cover
Contact Name
Muhammad Asy'ari
Contact Email
m.asyari@litpam.com
Phone
+6281805273578
Journal Mail Official
sasambojurnal@gmail.com
Editorial Address
Perumahan Lingkar Permai Blok Q4 LK Sembalun, Tanjung Karang Sekarbela, Mataram, NTB
Location
Kota mataram,
Nusa tenggara barat
INDONESIA
Sasambo: Jurnal Abdimas (Journal of Community Service)
ISSN : -     EISSN : 2686519X     DOI : 10.36312/sasambo
Sasambo: Jurnal Abdimas (Journal of Community Service) is a scientific multidisciplinary journal published by Lembaga Penelitian dan Pemberdayaan Masyarakat (LITPAM) that publish 4 issues per year in February, May, August, and November. This journal accepts and publishes scientific articles that are original and focused on community service. Manuscripts are written using an academic approach or scientific method by presenting data on the impact of community service activities that have been carried out. The theme written must have an impact or can be generalized to local, regional or national populations such as various potentials, obstacles, challenges, and problems that exist in society, as a form of contribution to empowerment and sustainable development in the social and humanities, science and technology fields.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 407 Documents
Peningkatan Sumber Daya Manusia Melalui Literasi Media Sosial Dalam Menghadapi Hoaks Jefirstson Richset Riwukore
Sasambo: Jurnal Abdimas (Journal of Community Service) Vol. 5 No. 3 (2023): Agustus
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pemberdayaan Masyarakat (LITPAM)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36312/sasambo.v5i3.1336

Abstract

Tujuan dari kegiatan ini adalah peningkatan sumber daya manusia melalui literasi media sosial dalam perspektif share information dan ketrampilan dalam menangkal penyebaran hoaks. Mitra dari kegiatan ini adalah 1 (satu) mitra, yaitu masyarakat binaan Lembaga Kursus dan Pelatihan (LKP) Sanggar Seni Budaya “Petra Cilik” Kupang. Metode yang digunakan dalam menyuluh dan melatih peserta adalah workshop. Peserta kegiatan sebanyak 49 orang yang ditentukan menggunakan teknik Slovin pada probabilitas 10% dari total populasi masyarakat binaan LKP Petra Cilik (mitra kegiatan) sebanyak 98 orang. Hasil pengabdian menunjukkan sebagian besar peserta, yakni 46 peserta (93,88%) telah mampu menggunakan media sosial, menganalisis, dan mengkritisi pesan informasi yang bersifat hoaks. Sementara sebesar 3 (tiga) peserta (6,12%) telah mampu menggunakan media sosial dan menganalisis pesan informasi yang ada. Dengan demikian, pelatihan ini menghasilkan peningkatan pengetahuan dan kemampuan ketrampilan individu dalam menangkal hoaks, yaitu cerdas dan konstruktif dalam menanggapi-menerima-menyebarluaskan informasi yang diterima dan mampu menghindari penyebaran hoaks. Implikasinya, individu mampu meminimalisir penyebaran hoaks dan dampak negatifnya di masyarakat. HR Improvement Through Social Media Literacy in Dealing with Hoaxes  The purpose of this activity is to increase human resources through social media literacy in the perspective of sharing information and skills in preventing the spread of hoaxes. The partners of this activity are 1 (one) partner, namely the community assisted by the Course and Training Institute (LKP) of the “Petra Cilik” Kupang Cultural Arts Studio. The method used in educating and training the participants is a workshop. There were 49 activity participants who were determined using the Slovin technique at a probability of 10% of the total population of LKP Petra Cilik (activity partners) of 98 people. The results of the training showed that most of the participants, namely 46 participants (93.88%) were able to use social media, analyze and criticize information messages that were hoaxes. Meanwhile, 3 (three) participants (6.12%) were able to use social media and analyze existing information messages. Thus, this training resulted in an increase in individual knowledge and skills in counteracting hoaxes, namely being smart and constructive in responding-receiving-distributing information received and being able to avoid the spread of hoaxes. The implication is that individuals are able to minimize the spread of hoaxes and their negative impact on society.
Recycle Sampah Plastik di Era Digital untuk Menjaga Estetika Lingkungan di Kota Madiun Novia Citra Paringsih Paringsih; Alfian Chrisna Aji; Wahyu Joko Santoso; Dwi Safi’i; Lilik Tri Rahayu; Istiqomah Bekthi Utami; Santhyami Santhyami
Sasambo: Jurnal Abdimas (Journal of Community Service) Vol. 5 No. 4 (2023): November
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pemberdayaan Masyarakat (LITPAM)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36312/sasambo.v5i4.1349

