cover
Contact Name
AGROINOTEK
Contact Email
agroinotek@ub.ac.id
Phone
+628573259811108584345594
Journal Mail Official
agroinotek@ub.ac.id
Editorial Address
Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya Jalan Veteran Kota Malang, Jawa Timur, 65140
Location
Kota malang,
Jawa timur
INDONESIA
AGROINOTEK
Published by Universitas Brawijaya
ISSN : 27743357     EISSN : 27743357     DOI : https://doi.org/10.21776/ub.agroinotek
Core Subject :
The scope of AGROINOTEK includes, but is not limited to, Agroecology, Agrotechnology, Agribusiness, Agricultural Economics, Agricultural Sociology, Agricultural Communication and Extension, Forestry, Appropriate Technology, as well as other relevant interdisciplinary fields. The journal welcomes original research articles, case studies, and critical review papers that make significant contributions to the advancement of knowledge, methodologies, and practical applications.
Arjuna Subject : -
Articles 80 Documents
Optimalisasi Pertumbuhan dan Produktivitas Padi melalui Penggunaan Pupuk Anorganik Cair Sunarto, Bintar Probo; Taufiqurrahman, Achmad Fitriadi
AGROINOTEK Jurnal Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Vol. 4 No. 2 (2023)
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.agroinotek.2023.004.02.05

Abstract

Tujuan Penelitian ini untuk menguji aplikasi pupuk organik caiir terhdapa pertumbuhan dan produktivitas tanaman padi. Rancangan percobaan pupuk anorganik cair menggunakan rancangan acak kelompok (RAK) non-faktorial dengan 9 perlakuan (3 ulangan) sehingga terdapat 27 satuan percobaan. Perlakuan tersebut antara lain: 1). A1 = Kontrol, 2). A2 = Pupuk Dasar 100%, 3). A3=Pupuk Dasar 75% + NPK Cair Pembanding 1x dosis, 4). A4 = Pupuk Dasar 75% + NPK Cair 0.5x dosis, 5). A5 = Pupuk Dasar 75% + NPK Cair 0.75x dosis, 6). A6 = Pupuk Dasar 75% + NPK Cair 1x dosis, 7). A7 =Pupuk Dasar 75% + NPK Cair 1.25x dosis, 8). A8 = Pupuk Dasar 75% + NPK Cair 1.5x dosis, 9). A9 = Pupuk Dasar 75% + NPK Cair 2x dosis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pupuk cair berbagai dosis tidak berpengaruh nyata terhadap pertumbuhan tanaman padi, namun berpengaruh nyata terhadap produksi tanaman padi (bobot panen segar dan BGKG), yakni pada perlakuan dosis 8,75ml/l dengan penurunan 25% pupuk dasar. Kadar hara N, P, K tanaman padi meningkat akibat aplikasi pupuk cair diindikasikan oleh peningkatan kadar hara dalam tanaman dan tidak menyebabkan kemasaman tanah dan penurunan kesuburan tanah.
Asam Humat untuk Membenahi Tanah Inceptisol dari Kebun Kopi Rakyat, Kecamatan Karangploso, Kabupaten Malang Putri, Rr. Audry Alivianisha; Pramesti, Gitri Ardia; Septiani, Deva Eka; Ifadah, Nisfi Fariatul; Soemarno, Soemarno
AGROINOTEK Jurnal Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Vol. 4 No. 2 (2023)
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.agroinotek.2023.004.02.04

