cover
Contact Name
-
Contact Email
lppm@umkudus.ac.id
Phone
+6285117477445
Journal Mail Official
lppm@umkudus.ac.id
Editorial Address
https://ejr.umku.ac.id/index.php/JAI/pages/view/editorial-boards
Location
Kab. kudus,
Jawa tengah
INDONESIA
Jurnal Abdimas Indonesia
ISSN : 26544822     EISSN : 26542544     DOI : doi.org/10.26751/jai
Jurnal Abdimas Indonesia aims to disseminate scholarly works and best practices related to the implementation of community engagement and empowerment activities based on science, technology, and local wisdom. The journal seeks to bridge academic knowledge with real-world community needs, supporting sustainable development and improving community welfare through participatory and innovative approaches. Scope of the Journal The journal publishes articles derived from community service and engagement activities conducted by academics, practitioners, and students. The scope includes, but is not limited to, the following areas: Community empowerment and capacity building Application of science, technology, and innovation for community development Health promotion and disease prevention in communities Education, literacy, and learning empowerment programs Economic empowerment, entrepreneurship, and MSME development Environmental conservation and sustainable development Social innovation and community-based solutions Appropriate technology and digital transformation for communities Disaster preparedness, mitigation, and community resilience Public policy implementation and community participation Cultural preservation and local wisdom-based community programs Evaluation and impact assessment of community service programs
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 144 Documents
EDUKASI PEMANFAATAN TANAMAN HERBAL SEBAGAI STRATEGI PENCEGAHAN DBD DAN STUNTING DI DESA CENDONO KABUPATEN KUDUS Mu'adzah Mu'adzah; Avira Budianita; Hasriyani Hasriyani; Arief Adi Saputro; Fania Nurul Khoirunnisa
Jurnal Abdimas Indonesia Vol 4, No 2 (2022): JURNAL ABDIMAS INDONESIA
Publisher : Universitas Muhammadiyah Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26751/jai.v4i2.1704

Abstract

Desa Cendono Kecamatan Dawe Kabupaten Kudus merupakan salah satu desa di wilayah Kecamatan Dawe Kabupaten Kudus. Permasalahan kesehatan di Desa Cendono tidak jauh beda dengan permasalahan kesehatan Nasional, suhu yang tropis menyebabkan banyaknya kasus DBD. Selain itu kasus stunting yang tak kunjung usai, sudah menjadi perhatian nasional, idak terkecuali di kabupaten Kudus. Indonesia merupakan wilayah yang kaya akan tanaman, tidak terkecuali tanaman yang dapat dimanfaatkan untuk kesehatan, seperti tanman herbal. Dalam upaya memberikan kesadaran dalam memelihara kesehatan serta lingkungan, dilakukan edukasi tanaman herbal sebagai strategi pencegahan DBD dan stunting di Desa Cendono Kabupaten Kudus. Dimana setelah dilakukan edukasi pengetahuan masyarakat di Desa Cendono bertambah dan mampu untuk menerapkan ilmu yang diperoleh.
PENGOLAHAN SAMPAH ORGANIK MENJADI KOMPOS DI DESA GARUNG LOR DENGAN MENGGUNAKAN TAKAKURA HOME METHOD Zaenal Fanani; Dwi Astuti
Jurnal Abdimas Indonesia Vol 1, No 1 (2019): Jurnal ABDIMAS Indonesia
Publisher : Universitas Muhammadiyah Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26751/jai.v1i1.963