Abstract

Sampah merupakan permasalahan yang sangat meresahkan bagi masyarakat mulai zaman dahulu hingga kini. Penggolongan sampah meliputi organik dan non organik. Non organik khususnya plastik sangat sulit terdaur ulang. Oleh karenanya keberadaan sampah plastik di tengah-tengah masyarakat yang semakin banyak menjadikan perhatian untuk menemukan bagaimana cara pengolahannya yang tepat dan tidak menyebabkan kerugian bagi lingkungan. Tujuan pengabdian adalah membuat pemberdayaan masyarakat terkait pengolahan sampah plastik di era digital dan memberikan edukasi kepada masyarakat Banjarejo, Kota Madiun terkait dengan pengolahan sampah plastik pada 25 anggota bank sampah. Metode yang dipakai dalam pengabdian adalah melakukan survei lokasi dan masyarakat anggota bank sampah, pelaksanaan sosialisasi, pengumpulan sampah plastik dan pelatihan, pembuatan dan pengenalan digital market. Hasilnya adalah 25 anggota Bank Sampah Sedoro Asri Banjarejo sebagai mitra sangat antusias dalam mengikuti pengabdian. Rekomendasi yang diberikan adalah meningkatkan kerja sama dengan pemerintah setempat dengan konsep PENTAHELIX, atau multi pihak, unsur pemerintah, akademisi, badan dan atau pelaku usaha, masyarakat atau komunitas, dan media massa berkolaborasi serta berkomitmen untuk mencapai tujuan yang sama. Recycle Plastic Waste in the Digital Era to Maintain Environmental Aesthetics in Madiun City  Garbage is a very troubling problem for people from ancient times until now. The classification of waste includes organic and non-organic. Non-organic, especially plastic, is very difficult to recycle. Therefore, the existence of plastic waste in the midst of society is increasingly making attention to find out how to process it properly and not cause harm to the environment. The purpose of the service is to empower the community regarding the processing of plastic waste in the digital era and provide education to the people of Banjarejo, Madiun City regarding the processing of plastic waste for 25 members of the waste bank. The method used in the community service is to survey the location and community members of the waste bank, carry out outreach, collect plastic waste and train, create and introduce digital markets. The result is that 25 members of the Sedoro Asri Banjarejo Garbage Bank as partners are very enthusiastic in participating in the service. The recommendation given is to increase cooperation with the local government with the PENTAHELIX concept, or multi-stakeholders, elements of government, academia, agencies and or business actors, communities or communities, and the mass media collaborate and are committed to achieving the same goals.
Strategi Pelestarian Museum Blambangan Pada Era Industri 4.0 Dalam Meningkatkan Kunjungan Wisatawan Di Banyuwangi Suprianik Suprianik; Nur Maya Badriyatus
Sasambo: Jurnal Abdimas (Journal of Community Service) Vol. 5 No. 3 (2023): Agustus
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pemberdayaan Masyarakat (LITPAM)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36312/sasambo.v5i3.1358

