cover
Contact Name
Iman Jaladri
Contact Email
imanjaladri@gmail.com
Phone
+6285752879971
Journal Mail Official
imanjaladri@gmail.com
Editorial Address
Jalan 28 Oktober Siantan Hulu
Location
Kota pontianak,
Kalimantan barat
INDONESIA
Media Gizi Khatulistiwa
ISSN : 30638259     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Health,
Jurnal ini dibuat untuk menampung minat dan perhatian insan gizi untuk memajukan dan mengembangkan ilmu gizi. Keberadaan jurnal ini diharapkan akan menjadi saling tukar informasi antara peneliti, dosen dan mahasiswa untuk bersama-sama menemukan cara yang tepat dalam mengatasi masalah gizi di Indonesia
Articles 104 Documents
PENGARUH PEMBERIAN MODUL HYGIENE TERHADAPPENGETAHUAN, SIKAP DAN PERILAKU PENJAMAH MAKANAN DIRUMAH SAKIT dr. SOEDARSO PONTIANAK Sely Sonia; Sopiyandi; Ikawati Sulistyaningsih; Diah Na'imatul Jannah
Media Gizi Khatulistiwa Vol. 1 No. 3 (2024): Madia Gizi Khatulistiwa Edisi September 2024
Publisher : Jurusan Gizi Poltekkes Pontianak

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.2804/mgk.1811.1054

Abstract

Penjamah makanan adalah orang yang bekerja mulai dari persiapan, mengolah, menyiapkan dan meyajikan makanan kepada konsumen. Penjamah makanan harus selalu menjaga kebersihan dan kesehatan diri. Hal ini dilakukan untuk menjaga hygiene penjamah makanan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui adanya pengaruh pemberian modul hygiene terhadap pengetahuan, sikap dan perilaku penjamah makanan di rumah sakit dr. Soedarso Pontianak. Jenis penelitian ini adalah penelitian pre experimental dengan rancangan one group pre dan post test design, dilakukan pada penjamah makanan di Instalasi Gizi RSUD Dr. Soedarso Pontianak, pada bulan September 2022. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh petugas penjamah makanan sebanyak 35 orang dan besar sampel sebanyak 26 orang penjamah makanan, dengan teknik pengambilan sampel yang digunakan yaitu purposive sampling. Metode pengumpulan data menggunakan kuesioner pada variabel pengetahuan dan sikap, observasi pada variable perilaku. Uji statistik yang digunakan dalam penelitian ini adalah uji paired sample t-test. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengetahuan hygiene sebelum diberikan modul didapatkan nilai rata-rata 74.36% dan setelah diberikan modul menjadi 82.31% dengan selisih 7.95% dan terdapat perbedaan pengetahuan sebelum dan sesudah diberikan modul (p=0.000). Nilai rata-rata sikap sebelum yaitu 67.18% dan sesudah diberikan modul meningkat menjadi 82.31% dengan selisis yaitu 15.13% dan ada perbedaan sikap sebelum dan sesudah diberikan modul (p=0.000) dan didapatkan nilai rata-rata perilaku penjamah makanan sebelum diberikan modul yaitu 73.85% dan sesudah yaitu 82.56%, dari hasil uji statistik terdapat perbedaan perilaku sebelum dan sesudah diberikan modul hygiene penjamah makanan (p=0.000).
KAJIAN TENTANG PENGGUNAAN METODE PENYULUHAN TANPA MEDIA DAN DENGAN  MEDIA UNTUK MENINGKATKAN PENGETAHUAN  GIZI DAN KESEHATAN PADA IBU BALITA Rada; Iman Jaladri; Martinus Ginting; Mimi
Media Gizi Khatulistiwa Vol. 1 No. 2 (2024): Media Gizi Khatulistiwa Edisi Juni 2024
Publisher : Jurusan Gizi Poltekkes Pontianak

