cover
Contact Name
-
Contact Email
lppm@umkudus.ac.id
Phone
+6285117477445
Journal Mail Official
lppm@umkudus.ac.id
Editorial Address
https://ejr.umku.ac.id/index.php/JAI/pages/view/editorial-boards
Location
Kab. kudus,
Jawa tengah
INDONESIA
Jurnal Abdimas Indonesia
ISSN : 26544822     EISSN : 26542544     DOI : doi.org/10.26751/jai
Jurnal Abdimas Indonesia aims to disseminate scholarly works and best practices related to the implementation of community engagement and empowerment activities based on science, technology, and local wisdom. The journal seeks to bridge academic knowledge with real-world community needs, supporting sustainable development and improving community welfare through participatory and innovative approaches. Scope of the Journal The journal publishes articles derived from community service and engagement activities conducted by academics, practitioners, and students. The scope includes, but is not limited to, the following areas: Community empowerment and capacity building Application of science, technology, and innovation for community development Health promotion and disease prevention in communities Education, literacy, and learning empowerment programs Economic empowerment, entrepreneurship, and MSME development Environmental conservation and sustainable development Social innovation and community-based solutions Appropriate technology and digital transformation for communities Disaster preparedness, mitigation, and community resilience Public policy implementation and community participation Cultural preservation and local wisdom-based community programs Evaluation and impact assessment of community service programs
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 132 Documents
CEGAH SENDIRI STUNTING SISWA PAUD JUNIOR SKB UNGARAN Purbowati Purbowati; Dyah Kartika Wening
Jurnal Abdimas Indonesia Vol 4, No 1 (2022): JURNAL ABDIMAS INDONESIA
Publisher : Universitas Muhammadiyah Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26751/jai.v4i1.1508

Abstract

Anak usia dini atau prasekolah berusia 3-6 tahun. Usia ini merupakan periode emas anak dalam pertumbuhan dan perkembangan sehingga perlu dilakukan penilaian status gizi secara rutin guna memantau pertumbuhannya. Masalah gizi kronis pada balita yang dapat terjadi yaitu stunting. Stunting adalah gangguan pertumbuhan linier yang disebabkan karena ketidakcukupan asupan zat gizi kronis atau penyakit infeksi kronis maupun berulang. Pada masa pandemi covid-19 kegiatan belajar dilakukan secara daring dari rumah, begitu pun pemantauan status gizi rutin di sekolah tidak dapat dilaksanakan. Peran orang tua sangat diharapkan dapat melakukan pemantauan tinggi badan anak secara mandiri. Sehingga perlu dilakukan kegiatan edukasi dan pelatihan pemantauan tinggi badan pada orang tua agar dapat diterapkan di rumah secara mandiri. Sasaran kegiatan ini yaitu orang tua siswa PAUD Junior SKB Ungaran. Kegiatan dilaksanakan pada bulan April 2021 bertempat di Aula SKB Ungaran Kabupaten Semarang. Program yang ditawarkan antara lain edukasi stunting, pelatihan pengukuran tinggi badan beserta ploting status gizi, dan pembagian stiker pengukur tinggi badan dan grafik pertumbuhan. Hasil evaluasi kegiatan yaitu terdapat peningkatan pengetahuan orang tua tentang deteksi stunting dari sebelum dan sesudah edukasi, orang tua antusias dan aktif mengikuti pemaparan materi dan pelatihan pemantauan tinggi badan anak, orang tua dapat mempraktikan pemantauan tinggi badan anak di rumah masing-masing.
PENINGKATAN PERILAKU KEBERSIHAN GIGI DAN MULUT MELALUI EDUKASI KESEHATAN PADA KELOMPOK ANAK USIA SEKOLAH DAN REMAJA Siti Munawaroh; Riana Lailatul Fajriyah; Siffa Auliya Rizkyana; Siti Mudawamah; Tasya Dwi Febiana; Siti Marisa; Septia Dewi Putri Anggraini; Sholikhatun Nikmah; Salsabila Afifun Nisa; Indanah Indanah; Umi Faridah; Novi Kumala Sari; Lasmini Lasmini
Jurnal Abdimas Indonesia Vol 7, No 1 (2025): JURNAL ABDIMAS INDONESIA
Publisher : Universitas Muhammadiyah Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26751/jai.v7i1.2715

