cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
Journal of Nutrition College
Published by Universitas Diponegoro
ISSN : 23376236     EISSN : 2622884X     DOI : -
Core Subject : Health, Social,
Journal of Nutrition College (P-ISSN : 2337-6236; E-ISSN : 2622-884X) diterbitkan oleh Departemen Ilmu Gizi, Fakultas Kedokteran, Universitas Diponegoro sebagai media publikasi artikel-artikel ilmiah dalam biang Ilmu Gizi dengan skala terbit 4 kali dalam setahun, yaitu pada Januari, April, Juli, dan Oktober.
Arjuna Subject : -
Articles 704 Documents
PAPARAN MIKROBA PADA BUBUR BAYI SEHAT DI KOTA SEMARANG Wijayanti, Hartanti Sandi; Kurniawati, Nur Indah; Margawati, Ani; Fitranti, Deny Yudi; Ayustaningwarno, Fitriyono; Afifah, Diana Nur
Journal of Nutrition College Vol 12, No 4 (2023): Oktober
Publisher : Department of Nutrition Science, Faculty of Medicine, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/jnc.v12i4.41171

Abstract

ABSTRACTBackground: Healthy Baby Porridge is a term usually used for ready-to-eat complementary food products sold on the roadside. These products were great in demand and were chosen by consumers for cheap and practical reasons. However, the safety of these products was not recognized yet.Objectives: This study aimed to determine the total microbial value of Healthy Baby Porridges based on storage condition and to detect Escherichia coli and Salmonella bacteria.Methods: This study was quantitative descriptive research. The samples tested consisted of porridges and steamed rice. The total microbial value was assessed by using Total Plate Count (TPC), and the presences of Escherichia coli and Salmonella were identified. The TPC was performed for three conditions: (1) soon after samples were purchased at room temperature (26.5 - 27 °C), and after stored for six hours: (2) at room temperature, and (3) in the refrigerator (5°C). Escherichia coli and Salmonella was identified immediately after samples were purchased.Results: The TPC value soon after purchase ranged from 1.7 x 102 to 2.7 x 104. After six hours stored, it was between 1.4 x 103 to 1.9 x 107 at room temperature and between 4.8 x 102 to 1.3 x 106 in the refrigerator. The samples contained no Escherichia coli and Salmonella.Conclusion: The total microbial value of Healthy Baby Porridges had already exceeded the maximum limit of 1 x 102 soon after purchase and increased with storage time, especially at room temperature. Escherichia coli and Salmonella were not found. Consuming products with total microbial value above the threshold can potentially pose a health risk.  Keywords: Healthy Baby Porridges; complementary food; Total Plate Count; Salmonella; Escherichia coliABSTRAKLatar belakang: Bubur Bayi Sehat merupakan istilah yang biasa digunakan untuk produk Makanan Pendamping ASI siap santap yang dijual oleh pedagang kaki lima di pinggir jalan.  Bubur Bayi Sehat diminati karena alasan praktis dan murah. Akan tetapi, belum diketahui bagaimana keamanan pangan produk tersebut dari cemaran mikrobiologis. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis total mikroba Bubur Bayi Sehat pada beberapa kondisi penyimpanan, serta mengetahui keberadaan bakteri Escherichia coli dan Salmonella.Metode: Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kuantitatif. Sampel yang diuji berupa bubur dan nasi tim. Total mikroba diukur dengan metode Angka Lempeng Total (ALT), dan keberadaan Escherichia coli dan Salmonella diidentifikasi. Uji ALT dilakukan pada tiga kondisi yaitu (1) saat awal produk dibeli pada suhu ruang 26,5 – 27 °C, dan setelah produk disimpan enam jam: (2) di suhu ruang dan (3) di kulkas suhu 5°C. Identifikasi Escherichia coli dan Salmonella dilakukan segera setelah pembelian.Hasil: Nilai ALT saat awal produk dibeli berkisar antara 1,7 x 102 – 2,7 x 104. Setelah enam jam disimpan, nilainya berkisar antara 1,4 x 103 – 1,9 x 107 pada suhu ruang, dan antara 4,8 x 102 – 1,3 x 106 di kulkas. Sampel negatif mengandung Escherichia coli dan Salmonella.Simpulan: Nilai ALT mikroba pada Bubur Bayi Sehat sejak awal sudah melebihi batas maksimum 1 x 102 dan meningkat seiring lama penyimpanan, terutama pada suhu ruang. Escherichia coli dan Salmonella tidak ditemukan. Mengonsumsi produk dengan total mikroba di atas ambang batas dapat berpotensi menimbulkan risiko kesehatan.Kata Kunci: Bubur Bayi Sehat; MPASI; Angka Lempeng Total mikroba, Salmonella; Escherichia coli  
TINGGINYA DURASI SCREEN TIME BERHUBUNGAN DENGAN POLA KONSUMSI DAN PERILAKU MAKAN BALITA USIA 3-5 TAHUN DI JABODETABEK Putri, Mayra; Humayrah, Wardina
Journal of Nutrition College Vol 13, No 2 (2024): April
Publisher : Department of Nutrition Science, Faculty of Medicine, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/jnc.v13i2.41369