Abstract

Lingkungan merupakan sesuatu yang patut menjadi perhatian, karena keberlangsungan hidup lingkungan adalah keberlangsungan hidup manusia. Salah satu permasalahan lingkungan sekarang adalah mengenai sampah, karena sampah dihasilkan oleh setiap individu terus-menerus tiap harinya, baik itu sampah organik maupun nonorganik. Sampah baru dihasilkan setiap harinya, sedangkan tempat untuk menampung sampah tersebut tidak bertambah. Penumpukan sampah jika dibiarkan dapat mengakibatkan timbulnya berbagai penyakit dan juga merusak keindahan lingkungan. Penumpukan sampah dapat dihindari dengan mengolah kembali sampah yang dihasilkan. Sampah organik dapat dimanfaatkan menjadi pupuk kompos. Takakura Home Method merupakan salah satu cara yang praktis dan mudah untuk membuat kompos. Dengan pengetahuan tentang manfaat keranjang Takakura untuk mengolah kompos, serta perlakuan yang tepat terhadap sampah organik. Masyarakat dapat mengaplikasikan keranjang Takakura untuk menghasilkan kompos dari sampah organik. Pada beberapa tahun terakhir, pengelolaan sampah di Desa Garung Lor Kaliwungu Kudus masih belum optimal. Dengan aplikasi model pengelolaan sampah organik, warga desa dapat memperoleh manfaat secara ekonomi. Pelaksanaan ipteks bagi masyarakat berupa Takakura Home Method, dapat mewujudkan warga desa yang kreatif dalam mengolah dan memanfaatkan limbah sampah untuk menopang kesehatan serta bernilai ekonomi.
GERAKAN NO STUNTING, REMAJA SEHAT, AKTIF DAN SELAMAT (NOTHING REHAT) REMAJA: ADAPTASI METODE WORLD CAFÉ Suhariyanto, Suhariyanto; Afriani, Tuti; Handiyani, Hanny; Amalia Wildani, Andi; Mansye Soeli, Yuniar; Rizany, Ichsan; Ayu Wardhani, Dara; Sari Pratiwi, Suci; Sulistyaningsih, Wiwik Sulistyaningsih; Najihah, Muthi'ah
Jurnal Abdimas Indonesia Vol 7, No 2 (2025): JURNAL ABDIMAS INDONESIA
Publisher : Universitas Muhammadiyah Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26751/jai.v7i2.3171

Abstract

Stunting merupakan permasalahan serius di Pemerintah Kota Depok, dengan prevalensi  14,3% tahun 2023. Faktor predisposisi kejadian stunting pada balita adalah ibu dengan riwayat anemia sejak remaja. Prevalensi anemia pada remaja putri di Kota Depok mencapai 26,5%, dan kondisi ini memiliki hubungan signifikan dengan asupan zat besi. Sehingga pencegahan dan penatalaksanaan anemia sejak remaja menjadi langkah penting dalam upaya pencegahan stunting. Tujuan pengabdian masyarakat adalah upaya perubahan pengetahuan, keterampilan dan perilaku hidup sehat remaja sebagai calon ibu di masa depan. Metode pengabdian masyarakat adalah melalui Pendekatan interaktif yang melibatkan remaja melalui metode world café, pemeriksaan kesehatan, edukasi interaktif, permainan, roleplay, demonstrasi, peer group teman sebaya dan pembentukan duta anti stunting. Materi pengabdian masyarakat berupa anemia, pencegahan stunting, perilaku sehat selamat, kesehatan reproduksi dan jiwa remaja. Pengabdian masyarakat ini dilakukan selama dua bulan di SMPN 30 Depok. Populasi 30 responden dengan kriteria inklusi remaja putri yang diberikan supervisi pengetahuan dan ketrampilan pre post. . Instrumen yang digunakan adalah kuesioner dan lembar kerja yang telah divalidasi. Analisis data kuantitatif menggunakan uji t berpasangan. Hasil pengabdian masyarakat terdapat perbedaan sebelum dan sesudah pelatihan dengan world cafe learning program dalam peningkatan pengetahuan siswa sebesar 32 poin. Terdapat perbedaan praktik mengenal budaya sehat dan selamat pada remaja dengan nilai p = 0,001. Kesimpulannya adalah gerakan nothing rehat dapat meningkatkan pengetahuan dan keterampilan remaja mengenal sehat, selamat menciptakan generasi muda yang lebih sehat, aktif, dan siap menghadapi masa depan yang lebih baik. Rekomendasi dari hasil pengabdian masyarakat dapat digunakan sebagai pendidikan berkelanjutan, evidence base nursing dan upaya pencegahan stunting.
PENINGKATAN KAPASITAS KADER POSYANDU DALAM UPAYA DETEKSI DAN PENCEGAHAN KOMPLIKASI DIABETES MELALUI SENAM KAKI DIABETIK Rahayu, Dian Yuniar Syanti; Supriadi, Supriadi; Melianingsih, Lia; Susanti, Susi
Jurnal Abdimas Indonesia Vol 7, No 2 (2025): JURNAL ABDIMAS INDONESIA
Publisher : Universitas Muhammadiyah Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26751/jai.v7i2.3067

