cover
Contact Name
Iman Jaladri
Contact Email
imanjaladri@gmail.com
Phone
+6285752879971
Journal Mail Official
imanjaladri@gmail.com
Editorial Address
Jalan 28 Oktober Siantan Hulu
Location
Kota pontianak,
Kalimantan barat
INDONESIA
Media Gizi Khatulistiwa
ISSN : 30638259     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Health,
Jurnal ini dibuat untuk menampung minat dan perhatian insan gizi untuk memajukan dan mengembangkan ilmu gizi. Keberadaan jurnal ini diharapkan akan menjadi saling tukar informasi antara peneliti, dosen dan mahasiswa untuk bersama-sama menemukan cara yang tepat dalam mengatasi masalah gizi di Indonesia
Articles 104 Documents
GAMBARAN PENGETAHUAN IBU DAN POLA ASUH DALAM PEMBERIAN MAKANAN PADA BALITA KURUS USIA 6-59 BULAN WILAYAH PUSKESMAS PUNGGUR Juliani; Dahliansyah; Jonni Syah R.Purba; Nurrizky Natasha Gunawan
Media Gizi Khatulistiwa Vol. 1 No. 3 (2024): Madia Gizi Khatulistiwa Edisi September 2024
Publisher : Jurusan Gizi Poltekkes Pontianak

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.2804/mgk.1811.1037

Abstract

Balita Kurus merupakan suatu kondisi kekurangan gizi akut dimana Berat Badan anak tidak sesuai dengan Tinggi Badan. Dampak yang ditimbulkan pada balita kurus adalah dapat mengganggu pertumbuhan fisik, jika dibiarkan maka akan berdampak menjadi balita gizi buruk. Penyebab balita kurus adalah kurangnya pengetahuan dan pola asuh Ibu yang kurang baik.Tujuan Penelitian : Untuk Mengetahui Gambaran Pengetahuan Ibu dan Pola Asuh dalam Pemberian Makanan Pada Balita Kurus Usia 6-59 Bulan Di Wilayah Puskesmas Punggur. Penelitian ini menggunakan jenis penelitian deskriptif dengan pendekatan cross sectional, sampel Berjumlah 51 Responden. Variabel Penelitian ini menggunakan indeks berat badan menurut tinggi badan (BB/TB) dan berat badan menurut panjang badan (BB/PB). Pengetahuan ibu dan pola asuh dalam pemberian makanan menggunakan analisis univariat. Hasil Status Gizi berdasarkan indikator BB/TB atau BB/PB dengan Status Gizi Kurus sebesar 88,2% dan balita gizi buruk 11,8%. Pengetahuan ibu tentang Pemberian Makanan pada Balita Kurus dengan kategori Baik sebesar (52,9%) dan kategori Kurang Baik sebesar (47,1%). Pola Asuh ibu dengan kategori Baik sebesar (52,9%) dan kategori Kurang Baik sebesar (47,1%).
HUBUNGAN ASUPAN NATRIUM, KALIUM, KALSIUM DAN MAGNESIUM,STATUS GIZI, SERTA AKTIVITAS FISIK TERHADAP KEJADIANHIPERTENSI PADA PASIEN RAWAT JALAN DIUPK PUSKESMAS KAMPUNG DALAMPONTIANAK TIMUR Demmy Apriani; Shelly Festilia; Sopiyandi; Adelia Rizki Rahmadani
Media Gizi Khatulistiwa Vol. 1 No. 3 (2024): Madia Gizi Khatulistiwa Edisi September 2024
Publisher : Jurusan Gizi Poltekkes Pontianak

