cover
Contact Name
Elazhari
Contact Email
datab2411@gmail.com
Phone
+6281219737675
Journal Mail Official
lemkomindo.jlas@gmail.com
Editorial Address
Jl.Balai Desa, Gg. Arseto, Kel. T.Deli, Kec. Medan Amplas-Medan-Sumatera Utara
Location
Kota medan,
Sumatera utara
INDONESIA
Journal Liaison Academia and Society
ISSN : 27980871     EISSN : 27980871     DOI : https://doi.org/10.58939/j-las
Core Subject :
Jurnal ini menyediakan akses terbuka secara langsung terhadap kontennya, berdasarkan prinsip bahwa penyediaan hasil penelitian bagi publik mendukung pertukaran pengetahuan global yang lebih luas.
Arjuna Subject : -
Articles 195 Documents
Paparan Potongan Film The Conjuring: Last Rites pada Akun TikTok warnerbrosid terhadap Intensi Menonton Mahasiswa Komunikasi Digital dan Media Naura Kirana Maheswari; Wahyu Budi Priatna; Leonard Dharmawan
Journal Liaison Academia and Society Vol 1 No 1: Maret 2026
Publisher : Lembaga Komunikasi dan Informasi Dosen

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58939/j-las.v1i1.1334

Abstract

Media sosial kini menjadi salah satu saluran utama bagi industri film dalam melakukan promosi digital. Platform TikTok, dengan format video singkat dan interaktif, memberikan ruang baru bagi penyebaran potongan film yang mampu menarik perhatian audiens muda. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh paparan potongan film The Conjuring: Last Rites pada akun TikTok warnerbrosid terhadap intensi menonton mahasiswa Program Studi Komunikasi Digital dan Media IPB University. Pendekatan yang digunakan adalah kuantitatif dengan metode survei korelasional terhadap 32 responden menggunakan teknik total sampling. Data diperoleh melalui kuesioner daring dengan 16 butir pertanyaan dan dianalisis menggunakan uji validitas, reliabilitas, serta korelasi Spearman Rank. Hasil penelitian menunjukkan seluruh item dinyatakan valid dan reliabel, serta terdapat hubungan positif dan signifikan antara paparan potongan film dan intensi menonton dengan nilai koefisien korelasi sebesar 0,663 dan signifikansi 0,001 0,05. Artinya, semakin sering mahasiswa terpapar potongan film di TikTok, semakin tinggi pula intensi mereka untuk menonton film tersebut di bioskop. Temuan ini mendukung teori Stimulus"Organism"Response (SOR) yang menjelaskan bahwa stimulus visual dapat menimbulkan respons emosional berupa rasa penasaran dan keinginan menonton, serta teori Uses and Gratifications yang menegaskan bahwa audiens secara aktif menggunakan media sosial untuk memenuhi kebutuhan hiburan dan informasi. Secara praktis, penelitian ini menunjukkan bahwa TikTok efektif digunakan sebagai media promosi digital bagi industri perfilman dalam menjangkau audiens muda di era komunikasi visual. Selain itu, penelitian ini menyarankan agar industri film memaksimalkan penggunaan potongan adegan yang kuat secara emosional untuk meningkatkan engagement. Mahasiswa diharapkan lebih selektif dalam menilai konten promosi yang mereka konsumsi di media sosial serta penelitian selanjutnya dapat memperluas jumlah sampel atau membandingkan efektivitas promosi antarplatform digital.
Pengelolaan Konten Media Sosial Instagram BRMPVETERINER Sebagai Media Branding Devi Nurfitriani; Leonard Dharmawan
Journal Liaison Academia and Society Vol 1 No 1: Maret 2026
Publisher : Lembaga Komunikasi dan Informasi Dosen