Abstract

Penelitian ini bertujuan mengetahui pengaruh aplikasi asam humat terhadap sifat tanah (pH, KTK, C-Organik dan P-tersedia) topsoil dan subsoil tanah inseptisol dari kebun kopi rakyat.   Penelitian ini dilaksanakan dari Oktober 2023 hingga Maret 2024. Pengambilan sampel tanah inseptisol dilakukan di kebun kopi rakyat di wilayah Karangploso, kabupaten Malang.  Percobaan inkubasi tanah di rumah kaca menggunakan rancangan acak lengkap faktorial (RALF) dengan delapan perlakuan dan empat ulangan. Kombinasi perlakuan tersusun atas faktor I Contoh tanah (yaitu topsoil dan subsoil) dan faktor II Dosis asam humat (yaitu 0, 500, 1000, dan 2000 ppm). Percobaan inkubasi berlangsung 16 minggu dan pengamatan meliputi tekstur tanah, pH tanah, kandungan C-organik, KTK tanah dan kandungan P-tersedia (P-Bray I). Hasil penelitian  menunjukkan bahwa: (1) aplikasi asam humat dapat memperbaiki karakteristik topsoil dan subsoil tanah inseptisol dari kebun kopi rakyat; (2) aplikasi asam humat berpengaruh signifikan terhadap berat kering tanaman dan serapan P tanaman jagung umur 16 minggu.
Penguatan Potensi Desa Gayam melalui Program Kuliah Kerja Nyata: Pendekatan Integratif dalam Pengembangan Sektor Pertanian, UMKM, dan Pendidikan Arifin, Azeri Gautama; Suyadi, Suyadi; Kurniawan, Andi
AGROINOTEK Jurnal Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Vol. 5 No. 1 (2024)
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.agroinotek.2024.005.01.05

Abstract

Kuliah Kerja Nyata (KKN) adalah bentuk pengabdian masyarakat yang mengintegrasikan tri dharma perguruan tinggi: pengajaran, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat. Program KKN Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya dilaksanakan di Desa Gayam, Kediri, dengan tujuan mengembangkan potensi lokal dan mengatasi permasalahan setempat. Desa ini memiliki potensi di sektor pertanian, UMKM, dan pendidikan, namun menghadapi tantangan seperti rendahnya pemahaman tentang pupuk organik, pengelolaan hasil pertanian, serta pengelolaan sektor wisata. Melalui pelatihan teknologi pertanian, pengolahan hasil pertanian dan limbah, program literasi, serta pengembangan infrastruktur desa, program ini bertujuan meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Hasil program ini mencakup laporan kegiatan, publikasi di media sosial, dan karya inovatif. Program ini tidak hanya memberikan dampak positif bagi masyarakat Desa Gayam tetapi juga pengalaman berharga bagi mahasiswa dalam penerapan ilmu di masyarakat.
Pendampingan Pengenalan Dan Pengamatan Penyakit Pada Cabai Rawit Di Kecamatan Bancar Kabupaten Tuban Tristanti, Irisa; Taufiqurrahman, Achmad Fitriadi; Mentari, Desna Ayu; Putra, Dian Nugraha Harry
AGROINOTEK Jurnal Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Vol. 5 No. 1 (2024)
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.agroinotek.2024.005.01.07

Abstract

Kecamatan Bancar, Kabupaten Tuban, merupakan salah satu sentra penghasil cabai rawit yang mengalami kendala dalam praktek budidaya tanaman cabai rawit didominasi oleh kurangnya pengetahuan petani tentang pengelolaan agroekosistem sehingga menimbulkan masalah-masalah lain seperti degradasi kesburan tanah, serangan hama dan penyakit yang berdampak pada penurunan produktivitas cabai rawit baik secara kualitas maupun kuantitas. Kegiatan pendampingan yang dilakukan oleh Tim dosen Departemen Hama dan Penyakit Tumbuhan Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya bertujuan untuk meningkatkan wawasan dan pemehaman Sumber Daya Manusia (SDM) Petani cabai rawit tentang penyakit pada tanaman cabai rawit dan pengelolaan penyakit berbasis agroekosistem. Kegiatan ini meliputi survei lahan, sosialisasi dan penyuluhan kegiatan ,materi dan diskusi. Materi utama yang disampaikan mencakup pengenalan penyakit cabai dan strategi pengendaliannya. Hasil kegiatan menunjukkan antusiasme tinggi dari petani peserta yang diukur selama pelaksanaan kegiatan. Tantangan utama meliputi Kurangnya pemahaman petani terhadap pengelolaan penyakit tanaman cabai rawit dapat menyebabkan penurunan produktivitas cabai rawit. Melalui kegiatan pendampingan ini, mampu meningkatakan pengetahuan petani melalui pemberian materi, diskusi dan praktek lapangan. Selain ini keterampilan petani dalam melakukan budidaya yang baik, benar, dan efisien juga akan meningkatkan sehingga praktek pertanian yang dilakukan tidak menimbulkan permasalahan lingkungan.
Desain Hipotetik Taman Obat untuk Meningkatkan Kesehatan dan Ekonomi Keluarga Nurlailih, Euis Elih; Sakti, Rangga Eka; Rangkuti, Khairul Syam Efendi; Damaiyanti, Dewi Ratih Rizky
AGROINOTEK Jurnal Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Vol. 5 No. 1 (2024)
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.agroinotek.2024.005.01.01