Abstract

ABSTRACTBackground:  Screen  time  is  time  spent  in  front  of  a  screen,  such  as  watching  TV  and  playing  on  a  mobile  phone.  High  screen  time  at  3-5  years  can  affect  consumption  patterns  and  eating  behavior.  Objectives:  To determine the relationship between screen time and consumption patterns and eating behavior in toddlers aged 3-5 years in Jabodetabek.Methods:  This study used a cross sectional study design measured by Google Form with 102 toddlers aged 3-5 years. The questionnaires used included: CEBQ (Children Eating Behavior Questionnaire), PFSQ (Parental Feeding Style Questionnaire) and SQ-FFQ (Semi Quantitative Food Frequency Questionnaire). Statistical tests used t-test and Spearman rank correlation test.Results:  There was no significant difference in the duration of eating with utensils between toddlers with housewives and toddlers with working mothers (>90 minutes/day). However, there was a significant difference (p=0.001) in the duration of meals without gadgets, with toddlers with working mothers eating about 8 minutes longer than toddlers with housewives. In general, the duration of toddlers' meals without gadgets was 60 minutes shorter than with gadgets. For both working mothers and housewives, there was a significant relationship between meal duration and screen time use on toddlers' eating behaviour in terms of slowness in eating (p = 0.047, r = 0.256) and emotional undereating (p = 0.001, 0.512). And there is a relationship between meal duration and screen time use on animal protein consumption (p=0.003, r=0.448).Conclusion:  The more screen time a toddler has, toddlers tend to have slow eating, reduced appetite, and consume more animal side dishes than other food groups.Keywords:  consumption  patterns;  eating  behavior; screen  time;  toddler  ABSTRAKLatar  belakang:  Screen  time  merupakan  waktu yang  dihabiskan  di  depan  layar  seperti  menonton  TV  dan  bermain  handphone.  Tingginya  screen  time  pada  usia  3-5  tahun  dapat  mempengaruhi  pola  konsumsi  dan  perilaku  makan.  Tujuan:  Penelitian  ini  bertujuan  untuk  mengetahui  hubungan  screen  time  terhadap  pola  konsumsi  dan  perilaku  makan  pada  balita  usia  3-5  tahun  di  Jabodetabek.  Metode:  Penelitian  ini  menggunakan  desain  cross  sectional  studi  yang  diukur  dengan  Google  Form  dengan 102 balita usia 3-5 tahun. Kuesioner yang digunakan antara lain: CEBQ (Children Eating Behavior Questionnaire), PFSQ (Parental Feeding Style Questionnaire) dan SQ-FFQ (Semi Quantitative Food Frequency Questionnaire). Uji statistik menggunakan   uji beda dan uji korelasi Rank Spearman.Hasil: Tidak ada perbedaan signifikan pada lama makan balita yang menggunakan gadget baik pada balita yang mempunyai ibu rumah tangga dan ibu bekerja (>90 menit/hari). Namun, terdapat perbedaan signifikan (p=0,001) pada durasi makan tanpa gadget. Balita dengan ibu bekerja makan sekitar 8 menit lebih lama dibandingkan dengan balita dengan ibu rumah tangga. Secara umum, lama makan balita tanpa gadget jauh lebih cepat selama 60 menit dibandingkan dengan gadget. Baik pada ibu bekerja maupun ibu rumah tangga, terdapat hubungan signifikan antara durasi makan dengan penggunaan screen time terhadap perilaku makan balita pada aspek slowness in eating (p= 0,047, r= 0,256) dan emotional undereating (p=0,001, 0,512). Terdapat hubungan antara durasi makan dengan penggunaan screen time terhadap konsumsi protein hewani (p=0,003, r=0,448).Simpulan:  Semakin  tinggi  penggunaan screen time balita maka balita cenderung berperilaku makan lambat dan kurang memiliki keinginan untuk makan, selain itu balita lebih banyak mengonsumsi/mengemil lauk hewani dibandingkan kelompok pangan lain.Kata  Kunci:  balita;  perilaku  makan;  pola  konsumsi;  screen  time
ANALISIS KANDUNGAN GIZI DAN VISKOSITAS FORMULA ENTERAL BERBASIS TEPUNG SORGUM DAN TEPUNG KEDELAI UNTUK DIABETES MELLITUS Anggraeni, Gita Devita; Nissa, Choirun; Candra, Aryu; Kurniawati, Dewi Marfu’ah
Journal of Nutrition College Vol 12, No 4 (2023): Oktober
Publisher : Department of Nutrition Science, Faculty of Medicine, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/jnc.v12i4.38094