Abstract

Peningkatan angka kejadian Diabetes Mellitus (DM) secara global dan nasional menjadi perhatian serius, terutama karena komplikasi jangka panjangnya seperti ulkus diabetikum dan senam kaki diabetik terbukti efektif sebagai pendekatan promotif-preventif. Tujuan kegiatan untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan kader Posyandu terkait senam kaki diabetes. Kegiatan ini dilaksanakan di Kelurahan Cibeureum dengan melibatkan 20 kader Posyandu sebagai sasaran kegiatan. Metode yang diterapkan meliputi ceramah interaktif, diskusi, demonstrasi, dan redemonstrasi senam kaki. Aspek yang diukur yaitu:Pengetahuan diukur melalui kuesioner (pre-test dan post-test), sementara keterampilan dievaluasi secara langsung setelah 3 hari pelatihan dilaksanakan.  Analisis data menggunakan deskriptif kuantitatif. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan pengetahuan yang signifikan pada kader dengan rata-rata skor meningkat dari 50,5 menjadi 85,2. hasil evaluasi keterampilan menunjukkan hanya 75% kader yang mampu menerapkan senam kaki secara mandiri di lingkungan rumah setelah 3 hari. Pengetahuan dan keterampilan menjadi hal yang penting dalam implementasi senam kaki diabetes partisipasi aktif kader dalam senam kaki diabetes perlu didukung dengan strategi penguatan berkelanjutan (monitoring oleh Puskesmas) agar program dapat dipertahankan dan memberikan dampak maksimal pada pencegahan komplikasi DM di masyarakat.
KONDISI EDENTULOUS DAN HIPERTENSI WARGA SENDANGMULYO TEMBALANG SEMARANG Harniati, Etny Dyah; Sulistyorini, Ratna; Kusniati, Retno; Purbomurti, Yasinia Annisa
Jurnal Abdimas Indonesia Vol 7, No 2 (2025): JURNAL ABDIMAS INDONESIA
Publisher : Universitas Muhammadiyah Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26751/jai.v7i2.2989

Abstract

Hipertensi, penyakit kronis dengan prevalensi global tinggi, memiliki hubungan erat dengan kesehatan mulut. Kehilangan gigi dapat memengaruhi pola makan dan meningkatkan risiko hipertensi melalui inflamasi kronis. Kehilangan gigi juga sebagai faktor risiko yang memengaruhi asupan nutrisi dan kontrol tekanan darah. Tujuan program ini adalah mengidentifikasi kondisi kesehatan warga, memberikan edukasi, dan meningkatkan kesadaran tentang hubungan antara hipertensi dan kesehatan mulut. Metode: Pengabdian kepada masyarakat dilaksanakan melalui beberapa kegiatan yaitu berupa anamnesis, pemeriksaan klinis, dan intervensi promotif dengan edukasi menggunakan media poster. Edukasi mencakup pola hidup sehat, pentingnya menjaga kebersihan gigi, dan perawatan gigi tiruan. Hasil: Sebagian besar responden lansia memiliki hipertensi dan kondisi edentulous. Intervensi edukasi meningkatkan pemahaman tentang hubungan gaya hidup sehat, kebersihan mulut, dan kontrol hipertensi. Kesadaran warga meningkat terhadap kesehatan gigi dan hipertensi setelah diberikan edukasi, serta memberikan rekomendasi untuk peningkatan fasilitas, pelatihan tim, dan evaluasi berkala.
IMPLEMENTASI AKUNTANSI PESANTREN DALAM MODERNISASI SISTEM PEMBUKUAN UNTUK MENINGKATKAN TRANSPARANSI DAN AKUNTABILITAS KEUANGAN PONDOK PESANTREN ASSHODIQIYAH Retnoningsih, Sri; Astuti, Wulan Budi; Alfie, Atiq Amjadallah; Ikaningtyas, Dina Pratiwi; Yatuzzahra, Qomari; Aprilia, Sindi; Setianto, Ahmad Bagas
Jurnal Abdimas Indonesia Vol 7, No 2 (2025): JURNAL ABDIMAS INDONESIA
Publisher : Universitas Muhammadiyah Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26751/jai.v7i2.2942