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58939/j-las.v1i1.1335

Abstract

Penelitian ini menganalisis pengelolaan konten akun Instagram brmpveteriner sebagai alat branding bagi lembaga pemerintah di sektor kesehatan hewan. Tujuan penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan pengelolaan konten dan mengidentifikasi tantangan yang dihadapi. Dengan menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif, data diperoleh melalui observasi, wawancara, partisipasi aktif, dan tinjauan pustaka. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengelolaan konten BRMP Veteriner berkontribusi dalam memperkuat identitas merek, citra merek, kesadaran merek, dan keterlibatan merek. Strategi yang digunakan meliputi konsistensi visual dan komunikasi dua arah untuk membangun citra lembaga yang profesional dan informatif. Tantangan utama yang dihadapi antara lain keterbatasan sumber daya manusia, waktu produksi, perencanaan konten yang kurang optimal, dan adaptasi terhadap tren media sosial. Namun, kreativitas konten dapat meningkatkan keterlibatan audiens dan memperkuat branding lembaga.
Intensitas Penggunaan Instagram terhadap Perolehan Informasi Akademik Mahasiswa di Kota Bogor Cigy Aiko Saraswati; Hudi Santoso; Enden Darjatul Ulya; Rici Tri Harpin Pranata
Journal Liaison Academia and Society Vol 1 No 1: Maret 2026
Publisher : Lembaga Komunikasi dan Informasi Dosen

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58939/j-las.v1i1.1336

Abstract

Penggunaan Instagram di kalangan mahasiswa Kota Bogor untuk mencari informasi akademik sangat intensif. Namun, terdapat kesenjangan pemahaman apakah tingginya intensitas penggunaan tersebut berkorelasi positif dengan keberhasilan perolehan informasi. Tujuan penelitian ini dilakukan guna menganalisis hubungannya antara Intensitas Penggunaan Instagram (X), yang diukur melalui Teori Uses and Gratifications 2.0, dengan Perolehan Informasi Akademik (Y), yang diukur melalui Model MAIN. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif korelasional. Data dikumpulkan dalam bentuk kuesioner online terhadap 97 responden mahasiswa di Kota Bogor dan dengan analisisnya menerapkan Uji Korelasi Rank Spearman. Hasil penelitiannya ini menunjukkan senilai 0,747 nilai koefisien korelasi (r) dari nilai sig. 0,001. Temuan ini membuktikan terdapatnya hubungan secara signifikan, positif, dan kuat antara intensitas penggunaan Instagram dengan perolehan informasi akademik. Simpulan ini mengindikasikan bahwasanya bertambah tinggi intensitas mahasiswa dalam menggunakan Instagram, makin tingginya juga tingkat keberhasilan mereka dalam memperoleh informasi akademik.
Analisis Digitalisasi Desa Sebagai Arena Pertarungan Birokrasi: Studi Kasus Inovasi, Resistensi, dan Reformasi di Desa Bergas, Semarang Tia Nur Aisyah; Ramanda Sheva Aurellia; Princess Ngozi Chika Agbu; Nurdin Nurdin; Gema Pertiwi
Journal Liaison Academia and Society Vol 1 No 1: Maret 2026
Publisher : Lembaga Komunikasi dan Informasi Dosen

