cover
Contact Name
Muchtaridi
Contact Email
ijpsteditor@gmail.com
Phone
-
Journal Mail Official
ijpsteditor@gmail.com
Editorial Address
-
Location
Kota bandung,
Jawa barat
INDONESIA
Indonesian Journal of Pharmaceutical Science and Technology
ISSN : 23561971     EISSN : 2406856X     DOI : -
Core Subject : Health, Science,
Jurnal Sains dan Teknologi Farmasi Indonesia (IJPST) adalah publikasi ilmiah pada seluruh aspek Sains dan Teknologi Farmasi. Jurnal ini diterbitkan 3 kali setahun untuk menyediakan forum bagi apoteker, dan profesional kesehatan lainnya untuk berbagi praktik terbaik, meningkatkan jaringan kerja dan pendekatan yang lebih kolaboratif dalam Sains dan Teknologi Farmasi.
Arjuna Subject : -
Articles 530 Documents
Potensi Antioksidan dan Antikanker dari Jamur Endofit Akar Kalanchoe marmorata dan Kalanchoe millotii Zahra, Rabiha; Sufiyanti, Rahma; Yuni, Yenny Febriani; Purbaya, Sari; Aisyah, Lilis Siti; Agustini, Dewi Meliati
Indonesian Journal of Pharmaceutical Science and Technology Vol 13, No 2 (2026)
Publisher : Indonesian Journal of Pharmaceutical Science and Technology

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/ijpst.v13i2.65927

Abstract

Kalanchoe, yang umum dikenal sebagai cocor bebek, merupakan tanaman obat penghasil senyawa bioaktif dengan potensi sebagai antioksidan dan antikanker. Selain tanaman inangnya, jamur endofit yang hidup secara simbiotik dalam jaringan tanaman diketahui mampu menghasilkan metabolit sekunder dengan aktivitas biologis, termasuk senyawa sitotoksik yang berpotensi menghambat proliferasi dan menginduksi kematian sel kanker. Penelitian ini bertujuan untuk mengisolasi jamur endofit dari akar K. marmorata dan K. millotii, serta mengevaluasi aktivitas antioksidan dan antikanker. Ekstrak jamur endofit diperoleh melalui proses fermentasi dan maserasi menggunakan etanol 96%. Aktivitas antioksidan dianalisis dengan metode DPPH (1,1-difenil-2-pikrilhidrazil), sedangkan aktivitas antikanker dianalisis dengan metode reduksi resazurin pada lini sel B16-F10. Hasil uji menunjukkan nilai IC50 sebesar 150,2 ppm untuk jamur endofit Fusarium sp. dan 148,8 ppm untuk F. oxysporum dalam uji antioksidan. Sementara pada uji antikanker, Fusarium sp. menghasilkan nilai IC50 45,38 μg/mL, sedangkan F. oxysporum memperlihatkan IC50 >1000 μg/mL. Temuan ini menunjukkan bahwa Fusarium sp. berpotensi sebagai antioksidan dan memiliki aktivitas sitotoksik yang kuat terhadap lini sel B16-F10, sementara F. oxysporum berpotensi sebagai antioksidan, namun tidak efektif sebagai antikanker.
Analysis of Virgin Coconut Oil (VCO) Purity Using UV-Vis Spectrophotometry Combined with PCA and HCA Chemometrics Wijaya, Triyadi Hendra; Rehana, Rehana; Arisma, Divaa' Rizqi; Endriastuti, Nialiana Endah; Suryoputri, Masita Wulandari
Indonesian Journal of Pharmaceutical Science and Technology Vol 13, No 2 (2026)
Publisher : Indonesian Journal of Pharmaceutical Science and Technology

