cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota madiun,
Jawa timur
INDONESIA
Jurnal CARE
ISSN : 23552034     EISSN : 25279513     DOI : -
Core Subject : Education,
JURNAL CARE is a scientific journal on Early Childhood Education that aims to communicate research results of professors, teachers, practitioners, and scientists in the field of early childhood education covering the fields of basic teaching in preschool, applied science and analytical-critical studies in the field of care-giving, child protection and child nutrition and health.
Arjuna Subject : -
Articles 230 Documents
Inovasi Quantum Learning dan Media Kotak Huruf: Solusi Membedakan Huruf Ifa Aristia Sandra Ekayati; Mariska, Laila
Jurnal CARE (Children Advisory Research and Education) Vol. 12 No. 2 (2025): Januari
Publisher : Universitas PGRI Madiun

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25273/jcare.v12i2.21312

Abstract

Anak-anak usia dini sering menghadapi tantangan dalam membedakan huruf-huruf yang tampak serupa secara visual yang mirip, seperti s dan z, serta b, d, dan p. Berdasarkan observasi awal hasil belajar dalam kemampuan membedakan huruf masih kurang dengan rata-rata dibawah 60% dan model pembelajaran yang digunakan oleh pendidik masih berpusat pada guru. Masalah tersebut diketahui pada saat kegiatan jurnal pagi anak menulis nama hari dan bulan. Tantangan ini dapat mempengaruhi perkembangan kemampuan literasi awal mereka. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh penerapan Quantum Learning yang dipadukan dengan media kotak huruf terhadap kemampuan anak dalam membedakan huruf-huruf mirip di kelompok A TK Baiturrohman. Metode yang diterapkan dalam penelitian ini adalah eksperimen dengan desain pre-test dan post-test. Sample penelitian ini terdiri dari 10 anak kelas A1 dan 10 anak kelas A2. Teknik pengumpulan data menggunakan observasi dan dokumentasi. Analisis data menggunakan analisis kuantitatif dengan bantuan SPSS 26.0. Temuan penelitian mengindikasikan bahwa penggunaan model Quantum Learning yang dilengkapi dengan media kotak huruf meningkatkan kemampuan anak secara signifikan dalam membedakan huruf yang mirip. Dimana terdapat perbedaan sebelum dan sesudah diberikan model Quantum Learning dan Media Kotak huruf berpengaruh signifikan terhadap membedakan huruf yang mirip. Kombinasi ini efektif karena mengintegrasikan aspek kognitif, emosional, dan fisik dalam proses pembelajaran, yang membuat materi lebih mudah dipahami oleh anak.
Penggunaan Metode Reward dan Punishment Sebagai Upaya Meningkatkan Kedisiplinan Pada Anak Usia 4-5 Tahun Retno Risti Darmawanti; Sefriyanti; Ririn Sanusi
Jurnal CARE (Children Advisory Research and Education) Vol. 13 No. 1 (2025)
Publisher : Universitas PGRI Madiun

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25273/jcare.v13i1.21493

Abstract

Anak adalah buah hati dan sekaligus menjadi investasi orang tua di masa mendatang. Ketika di pendidikan formal seperti TK atau PAUD, terkadang perilaku anak seringkali berlebihan. Oleh sebab itu, alternatif yang diberikan adalah metode reward dan punishment. Penelitian ini bertujuan untuk mendisiplinkan dan mendidik anak dengan kasih sayang bukan untuk menakut-nakuti atau mengancam mereka. Pendekatan penelitian yang akan digunakan adalah pendekatan kualitatif. Penelitian menggambarkan tentang penggunaan reward dan punishment dalam meningkatkan kedisiplinan pada anak usia 4-5 tahun. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan reward yang diterapkan di RA Azzahra berupa penghargaan seperti mendapatkan sebuah bintang atau dengan memberi pujian, acungan jempol, pelukan, sesekali mereka juga diberi hadiah berupa baris di depan nomer pertama, duduk dibangku depan, dan lain-lain. Sedangkan untuk penerapan punishment adalah hukuman bagi mereka agar mereka jera dan tidak melakukan kesalahan yang sama. Penggunaan sistem reward dan punishment sebagai upaya meningkatkan kedisiplinan anak usia 4-5 tahun di RA Azzahra terdapat 12 anak berkembang sangat baik dan 3 anak berkembang sesuai harapan, dari hasil tersebut dapat dilihat rata-rata anak mampu memperoleh kriteria perkembangan BSB yang artinya anak sudah berkembang sangat baik dan dinilai sudah meningkat kedisiplinan anak.
Upaya Peningkatan Karakter Sosial Emosional Anak melalui Metode Demonstrasi di TK Plus Usman Al Farsy Nurul Hikmah Dwi Ramadhaniya Ririyanti; Dewi Pusparini; Khairun Nisa'; Devi Sulistiani; Putriyatus Sani; Khotimatul Hosna
Jurnal CARE (Children Advisory Research and Education) Vol. 12 No. 2 (2025): Januari
Publisher : Universitas PGRI Madiun

