cover
Contact Name
Ike Dian Puspta Sari
Contact Email
ikedianps@gmail.com
Phone
+6281330211770
Journal Mail Official
jurnalparadigma.budiutomo@gmail.com
Editorial Address
https://ejurnal.uibu.ac.id/index.php/paradigma/EditorialTeam
Location
Kota malang,
Jawa timur
INDONESIA
Paradigma: Jurnal Filsafat, Sains, Teknologi, dan Sosial Budaya
ISSN : 26571803     EISSN : 26571803     DOI : https://doi.org/10.33503/paradigma
Paradigma: Jurnal Filsafat, Sains, Teknologi, dan Sosial Budaya is a reputable scientific journal that has been recognized by SINTA with a ranking of 5. Published two times a year (January-June and July-December), the journal accommodates a variety of scientific articles that explore contemporary issues in philosophy, science, technology, and socio-culture. With its broad scope, Paradigma has become an important reference for researchers, academics, and practitioners interested in the intersections of various disciplines. Equipped with PISSN: 08523185 and EISSN: 2657-1803, the journal ensures the quality and accessibility of its publications. Paradigma accepts articles in the form of original research, literature reviews, and critical essays that fall within interdisciplinary scope: philosophy, science, technology, socio-culture.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 273 Documents
Manajemen Layanan Khusus Berbasis Nilai Islam bagi Anak Berkebutuhan Khusus di Sekolah Luar Biasa Kelana, Saputri; Rahmi, Ulva
Paradigma: Jurnal Filsafat, Sains, Teknologi, dan Sosial Budaya Vol. 31 No. 2 (2025): Paradigma: Jurnal Filsafat, Sains, Teknologi, dan Sosial Budaya
Publisher : Universitas Insan Budi Utomo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33503/paradigma.v31i2.2751

Abstract

Penelitian ini bertujuan menganalisis manajemen layanan khusus bagi Anak Berkebutuhan Khusus (ABK) di Sekolah Luar Biasa (SLB) Peduli Anak Nagari Kecamatan Akabiluru dengan perspektif nilai-nilai Islam. Latar belakang penelitian ini didasari oleh masih ditemukannya keterbatasan sumber daya manusia, sarana dan prasarana, serta sistem pengelolaan layanan khusus yang belum optimal sehingga berdampak pada efektivitas pelayanan pendidikan bagi ABK. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara mendalam, dan dokumentasi, sedangkan analisis data dilakukan melalui tahapan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa manajemen layanan khusus telah diterapkan melalui fungsi perencanaan, pengorganisasian, pelaksanaan, dan evaluasi, namun dalam praktiknya masih menghadapi berbagai kendala struktural dan teknis, seperti keterbatasan tenaga pendidik khusus dan fasilitas pendukung. Integrasi nilai-nilai Islam, seperti rahmah (kasih sayang), ‘adl (keadilan), dan amanah (tanggung jawab), terbukti memperkuat pendekatan layanan yang humanis, inklusif, dan berkeadilan. Penelitian ini memberikan kontribusi penting bagi pengembangan model manajemen layanan khusus Islami yang adaptif, kolaboratif, dan berkelanjutan.
Prinsip-Prinsip Responsibility to Protect Dalam Upaya Penanganan Krisis Kemanusiaan di Myanmar Berdasarkan Pasal 15 Universal Declaration of Human Right 1948 Yoga Wiratama Santoso; Isep H. Insan; Sobar Sukmana
Paradigma: Jurnal Filsafat, Sains, Teknologi, dan Sosial Budaya Vol. 31 No. 2 (2025): Paradigma: Jurnal Filsafat, Sains, Teknologi, dan Sosial Budaya
Publisher : Universitas Insan Budi Utomo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33503/paradigma.v31i2.2756

