Claim Missing Document
Check
Articles

Found 25 Documents
Search

IMPLEMENTASI PROGRAM TANAMAN OBAT KELUARGA OLEH MAHASISWA KKN UNP SEBAGAI UPAYA EDUKASI KESEHATAN TRADISIONAL DI NAGARI KOTO TUO, KECAMATAN HARAU Yessy Aprihatin; Fathi Shevariant; Valentino Richard; Mira Gustia; Rifqah Saidah Idzhar; Tiara D. Arza
Jurnal Media Akademik (JMA) Vol. 3 No. 12 (2025): JURNAL MEDIA AKADEMIK Edisi Desember
Publisher : PT. Media Akademik Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62281/xyx5k410

Abstract

Program Tanaman Obat Keluarga (TOGA) merupakan salah satu bentuk pemanfaatan sumber daya alam lokal untuk mendukung kesehatan masyarakat secara mandiri melalui pendekatan tradisional. Metode yang digunakan dalam kegiatan ini adalah pendekatan partisipatif, yang secara aktif melibatkan masyarakat melalui sosialisasi, dan penanaman langsung serta pemanfaatan tanaman obat secara praktis. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan pengetahuan masyarakat tentang jenis-jenis tanaman obat seperti jahe, kunyit, serai, dan sambiloto, serta pemanfaatannya untuk pengobatan ringan sehari-hari. Selain itu, masyarakat menunjukkan antusiasme tinggi dalam mengembangkan kebun TOGA di halaman belakang rumah mereka. Kegiatan ini tidak hanya meningkatkan kesadaran akan pentingnya pengobatan tradisional, tetapi juga memperkuat nilai-nilai kearifan lokal dalam menjaga kesehatan keluarga. Oleh karena itu, program TOGA dapat menjadi model berkelanjutan untuk pendidikan kesehatan tradisional di tingkat desa. Program Tanaman Obat Keluarga (TOGA) yang diinisiasi oleh mahasiswa KKN Universitas Negeri Padang memberikan kontribusi signifikan dalam meningkatkan pengetahuan dan kesadaran masyarakat Nagari Koto Tuo mengenai pemanfaatan tanaman obat sebagai alternatif pengobatan tradisional. Program ini juga memperkuat pelestarian kearifan lokal dan mendukung upaya meningkatkan kemandirian kesehatan keluarga berbasis sumber daya alam yang berkelanjutan. Dengan dukungan sinergis antara mahasiswa, pemerintah daerah, dan komunitas, TOGA dapat dijadikan sebagai model edukasi kesehatan tradisional yang efektif di tingkat desa
SOSIALISASI PEMBUATAN PUPUK KOMPOS OLEH MAHASISWA KKN UNP DI NAGARI KOTO TUO, KECAMATAN HARAU, KABUPATEN LIMA PULUH KOTA Alfajri; Egi Andriansyah; Mia Aulia Putri; Nayla Ashyfa; Raudatul Jannah; Yessy Aprihatin
Jurnal Media Akademik (JMA) Vol. 3 No. 12 (2025): JURNAL MEDIA AKADEMIK Edisi Desember
Publisher : PT. Media Akademik Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62281/xn9z7b85