Abstract

Museum Blambangan adalah tempat berharga yang menyimpan warisan kerajaan Blambangan dan kerajaan lainnya di Nusantara. Pemerintah perlu memperhatikan masa depan museum ini sebagai platform ilmu pengetahuan, bukan hanya sebagai gudang artefak sejarah. Untuk mengubah persepsi bahwa museum hanya untuk menyimpan barang tua, pemerintah harus memperluas peran museum dan mendorong kunjungan pelajar dan masyarakat. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi strategi Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Banyuwangi dalam meningkatkan kunjungan wisatawan, termasuk domestik dan mancanegara, di Era Industri 4.0. Kami menggunakan pendekatan pengembangan masyarakat dengan melibatkan mitra sebagai obyek dan subyek dalam program pengabdian masyarakat. Hasilnya menunjukkan bahwa promosi melalui media sosial, situs web, brosur, pamflet, dan media cetak lainnya akan meningkatkan keterlibatan masyarakat dalam mempromosikan museum. Selain itu, menjalin kemitraan dengan pemerintah daerah, sekolah, dan organisasi masyarakat dapat meningkatkan kunjungan wisatawan di Banyuwangi, baik lokal maupun internasional. The Strategy for Preserving the Blambangan Museum in the Industrial Age 4.0 in Increasing Tourist Visits in Banyuwangi  The Blambangan Museum is a valuable place that stores the heritage of the Blambangan kingdom and other kingdoms in the archipelago. The government needs to pay attention to the future of this museum as a science platform, not just as a warehouse for historical artifacts. To change the perception that museums are only for storing old items, the government must expand the role of museums and encourage visits by students and the public. This research aims to evaluate the strategy of the Banyuwangi Culture and Tourism Office in increasing tourist visits, including domestic and foreign, in the Industrial Era 4.0. We use a community development approach by involving partners as objects and subjects in community service programs. The results show that promotion through social media, websites, brochures, pamphlets and other print media will increase public involvement in promoting the museum. Apart from that, establishing partnerships with local governments, schools and community organizations can increase tourist visits to Banyuwangi, both local and international..
Optimalisasi Aplikasi Desa Wisata Pantai Tlangoh Sebagai Media Promosi Pantai Tlangoh Kecamatan Tanjungbumi Kabupaten Bangkalan Jawa Timur Suci Indah Sari; Zainudin Zainudin; Qarry Ayna; Damanhuri Damanhuri; Anjani Aprilia; Nurul Fadilah
Sasambo: Jurnal Abdimas (Journal of Community Service) Vol. 5 No. 3 (2023): Agustus
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pemberdayaan Masyarakat (LITPAM)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36312/sasambo.v5i3.1368

Abstract

Tujuan kegiatan pengabdian ini yaitu meningkatkan keterampilan pengelola POKDARWIS Pantai Tlangoh dalam mengoptimalkan aplikasi desa wisata Pantai Tlangoh berbasis android sebagai media promosi objek wisata Pantai tlangoh. Masalah utama yang dihadapi pengelola POKDARWIS Pantai Tlangoh yaitu Aplikasi Desa Wisata Pantai Tlangoh tidak dilakukan secara optimal. Rencana ruang lingkup solusi yang akan diimplementasikan yaitu pelatihan dan pendampingan kepada pengelola POKDARWIS Pantai Tlangoh. Hasil temuan pengabdian ini yaitu meningkatnya  kompetensi  sumber  daya  manusia  pengelola POKDARWIS dalam rangka pemanfaatan TIK untuk promosi aplikasi desa wisata Pantai Tlangoh. Oleh karena itu, sebagai mitra pengabdian ini pengelola POKDARWIS sebagai penggerak dalam pengoptimalisasian aplikasi desa wisata Pantai Tlangoh dengan memanfaatkan teknologi informasi guna meningkatkan skill dan keterampilan dalam penggunaan dan pembuatan video konten dan berita marketing yang baik dan menarik. Optimization of the Tlangoh Beach Tourism Village Application as a Promotional Media for Tlangoh Beach, Tanjungbumi District, Bangkalan Regency, East Java The purpose of this community service activity is to improve the skills of Tlangoh Beach POKDARWIS managers in optimizing the Android-based Tlangoh Beach tourist village application as a media for promoting Tlangoh Beach tourism objects. The main problem faced by Tlangoh Beach POKDARWIS managers is that the Tlangoh Beach Tourism Village application is not carried out optimally. The scope of the solution plan that will be implemented is training and assistance to Tlangoh Beach POKDARWIS managers. The findings of this service are increasing the competence of POKDARWIS management human resources in the context of utilizing ICT for the promotion of the Tlangoh Beach tourism village application. Therefore, as a service partner, the POKDARWIS manager is the driving force in optimizing the Tlangoh Beach tourism village application by utilizing information technology to improve skills and skills in using and creating good and interesting video content and marketing news.
Pengembangan Kemasan (Packaging) Dalam Meningkatkan Pemasaran UMKM Arak Ngacuh Kadek Juliarsa; Gusi Putu Lestara Permana
Sasambo: Jurnal Abdimas (Journal of Community Service) Vol. 5 No. 4 (2023): November
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pemberdayaan Masyarakat (LITPAM)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36312/sasambo.v5i4.1384

