cover
Contact Name
Iyan Hardiana
Contact Email
iyanhardiana@gmail.com
Phone
+6282226669313
Journal Mail Official
jurnalkesehatansundaram@gmail.com
Editorial Address
Jl. Raya Air Sanih Km. 11 Bungkulan
Location
Kab. buleleng,
Bali
INDONESIA
Jurnal Kesehatan Sundaram
ISSN : -     EISSN : 30646359     DOI : https://doi.org/10.52073/
Core Subject :
Jurnal Kesehatan Sundaram merupakan jurnal yang diterbitkan oleh Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Buleleng sebagai media informasi dan komunikasi bagi para peneliti, praktisi dan akademisi dalam bidang ilmu kesehatan. Adapun focus dan scope dalam Jurnal ini yaitu semua kegiatan pelayanan publik di bidang kesehatan. Jurnal ini diterbitkan 2 kali dalam setahun pada bulan Januari dan Juli. Terbitan pertama Jurnal ini adalah tahun 2024. Tim Redaksi mengundang para ilmuwan, cendekiawan, profesional, dan peneliti untuk mempublikasikan hasil penelitiannya setelah seleksi naskah, dengan peer review dan proses editing. Focus and Scope: Nursing, midwifery, and Pharmacy
Arjuna Subject : -
Articles 44 Documents
PERBEDAAN DEPRESI LANSIA DI PANTI SOSIAL TRESNA WERDHA JARA MARAPATI DENGAN LANSIA DIKOMUNITAS WILAYAH BANJAR KUTUH MERNATING DESA CEMPAGA Ni Ketut Putri Mertha Sari; I Dewa Ayu Rismayanti; Ni Luh Putu Trisna Dewi; Ni Luh Linda Ayuni Tania; I Made Sundayana
Jurnal Kesehatan Sundaram Vol. 2 No. 1 (2025): JKS
Publisher : LPPM STIKes Buleleng

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52073/trxapf36

Abstract

Pendahuluan: Lanjut usia atau lansia adalah individu yang mencapai usia 60 tahun atau lebih. Terjadinya peningkatan jumlah lansia sebanyak 2,4% dari tahun 2010-2020 menurut BPS. Lansia mengalami berbagai perubahan, seperti penurunan fungsi tubuh, organ dalam, kekuatan fisik, kognitif, atau daya ingat, serta penurunan aktivitas sehari-hari. Perubahan-perubahan ini dapat menyebabkan masalah psikologis, terutama depresi pada lansia. Depresi pada lansia menempati urutan ke empat penyakit dunia pada tahun 2020 dan diperkirakan akan terus meningkat Tujuan: penelitian ini untuk mengetahui Perbedaan tingkat depresi lansia di Panti Sosial dan di lingkungan keluarga. Metode Penelitian: Desain penelitian yang digunakan adalah deskriptif analitik dengan pendekatan cross sectional. Observasi dilakukan terhadap 42 lansia di panti dan 50 lansia dikomunitas dengan menggunakan Teknik total sampling dan cluster sampling. Data dianalisis secara univariat dan bivariat menggunkan Uji t independent. Hasil: penelitian menunjukkan bahwa lansia di panti sebagian besar berusia antara 76-90 tahun, sebanyak 19 orang (38,0%). Mayoritas lansia di panti adalah perempuan, sebanyak 32 orang (64,0%). Sementara itu, lansia di lingkungan keluarga sebagian besar berusia antara 60-74 tahun, sebanyak 38 orang (68,0%), dengan mayoritas perempuan sebanyak 29 orang (58,0%).Berdasarkan pengisian kuisioner Geriatric Depression Scale (GDS), ditemukan bahwa 23 lansia di panti mengalami depresi sedang (46,0%) dengan rata-rata skor depresi 18,746. Sebaliknya, 37 lansia di lingkungan keluarga tidak mengalami depresi atau normal (74,0%) dengan rata-rata skor depresi 1,240. Kesimpulan: Adanya perbedaan yang signifikan tingkat depresi lansia di panti dan lansia di komunitas
TELAAH FAKTOR YANG MEMPENGARUHI MEDICATION ERROR FASE DISPENSING PADA RESEP BPJS DI INSTALASI FARMASI RUMAH SAKIT PMI BOGOR PERIODE JULI-AGUSTUS 2024 Ghiesta Nurshaelawaty; Rahmadhani Tyas Angganawati; Rhamal Amir
Jurnal Kesehatan Sundaram Vol. 3 No. 2 (2026): JKS
Publisher : LPPM STIKes Buleleng