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25273/jcare.v12i2.21497

Abstract

Perkembangan sosial emosional perlu dikembangkan sebaik mungkin karena akan berdampak pada kesiapan anak memasuki sekolah, seperti anak mampu menjalin pertemanan serta komunikasi yang baik dengan guru dan teman sebayanya, juga akan dibawa sampai mereka dewasa nanti. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peningkatan karakter sosial emosional anak. Metode yang digunakan adalah penelitian tindakan kelas dengan menggunakan instrumen pedoman wawancara dan lembar pengamatan. Lokasi penelitian adalah di TK Plus Usman Al Farsy kelompok B. Teknik pengumpulan data yang dilakukan menggunakan teknik wawancara, observasi dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rata-rata aspek perkembangan sosial emosional anak mengalami peningkatan setelah diberikan tindakan dengan menggunakan metode demonstrasi pada tiap siklus, dimana peningkatan yang terjadi yaitu anak sudah mampu mengatur emosinya sendiri, anak mampu berinteraksi dengan baik bersama teman sebayanya yaitu dengan bersabar menunggu giliran setiap melakukan kegiatan. Hasil dari penelitian yang dilakukan dapat disimpulkan bahwa setelah tindakan penggunaan metode demonstrasi, seluruh siswa sudah mencapai kriteria ketuntasan minimal penilaian terlihat dari peningkatan siklus 1 sebesar 67,4% dan siklus 2 sebesar 84,3%.
Strategi Orang Tua dalam Pembiasaan Doa Harian pada Anak Luthfiyyah Tasya; Azizah Zein; Rhea Aquilla Fawaz; Masganti Sit
Jurnal CARE (Children Advisory Research and Education) Vol. 12 No. 2 (2025): Januari
Publisher : Universitas PGRI Madiun

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25273/jcare.v12i2.21510

Abstract

Pembiasaan doa harian pada anak usia dini adalah proses mengenalkan dan memperkuat kebiasaan berdoa sebagai bagian dari rutinitas harian untuk menanamkan nilai spiritual dan moral. Anak usia ini mulai memahami nilai-nilai melalui pengulangan dan pengalaman langsung. Orang tua memiliki peran utama dalam membimbing anak menginternalisasi doa sebagai bagian dari rutinitas harian. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui lebih dalam mengenai strategi orang tua dalam membiasakan doa harian pada anak yang berusia 5-6 tahun. Metode penelitian yang digunakan adalah penelitian kualitatif deskriptif. Lokasi penelitian di lingkungan TK IT Bunayya 7, subjek penelitian sebanyak 2 orang tua. Penelitian mengggunakan pendekatan studi kasus, di mana data dikumpulkan melalui wawancara dengan orang tua anak usia dini. Hasil penelitian menunjukkan bahwa orang tua membiasakan anak berdoa melalui contoh langsung, rutinitas, dan penguatan positif, mendukung perkembangan moral, spiritual, dan kedisiplinan anak. Implikasinya, strategi ini memberikan panduan praktis bagi orang tua dalam membiasakan doa harian pada anak untuk mendukung pembentukan karakter moral dan spiritual.
Penggunaan Media Lampu Warna terhadap Perkembangan Bahasa Arab Anak Usia Dini Emilia Fitri Harahap; Khairunnisa; Nabilah Araminta; Hilda Zahra Lubis
Jurnal CARE (Children Advisory Research and Education) Vol. 12 No. 2 (2025): Januari
Publisher : Universitas PGRI Madiun

