cover
Contact Name
Betty Masruroh
Contact Email
betty.masruroh@um.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
jurnal.sd@gmail.com
Editorial Address
Universitas Negeri Malang
Location
Kota malang,
Jawa timur
INDONESIA
Sekolah Dasar: Kajian Teori dan Praktik Pendidikan
ISSN : 08548285     EISSN : 25811983     DOI : 10.17977
Core Subject :
Sekolah Dasar: Kajian Teori dan Praktik Pendidikan publishes articles on conceptual ideas, studies, and application of theories, practical writing, and the results of educational research and teaching of primary schools. Sekolah Dasar: Kajian Teori dan Praktik Pendidikan first appeared in 1992 under the name KREATIF. SEKOLAH DASAR changed its name to Sekolah Dasar: Kajian Teori dan Praktik Pendidikan starting 2017. In 2018 Sekolah Dasar: Kajian Teori dan Praktik Pendidikan indexed DOAJ.
Arjuna Subject : -
Articles 218 Documents
Perbedaan Hasil Belajar Mahasiswa PGSD Menggunakan Model Inkuiri dan Project Based Learning (PJBL) pada Matakuliah Pendidikan Kewarganegaraan Sekolah Dasar Putri Mahanani; Muchtar Muchtar
Sekolah Dasar: Kajian Teori dan Praktik Pendidikan Vol. 28 No. 1 (2019)
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17977/um009v28i12019p43-49

Abstract

The purpose of the study is to find a comparison between learning outcomes using inquiry and PjBL learning models. The research hypothesis is that there is a difference (Ha) and there is no difference (Ho) in the learning outcomes of PGSD students. This research uses quantitative methods with quasi-experimental research designs. The population studied was all undergraduate students of PGSD Universitas Negeri Malang (UM). Samples were taken by purposive sampling technique. The data analysis technique used the t-test with the help of the SPSS program. The results showed that Ho was accepted so that it could be concluded that there was no difference between learning outcomes using inquiry and PjBL models for PGSD students. Tujuan penelitian untuk menemukan perbandingan antara hasil belajar menggunakan model pembelajaran inkuiri dan PjBL. Hipotesis penelitian yaitu ada perbedaan (Ha) dan tidak ada perbedaan (Ho) dalam hasil belajar mahasiswa PGSD. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan desain penelitian eksperimen semu. Populasi yang diteliti yaitu semua mahasiswa sarjana PGSD Universitas Negeri Malang (UM). Sampel diambil dengan teknik purposive sampling. Teknik analisis data menggunakan uji-t dengan bantuan program SPSS. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Ho diterima sehingga dapat disimpulkan tidak ada perbedaan antara hasil belajar menggunakan model inkuiri dan PjBL pada mahasiswa PGSD.
Penerapan Metode Permainan dalam Peningkatan Keterampilan Membaca Permulaan di Kelas I Sekolah Dasar Hayatinnupus Hayatinnupus; Indah Permatasari
Sekolah Dasar: Kajian Teori dan Praktik Pendidikan Vol. 28 No. 1 (2019)
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17977/um009v28i12019p50-54

Abstract

The aims of the study are to (1) describe the steps for applying the word stacking method to improve the initial reading skills in grade I elementary school, and (2) improve the initial reading skills in first grade elementary school through the application of the game method. This research is a classroom action research conducted in two cycles. The technique of collecting data uses observation, interviews, and document analysis. Data analysis using thematic analysis, test the validity of the data using triangulation and reflexivity researchers. The average results of the first cycle of research are 97.89% while the second cycle is 98.28%. The results of the study show that the application of the word play method can improve the initial reading skills in grade I elementary school. Tujuan dari penelitian untuk (1) mendeskripsikan langkah-langkah penerapan metode permainan susun kata untuk meningkatkan keterampilan membaca permulaan di kelas I sekolah dasar, dan (2) meningkatkan keterampilan membaca permulaan di kelas satu sekolah dasar melalui penerapan metode permainan. Penelitian ini merupakan penelitian tindakan kelas yang dilaksanakan dalam dua siklus. Teknik pengumpulan data menggunakan observasi, wawancara, dan analisis dokumen. Analisis data menggunakan analisis tematik, uji validitas data menggunakan triangulasi serta refleksivitas peneliti. Rata-rata hasil penelitian siklus I yaitu 97,89% sedangkan siklus II yaitu 98,28%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan metode permainan kata dapat meningkatkan keterampilan membaca permulaan di kelas I sekolah dasar.
Peran Orang Tua sebagai Pendidik dalam Keterampilan Berbicara Anak Usia SD dari Komunitas Sedulur Sikep Tri Firdausi; Ravita Deasy Rahmawati; Danik Ekayani
Sekolah Dasar: Kajian Teori dan Praktik Pendidikan Vol. 28 No. 1 (2019)
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17977/um009v28i12019p55-59