Abstract

Responsibility to Protect (R2P) merupakan norma internasional yang diadopsi PBB pada tahun 2005 untuk menegaskan tanggung jawab negara dalam melindungi penduduknya dari kejahatan kemanusiaan, pembunuhan massal, pembersihan etnis, dan pelanggaran berat HAM. Prinsip ini berakar pada nilai-nilai Universal Declaration of Human Rights (UDHR) yang menegaskan hak hidup, kebebasan, dan keamanan bagi setiap individu tanpa diskriminasi. Krisis Myanmar pascakudeta militer 2021, serta rangkaian kekerasan sejak 2012 terhadap etnis Rohingya, menunjukkan kegagalan negara dalam memenuhi kewajiban perlindungan tersebut, yang ditandai dengan pembunuhan, pengungsian massal, dan pelanggaran HAM sistematis. Pasal 15 UDHR, yang menegaskan hak setiap orang atas kewarganegaraan dan larangan pencabutannya secara sewenang-wenang, menjadi kunci dalam menilai kebijakan diskriminatif Myanmar yang menolak kewarganegaraan Rohingya. Penelitian ini bertujuan menganalisis keterkaitan antara pelanggaran terhadap etnis Rohingya dengan prinsip R2P dan Pasal 15 UDHR, serta mengevaluasi respons masyarakat internasional. Temuan menunjukkan bahwa praktik Myanmar melanggar prinsip fundamental HAM dan menuntut penguatan mekanisme internasional dalam memastikan negara menjalankan tanggung jawab perlindungannya.
THE EFFECTIVENESS OF INTERACTIVE FLAT PANEL (IFP) UTILIZATION IN SUPPORTING INNOVATIVE IPAS LEARNING IN ELEMENTARY SCHOOLS Okto Naitboho; Rey Naldo; Elisabeth Ruth Deku; Restiana Embong Bulan; Maria Elfira Bumbung; Seprisidian Duka
Paradigma: Jurnal Filsafat, Sains, Teknologi, dan Sosial Budaya Vol. 31 No. 2 (2025): Paradigma: Jurnal Filsafat, Sains, Teknologi, dan Sosial Budaya
Publisher : Universitas Insan Budi Utomo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33503/paradigma.v31i2.2760

Abstract

Educational transformation in the digital era has intensified the adoption of innovative learning technologies, one of which is the use of Interactive Flat Panels (IFPs) in elementary education. This study aims to examine the effectiveness of IFP utilization in fostering instructional innovation in Natural and Social Sciences (Ilmu Pengetahuan Alam dan Sosial—IPAS) at elementary schools in Kupang City, as well as to explore the factors influencing its implementation within the local socio-cultural context. Employing a qualitative approach with a descriptive case study design, data were collected through semi-structured interviews, participatory observations, and document analysis involving teachers, school principals, and students from three elementary schools that received IFP support. Data analysis was conducted using Miles and Huberman’s interactive model complemented by thematic analysis. The findings indicate that the use of IFPs has enhanced students’ interest and engagement in IPAS learning, particularly through material visualization and multimedia-based instruction. Nevertheless, their utilization remains partial and predominantly situated at the substitution level, thus falling short of fully supporting interactive and collaborative learning practices. Major constraints include teachers’ limited pedagogical and technological competencies, the lack of sustained professional development, as well as infrastructural limitations and school cultural barriers. This study underscores that the effectiveness of IFP implementation is determined not merely by technological availability, but also by human resource readiness, institutional support, and the integration of local values. The findings are expected to inform the development of more contextualized and sustainable digital learning policies and implementation strategies in elementary education.
Analisis Manajemen Kurikulum dengan Pendekatan Deep Learning di KB-TK LABSCHOOL UNESA 2 Aprilia, Dyan Putri; Fadhila, Meinawati Eka Nur; Wicaksana, Naufal Daffa Arif; Bachri, Bachtiar Syaiful; Widiyanah, Ima; Islami, Jundu Muhammad Mufakkirul
Paradigma: Jurnal Filsafat, Sains, Teknologi, dan Sosial Budaya Vol. 31 No. 2 (2025): Paradigma: Jurnal Filsafat, Sains, Teknologi, dan Sosial Budaya
Publisher : Universitas Insan Budi Utomo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33503/paradigma.v31i2.2771

