cover
Contact Name
Iyan Hardiana
Contact Email
iyanhardiana@gmail.com
Phone
+6282226669313
Journal Mail Official
jurnalkesehatansundaram@gmail.com
Editorial Address
Jl. Raya Air Sanih Km. 11 Bungkulan
Location
Kab. buleleng,
Bali
INDONESIA
Jurnal Kesehatan Sundaram
ISSN : -     EISSN : 30646359     DOI : https://doi.org/10.52073/
Core Subject :
Jurnal Kesehatan Sundaram merupakan jurnal yang diterbitkan oleh Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Buleleng sebagai media informasi dan komunikasi bagi para peneliti, praktisi dan akademisi dalam bidang ilmu kesehatan. Adapun focus dan scope dalam Jurnal ini yaitu semua kegiatan pelayanan publik di bidang kesehatan. Jurnal ini diterbitkan 2 kali dalam setahun pada bulan Januari dan Juli. Terbitan pertama Jurnal ini adalah tahun 2024. Tim Redaksi mengundang para ilmuwan, cendekiawan, profesional, dan peneliti untuk mempublikasikan hasil penelitiannya setelah seleksi naskah, dengan peer review dan proses editing. Focus and Scope: Nursing, midwifery, and Pharmacy
Arjuna Subject : -
Articles 44 Documents
FORMULASI DAN EVALUASI SEDIAAN SPRAY GEL TABIR SURYA EKSTRAK ETANOLDAUN KERSEN (Mutingia calabura L .) Komang Eka Sari Darmini; Rizka Aisyah; Ni Made Raningsih
Jurnal Kesehatan Sundaram Vol. 2 No. 2 (2025): JKS
Publisher : LPPM STIKes Buleleng

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52073/c4cw9p33

Abstract

Kerusakan kulit dapat disebabkan karena radikal bebas salah satunya paparan sinar uv yang dapat menyebabkan eritema jika kulit terpapar tanpa perlindungan. Daun Kersen (Muntingia calabura L.) memiliki khasiat sebagai tabir surya alami karena mengandung senyawa metabolit sekunder flavanoid, saponin, polifenol dan tannin yang dapat berperan sebagai antioksidan sekaligus tabir surya. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui pengaruh perbedaan karakteristik sediaan spray gel dan aktivitas tabir surya dengan Spektrofotometri Uv-Vis pada konsentrasi Ekstrak Etanol Daun Kersen (EEDK). Ekstraksi daun kersen dengan metode maserasi menggunakan pelarut etanol 96%. Ekstrak kental yang diperoleh dilakukan uji antioksidan dengan metode DPPH. Aktivitas antioksidan menunjukkan nilai IC50 14,67 termasuk kedalam kategori sangat aktif. Ekstrak Kental juga dibuat sediaan spray gel dengan konsentrasi EEDK F1=2%, F2=4%, F3=6%. Sediaan spray gel EEDK dilakukan evaluasi sediaan, uji stabilitas, dan uji aktivitas tabir surya. Sediaan spray gel EEDK berwarna coklat, memiliki aroma khas ekstrak dan homogen. Perbedaan konsentrasi EEDK tidak mempengaruhi karakteristik spray gel kecuali viskositas yang hasilnya mengalami penurunan dengan peningkatan konsentrasi EEDK. Aktivitas tabir surya spray gel EEDK ditunjukkan dengan nilai SPF yaitu F1 (14,47) termasuk kategori proteksi maksimal, F2 (15,02) dan F3 (17,26) termasuk kategori proteksi ultra.
TINGKAT KEPATUHAN PASIEN MENGENAI PENGGUNAAN OBAT ANTIBIOTIK AMOXICILLIN TABLET PADA PASIEN RAWAT JALAN DI PUSKESMAS II MENDOYO I Made Surya Widya Negara Surya; Lestari Nugrahini; Reza Ismail Abdul Rahman; Eric Kurnia Abdillah; Fransiskus Samuel Renaldi; Ahmad Sahlan Baniu
Jurnal Kesehatan Sundaram Vol. 2 No. 2 (2025): JKS
Publisher : LPPM STIKes Buleleng