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.2804/mgk.1811.1038

Abstract

Hipertensi merupakan salah satu penyakit degeneratif yang banyak ditemukan di dunia. Kecendurngan wanita menderita hipertensi lebih tinggi dibandingkan pria. Seiring dengan perubahan gaya hidup modern yang mempengaruhi pola makan, kemajuan teknologi membuat penurunan aktifitas fisik yang menyebabkan terjadinya status gizi lebih. Dampak dari status gizi lebih adalah penyakit  hipertensi. Hipertensi bukan hanya terjadi pada orang yang berusia lanjut tapi juga orang yang paruh baya atau dewasa produktif. Perubahan sosial ekonomi juga mempengaruhi timbulnya gejala hipertensi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui asupan natrium, kalium, kalsium, dan magnesium, status gizi serta aktivitas fisik dengan kejadian hipertensi pada pasien rawat jalan di UPK Puskesmas Kampung Dalam. Rancangan penelitian ini adalah cross sectional dengan jumlah responden 80 orang, yang diperoleh dengan metode purposive sampling. Asupan natrium, kalium, kalsium dan magnesium diperoleh dari Food Frequency Questionaire Semi Quantitative. Data tekanan darah didapatkan dengan menggunakan sphygmomanometer digital. Data aktivitas fisik didapatkan dari kuioner menggunakan IPAQ. 
PENGARUH KARTU SEHAT TERHADAP PENGETAHUAN DAN MINUM TABLET FERRO SULFAT PADA IBU HAMIL  DI WILAYAH  PUSKESMAS SUHAID Kartika; Ayu Rafiony; Nopriantini
Media Gizi Khatulistiwa Vol. 2 No. 1 (2025): Media Gizi Khatulistiwa Edisi Maret 2025
Publisher : Jurusan Gizi Poltekkes Pontianak

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.2804/mgk.1811.1040

Abstract

Anemia adalah suatu keadaan dimana kadar hemoglobin (Hb) dalam darah kurang dari normal. Menurut World Health Organization (WHO) dikatakan anemia jika kadar hemoglobin <11 gr/dl pada ibu hamil. Berbagai penyebab anemia antara lain karena defisiensi zat besi. Kepatuhan mengkonsumsi tablet zat besi diukur dari ketepatan jumlah tablet yang dikonsumsi, ketepatan cara mengkonsumsi tablet zat besi, frekuensi konsumsi perhari. kepatuhan dipengaruhi oleh pengetahuan. Pemberian edukasi diperlukan untuk meningkatkan pengetahuan ibu hamil. Media kartu sehat merupakan leaflet yang dikemas dalam bentuk cermin. Kelebihan dari media ini adalah informasi dikemas secara menarik diselembaran kertas dengan warna dan gambar disertai dengan sebuah cermin. Manfaat dari media ini adalah sebagai pengingat agar responden tidak lupa mengkonsumsi tablet Fe sesuai dengan anjuran, media ini juga diperkuat dengan informasi mengenai anemia serta manfaat dan pentingnya mengonsumsi tablet zat besi. Jenis penelitian ini adalah quasi eksperimental dengan rancangan yang digunakan pretest-posttest control group design. Subjek penelitian ini adalah ibu hamil dengan usia kehamilan sampai 7 bulan yang berada di wilayah kerja Puskesmas Suhaid. Sampel penelitian berjumlah 40 responden. Penelitian ini dilakukan selama 3 bulan terhitung dimulai bulan Maret 2020. Analisis data menggunakan uji independent t-test dan mann whitney. Berdasarkan hasil analisa data pengetahuan menggunakan uji wilcoxon sebelum dan setelah pada kedua kelompok didapat p-value <0.05 menunjukkan adanya perbedaan yang signifikan dan hasil uji Mann Whitney antara kelompok perlakuan dan kontrol didapat p-value <0.05 menunjukkan adanya perbedaan yang signifikan. Analisa data minum tablet ferro sulfat menggunakan uji independent t-test pada kelompok perlakuan dan kontrol diperoleh p-value <0.05 yang berarti ada perbedaan jumlah tablet yang dikonsumsi signifikan antara kelompok perlakuan
PENERAPAN EDUKASI GIZI KELOMPOK SEBAYA TERHADAP PERUBAHAN PENGETAHUAN DAN ASUPAN ZAT GIZI UNTUK PENCEGAHAN ANEMIA DI MTS YPPU AL-MUHAJIRIN SAPAK HULU KABUPATEN SAMBAS Siti Mardiyah; Juriyanto Gambir; Shelly Festilia Agusanty
Media Gizi Khatulistiwa Vol. 2 No. 1 (2025): Media Gizi Khatulistiwa Edisi Maret 2025
Publisher : Jurusan Gizi Poltekkes Pontianak