Abstract

Inovasi kemasan sangat penting bagi produsen minuman keras setelah legalisasi arak oleh Pemerintah. Ini membantu pengembangan UMKM dengan ide inovatif untuk menarik konsumen dan memperluas pasar. Fokus utama adalah meningkatkan daya saing pengerajin arak dengan kemasan menarik dan unik. Langkah pertama adalah mengidentifikasi desain, bahan, dan pesan kemasan yang sesuai dengan citra produk arak serta melakukan riset pasar untuk memahami tren konsumen. Pengerajin arak dapat menciptakan kemasan visual dan memberikan pengalaman unik kepada konsumen. Aspek fungsional kemasan, seperti kepraktisan dan kemampuan menjaga kualitas produk, juga penting untuk menarik konsumen. Teknologi inovatif seperti label pintar atau kemasan ramah lingkungan dapat memberikan nilai tambah yang signifikan. Strategi pemasaran yang terencana dengan baik sangat dibutuhkan untuk memperkenalkan kemasan baru ini kepada konsumen. Media sosial, promosi, dan kerja sama dengan toko atau distributor sangat penting dalam memperluas pasar. Dengan menggabungkan inovasi kemasan, pemahaman pasar, dan strategi pemasaran yang efektif, pengerajin arak dapat meningkatkan daya saing dan mencapai kesuksesan lebih besar di pasar yang dinamis. Packaging Development in Improving Marketing of Arak Ngacuh UMKM Packaging innovation is very important for liquor producers after the legalization of arak by the Government. This helps develop MSMEs with innovative ideas to attract consumers and expand the market. The main focus is to increase the competitiveness of wine craftsmen with attractive and unique packaging. The first step is to identify designs, materials and packaging messages that match the image of the arak product and conduct market research to understand consumer trends. Wine craftsmen can create visual packaging and provide unique experiences to consumers. Functional aspects of packaging, such as practicality and the ability to maintain product quality, are also important to attract consumers. Innovative technologies such as smart labels or eco-friendly packaging can add significant value. A well-planned marketing strategy is needed to introduce this new packaging to consumers. Social media, promotions, and collaboration with stores or distributors are very important in expanding the market. By combining packaging innovation, market understanding and effective marketing strategies, wine makers can increase their competitiveness and achieve greater success in a dynamic market..
English Corner at PGRI 7 Vacational High School English Room for Students at SMK PGRI 7 Sulistiyani Sulistiyani; Dewi Rosaria Indah; Tri AE; Sri Nurhidayah; Apsari Fajar Prihantini; Indahria TH
Sasambo: Jurnal Abdimas (Journal of Community Service) Vol. 5 No. 4 (2023): November
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pemberdayaan Masyarakat (LITPAM)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36312/sasambo.v5i4.1400

Abstract

The Community Partnership Program (PKM) aims to increase the creativity of English teachers and overcome several problems such as lack of understanding of learning methods, administrative limitations, learning tools and infrastructure. The solutions offered include providing training to vocational school teachers, providing learning tools according to the curriculum, making teaching aids, building adequate facilities and infrastructure, and holding training to design innovative learning tools. Solution methods for partners involve Information Technology (IT) training, using media and conversation modules as teaching materials, as well as providing English conversation modules for vocational students. Apart from that, internships are recommended for STKIP Bina Insan Mandiri students. The target of this PKM activity is to help English teachers improve the learning process and learning outcomes, as well as increase vocational school students' ability to communicate actively using English through conversation.
Identifikasi Dan Pengembangan Diversifikasi Produk Kuliner Tradisional Di Desa Wisata Towale, Kabupaten Donggala, Sulawesi Tengah Hesti Evrianti; risnawati risnawati; Syahir Natsir; Farid Farid; Fera Fera; Faruq Lamusa; Adfiyani Fadjar; Fatlina Zainuddin; Husnah Husnah; Wiri Wirastuti
Sasambo: Jurnal Abdimas (Journal of Community Service) Vol. 5 No. 4 (2023): November
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pemberdayaan Masyarakat (LITPAM)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36312/sasambo.v5i4.1410