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.2804/mgk.1811.1008

Abstract

Kualitas anak masa kini merupakan penentu kualitas sumber daya manusia. Terutama yang terkait dengan, produktifitas dan kesehatan. Masa balita merupakan periode penting, pada masa ini pertumbuhan dasar yang akan mempengaruhi dan menentukan perkembangan otak. Perkembangan menyangkut proses diferensiasi sel- sel, jaringan, organ, dan sistem organ yang berkembang sedemikian rupa sehingga dapat memenuhi fungsinya. Tujuan kajian ini Untuk mengidentifikasi penggunaan metode penyuluhan tanpa media dan dengan media untuk meningkatkatkan pengetahuan gizi dan kesehatan pada ibu balita. Jenis penelitian ini merupakan penelitian  kualitatif yang menekan kan pada pengamatan fenomena. Dengan metode penelitian literature review yang menekankan pada ulasan rangkuman dan pemikiran penulis tentang beberapa sumber pustaka.  Hasil rata-rata pengetahuan penyuluhan tanpa media untuk sebelum 32,7, rata-rata sesudah tanpa media 45,1 dan untuk kenaikan 46,17. Sedangkan rata-rata penyuluhan sebelum dengan media 50,05, rata-rata sesudah dengan media 67,9. untuk rata-rata kenaikan dengan media yaitu 39,7%.
PENGARUH PENGGUNAAN KARTU EDUKASI SEHAT TANPA ANEMIA (SETAMI) TERHADAP PENGETAHUAN DAN ASUPAN PROTEINHEWANI DALAM MENCEGAH ANEMIA PADA REMAJA DI SMP NEGERI 01 TELUK BATANG Yosi Fatma Yulita; Iman Jaladri; Nopriantini
Media Gizi Khatulistiwa Vol. 1 No. 3 (2024): Madia Gizi Khatulistiwa Edisi September 2024
Publisher : Jurusan Gizi Poltekkes Pontianak

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.2804/mgk.1811.1007

Abstract

Latar Belakang: Kartu Edukasi sehat tanpa anemia (Setami) merupakan kartu yang dapat membantu meningkatkan tingkat pengetahuan tentang anemia pada remaja putri, Penyebab utama anemia pada remaja putri adalah asupan zat besi. Pengetahuan gizi remaja penting untuk meningkatkan asupan zat besi (Fe) Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahuai pengaruh penggunaaan kartu edukasi sehat tanpa anemia (setami) terhadap peningkatan pengetahuan mengenai anemia dan Asupan protein hewani dalam mencegah anemia pada remaja putri di SMPN 01 Teluk Batang. Metode: Desain yang digunakan adalah penelitian Pre experimental dengan rancangan “ One Group pretest-postest” populasi yang diambil dalam penelitian ini adalah seluruh siswi kelas 8 yang sudah menstruasi, yang ditentukan dengan tekhnik Lemeshow yang berjumlah 30 responden. Pengumpulan data menggunakan kuesioner dan wawancara, data dengan menggunakan Univariat dan Bivariat dianalisis dengan uji Statistik wilcoxon. Hasil: Ada perbedaan pengetahuan sebelum dan sesudah dilakukan edukasi menggunakan kartu setami, ada perbedaan asupan protein hewani sebelum dan sesudah dilakukan edukasi menggunakan kartu setami. Berdasarkan Uji statistik menggunakan wilcoxon pengujian Pre test dan post test pada intervensi mendapatkan hasil p value=0,000 Kesimpulan: Terdapat pengaruh signifikan antara pemberian edukasi dengan Kartu Edukasi Sehat Tanpa Anemia (SETAMI) terhadap peningkatan pengetahuan remaja putri.Terdapat pengaruh signifikan antara pemberian edukasi dengan Kartu Edukasi Sehat Tanpa Anemia (SETAMI) terhadap peningkatan Asupan Protein Hewani remaja putri. Namun rata-rata konsumsi asupan protein hewani ini belum mencukupi AKG.
PENDAMPINGAN   KELUARGA   DALAM   MENINGKATKAN PENGETAHUAN GIZI DAN PRAKTIK RESPONSIVE FEEDING IBU YANG MEMILIKI BALITA MALNUTRISI Anna Karenina; Jurianto Gambir; Dahliansyah Gambir
Media Gizi Khatulistiwa Vol. 1 No. 1 (2024): Media Gizi Khatulistiwa Edisi Maret 2024
Publisher : Jurusan Gizi Poltekkes Pontianak