Abstract

Transparent and accountable financial management is a major challenge for many Islamic boarding schools in Indonesia, including the Asshodiqiyah Islamic Boarding School in Semarang. This community service activity aims to improve the financial governance of Islamic boarding schools through the modernization of the sharia-based accounting bookkeeping system according to the Islamic Boarding School Accounting Guidelines (PAP). This activity was carried out in February 2025 in the male hall of the Asshodiqiyah Islamic Boarding School, which was attended by the financial managers of the institution, male and female administrators of Asshodidiyah. The method used is a participatory approach in the form of training and mentoring for treasurers and Islamic boarding school administrators in understanding, classifying, and recording financial transactions systematically. The results of the activity showed an increase in participants' understanding of the principles of sharia accounting, their ability to prepare basic financial reports, and their commitment to implementing more orderly and accountable financial records. The implementation of this system also strengthens stakeholder trust and opens up opportunities for collaboration with external institutions. This bookkeeping modernization not only answers administrative needs, but also strengthens the position of Islamic boarding schools in building professional and sustainable financial governance.
IMPLEMENTASI UNIT USAHA DAPUR SEHAT (UUDS) UNTUK MENDUKUNG GIZI ANAK USIA DINI DI RA NURUL HUDA BAWU Amalia, Dina; Rusidah, Yunita; Huda, Nurul; Afrianingsih, Anita; Maula, Ismi Izzatul
Jurnal Abdimas Indonesia Vol 7, No 2 (2025): JURNAL ABDIMAS INDONESIA
Publisher : Universitas Muhammadiyah Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26751/jai.v7i2.3149

Abstract

Masalah gizi pada anak usia dini masih menjadi tantangan serius yang berdampak pada pertumbuhan fisik, perkembangan kognitif, dan kualitas sumber daya manusia di masa depan. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan mengimplementasikan Unit Usaha Dapur Sehat (UUDS) di RA Nurul Huda Bawu sebagai model pemberdayaan lembaga pendidikan dalam mendukung pemenuhan gizi anak. Program dilaksanakan melalui empat tahap, yaitu persiapan dan sosialisasi, pelatihan, pendampingan, serta evaluasi. Peserta kegiatan terdiri atas guru, tenaga dapur, dan orang tua dengan keterlibatan aktif dalam setiap proses. Instrumen evaluasi berupa observasi, kuesioner, dan wawancara digunakan untuk menilai pemahaman gizi, konsistensi pengelolaan dapur, serta inovasi menu sehat. Hasil menunjukkan peningkatan signifikan, yaitu pemahaman guru mengenai gizi seimbang mencapai 90%, konsistensi pengelolaan dapur sehat meningkat hingga 85%, dan inovasi menu UUDS dalam pemenuhan gizi anak usia dini tercatat sebesar 80%. Selain itu, terbentuk variasi menu berbasis pangan lokal yang lebih kreatif serta lingkungan sekolah yang sadar gizi dan mandiri secara ekonomi. Kesimpulan dari kegiatan ini adalah Unit Usaha Dapur Sehat dapat menjadi solusi aplikatif dalam pencegahan malnutrisi anak usia dini. Disarankan agar program ini direplikasi di satuan pendidikan lain dengan dukungan kolaborasi lintas sektor untuk memperluas dampak positif.
EDUKASI NUTRISI IBU HAMIL SEBAGAI UPAYA PENCEGAHAN STUNTING DI PUSKESMAS GRIBIG KABUPATEN KUDUS Astuti, Dwi; Yulistiya, ira; Asiyah, Nor
Jurnal Abdimas Indonesia Vol 7, No 2 (2025): JURNAL ABDIMAS INDONESIA
Publisher : Universitas Muhammadiyah Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26751/jai.v7i2.3177

