cover
Contact Name
Arif Mudi Priyatno
Contact Email
arifmudi11@gmail.com
Phone
+6282390449323
Journal Mail Official
arifmudi11@gmail.com
Editorial Address
Jl. HR Soebrantas KM 16.5, Kab. Kampar, Provinsi Riau, 28293
Location
Kab. kampar,
Riau
INDONESIA
Indonesian Journal of Innovation Multidisipliner Research
ISSN : -     EISSN : 30250994     DOI : https://doi.org/10.69693/ijim
Indonesian Journal of Innovation Multidisipliner Research adalah jurnal yang menerbitkan artikel penelitian yang mencangkup multidisiplin, yang meliputi : Humaniora dan ilmu sosial, ilmu politik kontemporer, ilmu pendidikan, ilmu agama dan filsafat, ilmu teknik, bisnis dan ekonomi, Koperasi, teknologi, ilmu kesehatan, ilmu kedokteran, pengembangan SDM, ilmu seni desain dan media. jurnal ini diterbitkan oleh Institute of Advanced Knowledge and Science, yang diterbitkan dalam 4 kali dalam setahun yaitu Maret, Juni, September, dan Desember.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 1,464 Documents
Analisis Pola Sebaran Destinasi Wisata Desa Bali Aga Berbasis Sistem Informasi Geografis di Kecamatan Banjar Buleleng Putu Fedri Arya Gunawan; I Wayan Treman; Dewa Made Atmaja
Indonesian Journal of Innovation Multidisipliner Research Vol. 4 No. 2 (2026): April - Juni
Publisher : Institute of Advanced Knowledge and Science

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69693/ijim.v4i2.1003

Abstract

Penelitian ini mengkaji pola sebaran destinasi wisata Desa Bali Aga di Kecamatan Banjar, Buleleng, sebagai kawasan yang menyimpan potensi budaya, sejarah, dan alam, namun belum sepenuhnya ditunjang oleh informasi spasial yang tersusun secara terpadu. Ketidakjelasan pola sebaran destinasi dapat menyulitkan pengembangan wisata antardesa, terutama dalam memahami kedekatan lokasi, aksesibilitas, dan peluang integrasi antarobjek wisata. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kecenderungan pola sebaran destinasi wisata Desa Bali Aga berbasis Sistem Informasi Geografis sebagai dasar awal pengembangan pariwisata yang lebih terarah dan sesuai dengan karakter lokal. Penelitian menggunakan metode deskriptif kuantitatif dengan pendekatan analisis spasial. Lokasi penelitian mencakup lima desa tua di Kecamatan Banjar, yaitu Sidatapa, Cempaga, Tigawasa, Pedawa, dan Banyusri. Data penelitian diperoleh melalui survei lapangan, pencatatan koordinat destinasi wisata, serta data pendukung berupa batas administrasi, jaringan jalan, dan kondisi topografi wilayah. Analisis data dilakukan menggunakan metode Nearest Neighbor Analysis untuk mengetahui kecenderungan sebaran destinasi wisata, baik mengelompok, acak, maupun menyebar. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pendekatan Sistem Informasi Geografis dapat digunakan untuk membaca susunan ruang destinasi wisata secara lebih sistematis, termasuk hubungan jarak dan potensi keterhubungan antarwilayah. Temuan ini memberi gambaran awal mengenai arah pengembangan wisata lintas desa agar tidak hanya bertumpu pada destinasi tertentu, tetapi juga mendukung penyusunan strategi promosi dan penataan rute wisata yang lebih proporsional.
Pengembangan Instrumen Asesmen Kognitif Berbasis Higher Order Thingking Skills (HOTS) Pada Mata Pelajaran Fiqih Di Madrasah Ibtidaiyah Diah Ainun Khafidloh; Moh. Sahlan
Indonesian Journal of Innovation Multidisipliner Research Vol. 4 No. 3 (2026): Juli - September
Publisher : Institute of Advanced Knowledge and Science