Abstract

Taman Obat Keluarga (TOGA) merupakan salah satu inisiatif strategis dalam memanfaatkan lahan pekarangan untuk meningkatkan kesehatan dan ekonomi keluarga. Penelitian ini bertujuan untuk merancang desain hipotetik TOGA yang dapat diimplementasikan di lingkungan masyarakat. Pendekatan partisipatif digunakan dalam proses perancangan, di mana masyarakat dilibatkan dalam pemilihan tanaman obat, desain tata letak, serta pengelolaan tanaman. Hasil penelitian menunjukkan bahwa TOGA memberikan manfaat kesehatan melalui pengurangan ketergantungan pada obat kimia serta meningkatkan kemandirian keluarga dalam mengelola kesehatan. Selain itu, TOGA memiliki potensi ekonomi dengan menjadikan tanaman obat sebagai produk bernilai ekonomi, seperti minuman herbal dan produk perawatan kesehatan. Beberapa kendala yang ditemukan terkait keterbatasan lahan dan pengetahuan masyarakat diatasi melalui desain vertikal dan pelatihan intensif tentang budidaya tanaman obat. Dengan demikian, desain TOGA ini tidak hanya fungsional dan estetis, tetapi juga berkelanjutan, serta dapat diimplementasikan di berbagai lingkungan masyarakatTaman Obat Keluarga (TOGA) merupakan salah satu inisiatif strategis dalam memanfaatkan lahan pekarangan untuk meningkatkan kesehatan dan ekonomi keluarga. Penelitian ini bertujuan untuk merancang desain hipotetik TOGA yang dapat diimplementasikan di lingkungan masyarakat. Pendekatan partisipatif digunakan dalam proses perancangan, di mana masyarakat dilibatkan dalam pemilihan tanaman obat, desain tata letak, serta pengelolaan tanaman. Hasil penelitian menunjukkan bahwa TOGA memberikan manfaat kesehatan melalui pengurangan ketergantungan pada obat kimia serta meningkatkan kemandirian keluarga dalam mengelola kesehatan. Selain itu, TOGA memiliki potensi ekonomi dengan menjadikan tanaman obat sebagai produk bernilai ekonomi, seperti minuman herbal dan produk perawatan kesehatan. Beberapa kendala yang ditemukan terkait keterbatasan lahan dan pengetahuan masyarakat diatasi melalui desain vertikal dan pelatihan intensif tentang budidaya tanaman obat. Dengan demikian, desain TOGA ini tidak hanya fungsional dan estetis, tetapi juga berkelanjutan, serta dapat diimplementasikan di berbagai lingkungan masyarakat.
Pemanfaatan Agens Hayati untuk Pengendalian Penyakit Tanaman Apel di Madiredo, Pujon Raharjo, Bambang Tri; Puspitarini, Retno Dyah; Hadi, Mochammad Syamsul; Sektiono, Antok Wahyu; Widjayanti, Tita; Taufiqurrahman, Achmad Fitriadi
AGROINOTEK Jurnal Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Vol. 5 No. 1 (2024)
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.agroinotek.2024.005.01.04

