cover
Contact Name
Elazhari
Contact Email
datab2411@gmail.com
Phone
+6281219737675
Journal Mail Official
lemkomindo.jlas@gmail.com
Editorial Address
Jl.Balai Desa, Gg. Arseto, Kel. T.Deli, Kec. Medan Amplas-Medan-Sumatera Utara
Location
Kota medan,
Sumatera utara
INDONESIA
Journal Liaison Academia and Society
ISSN : 27980871     EISSN : 27980871     DOI : https://doi.org/10.58939/j-las
Core Subject :
Jurnal ini menyediakan akses terbuka secara langsung terhadap kontennya, berdasarkan prinsip bahwa penyediaan hasil penelitian bagi publik mendukung pertukaran pengetahuan global yang lebih luas.
Arjuna Subject : -
Articles 195 Documents
Reinventing Public Service Management pada Pasar Wisata: Strategi Penguatan Kapasitas Pemerintahan Desa dalam Mengelola Pasar Kamu Pantai Labu Khairuddin Tampubolon; Novi Yanti; Nunti Sibuea; Pin Pin; Nirwana Br. Bangun; Muhammad Anshar; Barham Siregar
Journal Liaison Academia and Society Vol 5 No 4: Desember 2025
Publisher : Lembaga Komunikasi dan Informasi Dosen

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58939/j-las.v5i4.1166

Abstract

Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat ini bertujuan untuk memperkuat kapasitas aparatur Desa Pantai Labu dalam mengelola Pasar Kamu sebagai pasar wisata melalui pendekatan Reinventing Public Service Management. Transformasi tata kelola pasar wisata menuntut pemerintah desa untuk lebih adaptif, inovatif, dan responsif terhadap kebutuhan masyarakat serta dinamika sektor pariwisata. Melalui sosialisasi, pelatihan, dan pendampingan, kegiatan ini memberikan pemahaman kepada aparatur desa mengenai prinsip-prinsip tata kelola modern, termasuk orientasi layanan publik, efisiensi manajerial, partisipasi masyarakat, serta akuntabilitas dalam pengelolaan aset publik. Metode kegiatan meliputi focus group discussion, ceramah interaktif, studi kasus, dan simulasi manajerial yang memberikan pengalaman langsung kepada peserta dalam merancang strategi pengembangan pasar wisata yang profesional dan berkelanjutan. Hasil kegiatan menunjukkan meningkatnya pemahaman aparatur mengenai konsep reinventing government, kemampuan identifikasi masalah tata kelola pasar, serta penguatan koordinasi antara pemerintah desa dan pelaku UMKM setempat. Selain itu, kegiatan ini mendorong terbentuknya komitmen untuk meningkatkan pelayanan publik, mengoptimalkan potensi ekonomi kreatif, dan memperkuat kolaborasi multi-aktor dalam pengelolaan Pasar Kamu. Secara keseluruhan, program ini memberikan kontribusi nyata dalam memperkuat kapasitas kelembagaan desa dan mendorong transformasi tata kelola pasar wisata yang lebih modern, transparan, dan berbasis pelayanan publik. Kegiatan ini diharapkan menjadi dasar untuk pengembangan model tata kelola pasar wisata desa yang inovatif dan berorientasi pada pemberdayaan masyarakat.
Sosialisasi Perlindungan Konsumen dan Manajemen Kualitas Produk dalam Meningkatkan Kepercayaan Pengunjung Pasar Kamu Pantai Labu Syamsul Bahri Arifin; Jenda Ingan Mahuli; Nurhalimah Sibuea; Teja Rinanda; Marihot Manullang; Dian Kemala Dewi
Journal Liaison Academia and Society Vol 5 No 4: Desember 2025
Publisher : Lembaga Komunikasi dan Informasi Dosen