Abstract

Tujuan program pengabdian ini adalah memberikan pengetahuan kepada 20 orang masyarakat Desa Towale, terdiri dari 7 pelaku usaha kuliner tradisional, 5 yang akan memulai usaha kuliner, dan 5 yang belum memiliki usaha kuliner, serta dihadiri oleh kepala desa, tokoh masyarakat, dan anggota pokdarwis. Program ini bertujuan untuk memberikan pemahaman mengenai  diversifikasi produk kuliner tradisional dengan sentuhan modern dan memberikan pendampingan untuk pengembangan usaha kuliner tradisional, yang akan mendukung perkembangan Desa Towale sebagai desa wisata.Program pengabdian ini dilakukan dalam 2 tahap: pertama, observasi lapangan untuk mengidentifikasi potensi dan kendala pelaku usaha kuliner, dan kedua, penyuluhan dan pendampingan dalam bentuk ceramah dan diskusi FGD oleh tim pengabdian.Manfaat dari program ini adalah meningkatkan pengetahuan kepada  pelaku usaha kuliner tradisional dalam  mendukung pengembangan desa wisata, meningkatkan kunjungan wisatawan lokal dan mancanegara. Hasil pengukuran pre-test dan post-test menunjukkan bahwa 92% peserta lebih memahami bagaimana mengidentifikasi potensi kuliner dan mengembangkan produk kuliner traditional daerah. Dengan pemahaman ini, diversifikasi produk menjadi faktor penting dalam pengembangan Desa Towale sebagai desa wisata yang terkenal, hal ini memerlukan peran serta dan partisipasi aktif dari seluruh elemen masyarakat dan pelaku usaha wisata di sekitar Desa Towale. The Identification and Development of Traditional Culinary Product Diversification in Towale Tourist Village, Donggala Regency, Central Sulawesi The purpose of this community service program is to provide knowledge to 20 people in Towale Village, consisting of 7 traditional culinary entrepreneurs, 5 individuals who are starting culinary businesses, and 5 who do not yet have culinary businesses. The program is also attended by the village head, community leaders, and members of the local community development group (pokdarwis). The objective of this program is to impart an understanding of diversifying traditional culinary products with a modern touch and to provide support for the development of traditional culinary businesses, which will contribute to the growth of Towale Village as a tourist destination.This community service program consists of two phases: first, field observations to identify the potential and challenges faced by culinary entrepreneurs, and second, education and support in the form of lectures and focus group discussions (FGD) conducted by the service team. The benefits of this program include enhancing the knowledge of traditional culinary entrepreneurs in supporting the development of the tourist village, increasing the number of local and international tourists visiting, and promoting traditional culinary products. Pre-test and post-test measurements show that 92% of the participants have a better understanding of how to identify culinary potential and develop local traditional culinary products. With this understanding, product diversification becomes a crucial factor in the development of Towale Village as a renowned tourist destination, requiring active participation and involvement from all community members and tourism entrepreneurs in the vicinity of Towale Village
Pendampingan Dan Peningkatan Kapasitas Kader Kesehatan Dalam Upaya Pencegahan Stunting Di Desa Sungai Kakap Selviana Selviana; Pratika Sari; Ditha Fadhila; Riszky Ramadhan
Sasambo: Jurnal Abdimas (Journal of Community Service) Vol. 5 No. 4 (2023): November
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pemberdayaan Masyarakat (LITPAM)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36312/sasambo.v5i4.1435

