cover
Contact Name
Dedi Sufriadi
Contact Email
dedisufriadi@gmail.com
Phone
+6285260082672
Journal Mail Official
jurnal@indopublishing.or.id
Editorial Address
Jln. Malahayati KM. 9 No. 14 Desa Kajhu Kabupaten Aceh Besar, Indonesia 23373
Location
Kab. aceh besar,
Aceh
INDONESIA
Jurnal Teologi Islam
Published by Indo Publishing
ISSN : 30906938     EISSN : 30906946     DOI : https://doi.org/10.63822/jti
Discusses on Islamic theology, Islamic education, Islamic studies and information about the results of scientific studies for academics and practitioners in the field of Islamic education both theory and practice, researches of Islamic Education include: the development of instruments in evaluation of Islamic Education, development of instructional Islamic Education media, Islamic Education learning model development, and action research.
Articles 69 Documents
Paradoks Kekalahan: Bagaimana Krisis dalam Dunia Islam Mendorong Kebangkitan Eropa Muhammad Rafif Athallah; Tenny Sudjatnika
Jurnal Teologi Islam Vol. 1 No. 2 (2025): NOVEMBER (in progress)
Publisher : Indo Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63822/29y8wf61

Abstract

Sepanjang Abad Pertengahan, dunia Islam mengalami guncangan besar melalui Perang Salib dan invasi Mongol—dua peristiwa historis yang kerap dianggap sebagai simbol kemunduran peradaban. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji dampak paradoksal dari krisis-krisis tersebut terhadap kebangkitan intelektual Eropa, khususnya dalam periode Renaisans. Dengan pendekatan kualitatif historis-interpretatif, studi ini menelusuri bagaimana pertemuan budaya yang dipicu oleh konflik militer turut memfasilitasi transmisi ilmu pengetahuan dan filsafat Islam ke dunia Barat Latin. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa kehancuran institusi peradaban Islam justru mendorong difusi pengetahuan yang menjadi fondasi perkembangan intelektual modern di Eropa. Penelitian ini menyimpulkan bahwa kemunduran suatu peradaban dalam satu konteks dapat menjadi kekuatan transformasi dalam konteks lain, serta menantang narasi sejarah global yang bersifat linear dan Euro-sentris.
Konsep Tasybih dalam Ilmu Balaghah dan Analisis Tasybih Al-Jahiz dalam Kitab Al-Bayan Wa At-Tabyin Fadhilah Nurzahira
Jurnal Teologi Islam Vol. 1 No. 2 (2025): NOVEMBER (in progress)
Publisher : Indo Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63822/7anb8b63

Abstract

Artikel ini mengkaji konsep tasybih dalam ilmu balāghah serta menganalisis gaya bahasa al-Jahiz sebagaimana tercermin dalam karya klasiknya, al-Bayan wa at-Tabyin. Tasybih merupakan perangkat penting dalam retorika Arab yang berfungsi untuk memperjelas makna, memperindah bahasa, dan memperkuat daya persuasi teks. Dengan menggunakan metode penelitian kualitatif kepustakaan dan teknik analisis isi, kajian ini berfokus pada bab تشبيه الشيء بالشيء  من الشعر  dalam kitab tersebut. Hasil analisis menunjukkan bahwa al-Jahiz tidak menyusun teori tasybih secara sistematis seperti tokoh setelahnya, tetapi ia menampilkan penerapan tasybih secara kreatif dan kontekstual melalui syair, kisah, dan analogi yang hidup. Gaya balāghah al-Jahiz secara umum ditandai oleh kekuatan argumentasi, penggunaan narasi, humor halus, serta kejernihan makna (bayan). Dengan demikian, karya al-Bayan wa at-Tabyin memiliki peran penting dalam membentuk fondasi awal teori balāghah klasik dan menginspirasi perkembangan retorika Arab pada masa sesudahnya.
Islam Dan Peradaban Persia: Integrasi Budaya Dan Keilmuan Pada Masa Dinasti Abbasiyah Sabda Maulana; Tenny Sujatnika
Jurnal Teologi Islam Vol. 1 No. 2 (2025): NOVEMBER (in progress)
Publisher : Indo Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63822/shzt2x35