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis cara mengelola kurikulum dengan pendekatan deep learning di KB–TK Labschool UNESA 2. Penelitian ini fokus pada beberapa hal seperti merencanakan, melaksanakan, mengatur, mengontrol, dan mengevaluasi kurikulum agar bisa mendukung pembelajaran yang bermakna bagi anak usia dini. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Untuk mengumpulkan data, digunakan beberapa teknik seperti mengamati kegiatan belajar-mengajar, wawancara dengan kepala sekolah dan guru, serta menganalisis dokumen-dokumen terkait kurikulum. Proses analisis data dilakukan dengan cara menyederhanakan data, menyajikan data, dan mengambil kesimpulan. Untuk memastikan kebenaran data, digunakan metode triangulasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa manajemen kurikulum di KB–TK Labschool UNESA 2 sudah dilakukan secara teratur dan terpadu dengan prinsip pendekatan deep learning. Perencanaan kurikulum dibuat dengan kerja sama dan sesuai dengan situasi di lapangan. Pembelajaran dilakukan dengan fokus pada anak melalui berbagai kegiatan bermain yang bermakna. Evaluasi dilakukan dengan cara yang autentik dan terus-menerus. Pendekatan deep learning yang diterapkan berdampak positif terhadap peningkatan kualitas pembelajaran serta pengembangan potensi anak secara menyeluruh.
Chat GPT dalam Dinamika Akademik Mahasiswa PGSD Universitas Khairun: Antara Efisiensi dan Erosi Dialog Pedagogis dalam Perspektif Filsafat Klasik Iwan Abdy; Wayan Suastra; Ananta Wikrama Tungga Atmaja; I Nyoman Tika
Paradigma: Jurnal Filsafat, Sains, Teknologi, dan Sosial Budaya Vol. 31 No. 2 (2025): Paradigma: Jurnal Filsafat, Sains, Teknologi, dan Sosial Budaya
Publisher : Universitas Insan Budi Utomo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33503/paradigma.v31i2.2773

Abstract

Penelitian ini mengkaji dinamika penggunaan ChatGPT dalam kalangan mahasiswa Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar (PGSD) Universitas Khairun dengan pendekatan filsafat klasik. Menggunakan metode campuran eksplanatori sekuensial, data dikumpulkan melalui survei terhadap 112 mahasiswa dan wawancara mendalam terhadap 15 partisipan terpilih. Temuan kuantitatif menunjukkan 84,8% mahasiswa menggunakan ChatGPT secara rutin, terutama untuk penyusunan RPP (76,8%) dan tugas filosofis (62,5%). Analisis kualitatif mengungkap tiga pola utama: (1) reduksi dialog maieutik Socrates menjadi transaksi teknis, (2) penguatan ilusi pengetahuan dalam kerangka alegori gua Plato, dan (3) penghambatan perkembangan phronesis (kebijaksanaan praktis) Aristotelian. Hasil uji korelasi menunjukkan hubungan negatif signifikan antara intensitas penggunaan ChatGPT dan kualitas dialog pedagogis (r = -0,672, p < 0,01). Artikel ini menyimpulkan bahwa integrasi AI dalam pendidikan guru memerlukan model "jalan tengah" (mesotes) Aristotelian yang mempertahankan esensi dialogis pendidikan. Rekomendasi mencakup pengembangan kurikulum filosofis-teknologis dan pedoman etis penggunaan AI yang kontekstual bagi LPTK di Indonesia Timur khususnya di Maluku Utara.
Menganalisis Foucault Untuk Mengkritis Sistem Manajemen Dan Evaluasi Berbasis Algoritma Di Pendidikan Tinggi FKIP Universitas Khairun Iwan Abdy; Wayan Suastra; Ananta Wikrama Tungga Atmaja; I Nyoman Tika
Paradigma: Jurnal Filsafat, Sains, Teknologi, dan Sosial Budaya Vol. 31 No. 2 (2025): Paradigma: Jurnal Filsafat, Sains, Teknologi, dan Sosial Budaya
Publisher : Universitas Insan Budi Utomo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33503/paradigma.v31i2.2774

