cover
Contact Name
Winci Firdaus
Contact Email
jurnalsawerigadingkonfirmasi@gmail.com
Phone
-
Journal Mail Official
jurnalsawerigadingkonfirmasi@gmail.com
Editorial Address
Jl. Sultan Alauddin No.7, Gn. Sari, Kec. Tamalate, Kota Makassar, Sulawesi Selatan 90221
Location
Kota makassar,
Sulawesi selatan
INDONESIA
Sawerigading
ISSN : 08544220     EISSN : 25278762     DOI : 10.26499/sawer
SAWERIGADING is a journal aiming to publish literary studies researches, either Indonesian, local, or foreign literatures. All articles in SAWERIGADING have passed reviewing process by peer reviewers and edited by editors. SAWERIGADING is published by Balai Bahasa Sulawesi Selatan twice times a year, in June and December. SAWERIGADING focuses on publishing research articles and current issues related to language, literature, and the instructor. The main objective of SAWERIGADING is to provide a platform for scholars, academics, lecturers, and researchers to share contemporary thoughts in their fields. The editor has reviewed all published articles. SAWERIGADING accepts submissions of original articles that have not been published elsewhere nor being considered or processed for publication anywhere, and demonstrate no plagiarism whatsoever. The prerequisites, standards, and format of the manuscript are listed in the author guidelines and templates. Any accepted manuscript will be reviewed by at least two referees. Authors are free of charge throughout the whole process, including article submission, review and editing process, and publication.
Articles 383 Documents
Leech’s Politeness Principle in KPU Officials’ Public Speech: A Pragmatic Study Perla Yualita; Siti Maryam Maulida; Maratushshalihah Maratushshalihah; Andoyo Sastromiharjo
SAWERIGADING Vol 32, No 1 (2026): Sawerigading, Edisi Juni 2026
Publisher : Balai Bahasa Sulawesi Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26499/sawer.v32i1.1679

Abstract

This study aims to analyze the application of Geoffrey Leech’s Politeness Principle in the public speeches of officials from the General Elections Commission (KPU) and to explain the pragmatic functions of politeness in institutional public communication. This research employed a qualitative descriptive approach within a pragmatic framework. The data consisted of utterances produced by KPU officials obtained from official press conference transcripts from 2019–2025. Data were collected through documentation and note-taking techniques. The data were analyzed using content analysis through data reduction, categorization based on Leech’s politeness maxims, and pragmatic interpretation of the speech context. The findings reveal that the speeches of KPU officials were predominantly characterized by the tact maxim, approbation maxim, and modesty maxim. In addition, the study identified the use of indirectness strategies and politeness implicatures to reduce conflict, maintain social relations, and strengthen public trust. The utterances of KPU officials also demonstrate the interrelationship between politeness principles, speech acts, and facework strategies in maintaining institutional image and legitimacy. Therefore, Leech’s Politeness Principle proves to be relevant as a pragmatic framework for understanding ethical, persuasive, and legitimacy-oriented institutional communication.  AbstrakPenelitian ini bertujuan untuk menganalisis penerapan prinsip kesantunan Geoffrey Leech dalam tuturan pejabat Komisi Pemilihan Umum (KPU) pada konferensi pers resmi serta menjelaskan fungsi pragmatik kesantunan dalam komunikasi institusional publik. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif dengan kajian pragmatik. Data penelitian berupa tuturan pejabat KPU yang diperoleh dari transkrip konferensi pers resmi KPU Periode 2019-2025. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui dokumentasi dan pencatatan tuturan. Teknik analisis data menggunakan analisis isi melalui tahapan reduksi data, kategorisasi berdasarkan maksim kesantunan Leech, dan interpretasi pragmatik terhadap konteks tuturan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tuturan pejabat KPU didominasi oleh maksim kearifan (tact maxim), maksim penghargaan (approbation maxim), dan maksim kerendahan hati (modesty maxim). Selain itu, ditemukan penggunaan strategi ketidaklangsungan (indirectness) dan implikatur kesantunan untuk meredam konflik, menjaga hubungan sosial, serta membangun kepercayaan publik. Tuturan pejabat KPU juga memperlihatkan keterkaitan antara prinsip kesantunan, tindak tutur, dan strategi facework dalam mempertahankan citra kelembagaan. Dengan demikian, prinsip kesantunan Leech terbukti relevan sebagai kerangka pragmatik untuk memahami komunikasi institusional yang etis, persuasif, dan berorientasi pada legitimasi publik.
Semiotic Strategies of Authenticity and Sustainability in Indonesian Tourism Marketing Tatan Tawami; Retno Purwani Sari; Florian Andrei Vlad; Tessa Eka Darmayanti
SAWERIGADING Vol 32, No 1 (2026): Sawerigading, Edisi Juni 2026
Publisher : Balai Bahasa Sulawesi Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26499/sawer.v32i1.1699