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58939/j-las.v5i4.1167

Abstract

Kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman pedagang dan pengelola Pasar Kamu Pantai Labu mengenai prinsip-prinsip perlindungan konsumen dan manajemen kualitas produk sebagai upaya membangun kepercayaan pengunjung pasar wisata. Sosialisasi dilakukan melalui metode ceramah, diskusi interaktif, demonstrasi, dan pendampingan langsung kepada pelaku usaha. Materi sosialisasi mencakup hak dan kewajiban konsumen dan pelaku usaha, standar keamanan dan higienitas produk, teknik pengemasan yang baik, hingga etika pelayanan dalam transaksi jual beli. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan signifikan terhadap pengetahuan dan kesadaran pedagang mengenai pentingnya menyediakan produk yang aman, transparan, dan berkualitas. Para pedagang juga menunjukkan perubahan perilaku positif dalam praktik usaha, seperti peningkatan kebersihan lapak, penataan produk yang lebih rapi, serta penyampaian informasi yang lebih jelas kepada pengunjung. Pengunjung pasar merespons secara positif perubahan ini dengan meningkatnya rasa nyaman dan kepercayaan terhadap produk yang dijual. Kegiatan ini juga memperkuat citra Pasar Kamu Pantai Labu sebagai pasar wisata yang mengutamakan keselamatan dan kepuasan pengunjung. Dengan demikian, sosialisasi perlindungan konsumen dan manajemen kualitas produk terbukti efektif sebagai strategi pemberdayaan pedagang sekaligus peningkatan kualitas layanan pasar. Keberlanjutan program edukasi dan pendampingan sangat dianjurkan untuk memastikan perubahan perilaku dapat berjalan konsisten dan berdampak jangka panjang bagi pengembangan pasar wisata lokal.
Implementasi Smart Market Education: Kolaborasi Teknik Mesin, Bahasa Inggris, Teknologi Pembelajaran, dan Kimia Terapan untuk Penguatan Pasar Kamu sebagai Destinasi Eduwisata Ratna Sari Dewi; Epi Supriyani Siregar; Mawardi Mawardi; Fider Lumban batu; Fatin Nadifa Tarigan; Misdawati Misdawati
Journal Liaison Academia and Society Vol 5 No 4: Desember 2025
Publisher : Lembaga Komunikasi dan Informasi Dosen

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58939/j-las.v5i4.1168

Abstract

Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat ini bertujuan untuk memperkuat Pasar Kamu, Pantai Labu, sebagai destinasi eduwisata melalui implementasi Smart Market Education yang mengintegrasikan disiplin Teknik Mesin, Bahasa Inggris, Teknologi Pembelajaran, dan Kimia Terapan. Pendekatan multidisipliner ini dirancang untuk meningkatkan kapasitas pedagang, kualitas fasilitas pasar, keamanan pangan, serta pengalaman edukatif bagi pengunjung. Metode kegiatan dilakukan melalui tahapan persiapan, penyusunan materi sosialisasi, pelaksanaan workshop interaktif, evaluasi, serta pendampingan berkelanjutan. Persiapan meliputi survei lapangan untuk memetakan kondisi pasar dan kebutuhan pedagang. Materi sosialisasi disusun berbasis praktik dengan menggabungkan empat disiplin ilmu, termasuk pelatihan komunikasi bahasa Inggris, demonstrasi alat mekanis sederhana, penggunaan media digital edukatif berbasis QR Code dan video, serta praktik keamanan pangan dan sanitasi. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan kemampuan pedagang dalam berkomunikasi dengan wisatawan, penerapan pengelolaan kios yang lebih profesional, penggunaan media edukatif oleh pengunjung, serta praktik sanitasi dan penyimpanan pangan yang lebih aman. Observasi dan evaluasi menunjukkan bahwa pengunjung memperoleh pengalaman belajar yang interaktif dan informatif, sementara pedagang melaporkan peningkatan interaksi dengan pengunjung dan potensi peningkatan omzet. Kegiatan ini membuktikan bahwa integrasi ilmu multidisipliner dapat mentransformasi pasar tradisional menjadi ruang edukatif dan destinasi wisata yang berdaya saing. Rekomendasi kegiatan lanjutan mencakup pelatihan berkelanjutan bagi pedagang, pengembangan media edukatif, peningkatan fasilitas mekanis, serta monitoring implementasi Smart Market Education secara konsisten.
Penguatan Tata Kelola Pasar Wisata Berbasis Partisipasi Komunitas untuk Mendorong Kinerja Manajemen Pasar Kamu di Pantai Labu, Sumatera Utara Elazhari Elazhari; Jarungjung Hutagaol; Anto Tulim; M. Ikrar Budijaya; Pangeran Pangeran; Hilda Ayu Marlina
Journal Liaison Academia and Society Vol 5 No 4: Desember 2025
Publisher : Lembaga Komunikasi dan Informasi Dosen