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.2804/mgk.1811.1018

Abstract

Latar Belakang : Masalah gizi masih menjadi dampak serius bagi kualitas sumber daya manusia di Indonesia. Secara nasional sebanyak 6% masalah kurang gizi seperti kurus beresiko terhadap kejadian kematian yang tinggi. Kekurangan gizi disebabkan berbagai faktor baik dibidang kesehatan maupun non kesehatan. Akar penyebab masalah gizi yakni kemiskinan dan pendidikan yang rendah mempengaruhi terjadinya kekurangan gizi. Subjek dan Metode : Menggunakan studi literatur yang dilakukan melalui pencarian jurnal di internet (Google Scholar, Pubmed, Science Direct) yang diterbitkan dari 2010 hingga 2020. Variabel bebas adalah pendampingan. Variabel terikat adalah pengetahuan gizi dan praktik responsive feeding ibu balita. Kriteria inklusi adalah penelitian eksperimental, penelitian di Indonesia dan luar negeri. Hasil : Pendampingan dapat meningkatkan pengetahuan gizi ibu terkait pola asuh makan, pemantauan status gizi, pencegahan dan penanggulangan gizi buruk, kadarzi gizi seimbang. Pendampingan dapat merubah praktik responsive feeding ibu balita terkait cara pemberian, keragaman makanan, konsistensi makanan, penyediaan MP ASI. Kesimpulan : Pendampingan berpengaruh terhadap peningkatan pengetahuan gizi dan praktik responsive feeding ibu balita. Pendampingan dapat digunakan sebagai  upaya dalam mengatasi masalah gizi pada balita baik gizi kurang maupun stunting.
GAMBARAN ASUPAN ENERGI DAN PROTEIN, KEPATUHAN KONSUMSI TABLET Fe DAN STATUS GIZI IBU HAMIL DI DESA TANJUNG KERACUT KECAMATAN TELUK KERAMAT KABUPATEN SAMBAS Lily Okvianti; Jurianto Gambir; Nopriantini; Ony Nafhisa Rynadhaputri
Media Gizi Khatulistiwa Vol. 1 No. 1 (2024): Media Gizi Khatulistiwa Edisi Maret 2024
Publisher : Jurusan Gizi Poltekkes Pontianak

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.2804/mgk.1811.1006

Abstract

Organisasi Kesehatan Dunia (WHO)melaporkan bahwa prevalensi anemia dan KEK pada kehamilan secara global 35- 75% dimana secara bermakna tinggi pada trimester ketiga dibandingkan dengan trimester pertama dan kedua kehamilan. Masa kehamilan merupakan masa yang sangat menentukan kualitas sumber daya manusia dimasa depan karena tumbuh kembang anak sangat ditentukan oleh kondisi janin dalam kandungan..Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui  asupan Energi dan Protein,kepatuhan konsumsi tablet dan status gizi Pada Ibu Hamil di Desa Tanjung Keracut, Kecamatan Teluk Keramat, Kabupaten Sambas.Metode penelitian yang dilakukan yaitu jenis penelitian  deskriptif dengan menggunakan pendekatan  cross sectional,dengan jumlah sampel sebanyak 17 orang,dan menggunakan teknik  purposive sampling dengan cara pengumpulan data yang pertama pengisian kuesioner,recall 2x24 jam dan pengukuran LLA ibu hamil. Penelitian ini menunjukan Asupan energi ibu hamil kurang yaitu 23.5%,dan untuk asupan protein hampir separuh dengan katagori protein kurang yaitu sebesar 42.1%,dan untuk kepatuhan konsumsi tablet Fe dg katagori  tidak patuh yaitu 35.3%  ,serta untuk status gizi ibu yang mengalami KEK sebesar 23.5 %. kesimpulan asupan energi ibu hamil di Desa Tanjung Keracut sebagian besar sudah baik,dan untuk asupan protein ibu hamil hampir separuh dari sampel yang asupan proteinnya kurang,dan kepatuhan konsumsi Tablet Fe pada ibu hamil sebagian besar patuh serta status gizi sebagian besar tidak KEK. Info Artikel
GAMBARAN TINGKAT KECUKUPAN ZAT GIZI MAKRO DAN STATUS GIZI REMAJA PUTRI DI SMAN 1 SUI KUNYIT KABUPATEN MEMPAWAH Maiza Afriani; Didik Hariyadi; Dahliansyah; Ony Nafhisa Rynadhaputri
Media Gizi Khatulistiwa Vol. 2 No. 1 (2025): Media Gizi Khatulistiwa Edisi Maret 2025
Publisher : Jurusan Gizi Poltekkes Pontianak

