilai permanen dalam diri tokoh. Proses tersebut menghasilkan dua pola internalisasi, yaitu internalisasi stabil pada tokoh Satya dan internalisasi konflikual pada tokoh Cakra. Meskipun memiliki respons emosional yang berbeda, kedua tokoh menjadikan figur ayah sebagai rujukan moral utama dalam pengambilan keputusan hidup. Temuan ini menegaskan bahwa novel merepresentasikan figur ayah sebagai struktur nilai internal yang berfungsi jangka panjang dalam membentuk kedewasaan psikologis dan identitas tokoh anak.
Mekanisme Pertahanan Diri Tokoh Vania dalam Novel “Yang Katanya Cemara” Karya Vania Winola : Kajian Psiokoanalisis: The Defense Mechanisms of the Character Vania in the Novel “Yang Katanya Cemara” by Vania Winola: A Psychoanalytic Study  Evin Rohmahaldo Purba; Nais Patresia Girsang; Tresya Indriani Purba; Esra Polanda Simamora
Boraspati Journal: Journal of Bilingualism, Organization, Research, Articles, Studies in Pedagogy, Anthropology, Theory, and Indigenous Cultures Vol. 2 No. 2 (2026): VOLUME 2 NUMBER 2 FEBRUARY 2026
Publisher : PT. Batak Story Pedia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.64674/boraspatijournal.v3i1.38

Abstract

Penelitian ini mengkaji dinamika psikologis tokoh Vania dalam novel “Yang Katanya Cemara” karya Vania Wiyola dengan menggunakan pendekatan psikoanalisis Sigmund Freud. Fokus penelitian diarahkan pada konflik batin tokoh utama yang terbentuk akibat relasi keluarga yang tidak aman secara emosional. Tujuan penelitian ini adalah mengungkap konflik intrapsikis tokoh Vania berdasarkan interaksi struktur kepribadian id, ego, dan superego. Metode yang digunakan adalah kualitatif deskriptif dengan teknik analisis teks melalui identifikasi dan interpretasi aspek psikoanalitik dalam novel. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tokoh Vania mengalami konflik intrapsikis yang ditandai oleh superego keluarga yang menekan, ego yang berkembang secara defensif, serta kebutuhan afeksi (id) yang tidak terpenuhi. Kondisi tersebut memunculkan trauma relasional dan mendorong penggunaan mekanisme pertahanan diri berupa represi. Temuan ini menegaskan bahwa absennya kelekatan emosional dalam keluarga berperan signifikan dalam pembentukan kerentanan psikologis tokoh, sehingga novel ini merefleksikan pentingnya kehadiran emosional keluarga bagi perkembangan psikologis anak.
Diksi dan Majas sebagai Strategi Stilistika dalam Novel “Kami Bukan Sarjana Kertas” Karya J.S. Khairen: Diction and Figurative Language as Stylistic Strategies in the Novel Kami Bukan Sarjana Kertas by J.S. Khairen  Diana Sinaga
Boraspati Journal: Journal of Bilingualism, Organization, Research, Articles, Studies in Pedagogy, Anthropology, Theory, and Indigenous Cultures Vol. 2 No. 2 (2026): VOLUME 2 NUMBER 2 FEBRUARY 2026
Publisher : PT. Batak Story Pedia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.64674/boraspatijournal.v3i1.42

Abstract

Penelitian ini berangkat dari fenomena penggunaan bahasa dalam novel Indonesia kontemporer yang semakin berperan sebagai sarana penyampaian kritik sosial, khususnya terhadap isu pendidikan dan konstruksi kesuksesan. Tujuan utama penelitian ini adalah mendeskripsikan peran diksi dan majas sebagai strategi stilistika dalam membangun makna sosial pada novel Kami Bukan Sarjana Kertas karya J.S. Khairen. Penelitian menggunakan metode kualitatif deskriptif dengan pendekatan stilistika. Data berupa kata, frasa, dan ungkapan yang muncul dominan dalam narasi dan dialog tokoh, yang dianalisis melalui klasifikasi dan interpretasi fungsi kebahasaannya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengarang secara konsisten memanfaatkan diksi denotatif, konotatif, dan populer untuk membentuk realitas sosial, memperkuat emosi tokoh, serta menciptakan kedekatan dengan pembaca. Selain itu, majas metafora, hiperbola, ironi, dan satire digunakan sebagai perangkat ideologis untuk mengkritik pandangan masyarakat yang memaknai kesuksesan sebatas gelar akademik. Dengan demikian, diksi dan majas dalam novel ini berfungsi tidak hanya sebagai unsur estetika, tetapi sebagai strategi stilistika yang merepresentasikan kegelisahan generasi muda dan resistensi terhadap wacana pendidikan formalistik.
Analisis Pendekatan Kritik Sastra Ekspresif pada Puisi “Ibu” Karya Chairil Anwar: Analysis of the Expressive Literary Criticism Approach in the Poem “Ibu” by Chairil Anwar Taruli Hutajulu; Monalisa Frince Sianturi
Boraspati Journal: Journal of Bilingualism, Organization, Research, Articles, Studies in Pedagogy, Anthropology, Theory, and Indigenous Cultures Vol. 2 No. 2 (2026): VOLUME 2 NUMBER 2 FEBRUARY 2026
Publisher : PT. Batak Story Pedia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.64674/boraspatijournal.v3i1.50