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58939/j-las.v5i4.1169

Abstract

Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat dengan judul Sosialisasi: Penguatan Tata Kelola Pasar Wisata Berbasis Partisipasi Komunitas untuk Mendorong Kinerja Manajemen Pasar Kamu di Pantai Labu, Sumatera Utara bertujuan untuk meningkatkan kualitas pengelolaan pasar tradisional melalui keterlibatan aktif pedagang, pengelola pasar, pemerintah desa, dan masyarakat sekitar. Kegiatan ini dirancang untuk memperkuat kapasitas pedagang dalam penerapan prinsip tata kelola partisipatif, meningkatkan transparansi dan akuntabilitas manajemen pasar, serta mengembangkan Pasar Kamu sebagai destinasi wisata edukatif yang menarik bagi pengunjung. Metode kegiatan meliputi identifikasi kebutuhan pasar, sosialisasi dan pelatihan interaktif, pendampingan lapangan, serta evaluasi dan monitoring berkelanjutan. Identifikasi dilakukan melalui survei dan wawancara untuk memetakan kendala operasional dan kebutuhan pengunjung. Sosialisasi dan pelatihan menekankan prinsip tata kelola berbasis komunitas, penataan fasilitas, komunikasi edukatif, serta praktik pelayanan yang ramah dan informatif. Pendampingan lapangan memastikan penerapan praktik secara konsisten, sementara evaluasi dilakukan melalui observasi, wawancara, dan kuisioner pengunjung untuk menilai efektivitas dan kepuasan. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan kapasitas pedagang, keterlibatan masyarakat dalam pengambilan keputusan, perbaikan fasilitas pasar, serta pengalaman edukatif pengunjung yang lebih optimal. Peningkatan kinerja manajemen pasar tercermin dari koordinasi yang lebih baik, efisiensi operasional, dan pelayanan yang lebih profesional. Berdasarkan temuan tersebut, disarankan untuk melanjutkan pelatihan lanjutan, pengembangan fasilitas edukatif, penguatan forum komunitas, serta monitoring berkala agar keberlanjutan implementasi tata kelola partisipatif dapat terjaga. Kegiatan ini membuktikan bahwa pendekatan berbasis partisipasi komunitas efektif untuk mentransformasi pasar tradisional menjadi destinasi wisata edukatif yang berkelanjutan, profesional, dan memberdayakan seluruh pemangku kepentingan.
Upaya Pencegahan dan Penanganan Hiperurisemia melalui Sosialisasi dan Pemeriksaan Kesehatan di Desa Lubuk Besar, Kabupaten Batubara Syahila Khairani; Regita Cahyati; Tengku Lutfiah Ramadhini Hannur; Putri Safrina; Nurfadhillah Nurfadhillah; Nurul Azmi Saragih; Ova Novi Irama
Journal Liaison Academia and Society Vol 5 No 4: Desember 2025
Publisher : Lembaga Komunikasi dan Informasi Dosen