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.2804/mgk.1811.1039

Abstract

Remaja putri berisiko terhadap anemia zat gizi besi namun informasi tentang anemia masih dikategori kurang. Edukasi gizi kelompok sebaya merupakan metode pendidikan kesehatan yang sesuai untuk remaja, namun belum terlaksanakan dilingkungan sekolah. Selain itu, belum terfokus pada pengetahuan dan asupan zat besi guna pencegahan anemia. Sehingga perlu diketahui perbedaan pengetahuan dan asupan zat besi setelah diberikan edukasi gizi kelompok sebaya pada remaja putri. Tujuan penelitian adalah mengetahui pengaruh edukasi gizi kelompok sebaya dan leaflet serta kelompok yang diberikan leaflet saja terhadap pengetahuan anemia dan asupan zat besi untuk pencegahan anemia gizi besi pada remaja putri. Metode penelitian ini quasi eksperimen atau eksperimen semu dengan desain non-equivalent control grup pretest-posttest pada kelompok intervensi dan kontrol masing-masing sampel 25 remaja putri. Penelitian ini dilaksanakan selama 1 bulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa edukasi kelompok sebaya dapat meningkatkan pengetahuan dan asupan zat gizi antara kelompok intervensi dan kelompok kontrol (p<0,05). Edukasi gizi oleh kelompok sebaya dan leaflet lebih tinggi dapat meningkatkan rata-rata skor pengetahuan pada remaja putri dibandingkan diberikan leaflet selisih skor peningkatan 3,56. (P<0,05). Pada saat akan memberikan penyuluhan tentang kesehatan kepada masyarakat diharapkan menggunakan metode teman sebaya dapat meningkatkan pengetahuan dan asupan zat gizi dan pada metode ini lebih efektif digunakan
Hubungan Asupan Energi Dan Aktivitas Fisik Terhadap Obesitas Santri Pondok Pesantren Darussalam Sengkubang Kecamatan Mempawah Hilir Kabupaten Mempawah Ahmad Juanda; Iman Jaladri; Yanuarti Petrika; Destriana
Media Gizi Khatulistiwa Vol. 2 No. 1 (2025): Media Gizi Khatulistiwa Edisi Maret 2025
Publisher : Jurusan Gizi Poltekkes Pontianak

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.2804/mgk.1811.1041

Abstract

Obesitas dan kegemukan merupakan aktor resiko kematian terbesar kelima didunia. Obesitas dipengaruhi oleh asupan energi dan Aktivitas fisik. Hal ini disebabkan karena kuantitas dan kualitas makanan dan minuman yang dikonsusmsi akan mempengaruhi asupan gizi sehingga akan mempengaruhi kesehatan individu dan kesehatan masyarakat. Mengetahui hubungan antara asupan energi dan aktivitas fisik dengan obesitas Santri Pondok Pesantren Darussalam Sengkubang Kecamatan Mempawah Hilir Kabupaten Mempawah. Penelitian ini merupakan penelitian observasional dengan pendekatan case control. Besar sampel berjumlah 92 orang  yang terdiri dari 46 kelompok kasus santri yang obesitas dan 46 kelompok kontrol santri yang kurus. Kesimpulannya Hasil uji Chi Square diperoleh ada hubungan antara asupan energi dengan obesitas (p=0,004). Pada santri yang asupan energi lebih beresiko 3,2 kali lebih besar mengalami obesitas (OR=3,2). Ada hubungan antara aktivitas fisik dengan obesitas (p=0,000). Pada santri yang aktivitas fisiknya kurang beresiko 17,7 kali lebih besar mengalami obesitas (OR=17,7). Diharapkan bagi santri agar lebih memperhatikan asupan energi untuk mengendalikan timbulnya obesitas dan meningkatkan kegiatan seperti ektra kurikuler dan senam untuk meningkatkan aktivitas fisik diluar jam sekolah agar terhindar dari obesitas.
GAMBARAN KONSUMSI BAHAN MAKANAN SUMBER KASIEN PADA ANAK AUTISME DI SEKOLAH LUAR BIASA BINA ANAK BANGSA PONTIANAK Kristina Roni; Shelly Festilia Agusanty; Sopiyandi; Yuniarti Petrika; Ikawati Sulistyaningsih
Media Gizi Khatulistiwa Vol. 1 No. 1 (2024): Media Gizi Khatulistiwa Edisi Maret 2024
Publisher : Jurusan Gizi Poltekkes Pontianak