Abstract

Kegiatan Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Negeri Padang (UNP) yang dilaksanakan di Nagari Koto Tuo, Kecamatan Harau, Kabupaten Lima Puluh Kota merupakan bentuk nyata pengabdian mahasiswa kepada masyarakat dalam rangka mendukung pemberdayaan dan pembangunan berkelanjutan. Salah satu program unggulan dalam kegiatan KKN ini adalah sosialisasi pembuatan pupuk kompos sebagai upaya pengelolaan limbah organik rumah tangga dan pertanian yang selama ini belum dimanfaatkan secara optimal. Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan, kesadaran, dan keterampilan masyarakat dalam mengolah sampah organik menjadi pupuk kompos yang ramah lingkungan serta memiliki nilai ekonomis. Metode pelaksanaan yang digunakan meliputi ceramah untuk penyampaian materi, demonstrasi praktik pembuatan pupuk kompos, serta diskusi interaktif guna menggali permasalahan dan kebutuhan masyarakat setempat. Hasil kegiatan menunjukkan adanya antusiasme yang tinggi dari masyarakat dalam mengikuti sosialisasi, ditandai dengan partisipasi aktif dan kemampuan warga dalam mempraktikkan proses pembuatan kompos secara mandiri. Melalui kegiatan ini, diharapkan masyarakat Nagari Koto Tuo semakin sadar akan pentingnya pengelolaan sampah organik serta mampu menerapkan pertanian yang lebih berkelanjutan dan ramah lingkungan.
SOSIALISASI STOP BULLYING LANGKAH AWAL MEMBANGUN KESADARAN DI SMPN 01 KEC HARAU KOTO TUO Yessy Aprihatin; Annisa Muthmainah; Aqil Ramadhan Pratama; Fitra Nabila; Maitsa Zahra; Siti Indrianti
Jurnal Media Akademik (JMA) Vol. 3 No. 12 (2025): JURNAL MEDIA AKADEMIK Edisi Desember
Publisher : PT. Media Akademik Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62281/m52y3811

Abstract

Kekerasan dalam bentuk perundungan (bullying) masih menjadi permasalahan serius di lingkungan sekolah yang dapat berdampak negatif terhadap kesehatan mental, perkembangan sosial, serta prestasi akademik peserta didik. Bullying tidak hanya menimbulkan rasa takut dan tidak aman bagi korban, tetapi juga berpotensi menimbulkan trauma jangka panjang apabila tidak ditangani secara tepat. Oleh karena itu, kegiatan sosialisasi “Stop Bullying” yang dilaksanakan di SMPN 01 Kecamatan Harau, Koto Tuo bertujuan untuk meningkatkan kesadaran siswa, guru, serta seluruh warga sekolah mengenai bahaya bullying dan pentingnya menciptakan lingkungan sekolah yang aman, nyaman, dan inklusif. Metode yang digunakan dalam kegiatan ini adalah metode ceramah yang dilaksanakan secara tatap muka, dengan penyampaian materi oleh narasumber mengenai pengertian bullying, berbagai bentuk perundungan, dampak yang ditimbulkan, serta langkah-langkah pencegahan dan mekanisme pelaporan di lingkungan sekolah. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pemahaman siswa terhadap isu bullying, baik dari segi bentuk, dampak, maupun cara menghadapinya. Kegiatan ini diharapkan menjadi langkah awal dalam membangun budaya sekolah yang menolak segala bentuk bullying secara berkelanjutan dan mendorong terciptanya iklim pendidikan yang sehat dan kondusif.
Asuhan Keperawatan Pada Dengan Post Sectio Caesarea Indikasi Cephalo Pelvic Disproportion (CPD) Yolla, Yollanda septriani; Elvira, Mariza; Maidawilis; Aprihatin, Yessy
Jurnal Keperawatan Medika Vol 4 No 1 (2025): Jurnal Keperawatan Medika
Publisher : Universitas Negeri Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24036/jkem.v4i1.424