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58939/j-las.v1i1.1337

Abstract

Digitalisasi pemerintahan desa menjadi agenda strategis nasional, namun implementasinya di tingkat lokal masih menghadapi kesenjangan, baik dari sisi infrastruktur, kapasitas aparatur, maupun dinamika kekuasaan birokrasi. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis bagaimana proses digitalisasi di Desa Bergas tidak hanya berfungsi sebagai inovasi pelayanan publik, tetapi juga sebagai arena pertarungan birokrasi dan relasi kekuasaan lokal. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus berbasis kajian literatur melalui penelusuran dokumen kebijakan, laporan resmi desa, literatur akademik, serta publikasi media. Hasil penelitian menunjukkan bahwa digitalisasi di Desa Bergas mampu meningkatkan transparansi, mempercepat administrasi, dan membuka akses informasi publik, namun di saat yang sama memunculkan resistensi dari aparat desa senior yang kesulitan beradaptasi dan merasa kehilangan otoritas dalam sistem yang lebih terbuka. Proses digitalisasi juga memperlihatkan bahwa penguasaan data menjadi sumber kekuasaan baru yang memengaruhi pola relasi internal birokrasi. Temuan ini menegaskan bahwa digitalisasi tidak dapat dipahami semata sebagai proses teknis, tetapi berkaitan erat dengan budaya organisasi, struktur kekuasaan, dan kesiapan sumber daya manusia. Penelitian menyimpulkan bahwa keberhasilan digitalisasi desa bergantung pada dukungan infrastruktur, pelatihan aparatur, perubahan budaya kerja, serta tata kelola yang memastikan pemanfaatan teknologi berlangsung inklusif dan berkelanjutan. Saran yang diberikan meliputi penguatan kapasitas aparatur desa, peningkatan literasi digital masyarakat, serta integrasi digitalisasi dengan reformasi birokrasi secara lebih komprehensif.
Pendampingan Kelompok Tani dalam Pembuatan Eco Enzyme untuk Pemulihan Lahan Pasca Banjir di Desa Lubuk Sidup Kecamatan Sekerak Kabupaten Aceh Tamiang Leni Handayani; Sri Wahyuni; Dian Habibie; Riska Safitri Siregar; Zilan Ramadhan
Journal Liaison Academia and Society Vol 1 No 1: Maret 2026
Publisher : Lembaga Komunikasi dan Informasi Dosen

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58939/j-las.v1i1.1338

Abstract

Pendampingan pembuatan Eco Enzyme bertujuan untuk menciptakan kesadaran akan pentingnya pengelolaan limbah pertanian dengan cara yang inovatif. Melibatkan Kelompok Tani Lubuk Madu Sembilan dalam kegiatan ini sangat strategis, karena mereka tidak hanya memiliki pengetahuan lokal yang mendalam, tetapi juga memiliki peranan penting dalam pengembangan ekonomi keluarga. Namun, perubahan pola pikir dan keterampilan dalam pengolahan serta pemasaran produk tidak dapat terjadi dalam waktu singkat. Diperlukan upaya kolaboratif antara mitra dan para akademisi. Program pendampingan ini diharapkan dapat menciptakan jaringan yang solid antar pelaku usaha lokal dan membantu dalam mengatasi tantangan yang dihadapi, mulai dari proses produksi, manajemen usaha, hingga aspek pemasaran digital, serta peneglolaan keuangan menjadi lebih baik. Program Mahasiswa Berdampak, Pemberdayaan Masyarakat dilakukan dengan menggunakan metode observasi, pelatihan dan pendampingan. Agar proses pelatihan dapat terlaksana dengan baik dan mudah dipahami oleh mitra (kelompok tani) maka dilakukan dengan beberapa tahapan, yaitu ceramah, diskusi/tanya jawab, dan praktik langsung serta pendampingan. Kegiatan Program Mahasiswa Berdampak, Pemberdayaan masyarakat dilaksanakan bersama dengan kelompok mitra yaitu Kelompok Tani Lubuk Madu Sembilan Desa Lubuk Sidup Kecamatan Sekerak Kabupaten Aceh Tamiang. Dari kegiatan PMB yang dilakukan oleh tim Mahasiswa Berdampak UMN Al Washliyah dapat disimpulkan beberapa hal sebagai berikut : bahwa kontribusi besar dari kelompok tani peserta pelatihan terhadap pemulihan ekonomi peserta sangat berpengaruh besar dalam meningkatkan pengetahuan dan keterampilan cukup berdampak sangat baik. Dari kegiatan yang sudah berhasil dilakukan terlihat bahwa peserta dalam hal ini kelompok tani mengikuti kegiatan dengan sangat antusias dari awal hingga kegiatan selesai dilaksanakan. Berdasarkan hasil pre-test dan post-test menunjukkan bahwa terjadinya peningkatan yang signifikan baik itu pengetrahuan dan keterampilan mitra pendampingan
Peningkatan Literasi Politik dan Kapasitas Manajemen Masyarakat melalui Webinar Partisipasi Publik dan Tata Kelola Pemerintahan Daerah Digital Khairuddin Tampubolon; Anto Tulim; Marihot Manullang; Pin Pin; Darmawan Sriyanto; Chairina; Tina Herianty Masitah
Journal Liaison Academia and Society Vol 6 No 2: Juni 2026
Publisher : Lembaga Komunikasi dan Informasi Dosen