Abstract

This study aims to describe the role of parents as educators in children’s speaking skills from the Sedulur Sikep Community. This research is a qualitative descriptive study with research subjects namely 7 students of SDN 01 Klopoduwur who came from Karangpace Village and 4 parents. Data collection techniques use assessment of speaking skills, interviews, and documentation. The results showed that there was a role of parents in children’s speaking skills with 4 categories of children classified as highly skilled and 3 children in the skilled category. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan peran orang tua sebagai pendidik dalam keterampilan berbicara anak dari Komunitas Sedulur Sikep. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kualitatif dengan subjek penelitian yaitu 7 siswa SDN 01 Klopoduwur yang berasal dari Dusun Karangpace dan 4 orang tua. Teknik pengumpulan data menggunakan penilaian keterampilan berbicara, wawancara, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan adanya peran orang tua terhadap keterampilan berbicara anak dengan 4 anak kategori tergolong sangat terampil dan 3 anak dalam kategori terampil.
Motivasi Internal dan Eksternal Siswa Sekolah Dasar pada Pembelajaran Matematika Ni Luh Sakinah Nuraini; Wisnu Cahyo Laksono
Sekolah Dasar: Kajian Teori dan Praktik Pendidikan Vol. 28 No. 2 (2019)
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17977/um009v28i22019p115-124

Abstract

One of the factor that plays an important role in learning mathematics is motivation to learn. The purpose of this study was to determine learning motivation both internal and external motivation that play a role in student learning in the content of mathematics in SDN 1 Gawang and SDN 2 Gawang, Kebonagung District, Pacitan Regency. The results showed that the internal motivation and external motivation of students of SDN 1 Gawang and SDN 2 Gawang in learning mathematics were in the good category, based on the average scores obtained. Viewed from the supporting indicators, it is necessary to increase internal motivation related to expectations while learning and external motivation related to an adequate learning environment in mathematics learning. In addition, specifically at SDN 2 Gawang, the provision of external motivation still needs to be improved in order to optimize learning of mathematics, especially in fourth grade students. Salah satu faktor yang memegang peranan penting dalam pembelajaran matematika adalah motivasi belajar. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui motivasi belajar baik motivasi internal maupun eksternal yang berperan dalam pembelajaran siswa pada muatan matematika di SDN 1 Gawang dan SDN 2 Gawang, Kecamatan Kebonagung, Kabupaten Pacitan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa motivasi internal dan motivasi eksternal siswa SDN 1 Gawang dan SDN 2 Gawang dalam pembelajaran matematika berada pada kategori baik, berdasarkan rata-rata skor yang diperoleh. Dilihat pada indikator pendukungnya, maka perlu ada peningkatan motivasi internal terkait harapan saat belajar dan motivasi eksternal terkait lingkungan belajar yang memadai pada pembelajaran matematika. Selain itu, khusus di SDN 2 Gawang, pemberian motivasi eksternal masih perlu ditingkatkan agar dapat mengoptimalkan pembelajaran matematika, khususnya pada siswa kelas IV.
Pengembangan Model Ruang Kelas Berbasis Tematik di Sekolah Dasar Ludfi Arya Wardana; Afib Rulyansah
Sekolah Dasar: Kajian Teori dan Praktik Pendidikan Vol. 28 No. 2 (2019)
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17977/um009v28i22019p125-134