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58939/j-las.v5i4.1226

Abstract

Pengabdian kepada masyarakat ini dilaksanakan dengan tujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan kesadaran warga Desa Lubuk Besar, Kecamatan Datuk Lima Puluh, Kabupaten Batubara, mengenai penyakit hiperurisemia. Kegiatan ini mencakup dua aspek utama, yaitu sosialisasi dan pemeriksaan kesehatan. Sosialisasi dilakukan dengan memberikan informasi yang jelas dan mudah dipahami mengenai hiperurisemia, meliputi penyebab, gejala, faktor risiko, serta dampaknya terhadap kesehatan tubuh. Setelah mendapatkan pemahaman dasar, warga juga diberi kesempatan untuk melakukan pemeriksaan kadar asam urat guna mendeteksi secara dini potensi hiperurisemia. Dengan adanya pemeriksaan ini, diharapkan penanganan dapat dilakukan lebih cepat dan akurat sebelum timbul komplikasi yang lebih serius. Kegiatan ini melibatkan 23 orang warga sebagai peserta, yang menjadi sasaran utama dalam program ini. Melalui sosialisasi dan pemeriksaan tersebut, masyarakat diajak untuk mulai menerapkan pola hidup sehat dalam kehidupan sehari-hari, seperti menjaga pola makan rendah purin, rutin berolahraga, serta melakukan pemeriksaan kesehatan secara berkala. Harapannya, kegiatan ini tidak hanya meningkatkan pemahaman masyarakat tentang hiperurisemia, tetapi juga mampu membentuk kesadaran jangka panjang agar warga lebih peduli terhadap kondisi kesehatannya dan melakukan tindakan pencegahan sejak dini.
Pengembangan Kapasitas UMKM Getuk Lindri melalui Pendampingan Manajemen dan Strategi Pemasaran Muhammad Hilman Fikri; Saiful Bahri; Sugiar Sugiar; Chyntia Syahni; Sekar Arum
Journal Liaison Academia and Society Vol 5 No 4: Desember 2025
Publisher : Lembaga Komunikasi dan Informasi Dosen

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58939/j-las.v5i4.1237

Abstract

Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) merupakan salah satu pilar penting perekonomian nasional. Namun, banyak UMKM menghadapi kendala klasik dalam tata kelola usaha dan strategi pemasaran, yang berdampak pada kapasitas produksi, akses pasar, dan keberlanjutan. Program pengabdian ini berfokus pada UMKM Getuk Lindri Ziyyah di Desa Sumberejo, Kecamatan Pagar Merbau, Kabupaten Deli Serdang"usaha pangan tradisional berbasis singkong (getuk lindri). Intervensi yang diberikan mencakup pendampingan manajemen (penyusunan SOP produksi, pemisahan pembukuan, tata kelola peran kerja), penguatan pemasaran (branding, kemasan, pemasaran digital), fasilitasi legalitas (NIB, PIRT, halal), serta penyediaan alat bantu produksi sederhana. Metode pelaksanaan menggunakan pendekatan partisipatif melalui asesmen kebutuhan, pelatihan, mentoring intensif, dan monitoring-evaluasi berkala. Hasil menunjukkan perbaikan nyata pada konsistensi proses produksi, keteraturan pencatatan keuangan, peningkatan literasi pemasaran digital, dan perluasan jangkauan pasar.
Upaya Pemberdayaan Masyarakat Melalui Pembinaan Usaha Sabun Cair pada Ibu-Ibu Arisan di Kecamatan Percut Seituan Deliserdang Selamat Karo-Karo; Yona Gulo; Marioga Pardede; Elisabeth Sitepu; Hernawaty Hernawaty; Fransiskus Gultom
Journal Liaison Academia and Society Vol 5 No 4: Desember 2025
Publisher : Lembaga Komunikasi dan Informasi Dosen