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52073/spjzsw11

Abstract

Pendahuluan: Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi tingkat kepatuhan pasien dalam penggunaan antibiotik amoxicillin di Puskesmas II Mendoyo. Penggunaan antibiotik yang tidak bijaksana dapat menyebabkan resistensi, yang menjadi masalah kesehatan global. Metode: Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain observasional analitik cross-sectional. Sebanyak 106 pasien rawat jalan berpartisipasi sebagai responden. Data dikumpulkan melalui kuesioner yang mengukur tingkat kepatuhan dan pengetahuan pasien mengenai penggunaan antibiotik. Hasil: Hasil penelitian menunjukkan bahwa 21.7% responden tergolong kurang patuh, 32.1% cukup patuh, dan 47.2% sangat patuh dalam menggunakan amoxicillin. Analisis statistik mengungkapkan adanya hubungan signifikan antara tingkat pengetahuan dan kepatuhan penggunaan antibiotik. Simpulan: Penelitian ini menekankan pentingnya edukasi yang lebih terarah untuk meningkatkan pengetahuan masyarakat mengenai penggunaan antibiotik yang benar guna mengurangi risiko resistensi antibiotik. Temuan ini diharapkan dapat menjadi dasar untuk merancang program intervensi yang efektif dalam meningkatkan kepatuhan penggunaan antibiotik di masyarakat.
HUBUNGAN FUNGSI AFEKTIF KELUARGA DENGAN KEPATUHAN MINUM OBAT PADA PASIEN LANSIA PENDERITA HIPERTENSI (STUDI DILAKUKAN DIPRAKTEK UMUM DR. NI MADE MARDANI DESA PEMARON Luh Sunita Aprilia Safitri; G Nur Widya Putra; Putu Indah Sintya Dewi
Jurnal Kesehatan Sundaram Vol. 1 No. 1 (2024): JKS
Publisher : LPPM STIKes Buleleng

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52073/2tpzba57

Abstract

Pendahuluan: Hipertensi adalah suatu kondisi dimana tekanan darah seseorang melebihi batas normal atau optimal, yaitu 120/80 mmHg. Fungsi afektif keluarga merupakan salah satu faktor penentu dan faktor penguat yang mempengaruhi kepatuhan pasien. Kepatuhan pengobatan didefinisikan sebagai tingkat kepatuhan pasien dalam menaati rekomendasi pengobatan yang diberikan. Lansia merupakan sekelompok orang yang berada pada tahap akhir kehidupan. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui adanya hubungan fungsi afektif keluarga dengan kepatuhan minum obat pada pasien lansia penderita hipertensi di wilayah Desa Pemaron. Metode: Dalam penelitian ini menggunakan pendekatan srocc-sectional. Teknik sampling yang digunakan adalah probabilitas sampling dengan metode simple random sampling. Instrument pengumpulan data menggunakan lembar kuesioner fungsi afektif keluarga dan kuesioner kepatuhan minum obat MMAS-8 (Modified Morisky Adherence Scale). Analisa data menggunakan uji Spearman Rank. Hasil: Hasil uji statistic Spearman rho dari penelitian ini nilai p-value = 0,000 yaitu < 0,05 dan nilai Correlation Cofficient 0,790 cukup, koefisien korelasi yang bernilai positif menandakan searah (jenis hubungan searah ) dengan demikian dapat diartikan bahwa semakin baik fungsi afektif keluarga maka semakin tinggi tingkat kepatuhan minum obat pada lansia penderita hipertensi. Kesimpulan: Terdapatnya Hubungan Fungsi Afektif Keluarga Dengan Kepatuhan Minum Obat Pada Pasien Lansia Penderita Hipertensi Di Wilayah Desa Pemaron.
HUBUNGAN KERASIONALAN PENGGUNAAN OBAT ANGINA PEKTORIS TIDAK STABIL TERHADAP LAMA RAWAT INAP DI RUMAH SAKIT UMUM KABUPATEN BULELENG Ni Luh Yuni Naintina; Eric Kurnia Abdillah; Iyan Hardiana
Jurnal Kesehatan Sundaram Vol. 2 No. 1 (2025): JKS
Publisher : LPPM STIKes Buleleng