Abstract

The purpose of this study was to produce a thematic-based classroom model in grade V at Tisnonegaran 1 Elementary School in Probolinggo City. This research and development method used Borg & Gall, which had adapted and consisted of (1) confidential information, (2) planning, (3) product development, (4) expert validation, (5) field trials, (6) final products. The results of the study showed that the learning technology expert validation reached 97.2%, the linguist's validation result showed 90.6%, and the result of the field trial that used readability test met 92.8%. The product of the thematic-based classroom model in primary school has a strong level of validation and a high level of openness. Suggestions for further development can use different classes and levels. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menghasilkan model ruang kelas berbasis tematik di sekolah dasar di kelas V di Sekolah Dasar Tisnonegaran 1 di Kota Probolinggo. Metode penelitian dan pengembangan ini menggunakan Borg & Gall yang diadaptasi menjadi 6 tahap yaitu: (1) informasi rahasia, (2) perencanaan, (3) pengembangan produk, (4) validasi ahli, (5) uji coba lapangan, (6) produk akhir. Hasil penelitian menunjukkan validasi ahli teknologi pembelajaran 97,2%, validasi ahli bahasa 90,6% dan uji coba lapangan dari tes keterbacaan 92,8%. Hal ini menunjukkan bahwa produk pengembangan model ruang kelas tematik di sekolah dasar memiliki tingkat validasi yang kuat dan tingkat keterbukaan yang tinggi. Saran untuk pengembangan lebih lanjut dapat menggunakan kelas dan level yang berbeda.
Analysis of Factors Causing Misconceptions in Plane Geometry among Fifth Grade Elementary School Students Rachmat Imam Muslim; Meilan Tri Wuryani; Utomo Utomo; Muiz Ghifari
Sekolah Dasar: Kajian Teori dan Praktik Pendidikan Vol. 34 No. 2 (2025)
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17977/um009v34i22025p261-274

Abstract

Abstract: Misconceptions are often the cause of low student mathematics learning outcomes. In this study the authors seek to uncover the factors that cause students' misconceptions about plane shapes. This study uses a qualitative method with a case study approach. This research is based on the problem that there are still many students who are wrong in answering several questions in the form of stories. In this study two students were taken using a purposive sampling technique as research subjects. From the research results, it was found that the cause of students' misconceptions in answering non-routine questions was the low understanding of students' definitions. The low understanding of definitions occurs because learning only relies on one teaching material in which the teaching material has very little information. In addition, the lack of use of teaching media by teachers results in students not being able to recognize other forms of flat shapes according to the definition. Apart from that, the lack of examples of flat shapes given makes students' understanding of definitions shallow. When given a flat shape with a different shape, students experience confusion. Abstrak: Miskonsepsi sering menjadi penyebab rendahnya hasil belajar matematika siswa. Dalam penelitian ini penulis berusaha mengungkap faktor-faktor penyebab miskonsepsi siswa tentang bangun datar. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Penelitian ini didasari oleh permasalahan bahwa masih banyak siswa yang salah dalam menjawab beberapa soal berbentuk cerita. Dalam penelitian ini diambil dua orang siswa dengan menggunakan teknik purposive sampling sebagai subjek penelitian. Dari hasil penelitian ditemukan bahwa penyebab miskonsepsi siswa dalam menjawab soal nonrutin adalah rendahnya pemahaman siswa terhadap definisi. Rendahnya pemahaman definisi terjadi karena pembelajaran hanya bertumpu pada satu bahan ajar yang mana bahan ajar tersebut informasinya sangat sedikit. Selain itu, minimnya penggunaan media ajar oleh guru mengakibatkan siswa tidak mampu mengenali bentuk bangun datar lainnya sesuai definisi. Selain itu, minimnya contoh bangun datar yang diberikan membuat pemahaman siswa terhadap definisi menjadi dangkal. Ketika diberikan bangun datar dengan bentuk yang berbeda, siswa mengalami kebingungan.
Elementary School Teachers' Acceptance of the Digital Media Canva Site in Deep Learning-Based Instruction: A Study Using the UTAUT Model Herma Susanah; Yunus Abidin; Dede Tri Kurniawan; Dede Margo
Sekolah Dasar: Kajian Teori dan Praktik Pendidikan Vol. 34 No. 2 (2025)
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17977/um009v34i22025p275-289