Abstract

The Abbasid Caliphate represents one of the most remarkable periods in Islamic civilization, characterized by the integration of cross-cultural elements, particularly Persian intellectual traditions. Persian culture was not merely a complementary component but a foundational force in shaping Islamic governance, education systems, and scientific advancements. Institutions such as the Bayt al-Hikmah (House of Wisdom) facilitated large-scale translations and the development of knowledge from Persian, Greek, and Indian sources, creating a cosmopolitan and intellectually vibrant environment. Persian scholars like Al-Khwarizmi, Ibn Sina, and Al-Farabi made groundbreaking contributions in various scientific fields, which continue to influence modern scholarship. This article examines the role of Persian culture and knowledge in shaping the unique character of the Abbasid civilization, highlighting its influence in administration, literature, arts, and classical Islamic sciences.
Tasybih dalam Mu’allaqoh Zuhair bin Abi Sulma: Kajian Balaghah dan Analisis Amarulloh; Ahmad Dardiri; Raswan; Achmad Fudhaili
Jurnal Teologi Islam Vol. 1 No. 2 (2025): NOVEMBER (in progress)
Publisher : Indo Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63822/evnddb62

Abstract

This research aims to analyze the use of tasybih in Mu'allaqah Zuhair bin Abi Sulma using a balaghah analysis approach. The method used is qualitative research with a library research design. Primary data is in the form of 65 pieces in Mu'allaqah Zuhair bin Abi Sulma, while secondary data comes from literature discussing the science of balaghah, especially the science of bayan. The data collection technique was carried out using reading and writing techniques, while data analysis used a qualitative descriptive method with the Miles and Huberman interactive analysis model, which includes data reduction, data presentation and drawing conclusions. The research results showed that Zuhair bin Abi Sulma used various types of tasybih, such as mursal mufashal tasybih, baligh tasybih, and dhimni tasybih. Tasybih mursal mufashal is used to clarify the meaning by mentioning the tasybih instrument explicitly, while tasybih baligh provides a stronger effect by omitting the tasybih instrument. Meanwhile, dhimni tasybih present implied meanings that require deeper interpretation. Analysis found 10 baits in Mu'allaqah that contained tashbih elements. The use of prayer beads not only functions as a stylistic tool, but also strengthens the aesthetic and rhetorical values ​​in poetry, reflecting the poet's wisdom and moral message.
Pemikiran Islam Klasik dan Modern dalam Konteks Revitalisasi Peradaban Umat Islam Farid Nur Fauzan Naufala; Tenny Sudjatnika
Jurnal Teologi Islam Vol. 1 No. 2 (2025): NOVEMBER (in progress)
Publisher : Indo Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63822/5771f330

Abstract

Artikel ini bertujuan untuk mengkaji kontribusi pemikiran Islam klasik dan modern terhadap upaya revitalisasi peradaban umat Islam di tengah tantangan zaman. Islam sebagai agama dan peradaban telah mengalami fase kejayaan yang luar biasa pada masa klasik, disusul dengan fase kemunduran akibat berbagai faktor internal dan eksternal. Pemikiran para intelektual klasik seperti Al-Farabi, Al-Ghazali, dan Ibn Khaldun menjadi fondasi bagi konstruksi intelektual dan sosial umat Islam masa lalu, sedangkan pemikiran tokoh modern seperti Jamaluddin al-Afghani, Muhammad Abduh, Muhammad Iqbal, dan Fazlur Rahman menjadi respons terhadap kolonialisme dan modernitas. Dengan menggunakan metode kualitatif berbasis studi kepustakaan dan analisis historis-filosofis, artikel ini mengidentifikasi benang merah antara dua era pemikiran tersebut serta menjelaskan relevansinya dalam membangun kembali peradaban Islam yang inklusif, adil, dan berorientasi pada kemajuan. Penelitian ini menyimpulkan bahwa sintesis antara nilai-nilai luhur pemikiran klasik dan pendekatan kontekstual pemikiran modern sangat penting dalam merumuskan strategi revitalisasi peradaban umat Islam kontemporer.
Shalawat Badar sebagai Ekspresi Cinta dan Koneksi Azkia Rahma; Tenny Sudjatnika
Jurnal Teologi Islam Vol. 1 No. 2 (2025): NOVEMBER (in progress)
Publisher : Indo Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63822/dtexza35