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52073/6tpb4r71

Abstract

Latar Belakang Angina Pektoris Tidak Stabil (APTS) merupakan istilah yang disebabkan oleh penyakit arteri koroner yang di gambarkan dengan nyeri dada atau tidak nyaman dan sering di jelaskan sebagai perasaan sesak di dada, tertekan, penuh, nyeri atau berat. Tujuan penelitian ini adalah untuk melihat hubungan kerasionalan penggunaan obat Angina Pektoris Tidak Stabil (APTS) terhadap lama rawat inap di Rumah Sakit Umum Daerah Kabupaten Buleleng. Metode pengumpulan data dilakukan secara retrospektif berdasarkan ICD I20.0 rawat inap periode Januari-Juni 2023. Untuk analisis hubungan menggunakan uji Rank Spearman. Hasil penelitian menunjukkan bahwa hubungan kerasionalan obat APTS terhadap lama rawat inap pada poin tepat indikasi, tepat obat dan tepat dosis menunjukkan nilai negatif (-) yaitu -0,222 yang bermakna hubungan signifikan dengan korelasi lemah terhadap lama rawat inap, pada poin tepat lama pemberian menunjukkan nilai Sig. (2-tailed) 0,505 (>0,05) yang bermakna tepat lama pemberian tidak berkorelasi terhadap lama rawat inap, nilai korelasi koefisen pada poin tepat lama pemberian menunjukkan hasil positif (+) yaitu 0,061 yang bermakna hubungan tidak searah dengan korelasi sangat lemah terhadap lama rawat inap.
EFEKTIVITAS ANTIINFLAMASI EKSTRAK ETANOL RIMPANG KENCUR (Kaempferia galanga) TERHADAP MENCIT PUTIH JANTAN (Mus musculus) YANG DIINDUKSI KARAGENAN Ni Putu Tika Eliyana Apsari; Iyan Hardiana; Reza Ismail Abdul Rahman; Lestari Nugrahini
Jurnal Kesehatan Sundaram Vol. 2 No. 1 (2025): JKS
Publisher : LPPM STIKes Buleleng

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52073/0ps6jb65

Abstract

Apsari, Ni Putu Tika Eliyana. 2024. Efektivitas Antiinflamasi Ekstrak Etanol Rimpang Kencur (Kaempferia galanga) Terhadap Mencit Putih Jantan (Mus musculus) Yang Diinduksi Karagenan. Skripsi Program Studi Ilmu Farmasi, Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Buleleng. Pembimbing (1) apt. Iyan Hardiana, S.Farm., M.Farm. Pembimbing (2) Reza Ismail Abdul Rahman, S.Farm., M.Farm. Inflamasi merupakan respon protektif setempat yang ditimbulkan oleh cedera atau kerusakan pada jaringan yang berfungsi untuk menghancurkan, mengurangi, atau melokalisasi (sekuster) baik agen pencedera maupun jaringan yang cedera itu, Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui kandungan efektivitas antiinflamasi dari Ekstrak Etanol Rimpang Kencur (Kaempferia galanga). Pada penelitian metode yang digunakan adalah uji eksperimental dengan 25 ekor mencit yang dibagi menjadi lima kelompok besar yaitu kelompok kontrol negatif, kontrol positif dan kelompok perlakuan dosis uji yang diberi ekstrak rimpang kencur dengan dosis yang berbeda. Kelompok perlakuan terdiri dari kelompok perlakuan 1, kelompok perlakuan 2 dan kelompok perlakuan 3 dengan dosis Kaempferia galanga masing-masing adalah 6,3 mg/kg BB, 12,6 mg/kg BB dan 25,2 mg/kg BB. Pengujian dilakukan dengan cara pembentukan radang pada kaki kiri mencit dengan menggunakan karagenan dan diukur volume edema setiap 30 menit selama 180 menit. Penurunan edema paling kuat pada kelompok perlakuan terlihat pada dosis 25,2 mg/kg BB dengan persentase penrunan sebesar 27,90%. Untuk analisis perbedaan antar kelompok digunakan uji ANOVA satu arah dan uji post hoc Tukey. Dapat disimpulkan bahwa ekstrak etanol rimpang kencur memiliki efektivitas sebagai antiinflamasi dengan penurunan edema pada mencit putih jantan.
UJI EFEKTIVITAS ANTIDIABETES EKSTRAK DAUN CABAI (Capsicum frutescens, L) TERHADAP TIKUS PUTIH JANTAN GALUR WISTAR (Rattus norvegicus) Rizky Wira Amandha; Ari Permana Putra; Ni Made Raningsih
Jurnal Kesehatan Sundaram Vol. 2 No. 2 (2025): JKS
Publisher : LPPM STIKes Buleleng