Abstract

ABSTRACTBackground: Diabetes Mellitus can increase the risk of various comorbidities thus increasing the risk of malnutrition. Administering anti-hyperglycemic enteral formulas based on sorghum flour and soy flour was chosen as an alternative to expensive commercial enteral formulas. The low glycemic index in sorghum and the amino acids arginine, glycine in soybeans are beneficial for controlling blood glucose level.Objective: To analyze and compare the nutritional content and viscosity of the enteral formulas based on sorghum flour and soy flour with commercial enteral formulas.Method: Enteral formula was made from sorghum flour, soy flour, mung bean flour, skim milk, extra virgin olive oil, maltodextrin and sugar. This an experimental study using 3 comparison groups of sorghum flour and soybean flour, namely formula A (3:1), B (7:2), and C (4:1) which were compared with formula D (commercial enteral formula). Carbohydrate, protein, fat, sugar and dietary fiber variables were tested using by by different method, kjehdahl, soxhlet, luff schroll, enzymatic-gravimetric and viscosity was measured using an Ostwald viscometer which was repeated 3 times. Data were analyzed by One Way Anova and Kruskal Wallis tests, except that nutritional content of formula D was not tested.Results: Energy, energy density, and fat formulas A, B and C had significant differences (p<0.001) but formulas A and C had values that were close to formula D. Carbohydrates formulas A, B and C showed significant differences (p<0.05). Dietary fiber cotent of formulas A, B, and C was 46,12 g, 41,54 g, and 73,82 g higher than formula D content of 16 g. Protein enteral formula sorgum flour dan soy flour showed no significant difference (p>0.05) but the levels were lower than formula D. Sugar content of formula A, B C was 4,13%, 5,49%, 5,98% higher than the formula D. The viscosity of enteral formula tepung sorgum dan tepung kedelai was significantly different (p<0.05) with formula D.Conclusion: Formulas A and C are formulas that are similar to commercial enteral formulas based on their energy content, energy density and fat content.Keywords: Diabetes mellitus; enteral formula; sorghum; soybean ABSTRAKLatar belakang: Diabetes Melitus meningkatkan berbagai risiko penyakit  komorbid sehingga meningkatkan risiko malnutrisi. Terapi pemberian formula enteral anti hiperglikemia berbasis tepung sorgum dan tepung kedelai dipilih sebagai alternatif pemberian formula enteral komersial yang mahal. Indeks glikemik rendah dalam sorgum serta asam amino arginin, glisin pada kedelai bermanfaat untuk mengontrol kadar glukosa darah.Tujuan: Menganalisis dan membandingkan kandungan gizi dan viskositas formula enteral tepung sorgum dan tepung kedelai dengan formula enteral komersial.Metode: Formula terbuat dari tepung sorgum, tepung kedelai, tepung kacang hijau, susu skim, minyak zaitun ekstra virgin, maltodekstrin dan gula. Penelitian ini merupakan penelitian eksperimental dengan 3 kelompok perbandingan tepung sorgum dan tepung kedelai yang diberi nama formula A (3:1), B (7:2), dan C (4:1) kemudian dibandingkan dengan formula D (formula enteral komersial). Variabel karbohidrat, protein, lemak, gula dan serat pangan diuji menggunakan metode by different, kjeldahl, soxhlet, luff schroll, dan enzimatik-gravimetri serta viskositas diukur menggunakan viskometer ostwald. Data dianalisis dengan uji One Way Anova dan Kruskal Wallis kecuali kandungan gizi formula D tidak diuji.Hasil: Energi, densitas energi, dan lemak formula A, B dan C memiliki perbedaan yang signifikan (p<0,001) namun formula A dan C memiliki nilai yang mendekati formula D. Karbohidrat formula A, B dan C menunjukan perbedaan yang signifikan (p<0,05). Kadar serat pangan formula A, B dan C sebanyak 46,12 g, 41,54 g, dan 73,82 g lebih tinggi dibandingkan formula enteral komersial yaitu 16 g. Protein formula enteral tepung sorgum dan tepung kedelai tidak menunjukan perbedaan yang signifikan (p>0,05) namun kadarnya lebih rendah dibandingkan formula D. Kadar gula formula A, B dan C yaitu 4,13%, 5,49%, 5,98% lebih tinggi dibandingkan formula D.Viskositas formula enteral tepung sorgum dan tepung kedelai berbeda secara signifikan (p<0,05) dengan formula D.Simpulan: Formula A dan C merupakan formula yang memiliki kemiripan dengan formula enteral komersial berdasarkan kandungan energi, densitas energi dan lemaknya.Kata kunci: Diabetes melitus; formula enteral; sorgum; kedelai
HUBUNGAN PENGETAHUAN DAN SIKAP TERKAIT LABEL PANGAN DENGAN KEPATUHAN MEMBACA LABEL PANGAN PADA MAHASISWA UNIVERSITAS DIPONEGORO Nisa, Lainatin; Nuryanto, Nuryanto; Purwanti, Rachma; Dieny, Fillah Fithra
Journal of Nutrition College Vol 13, No 1 (2024): Januari
Publisher : Department of Nutrition Science, Faculty of Medicine, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/jnc.v13i1.40154