Abstract

Masalah kesehatan gigi dan mulut pada anak-anak dan remaja, seperti karies gigi, sering disebabkan oleh kurangnya edukasi, konsumsi makanan manis, dan jarangnya kunjungan ke dokter gigi. Di Desa Bakalankrapyak, banyak anak dan remaja mengalami masalah gigi, menunjukkan perlunya pendekatan sistematis yang melibatkan orang tua, guru, dan teknologi. Program pengabdian ini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran dan keterampilan kebersihan gigi pada 25 peserta jamiiyah yasinan melalui penyuluhan interaktif, simulasi teknik menyikat gigi, dan pemutaran lagu edukasi. Aspek yang diukur mencakup pengetahuan dan keterampilan menyikat gigi dengan benar, yang dievaluasi melalui observasi dan pertanyaan terbuka. Intervensi melibatkan praktik langsung menggunakan alat peraga dan media pendukung. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan pemahaman peserta terkait teknik menyikat gigi yang benar, frekuensi yang dianjurkan, serta dampak buruk dari kebersihan gigi yang tidak terjaga. Untuk keberlanjutan, disarankan agar kegiatan penyuluhan dilakukan secara berkala setiap bulan, dengan monitoring rutin mengenai kebiasaan menyikat gigi peserta. Evaluasi dilakukan melalui tanya jawab dan pengamatan langsung pada praktik menyikat gigi. Hal ini diharapkan dapat menciptakan perubahan perilaku positif dan meningkatkan kondisi kesehatan gigi peserta secara efektif. Penting untuk mengadakan penyuluhan berkelanjutan dengan jadwal rutin, seperti setiap bulan, untuk memastikan anak-anak dan remaja terus mendapatkan edukasi kebersihan gigi. Monitoring kesehatan gigi juga perlu dilakukan secara teratur, misalnya dengan memeriksa kebiasaan menyikat gigi mereka, serta bertanya apakah mereka sudah menyikat gigi dengan benar. Pendekatan ini akan membantu memastikan perubahan perilaku yang lebih berkelanjutan dan memperbaiki kondisi kesehatan gigi mereka secara efektif.
SOLUSI PENCEGAHAN STUNTING MELALUI PEMBERDAYAAN MASYARAKAT DENGAN PEMBUATAN NUGGET TEMPE Muhammad Nurul Fadel; Achmad Ridwan; Afina Mahmudah; Elfanesya Silva; Safira Selly; Aulia Nur Mustaanah; Nauval Alfarizi; Aqfianti Fadilatunnisa; Sakila Jauza Adiba; Siti Sofia Rahma
Jurnal Abdimas Indonesia Vol 6, No 2 (2024): JURNAL ABDIMAS INDONESIA
Publisher : Universitas Muhammadiyah Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26751/jai.v6i2.2808

Abstract

Stunting merupakan permasalahan kesehatan serius di Indonesia yang ditandai dengan tinggi badan anak yang tidak proporsional terhadap usianya akibat kekurangan gizi kronis. Fenomena stunting menarik untuk dikaji karena dampaknya yang serius, termasuk morbiditas dan mortalitas pada bayi dan balita, intelektualitas dan kemampuan kognitif yang rendah, serta kualitas sumber daya manusia yang menurun. Masalah stunting di Indonesia masih menjadi tantangan serius yang memerlukan intervensi efektif berbasis pangan lokal. Pelatihan pembuatan nugget tempe daun kelor ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan masyarakat terhadap stunting sekaligus melatih keterampilan mereka dalam mengolah bahan pangan lokal menjadi produk bergizi yang bernilai ekonomis. Kegiatan dilaksanakan pada 19 Desember 2024 di Aula Balai Desa Mijen, Kecamatan Kaliwungu, Kabupaten Kudus, dengan melibatkan 45 peserta yang terdiri dari kader posyandu dan ibu-ibu PKK. Metode yang digunakan meliputi penyuluhan, sosialisasi, pelatihan praktik langsung, serta evaluasi pre-test dan post-test untuk mengukur peningkatan pengetahuan peserta. Hasil menunjukkan peningkatan rata-rata skor pengetahuan peserta dari 60% menjadi 90%, serta 73% peserta menyatakan minat menjadikan nugget sebagai peluang usaha. Kesimpulannya, pelatihan ini efektif dalam memberdayakan masyarakat dengan meningkatkan pengetahuan dan membuka peluang UMKM berbasis pangan lokal, yang diharapkan mampu mendukung upaya pencegahan stunting dan penguatan ekonomi lokal. Rekomendasi meliputi keberlanjutan program melalui pendampingan pemasaran dan pelatihan lanjutan.
REFLEKSI PSIKOLOGI TERHADAP WARGA TERDAMPAK BENCANA GEMPA BUMI CIANJUR DI DESA SUKAMULYA & MANGUNKERTA Rizka Himawan; Anny Rosiana Masithoh; Iing Pamenangan; Nanda Ayu Deswita Suudi; David Pratama Liggarjati
Jurnal Abdimas Indonesia Vol 5, No 1 (2023): JURNAL ABDIMAS INDONESIA
Publisher : Universitas Muhammadiyah Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26751/jai.v5i1.1959