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69693/ijim.v4i3.1006

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan instrumen asesmen kognitif berbasis Higher Order Thinking Skills (HOTS) pada pembelajaran Fiqih guna mengukur kemampuan berpikir tingkat tinggi peserta didik secara lebih efektif. Penelitian menggunakan metode Research and Development (R&D) yang dilaksanakan melalui beberapa tahapan, yaitu analisis kebutuhan, perancangan produk, pengembangan instrumen, validasi oleh para ahli, uji coba lapangan, serta revisi berdasarkan hasil evaluasi. Pengembangan instrumen difokuskan pada penyusunan butir soal yang mampu mengukur kemampuan analisis, evaluasi, dan kreasi sesuai dengan indikator HOTS. Hasil penelitian menunjukkan bahwa instrumen yang dikembangkan memiliki tingkat validitas yang tinggi berdasarkan penilaian para ahli, mudah digunakan oleh guru dalam proses penilaian, serta efektif dalam mengidentifikasi kemampuan berpikir tingkat tinggi peserta didik. Selain itu, instrumen ini mampu memberikan informasi yang lebih mendalam dan komprehensif mengenai capaian kognitif siswa dibandingkan dengan asesmen konvensional. Penerapan instrumen asesmen berbasis HOTS pada pembelajaran Fiqih diharapkan dapat mendukung peningkatan kualitas proses pembelajaran, mendorong peserta didik untuk berpikir kritis dan kreatif, serta membantu guru dalam merancang strategi pembelajaran yang lebih sesuai dengan kebutuhan dan kemampuan siswa. Dengan demikian, instrumen ini berpotensi menjadi alternatif evaluasi pembelajaran yang relevan dengan tuntutan pendidikan abad ke-21 serta mendukung pengembangan kompetensi peserta didik secara berkelanjutan dan sangat relevan pada jaman sekarang ini.  
Social Class Representation Through Language in Pride and Prejudice Adji Prahmana Putra; Yufi Puspita Sari; Nabila Puspa Sari; Dina Marliza; Hevi Salmanda
Indonesian Journal of Innovation Multidisipliner Research Vol. 4 No. 3 (2026): Juli - September
Publisher : Institute of Advanced Knowledge and Science

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69693/ijim.v4i3.1033

Abstract

Penelitian ini bertujuan menganalisis representasi kelas sosial melalui penggunaan bahasa dalam novel Pride and Prejudice karya Jane Austen dengan menggunakan perspektif sosiolinguistik. Penelitian menerapkan metode deskriptif kualitatif dengan teknik membaca dekat dan pencatatan terhadap dialog serta ujaran tokoh yang berasal dari latar sosial berbeda. Data dipilih berdasarkan kemunculan unsur pilihan kosakata, tingkat formalitas, strategi kesopanan, gaya berbicara, ekspresi emosi, dan sikap terhadap hierarki sosial. Tokoh yang dianalisis meliputi Mr. Darcy, Lady Catherine de Bourgh, Miss Bingley, Charles Bingley, Elizabeth Bennet, Mrs. Bennet, Lydia Bennet, Mrs. Philips, dan Mr. Collins. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tokoh kelas atas cenderung menggunakan bahasa yang lebih formal, terkontrol, terstruktur, dan berorientasi pada status untuk mempertahankan wibawa serta jarak sosial. Sebaliknya, tokoh dari posisi sosial yang relatif lebih rendah lebih sering memakai tuturan yang langsung, personal, emosional, dan berkaitan dengan kehidupan sehari-hari. Elizabeth Bennet memperlihatkan bahwa bahasa juga dapat digunakan untuk menegosiasikan dan menantang batas kelas, sedangkan penggunaan bahasa Mr. Collins menunjukkan bahwa formalitas yang berlebihan tidak selalu mencerminkan kecanggihan berbahasa. Temuan ini menegaskan bahwa bahasa dalam novel tidak hanya berfungsi sebagai sarana komunikasi, tetapi juga sebagai penanda identitas, kekuasaan, hubungan sosial, dan keanggotaan kelas. Dengan demikian, Pride and Prejudice menggambarkan perbedaan sosial masyarakat Inggris abad kesembilan belas melalui pola bahasa para tokohnya.
Etos Berdagang Masyarakat Banjar dalam Perspektif Fikih Muamalah Imro Atut Toyyibah; Gusti Muzainah; Amelia Rahmaniah
Indonesian Journal of Innovation Multidisipliner Research Vol. 4 No. 3 (2026): Juli - September
Publisher : Institute of Advanced Knowledge and Science

