cover
Contact Name
Ahmad Ulil Albab Al Umar
Contact Email
ahmadulil.asfebi@gmail.com
Phone
+6282211345348
Journal Mail Official
jurnalcendekiailmiah@gmail.com
Editorial Address
Slendro rt 02/01,gesi,sragen
Location
Kab. sragen,
Jawa tengah
INDONESIA
Jurnal Cendekia Ilmiah
Published by CV ULIL ALBAB CORP
ISSN : -     EISSN : 28285271     DOI : 10.56799
Core Subject : Humanities, Social,
J-CEKI : Jurnal Cendekia Ilmiah diterbitkan oleh CV. ULIL ALBAB CORP. J-CEKI terbit 6 kali dalam setahun atau tiap 2 bulan sekali. J-CEKI menerbitkan artikel bidang Humaniora dan Ilmu Sosial. Humaniora: Bahasa dan Linguistik, Sejarah, Sastra, Seni Pertunjukan, Filsafat, Agama, Seni Rupa. Ilmu Sosial: Ekonomi, Antropologi, Sosiologi, Ilmu Komunikasi, Ilmu Pendidikan, Ilmu Politik, Hukum, Psikologi, Geografi, Studi Budaya dan Etika, Studi Gender dan Seksualitas, Studi Area, Arkeologi, dan bidang terkait lainnya.
Articles 3,880 Documents
Kecanduan Aplikasi Tiktok pada Generasi Z: Dampak dan Interaksi Sosial dalam Kehidupan Sehari-Hari di Pendidikan Sosiologi Azzahra, Safhira; Kuntari, Septi
J-CEKI : Jurnal Cendekia Ilmiah Vol. 5 No. 3: April 2026
Publisher : CV. ULIL ALBAB CORP

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56799/j-ceki.v5i3.16413

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis fenomena kecanduan TikTok pada mahasiswa Generasi Z di Jurusan Pendidikan Sosiologi Universitas Sultan Ageng Tirtayasa serta implikasinya terhadap kehidupan akademik dan sosial. TikTok telah terintegrasi dalam rutinitas harian mahasiswa dan memunculkan gejala seperti doomscrolling, fear of missing out (FoMO), dan perilaku kompulsif. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain studi kasus. Data dikumpulkan melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi terhadap mahasiswa yang aktif menggunakan TikTok. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan TikTok berdampak pada penurunan kualitas akademik, ditandai dengan berkurangnya fokus belajar, kebiasaan menunda tugas, gangguan pola tidur, serta menurunnya produktivitas. Selain itu, simbol digital seperti likes, comments, views, dan followers berperan sebagai indikator penerimaan sosial yang memengaruhi kepercayaan diri dan pembentukan identitas mahasiswa. Pada aspek sosial, terjadi pergeseran pola interaksi dari tatap muka menuju interaksi digital, meskipun pada saat yang sama TikTok juga membentuk budaya komunikasi baru di kalangan mahasiswa. Berdasarkan perspektif Interaksi Simbolik, kecanduan TikTok dipahami sebagai proses konstruksi makna melalui simbol-simbol digital yang memengaruhi tindakan dan orientasi sosial individu. Penelitian ini menegaskan bahwa TikTok tidak hanya berfungsi sebagai media hiburan, tetapi juga sebagai ruang sosial yang membentuk identitas dan praktik keseharian mahasiswa.
Harmonisasi Ketegasan dan Kesantunan: Analisis Tindak Tutur Direktif Guru Piket dalam Pembinaan Karakter di Madrasah Putri, Desmimi Eka; Syofiani, Syofiani; Naini, Ineng
J-CEKI : Jurnal Cendekia Ilmiah Vol. 5 No. 3: April 2026
Publisher : CV. ULIL ALBAB CORP