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52073/32ag4748

Abstract

Medication error merupakan kejadian yang dapat merugikan  pasien akibat adanya kesalahan pemakaian obat selama dalam penanganan tenaga kesehatan yang sebenarnya dapat dicegah. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi bentuk dan persentase medication error serta menganalisis faktor yang paling berpengaruh pada fase dispensing di Instalasi Farmasi RS PMI Bogor sebagai bahan evaluasi serta meningkatkan pelayanan kefarmasian agar memenuhi standar pelayanan minimal tidak diperbolehkan adanya kesalahan terhadap pemberian obat-obatan. Jenis penelitian yang dilakukan merupakan penelitian analitik observasional. Pengambilan data dilakukan dengan metode cross sectional. Populasi adalah resep pasien, dengan jumlah sampel resep pasien rawat jalan  sebanyak 374 dengan 19 responden dan pada resep pasien rawat inap sebanyak 385 dengan 22 responden. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terjadinya medication error fase dispensing di Instalasi Farmasi RS PMI Bogor ditemukan pada verifikasi akhir sebelum penyerahan sehingga obat yang diberikan ke pasien telah diperbaiki. Medication error pada fase dispensing resep rawat jalan terjadi pada pada kategori etiketnya salah, tertukar atau tidak lengkap sekitar 2,14%, kesalahan pengambilan jumlah obat 1,60%, kesalahan pengambilan obat (jenis, dan potensi) 0,53%, obat ada yang kurang (omission) 0,53%, salinan resep tidak lengkap atau tidak dibuatkan sebanyak 0,27%. Medication error pada fase dispensing resep rawat inap terjadi pada kategori kesalahan pengambilan jumlah obat 2,34%, etiketnya salah, tertukar atau tidak lengkap sekitar 1,82%, kesalahan pengambilan obat (jenis dan potensi) 0,52%. Analisis data menggunakan analisis regresi logistik. Hasil analisis yang paling berpengaruh terhadap medication error adalah variabel gangguan/interupsi bekerja dengan nilai signifikansi 0.002.
UJI AKTIVITAS ANTIJAMUR SEDIAAN OBAT KUMUR EKSTRAK METANOL DAUN INTARAN BALI (Azadiractha Indica A. Juss) TERHADAP JAMUR Candida albicans Krisna Wardani Saputra; Ari Permana Putra; Eric Kurnia Abdillah
Jurnal Kesehatan Sundaram Vol. 3 No. 2 (2026): JKS
Publisher : LPPM STIKes Buleleng

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52073/z9bg6w83

Abstract

Infeksi Candida albicans merupakan penyebab utama kandidiasis oral. Penelitian ini mengkaji efektivitas tanaman intaran Bali sebagai bahan antijamur dalam sediaan obat kumur. Ekstrak daun intaran diperoleh melalui proses maserasi untuk kemudian diformulasikan menjadi tiga formula obat kumur F1 (2,5%), F2 (5%) dan F3 (10%). Evaluasi mencakup pengujian karakteristik fisik seperti uji organoleptis, pH, viskositas, dan bobot jenis. Stabilitas dilakukan selama 28 hari, serta aktivitas anti jamur menggunakan metode difusi sumuran. Pengujian antijamur membandingkan ketiga formula dengan kontrol positif berupa obat kumur komersial Total care™ dan kontrol negatif berupa basis obat kumur tanpa ekstrak. Meski semua formulasi menunjukkan stabilitas fisik yang memenuhi standar sepanjang masa penyimpanan, namun tidak satu pun formula yang menghasilkan zona hambat terhadap pertumbuhan Candida albicans. Hasil ini mengindikasikan bahwa meskipun sediaan obat kumur ekstrak daun intaran Bali stabil secara fisik, potensi anti jamurnya terhadap Candida albicans tidak terdeteksi dengan metode yang digunakan dalam penelitian ini. Perlu dilakukan penelitian lanjutan tentang senyawa metabolit yang memiliki aktivitas anti jamur dalam kandungan daun intaran Bali.
UJI AKTIVITAS ANTIBAKTERI FRAKSI ETANOL-AIR DAN FRAKSI ETIL ASETAT DARI EKSTRAK ETANOL DAUN SIRIH HIJAU (Piper betle L.) TERHADAP BAKTERI Staphylococcus aureus ATCC 25923 Desak Komang Diah Anggraeni Putri; Ari Permana Putra; Ni Made Raningsih
Jurnal Kesehatan Sundaram Vol. 3 No. 2 (2026): JKS
Publisher : LPPM STIKes Buleleng

