cover
Contact Name
Muhammad Asy'ari
Contact Email
m.asyari@litpam.com
Phone
+6281805273578
Journal Mail Official
sasambojurnal@gmail.com
Editorial Address
Perumahan Lingkar Permai Blok Q4 LK Sembalun, Tanjung Karang Sekarbela, Mataram, NTB
Location
Kota mataram,
Nusa tenggara barat
INDONESIA
Sasambo: Jurnal Abdimas (Journal of Community Service)
ISSN : -     EISSN : 2686519X     DOI : 10.36312/sasambo
Sasambo: Jurnal Abdimas (Journal of Community Service) is a scientific multidisciplinary journal published by Lembaga Penelitian dan Pemberdayaan Masyarakat (LITPAM) that publish 4 issues per year in February, May, August, and November. This journal accepts and publishes scientific articles that are original and focused on community service. Manuscripts are written using an academic approach or scientific method by presenting data on the impact of community service activities that have been carried out. The theme written must have an impact or can be generalized to local, regional or national populations such as various potentials, obstacles, challenges, and problems that exist in society, as a form of contribution to empowerment and sustainable development in the social and humanities, science and technology fields.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 384 Documents
Transformasi Digital Masyarakat: Pemberdayaan Melalui Program Computer Operator Assistant Asmaul Husna RS; Reny Amalia Permata; Faiqotul Mala; Syaidatussalihah; Abdurahim
Sasambo: Jurnal Abdimas (Journal of Community Service) Vol. 5 No. 4 (2023): November
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pemberdayaan Masyarakat (LITPAM)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36312/sasambo.v5i4.1492

Abstract

Masyarakat di Desa Sesaot, Kecamatan Narmada, Kabupaten Lombok Barat terkenal dengan desa wisatanya. Akan tetapi pemuda desa dan perangkat desa di desa tersebut belum banyak yang memanfaatkan teknologi secara maksimal terutama untuk kegiatan bisnis. Oleh karena itu, tujuan pengabdian masyarakat ini adalah untuk meningkatkan kemandirian masyarakat dalam pemanfaatan teknologi komputer sehingga memperkuat aspek ekonomi dan pengetahuan digital mereka. Kegiatan pengabdian masyarakat ini dilakukan dengan memberdayakan komunitas atau kelompok masyarakat di Desa Sesaot melalui pelatihan keterampilan sebagai Computer Operator Assistant. Dalam program ini peserta diajarkan tentang pengoperasian komputer, aplikasi perkantoran dan keterampilan administrasi dasar. Sasaran kegiatan pengabdian ini adalah pemuda desa dan perangkat desa yang berjumlah 16 orang. Peserta diberikan uji kompetensi untuk mengetahui perbedaaan kemampuan peserta terhadap teknologi komputer sebelum dan setelah pelatihan diberikan. Sebelum pelatihan, dari 16 peserta terdapat 5 orang yang tidak lulus uji kompetensi. Adapun setelah pelatihan diperoleh seluruh peserta lulus uji komptensi. Hasil uji kompetensi sebelum dan sesudah pelatihan kemudian dianalisis dengan uji Wilcoxon dan diperoleh hasil signifikan sebesar 0.000 yang menujukkan bahwa ada pengaruh pelatihan ketrampilan komputer terhadap hasil ujian kompetensi peserta. Melalui program Computer Operator Assistant, masyarakat terutama pemuda desa dan perangkat desa Sesaot mengalami transformasi digital yang positif, meningkatkan kemandirian dalam berbagai aspek kehidupan, dan menghadapi tantangan masa depan yang semakin digital dengan lebih percaya diri. Program pengabdian ini berperan penting dalam mengurangi kesenjangan digital dan memberdayakan masyarakat dalam era teknologi informasi dan komunikasi yang terus berkembang. Digital Transformation of Society: Empowerment Through the Computer Operator Assistant Program The community in Sesaot Village, Narmada District, West Lombok Regency is famous for its tourist village. However, not many village youth and village officials in the village make maximum use of technology, especially for business activities. Therefore, the aim of this community service is to increase community independence in the use of computer technology so as to strengthen their economic aspects and digital knowledge. This community service activity is carried out by empowering communities or community groups in Sesaot Village through skills training as a Computer Operator Assistant. In this program participants are taught computer operation, office applications and basic administrative skills. The target of this service activity is village youth and village officials, totaling 16 people. Participants are given a competency test to determine differences in participants' abilities towards computer technology before and after the training is given. Before the training, of the 16 participants there were 5 people who did not pass the competency test. After the training, all participants passed the competency test. The results of the competency test before and after training were then analyzed using the Wilcoxon test and a significant result of 0.000 was obtained, indicating that there was an influence of computer skills training on the participants' competency test results. Through the Computer Operator Assistant program, the community, especially village youth and Sesaot village officials, experienced a positive digital transformation, increased independence in various aspects of life, and faced the challenges of an increasingly digital future with more confidence. This service program plays an important role in reducing the digital divide and empowering society in the era of information and communication technology that continues to develop.
Pengenalan Permainan Tradisional Lombok Sebagai Upaya Pelestarian Budaya Untuk Siswa Dasar Di Kecamatan Bayan Edi Kurniawan; Kokom supriyatnak; Maulidin Maulidin; Nazalus Syobri; Lukaman Lukaman; Rindawan Rindawan; Lalu Suprawesta; Mujriah Mujriah
Sasambo: Jurnal Abdimas (Journal of Community Service) Vol. 5 No. 4 (2023): November
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pemberdayaan Masyarakat (LITPAM)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36312/sasambo.v5i4.1498