Abstract

Shalawat Badar is a form of praise that not only reflects Muslims' love for the Prophet Muhammad (peace be upon him) but also serves as a powerful means of spiritual connection. Created by KH. Ali Manshur during the ideological tensions between Nahdlatul Ulama (NU) and the Indonesian Communist Party (PKI) in the 1960s, Shalawat Badar serves as a cultural resistance filled with religious and nationalist significance. With lyrics glorifying the Prophet Muhammad and distinctive local cultural chants, this shalawat has become an integral part of various religious rituals of Indonesian Muslims. Beyond its historical and spiritual significance, Shalawat Badar also has positive psychological effects, such as calming the heart and strengthening social solidarity. Chanted at various sacred moments such as the Prophet's birthday and tahlilan (religious gatherings), this shalawat demonstrates how Indonesian Islam grew peacefully through cultural channels. Shalawat Badar is not merely religious art, but a living legacy that educates the younger generation to love the Prophet in a gentle, contextual, and down-to-earth way.
Kontribusi Perempuan dalam dakwah Islam di Era Moderen Freya Darin Aprilia; Tenny Sudjatnika
Jurnal Teologi Islam Vol. 1 No. 2 (2025): NOVEMBER (in progress)
Publisher : Indo Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63822/75sgfq15

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi peran dan kontribusi perempuan dalam dakwah Islam di era modern, khususnya di tengah perkembangan teknologi dan perubahan sosial yang pesat. Perempuan tidak lagi hanya menjadi objek dalam kegiatan dakwah, tetapi telah bertransformasi menjadi subjek aktif yang memanfaatkan berbagai platform, termasuk media sosial, untuk menyampaikan nilai-nilai Islam. Dengan menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dan metode studi pustaka, kajian ini menemukan bahwa perempuan memainkan peran strategis dalam menjangkau audiens yang lebih luas, terutama generasi muda, melalui pendekatan yang komunikatif, empatik, dan relevan dengan kehidupan sehari-hari. Meskipun demikian, perempuan masih menghadapi tantangan seperti stereotip gender, pembatasan budaya, serta beban peran domestik. Namun, perempuan tetap mampu menciptakan ruang dakwah yang inklusif dan responsif melalui komunitas, pengajian, serta konten dakwah digital yang adaptif terhadap isu-isu kontemporer. Kontribusi ini menunjukkan bahwa perempuan memiliki posisi penting dalam keberlanjutan dakwah Islam dan pembangunan masyarakat yang religius serta berkeadaban.
Nilai-Nilai Pendidikan Agama Islam dalam Kitab Nasāʾihul ‘Ibād dan Relevansinya dengan Kurikulum Merdeka Ilham Aunur Rhofiq; Mohamad Yahya Ashari; Agus Mahfudin
Jurnal Teologi Islam Vol. 1 No. 2 (2025): NOVEMBER (in progress)
Publisher : Indo Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63822/9s0m3442