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/ijpst.v13i2.63230

Abstract

VCO is a vegetable oil with many health and cosmetic benefits, but it is relatively more expensive than other vegetable oils, making it vulnerable to adulteration. UV-Vis spectrophotometry, combined with chemometric techniques, was used to distinguish VCO from other oils. Soybean oil (SO) and sunflower oil (SFO) are the main adulterants of VCO. This study aimed to evaluate the ability of UV-Vis spectrophotometry combined with chemometrics to differentiate VCO from SO and SFO. Samples were measured for absorbance at wavelengths from 200 to 400 nm. The UV-Vis spectral data were further analyzed using chemometric methods, PCA, and HCA, to classify the samples. The PCA model successfully differentiated VCO, SO, and SFO in RStudio 4.4.2, with variance explained by PC1 (81.3%) and PC2 (17.1%). VCO samples are clearly separated from other samples, while SO and SFO appear close to each other due to their similar physicochemical properties. Mixed oil samples were grouped by composition. HCA analysis also showed a grouping pattern consistent with PCA results. Therefore, UV-Vis spectrophotometry, combined with chemometric techniques, can effectively distinguish VCO from SO and SFO.
Identifikasi Senyawa Bioaktif dan Kapasitas Antibakteri Kombinasi Zingiber officinale, Cymbopogon citratus, dan Phyllanthus reticulatus Kristiani, Elizabeth Betty Elok; Kasmiyati, Sri
Indonesian Journal of Pharmaceutical Science and Technology Vol 13, No 2 (2026)
Publisher : Indonesian Journal of Pharmaceutical Science and Technology

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/ijpst.v13i2.62268

Abstract

Kandungan berbagai senyawa dalam tumbuhan dapat bersifat sinergis atau antagonis dalam memberikan efek antibakteri. Studi ini mengevaluasi aktivitas antibakteri Zingiber officinale, Cymbopogon citratus, dan Phyllanthus reticulatus (ZCP) terhadap bakteri Escherichia coli dan Staphylococcus aureus, serta pola senyawa fenolik dan flavonoid yang terkait dengan aktivitas tersebut. Ekstrak disiapkan melalui maserasi menggunakan etanol 96% dan disusun menggunakan pendekatan Design of Experiment. Aktivitas antibakteri diukur menggunakan metode Kirby-Bauer, sementara kadar senyawa fenolik dan flavonoid diukur menggunakan Kromatografi Cair Kinerja Tinggi (KCKT). Semua komposisi ZCP menunjukkan aktivitas antibakteri sedang berdasarkan diameter zona penghambatan. Beberapa komposisi, termasuk ekstrak tunggal Zingiber officinale, Cymbopogon citratus, dan Phyllanthus reticulatus, serta ZCP 1:1:0 dan ZCP 4:1:1, menunjukkan aktivitas antibakteri terhadap E. coli yang secara statistik sebanding dengan tetracycline, sedangkan terhadap S. aureus, semua komposisi menunjukkan aktivitas yang lebih rendah. Aktivitas yang lebih tinggi terkait dengan pola spesifik senyawa fenolik flavonoid asam galat, rutin, katekin, dan naringenin. Studi lebih lanjut diperlukan untuk mengoptimalkan formulasi dan mengeksplorasi lebih lanjut interaksi senyawa bioaktif guna mengembangkan fitofarmaka yang lebih efektif.
Effects of Platelet Rich Plasma and Hydroxyapatite Implants Derived from Cuttlefish Bone (Sepia Sp) on Bone Generation and Osteogenic Activity Sofia, Sofia; Firdaus, Azhar; Erwin, Erwin; Hayati, Zinatul
Indonesian Journal of Pharmaceutical Science and Technology Vol 13, No 2 (2026)
Publisher : Indonesian Journal of Pharmaceutical Science and Technology