Abstract

Permainan tradisional memiliki keterkaitan erat dengan perkembangan intelektual, sosial, dan karakter anak-anak. Oleh karena itu, diperlukan usaha untuk memperkenalkan kembali permainan tradisional khas Lombok, dengan tujuan untuk membangkitkan minat anak-anak dalam bermain permainan tradisional tersebut serta meningkatkan aktivitas fisik mereka. Metodenya melibatkan kegiatan sosialisasi yang mencakup teori dan praktik langsung. Hasil dari kegiatan ini mencakup beberapa hal. Pertama, anak-anak usia sekolah dasar menjadi lebih aktif secara fisik dan terlibat dalam melestarikan permainan tradisional Lombok. Kedua, melalui pengenalan permainan tradisional yang dulu sering dimainkan oleh masyarakat kepada anak-anak, aktivitas fisik mereka meningkat, yang pada gilirannya dapat meningkatkan kesehatan dan tingkat kebugaran jasmani. Ketiga, sebagai hasil lainnya, artikel-artikel mengenai program pengenalan permainan tradisional juga dihasilkan. Secara keseluruhan, program ini bertujuan untuk mengenalkan permainan tradisional Lombok kepada anak-anak sekolah dasar melalui sosialisasi dan bermain bersama, yang dapat meningkatkan aktivitas fisik mereka dan mendukung pelestarian permainan tradisional. Introducing The Traditional Lombok Game To Preserve The Culture Of Elementary School Students In Bayan District Traditional games are closely related to children's intellectual, social and character development. Therefore, efforts are needed to reintroduce traditional Lombok games, with the aim of arousing children's interest in playing these traditional games and increasing their physical activity. The method involves outreach activities that include theory and direct practice.The results of this activity include several things. First, elementary school age children become more physically active and involved in preserving traditional Lombok games. Second, through introducing children to traditional games that people used to play, their physical activity increases, which in turn can improve their health and physical fitness levels. Third, as another result, articles regarding traditional game introduction programs were also produced. Overall, this program aims to introduce traditional Lombok games to elementary school children through socialization and playing together, which can increase their physical activity and support the preservation of traditional games.
Upaya Pencegahan Stunting Dengan Pemberian Edukasi Pada Ibu Hamil Tentang Kehamilan Beresiko Meda Yuliani; Ecih Winengsih; Alyxia Gita Stellata; Dyah Ayu Fitriani; Finna Dwi Putriana
Sasambo: Jurnal Abdimas (Journal of Community Service) Vol. 5 No. 4 (2023): November
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pemberdayaan Masyarakat (LITPAM)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36312/sasambo.v5i4.1499