Abstract

ABSTRACTBackground: The label on the food packaging contains the content, type, nutrients information, expiration date and other important informations. Reading food labels will affect the consumer in selecting the food products in the market. This study aimed to determine the relationship between the level of knowledge and attitudes toward compliance with reading food labels in college students.Methods: This study was designed using a cross-sectional survey. The consecutive sampling method is used in selecting the subject. Research data was obtained by sending research questionnaires to 106 Diponegoro University students and conducted between May and June 2022. The research data was obtained using a questionnaire that included questions about demographic characteristics, level of knowledge about nutrition and food labels, attitudes towards food labels, and level of adherence to reading food labels. Data then analyzed by a bivariate correlation test using Spearman's rank correlation.Result: There is a significant correlation between knowledge about nutrition labels and attitudes towards food labels (p=0.019), as well as attitudes towards food labels and reading food labels compliance (p<0.001). There is no significant correlation between knowledge and compliance to reading food labels (p=0.26). Reading food labels compliance is influenced by attitudes, age of respondents, and expenditure on food.Conclusion: Reading food labels compliance relates with attitudes, respondent’s age, and expenditure on food. Knowledge about nutrition label relates with the attitudes towards food labels.Keywords: food label, knowledge, attitude, compliance ABSTRAKLatar belakang: Label pangan berisi tentang informasi mengenai komposisi, nilai zat gizi, jenis, tanggal kadaluarsa dan keterangan penting lainnya. Kebiasaan membaca label pangan akan mempengaruhi keputusan seseorang dalam membeli makanan yang akan dikonsumsi. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan pengetahuan dan sikap terkait label pangan dengan kepatuhan mahasiswa Universitas Diponegoro dalam membaca label pangan.Metode: Desain penelitian cross sectional dengan jumlah subjek 106 mahasiswa Universitas Diponegoro, berlangsung pada bulan Mei-Juni 2022. Metode pengambilan subjek dengan consecutive sampling. Data penelitian diperoleh dengan menggunakan kuesioner yang meliputi pertanyaan mengenai karakteristik demografis, tingkat pengetahuan, sikap terhadap label pangan, dan kepatuhan membaca label pangan. Analisis bivariat dengan uji  korelasi spearman.Hasil: Terdapat hubungan antara pengetahuan tentang label pangan dengan sikap terhadap label pangan (p=0,019), serta sikap terhadap label pangan dan kepatuhan membaca label pangan (p<0.001). Tidak terdapat hubungan antara pengetahuan tentang label pangan dan kepatuhan membaca label pangan (p=0,26). Kepatuhan membaca label pangan dipengaruhi oleh sikap, usia responden, dan pengeluaran untuk pangan.Simpulan: Kepatuhan membaca label pangan berhubungan dengan sikap, usia responden, dan pengeluaran untuk pangan. Pengetahuan tentang label pangan berhubungan dengan sikap terhadap label pangan.Kata kunci : pengetahuan, sikap, kepatuhan, label pangan
HUBUNGAN KETAHANAN PANGAN KELUARGA DAN TINGKAT KONSUMSI ZAT BESI DENGAN KEJADIAN ANEMIA DAN PRESTASI BELAJAR PADA REMAJA PUTRI Novita, Tri Liana; Ningtyias, Farida Wahyu; Ratnawati, Leersia Yusi
Journal of Nutrition College Vol 13, No 3 (2024): Juli
Publisher : Department of Nutrition Science, Faculty of Medicine, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/jnc.v13i3.41955

Abstract

ABSTRACTBackground: Low learning achievement is one of the impacts of anemia. Factors causing anemia in adolescent girls include family food security and iron consumption levels. Anemia in adolescent girls requires special attention, considering that the impact is very detrimental so can be prevented and overcome to increase productivity and cognitive abilities.Objectives: This study aims to analyze the relationship between family food security and iron consumption level with the incidence of anemia and learning achievement in adolescent girls.Methods: The study used observational analytics with a cross sectional approach. The sample was high school adolescent girls in Pakusari District as many as 86 subjects aged of 16-18 years using proportional random sampling and carried out in March-May 2023. The independent variables in this study are family food security and iron consumption levels, and the dependent variables are anemia and learning achievement in adolescent girls. Data collection was conducted by interview using 2x24 hour food recall questionnaire and Self-Administered Food Security Survey Module for Children Ages 12 Years and Older, measurement of hemoglobin levels and documentation of student report cards. Bivariate analysis was conducted using chi-square and coefficient contingency.Results: Statistical results showed a relationship between family food security (p=0.001; C=0.343) and iron consumption level (p=0.000; C=0.595) with the incidence of anemia. Food security showed a weak relationship while the level of iron consumption was moderately strong. There was also a weak relationship between family food security (p=0.004; C=0.338) and iron consumption level (p=0.005; C=0.333) with learning achievement.Conclusion: There is a relationship between family food security and iron consumption level with the incidence of anemia and learning achievement among high school girls in Pakusari District, Jember Regency.Keywords : Food security; iron; anemia; learning achievement, adolescent girls                                                    ABSTRAKLatar belakang: Capaian prestasi belajar yang rendah merupakan salah satu dampak dari anemia. Faktor penyebab anemia pada remaja putri diantaranya adalah ketahanan pangan keluarga dan tingkat konsumsi zat besi. Anemia remaja putri memerlukan perhatian khusus mengingat dampak yang ditimbulkan merugikan sehingga dapat dicegah dan ditanggulangi untuk meningkatkan produktivitas dan kemampuan kognitif.Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara ketahanan pangan keluarga dan tingkat konsumsi zat besi dengan kejadian anemia dan prestasi belajar pada remaja putri.Metode: Penelitian menggunakan analitik observasional dengan pendekatan cross sectional. Sampel adalah remaja putri SMA/sederajat di Kecamatan Pakusari sebanyak 86 subjek dengan rentang usia 16-18 tahun menggunakan proportional random sampling dan dilaksanakan pada bulan Maret-Mei 2023. Veriabel bebas pada penelitian ini adalah ketahanan pangan keluarga dan tingkat konsumsi zat besi, variabel terikat adalah anemia dan prestasi belajar pada remaja putri. Pengumpulan data dilakukan dengan wawancara menggunakan kuesioner food recall 2x24 jam dan Self-Administered Food Security Survey Module for Children Ages 12 Years and Older, pengukuran kadar hemoglobin dengan Easy Touch (GCHb) dan dokumentasi rapor siswa. Analisis bivariat menggunakan chi-square dan coefficient contingency.Hasil: Hasil statistik menunjukkan bahwa terdapat hubungan antara ketahanan pangan keluarga (p=0,001; C=0,343) dan tingkat konsumsi zat besi (p=0,000; C=0,595) dengan kejadian anemia. Dimana ketahanan pangan menunjukkan hubungan yang lemah sedangkan tingkat konsumsi zat besi berhubungan cukup kuat. Hubungan yang lemah juga pada ketahanan pangan keluarga (p=0,004; C=0,338) dan tingkat konsumsi zat besi (p=0,005; C=0,333) dengan prestasi belajar.Simpulan: Terdapat hubungan antara ketahanan pangan keluarga dan tingkat konsumsi zat besi dengan kejadian anemia dan prestasi belajar pada remaja putri SMA/sederajat di Kecamatan Pakusari, Kabupaten Jember.Kata Kunci : Ketahanan pangan; zat besi; anemia; prestasi belajar, remaja putri
INDEKS GLIKEMIK COOKIES SUBSITUSI TEPUNG BERAS MERAH (ORYZA NIVARA) DAN TEPUNG KACANG KORO PEDANG (CANAVALIA ENSIFORMIS)KACANG KORO PEDANG (CANAVALIA ENSIFORMIS) MAKANAN FUNGSIONAL UNTUK PENDERITA DIABETES Dewi, Devillya Puspita; Fatimah, Farissa; Zakiyah, Zahra
Journal of Nutrition College Vol 13, No 1 (2024): Januari
Publisher : Department of Nutrition Science, Faculty of Medicine, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/jnc.v13i1.39148