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58939/j-las.v5i4.1254

Abstract

Ibu-ibu arisan memiliki potensi memproduksi sabun cair dengan buatan sendiri dalam bentuk industri rumahan melalui pemanfaatan hasil pertanian masyarakat. Produk sabun ini terbuat dari minyak dan alkali sehingga terjadi reaksi saponifikasi, Selanjutnya adonan pasta sabun dicairkan menjadi sabun cair serta siap untuk dikemas. Potensi ini memiliki prospek yang menjanjikan dalam mengembangkan wirausaha industri rumahan, selain itu dapat menciptakan lapangan pekerjaan baru melalui pemberdayaan masyarakat sekitar. Tujuan dari kegiatan ini (1) Meningkatkan pengetahuan dan keterampilan kelompok pengolah sabun buatan sendiri berbasis komoditas lokal; (2) Merintis upaya penganekaragaman industri rumahan salah satunya masyarakat yang bergerak di industri pembuatan sabun cair buatan sendiri untuk kebutuhan souvenir dan kado; (3) Membantu pemerintah desa untuk dapat memajukan kesejahteraan masyarakat; dan (4) Mensosialisasikan hasil penelitian dari perguruan tinggi kepada masyarakat pengguna melalui kegiatan pengabdian kepada masyarakat. Pelaksanaan kegiatan pelatihan meliputi pelatihan cara melakukan pembuatan sabun cairhandmade, pendampingan, demonstrasi langsung dalam proses pembuatan pasta sabun, pencairan, pengemasan, monitoring kualitas akhir sabun, hingga ke pemasarannya. Berdasarkan kegiatan yang telah dilakukan dapat ditarik kesimpulan bahwa: 1) Kegiatan ini dapat meningkatkan motivasi usaha, kesadaran, pengetahuan dan ketrampilan masyarakat melalui penerapan teknologi tepat guna untuk mengolah komoditas lokal menjadi produk sabun cair buatan sendiri; 2) Peserta pelatihan terutama kelompok ibu-ibu arisan telah mengikuti serangkaian kegiatan pembuatan sabun buatan sendiri selanjutnya perlu dikembangkan kerjasama dengan pihak terkait untuk pengembangan bisnis sabun buatan sendiri kedepannya.
Digitalisasi Literasi Perpajakan: Pemanfaatan Aplikasi Online untuk Masyarakat Desa Penengahan Chairian Tomy; Sufirna Nofri Yanti; Alfina Alfina; Addini Alifa Anwari; Jenny Anisa Fitri; Myta Aulia Al-Amin
Journal Liaison Academia and Society Vol 5 No 4: Desember 2025
Publisher : Lembaga Komunikasi dan Informasi Dosen

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58939/j-las.v5i4.1270

Abstract

Perkembangan teknologi digital telah memberikan dampak signifikan terhadap peningkatan literasi perpajakan masyarakat. Namun, masyarakat pedesaan masih menghadapi tantangan dalam memahami penggunaan aplikasi perpajakan seperti DJP Online, e-Filing, dan e-Billing. Pengabdian kepada masyarakat ini dilakukan untuk meningkatkan literasi perpajakan berbasis digital kepada masyarakat Desa Penengahan melalui program pelatihan dan pendampingan penggunaan aplikasi perpajakan online. Metode pelaksanaan mencakup sosialisasi, demonstrasi langsung, dan praktik penggunaan aplikasi perpajakan secara mandiri dengan pendampingan fasilitator. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan pengetahuan dan keterampilan masyarakat dalam menggunakan layanan perpajakan digital, ditandai dengan meningkatnya kemampuan peserta mengakses DJP Online, membuat kode billing, serta melakukan pelaporan SPT Tahunan. Kegiatan ini diharapkan dapat memperkuat kepatuhan pajak masyarakat desa dan mendukung digitalisasi administrasi perpajakan nasional.
Sosialisasi Peningkatan Manajemen Pelayanan dalam Meningkatkan Pelanggan Laundry di Desa Saentis Kecamatan Percut Sei Tuan Ahmad Karim; Muhammad Nurohim
Journal Liaison Academia and Society Vol 5 No 4: Desember 2025
Publisher : Lembaga Komunikasi dan Informasi Dosen