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.2804/mgk.1811.1020

Abstract

Autisme merupakan suatu ganguan perkembangan yang kompleks yang menyangkut komunikasi, interaksi sosial dan aktivitas imajinasi. Prevalensi autis di dunia saat ini mencapai 1 per 160 anak atau berkisar 0,3%. Jika angka kelahiran di Indonesia enam juta per tahun, maka jumlah penyandang autis di Indonesia bertambah 0,15% atau 6.900 per tahun dengan prevalensi anak laki-laki tiga sampai empat kali lebih besar dari pada anak perempuan. Menurut penelitian sebelumnya kepatuhan diet bebas gluten bebas kasein terhadap anak autis di Kota Pontianak sebanyak 61,5% tidak patuh melaksanakan diet bebas gluten bebas kasein. Tujuan dari penelitian ini untuk Mengetahui gambaran jumlah, jenis dan frekuensi asupan bahan makanan sumber kasein pada anak autis di SLB Bina Anak Bangsa Pontianak. Metode observasional dengan study cross sectional. Penelitian ini menggunakan analisis univariat. Penelitian di SLB Bina Anak Bangsa Pontianak masih mengkonsumsi bahan makanan sumber kasein,untuk jumlah asupan bahan makanan sumber kasein anak autis diperoleh angka tertinggi yaitu pada susu UHT sebanyak 61,26 gram dalam satu hari. Kemudian diketahui jenis bahan makanan sumber kasein yang sering dikonsumsi anak autis yaitu susu UHT, puding susu, selai susu, keju, yoghurt, es krim, susu kental manis dan susu bubuk. Pada jenis bahan makanan sumber kasein ini yang paling banyak dikonsumsi oleh anak autis yaitu pada susu UHT dengan skor 85 (54,55%) dan yang paling sedikit dikonsumsi oleh anak autis yaitu pada susu bubuk dengan skor 5 (9,09%). Frekuensi bahan makanan sumber kasein yang paling sering dikonsumsi oleh anak autis yaitu Susu UHT terdapat sebanyak 2 kali dalam sehari, dan selai susu, puding susu dikonsumsi 1 kali dalam sehari. Sedangkan bahan makanan sumber kasein yang juga dikonsumsi yaitu keju, yoghurt, es krim, susu kental manis dan susu bubuk, namun tingkat frekuensi konsumsi dalam minggu. Diketahui bahwa asupan bahan makanan sumber kasein pada anak autis di SLB Bina Anak Bangsa Pontianak belum baik karena anak autis masih mengkonsumsi makanan sumber kasein.
STUDI LITERATUR PERUBAHAN PENGETAHUAN GIZI DAN ASUPAN ZAT GIZI MAKRO PADA REMAJA MELALUI BOOKLET GIZI SEIMBANG Yuni Kristina; Suaebah; Sopiyandi; Destriana
Media Gizi Khatulistiwa Vol. 1 No. 3 (2024): Madia Gizi Khatulistiwa Edisi September 2024
Publisher : Jurusan Gizi Poltekkes Pontianak