Abstract

This study investigates how sign systems in heritage tourism marketing construct and communicate the intertwined concepts of authenticity and sustainability. By integrating Saussurean and Peircean semiotic frameworks, it develops a dual-layered analytical approach to decode both the structural composition of signs and the interpretive processes through which meaning is produced. Focusing on promotional materials from the Borobudur Temple, Sindutan Artwork at Yogyakarta International Airport, and the Dieng Plateau Culture Festival, this research shows how iconic, indexical, and symbolic signs generate multilayered meanings that shape visitors’ perceptions of heritage. Iconic signs evoke visual authenticity through resemblance; indexical signs anchor heritage in credibility and continuity; and symbolic signs articulate sustainability as the enduring transmission of cultural values. Beyond descriptive analysis, the study argues that sustainability in heritage tourism operates as a semiotic process—semiosis—in which meaning itself becomes a vehicle for cultural preservation and adaptation. This theoretical reframing advances semiotic studies by positioning authenticity and sustainability not merely as managerial outcomes but as evolving sign systems. Practically, the findings guide heritage marketers and policymakers in designing communication strategies that maintain cultural integrity while remaining resonant with contemporary audiences. AbstrakPenelitian ini menyelidiki bagaimana sistem tanda dalam pemasaran pariwisata warisan budaya mengonstruksi dan mengomunikasikan konsep autentisitas serta keberlanjutan yang saling terkait. Dengan mengintegrasikan kerangka kerja semiotika Saussurean dan Peircean, penelitian ini mengembangkan pendekatan analisis berlapis ganda untuk membedah komposisi struktural tanda serta proses interpretatif dalam memproduksi makna. Berfokus pada materi promosi Candi Borobudur, seni ilustrasi Candi Sindutan di Bandara Internasional Yogyakarta, dan Festival Budaya Dataran Tinggi Dieng, penelitian ini menunjukkan bagaimana tanda-tanda ikonik, indeksikal, dan simbolik menghasilkan makna berlapis yang membentuk persepsi pengunjung terhadap warisan budaya. Tanda ikonik membangkitkan otentisitas visual melalui kemiripan, tanda indeksikal menambatkan warisan budaya pada kredibilitas dan kontinuitas, dan tanda simbolik mengartikulasikan keberlanjutan sebagai transmisi nilai-nilai budaya yang bertahan lama. Di luar analisis deskriptif, studi ini berargumen bahwa keberlanjutan dalam pariwisata warisan budaya beroperasi sebagai proses semiotika di mana makna itu sendiri menjadi kendaraan bagi pelestarian dan adaptasi budaya. Pembingkaian ulang teoretis ini memajukan studi semiotika dengan memosisikan autentisitas dan keberlanjutan bukan sekadar sebagai hasil manajerial, melainkan sebagai sistem tanda yang terus berevolusi. Secara praktis, temuan ini memandu pemasar warisan budaya dan pembuat kebijakan dalam merancang strategi komunikasi yang menjaga integritas budaya sekaligus tetap relevan bagi audiens kontemporer.
Makna di Balik Alat Tangkap Ikan: Kajian Semantik Leksikal Pada Masyarakat Dayak Kanayatn Ahadi Sulissusiawan; Dedy Ari Asfar
SAWERIGADING Vol 32, No 1 (2026): Sawerigading, Edisi Juni 2026
Publisher : Balai Bahasa Sulawesi Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26499/sawer.v32i1.1646