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56799/j-ceki.v5i3.16441

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh pentingnya bahasa sebagai instrumen kontrol sosial sekaligus sarana pembentukan karakter religius dalam penegakan disiplin di lingkungan madrasah. Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan bentuk, fungsi, dan strategi kesantunan tindak tutur direktif yang digunakan guru piket di MTsN 6 Kota Padang. Jenis penelitian ini adalah kualitatif deskriptif dengan pendekatan pragmatik. Data berupa 36 tuturan lisan dikumpulkan melalui observasi partisipatif, perekaman spontan, dan wawancara mendalam. Analisis data menggunakan model interaktif Miles dan Huberman, meliputi reduksi, penyajian, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan enam bentuk tindak tutur direktif, dengan dominasi perintah dan permintaan yang digunakan secara kontekstual. Fungsi tuturan berfokus pada pengarahan dan peneguran untuk menumbuhkan kepatuhan siswa. Dalam aspek kesantunan, guru cenderung menggunakan strategi kesantunan negatif melalui leksikon “tolong” dan sapaan “Nak” guna menjaga citra diri siswa. Temuan ini menegaskan bahwa disiplin dapat dibangun melalui keseimbangan antara ketegasan dan komunikasi persuasif.
Analisis Sistem Penilaian Kinerja Berbasis Key Performance Indicators (KPI) Dalam Meningkatkan Kinerja Karyawan Pada BPR Syariah HIK Parahyangan KCP Sumedang Ai Sumiati; Apiatno, Apiatno; Ading Rahman Sukmara; Iwan Hermawan; Sukmayadi, Sukmayadi
J-CEKI : Jurnal Cendekia Ilmiah Vol. 5 No. 3: April 2026
Publisher : CV. ULIL ALBAB CORP

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56799/j-ceki.v5i3.16455

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis penerapan sistem penilaian kinerja berbasis key performance indicators (KPI), manajemen kinerja, serta internalisasi prinsip syariah dalam meningkatkan kinerja dan produktivitas karyawan pada BPR Syariah HIK Parahyangan KCP Sumedang. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif analitis. Data diperoleh melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi, dengan teknik penentuan informan menggunakan purposive sampling. Analisis data dilakukan menggunakan model Miles dan Huberman yang meliputi reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan, serta uji keabsahan data melalui triangulasi dan member check. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan sistem penilaian kinerja berbasis KPI mampu memberikan kejelasan target kerja dan standar penilaian yang terukur, sehingga meningkatkan fokus dan tanggung jawab karyawan. Manajemen kinerja yang diterapkan secara efektif juga terbukti mampu menciptakan keselarasan antara tujuan individu dan organisasi. Namun demikian, terdapat beberapa kendala dalam penerapan KPI, seperti potensi subjektivitas penilaian, keterbatasan pemahaman karyawan, serta belum optimalnya sistem pendukung. Selain itu, internalisasi prinsip syariah terbukti berperan dalam membentuk perilaku kerja yang etis, disiplin, dan bertanggung jawab. Secara keseluruhan, produktivitas karyawan meningkat melalui sinergi antara penerapan KPI, manajemen kinerja, dan nilai-nilai syariah yang diterapkan dalam organisasi. Penelitian ini memberikan implikasi bahwa keberhasilan peningkatan kinerja dan produktivitas karyawan tidak hanya ditentukan oleh sistem penilaian yang terukur, tetapi juga oleh efektivitas manajemen kinerja serta penguatan nilai-nilai organisasi yang berbasis prinsip syariah.
Pengaruh Literasi Keuangan Syariah Terhadap Pengelolaan Modal Usaha Mikro Sektor Makanan Kota Bukittinggi Nurhaliza, Suri; Elvira, Rini
J-CEKI : Jurnal Cendekia Ilmiah Vol. 5 No. 3: April 2026
Publisher : CV. ULIL ALBAB CORP