Abstract

kehamilan resiko tinggi yaitu kehamilan yang mengancam keadaan ibu dan janin. salah satu yang disebabkan oleh pendarahan, hipertensi dalam kehamilan, infeksi persalinan lama, dll. Salah satu upaya untuk meningkatkan pemahaman ibu mengenai kehamilan beresiko yaitu pemberian informasi untuk meningkatkan pengetahuan ibu. Sehingga ibu dapat melakukan upaya pencegahan kehamilan beresiko. Edukasi merupakan salah satu upaya dalam meningkatkan derajat kesehatan, dengan meningkatnya pengetahuan tentang kesehatan akan merubah sikap dan perilaku seseorang tentang Kesehatan. Kegiatan Pengabdian masyarakat ini dilakukan dengan memberikan edukasi secara ceramah dengan dibantu oleh media yang di modifikasi tentang kehamilan beresiko. Hal ini untuk meningkatkan pengetahuan bagi ibu hamil, juga mengubah perilaku dan sikap ibu hamil serta memberdayakan ibu hamil dalam mendeteksi diri terkait kondisi kehamilannya sehingga dapat mengoptimalkan kesehatan selama kehamilan. Kegiatan inti yang dilakukan yaitu pemberian edukasi terkait kehamilan beresiko dalam upaya pencegahan stunting. Hasil yang didapatkan dari kegiatan pengabdian masyarakat ini yaitu terjadi peningkatan pengetahuan sebelum dan sesudah diberikan edukasi tentang kehamilan beresiko dan pencegahan anemia dalam kehamilan dalam upaya pencegahan stunting dengan sebelum diberikan edukasi sebesar 47,06 % berpengetahuan kurang dan setelah diberikan edukasi sebesar 47, 06 % berpengetahuan cukup. Dengan adanya perubahan tingkat pengetahuan ini serta penguatan pemahaman tentang upaya mendeteksi diri diharapkan dapat memotivasi ibu hamil untuk rutin dalam melakukan pemeriksaan dan juga mengkonsumsi makanan yang menunjang dalam kebutuhan selama kehamilannya dalam upaya pencegahan stunting dengan mencegah anemia dalam kehamilan
Social Media Marketing Training to Support Gen Z Entrepreneurs in Malang City Nanang Suryadi; Abdurrahman Hakim; Muhammad Fajrul Iskam Fasieh
Sasambo: Jurnal Abdimas (Journal of Community Service) Vol. 5 No. 4 (2023): November
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pemberdayaan Masyarakat (LITPAM)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36312/sasambo.v5i4.1502