Abstract

Transformasi digital dalam pendidikan tinggi telah mengintroduksi sistem manajemen dan evaluasi berbasis algoritma yang menjanjikan objektivitas dan efisiensi, namun juga menyimpan dimensi kekuasaan yang tersembunyi. Penelitian ini menganalisis penerapan sistem algoritmik Lecturer Performance Management System (LPMS) di FKIP Universitas Khairun melalui lensa teori Foucault tentang kuasa/pengetahuan, disiplin, dan panoptikon. Dengan metode etnografi kritis yang melibatkan 25 partisipan (dosen, tenaga kependidikan, pimpinan, dan pengembang sistem), penelitian ini bertujuan untuk: (1) memetakan mekanisme operasional sistem algoritmik, (2) menganalisisnya sebagai teknologi kekuasaan dan pembentuk subjektivitas, serta (3) mengkritisi implikasi terhadap otonomi akademik dan keadilan. Hasil penelitian mengungkap bahwa LPMS berfungsi sebagai panoptikon digital yang memproduksi disiplin melalui pemeriksaan berkelanjutan, mendorong pengawasan diri (self-surveillance), dan membentuk subjektivitas “dosen algoritmik” yang terinternalisasi logika kuantitatif sistem. Klaim objektivitas algoritma ternyata bersifat semu dan berpotensi mereproduksi bias serta meminggirkan pengetahuan lokal. Studi ini menyimpulkan bahwa sistem algoritmik bukan sekadar alat netral, melainkan instrumen kekuasaan yang mengubah praktik akademik. Oleh karena itu, diperlukan pendekatan tata kelola yang lebih reflektif, partisipatif, dan kontekstual untuk menjaga martabat serta otonomi akademi
Keadilan Digital Dan Ketahanan Pendidikan Ditinjau Dari Segi Filsafat Modern: Potret 2025 Infrastruktur, Investasi, Dan Inklusi Di Maluku Utara, Indonesia Iwan Abdy; Wayan Suastra; Ananta Wikrama Tungga Atmaja; I Nyoman Tika
Paradigma: Jurnal Filsafat, Sains, Teknologi, dan Sosial Budaya Vol. 31 No. 2 (2025): Paradigma: Jurnal Filsafat, Sains, Teknologi, dan Sosial Budaya
Publisher : Universitas Insan Budi Utomo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33503/paradigma.v31i2.2775

Abstract

Penelitian ini menganalisis tantangan dan peluang keadilan digital dalam membangun ketahanan pendidikan di Maluku Utara pada tahun 2025, ditinjau dari perspektif filsafat modern. Dengan menggunakan pendekatan kualitatif fenomenologis, data dikumpulkan melalui wawancara mendalam dengan 30 pemangku kepentingan pendidikan, observasi lapangan, serta analisis dokumen kebijakan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ketimpangan infrastruktur digital, investasi yang tidak merata, dan rendahnya inklusi digital masih menjadi hambatan utama dalam mewujudkan pendidikan yang adil dan tangguh. Melalui lensa filsafat modern khususnya pemikiran John Rawls tentang keadilan sebagai fairness dan Jürgen Habermas mengenai ruang public penelitian ini mengungkap bahwa ketahanan pendidikan tidak hanya bergantung pada ketersediaan teknologi, tetapi juga pada distribusi sumber daya yang adil dan partisipasi publik dalam pengambilan kebijakan. Rekomendasi yang diajukan meliputi penguatan kebijakan afirmatif berbasis keadilan distributif, peningkatan literasi digital kritis, serta pembangunan ekosistem pendidikan kolaboratif yang melibatkan masyarakat lokal.
Rethinking the Concept of Team Teaching for English and Non-English Course Rizkiana Maharddhika
Paradigma: Jurnal Filsafat, Sains, Teknologi, dan Sosial Budaya Vol. 25 No. 2 (2019): Paradigma: Jurnal Filsafat, Sains, Teknologi, dan Sosial Budaya
Publisher : Universitas Insan Budi Utomo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33503/paradigma.v25i2.2776