Abstract

This research aims to describe the forms and analyze the lexical meanings of traditional fishing gear in the Dayak Kanayatn language as a representation of the relationship between language, culture, and the community's ecological knowledge. This research uses a descriptive method with a lexical semantic approach thru fieldwork in Landak Regency, West Kalimantan. Data was obtained thru direct interviews with Dayak Kanayatn speakers and observation of the use of traditional fishing gear. Data collection techniques include recording, transcribing, translating, and grouping data based on the research subfocus. The research results show that each fishing gear lexicon, such as traps, sieves, pokat, nets, longlines, betek, palampong, tolokng, and sarapakng, has specific formal characteristics and ecological functions, depending on water conditions and fish behavior. Semantically, the lexicon forms a structured network of meanings and the expansion of meaning based on variations in the form of the tool. Culturally, traditional fishing gear is not only a means of subsistence but also embodies values of identity, ecological ethics, and local knowledge systems passed down thru generations. AbstrakPenelitian ini bertujuan mendeskripsikan bentuk dan menganalisis makna leksikal alat tangkap ikan tradisional dalam bahasa Dayak Kanayatn sebagai representasi hubungan antara bahasa, budaya, dan pengetahuan ekologis masyarakat. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif dengan pendekatan semantik leksikal melalui kerja lapangan di Kabupaten Landak, Kalimantan Barat. Data diperoleh melalui wawancara langsung dengan penutur Dayak Kanayatn serta observasi penggunaan alat tangkap tradisional. Teknik pengumpulan data meliputi pencatatan, perekaman, transkripsi, penerjemahan, dan pengelompokan data berdasarkan subfokus penelitian. Hasil penelitian menunjukkan bahwa setiap leksikon alat tangkap ikan, seperti bubu, bubu ayak, pokat, jala, tajur, betek, palampong, tolokng, dan sarapakng, memiliki karakteristik formal dan fungsi ekologis yang spesifik, sesuai dengan kondisi perairan dan perilaku ikan. Secara semantik, leksikon tersebut membentuk jaringan makna yang terstruktur dan perluasan makna berdasarkan variasi bentuk alat. Secara budaya, alat tangkap tradisional tidak hanya sebagai sarana subsisten, tetapi juga mengandung nilai identitas, etika ekologis, dan sistem pengetahuan lokal yang diwariskan secara turun-temurun.
Kemampuan Pedagogik Mahasiswa PPG Daljab dalam Pengembangan Video Pembelajaran Bambang Sulistyo; Darningwati Darningwati; Nurhasanah Nurhasanah; Henny Yulia; Nora Agustina
SAWERIGADING Vol 32, No 1 (2026): Sawerigading, Edisi Juni 2026
Publisher : Balai Bahasa Sulawesi Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26499/sawer.v32i1.1672

Abstract

This study aims to describe the pedagogical competence of in-service Teacher Professional Education (PPG Daljab) students in Indonesian Language Education in developing learning videos for the Performance Assessment of PPG Daljab Batch 5. The study employed a descriptive quantitative approach involving 48 students as research subjects. Data were collected through an assessment of learning videos using a pedagogical competence rubric covering alignment with the lesson plan, lesson opening, material presentation, instructional strategies and interaction, media use, language and intonation, and lesson closure and reflection. The results indicate that, classically, students’ pedagogical competence ranged from good to very good. The lesson opening aspect achieved a very good category, while instructional strategies and interaction as well as media use were categorized as sufficient. These findings suggest that PPG Daljab students possess adequate pedagogical competence in developing learning videos; however, improvements are still needed in enhancing interactivity and optimizing digital media use. This study provides implications for strengthening pedagogical development in the PPG Daljab program. AbstrakArtikel ini bertujuan untuk mendeskripsikan kemampuan pedagogik mahasiswa Pendidikan Profesi Guru (PPG) Dalam Jabatan (Daljab) Bidang Studi Pendidikan Bahasa Indonesia dalam pengembangan video pembelajaran pada Ujian Kinerja PPG Daljab Gelombang 5. Penelitian menggunakan pendekatan deskriptif kuantitatif dengan subjek penelitian sebanyak 48 mahasiswa. Data dikumpulkan melalui penilaian video pembelajaran menggunakan rubrik kemampuan pedagogik yang mencakup kesesuaian dengan modul, pembukaan pembelajaran, penyajian materi, strategi dan interaksi, penggunaan media, bahasa dan intonasi, serta penutup dan refleksi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa secara klasikal kemampuan pedagogik mahasiswa berada pada kategori baik hingga sangat baik. Aspek pembukaan pembelajaran memperoleh kategori sangat baik, sementara aspek strategi dan interaksi serta penggunaan media berada pada kategori cukup. Temuan ini menunjukkan bahwa mahasiswa PPG Daljab telah memiliki kompetensi pedagogik yang memadai dalam pengembangan video pembelajaran, namun masih memerlukan penguatan pada aspek interaktivitas dan pemanfaatan media digital. Penelitian ini berimplikasi pada pengembangan kebijakan dan praktik pembinaan pedagogik dalam program PPG Daljab.
Implementasi Model Air (Auditory, Intellectually, Repetition) melalui Youtube Untuk Meningkatkan Literasi Menulis Teks Berita Fidyatun Hasanah; Maizar Karim; Ade Kusmana
SAWERIGADING Vol 32, No 1 (2026): Sawerigading, Edisi Juni 2026
Publisher : Balai Bahasa Sulawesi Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26499/sawer.v32i1.1680

