cover
Contact Name
Tri Ida Wahyu Kustyorini
Contact Email
triida@unikama.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
triida@unikama.ac.id
Editorial Address
-
Location
Kota malang,
Jawa timur
INDONESIA
Jurnal Sains Peternakan
ISSN : 23557338     EISSN : 25794450     DOI : -
Jurnal Sains Peternakan (JSP) is a peer review journal published by the Faculty of Animal Husbandry of Universitas Kanjuruhan Malang, with registered number ISSN 2579-4450 (online), ISSN 2355-7338 (print). JSP aims to publish unpublished scientific research on all aspects of Nutrition and Animal Feed, Animal Production, Animal Reproduction and Breeding, Animal Product Technology, Animal and Socio-Economic and Animal Health aspects. JSP will publish two issues in a year (June and December).
Arjuna Subject : -
Articles 231 Documents
Pengaruh Level Kuning Telur Puyuh dalam Pengencer Air Kelapa Muda terhadap Kualitas Spermatozoa Babi Landrace Asa, Marsela Felisitas; Marawali, Aloysius; Telupere, Franky M. S.; Setyani, Ni Made Paramita
Jurnal Sains Peternakan Vol 12 No 2 (2024): Jurnal Sains Peternakan Vol. 12 No. 2
Publisher : Fakultas Peternakan, Universitas PGRI Kanjuruhan Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21067/jsp.v12i2.10530

Abstract

Tujuan  penelitian ini yaitu untuk mengetahui pengaruh level kuning telur puyuh dalam pengencer air kelapa muda terhadap kualitas spermatozoa babi landrace. Materi yang digunakan adalah semen segar yang diperoleh dari  pejantan babi landrace yang berumur   2-3 tahun. Penelitian ini menggunakan rancangan acak lengkap (RAL) data dianalisis dengan menggunakan analysis of variance, (ANOVA) dan dilanjutkan dengan uji  Duncan. Semen yang diencerkan dengan pengencer air kelapa muda 100% (P1) air kelapa muda 95%+kuning telur puyuh 5%, (P2) air kelapa muda 90%+kuning telur puyuh 10%, (P3) air kelapa muda 85%+kuning telur puyuh 15% dan (P4) air kelapa muda 80%+kuning telur puyuh 20%. Semen yang telah diencerkan sesuai perlakuan di simpan pada suhu 18-20ºC. Evaluasi semen pasca pengenceran dilakukan setiap 8 jam pengamatan yakni penilaian terhadap motilitas, viabilitas, daya tahan hidup dan abnormalitas. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perlakuan berpengaruh nyata (P<0,05) terhadap motilitas pada jam ke-32 yaitu motilitas 47,50±2,88%, viabilitas 56,22±2,99%, daya tahan hidup 36,62±5,31 jam yang relatif tinggi pada P3, sedangkan abnormalitas berpengaruh tidak nyata (P>0,05) pada setiap perlakuan. Disimpulkan bahwa penambahan 15% kuning telur puyuh dalam pengencer 85% Air Kelapa Muda efektif dalam mempertahankan kualitas spermatozoa babi landrace.
Pengaruh Level Sukrosa dalam Pengenceran Tris-Kuning Telur terhadap Kualitas Semen Cair Babi Landrace Farman, Eugenius; Uly, Kirenius; Setyani, Ni Made Paramita; Marawali, Aloysius
Jurnal Sains Peternakan Vol 12 No 2 (2024): Jurnal Sains Peternakan Vol. 12 No. 2
Publisher : Fakultas Peternakan, Universitas PGRI Kanjuruhan Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21067/jsp.v12i2.10532

