cover
Contact Name
Eko Pramudya Laksana
Contact Email
abdimaspedagogi@um.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
abdimaspedagogi@um.ac.id
Editorial Address
Jl. Semarang No. 5, Malang, East Java, 65145, Indonesia
Location
Kota malang,
Jawa timur
INDONESIA
Abdimas Pedagogi: Jurnal Ilmiah Pengabdian kepada Masyarakat
ISSN : -     EISSN : 26153122     DOI : http://dx.doi.org/10.17977/2615-3122
Core Subject :
Abdimas Pedagogi: Jurnal Ilmiah Pengabdian kepada Masyarakat focuses on the publication of community service activities that are based on academic knowledge, research, innovation, and sustainable collaboration between universities and local communities. The journal aims to disseminate practical solutions to real-world problems and contribute to the achievement of the United Nations Sustainable Development Goals (SDGs).
Arjuna Subject : -
Articles 180 Documents
Penguatan Brand Awareness dan Optimalisasi Produksi Opak Samiler melalui Pendampingan Teknologi di Desa Wonosunyo Pasuruan Indah Apriliana Sari Wulandari; Vera Virdaus; Jamaaludin Jamaaludin; Fajar Sulastri; Riska Novia Febriyanti
Abdimas Pedagogi: Jurnal Ilmiah Pengabdian kepada Masyarakat Vol. 8 No. 2 (2025)
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17977/um050v8i22025p217-223

Abstract

Program pengabdian masyarakat tahun 2025 ini dilaksanakan di Desa Wonosunyo, Kabupaten Pasuruan Jawa Timur untuk memperkuat Brand Awareness dan Kapasitas produksi Opak Samiler “SAMIRAN”. Pelaku Usaha Usman Samitro adalah salah satu pelaku usaha Opak Samiler “SAMIRAN” yang satu tahun belakang ini menghadapi permintaan pasar yang cukup tinggi. Dimana permintaan Opak Samiler meningkat dari 30 kg/bulan menjadi 50kg/bulan. Usman Samitro mengalami kesulitan dalam menjaga konsistensi jumlah produk mentah, karena keterbatasan peralatan produksi, hasil gorengan juga masih mengandung minyak, sehingga produk tidak dapat dipasarkan di toko Oleh-oleh di Pasuruan. Oleh karena itu, tim melakukan pendampingan pada bidang Produksi, Manajemen, dan Pemasaran dengan menerapkan lima tahapan pendampingan yang meliputi Sosialisasi, Pelatihan, Penerapan Teknologi, Pendampingan, dan Evaluasi berkelanjutan. Inovasi teknologi diberikan untuk peningkatan kapasitas dan kualitas produksi mitra berupa mesin cetak samiler, spinner untuk menghilangkan minyak berlebih, sealer untuk mengemas produk, stempel kode produksi untuk memberikan informasi produksi, dan alat potong pengganti gunting agar mengurangi cedera pada jari operator. Pendampingan di bidang Manajemen dengan memberikan motivasi usaha, pencatatan target bulanan, serta peluang mitra usaha. Dan dalam bidang Pemasaran, dengan memberikan pendampingan pengenalan produk Opak SAMIRAN pada toko Oleh-oleh Cheng Ho, Cimory, serta Suryamart. Hasil dari pendampingan menunjukkan produksi yang lebih cepat, kualitas yang terstandarisasi, kemasan yang lebih menarik dan ergonomis, bertambahnya tiga pelanggan baru sekaligus menjadi reseller. Pemasaran Opak juga mulai dikenalkan pada pemasaran digital seperti Shopee, Tokopedia, serta pelayanan pesanan melalui whatsapp yang terus meningkat secara signifikan sebesar 70% lebih tinggi dibandingkan tahun sebelumnya.
Pelatihan Pengembangan Bahan Ajar Interaktif dengan Mengoptimalkan Fitur Interactive Flat Panel Yerry Soepriyanto; Dyah Lestari; Ence Surahman; Efi Dian Ariska; Dany Wijaya Kesuma; Mochammad Hilman Amirudin Nahri
Abdimas Pedagogi: Jurnal Ilmiah Pengabdian kepada Masyarakat Vol. 9 No. 1 (2026)
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17977/um050v9i12026p1-5

