cover
Contact Name
Agus Susilo
Contact Email
susiloacademicpress@gmail.com
Phone
+6285609465469
Journal Mail Official
susiloacademicpress@gmail.com
Editorial Address
Jl. Hibah Kencana Kelurahan Majapahit Kecamatan Lubuklinggau Timur I Kota Lubuklinggau
Location
Kota lubuk linggau,
Sumatera selatan
INDONESIA
Kajang: Jurnal Teknopedagogi Nusantara
ISSN : -     EISSN : 31246230     DOI : https://doi.org/10.67200/kajang
Core Subject :
This journal publishes scientific works focusing on studies in the fields of history education, character education, learning technology, local wisdom-based learning, and science for learning. Topics covered include innovations in learning strategies and methods, contextual pedagogical approaches, the development of digital-based teaching media, and the integration of local wisdom values into educational practices. This journal encourages scientific contributions that strengthen the relevance of education to social and cultural contexts, and encourages learning that is adaptive to technological developments and student needs.
Arjuna Subject : -
Articles 35 Documents
Peran Strategis Gereja Kristen Indonesia dalam Pengembangan Toleransi antar Umat Beragama Eta Amala Husniya; Moh. Toyyib; Hamdan Muafi
Kajang: Jurnal Teknopedagogi Nusantara Vol. 1 No. 1 (2025): Kajang: Jurnal Teknopedagogi Nusantara
Publisher : Susilo Academic Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.67200/kajang.v1i1.11

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi peran strategis Gereja GPIB Bethesda Sidoarjo dalam pengembangan toleransi antar umat beragama, dengan menggunakan studi kasus acara puncak peringatan satu abad Nahdlatul Ulama (NU). Gereja GPIB Bethesda Sidoarjo dipilih sebagai objek penelitian karena perannya yang signifikan dalam mempromosikan kerukunan antarumat beragama di Indonesia. Studi ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam dengan tokoh-tokoh gereja dan pemimpin GPIB Bethesda Sidoarjo yang terlibat dalam acara puncak peringatan satu abad NU. Selain itu, dokumen-dokumen terkait juga dianalisis untuk memperoleh pemahaman yang komprehensif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa GPIB Bethesda Sidoarjo memainkan peran strategis dalam pengembangan toleransi antar umat beragama melalui partisipasinya dalam acara puncak satu abad NU. Peran ini meliputi empat aspek utama, berupa Partisipasi Publikasi, Logistik, Fasilitas Umum, dan Partisipasi Kolektif. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan rancangan studi kasus yang melibatkan wawancara bersama tokoh-tokoh GPIB Bethesda Sidoarjo. Teori konstruksi sosial digunakan untuk melihat GPIB Bethesda Sidoarjo dalam membangun konstruksi dan realitas masyarakat yang ikut merayakan acara puncak 1 Abad NU. Penelitian ini diharapkan memberikan landasan bagi upaya pengembangan toleransi antarumat beragama di Indonesia dan inspirasi bagi lembaga keagamaan lainnya untuk berperan aktif dalam membangun harmoni sosial.
Peran Teknologi Dalam Peningkatan Literasi Bahasa Indonesia Eka Aprianti; Wike Widia Ningsi; Juwita; Amelian Putri Septi Heriani
Kajang: Jurnal Teknopedagogi Nusantara Vol. 1 No. 1 (2025): Kajang: Jurnal Teknopedagogi Nusantara
Publisher : Susilo Academic Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.67200/kajang.v1i1.12