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58939/j-las.v6i2.1353

Abstract

Perkembangan teknologi digital telah mendorong perubahan dalam tata kelola pemerintahan daerah dan pola partisipasi masyarakat dalam kehidupan demokrasi. Namun, rendahnya literasi politik dan kemampuan manajemen masyarakat masih menjadi tantangan dalam mendukung implementasi pemerintahan daerah berbasis digital. Kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan literasi politik dan kapasitas manajemen masyarakat melalui webinar tentang partisipasi publik dan tata kelola pemerintahan daerah digital. Metode pelaksanaan kegiatan menggunakan pendekatan partisipatif melalui webinar daring yang melibatkan masyarakat umum, mahasiswa, aparatur pemerintah daerah, organisasi masyarakat, dan kelompok pemuda. Kegiatan dilaksanakan melalui tahapan persiapan, penyampaian materi, diskusi interaktif, evaluasi, dan tindak lanjut kegiatan. Materi yang diberikan meliputi literasi politik, partisipasi publik, pemerintahan digital, penggunaan layanan publik berbasis elektronik, serta penguatan kapasitas manajemen masyarakat di era digital. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pemahaman peserta mengenai pentingnya partisipasi publik dalam proses pemerintahan daerah digital, penggunaan teknologi informasi dalam pelayanan publik, serta kesadaran terhadap penggunaan media digital secara bijaksana. Selain itu, peserta juga memperoleh pemahaman mengenai pentingnya kolaborasi antara masyarakat dan pemerintah dalam menciptakan tata kelola pemerintahan yang transparan, akuntabel, dan partisipatif. Kegiatan webinar dinilai efektif sebagai media edukasi masyarakat karena mampu menjangkau peserta dari berbagai wilayah secara fleksibel dan interaktif. Dengan demikian, kegiatan ini diharapkan dapat mendukung penguatan demokrasi digital dan peningkatan kualitas partisipasi masyarakat dalam tata kelola pemerintahan daerah berbasis teknologi informasi.
Edukasi Smart Farming dan Penguatan Administrasi Desa Digital dalam Mendukung Ketahanan Pangan dan Ekonomi Masyarakat secara Daring M. Ikrar Budijaya; Ramadha Yanti Parinduri; Ahmad Nadhira; Ardi Ardi; Riyanti Riyanti; Dhea Agusty Ningrum; Vinna Pratiwi Agustyn
Journal Liaison Academia and Society Vol 6 No 2: Juni 2026
Publisher : Lembaga Komunikasi dan Informasi Dosen