Abstract

Kecamatan Pujon, Kabupaten Malang, merupakan salah satu sentra penghasil apel yang mengalami tantangan dalam budidaya apel akibat penggunaan sistem pertanian konvensional yang bergantung pada pupuk kimia dan pestisida. Hal ini menyebabkan penurunan kualitas lahan, resistensi Organisme Pengganggu Tanaman (OPT), serta meningkatnya biaya produksi. Kegiatan pengabdian masyarakat yang dilakukan oleh Tim dosen Departemen Hama dan Penyakit Tumbuhan Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan petani apel di Desa Madiredo melalui sosialisasi dan penerapan teknologi ramah lingkungan, khususnya pemanfaatan agens hayati. Kegiatan ini meliputi survei lahan, pelatihan, diskusi, dan praktek langsung aplikasi agens hayati. Materi utama yang disampaikan mencakup pengelolaan OPT secara terpadu, pemanfaatan agens hayati, serta aplikasi yang tepat dan bijaksana. Hasil kegiatan menunjukkan antusiasme tinggi dari petani peserta yang diukur melalui diskusi interaktif dan pre-test. Tantangan utama meliputi kondisi tanaman yang tua, fluktuasi harga apel, dan rendahnya produktivitas akibat serangan OPT serta penurunan kesuburan tanah. Dengan pendekatan sistematis melalui sekolah lapang, kegiatan ini berhasil meningkatkan kesadaran petani terhadap pentingnya praktik pertanian berkelanjutan. Diharapkan, pendampingan ini menjadi pondasi untuk mewujudkan sistem pertanian apel yang ramah lingkungan dan berkelanjutan.
Peningkatan Kapasitas Laboratorium Proteksi UPT Proteksi Tanaman Provinsi Jawa Timur Taufiqurrahman, Achmad Fitriadi; Rahardjo, Bambang Tri; Choliq, Fery Abdul; Abidhin, M. Zainal
AGROINOTEK Jurnal Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Vol. 5 No. 1 (2024)
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.agroinotek.2024.005.01.06