Abstract

Stunting merupakan kondisi gagal tumbuh pada anak akibat kekurangan gizi kronis yang dimulai sejak masa kehamilan. Upaya pencegahan yang efektif perlu dimulai sedini mungkin melalui edukasi gizi yang tepat kepada ibu hamil. Program pengabdian masyarakat ini bertujuan meningkatkan pemahaman ibu hamil mengenai pentingnya nutrisi selama kehamilan sebagai strategi utama pencegahan stunting di wilayah kerja Puskesmas Gribig Kabupaten Kudus. Kegiatan ini dilaksanakan pada hari Rabu, 30 April 2025 di Desa Padurenan dengan melibatkan ibu hamil dan kader posyandu. Metode pelaksanaan meliputi penyuluhan interaktif, pembagian buku saku, serta demo masak menu sehat. Evaluasi dilakukan melalui pre-test dan post-test untuk mengukur perubahan pengetahuan peserta. Hasil menunjukkan terdapat peningkatan pemahaman yang signifikan, di mana 93% peserta memahami pentingnya nutrisi selama kehamilan dan 87% menyadari bahwa stunting dapat dicegah sejak masa kehamilan. Sebagian besar juga mampu menyebutkan jenis nutrisi utama seperti protein (83%), zat besi (73%), dan asam folat (67%). Pendekatan yang variatif dan kontekstual terbukti mampu mengatasi kendala seperti kurangnya pengetahuan, kebosanan makanan sehat, serta mitos yang masih beredar di masyarakat. Program ini menunjukkan edukasi gizi dengan pendekatan interaktif, visual, dan aplikatif efektif dalam meningkatkan pemahaman ibu hamil tentang pentingnya nutrisi selama kehamilan. Program serupa disarankan untuk direplikasi di wilayah lain dengan prevalensi stunting yang tinggi. AbstractStunting is a condition of growth failure in children due to chronic malnutrition that begins during pregnancy. Effective prevention efforts need to begin as early as possible through proper nutrition education for pregnant women. This community service program aims to increase pregnant women's understanding of the importance of nutrition during pregnancy as a primary strategy for stunting prevention in the Gribig Community Health Center (Puskesmas) working area of Kudus Regency. This activity was held on Wednesday, April 30, 2025, in Padurenan Village, involving pregnant women and Posyandu (Integrated Service Post) cadres. The implementation method included interactive counseling, distribution of pocket books, and healthy cooking demonstrations. Evaluation was carried out through pre- and post-tests to measure changes in participants' knowledge. The results showed a significant increase in understanding, with 93% of participants understanding the importance of nutrition during pregnancy and 87% realizing that stunting can be prevented during pregnancy. Most were also able to name key nutrients such as protein (83%), iron (73%), and folic acid (67%). A varied and contextual approach has proven effective in overcoming obstacles such as lack of knowledge, boredom with healthy foods, and persistent myths. This program demonstrates that nutrition education, using an interactive, visual, and practical approach, is effective in increasing pregnant women's understanding of the importance of nutrition during pregnancy. Similar programs are recommended for replication in other areas with a high prevalence of stunting.
PENGUATAN LITERASI DIGITAL BERBASIS WORLDVIEW ISLAM UNTUK MENINGKATKAN KETAHANAN SOSIAL DAN ETIKA PUBLIK DEWAN EKSEKUTIF MAHASISWA DI UNIVERSITAS DARUSSALAM GONTOR Harahap, Ali Musa; Rukmini, Diah; Putra, Alde Mulia; Marantika, Nurhana; Susilowati, Ida; Ardiyanti, Dwi; Utomo, Bambang Setyo
Jurnal Abdimas Indonesia Vol 7, No 2 (2025): JURNAL ABDIMAS INDONESIA
Publisher : Universitas Muhammadiyah Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26751/jai.v7i2.3159