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52073/c7c1gf16

Abstract

Diabetes melitus (DM) adalah sekelompok gejala yang timbul pada individu dan ditandai dengan peningkatan kadar gula darah (hiperglikemia) akibat kekurangan insulin dalam tubuh. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui efek aktivitas antidiabetes terhadap pemberian ekstrak Daun Cabai Rawit (Capsicum Frutescens, L) pada Tikus Putih Galur Wistar (Rattus norvegicus) yang telah diinduksi Aloksan. Pada penelitian ini digunakan 25 ekor tikus jantan dan dikelompokan dalam lima kelompok besar yaitu kelompok kontrol yang terdiri dari kontrol negatif (K-) dan kontrol positif (K+). Kelompok C+ diberikan metformin 9 mg/200 g berat badan (gBB) diikuti dengan air. Kelompok perlakuan terdiri dari kelompok perlakuan 1, perlakuan 2, dan perlakuan 3 dengan dosis ekstrak daun cabai (Capsicum Frutescens, L) masing-masing adalah 75 mg/200gr, 150 mg/200gr, dan 300 mg/200gr per os (po). Untuk analisis perbedaan antar kelompok digunakan uji ANOVA satu arah dan uji Tukey. Hasil penelitian menunjukkan terdapat perbedaan bermakna antara kelompok perlakuan dan kelompok kontrol (p<0,05) dan dosis 300mg/200 gr BB karena dosis ketiga memiliki persentase penurunan kadar glukosa darah yang lebih baik dibandingkan dosis lainnya yaitu 25,98%. Dapat disimpulkan bahwa Daun Cabai Rawit (Capsicum Frutiesciens, L) dapat menurunkan kadar glukosa darah pada tikus Galur Wistar yang diinduksi aloksan.
UJI EFEKTIVIITAS EKSTRAK DAUN PEGAGAN (Centella Asiatica (L.) Urban) UNTUK MENINGKATKAN DAYA INGAT PADA HEWAN UJI MENCIT PUTIH JANTAN (Mus muscular) Gede Budiman; Iyan Hardiana; Ni Made Raningsih
Jurnal Kesehatan Sundaram Vol. 2 No. 1 (2025): JKS
Publisher : LPPM STIKes Buleleng

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52073/mcr2sy36

Abstract

Penurunan daya ingat atau demensia terjadi karena ada gangguan pada otak, biasanya terjadi pada lansia (65 tahun keatas). Tujuan penelitian ini untuk Mengetahui Uji Efektivitas Ekstrak Daun Pegagan (Centella Asiatica (L.) Urban) Untuk Peningkatan Daya Ingat Pada Mencit Putih Jantan (Mus musculus). Desain penilitian ini merupakan penelitian eksperimental di laboratorium dengan uji One-Way ANOVA. Pada penelitian ini digunakan 23 ekor mencit jantan yang dibagi ke dalam 5 kelompok yaitu kelompok kontrol negatif, kelompok kontrol positif, kelompok dosis uji 1 ekstrak daun pegagan  3,125 gram, kelompok dosis uji 2 ekstrak daun pegagan 6,25 gram, dan kelompok dosis uji 3 ekstrak daun pegagan 12,5 gram yang sebelumnya diinduksi dengan Aloksan, setelah itu dilakukan pengujian dengan metode labirin. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ekstrak daun pegagan pada dosis uji 3,125 gram, 6,25 gram, 12,5 gram memiliki potensi sebagai suplemen untuk meningkatkan daya ingat pada mencit putih jantan, namun pada dosis uji 6,25 gram dan dosis uji 12,5 gram menunjukkan peningkatan yang lebih signifikan dalam kemampuan mencit untuk mengeksplorasi labirin, hal tersebut menunjukkan efek positif dari ekstrak daun pegagan dalam meningkatkan daya ingat.
HUBUNGAN RASIONALITAS PENGGUNAAN ANTIBIOTIK BERDASARKAN PERMENKES NO 28 TAHUN 2021 TERHADAP KEKAMBUHAN PASIEN INFEKSI SALURAN PERNAFASAN AKUT ATAS DI PUSKESMAS SERIRIT III KABUPATEN BULELENG BALI Putu Merta Yasa; Boy Yunaidy; Iyan Hardiana
Jurnal Kesehatan Sundaram Vol. 2 No. 1 (2025): JKS
Publisher : LPPM STIKes Buleleng