Abstract

21/11/2022 pukul 13:21:10 WIB. Gempa bermagnitudo 5,6 terjadi pada koordinat 6,84 LS -107,05 dan pada kedalaman 11 km. Kerusakan terparah terjadi pada daerah yang terdiri dari endapan terbreksi dan stadium G. Gede (Qvyg). Daerah yang rusak secara morfologi umumnya merupakan daerah dengan morfologi bergelombang. Di kawasan Cugenang, intensitasnya mencapai VII-VIII MMI (Modified Mercalli Intensity), ditandai dengan kerusakan bangunan yang masif terutama di Desa Gasol dan Sarampad de Cugenang. Selain di Kecamatan Cugenang, kerusakan cukup parah dengan intensitas hingga VII MMI juga terjadi di Kecamatan Cianjur, Warungkondang dan Gekbrong. Mempertimbangkan semua sumber gempa, termasuk gempa aktif, subduksi dan latar belakang, serta kondisi geologis lokal (Vs30 dan kedalaman cekungan/ketebalan sedimen di atas batuan dasar), terdapat 385 gempa susulan pada 1 Februari 2023.Mengingat tingginya jumlah korban jiwa dan kerugian material akibat gempa Cianjur, salah satu hal yang paling mendesak adalah kepedulian psikologis warga di desa Sukamulya dan Mangunkerta yang terkena dampak gempa Cianjur.
PENERAPAN BIOPORI GUNA MENANGGULANGI GENANGAN AIR HUJAN Dela Amanda Nisdayanti; Nesdania Misga; Erwin Ari Pratiwi; Riska Dwi Fitriyani; Shifa Fauziyah; Sri Siska Mardiana; Dwi Astuti
Jurnal Abdimas Indonesia Vol 7, No 1 (2025): JURNAL ABDIMAS INDONESIA
Publisher : Universitas Muhammadiyah Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26751/jai.v7i1.2744

Abstract

Penurunan kualitas lingkungan dan peningkatan risiko banjir menjadi masalah serius akibat pertumbuhan jumlah penduduk dan perubahan penggunaan lahan. Salah satu solusi untuk mengatasi masalah ini adalah dengan menggunakan teknologi sederhana, seperti Lubang Resapan Biopori (LRB), yang dapat mengelola genangan air dan mengurangi risiko banjir.  Penelitian ini bertujuan untuk mengimplementasikan LRB sebagai solusi untuk mengurangi genangan air hujan. Pelaksanaan program ini mencakup beberapa tahapan, antara lain survei lokasi, sosialisasi kepada masyarakat, pembuatan biopori menggunakan bahan ramah lingkungan, serta pemasangannya di titik-titik strategis. Hasil yang diperoleh menunjukkan bahwa penerapan LRB efektif dalam meningkatkan resapan air tanah dan mengurangi genangan air. Selain itu, kegiatan ini juga berhasil meningkatkan kesadaran masyarakat mengenai pengelolaan sampah organik. Program ini memberikan kontribusi positif terhadap keberlanjutan lingkungan dan pengelolaan sumber daya alam secara lebih efisien. 
PENINGKATAN LITERASI TRANSFORMASI DIGITAL PADA PELAKU UMKM DI DESA SADANG, KECAMATAN JEKULO, KUDUS Nunung Agus Firmansyah; Darsin Darsin; M. Adhitya Wardhana; Mu’aida Wijayanti; Lailiyani Khoirunnisa
Jurnal Abdimas Indonesia Vol 5, No 2 (2023): JURNAL ABDIMAS INDONESIA
Publisher : Universitas Muhammadiyah Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26751/jai.v5i2.2304