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69693/ijim.v4i3.1043

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis etos berdagang masyarakat Banjar dalam perspektif fikih muamalah. Masyarakat Banjar dikenal memiliki tradisi perdagangan yang kuat, yang terbentuk melalui perpaduan antara nilai-nilai budaya lokal dan ajaran Islam. Tradisi tersebut tidak hanya mencerminkan aktivitas ekonomi semata, tetapi juga mengandung nilai moral dan spiritual yang menjadi pedoman dalam menjalankan usaha. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kepustakaan (library research) dengan pendekatan kualitatif. Data diperoleh dari berbagai sumber sekunder, seperti buku, artikel ilmiah, jurnal, serta hasil penelitian yang relevan, kemudian dianalisis menggunakan teknik deskriptif-kualitatif untuk memperoleh pemahaman yang komprehensif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa etos berdagang masyarakat Banjar dibangun atas nilai-nilai kejujuran (ṣidq), amanah, kerja keras, tanggung jawab, serta semangat kerja sama sosial. Nilai-nilai tersebut tidak hanya menjadi landasan dalam aktivitas perdagangan, tetapi juga selaras dengan prinsip-prinsip fikih muamalah, seperti keadilan (al-'adl), kerelaan para pihak (taradhi), transparansi, dan kemaslahatan (maslahah). Selain itu, budaya lokal seperti bubuhan yang menekankan solidaritas sosial dan prinsip kurang labih yang mengedepankan sikap saling menghargai turut memperkuat praktik perdagangan yang berorientasi pada keberlanjutan hubungan sosial, kepercayaan, dan keberkahan usaha. Dengan demikian, etos berdagang masyarakat Banjar mencerminkan harmonisasi antara nilai budaya lokal dan prinsip-prinsip hukum Islam dalam mewujudkan aktivitas ekonomi yang etis, adil, berkelanjutan, serta memberikan kontribusi terhadap penguatan ekonomi masyarakat yang berlandaskan nilai-nilai syariah.
Pengembangan Asesmen Formatif Berbantuan Refleksi Diri (Self-Assessment) untuk Meningkatkan Kemandirian Belajar Siswa/i MTS Siti Muthiatun Najiyah; Moh. Sahlan
Indonesian Journal of Innovation Multidisipliner Research Vol. 4 No. 2 (2026): April - Juni
Publisher : Institute of Advanced Knowledge and Science

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69693/ijim.v4i2.1046

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan instrumen asesmen formatif berbantuan refleksi diri (self-assessment) yang valid, praktis, dan efektif dalam meningkatkan kemandirian belajar siswa Madrasah Tsanawiyah (MTs). Latar belakang penelitian ini didasarkan pada pentingnya pengembangan kemampuan belajar mandiri sebagai salah satu kompetensi abad ke-21 yang harus dimiliki peserta didik. Namun, dalam praktik pembelajaran, asesmen masih cenderung berfokus pada hasil belajar akhir sehingga kurang memberikan kesempatan kepada siswa untuk melakukan refleksi terhadap proses belajarnya. Oleh karena itu, diperlukan pengembangan asesmen formatif yang melibatkan siswa secara aktif melalui kegiatan refleksi diri. Penelitian ini menggunakan metode Research and Development (R&D) dengan mengadaptasi model ADDIE yang meliputi tahap analisis (analysis), desain (design), pengembangan (development), implementasi (implementation), dan evaluasi (evaluation). Subjek penelitian terdiri atas siswa MTs dan guru mata pelajaran yang terlibat dalam proses uji coba produk. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara, angket validasi ahli, serta angket respons pengguna. Data dianalisis secara deskriptif kuantitatif dan kualitatif untuk mengetahui tingkat validitas, kepraktisan, dan efektivitas produk yang dikembangkan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa instrumen asesmen formatif berbantuan refleksi diri yang dikembangkan memperoleh kategori sangat valid berdasarkan penilaian ahli, praktis berdasarkan respons guru dan siswa, serta efektif dalam meningkatkan kemandirian belajar siswa. Peningkatan tersebut terlihat dari kemampuan siswa dalam merencanakan kegiatan belajar, memantau perkembangan belajar, mengevaluasi hasil belajar, serta mengambil keputusan untuk perbaikan pembelajaran secara mandiri. Dengan demikian, asesmen formatif berbantuan refleksi diri dapat menjadi alternatif strategi evaluasi pembelajaran yang mendukung terciptanya peserta didik yang lebih aktif, reflektif, dan mandiri dalam proses belajar.
Analisis Hubungan Tingkat Produksi dan Harga Produsen Terhadap Harga Bawang Merah di Pasar Tradisional Sumatera Utara Suci Sinaga; Amanda Amalia; Tifani Maulidarizky
Indonesian Journal of Innovation Multidisipliner Research Vol. 4 No. 3 (2026): Juli - September
Publisher : Institute of Advanced Knowledge and Science