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.2804/mgk.1811.1055

Abstract

Tingkat kecukupan gizi remaja sangat tergantung pada tingkat kematangan fisik danaktivitas yang dilakukan. Tingkat kecukupan gizi remaja perlu mendapat perhatian lebih, kebutuhan zat gizi yang meningkat dikarenakan adanya peningkatan pertumbuhan fisik dan perkembangan. Status gizi adalah keadaan tubuh akibat konsumsi makanan dan penggunaan zat gizi, dibedakan menjadi status gizi buruk, baik, dan lebih. Memiliki tujuan untuk mengetahui gambaran tingkat kecukupan zat gizi makro dan status gizi remaja putri di SMAN 1 Sui Kunyit. Penelitian ini menggunakan jenis penelitian deskriptif dengan pendekatan cross sectional, yaitu mengukur variable dependent dan variable independent secara bersamaan. Metode yang digunakan adalah dengan wawancara menggunakan kuesioner. Hasil penelitian yang didapat tingkat kecukupan energi sebanyak 88.9 % dengan asupan energi kurang, tingkat kecukupan protein sebanyak 63.0 % dengan asupan protein kurang, tingkat kecukupan lemak sebanyak 100 % dengan asupan lemak kurang dan tingkat kecukupan karbohidrat 92.6 %. Status gizi responden kategori gizi kurang yaitu 2 orang dengan persentase 3.7 % dan kategori gizi lebih yaitu 6 orang dengan persentase11.1 %
PENGARUH JUS TOMAT (SOLANUM LYCOPERSICUM) TERHADAP PENURUNAN KADAR GLUKOSA DARAH PADA PENDERITA DIABETES MELLITUS TIPE 2 RAWAT JALAN DI PUSKESMAS Stefani Kerin Ester Sitompul; Sopiyandi; Widyana Lakhmi Puspita; Ony Nafhisa Rynadhaputri
Media Gizi Khatulistiwa Vol. 1 No. 1 (2024): Media Gizi Khatulistiwa Edisi Maret 2024
Publisher : Jurusan Gizi Poltekkes Pontianak