Abstract

Transformasi digital yang pesat menghadirkan tantangan serius bagi mahasiswa muslim dalam menjaga nilai-nilai etika publik di ruang maya. Polarisasi identitas, penyebaran hoaks berbasis agama, serta degradasi etika komunikasi menjadi gejala yang umum di kalangan generasi muda. Untuk itu, penguatan literasi digital berbasis nilai menjadi kebutuhan strategis, khususnya bagi mahasiswa yang memegang peran kepemimpinan di kampus. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini ditujukan kepada mahasiswa Universitas Darussalam Gontor, khususnya pengurus Dewan Eksekutif Mahasiswa (DEMA) dan Ketua Himpunan Mahasiswa Prodi (HMP), dengan menggunakan modul karya penulis korespondensi Ali Musa Harahap sebagai bahan utama. Buku ini mengintegrasikan konsep-konsep dalam perspektif Islam. Melalui pendekatan Participatory Action Research, kegiatan ini meliputi pelatihan, diskusi tematik, dan refleksi nilai yang terbukti efektif meningkatkan pemahaman peserta terhadap prinsip literasi digital yang berakar pada etika Islam. Kegiatan ini menghasilkan komunitas penggiat literasi dinamakan Jejak Aksara Muslim sebagai luaran utama.Keywords: Etika publik, literasi digital, nilai Islam
PROGRAM EDUKASI BIJAK MEMILIH OBAT TRADISIONAL MENGGALI POTENSI HERBAL UNTUK MENGHINDARI RISIKO EFEK SAMPING Fadel, Muhammad Nurul; Retnowati, Eko; Ikawati, Nurlena; Karuniawati, Hidayah; Da'i, Muhammad; Besan, Emma Jayanti
Jurnal Abdimas Indonesia Vol 7, No 2 (2025): JURNAL ABDIMAS INDONESIA
Publisher : Universitas Muhammadiyah Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26751/jai.v7i2.3037

Abstract

Penggunaan obat tradisional masih tinggi di masyarakat, namun sebagian besar didasarkan pada informasi empiris tanpa pengetahuan ilmiah yang memadai. Hal ini berpotensi menimbulkan penggunaan yang tidak rasional dan risiko efek samping. Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan meningkatkan literasi kesehatan masyarakat terkait pemilihan dan penggunaan obat tradisional secara aman dan berbasis bukti ilmiah. Pengabdian dilaksanakan di Desa Sanggrahan, Kecamatan Potronayan, Nogosari, Boyolali pada 15 Juni 2025 dengan sasaran 52 Ibu-ibu PKK. Metode yang digunakan meliputi ceramah interaktif, diskusi, demonstrasi, serta evaluasi pre-test dan post-test menggunakan kuesioner. Materi mencakup pengenalan jenis obat tradisional (jamu, obat herbal terstandar, fitofarmaka), kandungan kimia tanaman obat seperti kurkuminoid, xanthorrhizol, dan andrographolide, manfaat dan risiko penggunaannya, serta cara mengenali produk herbal legal dan ilegal. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan rata-rata nilai pengetahuan dari 55,3 (pre-test) menjadi 85,7 (post-test) atau naik 30,4 poin. Peserta antusias dan mampu membedakan produk herbal aman serta memahami pentingnya izin edar BPOM. Sebanyak 92% peserta merasa kegiatan ini bermanfaat dan berharap ada edukasi lanjutan. Kegiatan ini efektif meningkatkan kesadaran masyarakat untuk lebih selektif dalam memilih obat tradisional dan mendorong perilaku penggunaan herbal yang aman dan rasional. Edukasi berbasis komunitas direkomendasikan untuk dilaksanakan secara berkelanjutan dan diperluas ke wilayah lain.. AbstractThe use of traditional medicines remains high in the community, but most practices are based on empirical information without adequate scientific knowledge. This may lead to irrational use and potential adverse effects. This community service activity aimed to improve public health literacy on the safe and evidence-based use of traditional medicines. The program was conducted in Sanggrahan Village, Potronayan Subdistrict, Nogosari, Boyolali, on June 15, 2025, targeting 52 PKK (Family Welfare Movement) women. The methods included interactive lectures, discussions, demonstrations, and evaluation using pre-test and post-test questionnaires. The materials covered the classification of  traditional medicines (jamu, standardized herbal medicines, phytopharmaceuticals), chemical constituents of medicinal plants such as curcuminoids, xanthorrhizol, and andrographolide, their benefits and risks, as well as how to identify legal and illegal herbal products. The results showed an increase in the average knowledge score from 55.3 (pre-test) to 85.7 (post-test), with a 30.4-point improvement. Participants were enthusiastic and able to distinguish safe herbal products and understand the importance of BPOM (Indonesian FDA) registration. About 92% of participants stated that this activity was beneficial and expected further education on the proper use of traditional medicines. This program effectively increased public awareness to be more selective in choosing traditional medicines and encouraged safe and rational herbal use. Community-based health education is recommended to be implemented sustainably and expanded to other areas.