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52073/vfr5qd72

Abstract

Pendahuluan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan rasionalitas penggunaan antibiotik berdasarkan Permenkes No. 28 Tahun 2021 dengan kekambuhan pada ISPA atas di Puskesmas Seririt III Kabupaten Buleleng Bali. Metode: Penelitian ini adalah penelitian kuantitatif dengan desain non eksperimental, analitik observational, menggunakan pendekatan cross-sectional. Pengambilan data secara retrospektif diambil dari 67 rekam medis pasien ISPA atas pada periode Juni-November 2023 serta melihat rasionalitas (tepat diagnosis, tepat pasien, tepat jenis antibiotik dan tepat regimen dosis) peingguinaan antibiotik dan kekambuhannya. Hasil: Hasil penelitian dianalisis secara univariat dan bivariat dalam SPSS dengan uji Chi Square. Didapatkan hasil ketepatan pemberian antibiotik pada ISPA Atas di Puskesmas Seririt III, sudah sangat baik terkait dengan 100 % tepat Pasien dan tepat Diagnosis, sedangkan yang belum mencapai 100% perlu ditingkatkan terkait dengan tepat jenis antibiotik (41,80%) maupun tepat regimen dosis (14,90%). Rasionalitas terapi antibiotik pada ISPA Atas di Puskesmas Seririt III juga belum mencapai 100% sekitar 14,9%, masih perlu ditingkatkan. Kesimpulan: Tidak adanya hubungan yang bermakna antara penggunaan antibiotik rasional dengan kekambuhan ISPA Atas di Puskesmas Seririt III. dengan nilai p = 1,000 (>0,05).
EFEKTIVITAS SEDIAAN HAIR TONIC KOMBINASI EKSTRAK ETANOL DAUN BAYAM (Amaranthus Hybridus L. ) DAN AKAR ALANG - ALANG (Imperata Cylindrica) PADA TIKUS PUTIH JANTAN GALUR WISTAR (Ratus norvegicus L.) Luh Ade Dian Martines; Rizka Aisyah; Iyan Hardiana
Jurnal Kesehatan Sundaram Vol. 2 No. 1 (2025): JKS
Publisher : LPPM STIKes Buleleng

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52073/7p93c047

Abstract

Hair tonic merupakan sediaan cair yang digunakan sebagai penumbuh dan penyubur rambut yang biasanya berasal dari ekstrak tanaman dan campuran bahan kimia lainnya. Beberapa ekstrak tanaman yang mengandung flavanoid digunakan sebagai formulasi hair tonic untuk menambah aktivitas pertumbuhan rambut salah satunya ekstrak daun bayam dan akar alang – alang. Tujuan penelitian ini untuk menganalisa pengaruh pemberiaan sediaan hair tonic kombinasi ekstrak etanol daun bayam (Amaranthus Hybridus L.) dan akar alang – alang  (Imperata cylindrica) untuk penumbuh rambut pada hewan uji tikus. Jenis penelitian ini adalah penelitian eksperimen laboratorium dengan uji One-Way ANOVA dilanjutkan dengan uji BNT. Pada penelitian ini digunakan 24 ekor tikus jantan dan dibagi menjadi 4 kelompok besar yaitu  kelompok kontrol yang terdiri dari kontrol positif  dan kontrol negatif  kelompok perlakuan yang terdiri dari sediaan hairtonic konsentrasi 25% dan sediaan hairtonic konsentrasi 35% . Hasil penelitian menunjukkan terdapat perbedaan bermakna antara kelompok perlakuan dan kelompok kontrol  (p<0.05) . Sediaan hair tonic konsentrasi 35% menunjukkan hasil paling efektif dalam mempercepat pertumbuhan rambut dengan rata – rata 13.21 ± 2.34 mm.
UJI EFEKTIVITAS ANTIDIARE EKSTRAK ETANOL DAUN PEPAYA CALIFORNIA (Carica Papaya L.) PADA MENCIT JANTAN (Mus musculus) Made Edi Putra Darsika Putra Darsika; Ari Permana Putra; Rizka Aisyah
Jurnal Kesehatan Sundaram Vol. 2 No. 1 (2025): JKS
Publisher : LPPM STIKes Buleleng

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52073/8d1jxn23

Abstract

Diare merupakan penyakit endemis khususnya di Negara berkembang seperti Indonesia dan penyakit yang berpotensi megalami Kejadian Luar Biasa (KLB) yang sering disertai dengan kematian. Salah satu tanaman yang bisa digunakan sebagai antidiare yaitu daun pepaya. Daun pepaya mengandung senyawa flavanoid, tanin, dan saponin yang digunakan sebagai antidiare. Tujuan penelitian ini untuk Untuk mengetahui gambaran aktivitas antidiare ektrak etanol daun pepaya (Carica Papaya L.) pada mencit jantan (Mus musculus). Jenis penelitian ini adalah penelitian eksperimen laboratorium dengan uji One- Way ANOVA dilanjutkan dengan uji LSD. Pada penelitian ini terdiri dari kontrol positif (Loperamide), kontrol negatif (Na-CMC), kelompok EEDP 300 gr/mg bb, dan kelompok EEDP 600 gr/mg bb. Hasil penelitian mendapatkan hasil bahwa daun pepaya memiliki aktivitas antidiare yang baik dimana pada uji ANOVA menunjukkan hasil jika nilai 0.000.< 0.05 maka terdapat perbedaan dalam setiap kelompok perlakuan. Dan berdasarkan hasil uji LSD menyatakan bahwa kelompok kontrol negatif terhadap kontrol positif, EEDP 300 gr/mg bb dan EEDP 600 gr/mm bb.