Abstract

Laboratorium proteksi UPT Proteksi tanaman provinsi Jawa Timur merupakan salah satu laboratorium yang mengembangkan agens hayati untuk mendukung sustainable agriculture di pertanian Jawa Timur. Salah satu kendala dalam penerapan sistem pertanian berkelanjutan adalah permasalahan hama dan penyakit serta masih banyak petani yang menerapkan pestisida kimia. Meskipun petani di Provinsi Jawa Timur sudah mengenal agens hayati tetapi belum ada kemandirian dalam memproduksi agens hayati. Agens hayati adalah mikroba bermanfaat baik jamur maupun bakteri yang dapat digunakan sebagai pengendalian hama dan penyakit. Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan kapasitas laboratorium melalui standarisasi proses produksi agens hayati. Metode yang digunakan meliputi survei awal kondisi laboratorium, workshop penguatan kapasitas, dan pendampingan kontrol kualitas. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pemahaman petugas laboratorium terhadap standar operasional prosedur (SOP) produksi agens hayati yang baik dan benar. Tantangan utama yang dihadapi adalah ketersediaan isolat berkualitas dan standarisasi proses produksi. Kegiatan ini telah berhasil meningkatkan pemahaman kapasitas laboratorium tentang standarisasi proses produksi dan penerapan prosedur operasional standar. Implementasi sistem kontrol kualitas juga membantu memastikan konsistensi mutu produk agens hayati. Kegiatan ini memberikan fondasi untuk pengembangan pertanian berkelanjutan di Jawa Timur melalui peningkatan kapasitas SDM laboratorium dan standardisasi produksi agens hayati sebagai alternatif pengendalian OPT yang ramah lingkungan.Laboratorium proteksi UPT Proteksi tanaman provinsi Jawa Timur merupakan salah satu laboratorium yang mengembangkan agens hayati untuk mendukung sustainable agriculture di pertanian Jawa Timur. Salah satu kendala dalam penerapan sistem pertanian berkelanjutan adalah permasalahan hama dan penyakit serta masih banyak petani yang menerapkan pestisida kimia. Meskipun petani di Provinsi Jawa Timur sudah mengenal agens hayati tetapi belum ada kemandirian dalam memproduksi agens hayati. Agens hayati adalah mikroba bermanfaat baik jamur maupun bakteri yang dapat digunakan sebagai pengendalian hama dan penyakit. Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan kapasitas laboratorium melalui standarisasi proses produksi agens hayati. Metode yang digunakan meliputi survei awal kondisi laboratorium, workshop penguatan kapasitas, dan pendampingan kontrol kualitas. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pemahaman petugas laboratorium terhadap standar operasional prosedur (SOP) produksi agens hayati yang baik dan benar. Tantangan utama yang dihadapi adalah ketersediaan isolat berkualitas dan standarisasi proses produksi. Kegiatan ini telah berhasil meningkatkan pemahaman kapasitas laboratorium tentang standarisasi proses produksi dan penerapan prosedur operasional standar. Implementasi sistem kontrol kualitas juga membantu memastikan konsistensi mutu produk agens hayati. Kegiatan ini memberikan fondasi untuk pengembangan pertanian berkelanjutan di Jawa Timur melalui peningkatan kapasitas SDM laboratorium dan standardisasi produksi agens hayati sebagai alternatif pengendalian OPT yang ramah lingkungan.
Manajemen Agroekosistem Berbasis Ecological Engineering pada Tanaman Padi di Kecamatan Genteng Kabupaten Banyuwangi Hadi, Mochammad Syamsul; Sektiono, Antok Wahyu; Rahardjo, Bambang Tri; Widjayanti, Tita; Taufiqurrahman, Achmad Fitriadi; Putra, Dian Nugraha Harry
AGROINOTEK Jurnal Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Vol. 5 No. 1 (2024)
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.agroinotek.2024.005.01.08

Abstract

ABSTRAKKecamatan Genteng, Kabupaten Banyuwangi merupakan salah satu Kec. dengan komoditas utama padi, dan menjadi binaan Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya. Salah satu masalah penting yang dihadapi petani padi di Kecamatan Genteng adalah hama wereng batang coklat dan tikus yang menyebabkan kehilangan hasil cukup besar. Petani belum memiliki kemampuan mengelola hama-hama tersebut, terlihat dari tingkat kejadian gagal panen yang tinggi yang diakibatkan oleh serangan hama. Pada tahun 2018 ini sedang dilaksanakan program Sekolah Lapangan Sistem Pertanian Berlanjut Berbasis Padi (SL-SPB) dalam rangka peningkatan produksi padi yang berlanjut dengan penerapan manajemen agroekosistem. Sekolah Lapang melibatkan tiga unsur pengelolaan secara harmonis, yaitu pengelolaan pertanaman, pengelolaan tanah, dan pengelolaan hama penyakit secara terpadu. Pada kegiatan SL tersebut diberikan materi topik khusus untuk meningkatkan pengetahuan petani dalam pengelolaan tanaman padi. Oleh karena itu dalam kegiatan ini dilakukan pelatihan pengelolaan hama-hama penting pada tanaman padi yang merupakan topik khusus bagian dari SL-SPB. Diharapkan dari pelatihan ini petani padi di Kecamatan Genteng, Kabupaten Banyuwangi menjadi terlatih dalam mengelola hama pada tanaman padi yang efektif, berlanjut dan melestarikan daya dukung sumber daya alam (lingkungan) terhadap tanaman padi di lapangan.
Penererapan Teknologi LRBB (Lubang Resapan Biopori Berkompos) di Kebun Kopi Milik Masyarakat Desa Bambang, Kecamatan Wajak Soemarno, Soemarno; Hanuf, Atiqah Aulia; Nurin, Yusuf Mahadika; Syarof, Zahrotun Naylis Syarof; Ifadah, Nisfi Fariatul; Lutfi, M Wasilul; Mustofa, Haidar Jundi
AGROINOTEK Jurnal Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Vol. 5 No. 1 (2024)
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.agroinotek.2024.005.01.03