Abstract

Persaingan di tempat kerja sangat ketat; setiap tahun, lulusan baru berdatangan. Hal ini mengharuskan individu mencari usaha alternatif untuk memenuhi kualitas hidup yang dibutuhkan, salah satunya dengan menciptakan bisnis. Saat ini, kelompok generasi Z mencapai 20% dari seluruh populasi pada tahun 2020. Karena fleksibilitas yang dimilikinya, Generasi Z memiliki cara pandang tersendiri dalam berwirausaha. Kurangnya informasi tentang bagaimana menggunakan teknik pemasaran yang sukses untuk terhubung dengan pelanggan di tengah persaingan yang keras dan keadaan ekonomi global yang berorientasi pada pertumbuhan berkelanjutan, serta persaingan yang ketat, dan membutuhkan inovasi. Berdasarkan permasalahan yang dialami, maka alternatif pemecahan masalah yang dilakukan adalah dengan mengadakan pelatihan social media marketing sebagai strategi bisnis bagi generasi Z di Kota Malang. Pelatihan ini untuk mempersiapkan Generasi Z agar mampu bersaing. Metode pelaksanaan kegiatan adalah dengan memberikan sosialisasi, pelatihan, dan pendampingan secara langsung digital marketing. Kegiatan mendapat respon positif dari peserta pelatihan.  Selain itu, hasil evaluasi juga menunjukkan bahwa kegiatan ini mampu secara efektif meningkatkan pengetahuan dan keterampilan generasi Z dalam memanfaatkan teknologi digital pemasaran. Dari hasil pelatihan yang diberikan, para peserta kegiatan memiliki wawasan dan pandangan baru tentang bagaimana terus berinovasi dalam memaksimalkan pemasaran digital melalui copywriting. Social Media Marketing Training to Support Gen Z Entrepreneurs in Malang City  Competition in the workplace is fierce; every year, new graduates arrive. This requires individuals to seek alternative ventures to fulfill their quality of life needs, one of which is by creating a business. Currently, the Generation Z cohort will account for 20% of the entire population by 2020. Due to their flexibility, Generation Z has its own perspective on entrepreneurship. Lack of information on how to use successful marketing techniques to connect with customers amidst harsh competition and a global economy that is oriented towards sustainable growth as well as fierce competition and requires innovation Based on the problems experienced, the alternative solution is to conduct training on social media marketing as a business strategy for Generation Z in Malang City. This training is to prepare Generation Z to be able to compete. The method of implementing the activity is by providing socialization, training, and direct digital marketing assistance. The activity received a positive response from the training participants. In addition, the evaluation results also showed that this activity was able to effectively increase the knowledge and skills of Generation Z in utilizing digital marketing technology. From the results of the training provided, the activity participants gained new insights and views on how to continue to innovate in maximizing digital marketing through copywriting.  
Workshop Pembuatan Alat Permainan Edukatif untuk Anak Usia Dini Berbasis Printable Henny Henny; Marwah Marwah; Wa Nila
Sasambo: Jurnal Abdimas (Journal of Community Service) Vol. 5 No. 4 (2023): November
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pemberdayaan Masyarakat (LITPAM)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36312/sasambo.v5i4.1503

Abstract

Pelaksanaan kegiatan ini bertujuan untuk menstimulasi kreativiatas guru-guru pendidikan anak usia dini khususnya di taman kanak-terkait dengan alat permainan edukatif berbasis printable yang sesuai dengan tema-tema pembelajaran di lingkungan PAUD. Metode yang digunakan pada kegiatan ini adalah metode ceramah, diskusi, tanya jawab, eksperimen dan proyek pemberian tugas yang dibagi dalam kelompok-kelompok kecil. Setiap kelompok distimulasi untuk dapat menghasilkan karya berdasarkan kreativitas masing-masing guru. Hasil dari kegiatan PKm ini adalah guru dapat menghasilkan minimal 4 jenis Alat Permainan Edukatif (APE) sesuai dengan usia dan tahapan perkembangan anak berbasis printable. Selain itu, guru lebih kreatif dalam membuat alat permainan edukatif yang menyenangkan untuk anak usia dini.  Guru-guru PAUD  juga  memiliki wawasan luas terkait jenis-jenis alat yang dapat digunakan untuk membuat alat permainan edukatif.   Workshop On Making Educational Game Tools For Early Childhood Based On Printables  The implementation of this activity aims to stimulate the creativity of early childhood education teachers, especially in kindergartens, related to print-based educational game tools that can be creative according to learning themes in the PAUD environment. The methods used in this activity are lectures, discussions, questions and answers, experiments and assignment projects divided into small groups. Each group is stimulated to be able to produce works based on their respective creativity. The result of this Community Service activity is that teachers can produce at least 4 types of APE according to the age and stages of child development based on printable. In addition, teachers are more creative in making fun educational game tools for early childhood.  PAUD teachers also have broad insights regarding the types of tools that can be used to make educational game tools.  
Pelatihan Pemanfaatan Talas Menjadi Kue Bolu Dengan Strategi Penjualan Melalui Pemasaran Tradisional Dan Digital Di Desa Jenggik Utara Ridho Rafqi Ilhamalimy; I Ketut Kusuma Wijaya; I Ketut Sukarma Sukarma; Fermatika Oktavia Hanna; Afrida Nur Chasanah
Sasambo: Jurnal Abdimas (Journal of Community Service) Vol. 5 No. 4 (2023): November
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pemberdayaan Masyarakat (LITPAM)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36312/sasambo.v5i4.1505