Abstract

Language learning encompasses four fundamental skills: listening, speaking, reading, and writing. These skills are interrelated and form the foundation of linguistic competence that students must master throughout the learning process. In the context of Indonesian language education, writing is often considered the most complex skill because it requires logical thinking, systematic organization of ideas, and accurate use of linguistic structures and conventions. Therefore, a learning model that integrates auditory, cognitive, and repetitive aspects is needed to help students develop their writing skills more effectively. This study aims to describe the implementation of the AIR (Auditory, Intellectually, Repetition) learning model through the YouTube platform as an effort to improve students’ news text writing literacy, particularly among students of MA Jauharen Jambi. The study was motivated by the low ability of students to write coherent, objective news texts that adhere to journalistic conventions. Preliminary classroom observations revealed that students at MA Jauharen faced difficulties in beginning news writing because they were accustomed to using narrative writing patterns that tend to be chronological and subjective. Moreover, environmental constraints in the boarding school—such as restrictions on gadget use and television access—limited their exposure to current news topics. The AIR learning model was chosen because it emphasizes auditory engagement, conceptual understanding, and repetition as reinforcement in developing writing proficiency. This research employed a quantitative approach with a quasi-experimental design involving two classes: an experimental class and a control class, with a total of 35 students. Data were collected through pre- and post-tests of news text writing and observations of classroom activities. The findings show that implementing the AIR learning model via YouTube significantly improved students’ writing literacy. Students demonstrated better performance in structuring news texts, using appropriate language, and creatively processing information. Therefore, integrating the AIR model with the YouTube platform can serve as an effective alternative instructional strategy for teaching writing skills at the senior high school level. AbstrakPembelajaran Bahasa memiliki empat keterampilan utama, yaitu menyimak, berbicara, membaca, dan menulis. Keempat keterampilan tersebut saling berkaitan dan membentuk dasar kompetensi berbahasa yang harus dikuasai peserta didik dalam proses pembelajaran. Dalam konteks pembelajaran bahasa Indonesia, keterampilan menulis sering dianggap paling kompleks karena menuntut kemampuan berpikir logis, menyusun ide secara sistematis, serta menggunakan struktur dan kaidah kebahasaan secara tepat. Oleh karena itu, dibutuhkan model pembelajaran yang mampu mengintegrasikan aspek pendengaran, pemahaman, dan pengulangan agar siswa dapat mengembangkan keterampilan menulis secara optimal. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan implementasi model pembelajaran AIR (Auditory, Intellectually, Repetition) melalui platform YouTube sebagai upaya peningkatan literasi menulis teks berita siswa SMA Khususnya di MA Jauharen Jambi. Latar belakang penelitian ini berangkat dari rendahnya kemampuan siswa dalam menulis teks berita secara runtut, objektif, dan sesuai kaidah jurnalistik dan berdasarkan observasi awal peneliti dilapangan menemukan fakta bahwa siswa di MA Jauharen ini masih mengalami kesulitan dalam memulai menulis teks berita karena terbiasa menggunakan pola penulisan naratif yang bersifat kronologis dan subjektif dan juga keterbatasan lingkungan Pondok yang tidak memperbolehjan membawa gawai dan menonton telvisi sehingga maereka tidak update terkait berita. Nah dengan Model AIR ini dipilih karena menekankan pada proses pembelajaran yang melibatkan pendengaran, pemahaman konseptual, dan pengulangan sebagai penguatan keterampilan menulis. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain eksperimen yang melibatkan dua kelas, yaitu kelas eksperimen dan kelas kontrol. Dalam penelitian ini siswa ada 35 orang dan itu dua kelas serta data diperoleh melalui tes menulis teks berita sebelum dan sesudah perlakuan serta observasi aktivitas belajar. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan model pembelajaran AIR melalui media YouTube berpengaruh signifikan terhadap peningkatan literasi menulis siswa. Siswa menunjukkan kemampuan yang lebih baik dalam menyusun struktur teks berita, penggunaan bahasa, serta kreativitas dalam mengolah informasi. Dengan demikian, integrasi model AIR dan platform YouTube dapat menjadi alternatif strategi pembelajaran yang efektif dalam pengajaran keterampilan menulis di tingkat SMA.
Model Pembelajaran Bahasa Indonesia di Program Studi Bahasa Asing di UIN Syarif Hidayatullah Jakarta Ahmad Bahtiar; Syihaabul Hudaa; Didah Nurhamidah
SAWERIGADING Vol 32, No 1 (2026): Sawerigading, Edisi Juni 2026
Publisher : Balai Bahasa Sulawesi Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26499/sawer.v32i1.1660