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/ijpst.v13i2.70155

Abstract

Bone defects require biocompatible biomaterials that support osteoconduction and tissue regeneration. Hydroxyapatite (HA) derived from cuttlebone (Sepia sp.) offers high calcium content and a porous structure with potential as a bone implant, while Platelet Rich Plasma (PRP) contains growth factors that enhance regeneration. This study aimed to evaluate the effects of PRP and cuttlebone HA on bone defect healing in rats using histopathological features. Nine male Wistar rats were divided into three groups: K1 (negative control), K2 (HA + PRP), and K3 (HA). Alveolar bone defects (5 mm in diameter) were surgically created, and treatments were applied accordingly. Samples were evaluated on day 30 using hematoxylin eosin staining and histomorphometric analysis. Parameters assessed included osteoblast, osteocyte, and osteoclast counts and neovascularization in the implant bone. One-way ANOVA revealed significant differences in osteoblast (p-value =0.000), osteoclast (p-value =0.033), and osteocyte (p-value =0.001) counts across groups. Kruskal-Wallis test showed significant difference in neovascularization (p-value =0.047). Histopathological examination demonstrated no necrosis and increased bone marrow proliferation in the K2 group. This study indicates that cuttlebone-derived hydroxyapatite holds potential as a regenerative implant, particularly when combined with PRP
Formulation of Ethyl p-Methoxycinnamate (EPMC) Clay Mask as an Anti-Acne Agent Using a Box–Behnken Design Andriyannto, Adit; Legowo, Wahyu Priyo; Firmansyah, Adang; Rachmaniar, Revika
Indonesian Journal of Pharmaceutical Science and Technology Vol 13, No 2 (2026)
Publisher : Indonesian Journal of Pharmaceutical Science and Technology

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/ijpst.v13i2.68948

Abstract

Jerawat merupakan gangguan kulit yang umum terjadi dan memengaruhi sekitar 80–85% remaja serta dewasa muda di Indonesia. Pada penelitian sebelumnya, ethyl p-methoxycinnamate (EPMC) merupakan senyawa utama dari rimpang kencur (Kaempferia galanga L.) yang memiliki aktivitas antibakteri dengan konsentrasi hambat minimum (KHM) sebesar 1,2% b/v terhadap Cutibacterium acnes, bakteri utama penyebab jerawat. Dalam upaya meningkatkan kemudahan penggunaan dan potensi terapinya, dikembangkan sediaan masker clay sebagai sistem penghantaran topikal yang inovatif. Penelitian ini bertujuan memperoleh formula masker clay yang teroptimasi menggunakan Desain Box–Behnken, dengan kaolin (15–30% b/b), bentonit (1–2% b/b), dan xanthan gum (0,5–1% b/b) sebagai faktor, serta respon yang dievaluasi meliputi pH, viskositas, dan waktu mengering. Optimasi menghasilkan formula optimum yang mengandung 26,925% b/b kaolin, 1,808% b/b bentonit, dan 0,854% b/b xanthan gum dengan nilai desirabilitas 1,000. Masker clay optimum memiliki pH 7,560 ± 0,0899, viskositas 20.583,33 ± 650,85 mPa·s, waktu mengering 25,58 ± 1,36 menit, daya sebar 4,038 ± 0,096 cm, daya lekat 8,80 ± 1,018 detik dan uji antibakteri menunjukkan zona hambat sedang sebesar 6,969 ± 0,896 mm, lebih besar dibandingkan EPMC murni. Secara keseluruhan, formula optimum masker clay EPMC menunjukkan sifat fisik yang baik serta aktivitas antibakteri dalam kategori sedang yang berpotensi mendukung terapi jerawat.
Ethanol Extract of Nigella sativa Attenuates Eosinophilic Inflammation and Epithelial Remodeling in an Ovalbumin-Induced Rat Model Dewi, Rika Sari; Sandhiutami, Ni Made Dwi; Desmiaty, Yesi; Dwiantika, Ajeng Sunthi
Indonesian Journal of Pharmaceutical Science and Technology Vol 13, No 2 (2026)
Publisher : Indonesian Journal of Pharmaceutical Science and Technology