Abstract

Abstract: The world of education is required to continue to innovate, including in the way teachers compile teaching materials that are interesting and relevant to students. One of the main challenges is how teachers can accept and utilize new technology optimally in teaching and learning activities. The study aimed to find out the extent to which elementary school teachers accept the use of Canva to create deep learning-based teaching materials, which encourage students' deep understanding. Using a quantitative approach, this study involved 149 elementary school teachers in the city of Bandung as respondents. An instrument in the form of a questionnaire was developed based on the UTAUT framework, and the data were analyzed by linear regression. The results show that performance expectations, ease of use, social influence, and availability of technical support all play an important role in shaping teachers' intentions to use Canva. These findings show that teachers respond positively to this technology and see it as an effective tool in developing more meaningful learning. In conclusion, successful adoption of technologies like Canva requires real support in the form of training, tools, and school policies that encourage innovation in the classroom. Abstrak: Di era digital saat ini, dunia pendidikan dituntut untuk terus berinovasi, termasuk dalam cara guru menyusun bahan ajar yang menarik dan relevan bagi siswa. Salah satu tantangan utama adalah bagaimana guru dapat menerima dan memanfaatkan teknologi baru secara optimal dalam kegiatan belajar mengajar. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui sejauh mana guru sekolah dasar menerima penggunaan Canva untuk membuat bahan ajar berbasis deep learning, yang mendorong pemahaman mendalam siswa. Menggunakan pendekatan kuantitatif, penelitian ini melibatkan 149 guru SD di Kota Bandung sebagai responden. Instrumen berupa kuesioner dikembangkan berdasarkan kerangka UTAUT, dan data dianalisis dengan regresi linear. Hasilnya menunjukkan bahwa ekspektasi kinerja, kemudahan penggunaan, pengaruh sosial, serta ketersediaan dukungan teknis semuanya berperan penting dalam membentuk niat guru menggunakan Canva. Temuan ini menunjukkan bahwa guru merespons positif teknologi ini dan melihatnya sebagai alat bantu yang efektif dalam mengembangkan pembelajaran yang lebih bermakna. Kesimpulannya, keberhasilan adopsi teknologi seperti Canva membutuhkan dukungan nyata berupa pelatihan, sarana, dan kebijakan sekolah yang mendorong inovasi di ruang kelas.
Management Information Systems and the Efficiency of Elementary School Administration: A Literature Review Based on Evidence-Based Research on Integrated Systems Ramadhan Maruta Pradana; Devi Purnamasari Sasongko; Esa Mariya Puspitasari; Yurika Fauzia Wardhani; Andi Kristanto; Syunu Trihantoyo
Sekolah Dasar: Kajian Teori dan Praktik Pendidikan Vol. 35 No. 1 (2026)
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17977/um009v35i12026p87-99