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56799/j-ceki.v5i3.16468

Abstract

Pengelolaan modal merupakan faktor kunci dalam keberlangsungan usaha mikro, khususnya pada sektor kuliner yang kerap menghadapi keterbatasan akses pembiayaan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran literasi keuangan syariah dalam mendukung pengelolaan modal usaha mikro di Bukittinggi. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan analisis deskriptif terhadap praktik pengelolaan keuangan pelaku usaha mikro. Fokus kajian diarahkan pada pemahaman dan penerapan prinsip-prinsip keuangan syariah dalam aktivitas usaha sehari-hari. Hasil penelitian menunjukkan bahwa literasi keuangan syariah berperan penting dalam meningkatkan kemampuan pelaku usaha dalam merencanakan, mengelola, dan mengalokasikan modal secara efisien. Pemahaman terhadap prinsip syariah tidak hanya memperkuat disiplin finansial, tetapi juga membantu pelaku usaha dalam mengurangi risiko usaha serta menyesuaikan strategi keuangan terhadap dinamika pasar. Selain itu, literasi keuangan syariah berkontribusi dalam meningkatkan daya saing dan membuka peluang pertumbuhan usaha secara berkelanjutan.
Arsitektur Bangunan Istana Maimun: Fungsi Dan Makna Ornamen Bangunan Sinaga, Wira Sontianna; Pristiwani, Rizki Tahta; Nainggolan, Jonathan; Sembiring, Nindi
J-CEKI : Jurnal Cendekia Ilmiah Vol. 5 No. 3: April 2026
Publisher : CV. ULIL ALBAB CORP

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56799/j-ceki.v5i3.16477

Abstract

Istana Maimun merupakan salah satu mahakarya arsitektur peninggalan Kesultanan Deli yang berdiri megah di pusat Kota Medan. Bangunan ini tidak hanya merepresentasikan identitas historis masyarakat Melayu, tetapi juga menjadi medium komunikasi visual yang merekam jejak kejayaan masa lalu. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis secara mendalam arsitektur bangunan Istana Maimun, dengan fokus khusus pada fungsi dan makna semiotik yang terkandung dalam ornamen-ornamen bangunannya. Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah kualitatif historis, dengan menerapkan metode heuristik, kritik sumber, interpretasi, dan historiografi. Pisau analisis yang digunakan melibatkan teori semiotika arsitektur serta konsep akulturasi budaya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Istana Maimun adalah produk eklektisisme arsitektural yang menggabungkan elemen Melayu, Moghul, Timur Tengah, dan Eropa. Ornamen-ornamen yang menghiasi istana, seperti pucuk rebung, lebah bergantung, itik sekawan, dan awan larat, bukan sekadar elemen dekoratif yang berfungsi menambah nilai estetika, melainkan juga memuat makna filosofis yang mendalam terkait hierarki sosial, kesopanan, kerukunan, serta nilai-nilai spiritual Islam. Lebih lanjut, analisis terhadap ruang Balairung mengungkap bagaimana desain interior dan perabotan difungsikan sebagai manifestasi kekuasaan dan takhta Kesultanan Deli di tengah hegemoni kolonial. Kesimpulannya, arsitektur dan ornamen Istana Maimun berfungsi sebagai teks budaya yang secara dinamis mempertahankan dan merepresentasikan identitas Melayu dalam lintasan zaman.
Periodesasi Seni Melayu: Tinjaun Keberlanjutan Elemen Seni dan Budaya Jamil, Syahril; Syarkoni, Syarkoni; Kurniati, Heny; Aliyuddin, Muhammad
J-CEKI : Jurnal Cendekia Ilmiah Vol. 5 No. 3: April 2026
Publisher : CV. ULIL ALBAB CORP

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56799/j-ceki.v5i3.16497

Abstract

Penelitian ini mengkaji periodesasi seni Melayu dengan fokus pada keberlanjutan elemen seni dan budaya yang berkembang dari masa ke masa. Latar belakang penelitian ini didasarkan pada dinamika perubahan sosial, politik, dan keagamaan yang memengaruhi transformasi seni Melayu, namun tetap mempertahankan nilai-nilai tradisional sebagai identitas budaya. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi tahapan periodesasi seni Melayu serta menganalisis bentuk keberlanjutan elemen estetika, simbolik, dan filosofis di dalamnya. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif-analitis, melalui studi literatur, analisis dokumen, dan interpretasi terhadap karya seni Melayu dalam berbagai periode. Hasil penelitian menunjukkan bahwa seni Melayu mengalami beberapa fase perkembangan, mulai dari periode tradisional, pengaruh Islam, kolonial, hingga kontemporer, dengan adanya adaptasi terhadap perubahan zaman tanpa menghilangkan nilai inti seperti religiusitas, kesopanan, dan simbolisme budaya. Keberlanjutan tersebut tercermin dalam motif, bahasa estetika, serta fungsi sosial seni yang tetap relevan dalam kehidupan masyarakat. Penelitian ini menegaskan bahwa seni Melayu tidak hanya bersifat adaptif, tetapi juga resilien dalam menjaga identitas budaya di tengah arus modernisasi. Oleh karena itu, pemahaman terhadap periodesasi ini penting sebagai upaya pelestarian dan penguatan warisan budaya Melayu secara berkelanjutan.
Analisis Penyelenggaraan Penataan Ruang Wilayah Di Provinsi Bengkulu Dalam Perspektif Pembangunan Berkelanjutan Muhammad Adrian Fitra Yamazaki; Aldo Kurniawan; Muhammad Syirazi Neyasyah; Edra Satmaidi; Ema Septaria
J-CEKI : Jurnal Cendekia Ilmiah Vol. 5 No. 3: April 2026
Publisher : CV. ULIL ALBAB CORP