Abstract

ABSTRACTBackground: Blood sugar levels in patients with diabetes mellitus can be controlled by consuming foods that have a high fiber content. Sword bean is a food ingredient that has a high fiber content. Sword bean with product processing techniques into cookies has the potential to change the glycemic index of the product.Objective: This study aims to determine the potential of sword bean cookies as an alternative snack for diabetics in terms of the glycemic index of cookies.Methods: Observational laboratory study by analyzing the glycemic index of sword bean compared to pure glucose and control cookies. The research was carried out from March to September 2022. A total of 10 subjects were involved in measuring the glycemic index. The glycemic index was analyzed through the ratio of the area under the curve (area under curve) of food glucose responses to fasting blood glucose measurements; 30; 60; 90; and 120 minutes after consumption of the test food (sword bean cookies and control cookies)Results: Area under curve (AUC) for pure glucose, control cookies, and sword bean cookies respectively were 3751.5; 1381.5; and 652.5. The glycemic index of glucose was 100, while the glycemic index of control cookies and sword bean cookies were 36.82 and 17.39. Control cookies and sword bean cookies belong to the category with a low glycemic index. The results of the analysis showed the difference in AUC between glucose and control cookies (p=0.000), between glucose and sword bean cookies (p=0.001). , between control cookies and sword bean cookies (p=0.001).Conclusion: Sword bean cookies have a lower glycemic index than glucose and control cookiesKeywords : Cookies, sword bean, glycemic index, diabetes mellitus ABSTRAKLatar belakang: Kadar gula darah pasien diabetes mellitus dapat dikontrol dengan mengkonsumsi makanan yang mempunyai kadar serat tinggi. Kacang koro pedang merupakan salah satu bahan makanan yang mempunyai kadar serat tinggi. Kacang koro pedang dengan teknik pengolahan produk menjadi cookies mempunyai potensi mengubah indeks glikemik produk. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui potensi cookies kacang koro pedang sebagai alternatif snack untuk penderita diabetes dilihat  dari indeks glikemik cookies.Metode: Penelitian observational laboratory study dengan menganalisis indeks glikemik cookies cookies kacang koro pedang dibandingkan dengan glukosa murni dan cookies kontrol. Penelitian dilaksanakan Maret sampai September2022. Sebanyak 10 subjek terlibat dalam pengukuran indeks glikemik. Indeks glikemik dianalisis melalui rasio luas di bawah kurva (area under curve) respon glukosa makanan dengan pengukuran glukosa darah saat puasa; 30; 60; 90; dan 120 menit setelah konsumsi makanan uji (cookies growol dan cookies kontrol)..Hasil: Area under curve (AUC) untuk glukosa murni, cookies kontrol, dan cookies growol secara berurutan adalah 3751,5; 1381,5; dan 652,5. Indeks glikemik glukosa adalah 100, sedangkan indeks glikemik cookies kontrol dan cookies kacang koro pedang adalah 36,82 dan 17,39. Cookies kontrol dan cookies kacang koro pedang termasuk kategori dengan indeks glikemik rendah. Hasil analisis menunjukkan perbedaan AUC antara glukosa dengan cookies kontrol (p=0,000), antara glukosa dengan cookies kacang koro pedang (p=0,001). , antara cookies kontrol dengan cookies kacang koro pedang (p=0,001).Simpulan: Cookies kacang koro pedang mempunyai indeks glikemik lebih rendah dibandingkan glukosa dan cookies kontrolKata Kunci : cookies, kacang koro pedang, indeks glikemik, diabetes mellitus  
PERAN SENYAWA BIOAKTIF RUMPUT LAUT TERHADAP RESPON GLUKOSA DARAH PADA INDIVIDU OBESITAS: LITERATUR REVIEW Anggriany, Nissa; Noer, Etika Ratna; Margawati, Ani; Pramono, Adriyan; Anjani, Gemala
Journal of Nutrition College Vol 13, No 3 (2024): Juli
Publisher : Department of Nutrition Science, Faculty of Medicine, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/jnc.v13i3.42821