Abstract

Pengabdian masyarakat bertujuan untuk meningkatkan penolahan talas yang sebelumnya sebagai produk keripik menjadi produk bolu yang akan meningkatkan penghasilan masyarakat di desa Jenggik Utara. Kegiatan ini dihadiri 10 orang staf desa dan masyarakat sekitar. 90 persen masyarakat terbantu dan senang dengan pelatihan ini. Peserta pelatihan berharap dengan produk bolu talas akan menjadi ciri khas dari desa Jenggik Utara. Untuk pemasaran melalu whatss app group atau melalu situs pertemanan. Untuk penjualan langsung melalui penjualan di sekitas masyarakat. Training on the use of taro into sponge cakes with sales strategies through traditional and digital marketing in Jenggik Utara Village This community service aims to improve the taro processing from product chips to other product likes taro sponge that increase income of community North Jenggik Village. This activity attended 10 person consist of staf and other community and has strong desire to learn product of taro sponge. The method is implementing and training. The evaluating activity is 90 % participants are pleasing and helpful for this training. They can practicing for processing taro as a chips to other product likes taro sponge. The participants hope taro product could be special product of North Jenggik. For taro sponge this product can be sold through whats app group or friendship site. For direct sale, taro sponge will be sold through neighbourhood.
Peran Labeling Dalam Meningkatkan Penjualan Produk Keripik Kelapa UMKM Desa Sibalaya Utara, Kecamatan Tanambulava, Kabupaten Sigi Afrizun Afrizun; Erwan Sastrawan; Setiawan Mandala Putra
Sasambo: Jurnal Abdimas (Journal of Community Service) Vol. 5 No. 4 (2023): November
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pemberdayaan Masyarakat (LITPAM)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36312/sasambo.v5i4.1508