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58939/j-las.v5i4.1279

Abstract

Perkembangan usaha laundry di Desa Saentis Kecamatan Percut Sei Tuan menunjukkan peningkatan seiring dengan tingginya kebutuhan masyarakat terhadap jasa pencucian pakaian yang praktis dan efisien. Namun demikian, sebagian pelaku usaha laundry masih menghadapi berbagai kendala dalam manajemen pelayanan, seperti belum adanya standar pelayanan yang jelas, komunikasi dengan pelanggan yang kurang optimal, serta pengelolaan waktu pengerjaan yang belum efektif. Kondisi tersebut berdampak pada tingkat kepuasan dan loyalitas pelanggan. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman dan kemampuan pelaku usaha laundry dalam menerapkan manajemen pelayanan yang baik guna meningkatkan kepuasan dan jumlah pelanggan. Metode pelaksanaan kegiatan meliputi sosialisasi, diskusi dan tanya jawab, serta pendampingan singkat terkait penerapan standar pelayanan, komunikasi pelanggan, dan manajemen waktu. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pemahaman pelaku usaha laundry mengenai pentingnya manajemen pelayanan serta dorongan untuk menerapkan pelayanan yang lebih profesional. Diharapkan melalui kegiatan ini, pelaku usaha laundry mampu meningkatkan kualitas layanan, kepuasan pelanggan, dan keberlanjutan usaha secara berkelanjutan.
Model Pengelolaan Sampah Plastik Berbasis RT sebagai Strategi Pengurangan Beban Tempat Pemrosesan Akhir (TPA) di RT.03/RW.09 Kelurahan Pedurungan Kidul Aji Primanto; Linda Puspitasari
Journal Liaison Academia and Society Vol 5 No 4: Desember 2025
Publisher : Lembaga Komunikasi dan Informasi Dosen

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58939/j-las.v5i4.1285

Abstract

Pengelolaan sampah plastik rumah tangga menjadi tantangan utama dalam tata kelola lingkungan perkotaan, terutama pada wilayah dengan kepadatan hunian tinggi. Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) ini bertujuan mengembangkan model pengelolaan sampah plastik berbasis RT sebagai strategi pengurangan beban Tempat Pemrosesan Akhir (TPA) di RT.03/RW.09 Kelurahan Pedurungan Kidul. Pendekatan yang digunakan adalah partisipatif berbasis komunitas melalui tahapan survei awal, sosialisasi pemilahan dari sumber, pembentukan struktur pengelola RT, penyediaan sarana pendukung, pengumpulan terjadwal, serta monitoring dan pencatatan volume plastik. Evaluasi dilakukan selama tiga bulan (November 2025"Januari 2026) menggunakan indikator tingkat partisipasi, volume plastik terkumpul, nilai ekonomi, dan perubahan perilaku pemilahan. Hasil menunjukkan peningkatan partisipasi warga dari 50 Persen menjadi 90 Persen dalam tiga bulan. Volume plastik terkumpul meningkat dari 6 kg pada bulan pertama menjadi 12 kg pada bulan ketiga, dengan total kumulatif 26 kg yang berhasil dicegah masuk ke TPA. Selain itu, kegiatan menghasilkan nilai ekonomi melalui penyaluran ke pengepul lokal dan mendorong terbentuknya norma kolektif pemilahan di tingkat rumah tangga. Temuan ini menunjukkan bahwa model berbasis RT efektif dalam meningkatkan partisipasi warga, menekan residu plastik, serta memperkuat praktik ekonomi sirkular pada skala mikro. Model ini memiliki potensi replikasi pada RT lain sebagai strategi pengurangan beban TPA berbasis komunitas.