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52073/nhvvj027

Abstract

Daun sirih hijau (Piper betle L.) merupakan tanaman herbal yang dikenal luas di Indonesia dan memiliki berbagai kandungan senyawa metabolit sekunder seperti flavonoid, saponin, tanin, steroid, dan minyak atsiri yang berkhasiat sebagai antibakteri. Penelitian ini bertujuan untuk menguji aktivitas antibakteri fraksi etanol-air dan fraksi etil asetat dari ekstrak etanol daun sirih hijau terhadap bakeri Staphylococcus aureus ATCC 25923. Ekstraksi dilakukan dengan metode maserasi menggunakan etanol 96% kemudian di fraksinasi dengan metode cair-cair menggunakan pelarut n-heksana, etil asetat, dan aqua destilata. Uji aktivitas antibakeri dilakukan dengan menggunakan metode difusi sumuran pada enam variasi konsentrasi (fraksi etanol-air konsentrasi 5%, 10%, dan 15% serta fraksi etil asetat konsentrasi 5%, 10%, dan 15%), kontrol positif (amoksisilin) dan kontrol negatif (aqua destilata). Hasil uji menunjukkan bahwa fraksi etanol-air tidak memberikan efek antibakteri pada seluruh konsentrasi, sedangkan fraksi etil asetat menunjukkan aktivitas antibakeri yang kuat hingga sangat kuat, dengan diameter zona hambat terbesar pada konsentrasi 15% (25,8mm). Uji statistik Mann-Whitney menunjukkan bahwa fraksi etil asetat memiliki perbedaan yan signifikan dibandingkan kontrol negatif dan fraksi etanol-air (p<0,05). Hal ini menunjukkan bahwa fraksi etil asetat dari ekstrak daun sirih hijau memiliki aktivitas antibakeri yang signifikan terhadap bakeri Staphylococcus aureus ATCC 25923, terutama pada konsentrasi yang lebih tinggi, sehinga berpotensi dikembangkan sebagai alternatif antibakeri alami.
KERASIONALAN PENGGUNAAN OBAT ANTI DIABETES PADA PASIEN DIABETES MELITUS TIPE II DI RUMAH SAKIT KERTHA USADA Putu Agus Suartama; I Dewa Ayu Rismayanti; Iyan Hardiana; Retno Lisnawati; Ahmad Sahlan Baniu; I Made Sundayana
Jurnal Kesehatan Sundaram Vol. 3 No. 2 (2026): JKS
Publisher : LPPM STIKes Buleleng