Abstract

Bisnis Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) perlu menggunakan media pemasaran digital untuk mencapai tujuan jangka panjang mereka dan menjangkau pasar global yang lebih luas. Dengan demikian, kesadaran akan mulai mengakses berbagai platform e-commerce digital. Saat ini, UMKM menjadi andalan pemerintah untuk meningkatkan ketahanan ekonomi nasional. Sejauh ini, ada sekitar 993 bisnis UMKM di kabupaten Kudus, menurut data dari Dinas Koperasi Usaha Kecil Menengah Provinsi Jawa Tengah. Bisnis skala kecil pun harus mampu mengikuti perubahan di era revolusi industri 4.0. Seperti mulai menggunakan internet untuk pemasaran, misalnya. Kegiatan PKM ini bertujuan untuk meningkatkan literasi pelaku UMKM tentang transformasi digital dan strateginya untuk meningkatkan penjualan via marketplace. Kegiatan pengabdian kali ini mencakup penyampaian materi, pelatihan untuk membuat akun marketplace, mentoring, dan pemantauan penjualan. Pelaku UMKM yang mengikuti kegiatan PKM sejumlah 24 orang bertempat di Balai Desa Sadang Kecamatan Jekulo, Kabupaten Kudus, dengan peserta sebanyak 35 orang.
PENTINGNYA EDUKASI GIZI SEIMBANG UNTUK PENCEGAHAN STUNTING PADA BALITA Atun Wigati; Fariza Yulia Kartika Sari; Tri Suwarto
Jurnal Abdimas Indonesia Vol 4, No 2 (2022): JURNAL ABDIMAS INDONESIA
Publisher : Universitas Muhammadiyah Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26751/jai.v4i2.1677

Abstract

Stunting adalah keadaan paling umum dari bentuk kekurangan gizi (PE/mikronutrien), yang mempengaruhi bayi sebelum lahir dan awal setelah lahir, terkait dengan ukuran ibu, gizi selama ibu hamil, dan pertumbuhan janin , stunting pada anak balita merupakan salah satu indikator status gizi kronis yang dapat memberikan gambaran gangguan keadaan sosial ekonomi secara keseluruhan di masa lampau dan pada 2 tahun awal kehidupan anak dapat memberikan dampak yang sulit diperbaiki. Salah satu faktor sosial ekonomi yang mempengaruhi stunting yaitu status ekonomi orang tua dan ketahanan pangan keluarga. Kegiatan pengabdian ini dilaksanakan di Balai Desa Ngembal Kulon pada kader kesehatan, ibu balita dan batita dengan memberikan pengarahan pentingnya gizi seimbang untuk pencegahan stunting manfaat gizi seimbang, macam – macam gizi seimbang. Hasil yang diharapkan pada pengabdian ini adalah para kader kesehatan, para ibu dan keluarga yang mempunyai balita dapat merubah perilaku dan pola pikir cara memberikan asupan makanan pada anak dengan melihat kebutuhan gizi yang seimbang untuk mencegah stunting sehingga pertumbuhan anak sesuai dengan usianya.
PENDAMPINGAN PEMBUATAN BLACK GARLIC PADA IBU PKK SEBAGAI UPAYA PENCEGAHAN PENYAKIT HIPERTENSI Heny Siswanti; Sri Karyati; Anny Rosiana Masithoh
Jurnal Abdimas Indonesia Vol 4, No 1 (2022): JURNAL ABDIMAS INDONESIA
Publisher : Universitas Muhammadiyah Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26751/jai.v4i1.1498