Abstract

Abstract: This study presents a systematic literature review examining the effectiveness of Management Information Systems (MIS) in improving the efficiency and accountability of elementary school management. The review followed the PRISMA 2020 guidelines. A structured search across Scopus, Web of Science, IEEE Xplore, ScienceDirect, and Google Scholar identified 186 records. After duplicate removal, screening, and eligibility assessment, 24 empirical studies published between 2015 and 2025 were included. The findings indicate that MIS implementation consistently enhances administrative efficiency, improves data accuracy, accelerates reporting processes, and strengthens managerial accountability. Integrated MIS platforms were associated with streamlined workflows, reduced documentation redundancy, and improved institutional transparency. However, the effectiveness of MIS adoption remains influenced by system integration, technological infrastructure, digital literacy, leadership support, and organisational readiness. Persistent barriers include limited internet connectivity, inadequate hardware, user competency gaps, and resistance to technological change. Overall, MIS functions as a strategic enabler of evidence-based governance in elementary education. Sustainable benefits require integrated system design, infrastructure readiness, and continuous capacity-building initiatives. Abstrak: Penelitian ini menyajikan tinjauan pustaka secara sistematis yang mengkaji efektivitas Sistem Informasi Manajemen (SIM) dalam meningkatkan efisiensi dan akuntabilitas pengelolaan sekolah dasar. Tinjauan ini mengikuti pedoman PRISMA 2020. Pencarian terstruktur di Scopus, Web of Science, IEEE Xplore, ScienceDirect, dan Google Scholar mengidentifikasi 186 artikel. Setelah proses seleksi duplikat, penyaringan, dan penilaian kelayakan, 24 studi empiris yang diterbitkan antara tahun 2015 dan 2025 digunakan dalam proses analisis. Temuan menunjukkan bahwa penerapan Sistem Informasi Manajemen (SIM) secara konsisten meningkatkan efisiensi administratif, memperbaiki akurasi data, mempercepat proses pelaporan, dan memperkuat akuntabilitas manajerial. Platform SIM terintegrasi dikaitkan dengan alur kerja yang lebih efisien, pengurangan redundansi dokumentasi, dan peningkatan transparansi kelembagaan. Namun, efektivitas penerapan Sistem Informasi Manajemen (SIM) tetap dipengaruhi oleh integrasi sistem, infrastruktur teknologi, literasi digital, dukungan kepemimpinan, dan kesiapan organisasi. Hambatan yang terus berlanjut meliputi konektivitas internet yang terbatas, perangkat keras yang tidak memadai, kesenjangan kompetensi pengguna, serta penolakan terhadap perubahan teknologi. Secara keseluruhan, SIM berfungsi sebagai pendorong strategis bagi tata kelola berbasis bukti di bidang pendidikan dasar. Untuk memperoleh manfaat yang berkelanjutan, diperlukan desain sistem yang terintegrasi, kesiapan infrastruktur, serta inisiatif pengembangan kapasitas yang berkelanjutan.
Analysis of Factors Causing the Non-Implementation of Dance Education in Elementary Schools and Its Impact on Students' Multiple Intelligences Fatma Nur Rahayu; Deasylina Da Ary
Sekolah Dasar: Kajian Teori dan Praktik Pendidikan Vol. 34 No. 2 (2025)
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17977/um009v34i22025p250-260

Abstract

Abstract: Dance learning in elementary schools has many obstacles in the application of learning in the classroom. In reality, there are elementary schools that have not implemented dance learning as a subject that is taught, so students do not get the opportunity to develop their knowledge in the field of dance. This study aims to analyze the factors that cause the non-implementation of dance learning in elementary schools and its impact on students' multiple intelligences. This research uses a descriptive qualitative approach with data collection techniques through interviews, observation, and documentation. The research instruments used include observation guidelines, interview guidelines, documentation sheets, and field notes. Data validity uses triangulation of sources and techniques, then proceeds with data analysis using the Miles and Huberman model. Data analysis used includes data reduction, data presentation, and conclusion drawing. The results of this study show that the factors that cause the non-implementation of dance learning consist of various aspects, including, among others, teachers, school policies, tight lesson time, and facilities and infrastructure. The impact of this condition is the inhibition of the development of students' multiple intelligences, especially kinesthetic, interpersonal, and intrapersonal intelligence, which should be honed through dance. Abstrak: Pembelajaran tari di sekolah dasar menghadapi banyak hambatan dalam penerapan pembelajaran di kelas. Faktanya, ada sekolah dasar yang belum menerapkan pembelajaran tari sebagai mata pelajaran yang diajarkan, sehingga siswa tidak mendapatkan kesempatan untuk mengembangkan pengetahuan mereka di bidang tari. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis faktor-faktor yang menyebabkan tidak diterapkannya pembelajaran tari di sekolah dasar dan dampaknya terhadap kecerdasan majemuk siswa. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi. Instrumen penelitian yang digunakan meliputi pedoman observasi, pedoman wawancara, lembar dokumentasi, dan catatan lapangan. Validitas data menggunakan triangulasi sumber dan teknik, kemudian dilanjutkan dengan analisis data menggunakan model Miles dan Huberman. Analisis data yang digunakan meliputi reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa faktor-faktor yang menyebabkan tidak dilaksanakannya pembelajaran tari terdiri dari berbagai aspek, antara lain guru, kebijakan sekolah, waktu pelajaran yang ketat, serta fasilitas dan infrastruktur. Dampak dari kondisi ini adalah penghambatan perkembangan kecerdasan majemuk siswa, terutama kecerdasan kinestetik, interpersonal, dan intrapersonal, yang seharusnya dikembangkan melalui tari.
Curriculum Management Innovation in Realizing Excellent Elementary Schools Amelia Kurnia; Sri Tutur Martaningsih; Dian Hidayati
Sekolah Dasar: Kajian Teori dan Praktik Pendidikan Vol. 34 No. 2 (2025)
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17977/um009v34i22025p290-308