Abstract

Stunting adalah kondisi dimana seseorang memiliki tinggi badan yang lebih pendek dari pada yang umumnya terjadi pada orang sebaya. Sungai Kakap merupakan salah satu lokasi intervensi stunting yang terintegrasi di Kota Pontianak. Puskesmas Sungai Kakap mencatat adanya 206 kasus stunting di wilayahnya, dengan angka tertinggi terjadi di Desa Sungai Kakap sebanyak 105 kasus. Kegiatan ini melibatkan 30 kader kesehatan dari Desa Sungai Kakap sebagai mitra. Tujuan dari kegiatan pengabdian ini adalah untuk meningkatkan pengetahuan dan peran kader kesehatan dalam memberikan informasi mengenai stunting kepada masyarakat, meningkatkan keterampilan pengukuran antropometri balita, pemantauan pertumbuhan balita secara digital, serta keterampilan masyarakat dalam memanfaatkan pangan lokal sebagai makanan pendamping ASI. Pendekatan yang digunakan adalah pemberdayaan masyarakat melalui metode Participatory Rural Appraisal (PRA), melalui serangkaian kegiatan sosialisasi, penyuluhan, pelatihan, dan pendampingan yang berkelanjutan. Hasil dari kegiatan ini antara lain terlaksananya lokakarya kecil, peningkatan kapasitas kader kesehatan, sosialisasi aplikasi pemantauan pertumbuhan balita, serta promosi tentang ASI eksklusif di Desa Sungai Kakap. Terdapat peningkatan pengetahuan kader sebesar 60% mengenai stunting dan 68% mengenai ASI eksklusif setelah kegiatan ini dilaksanakan Assistance and Capacity Building for Health Cadres in Efforts to Prevent Stunting in Sungai Kakap Village  Stunting is a condition where a person has a shorter height than is generally found in people of the same age. Kakap River is one of the integrated stunting intervention locations in Pontianak City. Sungai Kakap Community Health Center recorded 206 cases of stunting in its area, with the highest figure occurring in Sungai Kakap Village with 105 cases. This activity involved 30 health cadres from Sungai Kakap Village as partners. The aim of this service activity is to increase the knowledge and role of health cadres in providing information about stunting to the community, improve skills in anthropometric measurements of toddlers, monitor toddler growth digitally, as well as community skills in utilizing local food as complementary food for breast milk. The approach used is community empowerment through the Participatory Rural Appraisal (PRA) method, through a series of ongoing outreach, counseling, training and mentoring activities. The results of this activity include the implementation of small workshops, increasing the capacity of health cadres, socializing the toddler growth monitoring application, and promoting exclusive breastfeeding in Sungai Kakap Village. There was an increase in cadres' knowledge of 60% regarding stunting and 68% regarding exclusive breastfeeding after this activity was implemented
Upaya Peningkatan Literasi Anak di Desa Mantaren dengan Memaksimalkan Fasilitas Taman Baca Ridha Nirmalasari Bustan; Muyassarah Muyassarah; Heni Hirghawati; Dea Gustia Putri; Ratna Ratna; Nabila Aliya Judti
Sasambo: Jurnal Abdimas (Journal of Community Service) Vol. 5 No. 4 (2023): November
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pemberdayaan Masyarakat (LITPAM)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36312/sasambo.v5i4.1436

Abstract

Tujuan dari program ini adalah untuk meningkatkan minat baca anak-anak sehingga mereka lebih fokus pada literasi daripada menghabiskan waktu di handphone atau media sosial. Pendekatan yang digunakan dalam pengabdian ini adalah Participatory Action Research (PAR). Tim ini melaksanakan program taman baca dengan bekerja sama dengan Perpustakaan Desa Mantaren, menyediakan buku-buku dan ruang untuk kegiatan literasi. Hasilnya mencakup pemecahan masalah, mengajak anak-anak untuk membaca, khususnya di Sekolah Dasa, yang bertujuan untuk membiasakan anak-anak membaca dengan lebih baik. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan fokus pada anak-anak usia 7 hingga 15 tahun di pedesaan sebagai sumber data. Perpustakaan desa yang menarik bisa menjadi motivasi bagi anak-anak untuk membaca buku dan meningkatkan pengetahuan mereka di luar pembelajaran dari guru. Namun, hasil penelitian menunjukkan bahwa literasi baca anak-anak di Desa Mantaren masih rendah, dan perpustakaan kurang dimanfaatkan. Ketersediaan buku bacaan menjadi faktor penting dalam meningkatkan minat baca, serta sarana perpustakaan yang lengkap dapat mendorong minat baca masyarakat, terutama anak-anak setempat. Kesimpulan dari pengabdian adalah bahwa upaya untuk meningkatkan literasi anak dilakukan melalui taman baca. Untuk mencapai hal ini, perlu adanya kemauan dari anak-anak, pengelola yang kompeten, dukungan orang tua, dan suasana serta sarana yang mendukung. Selain itu, upaya tersebut juga menjadi alternatif untuk mengalihkan perhatian anak-anak dari penggunaan teknologi yang berlebihan. Efforts to Increase Children's Literacy in Mantaren Village by Maximizing Reading Park Facilities The aim of this program is to increase children's interest in reading so that they focus more on literacy rather than spending time on cellphones or social media. The approach used in this service is Participatory Action Research (PAR). This team implements a reading garden program in collaboration with the Mantaren Village Library, providing books and space for literacy activities. The results include problem solving, encouraging children to read, especially at the Dasa School, which aims to get children used to reading better. This research uses qualitative methods with a focus on children aged 7 to 15 years in rural areas as a data source. An attractive village library can be a motivation for children to read books and increase their knowledge beyond learning from teachers. However, the research results show that children's reading literacy in Mantaren Village is still low, and the library is underutilized. The availability of reading books is an important factor in increasing interest in reading, and complete library facilities can encourage people's interest in reading, especially local children. The conclusion from the service is that efforts to increase children's literacy are carried out through reading parks. To achieve this, there needs to be the will of the children, competent management, parental support, and a supportive atmosphere and facilities. Apart from that, this effort is also an alternative to divert children's attention from excessive use of technology.
Preventive Efforts to Prevent Dengue Hemorrhagic Fever (DHF) in Pematang Panjang Village, Seruyan Hilir Timur District Irman Saputra; Nanik Lestariningsih; Kharisma Nafiatul Mutmainah; Habibah Habibah; Yusuf Rahmali Putra; Madina Madina
Sasambo: Jurnal Abdimas (Journal of Community Service) Vol. 5 No. 4 (2023): November
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pemberdayaan Masyarakat (LITPAM)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36312/sasambo.v5i4.1443