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25273/jcare.v12i2.21544

Abstract

Bahasa memiliki keterampilan yang penting untuk dikuasai terutama untuk anak usia dini, Bahasa Arab anak usia dini adalah bahasa asing yang dipelajari oleh anak-anak Indonesia melalui proses pembelajaran yang disengaja dan disadari. Pembelajaran Bahasa pada anak usia dini diharapkan dapat ditingkatkan melalui kegiatan yang lebih menari,termasuk dengan mrnggunakan media. Salah satu metode yang dapat digunakan adalah penggunaan media pembelajaran interaktif, seperti lampu warna. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui kesesuaian media lampu warna terhadap perkembangan bahasa Arab untuk anak usia dini. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif kualitatif dengan teknik observasi, dokumentasi, wawancara, studi kepustakaan, teknik pengumpulan data dengan menganalisis buku, jurnal dan artikel yang masih berhubungan dengan topik penelitian. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan media lampu warna berhasil mengembangkan bahasa Arab untuk anak usia dini. Dengan menggunakan media lampu warna anak lebih semangat dalam belajar bahasa arab, proses pembelajaran bahasa arab terasa lebih menyenangkan, anak lebih mudah menangkap dan mudah memahami setiap materi yang diberikan oleh guru. Penelitian ini hanya pada media lampu warna dalam pemerolehan bahasa Arab bagi anak usia dini.
Strategi Guru untuk Mengembangkan Kreativitas Anak melalui Metode STEAM di RA Darul Hidayah Pohsangit Kidul Babur Rohma; Agustiarini Eka Dheasari
Jurnal CARE (Children Advisory Research and Education) Vol. 13 No. 1 (2025)
Publisher : Universitas PGRI Madiun

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25273/jcare.v13i1.21601

Abstract

Kreativitas adalah elemen penting yang perlu dikembangkan sejak dini untuk mendukung kemampuan berpikir kritis, pemecahan masalah, dan adaptasi terhadap tantangan. Metode STEAM (Science, Technology, Engineering, Arts, and Mathematics) menghadirkan pendekatan interdisipliner yang mendorong eksplorasi dan inovasi. Penelitian ini bertujuan mengevaluasi strategi guru dalam menerapkan metode STEAM untuk mengembangkan kreativitas anak di RA Darul Hidayah Pohsangit Kidul. Metode ini mengintegrasikan sains, teknologi, rekayasa, seni, dan matematika untuk memberikan peluang kepada anak-anak dalam mengeksplorasi berbagai konsep dan ide secara praktis dan holistik. Penelitian di RA Darul Hidayah menunjukkan metode STEAM efektif meningkatkan kreativitas anak. Proyek mencampur warna, membangun jembatan, membuat gunung berapi. Anak lebih kritis, inovatif, percaya diri. Guru fasilitator kreatif, menghadapi keterbatasan fasilitas teknologi, dan pelatihan tambahan. Pendekatan yang digunakan adalah kualitatif deskriptif melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Indikator kreativitas meliputi fleksibilitas, orisinalitas, fluensi, elaborasi, serta keterbukaan terhadap pengalaman baru. Penerapan metode STEAM mampu meningkatkan kreativitas anak usia 4-5 tahun secara signifikan. Aktivitas pembelajaran mendorong anak berpikir kritis, menemukan solusi kreatif, serta mengintegrasikan konsep dari berbagai disiplin ilmu. Anak tidak hanya belajar secara teoretis, tetapi juga secara praktis melalui aktivitas interaktif yang melatih kemampuan analitis. Pendekatan ini memperkaya pengalaman belajar anak sekaligus mengasah kemampuan mereka untuk berinovasi.
Penguatan Karakter Anak melalui Tujuh Kebiasaan Anak Indonesia Hebat dalam Perspektif Islam: Kajian Literatur Rosyida Nurul Anwar; Neni Mulya
Jurnal CARE (Children Advisory Research and Education) Vol. 12 No. 2 (2025): Januari
Publisher : Universitas PGRI Madiun