Abstract

Sectio caesarea (SC) adalah tindakan persalinan buatan dengan cara insisi pada dinding perut dan rahim, di mana rahim tetap utuh dan janin memiliki berat lebih dari 500 gram. WHO menetapkan angka ideal SC sebesar 5–15%, sedangkan di Indonesia mencapai 17,6%. Dinas Kesehatan Provinsi Sumatera Barat (2019) mencatat 121 kasus kematian ibu, dengan penyebab utama perdarahan (45,5%) dan hipertensi (19,8%). Penulisan ini bertujuan untuk menerapkan asuhan keperawatan pada pasien Cephalopelvic Disproportion (CPD).metode yang digunakan ialah studi kasus. Penulisan dilakukan dalam bentuk studi kasus pada satu pasien di ruang kebidanan RSUD Prof. Yamin, SH, Kota Pariaman, pada tanggal 5–9 Februari tahun 2025. Hasil pengkajian menunjukkan lima diagnosa keperawatan, yaitu: gangguan mobilitas fisik, nyeri akut, ansietas. Seluruh diagnosa tersebut berhasil teratasi pada hari ke tiga pelaksanaan asuhan. Intervensi yang dilakukan meliputi pemantauan tanda vital, manajemen nyeri, pencegahan infeksi, dukungan laktasi, serta edukasi kepada pasien dan keluarga. Diharapkan hasil penulisan ini dapat menjadi acuan bagi tenaga kesehatan dalam meningkatkan keterampilan pemberian asuhan keperawatan pada pasien dengan CPD. Selain itu, pasien dan keluarga juga diharapkan dapat meningkatkan pengetahuan serta menerapkan pola hidup sehat secara berkelanjutan, pasien disarankan memakai IUD
IMPLEMENTASI PRODUK INOVASI BERBASIS GIZI DAN PENGENDALIAN LINGKUNGAN UNTUK PENCEGAHAN STUNTING Aprihatin, Yessy; Yessi, Hilma; Yoselina, Prima; Sinthania, Debby; Anggita, Kheniva Diah; Asman, Aulia; Ajani, Anggra Trisna; Yanti, Erpita; Novera, Milya
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 9, No 6 (2025): Desember
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jmm.v9i6.35180

Abstract

Abstrak: Kegiatan Implementasi Produk Inovasi Berbasis Gizi dan Pengendalian Lingkungan untuk Pencegahan Stunting penting dilaksanakan sebagai upaya nyata untuk meningkatkan kualitas kesehatan dan tumbuh kembang anak melalui penerapan solusi inovatif yang menyentuh langsung aspek gizi dan lingkungan. Program ini berperan strategis dalam memperkuat pencegahan stunting secara berkelanjutan dengan melibatkan masyarakat dan penerapan teknologi tepat guna. Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan meningkatkan pengetahuan dan keterampilan masyarakat melalui pelatihan implikasi produk inovasi intervensi preventif stunting berbasis kontrol nutrisi dan lingkungan. Metode yang digunakan Adalah praktik dengan proses kegiatan meliputi survei kondisi awal, pre-test, pelatihan dengan media video, leaflet, serta komunikasi interpersonal, dan diakhiri dengan post-test. Peserta terdiri dari 25 orang ibu dengan balita serta kader posyandu. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan signifikan pengetahuan masyarakat, dimana skor pemahaman baik naik dari 56,5% menjadi 86,5% setelah pelatihan. Peserta juga aktif berdiskusi, mampu mempraktikkan pola asuh sehat, serta memahami pentingnya PHBS dan gizi seimbang dalam 1000 Hari Pertama Kehidupan. Kegiatan ini terbukti efektif dalam meningkatkan kapasitas masyarakat dan kader sebagai agen pencegahan stunting. Secara keseluruhan, program ini memberi dampak positif terhadap kesadaran gizi dan kebersihan lingkungan serta dapat menjadi model edukasi berkelanjutan di tingkat nagari.Abstract: The implementation of nutrition-based and environmentally controlled innovative products for stunting prevention is important as a concrete effort to improve children's health and growth through the application of innovative solutions that directly address nutrition and environmental aspects. This program plays a strategic role in strengthening sustainable stunting prevention by involving the community and applying appropriate technology. This community service activity aims to increase community knowledge and skills through training on the implications of innovative products for stunting prevention based on nutrition and environmental control. The method used is a practice with a process that includes an initial condition survey, pre-test, training with video media, leaflets, and interpersonal communication, and ends with a post-test. The participants consisted of 25 mothers with toddlers and posyandu cadres. The results of the activity showed a significant increase in community knowledge, with the good understanding score rising from 56.5% to 86.5% after the training. Participants were also active in discussions, able to practice healthy parenting, and understood the importance of PHBS and balanced nutrition in the first 1000 days of life. This activity proved effective in increasing the capacity of the community and cadres as agents of stunting prevention. Overall, this program has had a positive impact on nutritional awareness and environmental hygiene, and can serve as a model for sustainable education at the village level.