Claim Missing Document
Check
Articles

Found 16 Documents
Search

Kajian Tingkat Kematangan Gonad Rajungan Portunus pelagicus Betina Yang Ditangkap Melalui Bubu di Candi Pamekasan, Jawa Timur Mulyani, Rahma; Maryani, Leni; Sundoko, Ahmad; Wihardi, Yedi; Yusanti, Indah Anggraini; Pangentasari, Dwinda; Septinar, Helfa
Jurnal Akuakultur Sungai dan Danau Vol 10, No 2 (2025): Oktober
Publisher : Universitas Batangahari Jambi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33087/akuakultur.v10i2.297

Abstract

The blue swimming crab (Portunus pelagicus) is a high-value fishery commodity in Indonesia and plays a vital role in supporting the livelihood of coastal communities. The reproductive aspect, particularly the gonadal maturity stage (GMS) of the blue swimming crab, serves as a key indicator in describing spawning readiness. Furthermore, observations of GMS provide insights into spawning patterns and the size at first maturity, which are essential parameters for biologically based fisheries management. This study aimed to examine the gonad maturity stages (GMS) of female P. pelagicus caught using collapsible traps (bubu) in the coastal waters of Candi, Pamekasan, Madura. Sampling was conducted from August to December 2024 using a random sampling method from local fishers’ catches. The gonad maturity stages were determined visually based on APRI (2020) guidelines, classifying female crabs into three stages: GMS I (immature), GMS II (developing), and GMS III (mature or ovigerous). A total of 1,559 individuals were analyzed, showing a strong dominance of GMS II (96.86%), followed by GMS I (1.09%) and GMS III (2.05%). The highest proportion of GMS III occurred in October (2.97%) and the lowest in November (1.04%). The dominance of GMS II indicates that most of the captured crabs were in the gonad development phase toward maturity. The low proportion of GMS III suggests that the observation period (August–December) was not the main spawning season in the study area. Temporal variation in GMS distribution is likely influenced by environmental factors such as seasonal changes, habitat type, food availability, and fishing pressure. These findings provide essential reproductive biological data that can support the sustainable management of blue swimming crab fisheries in the Pamekasan waters.
Penambahan Probiotik dalam Pakan Terhadap Pertumbuhan Benih Ikan Lele Sangkuriang (Clarias gariepinus) pada Sistem Karamba Jaring Tancap Safratilofa, Safratilofa; Rahmatullah, Miftahul; Harianto, Eko; Rolin, Febrina; Pangentasari, Dwinda; Maryani, Maryani; Munaeni, Waode
Jurnal Akuakultur Sungai dan Danau Vol 10, No 2 (2025): Oktober
Publisher : Universitas Batangahari Jambi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33087/akuakultur.v10i2.293

Abstract

This research aims to determine the effectiveness of adding probiotics at different doses in the rearing of Sangkuriang catfish (C. gariepinus) fry in a floating net system (KJT). The study was conducted for 40 days, from December 2024 to January 2025, at Pondok Pesantren Darul Ihsan Islamic Center, Muaro Jambi. A completely randomized design was used, consisting of four treatments with three replications: prpbiotics dose A (without probiotics), prpbiotics dose B (4 ml/kg), prpbiotics dose C (6 ml/kg), and prpbiotics dose D (8 ml/kg) of Raja Lele probiotic. The test fish used were Sangkuriang catfish fry with an initial weight of 5.46g–5.82g and a length of 8.38cm–8.63cm. The main test material was a liquid probiotic (Raja Lele). The rearing containers used were floating net cages measuring 1×1.5×1 meters. The observed parameters included growth, feed conversion ratio (FCR), survival rate (SR), and water quality. The results showed a significant increase in fish weight and length. The initial weight of 3.00g increased to 42.34g–45.91g, while the initial length of 6cm–8cm increased to 18.00cm–18.34cm. PBM ranged from 36.52g to 40.45g, PPM ranged from 9.37cm to 9.95cm, LPSB ranged from 6.84%/day to 7.36%/day, FCR ranged from 0.98 to 1.13, and SR ranged from 81.39% to 88.89%. Water quality remained within a suitable range for catfish cultivation. These results indicate that probiotics in feed have a positive effect on the growth and survival of Sangkuriang catfish
Peningkatan Kapasitas Kelompok Wanita Tani Anggrek Melalui Pelatihan Budidaya Ikan Nila (Oreochromis niloticus) untuk Mendukung Ketahanan Pangan Yunita, Lauura Hermala; Pangentasari, Dwinda; Hasanah, Hasanah; Magwa, Rizky Janatul; Roiska, Riris; Putinur, Putinur; Pramushinto, Bagus; Ramadhan, Gilang
Journal of Rural and Urban Community Empowerment Vol. 7 No. 1 (2025): Oktober
Publisher : Fakultas Perikanan dan Kelautan Universitas Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31258/jruce.7.1.55-59