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran teknologi dalam peningkatan literasi Bahasa Indonesia di era digital. Transformasi digital telah membawa perubahan besar terhadap pola belajar, komunikasi, dan kemampuan berbahasa masyarakat. Metode penelitian yang digunakan ialah pendekatan kualitatif melalui studi literatur terhadap berbagai sumber ilmiah yang relevan mengenai penerapan teknologi dalam pendidikan bahasa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa teknologi memiliki peran penting dalam memperluas akses pembelajaran, meningkatkan minat baca, dan mempermudah proses pengajaran melalui media digital seperti platform e-learning, aplikasi pembelajaran, serta media sosial. Selain itu, teknologi terbukti mendorong inovasi strategi pembelajaran yang interaktif dan kolaboratif, namun juga menimbulkan tantangan berupa penurunan minat terhadap teks panjang, penggunaan bahasa yang tidak baku, serta kesenjangan akses antar pelajar. Temuan ini menegaskan bahwa optimalisasi literasi Bahasa Indonesia memerlukan keseimbangan antara penguasaan teknologi dan kemampuan berpikir kritis agar masyarakat mampu memanfaatkan informasi secara selektif. Secara keseluruhan, penelitian ini menyimpulkan bahwa integrasi teknologi dalam pembelajaran bahasa mampu memperkuat kompetensi literasi nasional apabila diimbangi dengan pengembangan literasi digital yang etis, kreatif, dan berkelanjutan.
Implementasi Pendidikan Karakter Berbasis Kurikulum Merdeka di Sekolah Menengah Atas Agus Susilo; Sariyatun; Muhammad Akhyar
Kajang: Jurnal Teknopedagogi Nusantara Vol. 1 No. 2 (2026): Kajang: Jurnal Teknopedagogi Nusantara
Publisher : Susilo Academic Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.67200/kajang.v1i2.13

Abstract

Implementasi Pendidikan Karakter Berbasis Kurikulum Merdeka di tingkat Sekolah Menengah Atas menjadi salah satu strategi penting dalam mewujudkan profil Pelajar Pancasila yang berkarakter, adaptif, dan mampu menghadapi tantangan perkembangan zaman. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan bentuk implementasi pendidikan karakter dalam proses pembelajaran, peran guru sebagai fasilitator, serta faktor pendukung dan penghambat yang muncul selama penerapan Kurikulum Merdeka di sekolah. Metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data melalui observasi pembelajaran, wawancara mendalam dengan guru dan siswa, serta analisis dokumentasi perangkat ajar. Data dianalisis melalui proses reduksi, penyajian, dan penarikan kesimpulan guna memperoleh gambaran yang komprehensif mengenai praktik pendidikan karakter di kelas. Hasil penelitian menunjukkan bahwa integrasi nilai-nilai karakter dalam Kurikulum Merdeka dilakukan melalui pembelajaran berdiferensiasi, projek penguatan profil Pelajar Pancasila (P5), serta penumbuhan budaya positif di lingkungan sekolah. Guru berperan penting sebagai perancang pembelajaran yang memberikan ruang bagi kreativitas, kemandirian, dan kolaborasi siswa. Implementasi nilai karakter seperti gotong royong, integritas, kemandirian, dan bernalar kritis tampak dalam aktivitas projek, diskusi kelas, serta kegiatan ekstrakurikuler yang selaras dengan kebutuhan dan minat peserta didik. Meskipun demikian, beberapa hambatan masih ditemukan, terutama keterbatasan pemahaman guru tentang perencanaan pembelajaran berdiferensiasi, variasi kesiapan sekolah dalam menyediakan sarana pendukung, dan heterogenitas kemampuan siswa yang memerlukan pendekatan yang lebih adaptif. Secara keseluruhan, penelitian ini menegaskan bahwa pendidikan karakter dalam Kurikulum Merdeka mampu memberikan dampak positif terhadap perkembangan pribadi dan sosial siswa apabila didukung oleh kompetensi guru, lingkungan belajar yang kondusif, serta kolaborasi antara sekolah dan orang tua. Temuan ini diharapkan dapat menjadi referensi bagi pengembangan kebijakan sekolah dan peningkatan kapasitas guru dalam mengintegrasikan nilai-nilai karakter secara berkelanjutan.
Perancangan dan Implementasi Thinkers Book pada Siswa Kelas IV SD N 1 Srijaya Makmur Leo Charli; Sari Erander; Aldi Ayang Febrian; Wiji Nur Azzahrah
Kajang: Jurnal Teknopedagogi Nusantara Vol. 1 No. 2 (2026): Kajang: Jurnal Teknopedagogi Nusantara
Publisher : Susilo Academic Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.67200/kajang.v1i2.14