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.2804/mgk.1811.1017

Abstract

Diabetes Mellitus Tipe 2 disebabkan oleh kombinasi resistensi insulin dan disfungsi sekresi insulin sel β. Diagnosis Diabetes Mellitus ditegakkan atas dasar pemeriksaan kadar glukosa darah. Makanan dengan indeks glikemik (IG) rendah dan tinggi likopen adalah makanan yang disarankan dalam pengaturan makan bagi penderita diabetes mellitus. Tomat merupakan salah satu bahan makanan yang memiliki indeks glikemik (IG) rendah dan memiliki kandungan likopen yang tinggi. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui pengaruh jus tomat terhadap kadar glukosa darah sewaktu pada penderita diabetes mellitus tipe 2 rawat jalan di Puskesmas Perumnas I dan II Pontianak Barat. Jenis penelitian ini adalah Quasi Experiment dengan rancangan yang digunakan adalah Non Randomized Control Group Pretest Postest Design. Uji yang digunakan adalah uji chi-square, paired t-test, independent t-test dan mann whitney. Jumlah sampel yang diteliti sebanyak 24 sampel dan waktu penelitian dilaksanakan pada tanggal 02-11 Juni 2018. Hasil penelitian dari pemberian jus tomat kepada penderita diabetes mellitus tipe 2 sebanyak 190 ml selama 7 hari dapat menurunkan kadar glukosa drah sewaktu sebesar 71,08 mg/dL. Saran dalam penelitian ini, responden dapat mengkonsumsi jus tomat sebagai minuman alternatif untuk menurunkan kadar glukosa darah sewaktu serta bagi peneliti selanjutnya perlu adanya tambahan lama waktu intervensi untuk melihat pengaruh penurunan kadar gula darah sewaktu responden mencapai normal.
GAMBARAN ASUPAN ENERGI, PROTEIN, PENGETAHUAN DAN STATUS GIZI PADA IBU MENYUSUI DI DUSUN MENSOGAK DESA SUNGAI MUNTIK KABUPATEN SANGGAU Syfa Aulia Sarah Hati; Jonni Syah R.Purba; Nopriantini; Sopiyandi; Suebah
Media Gizi Khatulistiwa Vol. 1 No. 4 (2024): Media Gizi Khatulistiwa Edisi Desember 2024
Publisher : Jurusan Gizi Poltekkes Pontianak

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.2804/mgk.1811.1005

Abstract

Status gizi seseorang menunjukkan seberapa besar kebutuhan fisiologis individu tersebut telah terpenuhi. Keseimbangan antara zat gizi yang masuk dan zat gizi yang dibutuhkan untuk kesehatan yang optimal sangatlah penting, termasuk bagi seseorang ibu yang dalam masa menyusui. Di Indonesia lebih dari 90% ibu yang melahirkan menyusui bayinya, tetapi belum banyak ibu-ibu yang berhasil menyusui bayinya secara eksklusif sampai 4 bulan, apalagi 6 bulan. Tujuan dalam penelitian ini adalah untuk mengetahui gambaran asupan energi, protein, status gizi, dan pengetahuan pada ibu menyusui di Dusun Mensogak Desa Sungai Muntik Kabupaten Sanggau. Jenis penelitian ini adalah penelitian deskriptif dengan menggunakan desain cross sectional yaitu suatu subjek penelitian hanya diobservasi sekali saja dan pengukuran dilakukan sekaligus pada saat itu. Hasil penelitian ini yaitu status gizi dengan kategori baik 70,3%, asupan energi cukup 75,7%, asupan protein kurang 78,4%, dan pengetahuan kurang 51,4%. Kesimpulannya yaitu Asupan gizi energi di Dusun Mensogak Desa Sungai Muntik Kabupaten Sanggau tergolong cukup, asupan protein tergolong kurang, status gizi sebagian besar normal dan pengetahuan ibu separuh masih kurang.
GAMBARAN ASUPAN ZAT GIZI MAKRO DAN STATUS GIZI PADA REMAJA DI SMA NEGERI 1 SUNGAI AMBAWANG Andra Rahmayanti; Suebah; Yanuarti Petrika; Iman Jaladri; Sabila Oktadiya Putri
Media Gizi Khatulistiwa Vol. 1 No. 2 (2024): Media Gizi Khatulistiwa Edisi Juni 2024
Publisher : Jurusan Gizi Poltekkes Pontianak