Abstract

Generally, a course is taught by one lecturer during one semester. However, one of the institutions in Malang implemented a team teaching model in almost all courses either English or Non-English course. The courses with two and three credits are strongly advised to implement the team teaching model. In this institution, team teaching model is one subject taught by two lecturers; one lecturer for seven meetings before the middle test, and another different lecturer for seven meetings after the middle test. In other words, students will meet two lecturers for one course in one semester in turn. Hence, in this study, the researcher aims to elaborate the concept of team teaching model implemented in this institution. Then, it compared to the real concept of team teaching implementation from other discussions. As a result, there was a bit misconception in the implementation of team teaching concept in this institution. Overall, this study hopefully contributes the insight of team teaching concept for this institution that could be implemented to all courses properly later on.
Gambaran Tingkat Risiko Cedera Pada Mapala Panjat Tebing di Yogyakarta Firmansyah; Muhammad Ali Jafar; Indriani
Paradigma: Jurnal Filsafat, Sains, Teknologi, dan Sosial Budaya Vol. 31 No. 2 (2025): Paradigma: Jurnal Filsafat, Sains, Teknologi, dan Sosial Budaya
Publisher : Universitas Insan Budi Utomo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33503/paradigma.v31i2.2777

Abstract

Panjat tebing sebagai salah satu cabang olahraga ekstrem yang menuntut kemampuan fisik, ketajaman mental, serta strategi yang terencana. Kombinasi teknik, kekuatan otot, keseimbangan, dan ketepatan dalam pengambilan keputusan menjadi esensi dalam menghadapi berbagai tantangan. Cedera, khususnya cedera berulang yang merupakan permasalahan signifikan dan berdampak serius terhadap performa serta fungsi tubuh. Penelitian ini bertujuan untuk menggambarkan faktor peningkatan risiko cedera menggunakan Functional Movement Screening (FMS) sebagai indikator ketidakseimbangan gerakan, jenis kelamin, intensitas latihan, riwayat cedera dan Indeks Massa Tubuh (IMT) terhadap peningkatan risiko cedera saat melakukan panjat tebing pada Mapala. Hasil penelitian ini menggarisbawahi pentingnya pemulihan yang optimal, implementasi strategi pencegahan cedera yang terarah, serta pemantauan kondisi fisik secara berkala guna menjaga performa dan meminimalkan risiko cedera dalam aktivitas olahraga yang penuh tantangan ini.
Relasi Kuasa dalam Politik Ekonomi (Dominasi Masyarakat Tionghoa dan Lokal di Kabupaten Bone) Nusaid, Adi; Ariana; Armunanto, Ali
Paradigma: Jurnal Filsafat, Sains, Teknologi, dan Sosial Budaya Vol. 31 No. 2 (2025): Paradigma: Jurnal Filsafat, Sains, Teknologi, dan Sosial Budaya
Publisher : Universitas Insan Budi Utomo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33503/paradigma.v31i2.2782