Abstract

Sebuah sekolah telah memiliki perangkat Interactive Flat Panel lebih dari tiga tahun, akan tetapi guru hanya memanfaatkan bahan ajar berbasis perangkat tersebut yang disediakan baik oleh perangkat, lembaga maupun Internet. Sementara itu jumlah guru yang mengembangkan bahan ajar relatif sedikit, oleh karena itu perlu diadakan pelatihan pengembangan bahan ajar interaktif. Tujuannya untuk melatih guru dalam mengembangkan bahan ajar interaktif yang berbasis pada Interactive Flat Panel atau papan Interaktif dengan memanfaatkan fitur yang dimilikinya. Fitur tersebut adalah anotation, drag & drop, object manipulation, drawing and writing. Bahan ajar interaktif diperlukan untuk mengoptimalkan pemanfaatan fitur yang telah disediakan oleh papan interaktif. Dengan demikian perlu dikembangkan desain pelatihan untuk tujuan yang telah ditetapkan. Desain pelatihan dikembangkan dengan mengadopsi model McArdle melalui tiga tahap pelaksanaan yaitu pra, pelaksanaan dan evaluasi. Pelatihan dilaksanakan dalam dua tahap yaitu pelatihan pengenalan fitur-fitur yang dimiliki oleh IFP dan mendemonstrasikan pemanfaatannya pada bahan ajar interaktif yang tersedia gratis di Internet. Hasil pelaksanaan menunjukkan bahwa guru meningkat pemahamannya terkait pemanfaatan fitur papan interaktif pada bahan ajar interaktif yang digunakan dalam pembelajaran. Peningkatan ini ditunjukkan oleh N-Gain yang terkategori efektif dan sedang. Selain itu ketersediaan bahan ajar interaktif semakin meningkat kuantitasnya yang berhasil dikembangkan oleh guru secara mandiri.
Edukasi Seksual Sejak Dini: Upaya Pencegahan Kekerasan Seksual melalui Penyuluhan di SDN Sempu 2 Kota Serang Fitri Pertiwi; Herlina Siregar
Abdimas Pedagogi: Jurnal Ilmiah Pengabdian kepada Masyarakat Vol. 8 No. 2 (2025)
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17977/um050v8i22025p230-236

Abstract

Program pendidikan seksual (sex education) yang dilaksanakan di SD Negeri Sempu 2 Kota Serang bertujuan untuk meningkatkan pemahaman dan kewaspadaan siswa kelas 6 (usia 11-13 tahun) mengenai kesehatan reproduksi, privasi tubuh, dan pencegahan kejahatan seksual di era digital. Latar belakang program dilatarbelakangi oleh maraknya fenomena perilaku pacaran dini dan indikasi child grooming yang dipengaruhi penggunaan gawai tanpa pengawasan. Metode pelaksanaan program menggunakan pendekatan partisipatif edukatif melalui dua pertemuan, yang meliputi ceramah interaktif, diskusi kelompok, studi kasus, dan penggunaan media visual. Evaluasi program dilakukan dengan membandingkan hasil pre-test dan post-test, serta angket respon peserta. Hasil program menunjukkan peningkatan pemahaman peserta yang signifikan, dengan rata-rata nilai post-test (85,42) meningkat 28,64 poin dari pre-test (56,78). Sebanyak 92% peserta menyatakan lebih memahami konsep tubuh pribadi, batasan privasi, dan langkah-langkah perlindungan diri. Analisis pembahasan mengungkap bahwa keberhasilan program didukung oleh metode pembelajaran yang adaptif, kolaborasi dengan pihak sekolah, serta penciptaan lingkungan belajar yang aman dan nyaman. Kendala yang dihadapi antara lain keterbatasan waktu dan kesulitan mempertahankan fokus peserta, yang memberikan masukan berharga untuk perbaikan program serupa di masa depan. Program ini tidak hanya berhasil meningkatkan literasi kesehatan reproduksi siswa, tetapi juga membentuk perilaku protektif dan keberanian untuk melaporkan tindakan tidak nyaman. Rekomendasi yang diajukan antara lain integrasi materi serupa ke dalam kurikulum sekolah, pelibatan orang tua secara sistematis, dan pengembangan media pembelajaran yang lebih interaktif. Program ini membuktikan bahwa pendidikan seksual yang terstruktur dan sesuai usia dapat menjadi strategi efektif untuk mencegah kekerasan seksual pada anak di lingkungan sekolah dasar.
Pelatihan Identifikasi Karier Berbantuan Media Kartu Choice Future Card bagi Siswa SMPN 24 Surabaya Muhammad Ali Najich; Miftahul Jannah
Abdimas Pedagogi: Jurnal Ilmiah Pengabdian kepada Masyarakat Vol. 8 No. 2 (2025)
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17977/um050v8i22025p210-216