Abstract

This research aims to develop an Indonesian language learning model that is in accordance with the needs of students in the foreign language study program of UIN Syarif Hidayatullah Jakarta. This study explores teaching strategies, teaching materials, and approaches that can accommodate the academic needs of students without neglecting the role of Indonesian as the official language of instruction in higher education. This research uses the Research and Development method with a 4D model (Four-D Model), which includes the Define, Design, Develop, and Disseminate stages. Data was collected through the study of learning documents, observations, lecturer questionnaires, study program head questionnaires, student questionnaires, expert validation, and limited trials. Data analysis techniques are carried out descriptively, qualitatively, and quantitatively through data reduction, data presentation, drawing conclusions, and calculating average scores and eligibility categories. The results of the study show that learning Indonesian language in foreign language study programs requires a more contextual, bilingual text-based, and academic literacy oriented model. This research produced the ABAH Model, namely Authentic, Meaningful, Analytical, and Holistic. The results of expert validation show that this model is in the feasible category with a total average of 4.31. Limited trials showed that the ABAH Model was able to improve student activity, discussion quality, bilingual text analysis skills, and scientific writing skills. Thus, the ABAH Model can be used as an alternative to the relevant Indonesian language learning model for foreign language study programs in universities. AbstrakPenelitian ini bertujuan untuk mengembangkan model pembelajaran Bahasa Indonesia yang sesuai dengan kebutuhan mahasiswa di program studi bahasa asing UIN Syarif Hidayatullah Jakarta. Kajian ini mengeksplorasi strategi pengajaran, bahan ajar, serta pendekatan yang dapat mengakomodasi kebutuhan akademik mahasiswa tanpa mengabaikan peran bahasa Indonesia sebagai bahasa pengantar resmi dalam pendidikan tinggi. Penelitian ini menggunakan metode Research and Development dengan model 4D (Four-D Model), yang meliputi tahap Define, Design, Develop, dan Disseminate. Data dikumpulkan melalui telaah dokumen pembelajaran, observasi, angket dosen, angket kaprodi, angket mahasiswa, validasi ahli, dan uji coba terbatas. Teknik analisis data dilakukan secara deskriptif kualitatif dan kuantitatif melalui reduksi data, penyajian data, penarikan simpulan, serta penghitungan skor rata-rata dan kategori kelayakan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pembelajaran Bahasa Indonesia di program studi bahasa asing memerlukan model yang lebih kontekstual, berbasis teks bilingual, dan berorientasi pada literasi akademik. Penelitian ini menghasilkan Model ABAH, yaitu Autentik, Bermakna, Analitis, dan Holistik. Hasil validasi ahli menunjukkan bahwa model ini berada pada kategori layak dengan rata-rata total 4,31. Uji coba terbatas menunjukkan bahwa Model ABAH mampu meningkatkan keaktifan mahasiswa, kualitas diskusi, kemampuan analisis teks bilingual, serta keterampilan menulis ilmiah. Dengan demikian, Model ABAH dapat digunakan sebagai alternatif model pembelajaran Bahasa Indonesia yang relevan untuk program studi bahasa asing di perguruan tinggi.
Strategi Penguatan Berpikir Kritis Siswa melalui Bahan Ajar Teks Deskripsi Berbasis Multimodal dan Kearifan Lokal Jimat Susilo; Abdul Rozak; Wahyuni Wahyuni
SAWERIGADING Vol 32, No 1 (2026): Sawerigading, Edisi Juni 2026
Publisher : Balai Bahasa Sulawesi Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26499/sawer.v32i1.1716