Abstract

Penelitian ini mengkaji bagaimana kontribusi ekonomi membentuk relasi kuasa antara masyarakat Tionghoa dan masyarakat lokal di Kabupaten Bone, Indonesia, dalam perspektif ekonomi politik dan identitas etnik. Meskipun masyarakat lokal mendominasi institusi politik formal, masyarakat Tionghoa memainkan peran strategis dalam perekonomian daerah, khususnya pada sektor perdagangan serta usaha kecil dan menengah. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis bagaimana kerja sama ekonomi membangun relasi kuasa dan integrasi sosial antara kedua kelompok. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif dengan teknik pengumpulan data melalui wawancara mendalam, observasi, dan dokumentasi, serta dianalisis menggunakan model analisis data interaktif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kontribusi ekonomi masyarakat Tionghoa menghasilkan relasi kuasa yang bersifat fungsional dan laten, yang dibangun atas dasar ketergantungan timbal balik, kepercayaan, dan jaringan ekonomi, bukan melalui dominasi politik. Kerja sama dalam perdagangan, hubungan kerja, dan sistem kredit informal memperkuat legitimasi sosial, modal sosial, serta integrasi lintas etnis. Penelitian ini menyimpulkan bahwa kuasa dalam konteks ini bersifat menyebar dan produktif, dijalankan melalui praktik ekonomi sehari-hari dan nilai budaya lokal seperti sipakatau dan sipakalebbi. Penelitian ini berkontribusi pada kajian ekonomi politik dan ilmu sosial dengan menunjukkan bagaimana relasi kuasa berbasis ekonomi dalam konteks multikultural lokal mampu menciptakan stabilitas, kerja sama, dan kohesi sosial tanpa melahirkan dominasi hegemonik.

Filter by Year

2019 2026


Filter By Issues
All Issue Vol. 32 No. 1 (2026): Paradigma: Jurnal Filsafat, Sains, Teknologi, dan Sosial Budaya Vol. 31 No. 2 (2025): Paradigma: Jurnal Filsafat, Sains, Teknologi, dan Sosial Budaya Vol. 31 No. 1 (2025): Paradigma: Jurnal Filsafat, Sains, Teknologi, dan Sosial Budaya Vol. 30 No. 5 (2024): Paradigma: Jurnal Filsafat, Sains, Teknologi, dan Sosial Budaya Vol. 30 No. 4 (2024): Paradigma: Jurnal Filsafat, Sains, Teknologi, dan Sosial Budaya Vol. 30 No. 3 (2024): Paradigma: Jurnal Filsafat, Sains, Teknologi, dan Sosial Budaya Vol. 30 No. 2 (2024): Paradigma: Jurnal Filsafat, Sains, Teknologi, dan Sosial Budaya Vol. 30 No. 1 (2024): Paradigma: Jurnal Filsafat, Sains, Teknologi, dan Sosial Budaya Vol. 29 No. 3 (2024): Paradigma: Jurnal Filsafat, Sains, Teknologi, dan Sosial Budaya Vol. 29 No. 5 (2023): Paradigma: Jurnal Filsafat, Sains, Teknologi, dan Sosial Budaya Vol. 29 No. 4 (2023): Paradigma: Jurnal Filsafat, Sains, Teknologi, dan Sosial Budaya Vol. 29 No. 2 (2023): Paradigma: Jurnal Filsafat, Sains, Teknologi, dan Sosial Budaya Vol. 29 No. 1 (2023): Paradigma: Jurnal Filsafat, Sains, Teknologi, dan Sosial Budaya Vol. 28 No. 4 (2022): Paradigma: Jurnal Filsafat, Sains, Teknologi, dan Sosial Budaya Vol. 28 No. 3 (2022): Paradigma: Jurnal Filsafat, Sains, Teknologi, danSosial Budaya Vol. 28 No. 2 (2022): Paradigma: Jurnal Filsafat, Sains, Teknologi, dan Sosial Budaya Vol. 28 No. 1 (2022): Paradigma: Jurnal Filsafat, Sains, Teknologi, dan Sosial Budaya Vol. 27 No. 2 (2021): Paradigma: Jurnal Filsafat, Sains, Teknologi, dan Sosial Budaya Vol. 27 No. 1 (2021): Paradigma: Jurnal Filsafat, Sains, Teknologi, dan Sosial Budaya Vol. 26 No. 2 (2020): Paradigma: Jurnal Filsafat, Sains, Teknologi, dan Sosial Budaya Vol. 25 No. 2 (2019): Paradigma: Jurnal Filsafat, Sains, Teknologi, dan Sosial Budaya More Issue