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52073/cc4z4b66

Abstract

Diabetes Melitus merupakan suatu penyakit metabolik dengan karakteristik adanya hiperglikemia yang disebabkan karena suatu kelainan atau gangguan, kerja insulin ataupun kedua-duanya. Berdasarkan karakteristik diperoleh data yaitu sebagian besar responden yang jenis kelamin adalah laki-laki sebanyak 25 iorang (29,4%) dan perempuan sebanyak 21 iorang (24,7%). Karakteristik berdasarkan umur 25-35 tahun sebanyak 1 orang (1,2%), 36-45 sebanyak 3 orang (3,55), i46 56 sebanyak 10 orang (11,8%) idan i i>56 isebanyak i32 iorang (37,6%). Berdasarkanipada ketepatan iindikasi Sebagian besar responden tepat indikasi sebanyak 46 orang (100%), ketepatan obat Sebagian besar responden tepat obat sebanyak 35 orang (41,2 %) dan tidak tepat obat sebanyak 11 orang (12,9 %), tepat dosis sebanyak 46 orang (100%). Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa terdapat ketidak rasionalisasi penggunaan obat antidiabetes pada pasien diabetes melitus tipe II di Rumah Sakit Kertha Usada pada periode Januari-Juni 2023.
FORMULASI DAN UJI AKTIVITAS ANTIOKSIDAN PADA HANDBODY LOTION EKSTRAK BUNGA KAMBOJA PUTIH(Plumeria Acuminata) Putu Rhisa Joy Nirvani; Rizka Aisyah; Reza Ismail Abdul Rahman
Jurnal Kesehatan Sundaram Vol. 3 No. 2 (2026): JKS
Publisher : LPPM STIKes Buleleng

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52073/cz65pb85

Abstract

Paparan sinar ultraviolet (UV) secara berlebihan dapat menimbulkan berbagai permasalahan kulit seperti keriput, hiperpigmentasi, hingga penuaan dini. Salah satu solusi yang dapat diterapkan adalah penggunaan produk perawatan kulit topikal yang mengandung senyawa antioksidan. Penelitian ini bertujuan untuk merancang dan mengevaluasi formulasi handbody lotion berbahan dasar ekstrak bunga kamboja putih (Plumeria acuminata), serta menilai potensi aktivitas antioksidannya melalui metode DPPH. Ekstrak diperoleh melalui teknik maserasi menggunakan etanol 70%, dan diformulasikan dalam empat variasi konsentrasi : 0% (kontrol), 0,5%, 1%, dan 1,5%. Pengujian dilakukan terhadap karakteristik fisik (warna, bau, tekstur), homogenitas, pH, viskositas, daya sebar, daya lekat, serta kestabilan produk selama penyimpanan. Hasil pengujian menunjukkan bahwa semua formulasi memenuhi standar kualitas fisik yang baik. Uji antioksidan menunjukkan bahwa formulasi dengan konsentrasi 1,5% memiliki aktivitas yang cukup tinggi berdasarkan nilai IC₅₀, yang masuk dalam kategori antioksidan kuat. Dengan demikian, ekstrak bunga kamboja putih menunjukkan potensi sebagai bahan aktif alami dalam sediaan handbody lotion yang berfungsi melindungi kulit dari kerusakan akibat radikal bebas.
PENGARUH METODE ENHANCED RECOVERY AFTER CESAREAN SURGERY (ERACS) TERHADAP PENYEMBUHAN LUKA DAN MOBILISASI DINI RESPONDEN POST SECTIO CAESAREA DI RSU KERTHA USADA, SINGARAJA, KABUPATEN BULELENG, BALI I Wayan Antariksawan; Sundayana I Made; Widiarta Gede Budi; Yudi Aryawan Kadek
Jurnal Kesehatan Sundaram Vol. 2 No. 2 (2025): JKS
Publisher : LPPM STIKes Buleleng

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52073/dxjydv63

Abstract

Persalinan merupakan proses alami bagi seorang Ibu yang terjadi pengeluaran hasil konsepsi (janin dan plasenta) yang cukup bulan (37-42 minggu). Terdapat dua metode persalinan, yaitu persalinan melalui vagina yang dikenal dengan persalinan alami dan persalinan Caesar atau Sectio Caesarea (SC). Persalinan sectio caesarea (SC) merupakan proses pembedahan untuk melahirkan janin melalui irisan pada dinding perut dan rahim. Peneliti ingin mengetahui adanya pengaruh metode enhanced recovery after cesarean surgery (ERACS) terhadap penyembuhan luka dan mobilisasi dini responden post sectio caesarea di RSU Kertha Usada, Singaraja Desain penelitian kuantitatif dengan posttest-only control group design mengambil sampel penelitian diperoleh 17 orang pasien SC dengan ERACS. Teknik sampling yang digunakan adalah Non Probality Sampling dengan teknik sampling purposive sampling dan instrumen pengumpulan data menggunakan lembar observasi mobilisasi dan penyembuhan luka. Analisa data menggunakan uji Wilcoxon dengan taraf signifikansi 5% didapatkan nilai sig. (2-tailed) sebesar 0,000 jadi 0,000 > α (0,05) maka dapat disimpulkan bahwa terdapat pengaruh yang signifikan antara pemberian Metode Enhanced Recovery After Cesarean Surgery (ERACS) Terhadap Penyembuhan Luka dan Mobilisasi Dini Responden Post Sectio Caesarea Di RSU Kertha Usada, Singaraja, Kabupaten Buleleng, Bali.
FORMULASI DAN UJI STABILITAS BODYSCRUB PADA EKSTRAK BUNGA KAMBOJA PUTIH (Plumeria acuminata) SEBAGAI EXFOLIANT Luh Putu Pira Sepianti; Rizka Aisyah; Luh Putu Desy Puspaningrat
Jurnal Kesehatan Sundaram Vol. 3 No. 2 (2026): JKS
Publisher : LPPM STIKes Buleleng