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengevaluasi dampak penambahan sukrosa (SUK) pada pengencer tris-kuning telur (TKT) terhadap kualitas semen cair dari babi landrace. Penelitian ini menggunakan semen segar dari seekor babi landrace dengan motilitas spermatozoa sebesar 84,00%, viabilitas 93,00%, abnormalitas spermatozoa 3,00%, dan konsentrasi spermatozoa 312x10^6/mL. Lima perlakuan yang digunakan dalam penelitian ini adalah: P0=T-KT (kontrol), P1=T-KT + SUK 0,1%, P2=T-KT + SUK 0,2%, P3=T-KT + SUK 0,3%, P4=T-KT + SUK 0,4%, dan P5=T-KT + SUK 0,5%, dengan masing-masing perlakuan diuji sebanyak lima kali. Penelitian ini menerapkan rancangan acak lengkap (RAL) dan hasilnya dianalisis menggunakan sidik ragam (ANOVA) serta uji jarak berganda Duncan. Variabel yang diukur meliputi motilitas, viabilitas, abnormalitas, dan daya tahan hidup (DTH) spermatozoa. Temuan penelitian menunjukkan bahwa perlakuan P5 memberikan pengaruh signifikan (P<0,05) terhadap kualitas spermatozoa, dengan motilitas sebesar 50,00±0,00%, viabilitas 55,80±3,10%, dan daya tahan hidup (DTH) 70,80±1,00 jam. Kesimpulannya, penambahan sukrosa 0,5% ke dalam tris-kuning telur dapat mempertahankan kualitas spermatozoa babi landrace hingga 60 jam.
Kualitas Organoleptik, Oksidasi Lemak, dan Total Bakteri pada Pengolahan Daging Babi yang Diawetkan dengan Metode Pengawetan Tradisional Sui Wu'u Wato, Theresia Morwan; Malelak, Gemini E. M.; Sipahelut, Geertruida M.
Jurnal Sains Peternakan Vol 12 No 2 (2024): Jurnal Sains Peternakan Vol. 12 No. 2
Publisher : Fakultas Peternakan, Universitas PGRI Kanjuruhan Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21067/jsp.v12i2.10565

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji respon level tepung jagung pada mutu organoleptik, oksidasi lemak, dan total bakteri daging babi dengan pengawetan tradisional Sui Wu’u. Materi dipakai yakni daging babi bagian punggung termasuk lemak dan kulit 250 g dari setiap ulangan, tepung jagung, garam dan bambu petung. Metode memakai metodeRAL meliputi 3 perlakuan dan 5 repetisi. Penambahan tepung jagung terdiri dari perlakuan P1 = tepung jagung 200%, P2 = tepung jagung 400%, dan P3= tepung jagung 600%. Parameter diukur yakni mutu organoleptik, oksidasi lemak dan total bakteri. Data oksidasi lemak dan total bakteri dianalisis menggunakan analysis of variance (ANOVA), uji organoleptik menggunakan uji Kruskal Wallis dan dilanjutkan dengan uji Mann-Whitney untuk mengetahui perbedaan. Hasil kajian terlihat, mutu organoleptik (warna, aroma dan tekstur), oksidasi lemak dan total bakteri tidak signifikan (P>0,05) namun signifikan P(<0,05) pada rasa. Hasil kajian menyimpulkan bahwa, penggunaan tepung jagung pada level yang berbeda memberikan respon cenderung sama pada mutu organoleptik (warna, aroma, tekstur), oksidasi lemak dan total bakteri, namun penggunaan tepung jagung sebanyak 200% memberikan pengaruh yang berbeda terhadap aspek rasa, dengan skor rasa terbaik terdapat pada P1.
Pengaruh Level Tepung Jagung terhadap Kualitas Organoleptik, Oksidasi Lemak dan Total Bakteri Sui Wu’u Daging Babi Bagian Perut Usolin, Maria Gradiana; Sulmiyati; Sipahelut, Geertruida M.; Malelak, G. E. M.
Jurnal Sains Peternakan Vol 13 No 1 (2025): Jurnal Sains Peternakan Vol.13 No.1
Publisher : Fakultas Peternakan, Universitas PGRI Kanjuruhan Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21067/jsp.v13i1.10583