Abstract

Kegiatan pengabdian masyarakat ini dilaksanakan bersama Kelompok Wanita Tani (KWT) Anggrek di Desa Selat, Kecamatan Pemayung, Kabupaten Batanghari, Provinsi Jambi. Tujuan kegiatan adalah meningkatkan pengetahuan dan keterampilan anggota kelompok dalam budidaya ikan nila (Oreochromis niloticus) menggunakan sistem kolam terpal sebagai upaya mendukung ketahanan pangan keluarga. Metode yang digunakan meliputi tahap persiapan, sosialisasi, pelatihan teori dan praktik, pendampingan, serta evaluasi melalui pre-test dan post-test. Hasil evaluasi menunjukkan peningkatan rata-rata nilai dari 52,0 (pre-test) menjadi 85,0 (post-test), dengan kenaikan sebesar 33 poin. Peningkatan ini menunjukkan bahwa pelatihan efektif dalam meningkatkan kapasitas anggota KWT Anggrek, baik dari sisi pengetahuan maupun keterampilan teknis. Pemanfaatan teknologi sederhana berupa kolam terpal juga mendorong diversifikasi sumber protein hewani, memperkuat ketahanan pangan keluarga, dan membuka peluang usaha perikanan sederhana berbasis pekarangan rumah.
Peningkatan Kapasitas Masyarakat untuk Mitigasi Bencana Pesisir di Desa Tungkal I, Kabupaten Tanjung Jabung Barat Khaldun, Muhammad Hafidz Ibnu; Putinur, Putinur; Arbajayanti, Rahma Dini; Pangentasari, Dwinda; Roiska, Riris; Ramdhani, Farhan; Leni, Yusyam; Bareta, Ainun Rohmawati; Magwa, Rizky Janatul; Khaaliq, Ilham
Jurnal Pengabdian Meambo Vol. 5 No. 2 (2026): Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat MEAMBO
Publisher : PROMISE

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56742/jpm.v5i2.203

Abstract

Kawasan Ekowisata Mangrove Pangkal Babu berpotensi sebagai kawasan wisata bahari sekaligus penahan abrasi pantai. Namun, meningkatnya dampak abrasi serta rendahnya tingkat keberhasilan rehabilitasi mangrove menunjukkan perlunya peningkatan kapasitas masyarakat dalam mitigasi bencana pesisir. Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman dan keterampilan masyarakat pesisir dalam mengenali dinamika pantai, menentukan lokasi potensial penanaman mangrove, serta menggunakan teknologi Geographical Information System (GIS) untuk pemetaan perubahan garis pantai dan daerah rawan abrasi. Metode pelaksanaan menggunakan pendekatan partisipatif melalui kegiatan sosialisasi, diskusi kelompok terarah. Evaluasi kegiatan dilakukan melalui wawancara dan observasi langsung terhadap peningkatan pengetahuan dan keterampilan peserta. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan signifikan dalam pengetahuan masyarakat terkait fungsi dan manfaat ekosistem mangrove, proses oseanografi penyebab abrasi dan akresi, serta teknik pemilihan lokasi penanaman mangrove. Program ini memberikan dampak positif terhadap keberlanjutan pengelolaan ekowisata mangrove sekaligus mendukung strategi pemerintah dalam percepatan rehabilitasi ekosistem pesisir berbasis masyarakat.  
Pelatihan Pembuatan Akuaponik bagi Kelompok Dasawisma Melati Putih Kelurahan Rengas Condong Muara Bulian Roiska, Riris; Putinur; Dini Arbajayanti, Rahma; Pangentasari, Dwinda; Rolin, Febrina; Lisna, Lisna; Arfiana, Bs Monica; Ramadan, Fauzan
Jurnal Pengabdian Meambo Vol. 5 No. 2 (2026): Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat MEAMBO
Publisher : PROMISE