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.2804/mgk.1811.1069

Abstract

Latar Belakang : Gizi memiliki peran yang besar dalam daur kehidupan, semua orang membutuhkan zat gizi yang sama, namun dalam jumlah yang berbeda. Remaja merupakan suatu periode atau masa kritis yang harus selalu dipantau, pada saat masa inilah terjadi perubahan fisiologis, psikologis dan juga kognitif. Kondisi penting yang sangat berpengaruh pada kelompok remaja ini adalah pertumbuhan yang cepat, kebiasaan jajan, menstruasi, serta perhatian terhadap penampilan fisik tubuh. Metode : Jenis penelitian ini yaitu kajian literature yang bertujuan untuk menganalisis jurnal hasil penelitian tentang “Perubahan Pengetahuan Gizi Dan Asupan Zat Gizi Makro Pada Remaja Melalui Booklet Gizi Seimbang”. Dengan batasan publikasi jurnal tahun 2010 hingga 2020, terdiri dari jurnal nasional dan internasional menggunakan kajian literature yang dilakukan melalui search engine Google Scholar dengan kata kunci edukasi gizi, gizi seimbang, pengetahuan gizi, asupan zat gizi, media booklet dan remaja. Hasil : Berdasarkan hasil kajian total jurnal sebanyak 21, 19 jurnal diantaranya membahas tentang pengetahuan gizi, menyatakan ada perubahan berupa peningkatan pengetahuan gizi setelah diberikan edukasi gizi mengunakan media booklet dengan rata-rata peningkatannya yaitu sebesar 28,8%. Sebanyak 6 jurnal yang membahas tentang asupan zat gizi makro, menyatakan ada perubahan berupa peningkatan dan juga penurunan asupan zat gizi setelah diberi edukasi gizi menggunakan media booklet dengan ratarata peningkatan asupan energi sebesar 20,1%, asupan protein sebesar 24,4%, asupan lemak sebesar 37,5% dan asupan karbohidrat sebesar 22% . Kesimpulan : terdapat perubahan pengetahuan dan asupan zat gizi makro setelah diberikan edukasi gizi menggunakan media booklet.
GAMBARAN PENGETAHUAN ANEMIA DAN KEPATUHAN KONSUMSI TABLET FE PADA IBU HAMIL DIWILAYAH KERJA PUSKESMAS SEKURA Putri Purnama Sari; Dahliansyah Dahliansyah; Desi Desi; Widyana Lakshmi Puspita; Didik Hariyadi
Media Gizi Khatulistiwa Vol. 1 No. 4 (2024): Media Gizi Khatulistiwa Edisi Desember 2024
Publisher : Jurusan Gizi Poltekkes Pontianak

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.2804/mgk.1811.1043

Abstract

Anemia merupakan kondisi dimana tubuh memiliki jumlah sel darah merah (eritrosit) yang sedikit. Anemia pada ibu hamil ditandai dengan kadar Hb dibawah 11 gr/dl pada trimester I & III, kadar HB < 10,5 gr/dl pada trimester II. Penelitian ini dilakukan di wilayah Kerja Puskesmas Sekura. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran pengetahuan ibu hamil tentang anemia dan kepatuhan konsumsi tablet Fe di Wilayah kerja puskesmas Sekura. Metode penelitian ini menggunakan jenis penelitian deskriptif dengan pendekatan cross sectional. Metode ynag digunakan adalah dengan wawancara menggunakan kuesioner. Penelitian ini dilakukan di wilayah Kerja Puskesmas Sekura. Hasil penelitian yang didapat bahwa pengetahuan ibu hamil tentang anemia sebagian besar baik yaitu 18 Responden (60%). Kepatuhan Ibu Hamil mengkonsumsi tabet Fe sebagian besar patuh mengkonsumsi yaitu sebanyak 17 Responden (56,7%). Kesimpulan penelitian ini yaitu Pengetahuan ibu hamil tentang anemia lebih banyak berpengetahuan baik dan kepatuhan konsumsi tablet Fe lebih banyak patuh dalam mengkonsumsi tablet Fe.
GAMBARAN PENDIDIKAN, PEKERJAAN IBU DAN STATUS GIZI ANAK USIA SEKOLAH DASAR DI SDN 11 SUNGAI MELAYU RAYAK Putri Nur Azkia; Yuniarti Petrika; Ayu Rafiony
Media Gizi Khatulistiwa Vol. 2 No. 1 (2025): Media Gizi Khatulistiwa Edisi Maret 2025
Publisher : Jurusan Gizi Poltekkes Pontianak