Abstract

Abstract: Excellent schools are institutions that provide high-quality education through innovative curriculum management. However, not all primary schools can achieve the title of superior, including in the implementation of an innovative curriculum that is adaptive to the needs of students. This study aims to describe curriculum management innovation in realizing superior schools at SD Muhammadiyah Kadisoka. The research employed a descriptive qualitative approach, utilizing data collection techniques that included in-depth interviews, observation, and documentation. Informants were selected purposively, consisting of the principal, deputy head of curriculum, and three teachers. Data analysis was conducted using thematic analysis techniques that included coding and theme identification using ATLAS.ti software. The results showed that there were six main themes of curriculum management innovation, namely: innovation in evaluation, planning, implementation, curriculum organization, characteristics of excellent schools, and implementation challenges. Innovation is realized through curriculum reflection, collaboration among stakeholders, project-based learning approaches, learning differentiation, and supportive leadership. The main obstacles in implementing curriculum innovation include limited human resources, differences in curriculum between the office and the foundation, and low parental participation. This research contributes to the practice of innovation-based education management. Abstrak: Sekolah unggul adalah lembaga pendidikan yang menyediakan pendidikan berkualitas tinggi melalui pengelolaan kurikulum inovatif. Namun, tidak semua sekolah dasar dapat meraih predikat unggul, termasuk dalam implementasi kurikulum inovatif yang adaptif terhadap kebutuhan siswa. Penelitian ini bertujuan untuk menggambarkan inovasi pengelolaan kurikulum dalam mewujudkan sekolah unggul di SD Muhammadiyah Kadisoka. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif, dengan teknik pengumpulan data yang meliputi wawancara mendalam, observasi, dan dokumentasi. Narasumber dipilih secara purposif, terdiri dari kepala sekolah, wakil kepala sekolah bidang kurikulum, dan tiga guru. Analisis data dilakukan menggunakan teknik analisis tematik yang meliputi pengkodean dan identifikasi tema menggunakan perangkat lunak ATLAS.ti. Hasil penelitian menunjukkan adanya enam tema utama inovasi manajemen kurikulum, yaitu: inovasi dalam evaluasi, perencanaan, implementasi, organisasi kurikulum, karakteristik sekolah unggul, dan tantangan implementasi. Inovasi diwujudkan melalui refleksi kurikulum, kolaborasi antar pemangku kepentingan, pendekatan pembelajaran berbasis proyek, diferensiasi pembelajaran, dan kepemimpinan yang mendukung. Hambatan utama dalam implementasi inovasi kurikulum meliputi keterbatasan sumber daya manusia, perbedaan kurikulum antara kantor dan yayasan, serta partisipasi orang tua yang rendah. Penelitian ini berkontribusi pada praktik manajemen pendidikan berbasis inovasi.