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56799/j-ceki.v5i3.16498

Abstract

Sentralisasi kewenangan dalam sektor mineral dan batubara pasca berlakunya Undang-Undang Nomor 3 Tahun 2020 menimbulkan implikasi yuridis terhadap pelaksanaan otonomi daerah, khususnya dalam aspek pengawasan dan pengendalian kegiatan pertambangan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis implikasi yuridis sentralisasi kewenangan terhadap efektivitas koordinasi antara pemerintah daerah dan pemerintah pusat, serta menilai efektivitas penegakan hukum lingkungan terhadap aktivitas pertambangan di Kabupaten Lebong, khususnya di kawasan penyangga Taman Nasional Kerinci Seblat (TNKS). Metode penelitian yang digunakan adalah penelitian hukum normatif dengan pendekatan perundang-undangan, konseptual, dan kasus. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sentralisasi kewenangan telah mengurangi peran pemerintah daerah dalam pengawasan, sehingga menimbulkan celah pengendalian terhadap aktivitas pertambangan tanpa izin (PETI). Selain itu, penegakan hukum lingkungan belum berjalan efektif karena masih bersifat represif, parsial, dan belum menyentuh akar permasalahan. Oleh karena itu, diperlukan penguatan koordinasi antarinstansi, optimalisasi instrumen penegakan hukum, serta kebijakan alternatif bagi masyarakat guna mendukung pengelolaan sumber daya alam yang berkelanjutan.
Ketergantungan Sumber Daya Alam dan Pertumbuhan Ekonomi Daerah Di Indonesia Imelda Veronica Gea; Selly Swandari; Akbar Lufi Zulfikar; Nurjanana, Nurjanana
J-CEKI : Jurnal Cendekia Ilmiah Vol. 5 No. 3: April 2026
Publisher : CV. ULIL ALBAB CORP

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56799/j-ceki.v5i3.16503

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh ketergantungan sumber daya alam (SDA), kemiskinan, pengangguran, dan Indeks Pembangunan Manusia (IPM) terhadap laju pertumbuhan ekonomi daerah di Indonesia. Data yang digunakan merupakan data panel seimbang dari 33 provinsi di Indonesia pada periode 2020 –2024. Metode analisis yang digunakan adalah Fixed Effect Model (FEM) yang dipilih berdasarkan hasil Uji Chow dan Uji Hausman. Hasil penelitian menunjukkan bahwa SDA berpengaruh positif dan signifikan terhadap pertumbuhan ekonomi, pengangguran berpengaruh negatif dan signifikan, IPM berpengaruh positif dan signifikan, sedangkan kemiskinan tidak berpengaruh signifikan terhadap pertumbuhan ekonomi daerah. Model secara simultan signifikan dengan nilai Adjusted R² sebesar 50,53% yang menunjukkan kemampuan variabel independen dalam menjelaskan variasi pertumbuhan ekonomi daerah.
Efektivitas Penerapan Restorative Justice dalam Sistem Peradilan Pidana Anak: Tinjauan Yuridis dan Sosiologis Benafa, Yohanis Imanuel
J-CEKI : Jurnal Cendekia Ilmiah Vol. 5 No. 3: April 2026
Publisher : CV. ULIL ALBAB CORP