Abstract

Strengthening the character of critical thinking is one of the main goals of the Independent Curriculum, especially Indonesian learning in schools.  However, Indonesian learning is still dominated by conventional teaching materials that are less contextual, textual, and have not integrated local wisdom or a multimodal approach. This research aims to develop teaching materials that are integrated between multimodal texts and local wisdom as a step to improve students' critical thinking character. The research uses the Research and Development (RD) method with the ADDIE model which includes the stages of analysis, design, development, implementation, and evaluation. The research was conducted at SMP Negeri 1 Sumber, Cirebon. Data is collected through questionnaires, observations, and expert validation. The data was analyzed in a qualitative descriptive manner. The results of the study showed that the teaching materials developed were in the category of very feasible and received a very positive response from students. Multimodal teaching materials based on local wisdom are able to increase student involvement in learning and encourage the development of critical thinking character. This research contributes to the development of Indonesian learning that is contextual, multimodal, and oriented towards strengthening students' character AbstrakPenguatan karakter berpikir kritis merupakan salah satu tujuan utama Kurikulum Merdeka, khususnya pembelajaran Bahasa Indonesia di sekolah.  Namun, pembelajaran Bahasa Indonesia masih didominasi bahan ajar konvensional yang kurang kontekstual, bersifat tekstual, dan belum mengintegrasikan kearifan lokal maupun pendekatan multimodal. Penelitian ini bertujuan mengembangkan bahan ajar yang terintegrasi antara teks multimodal dengan kearifan lokal sebagai langkah untuk meningkatkan karakter berpikir kritis siswa. Penelitian menggunakan metode Research and Development (RD) dengan model ADDIE yang meliputi tahap analisis, desain, pengembangan, implementasi, dan evaluasi. Penelitian dilakukan di SMP Negeri 1 Sumber, Cirebon. Data dikumpulkan melalui angket, observasi, dan validasi ahli. Data dianalisis secara deskriptif kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa bahan ajar yang dikembangkan berada pada kategori sangat layak dan memperoleh respons sangat positif dari siswa. Bahan ajar multimodal berbasis kearifan lokal mampu meningkatkan keterlibatan siswa dalam pembelajaran serta mendorong berkembangnya karakter berpikir kritis. Penelitian ini berkontribusi pada pengembangan pembelajaran Bahasa Indonesia yang kontekstual, multimodal, dan berorientasi pada penguatan karakter siswa.
The Impact of Open Knowledge Maps on Undergraduate Students’ Literature Review Writing in Linguistics Dewa Ayu Kadek Claria; I Gusti Ngurah Adi Rajistha; A. A. Istri Manik Warmadewi
SAWERIGADING Vol 32, No 1 (2026): Sawerigading, Edisi Juni 2026
Publisher : Balai Bahasa Sulawesi Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26499/sawer.v32i1.1706

Abstract

This research aims to evaluate the impact of Open Knowledge Maps (OKM) on undergraduate students’ literature review writing in linguistics. Literature review is one of the most important academic skills. However, many students face difficulties in finding relevant sources, structuring ideas, and integrating material. This study applies a quasi-experimental design involving undergraduate linguistics students. The participants were assigned to an experimental group using Open Knowledge Maps and a control group using conventional search methods. The data were collected using a pre-test and post-test of literature review writing and supported by an assessment rubric. The results show that students using Open Knowledge Maps achieved significant improvement compared to students in the control group. On statistical analysis there was significant difference between groups (t(66) = 6.89, p .001), with a high effect size (Cohen’s d = 1.63). The findings suggest that visual knowledge mapping may support deeper exploration of academic literature and supports the development of critical academic literacy skills. This research contributes an easily accessible digital tool aimed at helping students improve their research and writing skills, thereby contributing to pedagogical practices in linguistics. AbstrakPenelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi dampak Open Knowledge Maps (OKM) terhadap kemampuan penulisan tinjauan pustaka mahasiswa sarjana di bidang linguistik. Tinjauan pustaka merupakan salah satu keterampilan akademik yang paling penting. Namun, banyak mahasiswa mengalami kesulitan dalam menemukan sumber yang relevan, menyusun gagasan, dan mengintegrasikan berbagai materi. Penelitian ini menggunakan desain kuasi-eksperimental yang melibatkan mahasiswa sarjana linguistik. Para peserta dibagi ke dalam kelompok eksperimen yang menggunakan Open Knowledge Maps dan kelompok kontrol yang menggunakan metode pencarian konvensional. Data dikumpulkan melalui pre-test dan post-test penulisan tinjauan pustaka serta didukung oleh rubrik penilaian. Hasil penelitian menunjukkan bahwa mahasiswa yang menggunakan Open Knowledge Maps mengalami peningkatan yang signifikan dibandingkan dengan kelompok kontrol. Berdasarkan analisis statistik, terdapat perbedaan yang signifikan antara kedua kelompok (t(66) = 6.89, p .001), dengan ukuran efek yang tinggi (Cohen’s d = 1.63). Temuan penelitian ini menunjukkan bahwa pemetaan pengetahuan visual berpotensi mendukung eksplorasi literatur akademik yang lebih mendalam serta mengembangkan keterampilan literasi akademik kritis. Penelitian ini memberikan kontribusi berupa alat digital yang mudah diakses untuk membantu mahasiswa meningkatkan keterampilan penelitian dan penulisan mereka, sehingga turut berkontribusi terhadap praktik pedagogis di bidang linguistik.
Aru Makassar: Pergeseran Makna dari Sumpah Kesetiaan Prajurit ke Seremonial Sosial Kontemporer Haslinda Haslinda; Maria Ulviani; Siti Suwadah Rimang
SAWERIGADING Vol 32, No 1 (2026): Sawerigading, Edisi Juni 2026
Publisher : Balai Bahasa Sulawesi Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26499/sawer.v32i1.1712