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/ijpst.v13i2.67195

Abstract

Allergic airway inflammation is commonly associated with eosinophilic infiltration and epithelial remodeling, which impair respiratory function and contribute to tissue damage. This study investigated the therapeutic potential of the ethanol extract of Nigella sativa in an ovalbumin-induced rat model of allergenic airway response. Ethanol extracts were tested in an ovalbumin-induced rat model using Sprague-Dawley rats (n=36), comparing normal, negative controls, 0.009 mg/g BW salbutamol (positive control), and three inhaled extract doses (12.25, 24.50, 49 g/kg BW). Comprehensive analysis included physiological parameters (oxygen saturation), inflammatory biomarkers (lung eosinophil count), and pulmonary histopathology (epithelial thickness). The highest dose (49 g/kg) matched salbutamol in improving oxygen saturation (86.75% vs. 88%, p=0.9917) and reducing epithelial thickness (81.50 µm vs. 81.75 µm, p=0.9999), while suppressing eosinophil infiltration (0.73 vs. 1.45 cells/field, p=0.3348). These results confirm Nigella sativa’s efficacy in attenuating airway inflammation via eosinophil-targeted mechanisms without structural epithelial alterations. The study validates traditional applications of Nigella sativa and proposes an evidence-based framework for integrating phytotherapy into respiratory medicine.
Self-Nano Emulsifying Drug Delivery System (SNEDDS) Kurkumin sebagai Kandidat Agen Terapi pada Model Hewan Demensia Paneri, Jerry Dwi; Wahyuningsih, Iis; Yuliani, Sapto
Indonesian Journal of Pharmaceutical Science and Technology Vol 13, No 2 (2026)
Publisher : Indonesian Journal of Pharmaceutical Science and Technology

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kurkumin, yang berasal dari Curcuma longa, menunjukkan potensi neuroprotektif, namun aplikasi klinisnya terbatas oleh bioavailabilitas yang rendah. Sistem penghantaran obat seperti self-nanoemulsifying drug delivery system (SNEDDS) dikembangkan untuk meningkatkan bioavailabilitas kurkumin. Penelitian ini bertujuan untuk menentukan proporsi optimal minyak kelapa murni (virgin coconut oil/VCO), Tween 80, dan PEG 400 dalam formulasi SNEDDS kurkumin. Penelitian ini meliputi optimasi formulasi menggunakan desain simplex lattice, karakterisasi fisikokimia, evaluasi in vivo, serta analisis statistik menggunakan SPSS. Formulasi SNEDDS yang optimal terdiri atas VCO (11%), Tween 80 (65,66%), dan PEG 400 (23,34%), dengan dosis kurkumin sebesar 35 mg/5 mL. Formulasi ini menunjukkan waktu emulsifikasi sebesar 32 ± 0,83 detik, transmitansi 99,39% ± 0,22%, ukuran droplet 13,18 ± 0,03 nm, indeks polidispersitas 0,131 ± 0,004, serta potensial zeta −13,0 ± 1,74 mV. Studi in vivo menunjukkan bahwa pemberian SNEDDS kurkumin pada dosis 7 mL/kg dan 12 mL/kg berat badan secara signifikan meningkatkan memori spasial pada tikus model demensia. Peningkatan kognitif tersebut tidak menunjukkan perbedaan yang signifikan dibandingkan dengan kelompok yang diberi sitikolin. Temuan ini menunjukkan bahwa SNEDDS yang diformulasikan dengan VCO, Tween 80, dan PEG 400 mampu meningkatkan penghantaran kurkumin dan memperbaiki memori spasial, sehingga mendukung potensinya sebagai terapi neuroprotektif.
Modulation of HSP60 Expression by Virgin Coconut Oil and Folic Acid in a Rotenone-Induced Zebrafish Stunting Model AINI, SYAHANA; Ardiana, Hanida Aisyah; Emiliana, Farica; Nurdiana, Nurdiana; Ariani, Ariani; Corebima, Brigitta Ida Resita Vebrianti
Indonesian Journal of Pharmaceutical Science and Technology Vol 13, No 2 (2026)
Publisher : Indonesian Journal of Pharmaceutical Science and Technology