Abstract

UMKM Mandiri Tora Tora merupakan usaha industri rumah tangga yang memproduksi buah kelapa dan diolah menjadi produk makanan yaitu Keripik Kelapa. Dengan label yang menarik dapat meningkatkan minat konsumen. Konsumen lebih tertarik dengan label daripada produk yang tidak memiliki label. Label mampu menjadi identitas dan akan masuk dalam ingatan konsumen. Hal ini sangat mempengaruhi jika berniat untuk membeli kembali.  Hasil menunjukan bahwa peningkatan penjualan melalui perubahan labeling produk pada usaha industri rumah tangga yang berlokasi di Desa Sibalaya Utara Kecamatan Tanambulava kabupaten Sigi, dapat di laksanakan dengan baik meskipun masih bersifat sederhana akan tetapi dari waktu ke waktu mengalami perubahan ke arah yang lebih baik. Tujuan Pembuatan Labeling produk keripik kelapa pada UMKM Tora Tora untuk meningkatkan kualitas produk agar menjadi lebih menarik dimata para konsumen. Mitra yang terlibat dalam pembuatan olahan keripik kelapa pada UMKM Tora Tora berjumlah dua orang yakni ibu lilyana selaku pemilik Usaha dan saudara dari ibu lilyana. Metode pelaksaan kegiatan dalam pembuatan labeling produk keripik kelapa melalui observasi, sosialisasi, serta penerapan kepada pemilik UMKM Tora Tora. Hasil dari kegiatan pengabdian yang dilakukan tersebut adalah adanya peningkatan kualitas produk pada kemasan olahan keripik kelapa melalui pembuatan labeling.  The Role Of Labeling In Increasing Sales Of UMKM Coconut Chip Products, North Sibalaya Village, Tanambulava District, Sigi Regency UMKM Mandiri Tora Tora is a home industry business that produces coconuts and processes them into food products, namely Coconuts Chips. An attractive label can increase consumer interest. Consumer are more interested in labels than products that do not have labels. Labels can become an identiy and will enter con sumers memories. This really influences whether you intend to buy again. The results show that sales in creased trought changes in product labeling in home industry businesses located in north Sibalaya Village, Tanambulava District, Sigi Regency. Can be implemented well even though it is still simple, but over time it changes for the better.  The aim of making labeling for coconut chips products at Tora Tora MSMEs is to improve product quality so that it becomes more attractive in the eyes of consumers. There are two partners involved in making processed coconut chips at Tora Tora UMKM, namely Mrs. Lilyana as the business owner and Mrs. Lilyana’s brother. The method for implementing activities in making labeling for coconut chips products is trough observation, outreach and application to Tora Tora MSME owners. The result of the service activities carried out was an increase in product quality on processed coconut chips packaging through labeling.
Pelatihan dan Pendampingan Pelaksanaan Basic Life Support (BLS) Muhammad Rusli; Jud Jud; Suhartiwi Suhartiwi; Marsuna Marsuna
Sasambo: Jurnal Abdimas (Journal of Community Service) Vol. 5 No. 4 (2023): November
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pemberdayaan Masyarakat (LITPAM)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36312/sasambo.v5i4.1511

Abstract

Pengabdian kepada masyarakat bertujuan untuk meningkatkan pemahaman mahasiswa mengenai pentingnya pelatihan dan pendampingan dalam Basic Life Support (BLS). Mahasiswa umumnya menghadapi beberapa permasalahan dalam BLS, seperti kurangnya pengetahuan dan keterampilan dalam konsep serta teknik, kurangnya pengalaman praktis, dan kesulitan mengimplementasikan pengetahuan teoritis ke dalam situasi nyata. Solusi untuk membantu mahasiswa adalah melalui pelatihan komprehensif yang mencakup pengetahuan teoritis BLS dan latihan praktis dalam simulasi situasi darurat. Pelatihan yang terstruktur dan berulang dapat membantu mahasiswa memperoleh pengetahuan dan keterampilan secara bertahap. Simulasi realistis dengan manekin atau model manusia dapat mengurangi kecemasan dan meningkatkan kepercayaan diri mahasiswa dalam menghadapi situasi darurat yang membutuhkan tindakan BLS. Sebagai hasilnya, mahasiswa yang mengikuti pelatihan BLS dapat mengembangkan keterampilan praktis dan pemahaman yang lebih dalam tentang pertolongan pertama. Mereka menjadi lebih siap dalam merespons keadaan darurat seperti henti jantung, pernapasan terhenti, atau kecelakaan, serta meningkatkan kepercayaan diri mereka dalam menghadapi situasi darurat yang memerlukan tindakan BLS. Training and Implementation Assistance Basic Life Support (BLS)  Community service aims to increase students' understanding of the importance of training and mentoring in Basic Life Support (BLS). Students generally face several problems in BLS, such as lack of knowledge and skills in concepts and techniques, lack of practical experience, and difficulty implementing theoretical knowledge into real situations. The solution to help students is through comprehensive training that includes BLS theoretical knowledge and practical exercises in simulated emergency situations. Structured and repetitive training can help students gain knowledge and skills gradually. Realistic simulations with mannequins or human models can reduce anxiety and increase student confidence in dealing with emergency situations that require BLS action. As a result, students who take BLS training can develop practical skills and a deeper understanding of first aid. They become better prepared to respond to emergencies such as cardiac arrest, respiratory arrest, or accidents, and increase their confidence in dealing with emergency situations that require BLS action.    
Edukasi Praktek Swamedikasi dengan Penggunaan Obat Rasional bagi Masyarakat Pesisir Desa Sungai Nibung Kabupaten Kubu Raya Warsidah Warsidah
Sasambo: Jurnal Abdimas (Journal of Community Service) Vol. 5 No. 4 (2023): November
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pemberdayaan Masyarakat (LITPAM)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36312/sasambo.v5i4.1513