Abstract

This study aims to analyze the transformation of the meaning of Aru, a traditional symbolic oath in Makassar culture, and to identify the socio-cultural factors influencing its shift from a sacred warrior’s pledge of loyalty to a contemporary ceremonial symbol. The research employs a qualitative descriptive approach with an ethnographic orientation. Data were collected through participant observation, in-depth interviews with traditional leaders, cultural practitioners, and academics, as well as document analysis. The data were analyzed using thematic analysis, involving data familiarization, coding, categorization of themes, interpretation based on cultural symbolic theory, and conclusion drawing. The findings indicate that the meaning of Aru has undergone significant transformation due to modernization, changes in social structure, declining cultural literacy, and the commodification of cultural symbols. Consequently, Aru is increasingly positioned as an aesthetic and ceremonial element rather than a sacred cultural symbol rooted in historical and spiritual values. This study emphasizes the importance of cultural revitalization through education, documentation, and community-based cultural preservation to maintain the symbolic integrity of Aru in contemporary Makassar society. AbstrakPenelitian ini bertujuan untuk menganalisis transformasi makna Aru, yaitu sumpah simbolik dalam budaya Makassar, serta mengidentifikasi faktor-faktor sosial budaya yang memengaruhi pergeserannya dari sumpah kesetiaan sakral prajurit kepada raja menjadi simbol seremonial dalam praktik budaya kontemporer. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan orientasi etnografi. Data dikumpulkan melalui observasi partisipatif, wawancara mendalam dengan tokoh adat, budayawan, dan akademisi, serta studi dokumentasi. Data dianalisis menggunakan analisis tematik melalui tahapan familiarisasi data, proses pengkodean, pengelompokan tema, interpretasi berdasarkan teori simbolik budaya, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pergeseran makna Aru dipengaruhi oleh modernisasi, perubahan struktur sosial, rendahnya literasi budaya, serta komodifikasi simbol budaya. Akibatnya, Aru lebih banyak berfungsi sebagai elemen estetis dan seremonial dibandingkan sebagai simbol sakral yang mengandung nilai historis dan spiritual. Penelitian ini menegaskan pentingnya revitalisasi nilai budaya melalui pendidikan, dokumentasi, dan pelestarian berbasis komunitas untuk menjaga keutuhan makna simbol Aru dalam masyarakat Makassar kontemporer.
Representasi Pinjaman dalam Novel Home Sweet Loan Karya Almira Bastari: Kajian Sosiologi Sastra Perspektif Piere Bourdieu Tristanti Apriyani; Xiao Lixian
SAWERIGADING Vol 32, No 1 (2026): Sawerigading, Edisi Juni 2026
Publisher : Balai Bahasa Sulawesi Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26499/sawer.v32i1.1645