Abstract

ABSTRACTObesity is considered as a risk factor for insulin resistance and hyperglycemia. Strategies for glycemic control are necessary in order to prevent obese individuals from developing diabetes mellitus. Over the last few years, research regarding natural products obtained from seaweed has increased since it contains various bioactive compounds; such as, polysaccharides, polyphenols, carotenoids, fucoxanthin and others. These compounds appear to have various biological effects which are beneficial to health; such as, antioxidant, anti-inflammatory, antimicrobial and anti-diabetic activities. In addition, the low energy content of seaweed and various bioactive compounds can prevent diabetes through various mechanisms. This narrative review provides summary of the various bioactive compounds contained in seaweed and provides a summary regarding the mechanisms of seaweed bioactive compounds on blood glucose responses in obese individuals.Keywords: Seaweed; bioactive compounds; blood glucose; obesity                                                                           ABSTRAKObesitas merupakan faktor risiko terjadinya resistensi insulin dan hiperglikemia. Kontrol glikemik sangat penting untuk menjaga individu obesitas agar tidak sampai pada kondisi diabetes mellitus, sehingga diperlukan strategi untuk mengontrol glikemik. Selama beberapa tahun terakhir, penelitian terkait produk alami yang diperoleh dari rumput laut semakin meningkat karena mengandung berbagai senyawa bioaktif seperti polisakarida, polifenol, karotenoid, fukosantin dan lainnya. Senyawa tersebut tampaknya memiliki berbagai efek biologis yang bermanfaat bagi kesehatan seperti aktivitas antioksidan, antiinflamasi, antimikroba, dan antidiabetes. Selain itu, kandungan energi yang rendah pada rumput laut dan berbagai senyawa bioaktif dapat mencegah diabetes melalui berbagai mekanisme. Tinjauan naratif ini merangkum berbagai kandungan senyawa bioaktif rumput laut dan memberikan ringkasan terkait mekanisme senyawa biaktif rumput laut terhadap respon glukosa darah pada individu obesitas.Kata Kunci: Rumput laut; senyawa bioaktif; glukosa darah; obesitas
INSTRUMEN SOSIO-EKOLOGI TERVALIDASI DAN RELIABEL DALAM MENGUKUR PERILAKU MAKAN REMAJA URBAN Agestika, Lina; Rizqiawan, Angga; Ratnayani, Ratnayani; Khasanah, Tri Ardianti
Journal of Nutrition College Vol 12, No 4 (2023): Oktober
Publisher : Department of Nutrition Science, Faculty of Medicine, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/jnc.v12i4.40712

Abstract

ABSTRACTBackground: The recent shifts in eating high-dense calorie snacks and sweetened drinks can affect the suitability of measurements on eating behavior. Questionnaires with a comprehensive socio-ecological approach to measuring the eating behavior of urban adolescents have never been designed.Objectives: This study aims to design a valid and reliable questionnaire with components of knowledge, attitudes and practices, food choice, and food availability with modification of snack and Sugar-sweetened beverages consumption modifications for urban adolescents.Methods: A cross-sectional study involving 30 high school students in Jakarta was performed for the validation and reliability tests of the socio-ecological questionnaire. The normality test was the Kolmogorov Smirnov. Spearman rank correlation analysis and reliability test were performed on the questionnaire component. R count>r-table or p-value <0.05 is valid and Cronbach alpha>r-table is reliable.Results: The result shows that 8 out of 17 questions of knowledge, 10 out of 21 attitude questions, 13 out of 19 practice questions, 35 out of 35 food selection questions, and 10 out of 13 food availability questions were identified as having r> 0.3494 for 30 respondents and Cronbach alpha>referred r.Conclusions: the components of the questions reflect the eating behavior of urban adolescents with the availability of high-calorie and high-fat snacks and sweetened drinks. Food choices cover all aspects including mood and price, while KAP aspects cover suggestions and composition of a healthy diet, consumption habits of snacks and sugar, and physical activity.Keywords: Adolescent; Food choice; KAP; Snack; SSB; Sustainability ABSTRAKLatar belakang: Pergeseran trend perilaku makan, terutama konsumsi makanan dan minuman kekinian yang tinggi lemak dan gula pada remaja yang teridentifikasi tinggi dapat mempengaruhi kesesuaian instrument pengukuran perilaku makan. Kuesioner dengan pendekatan sosio-ekologi yang komprehensif untuk mengukur perilaku makan remaja urban belum pernah dirancang sebelumnya dengan mempertimbangkan trend saat ini. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk merancang kuisoner dengan komponen pengetahuan, sikap dan praktek, pemilihan makanan, dan ketersediaan pangan dengan modifikasi konsumsi makanan selingan dan minuman berpemanis yang valid dan reliabel untuk remaja urban.Metode: Penelitian cross sectional yang melibatkan 30 orang siswa SMA kelas 10 di Jakarta terlibat dalam uji validasi dan reliabilitas kuesioner sosio-ekologi. Uji normalitas yaitu Kolmogorov Smirnov dilajutkan analisis Spearman rank correlation dan uji relibilitas dilakukan pada komponen kuesioner. R hitung>r-table atau p-value<0,05 dikatakan valid dan cronbach alpha>r-table dikatakan reliabel. Hasil: Berdasarkan hasil analisis, 8 komponen pertanyaan pengetahuan dari 17 pertanyaan, 10 dari 21 pertanyaan sikap, 13 dari 19 pertanyaan praktek, 35dari 35 pertanyaan pemilihan makanan dan 10 dari 13 pertanyaan ketersediaan pangan teridentifikasi memiliki r-hitung > 0,3494 untuk 30 responden dan Cronbach alpha>r table. Simpulan: komponen pertanyaan mencerminkan kondisi perilaku makan remaja urban dengan ketersediaan makanan selingan tinggi kalori dan lemak, serta minuman berpemanis. Pemilihan makan mencakup seluruh aspek termasuk susasana hati dan harga, sementara aspek PSP (Pengetahuan, Sikap, perilaku) mencakup anjuran dan komposisi diet sehat, kebiasaan konsumsi selingan dan gula serta aktivitas fisik. Kata Kunci: KAP; keberlanjutan; pemiliahan makanan; remaja; snack; SSBs
TINGKAT KECUKUPAN ZAT GIZI DAN CAIRAN, KUALITAS DIET, AKSES PANGAN SERTA AKTIVITAS FISIK DAN STATUS GIZI PENGENDARA OJEK ONLINE TANGERANG Nurhayati, Arin Fransisca; Palupi, Khairizka Citra; Mulyani, Erry Yudhya; Ronitawati, Putri; Sitoayu, Laras; Sapa'ang, Mertien
Journal of Nutrition College Vol 13, No 2 (2024): April
Publisher : Department of Nutrition Science, Faculty of Medicine, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/jnc.v13i2.41223