Abstract

Pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman perencanaan karier siswa SMPN 24 Surabaya melalui pelatihan identifikasi karier berbantuan media Choice Future Card. Kegiatan ini diikuti oleh 36 siswa dengan rangkaian aktivitas berupa permainan interaktif, diskusi kelompok, dan refleksi pribadi. Melalui kegiatan tersebut, siswa didorong untuk mengenali potensi diri, membangun rasa percaya diri, serta menyusun langkah konkret dalam merencanakan masa depan pendidikan dan pekerjaan. Media Choice Future Card terbukti mampu menciptakan suasana belajar yang menyenangkan dan mendorong dinamika kelompok yang positif. Selain itu, siswa menjadi lebih terbuka dalam berbagi pengalaman dan menerima umpan balik dari teman sebaya. Secara keseluruhan, pelatihan ini memberikan dampak positif dalam memperkuat kesadaran siswa terhadap pentingnya perencanaan karier sejak dini.
Penguatan Kemampuan Guru dalam Pembuatan Bahan Ajar Digital dan Asesmen Pembelajaran melalui Pendekatan Pembelajaran Mendalam (Deep Learning) Wildan Zulkarnain; Dedi Prestiadi; Ahmad Nurabadi; Sunarni; Asri Masytho; Endra Ubaidillah; Rika Oktavia Saptiningtyas; Septiani Cahyaning Putri; Olivia Vieca Arrahmah
Abdimas Pedagogi: Jurnal Ilmiah Pengabdian kepada Masyarakat Vol. 9 No. 1 (2026)
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17977/um050v9i12026p20-28

Abstract

Guru merupakan ujung tombak sebuah perubahan. Gurulah yang langsung berhadapan dengan siswa di sekolah. Saat ini guru diharuskan untuk memiliki kemampuan dalam mengembangkan bahan ajar digital dan asesmen pembelajaran yang sesuai dengan pendekatan pembelajaran mendalam (deep learning). Tujuan dari kegiatan pengabdian masyarakat adalah guru di SD Ummu Aiman Lawang Jawa Timur, dapat menyusun bahan ajar dan asesmen pembelajaran sesuai dengan pendekatan pembelajaran mendalam (deep learning). Pengabdian ini dilaksanakan dengan tiga tahapan yaitu tahap pendahuluan, kegiatan pelatihan dan evaluasi serta tindak lanjut. Pada pelatihan ini diadakan pre-test dan post-test. Hasilnya dari analisis deskriptif untuk rata-rata pre-test 86,17 sedangkan post-test 90.43 naik 4,26. Nilai pre-test nilai minimum 50 sedangkan maksimal 100. Nilai post-test nilai minimum 60 dan nilai maksimal 100. Hasil uji beda antara pre-test dan post-test yaitu ada perbedaan antara pre-test dan post-test. Tidak ada perbedaan pre-test berdasarkan jenis kelamin. Ada perbedaan post-test berdasarkan status.
Empowering Non-English Teachers Through Clil-Based Training: A Community Service Model In Indonesian Elementary School Tri Achmad Efendi; Wisnu Kristanto; Apsari Fajar Prihantini; Sulistiyani Sulistiyani
Abdimas Pedagogi: Jurnal Ilmiah Pengabdian kepada Masyarakat Vol. 9 No. 1 (2026)
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17977/um050v9i12026p6-13