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25273/jcare.v12i2.21605

Abstract

Karakter dalam Islam bukan hanya sebatas mengajarkan pengetahuan, tetapi juga pembentukan akhlak mulia yang menjadi dasar bagi kehidupan yang sukses dan bahagia. Tujuan utama pendidikan karakter dalam Islam adalah mencetak generasi yang beriman, bertakwa, berakhlak mulia, dan menjadi rahmat bagi semesta alam. Anak adalah penerus bangsa, sehingga anak perlu penguatan karakter. Kemendikdasmen memperkenalkan 7 (tujuh) Kebiasaan Anak Indonesia Hebat yang dirancang sebagai langkah strategis untuk membentuk individu yang cerdas dan memiliki karakter kuat yang menjadi fondasi kesuksesan bangsa di masa mendatang. Metode penelitian adalah kajian, pengumpulan data dengan membaca, mencatat, menelaah literatur atau bahan bacaan yang dipilih dan dianggap sesuai dengan pokok kajian. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tujuh kebiasaan baik perspektif Islam memiliki keterkaitan. Pertama bangun pagi dalam perspektif Islam dmerupakan pembiasaan dalam ibadah subuh. Kedua, taat beribah dalam Islam menduduki posisi penting yakni dalam tujuan penciptaan manusia yakni untuk beribadah, Ketiga, rajin berolahrag dalam Islam untuk menjaga kesehatan, Keempat, makan sehar dan bergizi dalam Islam adalah perintah dalam memilih makan yang halal dan baik. Kelima, gemar belajar perspektif Islam sebagai perintah dalam menuntut Ilmu. Keenam bermasyarakat dalam Islam sebagai bagian dari menjaga ukhuwah. Ketujuh, Istirahat cepat dalam Islam sebagai bagian dari sunnah Rasulullah. Tujuh kebiasaan baik perspektif Islam memiliki keterkaitan bahwa Islam telah mengatur hidup manusia dalam memiliki akhlak yang nantinya bermanfaat bagi diri dan oranglain.
Penanaman Sikap Empati dan Kepedulian pada Anak Melalui Metode Keteladanan di Lingkungan Keluarga Sriyanti Nihi; Khamim Zarkasih Putro
Jurnal CARE (Children Advisory Research and Education) Vol. 12 No. 2 (2025): Januari
Publisher : Universitas PGRI Madiun

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25273/jcare.v12i2.21619

Abstract

Era globalisasi menyebabkan perkembangan teknologi yang semakin pesat. Anak-anak dihadapkan dengan berbagai tantangan yang tidak hanya bersifat akademis, tetapi juga moral dan sosial. Sebagai respon terhadap fenomena ini, pendidikan karakter seperti sikap empati dan kepedulian sebagai landasan penting terhadap pribadi yang utuh. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis lebih dalam terkait dengan penanaman sikap empati dan kepedulian pada anak melalui metode keteladanan di lingkungan keluarga. Jenis penelitian yang digunakan yaitu studi literatur. Sumber literatur yang digunakan meliputi artikel nasional dan internasional yang diterbitkan antara tahun 2017 hingga 2024. Dari artikel yang terkumpul kemudian dianalisis. Sumber literatur diperoleh melalui pencarian menggunakan database dan media elektronik seperti Google Scholar, Consensus, Litmaps dan Open Knowledge Maps dengan fokus pada topik sikap empati dan kepedulian, metode keteladanan dan anak usia dini. Selanjutnya dilakukan pengorganisasian data. Pada tahap pengorganisasian, data disajikan dalam bentuk narasi, kemudian diikuti dengan proses penafsiran data. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penanaman sikap empati dan kepedulian pada anak melalui metode keteladanan di lingkungan keluarga terbukti efektif membentuk karakter anak, seperti pemberian contoh langsung, interaksi sehari-hari, dan konsistensi perilaku orang tua memberikan landasan moral yang kuat untuk membangun hubungan sosial yang harmonis. Temuan ini diharapkan dapat menjadi kontribusi bagi pengembangan model pendidikan karakter berbasis keluarga yang relevan dengan kebutuhan zaman, dan menjadi acuan bagi orang tua serta pendidik dalam mendukung tumbuh kembang anak secara holistik, baik aspek kognitif, emosional, maupun sosial.
Analisis Program Pembelajaran Al-Qur’an Pada Kelompok Usia 2-3 Tahun Di TPA Al-Ishlah Gorontalo Susi Susanti; Wiwik Pratiwi; Munirah
Jurnal CARE (Children Advisory Research and Education) Vol. 13 No. 1 (2025)
Publisher : Universitas PGRI Madiun