Abstract

ABSTRACTBackground: Online motorcycle taxi drivers are one of the alternative jobs Indonesian demand with 4 million online motorcycle taxi drivers currently spread throughout Indonesia. Workers from the transportation industry also present high health problems due to overweight and obesity. Several factors can affect the nutritional status of the workforce, such as the type of activity (workload), individual labor factors (gender, age, physiological status, fitness level, and eating habits), as well as factors from the work environment (including: physical, chemical, biological, physiological, psychological science and ergonomics). Therefore, the nutritional status of online motorcycle taxis is one of the things that needs attention. Objectives: Analyze the relationship between the adequacy of nutrients and fluids, diet quality, consumption behavior and physical activity with the nutritional status of online ojek drivers in Tangerang. Methods: This study used a Cross Sectional study design. The sample size in this study was calculated using G*Power software, namely 92 samples selected by the non-probability sampling method by accidental sampling. Data on respondents' characteristics and consumption behavior were obtained from questionnaires, the level of adequacy of nutrients and fluids was obtained from the results of recall 1x24 hours for two days, diet quality was assessed from the Balanced Nutrition Index score (IGS 3-60), physical activity was calculated using the PAL form 1x24 hours. Nutritional status was obtained from anthropometric measurements. The data obtained were processed using the Pearson Chi-Square test. Results: There was a significant relationship between the level of adequacy of energy, carbohydrates, fat, frequency of buying food outside and nutritional status (P-value 0.000; 0.000; 0.041; 0.047). There was no significant association between protein adequacy, fiber adequacy, fluids, diet quality, physical activity, cooking frequency and delivery frequency with nutritional status (P-value 0.636; 0.489; 0.556; 0.282; 1.00; 0.056; 0.617).Conclusion: There was a relationship between the level of adequacy of energy, carbohydrates, fat, and the frequency of buying food outside with nutritional status and there was no relationship between the level of adequacy of protein, fiber, fluids, diet quality, physical activity, cooking frequency and frequency of delivery with nutritional status.Keywords: diet quality; food access; level of adequacy of nutrients and fluids; nutritional status; online motorcycle taxi; physical activity ABSTRAKLatar belakang: Pengendara ojek online merupakan salah satu alternatif pekerjaan yang diminati masyarakat Indonesia dengan 4 juta pengendara ojek online saat ini yang tersebar di seluruh Indonesia. Pekerja dari industri transportasi juga menyajikan permasalahan kesehatan yang tinggi karena kelebihan berat badan dan obesitas. Oleh karena itu, status gizi ojek online menjadi salah satu hal yang perlu diperhatikan. Tujuan: menganalisis hubungan tingkat kecukupan zat gizi dan cairan, kualitas diet, perilaku konsumsi serta aktivitas fisik dengan status gizi pengendara ojek online Tangerang. Metode: Penelitian ini menggunakan desain studi Cross Sectional (potong lintang). Besar sampel pada penelitian ini dihitung menggunakan software G*Power yaitu 92 sampel yang dipilih dengan metode non probability sampling dengan cara accidental sampling. Data karakteristik responden dan perilaku konsumsi diperoleh dari kuesioner, tingkat kecukupan zat gizi dan cairan diperoleh dari hasil recall 1x24 jam selama 2 hari, kualitas diet dinilai dari skor Indeks Gizi Seimbang (IGS 3-60), aktivitas fisik dihitung menggunakan form PAL 1x24 jam serta status gizi diperoleh dari pengukuran antropometri. Data yang diperoleh diolah menggunakan uji Chi-Square. Hasil: Terdapat hubungan signifikan antara tingkat kecukupan energi, karbohidrat, lemak, frekuensi membeli makanan di luar dengan status gizi (p value 0,000; 0,000; 0,041; 0,047). Tidak terdapat hubungan signifikan antara tingkat kecukupan protein, tingkat kecukupan serat, cairan, kualitas diet, aktivitas fisik, frekuensi memasak dan frekuensi pesan antar dengan status gizi (p value 0,636; 0,489; 0,556; 0,282; 1,00; 0,056; 0,617). Kesimpulan: Ada hubungan antara tingkat kecukupan energi, karbohidrat, lemak, dan frekuensi membeli makanan di luar dengan status gizi. Tidak ada hubungan antara tingkat kecukupan protein, serat, cairan, kualitas diet, aktivitas fisik, frekuensi memasak dan frekuensi pesan antar dengan status gizi.Kata Kunci: akses pangan; aktivitas fisik; kualitas diet; ojek online; status gizi; tingkat kecukupan zat gizi dan cairan
PENGARUH EKSTRAK PEGAGAN (Cetella asiatica) TERHADAP MEMORI JANGKA PENDEK TIKUS PUTIH (Rattus norvegicus) JANTAN GALUR WISTAR YANG TERPAPAR ASAP ROKOK Syahira, Debita; Rahayu, Mulyati Sri; Ikhsan, Maulana
Journal of Nutrition College Vol 12, No 4 (2023): Oktober
Publisher : Department of Nutrition Science, Faculty of Medicine, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/jnc.v12i4.39325