Abstract

Tujuan penelitian ini untuk mengetahui pengaruh level tepung jagung terhadap kualitas organoleptik, oksidasi lemak dan total bakteri pada pengolahan sui wu’u daging babi bagian perut. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) yang terdiri dari tiga perlakuan dan lima ulangan sehingga terdapat 15 unit percobaan. Daging babi yang digunakan yaitu: daging babi bagian perut (belly) termasuk lemak dan kulit sebanyak 250 g dari setiap ulangan, dan penggunaan tepung jagung dengan level yang berbeda pada setiap perlakuan yaitu: 200% (P1), 400% (P2), dan 600% (P3). Variabel yang diukur adalah oksidasi lemak, total bakteri dan uji organoleptik meliputi warna, aroma, rasa dan tekstur. Hasil analisis statistik menunjukkan bahwa pemberian tepung jagung dengan level yang berbeda pada sui wu’u daging babi bagian perut menunjukkan berpengaruh nyata (P<0,05) terhadap kualitas organoleptik dan nilai TBA, namun tidak berpengaruh nyata (P>0,05) terhadap TPC. Disimpulkan bahwa semakin tinggi level tepung jagung yang diberikan dapat meningkatkan kualitas organoleptik dan menurunkan Total Plate Count (TPC). Level tepung jagung yang terbaik pada sui wu’u daging babi yaitu dengan level 600%. Kualitas organoleptik yang terbaik yaitu: warna pada P3 2,70±1,15% (merah pucat), nilai terbaik TBA pada P2 yaitu 12,81±1,08 mg. Mal/g, dan nilai terbaik TPC pada P2 3,37±3,38 (koloni/gr).
Aktivitas Antioksidan dan Uji Organoleptik Yogurt dengan Penambahan Ekstrak Lamota (Salicornia europaea) Munandar, Imam; Havied, Arief Rahman; Dwitya, Ning Ayu; Akramullah, Muh.; Jatnika, Ahmad Reza; Amalyadi, Rezki
Jurnal Sains Peternakan Vol 13 No 1 (2025): Jurnal Sains Peternakan Vol.13 No.1
Publisher : Fakultas Peternakan, Universitas PGRI Kanjuruhan Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21067/jsp.v13i1.10805

Abstract

This study aims to determine the effect of adding lamota (Salicornia europaea) extract on the antioxidant activity and organoleptic properties of yogurt. Yogurt is made by adding 5%, 10% and 15% lamota extract. Tests carried out included antioxidant activity tests using the DPPH method and organoleptic tests (color, aroma, taste, texture and overall acceptability) with 15 panelists. The results showed that the addition of lamota extract had a significant effect on the antioxidant activity of yogurt, with the highest value in the treatment being 15% (11.21%). Organoleptic tests showed significant differences in aroma attributes, where the addition of 15% lamota extract was less liked by panelists. The color, taste and texture attributes did not show significant differences between treatments. Overall, yogurt with the addition of 15% lamota extract was most liked by the panelists. This research shows the potential for using lamota as a functional additive in making yogurt to increase antioxidant activity.
Pengaruh Penambahan Tepung Daun Beluntas (Pluchea Indica Less) Dalam Pakan Terhadap Bobot Organ Dalam Ayam Broiler Putra, Trijaya Gane; Simanjuntak, Mery Christina; Dharsono , Wardhana Wahyu
Jurnal Sains Peternakan Vol 13 No 1 (2025): Jurnal Sains Peternakan Vol.13 No.1
Publisher : Fakultas Peternakan, Universitas PGRI Kanjuruhan Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21067/jsp.v13i1.11249

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji pengaruh penambahan tepung daun beluntas (Pluchea indica Less) dalam pakan terhadap bobot organ dalam ayam broiler. Penelitian menggunakan metode eksperimental dengan Rancangan Acak Lengkap (RAL) yang terdiri dari 4 perlakuan dan 5 ulangan. Perlakuan terdiri dari P0 (kontrol), P1 (penambahan tepung daun beluntas 1%), P2 (2%), dan P3 (3%). Parameter yang diamati meliputi bobot hati, usus, ampela, dan jantung. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penambahan tepung daun beluntas berpengaruh nyata (P<0,05) terhadap bobot usus, namun tidak berpengaruh nyata (P>0,05) terhadap bobot hati, ampela, dan jantung ayam broiler. Penambahan tepung daun beluntas sampai level 3% dapat digunakan dalam pakan tanpa mengganggu fungsi fisiologis organ dalam ayam broiler.
Penggunaan Nanas terhadap Sifat Fisiko Kimia dan Sensoris Daging Sapi Rotinsulu, Merri Diana; Dulung, Marshanda; Sakul, Sjaloom Ester; Hadju, Rahmawaty; Lontaan, Nova Nancy; Palar, Conny K. M.; Sane, Srimalasinha; Yelnetty, Alfriza
Jurnal Sains Peternakan Vol 13 No 1 (2025): Jurnal Sains Peternakan Vol.13 No.1
Publisher : Fakultas Peternakan, Universitas PGRI Kanjuruhan Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21067/jsp.v13i1.11579