Abstract

This study aims to analyze the representation of loans in the novel Home Sweet Loan by Almira Bastari using the perspective of literary sociology, namely, Pierre Bourdieu’s theory. This study is a qualitative descriptive study with content analysis as its main method. Data collection techniques involve repeatedly reading material objects and recording findings and relevant information in accordance with Bourdieu’s perspective. This study uses data triangulation to enhance the validity and reliability of its research findings. The results of the study indicate that the representation in the novel Home Sweet Loan is a manifestation of the characters’ habitus, shaped by their social experiences and cultural backgrounds. Loans not only play a role as economic actions but also as social capital that strengthens networks and relationships among actors in society. Loans also become part of the doxa accepted without critical questioning. This study recommends further research on the novel Home Sweet Loan, using an interdisciplinary approach, so that the results can serve as a reference for understanding social reality through a literary perspective. AbstrakPenelitian ini bertujuan untuk menganalisis representasi pinjaman pada novel Home Sweet Loan karya Almira Bastari dengan menggunakan perspektif sosiologi sastra yakni teori Pierre Bourdieu. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kualitatif dengan analisis isi sebagai metode utamanya.Teknik pengumpulan data dilakukan dengan teknik pembacaan objek material secara berulang dan teknik mencatat temuan data serta informasi yang relevan sesuai dengan perspektif Bourdieu. Penelitian ini menggunakan teknik analisis triangulasi data sebagai untuk meningkatkan validitas dan reliabilitas temuan penelitian. Hasil penelitian menunjukkan bahwa representasi dalam novel Home Sweet Loan manifestasi dari habitus para tokoh yang terbentuk oleh pengalaman sosial dan latar belakang budaya. Pinjaman tidak hanya berperan sebagai tindakan ekonomis, tetapi juga sebagai modal sosial yang memperkuat jaringan dan hubungan antar aktor dalam masyarakat. Pinjaman pun menjadi bagian dari doxa yang diterima dan tidak dipersoalkan secara kritis. Penelitian ini merekomendasikan dilakukannya penelitian lanjutan terhadap novel Home Sweet Loan dengan pendekatan interdisipliner agar hasilnya dapat dijadikan rujukan dalam memahami realitas sosial melalui perspektif sastra.

Filter by Year

2009 2026


Filter By Issues
All Issue Vol 32, No 1 (2026): Sawerigading, Edisi Juni 2026 Vol 31, No 2 (2025): Sawerigading, Edisi Desember 2025 Vol 31, No 1 (2025): Sawerigading, Edisi Juni 2025 Vol 30, No 2 (2024): Sawerigading, Edisi Desember 2024 Vol 30, No 1 (2024): Sawerigading, Edisi Juni 2024 Vol 29, No 2 (2023): Sawerigading, Edisi Desember 2023 Vol 29, No 1 (2023): Sawerigading, Edisi Juni 2023 Vol 28, No 2 (2022): SAWERIGADING, EDISI DESEMBER 2022 Vol 28, No 1 (2022): SAWERIGADING, EDISI JUNI 2022 Vol 27, No 2 (2021): SAWERIGADING, EDISI DESEMBER 2021 Vol 27, No 1 (2021): SAWERIGADING, EDISI JUNI 2021 Vol 26, No 2 (2020): SAWERIGADING, EDISI DESEMBER 2020 Vol 26, No 1 (2020): Sawerigading, Edisi Juni 2020 Vol 25, No 2 (2019): Sawerigading, Edisi Desember 2019 Vol 25, No 1 (2019): Sawerigading, Edisi Juni 2019 Vol 24, No 2 (2018): Sawerigading, Edisi Desember 2018 Vol 24, No 1 (2018): Sawerigading, Edisi Juni 2018 Vol 23, No 2 (2017): Sawerigading, Edisi Desember 2017 Vol 23, No 1 (2017): Sawerigading, Edisi Juni 2017 Vol 21, No 3 (2015): Sawerigading Vol 20, No 3 (2014): Sawerigading Vol 20, No 2 (2014): Sawerigading Vol 20, No 1 (2014): Sawerigading Vol 19, No 3 (2013): SAWERIGADING, Edisi Desember 2013 Vol 19, No 2 (2013): SAWERIGADING, Edisi Agustus 2013 Vol 19, No 1 (2013): SAWERIGADING, Edisi April 2013 Vol 18, No 3 (2012): SAWERIGADING, Edisi Desember 2012 Vol 18, No 2 (2012): SAWERIGADING, Edisi Agustus 2012 Vol 18, No 1 (2012): Sawerigading, Edisi April 2012 Vol 17, No 3 (2011): Sawerigading, Edisi Desember 2011 Vol 17, No 2 (2011): SAWERIGADING, Edisi Agustus 2011 Vol 17, No 1 (2011): Sawerigading, Edisi April 2011 Vol 16, No 3 (2010): Sawerigading, Edisi Desember 2010 Vol 16, No 2 (2010): SAWERIGADING, Edisi Agustus 2010 Vol 16, No 1 (2010): Sawerigading, Edisi April 2010 Vol 15, No 3 (2009): Sawerigading Vol 15, No 2 (2009): Sawerigading More Issue