Abstract

Desa Pematang Panjang yang terletak di Kecamatan Seruyan Hilir Timur, Kabupaten Seruyan, Provinsi Kalimantan Tengah merupakan salah satu desa yang terdampak penularan virus Demam Berdarah Dengue (DBD) dari maraknya kasus yang terinfeksi DBD di Kecamatan Seruyan Hilir Timur. Upaya preventif dalam pencegahan DBD memiliki peran krusial dalam mengendalikan penyebaran penyakit ini. Upaya preventif dapat mencakup sejumlah strategi, termasuk pengendalian vektor nyamuk, sosialisasi dan edukasi masyarakat, pemantauan kasus, serta kampanye lingkungan bersih. Sebagai bentuk pengabdian kepada masyarakat, kami melaksanakan sosialisasi terkait pencegahan Demam Berdarah Dengue (DBD) dan praktek pembuatan Ovitrap.  Tujuan dari sosialisasi ini adalah mengajak masyarakat dan siswa untuk menjaga dan membersihkan lingkungan sekitar serta memberikan pemahaman terkait pencegahan dan penanggulangan DBD agar menekan penyebaran vektor nyamuk DBD dan pembuatan Ovitrap dilakukan agar mengoptimalkan upaya preventif pencegahan DBD dan mengurangi populasi dari vektor nyamuk DBD. Metode yang digunakan untuk mengatasi masalah tersebut adalah PAR (Participatory Action Research). Dari  kegiatan  sosialisasi  tentang  pencegahan  DBD  dan  pelatihan  pembuatan  ovitrap yang  dilakukan,  dapat  disimpulkan  bahwa  para peserta  merasa lebih  paham  tentang  cara penanggulangan dan dapat meneruskan informasi kepada siswa dan masyarakat luas. Preventive Efforts to Prevent Dengue Hemorrhagic Fever (DHF) in Pematang Panjang Village, Seruyan Hilir Timur District One of the communities impacted by the spread of the Dengue Hemorrhagic Fever (DHF) virus as a result of the increase in DHF cases in East Seruyan Hilir District, Seruyan Regency, Central Kalimantan Province, is Pematang Panjang Village. Controlling the spread of dengue fever is mostly dependent on preventive measures. A variety of tactics can be used in preventive actions, such as mosquito vector control, public outreach and education, case monitoring, and clean-up initiatives. We conduct outreach regarding the practice of creating ovitrap and the prevention of dengue hemorrhagic fever (DHF) as a kind of community service. The purpose of this outreach is to promote environmental protection and cleanliness among the general public and students, to educate them about dengue fever prevention and control in order to stop the spread of dengue mosquito vectors, and to manufacture Ovitrap in order to maximize prevention efforts to stop dengue fever and lower the population of dengue mosquito vectors. Participatory Action Research (PAR) is the approach employed to address this issue. It may be inferred from the dengue prevention socialization activities and ovitrap making instruction that the participants felt more prepared to deal with the disease and impart knowledge to pupils and the larger community.