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pemanfaatan nanas terhadap sifat fisiko kimia dan organolebtik daging sapi. Penelitian ini mengunakan rancangan acak lengkap (RAL) yang terdiri dari 4 pelakuan dan 4 ulangan. Data analisis mengunakan ANOVA dan uji sesoris mengunakan 35 panelis. Apabila pelakuan berpengaruh nyata maka akan dilanjutkan dengan uji lanjut Beda Nyata Jujur (BNJ). Perlakuan adalah P0: daging tanpa irisan nanas , P1: daging dengan irisan nanas 25%, P3: daging dengan irisan nanas 50%, P4: daging dengan irisan nanas 75%. Variabel dan penelitian ini adalah kadar air, susut masak, nilai pH, daya ikat air (DIA), tekstur, cita rasa. Hasil penelitian tentang pemanfaatan irisan nanas pada perlakuan P0, P1, P2, P3, dan P4 memberikan pengaruh sangat nyata (P>0,05) terhadap susut masak dan memberikan pengaruh tidak nyata (p<0,05) terhadap kadar air, pH, daya ikat Air (DIA) daging sapi. Selain itu pengaruh pemanfaatan nanas pada perlakuan P0, P1, P2, P3, dan P4 memberikan pengaruh sangat nyata (p>0,05) terhadap keempukan dan citarasa. Hasil uji lanjut beda nyata jujur (BNJ) untuk susut masak yang terbaik perlakuan P1 dan keempukan adalah P1 serta citarasa perlakuan P1. Berdasarkan analisis data dan pembahasan dapat disimpulkan bahwa penggunaan irisan nanas 25% memberikan hasil terbaik terhadap sifat fisikokimia dan sifat inderawi daging sapi.
Kotoran Sapi Terfermentasi sebagai Pakan terhadap Bobot Tetas dan Pertumbuhan Anak Ayam KUB Banamtuan, Adyanto Nessy; Mozes, Yusuf
Jurnal Sains Peternakan Vol 13 No 1 (2025): Jurnal Sains Peternakan Vol.13 No.1
Publisher : Fakultas Peternakan, Universitas PGRI Kanjuruhan Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21067/jsp.v13i1.11700

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi pengaruh penambahan kotoran sapi terfermentasi dalam ransum terhadap bobot tetas dan performa pertumbuhan ayam Kampung Unggul Balitbangtan (KUB). Penelitian menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan empat perlakuan dan lima ulangan, masing-masing ulangan terdiri atas tiga ekor ayam, sehingga total digunakan 60 ekor ayam. Perlakuan terdiri dari R0 (pakan kontrol tanpa kotoran sapi terfermentasi), R1 (10% kotoran sapi terfermentasi), R2 (20% kotoran sapi terfermentasi), dan R3 (30% kotoran sapi terfermentasi). Parameter yang diamati meliputi bobot tetas, pertambahan bobot badan, konsumsi pakan, dan konversi pakan. Data dianalisis menggunakan analisis varians (ANOVA) dan dilanjutkan dengan uji Duncan untuk mengetahui perbedaan antarperlakuan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penambahan kotoran sapi terfermentasi hingga level 20% dalam ransum memberikan pengaruh signifikan (P<0,05) terhadap bobot tetas. Namun, tidak ditemukan pengaruh yang signifikan (P>0,05) terhadap pertumbuhan ayam, termasuk pertambahan bobot badan, konsumsi pakan, dan konversi pakan. Temuan ini mengindikasikan bahwa kotoran sapi terfermentasi berpotensi sebagai bahan pakan alternatif hingga tingkat tertentu tanpa mengganggu performa pertumbuhan ayam KUB.
Efek Penambahan Level Kuning Telur Puyuh dalam Pengencer Tris-Modifikasi terhadap Kualitas Semen Babi Duroc Tapatab, Kelvin Alberto Imanuel; Nalley, Wilmientje M.; Marawali, Aloysius; Hine, Thomas M.
Jurnal Sains Peternakan Vol 13 No 1 (2025): Jurnal Sains Peternakan Vol.13 No.1
Publisher : Fakultas Peternakan, Universitas PGRI Kanjuruhan Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21067/jsp.v13i1.12081