Abstract

Rendahnya produktivitas  kebun kopi rakyat di wilayah Wajak disebabkan oleh kondisi tanah berpasir yang miskin bahan organic, sehingga tanah tidak mampu mendukung pertumbuhan tanaman kopi secara optimal. Teknologi yang dianggap aman dan efisien adalah penempatan kompos organic di zona perakaran tanaman kopi melalui lubang resapan biopori (LRB). Kegiatan ini dilaksanakan untuk mendesain dan menerapkan teknologi LRB berkompos di kebun kopi rakyat Desa Bambang Kecamatan Wajak. Teknologi LRB ini dirakit dengan menggunakan pipa PVC diameter 15 cm dan panjangnya 40 cm, pipa ini dilubangi dindingnya dan kemudian dimasukkan ke dalam tanah di sekitar pohon kopi produktif, ada empat LRB di setiap pohon. Kompos yang telah matang dimasukkan ke dalam LRB sesuai dengan dosis rekomendasi. Dosis kompos dalam kegiatan ini sebesar 5 kg per pohon dan kemudian dimasukkan ke dalam LRB. Teknologi LRB berkompos ini diharapkan dapat meningkatkan kapasitas tanah menyimpan air tersedia, meningkatkan kandungan bahan organik tanah dan memperbaiki ketersediaan unsur hara dalam tanah di zona perakaran kopi.
Pendampingan Penerapan Good Agricultural Practices (GAP) Pada Petani Cabai Rawit Di Desa Sukoharjo, Kabupaten Tuban Lutfi, M. Wasilul; Hanuf, Atiqah Aulia; Bushron, Raushanfikr; Suyadi, Suyadi; Siswantoro, Ajik
AGROINOTEK Jurnal Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Vol. 5 No. 1 (2024)
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.agroinotek.2024.005.01.09

Abstract

Penerapan Good Agricultural Practices (GAP) pada budidaya cabai rawit (Capsicum frutescens L.) merupakan langkah penting untuk meningkatkan produktivitas dan kualitas hasil pertanian, sekaligus menjaga keberlanjutan lingkungan. Kegiatan Pengabdian ini bertujuan untuk mengidentifikasi masalah yang dihadapi oleh petani cabai rawit di Desa Sukoharjo, Kabupaten Tuban, Jawa Timur, serta memberikan pelatihan dan pendampingan melalui sekolah lapang untuk penerapan GAP. Metode yang digunakan adalah observasi, wawancara, dan diskusi dengan petani untuk mengidentifikasi tantangan utama, seperti serangan Organisme Pengganggu Tanaman (OPT) dan kelangkaan pupuk bersubsidi. Hasil identifikasi menunjukkan bahwa hama dan penyakit merupakan masalah utama pada musim kemarau dan hujan, serta kelangkaan pupuk bersubsidi menjadi kendala dalam meningkatkan produktivitas. Dalam upaya mengatasi masalah ini, petani diberi pelatihan tentang teknik pengelolaan hama terpadu dan penggunaan pupuk organik. Selain itu, kegiatan demonstrasi penerapan GAP menunjukkan bahwa penggunaan metode budidaya yang lebih ramah lingkungan dapat meningkatkan hasil panen. Hasil pengabdian menunjukkan bahwa pelatihan dan pendampingan dalam penerapan GAP dapat meningkatkan pengetahuan petani tentang pertanian berkelanjutan dan ramah lingkungan, yang pada gilirannya berdampak positif pada produktivitas dan kesejahteraan petani. Secara keseluruhan, kegiatan ini memberikan kontribusi penting dalam mendorong adopsi praktik pertanian berkelanjutan di sektor pertanian cabai rawit, khususnya di Desa Sukoharjo.