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25273/jcare.v13i1.21620

Abstract

Taman penitipan anak Al-Ishlah Gorontalo memiliki program pembelajaran al-quran anak-anak akan diperkenalkan 14 huruf hijaiyah yang berharakat fatha (ﹷ) dan diperdengarkan murotal Al-Qur’an setiap hari. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan program pembelajaran al-quran pada usia 2-3 tahun di TPA Al-Ishlah Gorontalo. Metode penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode pengumpulan data melalui pengamatan dan wawancara, metode analisis data mencangkup reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan. Sedangkan uji keabsahan data menggunakan perpanjangan pengamatan, dan member check. Hasil penelitian menunjukan bahwa perencanaan Program Pembelajaran Al-Quran Pada Usia 2-3 Tahun Di TPA Al-Ishlah Gorontalo telah dirancang secara sistematis dan terstruktur. Namun, terdapat kekurangan dalam keterlibatan guru dalam penyusunan rencana pelaksanaan pembelajaran. Pelaksanaan pembelajaran al-quran pada kelompok usia 2-3 tahun di TPA Al-Ishlah Gorontalo menggunakan metode wafa dimana anak-anak akan diperkenalkan 14 huruf hijaiyah yang dimulai dari huruf م (ma) melalui pendekatan otak kanan kreatif dan tahapan 5P (Pembukaan, Pengalaman, Pengajaran, Penilaian, dan Penutupan). Meskipun demikian, pembelajaran belum sepenuhnya disesuaikan dengan kemampuan setiap anak. Untuk menyikapi hal tersebut, TPA Al-Ishlah Gorontalo telah memberikan solusi dengan menerapkan pembelajaran BSP (Baca Simak Privat) untuk meningkatkan hasil belajar anak. Evaluasi program dilakukan secara harian dan bulanan, dengan penilaian berbasis kartu prestasi dan jurnal harian, dan rekap prestasi.
Penerapan Pembelajaran Kreatif untuk Meningkatkan Aktivitas Belajar Anak di PAUD Budi Luhur II Kecamatan Braja Selebah Anita Oktaviana; Siti Khomsiyati; Sinta Oktavianti
Jurnal CARE (Children Advisory Research and Education) Vol. 12 No. 2 (2025): Januari
Publisher : Universitas PGRI Madiun

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25273/jcare.v12i2.21639

Abstract

Aktivitas belajar akan menyenangkan apabila guru sebagai pilot di dalam kelas juga memiliki kemampuan kreativitas yang memadai. Materi pelajaran yang sudah di susun dalam silabus hendaknya dikembangkan dengan baik. Tujuan penelitian ini adalah untuk meningkatkan aktivitas belajar anak di PAUD Budi Luhur II Kecamatan Braja Selebah Kabupaten Lampung Timur. Jenis penelitian ini menggunakan penelitian lapangan dengan menggunakan pendekatan kualitatif. Data dalam penelitian ini diperoleh melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Dalam menganalisis data peneliti menggunakan tiga tahapan yakni reduksi data, penyajian data, serta penarikan kesimpulan. Berdasarkan hasil dari penelitian dapat disimpulkan bahwa pembelajaran kreatif untuk meningkatkan aktivitas belajar anak di PAUD Budi Luhur II dinilai sudah baik, hal tersebut dapat dilihat dari langkah-langkah pembelajaran yang dilakukan terdiri dari perencanaan, pelaksanaan dan evaluasi yang sudah dilaksanakan dengan baik oleh guru dan anak-anak sangat antusias dalam mengikuti kegiatan pembelajaran sehingga aktivitas belajarnya meningkat. Penerimaan pembelajaran kreatif di PAUD Budi Luhur II sebagian besar anak sudah mulai meningkat aktivitas belajarnya dan anak sudah mau mengikuti semua pembelajaran yang diberikan oleh guru di sekolah.