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56742/jpm.v5i2.224

Abstract

Keterbatasan lahan pekarangan dan meningkatnya harga kebutuhan pokok menjadi tantangan utama bagi ketahanan pangan dan ekonomi rumah tangga di wilayah perkotaan seperti Kelurahan Rengas Condong. Kelompok Dasawisma Melati Putih sebagai salah satu kelompok ibu-ibu non produktif yang memiliki potensi besar untuk diberdayakan. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk memberikan pelatihan dan pendampingan pembuatan sistem akuaponik sederhana sebagai solusi pertanian terpadu di lahan sempit. Metode pelaksanaan kegiatan meliputi tiga tahap utama: (1) Sosialisasi dan penyuluhan mengenai konsep dan manfaat akuaponik; (2) Pelatihan dan praktik langsung perakitan sistem akuaponik; (3) Pendampingan dalam pemeliharaan awal. Evaluasi kegiatan dilakukan melalui pre-test dan post-test untuk mengukur peningkatan pengetahuan peserta. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan peserta secara signifikan, dengan nilai rata-rata pre-test sebesar 4.19 meningkat menjadi 8.43 sesi post-test. Selain itu, peserta berhasil membangun satu unit percontohan sistem akuaponik dan menunjukkan antusiasme yang tinggi untuk mengembangkannya secara mandiri. Kegiatan ini berhasil menumbuhkan keterampilan baru yang berpotensi mendukung swasembada pangan skala rumah tangga dan membuka peluang peningkatan ekonomi keluarga
MANAJEMEN PERBEKALAN KAPAL HANDLINE SEBELUM MELAKUKAN PENANGKAPAN DI PPS BELAWAN SUMATERA UTARA Putinur, Putinur; Yolanda, Renta; Kasuma, Riyanda Sayuza; Rolin, Febrina; Pangentasari, Dwinda
Buletin Jalanidhitah Sarva Jivitam Vol 7, No 2 (2025): September 2025
Publisher : POLITEKNIK AHLI USAHA PERIKANAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15578/bjsj.v7i2.18842

Abstract

Manajemen perbekalan sebelum melakukan penangkapan sangat penting dilakukan, hal ini untuk memastikan ketersediaan kebutuhan dasar dan operasional selama perjalanan tercukupi, terutama mengingat keterbatasan akses untuk mendapatkan suplai tambahan saat berada di laut. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi dan menelaah jenis, jumlah, dan manajemen perbekalan yang dibawa oleh nakhoda atau awak kapal. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Juli - September tahun 2024 di PPS Belawan menggunakan metode deskriptif, dengan pendekatan studi kasus. Pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara, dan metode pengambilan sampel secara purposive sampling. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kebutuhan perbekalan kapal pancing ulur (handline) mencakup bahan bakar, air bersih, oli/pelumas, alat penangkapan ikan, gas LPG, es balok, dan aneka makanan dengan kebutuhan perbekalan yang akan dibawa bervariasi berdasarkan ukuran kapal, jumlah Anak Buah Kapal (ABK) dan durasi perjalanan. Manajemen perbekalan kapal handline meliputi tahap perencanaan yaitu merencanakan jumlah perbekalan yang akan dibawa sebelum melaut; tahap pengorganisasian berupa pembagian tugas dan tanggung jawab dalam menyediakan perbekalan; tahap pelaksanaan berupa penyediaan perbekalan; dan tahap pengawasan berupa melakukan pengecekan kuantitas dan kualitas kebutuhan perbekalan sebelum melaut hingga semua kebutuhan terpenuhi. Proses pengadaan perbekalan dilakukan 7-10 hari sebelum keberangkatan dengan pengecekan terakhir pada H-1 sebelum keberangkatan.