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.2804/mgk.1811.1004

Abstract

Latar Belakang: Masalah yang sedang dialami remaja di Indonesia adalah masalah gizi kurang dan gizi lebih. Faktor yang berhubungan dengan status gizi adalah pola konsumsi. Konsumsi pangan remaja perlu diperhatikan karena pertumbuhan yang sangat cepat, sehingga kebutuhan untuk pertumbuhan dan aktivitas juga meningkat. Status gizi seseorang menunjukkan seberapa besar kebutuhan individu tersebut dapat tercukupi. Saat kebutuhan gizi seseorang tercukupi, maka individu tersebut akan mencapai status gizi yang optimal. Tujuan Penelitian ini Untuk mengetahui Gambaran Asupan Zat Gizi Makro Dan Status Gizi Pada Remaja Di SMA Negeri 1 Sungai Ambawang.Metode Penelitian: Penelitian ini menggunakan penelitian deskriptif dengan desain Cross Sectional , yaitu mengukur variabel dependen dan independen secara bersamaan. Populasi dalam penelitian ini adalah semua siswa/siswi kelas XI di SMA Negeri 1 Sungai Ambawang yang berjumlah 278 responden. Sampel yang digunakan adalah remaja SMA kelas XI di SMA Negeri 1 Sungai Ambawang yaitu 74 responden. Analisis yang digunakan adalah analisis univariat.Hasil Penelitian: Asupan energi responden dengan kategori kurang sebesar 64.9% dan kategori baik sebesar 18.9%. Asupan protein responden dengan kategori kurang sebesar 50.0% dan kategori baik sebesar 28.4%. Asupan lemak responden dengan kategori kurang sebesar 48.6% dan kategori baik sebesar 28.4%. Asupan karbohidrat responden dengan kategori kurang sebesar 78.4% dan kategori baik sebesar 16.2%. Status gizi responden dengan kategori gizi baik sebesar 78.4%, gizi buruk 1.4%, gizi kurang 4.1%, gizi lebih 9.5%,obesitas 6.8%.Kesimpulan: Diketahui bahwa asupan zat gizi makro pada remaja masih termasuk kategori kurang. Status gizi remaja sudah baik, namun masih terdapat masalah status gizi pada remaja yaitu gizi buruk, gizi kurang, gizi lebih, dan obesitas.
DETERMINAN KEJADIAN STUNTING BALITA USIA 24 – 59 BULAN DI WILAYAH PUSKESMAS SUNGAI RAYA DALAM KABUPATEN KUBU RAYA Sukma Catri Rahmaniati; Widyana Lakshmi Puspita; Desi; Sabila Oktadiya Putri
Media Gizi Khatulistiwa Vol. 1 No. 2 (2024): Media Gizi Khatulistiwa Edisi Juni 2024
Publisher : Jurusan Gizi Poltekkes Pontianak

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.2804/mgk.1811.1003

Abstract

Latar Belakang : Fenomena masalah balita pendek atau biasa disebut dengan istilah stunting menjadi  satu diantara  masalah gizi yang terjadi pada  anak. Stunting terjadi pada sekitar 150,8 juta (22,2%) anak usia  di bawah lima tahun di dunia. Puskesmas Sugai Raya Dalam merupakan salah satu puskesmas yang berada di Kabupaten Kubu Raya dengan angka kejadian stunting yaitu sebanyak 71 balita stunting. Tujuan Penelitian : Mengidentifikasi determinan kejadian stunting balita usia 24 – 59 bulan di wilayah Puskesmas Sungai Raya Dalam Kabupaten Kubu Raya.Metode Penelitan : Jenis penelitian observasional analitik dengan desain cross sectional. Jumlah sampel yaitu 41 balita stunting usia 24-59 bulan. Menggunakan teknik purposive sampling. Uji statistik yang digunakan adalah uji chi-square.Hasil : Terdapat 6 variabel yang memiliki hubungan bermakna diantaranya status gizi ibu (p-value = 0,012), riwayat anemia (p-value= 0,000), riwayat imunisasi (p-value= 0,005), ASI eksklusif (p-value= 0,009), riwayat penyakit infeksi (p-value= 0,000), sumber air minum (p-value= 0,0004). Variabel pengolahan sampah tidak memiliki hubungan bermakna dengan p-value= 0,224.Kesimpulan : Status gizi ibu, riwayat anemia, riwayat imunisasi, ASI eksklusif, riwayat penyakit infeksi dan sumber air minum memiliki hubungan bermakna dengan stunting.

Page 5 of 11 | Total Record : 104