Abstract

English has been a crucial skill in the 21st century. Therefore, most of the schools in Indonesia teach English since in the elementary school. However, many of Indonesian elementary schools do not have English teachers, meaning that students are taught by non-English teachers. That fact also happens at MI Mutaalimin. Most of the teachers graduated from PGSD/PGMI, that makes them as generalist teachers who teach all subjects. They lack of training in teaching English. Therefore, this community service was conducted to help teachers teach English effectively through content language integrated learning (CLIL). This community service was aimed to help non-English teachers teach English effectively through CLIL. The program involved three steps: planning, implementation, and evaluation phase. In the first phase, the questionnaire was distributed to identify problem. Next, the implementation phase involved material delivery session, demonstration, practice and discussion. In the last phase, evaluation, the questionnaire was distributed to gain insight of the implementation of this proposed approach in English language teaching at the school under the study. The results showed that teachers gained new insights how to teach English through subject integration. Also, the training promoted the participants’ confidence and readiness to implement CLIL-based lesson enabling them to deliver English lesson more effectively even though they have limited language proficiency.
Pendidikan Aman Bencana dalam Upaya Meningkatkan Kesiapsiagaan Bencana pada Anak Sekolah Daerah Rawan Bencana Novita Nirmalasari; Dewi Utari; Hesty Yuliasari; Kasi Fatdilah; Dea Suci Nur Fatmawati; Avy Silowati; Suciana Wulandhari; Gustira Endani; Mutiara Kartika Putri; Dwi Frehandini; Anis Nurjana; Adinda Syadira; Karisma Indah Rumanti; Diah Aulia Prastiningsih; Adi Ismail
Abdimas Pedagogi: Jurnal Ilmiah Pengabdian kepada Masyarakat Vol. 9 No. 1 (2026)
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17977/um050v9i12026p14-19

Abstract

Kabupaten Sleman merupakan salah satu daerah rawan bencana karena berlokasi dekat dengan Sesar Opak yang merupakan salah satu sumber bencana gempa bumi pada tahun 2006. Pendidikan kebencanaan sebagai upaya dalam mengurangi risiko bencana tersebut. Pengabdian kepada masyarakat bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan sikap terhadap bencana gempa bumi pada siswa yang dilakukan di MTs Mashitoh Gamping, Sleman. Peserta kegiatan berjumlah 87 siswa. Metode kegiatan dengan memberikan materi dan praktik terkait kesiapsiagaan bencana gempa bumi. Hasil kegiatan didapatkan peningkatan pengetahuan dan sikap siswa terhadap kesiapsiagaan bencana gempa bumi dari rerata skor pre-test dan post-test dengan nilai 65 menjadi 90. Pendidikan kebencanaan di sekolah terbukti dalam mendorong perubahan perilaku dan membangun budaya untuk meningkatkan kesiapan menghadapi bencana.
Workshop Pembuatan Media Pembelajaran Berbasis Budaya Lokal bagi Guru PAUD Kecamatan Sanrobone, Kabupaten Takalar Fitriani Fitriani; Nur Inayah; Serli Sri Agustina; Arie Martuty; Sultan Sahrir
Abdimas Pedagogi: Jurnal Ilmiah Pengabdian kepada Masyarakat Vol. 9 No. 1 (2026)
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17977/um050v9i12026p29-36

Abstract

Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) memegang peranan penting dalam pembentukan karakter dan identitas budaya anak sejak dini. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana guru PAUD memahami dan mengintegrasikan budaya lokal dalam media pembelajaran, mengidentifikasi kendala yang dihadapi guru dalam pembuatan media pembelajaran berbasis budaya lokal, serta mengevaluasi pengaruh workshoppembuatan media pembelajaran terhadap peningkatan kemampuan guru PAUD. Metode penelitian menggunakan pendekatan lesson study dengan pelatihan dan praktik langsung yang melibatkan 21 guru PAUD di Kecamatan Sanrobone, Kabupaten Takalar. Hasil menunjukkan peningkatan signifikan pemahaman dan keterampilan guru dalam mengembangkan media berbasis budaya lokal pasca-workshop, meskipun terdapat kendala keterbatasan keterampilan teknis, akses bahan, dan waktu. Workshop terbukti efektif meningkatkan kompetensi guru melalui metode kolaboratif dan reflektif, menciptakan media pembelajaran yang relevan secara budaya dan kontekstual. Kesimpulannya, pelatihan berkelanjutan dan dukungan sumber daya sangat diperlukan untuk memperkuat kemampuan guru PAUD dalam mengembangkan media pembelajaran berbasis budaya lokal yang memperkuat identitas anak sejak dini.
Peningkatan Kemampuan Bicara Anak Speech Delay Melalui Terapi Wicara Berbasis Permainan Edukatif Maria Floriana Ito Dhema; Maria Vianti Desa
Abdimas Pedagogi: Jurnal Ilmiah Pengabdian kepada Masyarakat Vol. 9 No. 1 (2026)
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17977/um050v9i12026p43-50