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58939/j-las.v6i2.1354

Abstract

Perkembangan teknologi digital telah memberikan peluang besar dalam meningkatkan produktivitas sektor pertanian dan kualitas tata kelola pemerintahan desa melalui konsep smart farming dan administrasi desa digital. Namun, rendahnya literasi digital masyarakat desa masih menjadi kendala utama dalam optimalisasi pemanfaatan teknologi tersebut. Kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat ini bertujuan untuk memberikan edukasi mengenai smart farming dan penguatan administrasi desa digital dalam mendukung ketahanan pangan serta peningkatan ekonomi masyarakat secara daring. Metode pelaksanaan kegiatan menggunakan pendekatan partisipatif melalui webinar yang melibatkan masyarakat desa, kelompok tani, aparatur desa, dan pelaku usaha mikro. Kegiatan dilaksanakan melalui beberapa tahapan, yaitu persiapan, penyampaian materi, diskusi interaktif, evaluasi, dan tindak lanjut. Materi yang diberikan meliputi konsep smart farming, pemanfaatan teknologi pertanian digital, pengelolaan administrasi desa berbasis elektronik, serta strategi penguatan ekonomi masyarakat melalui digitalisasi desa. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pemahaman peserta mengenai penggunaan teknologi digital dalam sektor pertanian dan administrasi pemerintahan desa. Peserta juga menunjukkan peningkatan kesadaran terhadap pentingnya inovasi teknologi dalam mendukung ketahanan pangan dan pengembangan ekonomi masyarakat desa. Selain itu, metode webinar dinilai efektif karena mampu menjangkau peserta secara luas, fleksibel, dan interaktif. Dengan demikian, kegiatan ini diharapkan dapat mendukung percepatan transformasi digital di pedesaan serta memperkuat kemandirian ekonomi masyarakat berbasis teknologi informasi.
Pemberdayaan Kelompok Tani melalui Edukasi Manajemen Agribisnis, Literasi Keuangan, Perlindungan Hukum, dan Komunikasi Bahasa Inggris di Era Digital Yusri Yusri; Frederick Rudy Sentosa Rajagukguk; Jenda Ingan Mahuli; EIli Afrida; Doni Efrizah; Mohd. Idris Dalimunthe; Fider Lumban Batu
Journal Liaison Academia and Society Vol 6 No 2: Juni 2026
Publisher : Lembaga Komunikasi dan Informasi Dosen

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58939/j-las.v6i2.1355

Abstract

Pemberdayaan kelompok tani menjadi salah satu strategi penting dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat pedesaan di era digital yang ditandai dengan perubahan sistem ekonomi dan teknologi yang sangat cepat. Kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan kapasitas kelompok tani melalui edukasi manajemen agribisnis, literasi keuangan, perlindungan hukum, dan komunikasi bahasa Inggris dalam menghadapi tantangan globalisasi dan digitalisasi sektor pertanian. Metode pelaksanaan kegiatan menggunakan pendekatan partisipatif edukatif melalui pelatihan dan pendampingan yang dilakukan secara daring dan interaktif. Materi yang diberikan mencakup pengelolaan usaha tani berbasis agribisnis, pencatatan dan pengelolaan keuangan usaha, pemahaman dasar hukum pertanian, serta pengenalan istilah bahasa Inggris dalam konteks agribisnis global. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pemahaman dan keterampilan peserta dalam mengelola usaha pertanian secara lebih profesional, terstruktur, dan berorientasi pasar. Peserta juga menunjukkan peningkatan kesadaran akan pentingnya literasi keuangan dan perlindungan hukum dalam menjaga keberlanjutan usaha tani. Selain itu, kemampuan komunikasi bahasa Inggris dasar mulai berkembang sebagai bekal menghadapi pasar global. Metode pelatihan berbasis partisipatif dinilai efektif dalam meningkatkan keterlibatan dan pemahaman peserta. Kegiatan ini diharapkan dapat menjadi model pemberdayaan kelompok tani yang berkelanjutan dalam mendukung transformasi pertanian modern di era digital.
Pelatihan Smart Agropreneur Berbasis Teknologi Tepat Guna untuk Meningkatkan Kapasitas Sosial, Tata Kelola Desa, dan Kemandirian Ekonomi Masyarakat Mawardi Mawardi; Dian Kemala Dewi; Teja Rinanda; Hastuti Handayani Harahap; Elazhari Elazhari; Muhammad Razali; MHD. Andy Rasyid
Journal Liaison Academia and Society Vol 6 No 2: Juni 2026
Publisher : Lembaga Komunikasi dan Informasi Dosen