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56799/j-ceki.v5i3.16510

Abstract

Studi ini bertujuan untuk menganalisis efektivitas implementasi Restorative Justice dalam sistem peradilan pidana anak di Indonesia melalui pendekatan yuridis dan sosiologis. Pendekatan keadilan restoratif hadir sebagai respons atas keterbatasan sistem peradilan pidana konvensional yang bersifat retributif dan belum sepenuhnya memberikan perlindungan optimal terhadap hak anak. Melalui pendekatan ini, penyelesaian perkara menekankan pada pemulihan, partisipasi, dan tanggung jawab sosial antara pelaku, korban, dan masyarakat. Penelitian ini menggunakan metode hukum normatif dengan pendekatan konseptual dan perundang-undangan. Data diperoleh melalui studi kepustakaan terhadap literatur hukum, regulasi, dan penelitian terdahulu yang relevan, kemudian dianalisis secara kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa implementasi Restorative Justice, khususnya melalui mekanisme diversi sebagaimana diatur dalam Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2012 tentang Sistem Peradilan Pidana Anak, lebih efektif dibandingkan pendekatan konvensional dalam menekan residivisme serta meningkatkan kepuasan korban. Selain itu, pendekatan ini memberikan ruang pembinaan moral dan pemulihan sosial bagi anak yang berhadapan dengan hukum. Namun demikian, implementasi Restorative Justice masih menghadapi berbagai kendala, seperti keterbatasan sumber daya, rendahnya pemahaman aparat penegak hukum, serta resistensi masyarakat. Oleh karena itu, diperlukan penguatan kapasitas aparat, peningkatan sosialisasi publik, dan penyempurnaan regulasi guna menjadikan keadilan restoratif sebagai paradigma utama dalam sistem peradilan pidana anak yang lebih humanis, berkeadilan, dan berorientasi pada pemulihan sosial.
Studi Literatur Mengenai Peran Model Pembelajaran dan Kecerdasan Emosional terhadap Capaian Hasil Belajar Siswa Tingkat SMP Darmawan, Didit; Toyyibah, Niswatun; Firnanda, Nabella Enita Putri
J-CEKI : Jurnal Cendekia Ilmiah Vol. 5 No. 3: April 2026
Publisher : CV. ULIL ALBAB CORP

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56799/j-ceki.v5i3.16523

Abstract

Pendidikan adalah proses yang dilaksanakan dengan terencana dan terorganisir untuk meningkatkan pemahaman, sikap, serta keterampilan siswa agar mampu menghadapi tuntutan kehidupan. Realitas empiris di lingkungan pendidikan menunjukkan bahwa capaian hasil belajar sebagian siswa pada jenjang Sekolah Menengah Pertama (SMP) masih belum mencapai tingkat optimal. Kondisi tersebut tidak hanya dipengaruhi oleh keterbatasan variasi model pembelajaran yang diterapkan, tetapi juga berkaitan dengan rendahnya kemampuan siswa dalam meregulasi emosi. Di samping itu, aspek motivasi intrinsik serta kecakapan dalam menjalin interaksi sosial turut memengaruhi efektivitas proses belajar yang dijalani. Penelitian ini diarahkan untuk mengkaji secara mendalam keterkaitan antara penerapan model pembelajaran dan kecerdasan emosional terhadap capaian hasil belajar siswa SMP dengan menggunakan metode studi literatur (literature review). Temuan dari penelusuran berbagai sumber ilmiah mengindikasikan bahwa implementasi model pembelajaran yang adaptif dan kontekstual mampu menstimulasi partisipasi aktif, interaksi kolaboratif, serta pemahaman konsep siswa. Di sisi lain, kecerdasan emosional memiliki kontribusi krusial dalam membantu siswa mengelola afeksi, mempertahankan motivasi intrinsik, menumbuhkan empati, serta membina relasi sosial yang konstruktif. Sinergi antara strategi pembelajaran yang tepat dan pengembangan kompetensi emosional ini menciptakan pengalaman belajar yang lebih komprehensif dan efektif, yang tidak hanya mengoptimalkan pencapaian akademik, tetapi juga menguatkan keterampilan sosial, pengaturan diri, dan karakter positif siswa. Keywords: model pembelajaran, kecerdasan emosional, hasil belajar, sekolah menengah pertama, studi literatur