Abstract

Tujuan penelitian ini yaitu untuk menguji efek penambahan level kuning telur puyuh (KTP) dalam pengencer Tris-modifikasi (TM) terhadap kualitas semen cair babi duroc. Penelitian ini menggunakan metode eksperimental dengan rancangan acak lengkap (RAL) terdiri dari 5 perlakuan dan 5 ulangan sehingga terdapat 25 unit percobaan. Perlakuan yang dimaksud adalah P1 =90% T-M + KTP 10%; P2=87,5% T-M + KTP 12,5%;P3 : 85% T-M + KTP 15%; P4: 82,5% T-M + KTP 17,5%; P5 : 80% T-M + KTP 20%. Semen yang berkualitas diencerkan dengan pengencer uji, kemudian dipreservasi pada suhu 18-20°C hingga motilitasnya 40%. Variabel yang diteliti meliputi motilitas, viabilitas, abnormalitas, dan daya tahan hidup spermatozoa yang di evaluasi setiap 12 jam. Data yang diperoleh kemudian dianalisis mengunakan analys of variance (ANOVA) dilanjutkan dengan uji duncan. Hasil pengamatan menunjukkan pada jam ke 60 preservasi perlakuan P3 menghasilkan motilitas spermatozoa tertinggi dan yang berbeda secara nyata (P<0,05) dengan semua perlakuan dengan nilai motilitas spermatozoa sebesar 43,40%, viabilitas spermatozoa 52,62%, abnormalitas spermatozoa 5,15%, dan daya tahan hidup spermatozoa 68,50 jam. Kesimpulannya penambahan 15% kuning telur puyuh menghasilkan kualitas semen cair yang optimal selama penyimpanan pada suhu 18-20°C.
Pengaruh Indeks Kenyamanan terhadap Frekuensi Urinasi dan Defekasi serta Waktu Berbaring Sapi PFH pada Sistem Kandang Tertutup Pati, Hardian Saputra Umbu; Marhaeniyanto, Eko; Nurul , Mohamad
Jurnal Sains Peternakan Vol 13 No 1 (2025): Jurnal Sains Peternakan Vol.13 No.1
Publisher : Fakultas Peternakan, Universitas PGRI Kanjuruhan Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21067/jsp.v13i1.12107

Abstract

Tujuan penelitian untuk mengetahui indeks kenyamanan, frekuensi urinasi, defekasi dan waktu berbaring sapi PFH pada sistem kandang tertutup. Pengukuran indeks kenyamanan dilakukan dengan mencatat suhu dan kelembaban. Pengamatan frekuensi urinasi mencakup pencatatan jumlah, volume, dan warna urin. Pengamatan frekuensi defekasi meliputi pencatatan jumlah kejadian, berat, serta konsistensi feses. Pengamatan waktu berbaring dilakukan dengan mencatat durasi, disertai pengamatan aktivitas pada saat berbaring. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Indeks kenyamanan pada kandang tertutup rata-rata temperatur sebesar 21,60oC/70,88°F dan kelembaban 78,30% menghasilkan Temperature Humidity Index (THI) rata-rata 69,19 yang tergolong normal. Frekuensi urinasi tertinggi terjadi pada siang hari rata-rata 5,38 kali dan volume 6,74 liter, pagi hari (2,85 kali) dan sore hari (2,77 kali) relatif serupa, dengan volume urin yang juga hampir sama (4,54 liter dan 4,38 liter). Total frekuensi urinasi harian mencapai 11,01 kali dengan volume total 15,65 liter. Frekuensi defekasi pagi hari, rata-rata 4,34 kali dengan volume 11,22 kg. Frekuensi defekasi siang hari menjadi 4,78 kali, dengan volume 10,28 kg, pada sore hari, terjadi penurunan frekuensi maupun volume defekasi, dengan nilai 3,83 kali dan 9,22 kg. Total frekuensi defekasi harian 12,95 kali dengan volume total 30,70 kg. Frekuensi berbaring sapi PFH tertinggi pada siang hari sebanyak 4,42 kali dengan durasi 117,64 menit (1,96 jam), diikuti pagi sebanyak 4,09 kali dengan durasi 106,65 menit (1,78 jam), dan sore 3,82 kali dengan durasi 101,22 menit (1,69 jam). Sapi PFH berbaring rata-rata 12,33 kali per hari dengan total durasi 325,51 menit atau 5,43 jam.