Abstract

1.     Maros H, Juniar S. Gambaran Kadar Hemoglobin pada Remaja Perokok Aktif di Wilayah Desa Sidemen Kabupaten Karangasem. 2016;1–23. https://doi.org/10.35874/jic.v4i1.3472.     Kementrian Kesehatan RI. Perokok Dewasa di Indonesia Naik 10 Tahun Terakhir [Internet]. https://www.kemkes.go.id/. 2018 [cited 2022 Sep 1].3.     Statistik BP. Persentase Merokok pada Pendududuk Umur 15 Tahun Menurut Provinsi [Internet]. https://www.bps.go.id. 2022 [cited 2022 Sep 1]. 4.     Wismadi TN, Fuziyanti A. Hubungan Perilaku Merokok dengan Prestasi Belajar Siswa di Sekolah Menengah pertama. 2018;VI(2):19–28. https://doi.org/10.51544/mutiarapendidik.v1i1.815.     Al Banjari M. Pengaruh Merokok terhadap Memori Jangka Pendek pada Remaja usia 15 - 20 Tahun. 2015;1–51.6.     Akaputra R, Prasanty H. Hubungan merokok dan pendidikan terhadap fungsi kognitif civitas akademika di lingkungan Universitas Muhammadiyah Jakarta. Jurnal Kedokteran dan Kesehatan. 2018; 14(1). https://doi.org/10.24853/jkk.14.1.48-557.     Rinasty L. Parfum Berbasis Fraksi Minyak Rosemary (Rosmarinus Officinalis) serta Uji Aktivitasnya terhadap Memori Jangka Pendek. 2017;15(2):1–23.8.     Aria M, FendrFi STJ, Muqaddar H. Uji Efek Stimulan Sistem Saraf Pusat Ekstrak Etanol Daun Pegagan (Centella asiatic (L.) Urban). 2017;7(1):35–41. https://doi.org/10.36434/scientia.v7i1.1039.     Suryanti I. Pengaruh Ekstrak Pegagan (Centella asiatica) terhadap Daya Ingat Mencit (Mus musculus) yang Diinduksi Streptozotocin (STZ). Doctoral dessertation, Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ahmad.  2021;1(December):1–6. https://doi.org/10.20884/1.jm.2010.5.2.8110.   Intan R. Pengaruh Pemberian Kapsul Pegagan dapat Meningkatkan Memori Jangka Pendek pada Subjek Percobaan Wanita Dewasa Muda dengan Rentang Umur 18-22 tahun . 2020;1–16.11.   Bayyinatul dan Leny. Efek Farmakologi Pegagan (Centella asiatica(L.) Urban) Sebagai Suplemen Pemacu Daya Ingat. 2016;2(1):262-6.12. Zulaikhah ST, Wibowo JW, Wibowo MSB. Pengaruh Air Kelapa Muda terhadap Kadar Antiokidan Endogen Akibat Paparan Asap Rokok pada Tikus Jantan Galur Wistar. 2021;12(6):290–3. https://doi.org/10.33846/sf11221  13.   Krisetyadi BC. Sifat Kimia, Mikroorganisme, Organoleptik Dodol Susu dengan Penambahan Ekstrak Pegagan yang Bervariasi. 2017;9. https://doi.org/10.14710/jtp.2017.16745  14.   Herlina.Pengaruh Triterpen Total Pegagan (Centella asiatica (L) Urban) terhadap Fungsi Kognitif Belajar dan Mengingat pada Mencit Jantan Albino (Mus musculus) yang Dihambat dengan Skopolamin.2020;5(2):89-97. https://doi.org/10.20884/1.jm.2010.5.2.8115.   Katzung BG, Masters SB, Trevor AJ. Farmakologi Dasar dan Klinik. 12th ed.Jakarta;2014.1245 p.16.   Sunarti YD, Keswara ND, Purnamasari. Tonic Eects Test of Pegagan (Centella asiatca L.) Syrups on White Male Mice. Jurnal Farmasi Indonesia. 2016;8(2). 167-173