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk merancang dan mengimplementasikan media pembelajaran Fun Thinkers Book sebagai sarana belajar interaktif bagi siswa kelas IV SD Negeri 1 Srijaya Makmur. Pengembangan media dilakukan untuk menjawab kebutuhan pembelajaran yang lebih menarik, kontekstual, dan mendorong keterlibatan aktif siswa. Metode penelitian menggunakan pendekatan penelitian dan pengembangan (R&D) dengan tahapan analisis kebutuhan, perancangan produk, validasi ahli, revisi, serta uji coba terbatas di kelas IV. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara, angket validasi, dan tes hasil belajar siswa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Fun Thinkers Book yang dirancang memenuhi kriteria kelayakan dari aspek materi, tampilan, dan interaktivitas berdasarkan penilaian para ahli. Implementasi di kelas menunjukkan bahwa media ini mampu meningkatkan motivasi belajar, keterlibatan siswa dalam aktivitas pembelajaran, serta pemahaman konsep materi tematik. Siswa terlihat lebih antusias dalam mengikuti kegiatan pembelajaran karena penyajian materi yang variatif dan bersifat hands-on. Secara keseluruhan, Fun Thinkers Book efektif digunakan sebagai media pembelajaran alternatif yang dapat memperkaya pengalaman belajar siswa sekolah dasar. Pengembangan media serupa diharapkan dapat terus dilakukan untuk mendukung pembelajaran yang inovatif, kreatif, dan sesuai dengan kebutuhan karakteristik peserta didik.
Pembelajaran Sejarah Bermuatan Kearifan Lokal Tenun Ikat Melalui Proyek Penguatan Profil Pelajar Pancasila (P5) Sebagai Upaya Pelestarian Budaya Lokal di SMA Negeri Alkani Matilda Bau; Antonius Bere; Augusta De Jesus Magalhaes; Clotilde Seran
Kajang: Jurnal Teknopedagogi Nusantara Vol. 1 No. 2 (2026): Kajang: Jurnal Teknopedagogi Nusantara
Publisher : Susilo Academic Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.67200/kajang.v1i2.15

Abstract

Kurikulum merdeka belajar merupakan terobosan terbaru dalam dunia pendidikan yang dapat mengikuti perkembangan zaman dengan mengintegrasikan penggunaan kearifan lokal tenun ikat sehingga menciptakan lingkungan pembelajaran yang inklusif, relevan dan bermakna bagi peserta didik. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengkaji integrasi proses pembelajaran sejarah bermuatan kearifan lokal tenun ikat pada konsep kurikulum belajar di SMA Negeri Alkani. Metode penelitian menggunakan metode kualitatif deskriptif dengan sumber literatur berupa artikel jurnal, prosiding dan laporan hasil penelitian. Hasil penelitian menunjukan bahwa integrasi penggunaan pembelajaran sejarah bermuatan kearifan lokal tenun ikat pada konsep kurikulum merdeka belajar tidak hanya memperkaya pengalaman belajar, tetapi dapat menciptakan proses pembelajaran yang lebih holistik, inklusif dan bermakna. Selain itu, integrasi kearifan lokal semakin memperkuat pilar-pilar pendidikan seperti: (1) pilar karakter, (2) pilar kognitif, (3) pilar emosional dan sosial, serta (4) pilar estetika. Dengan demikian, proses pembelajaran dapat menjadikan individu peserta didik dapat menjadi pribadi yang kuat dalam berkarakter kebudayaan, berpengetahuan yang luas dan berdaya saing di era globalisasi.
Peran Guru Sejarah Dalam Implementasi Proyek Penguatan Profil Pelajar Pancasila (P5) Bermuatan Kearifan Lokal Sebagai Upaya Penguatan Identitas Budaya Lokal Peserta Didik di SMA Swasta Cendana Boas Yanriani Aquina Asa; Augusta De Jesus Magalhaes; Antonius Bere; Yohanis Kristianus Tampani
Kajang: Jurnal Teknopedagogi Nusantara Vol. 1 No. 2 (2026): Kajang: Jurnal Teknopedagogi Nusantara
Publisher : Susilo Academic Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.67200/kajang.v1i2.16