Abstract

Swamedikasi atau pengobatan sendiri adalah sikap atau tindakan dalam mengobati diri sendiri tanpa berkonsultasi dengan dokter atau paramedis, baik dengan menggunakan obat tradisional/herbal atau obat modern yang biasa diresepkan di tempat pelayanan kesehatan formal. Banyak faktor yang mendukung swamedikasi ini membudaya di kalangan masyarakat seperti mudahnya menemukan obat yang diinginkan melalui promosi obat di media massa, merasa cocok dengan obat yang dibeli bebas dan keterbatasan jarak tempuh atau waktu untuk datang ke pelayanan formal dalam mendapatkan distribusi obat serta beberapa faktor lain yang dipertimbangkan oleh konsumen. Kegiatan PKM mandiri tentang edukasi praktek swamedikasi pada Masyarakat pesisir Desa Sungai Nibung Kabupaten Kubu Raya ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan pemahaman masyarakat dalam melakukan praktek medikasi agar menggunakan obat secara rasional, yaitu pemilihan obat yang tepat dan benar sehingga tujuan pengobatan secara efektif dapat tercapai. Kegiatan ini diikuti oleh 20 orang warga msyarakat pesisir desa Sungai Nibung yang terdiri dari kader PKK dan ibu rumah tangga, dilaksanakan secara offline menggunakan metode ceramah dan diskusi. Hasil evaluasi menunjukkan adanya peningkatan persentase 40% peserta menjadi rata-rata 90% peserta yang sudah memiliki pemahaman yang benar terkait  penggunaan obat yang rasional dalam melakukan swamedikasi. Education on Self-Medication Practices with Rational Use of Medicines for Coastal Communities in Nibung Village Self-medication or self-medication is the attitude or action of treating oneself without consulting a doctor or paramedic, either by using traditional/herbal medicine or modern medicine that is usually prescribed in formal health care settings. There are many factors that support self-medication to become a culture among the community, such as the ease of finding the desired drug through drug promotion in the mass media, feeling comfortable with over-the-counter drugs and limited travel distance or time to come to formal services to get drug distribution and several other factors that considered by consumers. This independent PKM activity regarding education on self-medication practices in the coastal communities of Sungai Nibung Village, Kubu Raya Regency aims to increase the community's knowledge and understanding in carrying out medication practices in order to use drugs rationally, namely choosing the right and correct drugs so that treatment goals can be achieved effectively. This activity was attended by 20 residents of the coastal community of Sungai Nibung village consisting of PKK cadres and housewives, carried out offline using lecture and discussion methods. The evaluation results show an increase in the percentage of 40% of participants to an average of 90% of participants who already have a correct understanding regarding the rational use of drugs in self-medication
Pelatihan Prototype IPA dan Kalkulator AI (Artificial Intelligence) Guru SLB Meningkatkan Literasi Sains dan Numerasi Fitria Sarnita; Fitri Ningsi; Ainun Fitriani
Sasambo: Jurnal Abdimas (Journal of Community Service) Vol. 5 No. 4 (2023): November
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pemberdayaan Masyarakat (LITPAM)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36312/sasambo.v5i4.1514