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69693/ijim.v4i3.1051

Abstract

Bawang merah merupakan salah satu komoditas strategis hortikultura yang memiliki peran penting dalam memenuhi kebutuhan pangan serta berkontribusi terhadap stabilitas harga pangan. Namun harga bawang merah di pasar tradisional Sumatera Utara masih mengalami fluktuasi yang dipengaruhi oleh berbagai faktor, di antaranya tingkat produksi dan harga produsen. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan tingkat produksi dan harga produsen terhadap harga bawang merah di pasar tradisional Sumatera Utara. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan jenis penelitian deskriptif dan asosiatif. Data yang digunakan berupa data sekunder time series periode Januari 2023 hingga Desember 2025 yang diperoleh dari Badan Pusat Statistik (BPS) dan Pusat Informasi Harga Pangan Strategis Nasional (PIHPS). Analisis data dilakukan menggunakan analisis deskriptif dan korelasi Pearson. Hasil penelitian menunjukkan bahwa produksi bawang merah di Sumatera Utara cenderung mengalami penurunan selama periode penelitian, sedangkan harga produsen dan harga bawang merah di pasar tradisional berfluktuasi. Analisis korelasi menunjukkan bahwa tingkat produksi memiliki hubungan negatif yang sangat kuat terhadap harga bawang merah dengan nilai koefisien korelasi sebesar -0.99656. Sementara itu, harga produsen memiliki hubungan positif yang sangat kuat terhadap harga bawang merah dengan nilai koefisien korelasi sebesar 0,996972. Hasil penelitian juga menunjukkan bahwa harga produsen memiliki hubungan yang lebih dominan dibandingkan tingkat produksi dalam menjelaskan perubahan harga bawang merah di pasar tradisional Sumatera Utara. Temuan ini mengindikasikan bahwa stabilitas harga bawang merah dipengaruhi oleh kondisi produksi dan dinamika harga pada tingkat produsen.    
Studi Komparatif Karakteristik Dan Indeks Morfometrik Sebagai Prediktor Bobot Badan Pada Sapi Bali (Bos Javanicus), Simmental Dan Limousin (Bos Taurus) Di Kecamatan Wonosari Kabupaten Boalemo Prayoga Setiawan; Wahyu Sulistyo; Ishak Korompot; Ramlan Pomolango; Dewa Oka Suparwata
Indonesian Journal of Innovation Multidisipliner Research Vol. 4 No. 3 (2026): Juli - September
Publisher : Institute of Advanced Knowledge and Science