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/ijpst.v13i2.70601

Abstract

Stunting is characterized by impaired linear growth resulting from long term nutritional inadequacy and exposure to adverse environmental conditions. Mitochondrial dysfunction and disrupted cellular stress responses contribute to stunting. Heat Shock Protein 60 (HSP60) is a mitochondrial chaperone involved in proteostasis and reflects alterations in cellular stress regulation. This study evaluated the effects of VCO and folic acid on HSP60 expression in a rotenone-induced zebrafish model of stunting. A post-test only control group experiment included 450 zebrafish embryos assigned to five groups: NC, rotenone control, VCO, folic acid, and combination treatment. Treatments were administered from 2-72 hpf. HSP60 expression was quantified by RT-qPCR at 9 dpf using the 2^-ΔΔCt method. Group differences were analyzed using one-way ANOVA with Tukey's HSD as the post hoc test. Significant differences in HSP60 expression were observed among groups (p<0.001). Compared with NC, the rotenone group showed lower HSP60 expression, while all interventions further reduced expression, with the combination group showing the lowest level (0.13±0.04). These findings indicate that rotenone affected HSP60 expression, which may reflect changes in mitochondrial stress adaptation. VCO and folic acid were associated with additional modulation of Hsp60 expression, which may reflect altered cellular stress adaptation mechanisms.
Pengelolaan Plasma: Perbandingan dengan Sistem Rantai Dingin yang Ada Saat Ini pada Vaksin Nugroho, Aristo Fajar; Aristokrat, Aria; Hendrawan, Ryan Proxy; Sriwidodo, Sriwidodo; Roestan, Mas Rahman
Indonesian Journal of Pharmaceutical Science and Technology Vol 13, No 2 (2026)
Publisher : Indonesian Journal of Pharmaceutical Science and Technology

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/ijpst.v13i2.63985

Abstract

Plasma adalah bagian penting dalam darah yang derivatnya dapat menjadi obat seperti albumin, imunoglobulin, dan faktor pembekuan darah. Namun, stabilitas dari plasma sangat bergantung pada beberapa faktor seperti penyimpanan, pengiriman, pencairan, dan hal lainnya sehingga plasma termasuk dalam Cold Chain Product (CCP) sama dengan vaksin yang sudah umum diimplementasikan. Oleh karena itu, artikel ini akan membahas pengelolaan plasma dengan pendekatan seperti pada vaksin. Metode yang digunakan adalah literatur reviu. Sebanyak 27 artikel didapatkan dari berbagai macam database seperti PubMed, ScienceDirect, dan Semantic Scholar. Pengelolaan plasma dimulai dengan mendapatkan darah dari donor dilanjutkan pemisahan dan dibekukan menjadi Fresh Frozen Plasma (FFP). FFP disimpan dan dapat langsung digunakan atau difraksinasi untuk mendapatkan obat derivat plasma. Obat ini kemudian didistribusikan untuk digunakan oleh pasien. Suhu menjadi salah satu hal penting sepanjang perjalanan plasma. Hal ini dikarenakan plasma tidak memiliki indikator suhu seperti vaksin yang dikenal dengan Vaccine Vial Monitor (VVM). Diperlukan pengawasan dan manajemen yang ketat sepanjang pengelolaan plasma ini. Artikel ini diharapkan dapat mendorong penyusunan regulasi dan pedoman teknis pengelolaan plasma di Indonesia guna mengimbangi pesatnya adopsi terapi tersebut sebagai strategi kesehatan nasional.
Minyak Kelapa Murni dan Asam Folat Secara Tunggal Maupun Kombinasi Memodulasi Ekspresi Growth Hormone pada Larva Zebrafish Model Stunting yang Diinduksi Rotenon Emiliana, Farica; Ardiana, Hanida Aisyah; Aini, Syahana; Nurdiana, Nurdiana; Mastuti, Ni Luh Putu Herli
Indonesian Journal of Pharmaceutical Science and Technology Vol 13, No 2 (2026)
Publisher : Indonesian Journal of Pharmaceutical Science and Technology