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52073/rekbfg74

Abstract

Indonesia merupakan negara tropis dengan tingkat intensitas radiasi UV yang kuat, ditambah adanya polusi udara akibat asap pabrik dan kendaraan bermotor yang memperparah efek radikal bebas penyebab kerusakan kulit. Pengaruh lingkungan menyebabkan terganggunya keseimbangan pada kulit, sehingga kulit menjadi kering dan bersisik yang disebabkan oleh adanya penumpukan sel-sel kulit mati. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui ekstrak bunga kamboja putih dapat diformulasikan untuk sediaan bodyscrub. Juga bertujuan untuk mengetahui formulasi dan uji stabilitas pada sediaan bodyscrub ekstrak bunga kamboja putih serta untuk mengevaluasi pengujian sediaan bodyscrub pada ekstrak bunga kamboja. Ekstrak diperoleh melalui maserasi dengan etanol 70% dan diformulasikan dalam empat sediaan dengan konsentrasi F0 sebagai kontrol, 1,5%, 2,5%, dan 3,5%. Pengujian dilakukan dengan mengamati karakter fisik pada uji organoleptis, uji homogenitas, uji pH, uji daya lekat, uji daya sebar, dan uji stabilitas sediaan dalam penyimpanan. Hasil pengujian pada sediaan memenuhi kualitas fisik yang baik pada keempat formulasi sediaan. Hasil pengujian antioksidan menunjukkan hasil aktivitas antioksidan yang sangat tinggi pada konsentrasi 3,5% dengan nilai IC₅₀ sebesar 19,364 µg/mL. Hasil uji iritasi pada 8 responden sukarela wanita menunjukkan tidak adanya iritasi setelah dilakukan perlakuan selama 24 jam. Hal ini menunjukkan bahwa formulasi sediaan bodyscrub ekstrak bunga kamboja putih baik dan tidak mengiritasi kulit.
FORMULASI DAN UJI AKTIVITAS ANTIBAKTERI GEL EKSTRAK BUNGA KAMBOJA PUTIH(Plumeria acuminate, W. T. Ait) TERHADAP BAKTERI Staphylococcus epidermidis Ketut Rika Hariyati; Rizka Aisyah; Ni Made Raningsih
Jurnal Kesehatan Sundaram Vol. 3 No. 2 (2026): JKS
Publisher : LPPM STIKes Buleleng