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69693/ijim.v4i3.1057

Abstract

Perbedaan karakteristik genetik antar bangsa sapi menyebabkan variasi ukuran tubuh dan performans. Salah satu pendekatan yang dapat digunakan untuk mengevaluasi performans ternak adalah melalui pengukuran karakteristik morfometrik, yang dapat menggambarkan pertumbuhan, perkembangan kerangka tubuh serta kapasitas produksi ternak. Karakteristik morfometrik berhubungan erat dengan bobot badan ternak yang merupakan salah satu indikator utama produktivitas sapi potong karena berkaitan langsung dengan potensi produksi daging dan nilai ekonomi ternak. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis karakteristik dan indeks morfometrik sebagai prediktor estimasi bobot badan pada sapi Bali (Bos javanicus), sapi Simmental dan sapi Limousin (Bos taurus) di Kecamatan Wonosari. Penelitian dilaksanakan menggunakan metode survei dengan pendekatan kuantitatif deskriptif. Sampel penelitian terdiri atas 60 ekor sapi jantan umur 2–3 tahun untuk setiap bangsa sapi. Variabel yang diamati meliputi karakteristik morfometrik berupa tinggi pundak, panjang badan, lingkar dada, lebar dada, dalam dada dan lebar pinggul. Indeks morfometrik yang dihitung meliputi Body Index (BI), Thoracic Index (TI) dan Pelvic Index (PI). Estimasi bobot badan dihitung menggunakan rumus Winter. Analisis data dilakukan secara deskriptif menggunakan nilai rerata, standar deviasi dan koefisien varians, dilanjutkan dengan analisis korelasi Pearson dan regresi linear berganda. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sapi Simmental dan sapi Limousin memiliki karakteristik morfometrik dan estimasi bobot badan lebih tinggi dibandingkan sapi Bali. Nilai Body Index tertinggi terdapat pada sapi Bali, sedangkan Thoracic Index dan Pelvic Index tertinggi terdapat pada sapi Limousin. Karakteristik morfometrik menunjukkan hubungan kuat hingga sangat kuat terhadap bobot badan, dimana sebagian besar variabel memiliki hubungan signifikan (Sig.<0,05). Pada sapi Limousin, variabel lebar dada dan lebar pinggul menunjukkan hubungan yang relatif lebih rendah terhadap bobot badan dibandingkan variabel morfometrik lainnya. Hasil regresi menunjukkan bahwa model terbaik diperoleh pada sapi Simmental dengan nilai R² sebesar 0,666, diikuti sapi Limousin sebesar 0,580 dan sapi Bali sebesar 0,283. Variabel dominan yang berpengaruh terhadap bobot badan adalah Body Index pada sapi Bali dan sapi Limousin, sedangkan pada sapi Simmental terdiri atas Body Index dan Pelvic Index. Berdasarkan hasil penelitian disimpulkan bahwa karakteristik morfometrik memiliki kemampuan lebih baik dalam memprediksi bobot badan dibandingkan indeks morfometrik. Ukuran tubuh seperti lingkar dada dan panjang badan dapat digunakan sebagai indikator praktis dalam pendugaan bobot badan dan evaluasi performa fenotipik sapi potong pada sistem peternakan rakyat.
Penyelesaian Sengketa Hibah Orang Tua Kepada Anak Tanpa Akta Notaris Muhammad Ragil Rusdin; Suwito Suwito; Anwar Anwar; Maria Yeti Andrias; Farida Tuharea
Indonesian Journal of Innovation Multidisipliner Research Vol. 4 No. 3 (2026): Juli - September
Publisher : Institute of Advanced Knowledge and Science

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69693/ijim.v4i3.1061

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis keabsahan hibah yang diberikan oleh orang tua kepada anak tanpa akta notaris serta mengkaji mekanisme penyelesaian sengketa yang timbul akibat hibah tersebut. Penelitian menggunakan metode penelitian hukum normatif dengan pendekatan perundang-undangan dan pendekatan konseptual. Data yang digunakan merupakan data sekunder yang bersumber dari bahan hukum primer, sekunder, dan tersier, kemudian dianalisis secara kualitatif melalui penafsiran terhadap norma-norma hukum yang berlaku. Hasil penelitian menunjukkan bahwa hibah tanpa akta notaris pada prinsipnya tetap memiliki kekuatan hukum sepanjang memenuhi syarat sah perjanjian sebagaimana diatur dalam Kitab Undang-Undang Hukum Perdata, yaitu adanya kesepakatan para pihak, kecakapan hukum, objek tertentu, dan sebab yang halal. Namun demikian, tidak adanya akta notaris menyebabkan hibah memiliki kelemahan dalam aspek pembuktian sehingga kemudian berpotensi menimbulkan sengketa, terutama setelah pemberi hibah meninggal dunia. Penyelesaian sengketa dapat ditempuh melalui jalur non-litigasi, seperti musyawarah dan mediasi, yang mengedepankan penyelesaian secara damai dan menjaga hubungan kekeluargaan, maupun melalui jalur litigasi apabila tidak tercapai suatu kesepakatan. Dalam proses litigasi, kekuatan alat bukti menjadi faktor utama yang menentukan putusan pengadilan. Oleh karena itu, pembuatan akta notaris dalam setiap pemberian hibah sangat dianjurkan untuk memberikan kepastian hukum, memperkuat kekuatan pembuktian, melindungi hak para pihak, serta meminimalkan potensi sengketa di kemudian hari.  
Kajian Kualitatif Tentang Estetika Dan Tata Ruang Interior Berdasarkan Sudut Pandang Pemustaka Di Perpustakaan Ibu Dan Anak Kabupaten Enrekang Chantika Chantika; Ismaya Ismaya; Syahdan Syahdan; Andi Ahmad Chabir Galib; Muhammad Nasrul
Indonesian Journal of Innovation Multidisipliner Research Vol. 4 No. 2 (2026): April - Juni
Publisher : Institute of Advanced Knowledge and Science