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.2804/mgk.1811.1044

Abstract

Latar Belakang  : . Status gizi merupakan status kesehatan yang dihasilkan oleh keseimbangan antara kebutuhan dan masukan nutrient. keluarga sebagai struktur terkecil negara memegang peranan penting dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia dengan mengontrol tumbuh kembang anak. Perkembangan ibu sangat erat kaitannya dengan status gizi anak. Tujuan Penelitian : Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui gambaran pendidikan, pekerjaan dan status gizi anak usia sekolah dasar di SDN 11 Sungai Melayu Rayak. Metode Penelitian : penelitian ini adalah penelitian deskriptif dengan menggunakan desain penelitian Cross sectional. Sampel yang diambil menggunakan teknik total sampling yaitu siswa dan siswi kelas 1 di SDN 11 Sungai Melayu Rayak dengan besar sampel 35 responden. Analisis data yang digunakan dalam penelitian ini menggunakan analisis univariat menggunakan frekuensi distribusi dan menggunakan analisis bivariat menggunakan crosstabs. Hasil penelitian: Sebagian besar sampel berstatus gizi normal berdasarkan indikator IMT/U status gizi normal sebesar (45,7%) dan berdasarkan indikator TB/U status gizi normal sebesar (82,9%). Berdasarkan tingkat pendidikan presentase terbesar terdapat pada orang tua yang memiliki tingkat pendidikan menengah dengan status gizi anak obesitas (100,0%) dan berdasarkan pekerjaan orang tua presentase terbesar terdapat pada orang tua yang tidak bekerja dengan status gizi anak gemuk (100,0%). Kesimpulan : Status gizi anak usia sekolah dasar lebih banyak berstatus gizi normal, tingkat pendidikan ibu terdapat lebih banyak ibu berpendidkan menengah, dan pekerjaan ibu sebagian besar tidak bekerja
UJI FLAVONOID DAN DAYA TERIMA TEH CELUP DAUN ASAM JAWA (Tamarindus Indical L) DENGAN METODE SUNDRIED DAN OVENDRIED Dzulka Puji Aprianti; Nopriantini Aprianti; Ayu Rafiony; Silvi Octiani Putri
Media Gizi Khatulistiwa Vol. 1 No. 4 (2024): Media Gizi Khatulistiwa Edisi Desember 2024
Publisher : Jurusan Gizi Poltekkes Pontianak

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.2804/mgk.1811.1045

Abstract

Teh merupakan minuman yang paling populer di masyarakat. Teh tidak hanya dibuat dari daun teh tetapi bisa juga dibuat dari daun asam jawa. Daun muda asam jawa yang rasanya asam dalam bahasa Jawa dinamakan sinom. Daun asam jawa muda ini dikeringkan untuk dimanfaatkan sebagai teh celup. Bentuk produk teh celup daun asam jawa hampir sama dengan teh pada umumya. Salah satu golongan kandungan aktif daun asam jawa adalah flavonoid. Flavonoid yang memiliki efek antioksidan yang berfungsi untuk menangkal radikal bebas, sehingga dapat meminimalisir efek kerusakan pada sel dan molekul-molekul tubuh seperti DNA, protein, dan lemak. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui ada tidaknya perbedaan kandungan flavonoid dan daya terima yang dilakukan terhadap teh celup daun asam jawa ( tamarindus indica. l ) dari dua metode yaitu sundried dan ovendried. Penelitian ini bersifat eksperimental menggunakan design one – shot case study dan dianalisis secara manual menggunakan uji chi square. Uji flavonoid menggunakan spektrofotometri uv-vis di Laboratorium Kimia-Biologi Politeknik Negeri Potianak pada tanggal 21 Mei2017 dan uji daya terima di Laboratorium Ilmu Teknologi Pangan Poltekkes Pontianak pada tanggal 23 Mei 2017. Hasil menunjukkan bahwa ada perbedaan kandungan flavonoid dan daya terima pada teh celup daun asam jawa dengan menggunakan metode sundried an ovendried. Kandungan flavonoid metode ovendried (88,444 mg/l) lebih tinggi dibandingkan dengan metode sundried (67,255 mg/l), sedangkan untuk uji daya terima teh daun asam jawa lebih disukai metode ovendried dibandingkan dengan sundried. Kesimpulan dari penelitian ini adalah hasil keseluruhan baik kandungan flavonoid maupun daya terima lebih baik dan lebih disukai metode ovendried dibanding sundried. Disarankan dalam pembuatan teh celup asam jawa menggunakan metode ovendried karena suhunya bisa diatur dan tidak merusak kandungan flavonoid. Teh celup daun asam jawa dapat dijadikan salah satu alternatif pengganti teh.

Page 3 of 11 | Total Record : 104