Abstract

Penelitian ini mengkaji puisi “Ibu” karya Chairil Anwar menggunakan pendekatan kritik sastra ekspresif. Permasalahan penelitian berfokus pada bagaimana ekspresi batin penyair direpresentasikan melalui relasi ibu dan anak dalam puisi. Tujuan utama penelitian ini adalah mengungkap pemaknaan sosok ibu sebagai pusat pembentukan kesadaran emosional, moral, dan spiritual aku lirik. Penelitian menggunakan metode kualitatif deskriptif dengan teknik pembacaan intensif terhadap teks puisi. Data berupa larik, diksi, simbol, dan citraan yang mengandung unsur ekspresif dianalisis berdasarkan kerangka kritik sastra ekspresif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa puisi “Ibu” tidak sekadar menampilkan ungkapan kasih sayang sentimental, melainkan merepresentasikan proses pendidikan batin yang membentuk kepribadian tokoh lirik. Sosok ibu digambarkan sebagai figur pendidik karakter melalui teguran dan tuntutan tanggung jawab, sekaligus sebagai pengarah moral dan spiritual melalui nasihat dan doa. Relasi ibu–anak ditampilkan dinamis melalui konflik emosional, refleksi diri, hingga rekonsiliasi batin. Temuan ini menegaskan bahwa puisi “Ibu” merupakan refleksi pengalaman personal penyair yang menghadirkan kesadaran nilai dan kedewasaan spiritual sebagai inti ekspresi puitik.
Gaya Bahasa sebagai Representasi Pergulatan Eksistensial dalam Novel Seporsi Mie Ayam Sebelum Mati Karya Brian Khrisna: Language Style as the Representation of Existential Struggle in Brian Khrisna’s Novel Seporsi Mie Ayam Sebelum Mati  Gresia Natasia Purba; Tia Aprinisa Simanjuntak; Naomi Situmorang; Martua Reynhat Sitanggang Gusar
Boraspati Journal: Journal of Bilingualism, Organization, Research, Articles, Studies in Pedagogy, Anthropology, Theory, and Indigenous Cultures Vol. 2 No. 2 (2026): VOLUME 2 NUMBER 2 FEBRUARY 2026
Publisher : PT. Batak Story Pedia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.64674/boraspatijournal.v3i1.33

Abstract

Penelitian ini berangkat dari persoalan bagaimana gaya bahasa digunakan sebagai sarana representasi pergulatan eksistensial tokoh dalam novel Seporsi Mie Ayam Sebelum Mati karya Brian Khrisna. Tujuan utama penelitian ini adalah menganalisis fungsi gaya bahasa dalam mengartikulasikan pengalaman eksistensial tokoh. Penelitian menggunakan metode kualitatif deskriptif dengan pendekatan stilistika. Data penelitian berupa satuan bahasa yang mengandung gaya bahasa, meliputi kata, frasa, kalimat, dan paragraf, yang dianalisis secara interpretatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa gaya bahasa tidak hanya berfungsi sebagai unsur estetis, tetapi menjadi mekanisme utama dalam mengonkretkan dan mengintensifkan pengalaman batin tokoh. Metafora dan hiperbola mendominasi penggunaan gaya bahasa, berfungsi mengubah penderitaan psikologis yang abstrak menjadi citraan fisik yang kuat. Simile dan personifikasi merepresentasikan alienasi diri serta relasi tokoh dengan dunia yang dirasakan menekan, sedangkan repetisi menandai kebuntuan nalar dan absurditas eksistensial. Dengan demikian, penelitian ini menegaskan bahwa gaya bahasa dalam novel tersebut berfungsi sebagai ruang artikulasi filosofis yang efektif dalam merepresentasikan krisis eksistensial manusia dalam sastra populer kontemporer.

Page 3 of 4 | Total Record : 38