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69693/ijim.v4i2.1069

Abstract

Perpustakaan sebagai ruang publik tidak hanya berfungsi sebagai penyedia informasi, tetapi juga harus mampu memberikan kenyamanan bagi pemustaka. Dalam konteks literasi keluarga, Perpustakaan Ibu dan Anak Kabupaten Enrekang berperan sebagai ruang interaksi edukatif antara ibu dan anak. Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan pandangan pemustaka terhadap estetika dan tata ruang interior, mengidentifikasi kelebihan dan kekurangannya, serta merumuskan rekomendasi desain interior yang ideal berdasarkan sudut pandang pemustaka. Penelitian menggunakan metode kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data berupa wawancara, observasi, dan dokumentasi. Data dianalisis melalui reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan serta diuji dengan triangulasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa estetika dan tata ruang interior berperan penting dalam menciptakan kenyamanan, daya tarik, dan suasana yang ramah bagi pemustaka, khususnya ibu dan anak. Unsur warna, pencahayaan, dekorasi, dan penataan ruang memengaruhi kenyamanan dan minat kunjung, meskipun masih terdapat beberapa aspek yang perlu diperbaiki. Penelitian ini menyimpulkan bahwa pengembangan desain interior perpustakaan perlu memperhatikan keseimbangan antara estetika, kenyamanan, dan fungsi ruang sesuai kebutuhan pemustaka agar dapat mendukung kegiatan literasi keluarga secara optimal  
Analisis Metode Pembelajaran Akuntansi Pada Siswa Kelas XI AKL SMKS Prayatna 1 Medan Siska Sri Anggraini; Najwa Salsabila Hasibuan; Eonike Sihite; Choms Gary Ganda Tua Sibarani
Indonesian Journal of Innovation Multidisipliner Research Vol. 4 No. 2 (2026): April - Juni
Publisher : Institute of Advanced Knowledge and Science

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69693/ijim.v4i2.1070

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis metode pembelajaran yang digunakan guru, mengetahui respons siswa terhadap pembelajaran akuntansi, serta mengidentifikasi kendala yang dihadapi dalam penerapan metode pembelajaran pada siswa kelas XI AKL di SMKS Prayatna 1 Medan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Subjek penelitian terdiri atas guru mata pelajaran akuntansi dan siswa kelas XI AKL SMKS Prayatna 1 Medan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa metode pembelajaran yang paling dominan digunakan guru adalah metode ceramah yang dipadukan dengan latihan soal, kuis, permainan edukatif, diskusi sederhana, serta pengaitan materi dengan kehidupan sehari-hari. Respons siswa terhadap pembelajaran akuntansi menunjukkan hasil yang cukup positif. Variasi metode pembelajaran yang diterapkan mampu meningkatkan antusiasme, partisipasi, dan minat belajar siswa selama proses pembelajaran berlangsung. Selain itu, tingkat pemahaman siswa terhadap materi akuntansi dipengaruhi oleh cara guru menyampaikan materi, penggunaan contoh yang relevan, serta kesempatan yang diberikan kepada siswa untuk bertanya dan berdiskusi. Kendala yang ditemukan dalam proses pembelajaran meliputi keterbatasan media pembelajaran, perbedaan karakteristik dan respons siswa selama kegiatan belajar mengajar, serta kesulitan siswa dalam memahami materi ketika penjelasan guru disampaikan terlalu cepat. Oleh karena itu, diperlukan pemilihan metode pembelajaran yang lebih variatif dan sesuai dengan kebutuhan siswa agar tujuan pembelajaran dapat tercapai secara optimal.

Page 69 of 147 | Total Record : 1464