Abstract

Keterlambatan bicara (speech delay) merupakan salah satu gangguan perkembangan yang sering dialami anak usia dini. Anak dengan speech delay biasanya mengalami kesulitan dalam mengucapkan kata, menyusun kalimat, dan menanggapi percakapan. Kondisi ini dapat berdampak pada kemampuan sosial dan emosional anak jika tidak ditangani sejak dini. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini dilakukan di Panti Asuhan Bhakti Luhur Kediri dengan tujuan membantu meningkatkan kemampuan bicara anak usia tiga tahun yang mengalami keterlambatan bicara melalui terapi wicara berbasis permainan edukatif. Metode yang digunakan berupa pendampingan dan pelatihan dengan aktivitas bermain yang menyenangkan, seperti tebak gambar, menyanyi, bermain peran, dan menyusun cerita sederhana. Kegiatan dilaksanakan selama lima minggu (sepuluh pertemuan) dengan melibatkan pengasuh panti agar terapi dapat berlanjut secara mandiri. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan kemampuan bicara anak setelah mengikuti terapi. Skor total naik dari 42 menjadi 68 poin dengan rata-rata peningkatan 32,5%. Peningkatan tertinggi terjadi pada aspek kosakata (40%), diikuti kelancaran berbicara (35%), artikulasi (30%), dan respon komunikatif (25%). Anak tampak lebih aktif dan percaya diri berbicara, membuktikan bahwa terapi wicara berbasis permainan edukatif efektif dalam menstimulasi kemampuan bahasa anak dan memperkuat peran pengasuh di panti.
Implementasi Pendekatan Structured Learning Approach (SLA) untuk Mengembangkan Kompetensi Bimbingan dan Konseling Guru SD dalam Mendukung Well-Being Siswa Muslihati Muslihati; Ahmad Yusuf Sobri; Ella Faridati Zen; Nur Mega Aris Saputra; Khusnul Khowatim; Muhammad Rafli
Abdimas Pedagogi: Jurnal Ilmiah Pengabdian kepada Masyarakat Vol. 9 No. 1 (2026)
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17977/um050v9i12026p37-42

Abstract

Guru sekolah dasar memiliki peran ganda, termasuk memberikan dukungan psikologis, namun sering kali menghadapi keterbatasan kompetensi dalam bidang bimbingan dan konseling yang berdampak pada well-being siswa. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan kompetensi bimbingan dan konseling guru kelas melalui pelatihan berbasis Structured Learning Approach (SLA) untuk mendukung pengembangan well-being siswa. Kegiatan ini diikuti oleh 27 guru dari tujuh sekolah dasar di Kota Malang dan diselenggarakan dengan metode hibrida (daring dan luring). Evaluasi program menggunakan desain one-group pretest-posttest, dan data dianalisis menggunakan uji N-Gain untuk mengukur efektivitas serta Uji Wilcoxon untuk menguji signifikansi perbedaan. Hasil analisis menunjukkan bahwa pelatihan memiliki tingkat efektivitas dalam kategori "Sedang" dengan perolehan skor rata-rata N-Gain sebesar 0.61. Uji Wilcoxon juga mengkonfirmasi bahwa peningkatan kompetensi peserta dari pre-test ke post-test sangat signifikan secara statistik (p < 0.05). Pelatihan dengan pendekatan SLA terbukti menjadi model intervensi yang efektif untuk membekali guru dengan keterampilan praktis dalam mendukung kesejahteraan psikologis siswa di sekolah dasar.