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52073/n3r2vt24

Abstract

Salah satu penyakit kulit yang sering di keluhkan oleh remaja adalah jerawat. Salah satu faktor yang menyebabkan jerawat adalah akibat infeksi bakteri Staphylococcus epidermidis. Bunga Kamboja Putih (Plumeria acuminate. W. T. Ait) merupakan tumbuhan yang memiliki potensi sebagai antibakteri. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui uji mutu fisik dari sediaan gel, stabilitas gel, dan aktivitas antibakterigel dalam menghambat pertumbuhan bakteri Staphylococcus epidermidis. Metode yang digunakan adalah metode maserasi, pembuatan sediaan gel, uji mutu fisik sediaan gel (uji organoleptis, homogenitas, pH, daya sebar, dan daya lekat), uji stabilitas sedian dilakukan selama 28 hari dan uji aktivitas daya hambat antibakteri dengan menggunakan metode difusi agar sumuran menggunakan kelompok perlakuan FI 5%, FII 10%, FIII15%, kontrol positif gel klindamycin serta kontrol negatif basis gel tanpa ekstrak. Hasil analisis oneway Anova pada pengujian stabilitas di dapatkan nilai signifikan (p>0,05) yang artinya tidak di dapatkan perbedaan bermakna pada kelompok. Hasil analisi daya hambat antibakteri di dapatkan nilai signifikan (p>0,05) yang artinya data terdistribusi normal dan hasil Sig.1.000 yang artinya tidak didapatkan perbedaan yang bermakna pada setiap kelompok. Hasil penelitian ini di dapatkan Formulasi gel ekstrak bunga kamboja putih (Plumeria acuminate.W.T.Ait) konsentrasi 5%, 10%, 15% memiliki uji mutu fisik baik dan stabilitas yang stabil selama masa penyimpanan. Pada uji aktivitas daya hambat antibakteri pada Formulasi I (5%) didapatkan hasil Kategori 11,76±1,48 mm kategori sangat kuat, Formulasi II (10%) 10,12±2,0 mm kategori Kuat, dan Formulasi III (15%) 8,8±1,72mm kategori sedang. 
ANALISIS HUBUNGAN POTENSIAL INTERAKSI OBAT TERHADAP PENCAPAIAN TARGET TEKANAN DARAH PASIEN GERIATRI PENDERITA HIPERTENSI DI BANGSAL RAWAT INAP RSUD KABUPATEN BULELENG I Gede Angga Putra Astra Dinata; Silvia Anggraeni; Lestari Nugrahini; Retno Lisnawati; Boy Yunaidy; Ivans Panduwiguna
Jurnal Kesehatan Sundaram Vol. 3 No. 1 (2026): JKS
Publisher : LPPM STIKes Buleleng

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52073/qpe76632

Abstract

Pasien geriatri dengan hipertensi sering kali menerima polifarmasi, yang meningkatkan risiko potensial interaksi obat. Namun, dampak klinis dari PIO terhadap pencapaian target terapi utama, seperti kontrol tekanan darah, masih memerlukan penelitian lebih lanjut, terutama dalam konteks lokal. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara potensi interaksi obat dengan pencapaian target tekanan darah pada pasien geriatri penderita hipertensi di RSUD Kabupaten Buleleng. Penelitian ini menggunakan desain deskriptif dengan(cross-sectional) dan pengambilan data secara retrospektif dari rekam medis pasien periode Januari–Juli 2024. Sampel diambil menggunakan teknik total sampling yang memenuhi kriteria inklusi dan eksklusi, dengan total 177 rekam medis yang dianalisis. Identifikasi potensi interaksi obat dilakukan menggunakan basis data Interaction Checker. Analisis data dilakukan secara univariat untuk mendeskripsikan karakteristik dan bivariat menggunakan uji korelasi Spearman-Rank untuk menganalisis hubungan, dengan tingkat kemaknaan p < 0,05. Mayoritas pasien adalah perempuan (52,54%) dengan kelompok usia terbanyak 60-74 tahun (75,14%). Golongan antihipertensi yang paling banyak digunakan adalah Calcium Channel Blocker (CCB) (31,73%) dan Angiotensin Receptor Blocker (ARB) (30,03%). Potensi interaksi obat ditemukan pada 84,18% pasien, dengan tingkat keparahan terbanyak adalah moderate (78,53%). Meskipun demikian, sebanyak 84,18% pasien berhasil mencapai target tekanan darah. Hasil uji Spearman-Rank menunjukkan tidak ada hubungan yang signifikan secara statistik antara potensi interaksi obat dengan pencapaian target tekanan darah (p = 0,749). Kesimpulan: Potensi interaksi obat sangat umum terjadi pada pasien geriatri penderita hipertensi di RSUD Kabupaten Buleleng, namun tidak ditemukan hubungan yang signifikan secara statistik dengan keberhasilan pencapaian target tekanan darah pada populasi studi ini.