Abstract

Kegiatan pengabdian ini telah dilaksanakan di SLB Baiturrahman dengan tujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan guru-guru di sekolah mitra dalam menyusun Prototype IPA dan Kalkulator AI berbasis Mit App inventer versi 2, sebagai langkah awal dalam memperbaiki/meningkatkan literasi sains dan numerasi siswa tuna netra di SLB Baiturrahman. Dalam kegiatan ini, ada 3 kegiatan inti yang telah dilakukan Tahap perencanaan Program yakni melibatkan mitra dalam mengidentifikasi dan melakukan analisis kebutuhan, kedua pelaksanaan program yakni melaksanakan pelatihan kalkulator AI dan Prototype IPA dan terkahir melaksanakan evaluasi yakni evaluasi untuk peserta pelatihan dan evaluasi kegiatan pelatihan penyusunan prototype IPA dan Kalkulator AI. Dari hasil kegiatan pengabdian yang telah dilakukan di atas, rencana selanjutnya tim pelaksana akan melakukan monitoring dan evaluasi sebagai tindak lanjut dari kegiatan pengabdian. Monitoring dan evaluasi ini akan dilakukan ±1 bulan setelah kegiatan berlangsung sampai tujuan pelaksanaan kegiatan pengabdian ini tercapai. Adapun hasil pretest dan posttest pada pelatihan Prototype IPA dan Kalkulator AI menunjukan hasil yang menyatakan bahwa kemampuan mitra meningkat dari pretest pelatihan  prototype IPA 38,44 %, untuk hasil posttest 67,44%.untuk pelatihan kalkulator AI hasil pretest 62,22 %, untuk hasil posttest 83,33%. Agar pelaksanaan kegiatan pengabdian dapat berjalan dengan baik maka perlu pendampingan lebih lajut terutama bagi guru yang sama sekali tidak memiliki kemampuan IT, agar kegiatan lebih menghemat waktu atau efisien. Kelanjutan dari kegiatan pengabdian ini berdasarkan kesepakatan dengan mitra akan membentuk tim volunter untuk pendampingan keberlanjutan  pelatihan Prototype IPA dan Kalkulator AI berbasis Mit App inventer versi 2 untuk semua guru yang menjadi pengampu pada kelas tuna netra yang kemarin berkendala dalam mengikuti pelatihan. Science Prototype and AI (Artificial Intelligence) Calculator Training for Special School Teachers Increases Scientific Literacy and Numeracy This service activity was carried out at Baiturrahman SLB with the aim of increasing the knowledge and skills of teachers at partner schools in preparing Science Prototypes and AI Calculators based on Mit App inventor version 2, as a first step in improving/increasing the scientific literacy and numeracy of blind students in SLB Baiturrahman. In this activity, there are 3 core activities that have been carried out in the Program planning stage, namely involving partners in identifying and conducting needs analysis, secondly implementing the program namely carrying out training on AI calculators and Science Prototypes and finally carrying out evaluations namely evaluation for training participants and evaluation of prototype preparation training activities IPA and AI Calculator. From the results of the service activities carried out above, the implementation team's next plan is to carry out monitoring and evaluation as a follow-up to the service activities. This monitoring and evaluation will be carried out ± 1 month after the activity takes place until the objectives of implementing this service activity are achieved. The pretest and posttest results on the Science Prototype and AI Calculator training showed results stating that the partners' abilities increased from the pretest to the Science prototype training by 38.44%, to the posttest results 67.44%. For the AI calculator training the pretest results were 62.22%, for posttest results 83.33%. So that the implementation of service activities can run well further assistance is needed, especially for teachers who do not have IT skills at all, so that activities save time or are more efficient. The continuation of this service activity based on an agreement with partners will be to form a volunteer team to assist in the continuation of the Mit App inventor version 2 based Science Prototype and AI Calculator training for all teachers who are teachers in blind classes who yesterday had problems participating in the training.