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran guru sejarah dalam implementasi Proyek Penguatan Profil Pelajar Pancasila (P5) bermuatan kearifan lokal, khususnya unsur budaya lokal (pangan lokal), sebagai strategi penguatan identitas budaya peserta didik di SMA Swasta Cendana Boas. Dalam konteks Kurikulum Merdeka, P5 menjadi media penting untuk menanamkan nilai-nilai Pancasila melalui pendekatan berbasis proyek yang relevan dengan lingkungan sosial dan budaya peserta didik. Guru sejarah memainkan peran strategis sebagai perancang, pelaksana, sekaligus pembimbing dalam mengintegrasikan nilai-nilai sejarah dan budaya lokal ke dalam kegiatan pembelajaran. Melalui metode kualitatif deskriptif, penelitian ini menemukan bahwa keterlibatan guru dalam menghadirkan tema-tema lokal seperti kepercayaan tradisional, praktik adat, dan narasi sejarah lokal mampu meningkatkan kesadaran budaya peserta didik serta memperkuat jati diri mereka sebagai bagian dari komunitas budaya lokal. P5 yang dikemas dengan muatan kearifan lokal terbukti efektif dalam membentuk pelajar yang berkarakter, berwawasan kebangsaan, serta menjunjung nilai-nilai toleransi dan keberagaman.
Pengembangan Buku Arung Jeram Berbasisi Qr Code Pada Atlet Tasamura Rafting Kabupaten Musi Rawas Vinni Tusirahhima; Hengky Remora; Doni Atmanegara
Kajang: Jurnal Teknopedagogi Nusantara Vol. 1 No. 2 (2026): Kajang: Jurnal Teknopedagogi Nusantara
Publisher : Susilo Academic Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.67200/kajang.v1i2.18

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menghasilkan suatu Pengembangan buku arung jeram berbasis QR code. Jenis penelitian ini yaitu Research and Development dengan model pengembangan ADDIE. Subjek penelitian ini adalah atlet Tasamura Rafting. Teknik pengumpulan data menggunakan angket dan tes. Berdasarkan hasil validasi media buku latihan arung jeram berbasis QR code dengan Menggunakan Model Pengembangan ADDIE memenuhi kriteria valid dengan skor rata-rata 0,87. Sedangkan dari analisis penilaian lembar kepraktisan pelatih dan atlet diperoleh bahwa Media buku arung jeram berbasis QR code dengan Menggunakan Model Pengembangan ADDIE memenuhi kriteria praktis dengan skor rata-rata 87,91%. Pada uji coba lapangan diperoleh hasil N-gain (g) untuk pengetahuan sebesar 0,71 dengan klasifikasi tinggi dan hasil N-gain (g) keterampilan yaitu 0,65 artinya kriteria sedang. Kesimpulannya dari kedua nilai N-gain pengetahuan dan keterampilan yaitu 0,68 termasuk kriteria sedang. Maka dari itu Media Buku Arung Jeram Berbasis QR Code dengan Menggunakan Model Pengembangan ADDIE memiliki efektifitas sedang. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa Media Buku Arung Jeram Berbasis QR Code dengan Menggunakan Model Pengembangan ADDIE terbukti valid, praktis, dan memiliki keefektifan dalam proses latihan pada Atlet Tasamura Rafting Kabupaten Musi rawas.
Menyulam dan Menenun Kejayaan Maritim di Bengawan Solo Nasta Mahardi,; Aryasatya Maulana Prameisaka
Kajang: Jurnal Teknopedagogi Nusantara Vol. 1 No. 2 (2026): Kajang: Jurnal Teknopedagogi Nusantara
Publisher : Susilo Academic Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.67200/kajang.v1i2.19