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58939/j-las.v6i2.1356

Abstract

Perkembangan teknologi digital dan tuntutan globalisasi telah mendorong perubahan signifikan dalam sektor pertanian dan pembangunan pedesaan, sehingga diperlukan pendekatan inovatif untuk meningkatkan kapasitas masyarakat desa. Kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan kapasitas sosial, tata kelola desa, dan kemandirian ekonomi masyarakat melalui pelatihan smart agropreneur berbasis teknologi tepat guna. Smart agropreneur merupakan konsep kewirausahaan pertanian modern yang mengintegrasikan inovasi teknologi, manajemen usaha, dan pemberdayaan masyarakat dalam satu sistem yang berkelanjutan. Metode pelaksanaan kegiatan menggunakan pendekatan partisipatif edukatif melalui pelatihan, diskusi interaktif, simulasi praktik, dan pendampingan berbasis kebutuhan masyarakat desa. Materi yang diberikan mencakup pengenalan konsep smart agropreneur, penerapan teknologi tepat guna dalam usaha pertanian, penguatan kapasitas sosial melalui kerja sama kelompok, serta peningkatan pemahaman tata kelola desa berbasis transparansi dan akuntabilitas. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pemahaman dan keterampilan peserta dalam mengelola usaha pertanian secara lebih modern, efisien, dan berorientasi pasar. Selain itu, terjadi peningkatan kapasitas sosial masyarakat dalam hal kerja sama dan penguatan kelembagaan kelompok tani. Pada aspek tata kelola desa, peserta mulai memahami pentingnya pemanfaatan teknologi digital dalam mendukung pelayanan publik yang lebih efektif. Kegiatan ini juga berkontribusi terhadap peningkatan kesadaran masyarakat dalam membangun kemandirian ekonomi berbasis inovasi. Dengan demikian, pelatihan ini dinilai efektif dalam meningkatkan kapasitas masyarakat desa dan dapat menjadi model pemberdayaan berbasis teknologi tepat guna yang berkelanjutan.
Pemberdayaan Masyarakat melalui Edukasi Administrasi Pemerintahan Desa dan Manajemen Pendidikan dalam Mendukung Transformasi Digital Pelayanan Publik Pangeran Pangeran; Sumarlin Mangandar Marianus; Nunti Sibuea; Indra Welly Arifin; Tomy Sun Siagian; Wina Asry; Ahmad Karim; Barham Siregar
Journal Liaison Academia and Society Vol 6 No 2: Juni 2026
Publisher : Lembaga Komunikasi dan Informasi Dosen

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58939/j-las.v6i2.1357

Abstract

Transformasi digital dalam pelayanan publik menjadi kebutuhan penting dalam meningkatkan efektivitas, efisiensi, transparansi, dan akuntabilitas pemerintahan desa di era modern. Kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan kapasitas masyarakat dan aparatur desa melalui edukasi administrasi pemerintahan desa dan manajemen pendidikan dalam mendukung transformasi digital pelayanan publik. Metode pelaksanaan kegiatan menggunakan pendekatan partisipatif edukatif melalui pelatihan, sosialisasi, diskusi interaktif, simulasi praktik, dan pendampingan penggunaan teknologi digital dalam administrasi desa. Materi yang diberikan mencakup administrasi pemerintahan desa berbasis digital, pengelolaan data dan pelayanan publik elektronik, serta manajemen pendidikan berbasis teknologi untuk meningkatkan literasi digital masyarakat. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pemahaman dan keterampilan peserta dalam penggunaan teknologi digital untuk pelayanan administrasi desa yang lebih cepat, efektif, dan transparan. Selain itu, peserta juga menunjukkan peningkatan kesadaran mengenai pentingnya literasi digital dan manajemen pendidikan dalam mendukung kualitas pelayanan publik. Pendekatan partisipatif yang digunakan dalam kegiatan ini terbukti efektif dalam meningkatkan keterlibatan dan kemampuan peserta dalam mengimplementasikan teknologi digital di lingkungan desa. Kegiatan ini juga berkontribusi dalam memperkuat tata kelola pemerintahan desa berbasis prinsip good governance melalui peningkatan transparansi dan partisipasi masyarakat. Dengan demikian, program Pengabdian Kepada Masyarakat ini dapat menjadi model pemberdayaan masyarakat berbasis edukasi digital dalam mendukung transformasi pelayanan publik di tingkat desa secara berkelanjutan.