Abstract

This study aims to examine the values of Islamic education in the book Nasāʾihul ‘Ibād and its relevance to the Islamic Religious Education (PAI) material in the Independent Curriculum for high school level. Islamic Religious Education plays a very important role in shaping the character of students, especially amidst the current moral crisis. The book Nasāʾihul ‘Ibād by Sheikh Nawawi al-Jawi contains the values of faith, sharia, and morals that are relevant to current educational challenges. The method used is a qualitative approach with a Systematic Literature Review approach. The results of the study indicate that the values in Nasāʾihul ‘Ibād include faith, obedience, five daily prayers in congregation, fasting, honesty, humility, social concern, avoiding reprehensible morals, and cultivating good morals. It is relevant to the dimensions of Islamic educational values in the independent curriculum, such as piety, noble character, and independence. This book has the potential to be used as an additional reference in Islamic Religious Education (PAI) learning oriented towards the formation of Islamic and moderate character. The relevance between the two is as follows: relevance in terms of aqidah values is that both share a similarity in emphasizing active and productive faith in social life. Relevance in terms of sharia values is that both are aligned in emphasizing that Islamic sharia teachings must shape the character and social responsibility of students. Meanwhile, relevance in terms of moral values is that both sources aim to shape individuals with noble character, able to live harmoniously in society, and possess a high social awareness, while avoiding bad morals.
Konsep Tajsīm dalam Tafsir dan Kritik Sastra Arab: Analisis al-Taṣwīr al-Fannī Sayyid Qutb dalam Perspektif Tasybīh dan Isti‘ārah Vivi Miftahul Jannah; Raswan; Achmad Fudhaili
Jurnal Teologi Islam Vol. 1 No. 2 (2025): NOVEMBER (in progress)
Publisher : Indo Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63822/etw22c92

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengungkap konsep tajsīm (konkretisasi makna) dalam karya al-Taṣwīr al-Fannī fī al-Qur’ān karya Sayyid Qutb, dengan menelaah keterkaitannya secara konseptual dan stilistika dengan dua perangkat utama dalam ilmu balāghah Arab klasik, yaitu tasybīh dan isti‘ārah. Dengan menggunakan pendekatan kualitatif-deskriptif dan metode analisis isi serta stilistika balāghīyah, penelitian ini menemukan bahwa tajsīm dalam tafsir Qutb tidak sekadar metaforis, melainkan menjelmakan makna abstrak menjadi bentuk visual, emosional, dan naratif yang dapat dirasakan oleh pembaca. Hasil analisis memperlihatkan bahwa tasybīh berfungsi sebagai pengantar efek citra, sedangkan isti‘ārah memperdalam kesan emosional dan simbolik yang menjadi landasan utama terbentuknya tajsīm. Studi ini juga menyinggung bagaimana tokoh lain seperti al-Zamakhsyarī dan al-‘Aqqād turut menerapkan bentuk tajsīm dalam pendekatan sastra dan tafsir mereka. Dengan demikian, penelitian ini memperkuat bahwa tajsīm merupakan jembatan antara estetika retoris balāghah dan pengalaman batin pembaca dalam memahami pesan ilahi secara mendalam dan imajinatif.
Analisis Korelasi, Regresi, dan Anova : Serta Contoh Penggunaannya dalam Penelitian  Pendidikan Bahasa Arab Ummu Salamah; Fatmah Hambali; Ahmad Royani
Jurnal Teologi Islam Vol. 1 No. 2 (2025): NOVEMBER (in progress)
Publisher : Indo Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63822/4kgpwy25

Abstract

Artikel ini membahas tiga metode statistik penting dalam penelitian kuantitatif, yaitu analisis korelasi, regresi, dan ANOVA (Analysis of Variance), serta contoh penerapannya dalam penelitian Pendidikan Bahasa Arab. Analisis korelasi digunakan untuk mengukur hubungan antara dua variabel, regresi untuk membangun model prediktif antara variabel bebas dan terikat, sedangkan ANOVA digunakan untuk membandingkan rata-rata dari tiga kelompok atau lebih. Artikel ini menguraikan konsep dasar masing-masing teknik, perbedaannya, serta prosedur pengujian statistik secara sistematis. Dilengkapi dengan contoh-contoh nyata dari penelitian di bidang Pendidikan Bahasa Arab, tulisan ini diharapkan dapat menjadi panduan praktis bagi mahasiswa dan peneliti dalam menerapkan analisis statistik secara tepat dan valid.