Abstract

Maritime studies in Indonesia have predominantly focused on seas and coastal areas, while rivers as integral components of maritime systems have received relatively little attention. This article examines the historical role of the Bengawan Solo River as a transportation route, trading network, and social space that supported Javanese society from prehistoric times to the colonial period. The study employs the historical method, encompassing heuristic research, source criticism, interpretation, and historiography, utilizing inscriptions, traditional manuscripts, archaeological reports, and modern historical studies. The findings reveal that the Bengawan Solo River has been intensively utilized since prehistoric times, as evidenced by discoveries of early human fossils in Sangiran, Trinil, and Ngandong. During the Hindu-Buddhist period, particularly under the Ancient Mataram and Majapahit kingdoms, the river functioned as a major commercial artery linking inland regions with the northern coast of Java. The existence of dozens of river ports, recorded in the Canggu Inscription and the manuscript Tjariosipoen Banawi Sala, highlights the strategic importance of Bengawan Solo within royal economic and administrative networks. This role continued into the Islamic and Mataram Kartasura periods, shaping distinctive riverbank settlements or waterfront communities. By the late nineteenth century, however, the river’s role as a primary transportation route gradually declined due to the expansion of land-based transport infrastructure under colonial liberal economic policies. This article argues that Bengawan Solo should be recognized as a vital element of Indonesia’s maritime history. Reintegrating rivers into maritime historiography not only broadens conceptual understandings of maritime culture but also provides a historical foundation for contemporary efforts to revitalize river-based heritage and sustainable regional development.
Model Pembelajaran Teknik Dasar Lompat Jauh Berbasis Permainan Tradisonal Untuk Siswa Sekolah Menengah Pertama Kota Lubuklinggau Azizil Fikri; Syaiful Abid
Kajang: Jurnal Teknopedagogi Nusantara Vol. 1 No. 1 (2025): Kajang: Jurnal Teknopedagogi Nusantara
Publisher : Susilo Academic Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.67200/kajang.v1i1.20

Abstract

This study aims to increase the interest and motivation of junior high school students in Lubuklinggau City in the basic techniques of long jump. This study uses a qualitative and quantitative approach using the Research and Development method. The main subjects of this study on traditional games in long jump lessons are students in Lubuklinggau City, with the following details: 1) 15 students in the small group trial; 2) 45 students in the large group trial; 3) students who will be involved in the effectiveness trial (45 control group, 45 experimental group). Data in this research was obtained through experience, work, questioning, and observation. Data can be primary data and secondary data. Primary data was obtained through questionnaires, observation, and interviews. Secondary data was obtained through analysis of various types of documents. Data sources based on data collection techniques included respondents, certain conditions or events, the research environment or location, photographs, and relevant documents. The results of the study showed that the traditional game model in the long jump subject supported the learning process and student interest and increased the motivation of junior high school students in Lubuklinggau City.
Pengaruh Model Project Based Learning Terhadap Minat Belajar IPAS Siswa Sekolah Dasar Sumiyati; Yus Saira; Dinda Amelia
Kajang: Jurnal Teknopedagogi Nusantara Vol. 1 No. 2 (2026): Kajang: Jurnal Teknopedagogi Nusantara
Publisher : Susilo Academic Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.67200/kajang.v1i2.21

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh model pembelajaran Project Based Learning (PjBL) terhadap minat belajar siswa kelas IV SDN 04 Woja. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode korelasional. Sampel penelitian sebanyak 20 siswa, yang terdiri dari 11 siswa laki-laki dan 9 siswa perempuan. Teknik pengumpulan data menggunakan angket dan lembar observasi. Data yang diperoleh dianalisis menggunakan uji normalitas dan regresi linier sederhana dengan bantuan perangkat lunak SPSS 25. Hasil analisis menunjukkan bahwa data berdistribusi normal dengan nilai signifikansi Shapiro-Wilk variabel > 0,05. Hasil regresi linier sederhana menunjukkan bahwa model Project Based Learning berpengaruh signifikan terhadap minat belajar siswa dengan nilai signifikansi (p) sebesar 0,000 < 0,05. Nilai koefisien regresi sebesar 1,104 menunjukkan bahwa setiap kenaikan satu satuan pada model PjBL akan meningkatkan minat belajar siswa sebesar 1,104 poin. Nilai koefisien determinasi (R²) sebesar 0,944 menunjukkan bahwa 94,4% variasi minat belajar siswa dapat dijelaskan oleh model PjBL. Berdasarkan hasil tersebut, dapat disimpulkan bahwa model Pembelajaran Berbasis Proyek (PJBL) memiliki pengaruh positif dan signifikan terhadap minat belajar siswa kelas IV SDN 04 Woja.

Page 2 of 4 | Total Record : 35