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/ijpst.v13i2.70291

Abstract

Stunting merupakan masalah kesehatan global yang berkaitan dengan gangguan pertumbuhan linier yang berhubungan dengan penurunan ekspresi growth hormone (GH) dan sering dikaitkan dengan stres oksidatif.  Virgin Coconut Oil dan asam folat memiliki sifat antioksidan yang berpotensi memulihkan jalur pertumbuhan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh pemberian VCO dan asam folat, baik secara tunggal maupun kombinasi, terhadap ekspresi GH pada model stunting larva zebrafish yang diinduksi rotenon. Penelitian eksperimental laboratorik dengan desain post-test only controlled group dilakukan menggunakan larva zebrafish (Danio rerio). Sampel dibagi menjadi lima kelompok, yaitu kontrol negatif, kontrol positif, perlakuan VCO (6,25%), perlakuan asam folat (70 μM), dan kombinasi keduanya. Ekspresi GH diukur pada hari ke-9 pasca fertilisasi menggunakan RT-qPCR. Analisis data dilakukan menggunakan uji one-way ANOVA yang dilanjutkan dengan uji Tukey’s HSD. Terdapat perbedaan yang signifikan pada ekspresi GH antar kelompok (p < 0,001). Kelompok kontrol positif menunjukkan ekspresi terendah. Di antara kelompok perlakuan, VCO menunjukkan peningkatan ekspresi GH tertinggi (0,9122 ± 0,09704), diikuti oleh asam folat (0,5186 ± 0,24155), sedangkan kombinasi keduanya menunjukkan peningkatan yang minimal (0,0563 ± 0,01577). VCO dan asam folat secara tunggal meningkatkan ekspresi GH. Namun, kombinasi keduanya tidak memberikan manfaat tambahan, yang mengindikasikan kemungkinan tidak adanya efek sinergis dan berkaitan dengan interaksi yang bergantung pada dosis dalam regulasi GH.

Filter by Year

2014 2026


Filter By Issues
All Issue Vol 13, No 2 (2026) Vol 13, No 1 (2026) Vol 12 (2025): Vol. 12 Suppl. 2 (2025) 2025: Vol. 12 Suppl. 1 (2025) Vol 12 (2025): Vol. 12 Suppl. 3 Vol 12, No 3 (2025) Vol 12, No 2 (2025) Vol 12, No 1 (2025) 2024: Suppl. 6, no. 3 (The 3rd Mandala Waluya International Conference on Pharmaceutical Science and Vol 11, No 3 (2024) Vol 11, No 2 (2024) Vol 11, No 1 (2024) 2024: Suppl. 6, No. 2 (Universitas Halu Uleo Conference) 2024: Suppl. 6, No. 1 (Special Issue for Mulawarman Pharmaceutical Conference) Suppl. 5, No. 2 (2023) Special Issue for The 3rd Bandung International Teleconference on Pharmacy (B Vol 10, No 3 (2023) Vol 10, No 2 (2023) Vol 10, No 1 (2023) Suppl. 5, No. 1 (2023) Vol 9, No. 3, 2022 Vol 9, No. 2, 2022 Vol 9, No 1 (2022) Suppl. 4, No. 1 (2022) Vol 8, No 3 (2021) Vol 8, No 2 (2021) Vol 8, No 1 (2021) Suppl. 3, No. 1 (2021) Vol 7, No 3 (2020) Vol 7, No 2 (2020) Vol 7, No 1 (2020) Vol 6, No 3 (2019) Vol 6, No 2 (2019) Vol 6, No 1 (2019) Vol 6, No 1 (2019 In Press) Suppl. 2, No. 3 (2019) Suppl. 2, No. 2 (2019) Suppl. 2, No. 1 (2019) Vol 5, No 3 (2018) Vol 5, No 3 (2018) Vol 5, No 2 (2018) Vol 5, No 2 (2018) Vol 5, No 1 (2018) Vol 5, No 1 (2018) Suppl 1, No. 1 (2018) Suppl 1, No. 1 (2018) Vol 4, No 3 (2017) Vol 4, No 3 (2017) Vol 4, No 2 (2017) Vol 4, No 2 (2017) Vol 4, No 1 (2017) Vol 4, No 1 (2017) Supp 1, No 1 (2017) Supp 1, No 1 (2017) Vol 3, No 3 (2016) Vol 3, No 3 (2016) Vol 3, No 2 (2016) Vol 3, No 2 (2016) Vol 3, No 1 (2016) Vol 3, No 1 (2016) Vol 2, No 3 (2015) Vol 2, No 3 (2015) Vol 2, No 2 (2015) Vol 2, No 2 (2015) Vol 2, No 1 (2015) Vol 2, No 1 (2015) Vol 1, No 2 (2014) Vol 1, No 2 (2014) Vol 1, No 1 (2014) Vol 1, No 1 (2014) More Issue