Abstract

Hipertensi adalah istilah medis dari penyakit tekanan darah tinggi. Kondisi ini dapat mengakibatkan berbagai komplikasi kesehatan yang membahayakan nyawa sekaligus meningkatkan risiko terjadinya penyakit jantung, stroke, bahkan kematian. Black Garlic telah dievaluasi penggunaannya dapat digunakan untuk pengobatan penyakit tekanan darah tinggi. Data dari Puskesmas Mayong 1 pada tahun 2020 jumlah penderita Hipertensi desa Pelang kecamatan Mayong kabupaten Jepara berjumlah 157. Sehingga perlu edukasi konsumsi Black Garlic mengingat khasiatnya yang besar dalam mencegah dan mengobati hipertensi. Tujuan pengabdian masyarakat ini adalah memberikan edukasi pembuatan Black Garlic secara mandiri untuk kemudian dikonsumsi untuk pencegahan hipertensi. Uji laboratorium menunjukkan hasil Black Garlic memiliki prosentase antioksidan dan phenol yang lebih tinggi daripada bawang putih.Praktek langsung pembuatan Black Garlic oleh ibu PKK desa Pelang didapatkan hasil proses pembuatan selama kurun waktu 14 hari berupa olahan bawang putih yang telah terfermentasi menjadi bawang hitam (Black Garlic). Rasa Black Garlic yang manis dan asam dengan tekstur yang kenyal seperti Jenang atau dodol yang bisa dikonsumsi sehari-hari untuk memperlancar peredaran darah sehingga dapat mencegah penyakit hipertensi.
GERAKAN PENANAMAN TANAMAN OBAT KELUARGA (TOGA) SEBAGAI UPAYA KEMANDIRIAN KESEHATAN MASYARAKAT Syahid Fatah Cokropranoto; Fadlilatul Muthi’atun Nisa'; Ibtsama Mauludina; Fiona Apriliasari; Nurokhmah Nurokhmah; Ira Anggraeni; Sabrina Zahrani; Amara Maulida Alezafi; Diana Luthfiana Faiq; Umi Faridah; Rizka Himawan
Jurnal Abdimas Indonesia Vol 6, No 2 (2024): JURNAL ABDIMAS INDONESIA
Publisher : Universitas Muhammadiyah Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26751/jai.v6i2.2788

Abstract

Minimnya pemahaman masyarakat tentang manfaat tanaman obat keluarga dalam mendukung kemandirian kesehatan. Masyarakat masih memilih pengobatan medis yang dibeli di warung atau toko obat. Padahal obat herbal lebih aman dan murah dibandingkan dengan obat medis. Tujuan pengabdian masyarakat ini adalah untuk meningkatkan kesadaran tentang tanaman TOGA pada masyarakat. Bentuk kegiatan ini adalah penanaman TOGA bersama dengan perangkat desa sebanyak 9 orang. Kegiatan ini dilakukan pada bulan Desember tahun 2024. Metode yang digunakan adalah observasi. Variable yang diukur adalah kesadaran masyarakat tentang tanaman TOGA. Analisis data dilakukan secara deskriptif. Hasil kegiatan menunjukkan tersedianya tanaman TOGA (jahe, daun sirih, kunyit, dan kencur) di lahan Balai Desa Krandon. Kegiatan ini dapat dilanjutkan dalam bentuk sosialisasi ke masyarakat untuk melakukan penanaman TOGA di rumah masing-masing.
PENINGKATAN KESADARAN KEAMANAN DATA PRIBADI dan hukum cyber Taftazani Ghazi Pratama; Dian Rosita; Anwari Anwari; Purbowati Purbowati
Jurnal Abdimas Indonesia Vol 5, No 2 (2023): JURNAL ABDIMAS INDONESIA
Publisher : Universitas Muhammadiyah Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26751/jai.v5i2.2204

Abstract

Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) yang bekembang saat ini dapat membantu dan menunjang aktivitas sehari-hari. Di samping itu TIK juga memiliki dampak negatif apabila disalahgunakan untuk tindakan kriminal. Tindakan kriminal yang memanfaatkan Teknologi Informasi dikenal dengan istilah Cybercrime. Untuk mengantisipasi adanya cybercrime  maka masyarakat perlu diberikan wawasan dan pengetahuan dalam kegiatan pengabdian kepada masyarakat yang disampaikan dalam bentuk sosialisasi. Sosialisasi dilaksanakan secara tatap muka dengan para peserta berasal dari Ibu-Ibu Ranting Ranting Aisiyah Kedungdowo. Tujuan dari sosialiasi ini yaitu membekali para peserta agar lebih waspada dan hati-hati terhadap cybercrime, memberikan langkah pencegahan dari cybercrime, melindungi data pribadi, dan memberikan rasa aman dengan adanya hukum cyber. Hasil evaluasi dari sosialiasi ini para peserta mendapatkan pengetahuan meningkat sebanyak 50% dan mendapatkan ilmu yang bermanfaat.