Claim Missing Document
Check
Articles

Found 28 Documents
Search

Studi Kasus : Asuhan Keperawatan Medikal Bedah pada An. F dengan penyakit Bronchopneumonia Revi Delfitri WR; Aulia Asman; Mariza Elvira; Yessy Aprihatin
Jurnal Keperawatan Medika Vol 1 No 2 (2023): Jurnal Keperawatan Medika
Publisher : Universitas Negeri Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24036/jkem.v1i2.27

Abstract

Bronchopneumonia pada anak merupakan suatu infeksi paru yang biasanya menyerang bronkeoli terminal. Berdasarkan data yang diperoleh dari rekam medis RSUD Pariaman dari bulan Januari 2018 – Desember 2022 didapatkan angka pasien rawat inap yang mengalami Bronchopneumonia berjumlah 484 pasien. Tujuan dari penelitian mahasiswa mampu mendeskripsikan asuhan keperawatan pada anak dengan Bronchopneumonia di ruangan anak RSUD Pariaman.Metode yang digunakan adalah studi kasus yang dilaksanakan selama 5 hari, yaitu pada tanggal 20 s/d 24 februari 2023 di ruangan anak RSUD Pariaman, dengan 1 pasien (An.F) dengan Bronchopneumonia, yang dilakukan dengan pengkajian,analisa data, diagnosa, peremcanaan, implementasi dan evaluasi. Setelah pengakjian selesai, didapatkan 3 diagnosa yaitu pola napas tidak efektif, hipertemia dan resiko defisit nutrisi. Setelah dilakukan implementasi selama 5 hari, masalah keperawatan teratasi. Pada studi kasus ini diharapkan pada orang tua untuk bisa menjaga kesehatan anaknya lebih baik lagi supaya tidak terjadi penyakit Bronchopneumonia berulang serta keluarga dapat mengimplementasikan pengetahuan yang telah di dapat.
Asuhan Keperawatan Antenatal Pada Ny.R Dengan Hiperemesis Gravidarum Septizah Rosida Futri; Mariza Elvira; Maidawilis; Yessy Aprihatin
Jurnal Keperawatan Medika Vol 2 No 1 (2023): Jurnal Keperawatan Medika
Publisher : Universitas Negeri Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24036/jkem.v2i1.43

Abstract

Di ruang rawat Kebidanan Rumah Sakit Tk.III Dr. Reksodiwiryo Padang terdapat 125 kasus Hiperemesis Gravidarum pada tahun 2022. Tujuan penulisan studi kasus ini adalah mampu melakukan asuhan keperawatan antenatal (ANC) pada pasien Hiperemesis Gravidarum. Hiperemesis gravidarum merupakan suatu kondisi dimana ibu hamil mengalami mual muntah berlebihan selama kehamilannya sehingga menggangu aktivitasnya sehari-hari. Metode yang dilakukan dalam penelitian ini adalah studi kasus dengan 1 orang pasien yakni (Ny.R). Teknik pengumpulan data dengan cara observasi, wawancara, pemeriksaan fisik dan studi dokumentasi. Penelitian dilaksanakan di ruang rawat kebidanan Rumah Sakit Tk.III Dr. Reksodiwiryo Padang pada tanggal 20-23 Februari 2023, setelah dilakukan penelitian selama 4 hari didapat diagnosis keperawatan yang muncul pada Ny.R adalah Nausea, Risiko Hipovelemia, Ansietas. Evaluasi yang didapat selama 4 hari melakukan asuhan keperawatan pada pasien Ny.R yaitu diagnosis Nausea teratasi sebagian pasien masih mual dan muntah, Risiko Hipovelemia teratasi yakni Pasien sudah tidak ada haus dan turgor kulit lembab, Risiko, Ansietas teratasi yakni pasien mampu beradaptasi pada kehamilannya. Diharapkan tenaga kesehatan dapat meningkatkan pemberian asuhan keperawatan serta berkoordinasi dengan tim kesehatan lainnya dalam pemberian asuhan keperawatan antenatal(ANC) pada pasien Hiperemesis Gravidarum.
Asuhan Keperawatan Keluarga dengan Diabetes Mellitus Tipe II Yunita, Anri; Novera, Milya; Armaita; Aprihatin, Yessy
Jurnal Keperawatan Medika Vol 3 No 1 (2024): Jurnal Keperawatan Medika
Publisher : Universitas Negeri Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24036/jkem.v3i1.255

Abstract

Diabetes Mellitus (DM) Tipe II terjadi karena akibat adanya resistensi insulin yang mana sel-sel dalam tubuh tidak mampu merespon sepenuhnya insulin. International Diabetes Federation telah mengidentifikasi 10 negara dengan jumlah penderita tertinggi salah satunya Indonesia. Indonesia menempati peringkat kelima dari sepuluh negara dengan jumlah penderita diabetes terbanyak yaitu sebesar 19,47 juta. Data yang didapatkan dari Dinas Kesehatan Kota Pariaman penderita Diabetes Mellitus terbanyak di Kota Pariaman terdapat di Marunggi yaitu sebanyak 454 pasien. Data kunjungan pasien dengan diabetes yang didapatkan dari rekam medis Puskesmas Marunggi Kota Pariaman terus meningkat selama 2 tahun terakhir. Penelitian ini dilakukan di Puskesmas Marunggi selama 7 hari. Tujuan penelitian ini adalah agar mampu memberikan asuhan keperawatan keluarga dengan diabetes mellitus di wilayah kerja Puskesmas Marunggi Kota Marunggi. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif dalam bentuk studi kasus untuk mengeksplorasi masalah asuhan keperawatan keluarga dengan diabetes melitus di wilayah kerja Puskesmas Marunggi. Hasil pengkajian yaitu Ny. D 64 tahun, bekerja sebagai ibu rumah tangga merasakan keluhan sering kesemutan di kedua tangan dan kaki,Ny. D juga mengatakan memiliki kebiasaan makan dimalam hari . Setelah evaluasi didapatkan hasil bahwa tingkat pengetahuan dan kemandirian keluarga meningkat yaitu menerima perawatan kesehatan pada keluarga dengan penyakit diabetes dan menerima pelayanan keperawatan yang diberikan sesuai dengan rencana keperawatan. Saran dari penelitian ini untuk keluarga adalah diharapkan keluarga dapat lebih memperhatikan makanan yang dilarang bagi penderita diabetes mellitus.
PEMBERDAYAAN KADER DALAM PENERAPAN APLIKASI ANTI STUNTING UNTUK PERCEPATAN PENURUNAN STUNTING Yanti, Erpita; Aprihatin, Yessy; Nio, Suci Rahma
GEMAKES: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 4 No. 3 (2024): GEMAKES: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : Politeknik Kesehatan Kemenkes RI Jakarta I

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36082/gemakes.v4i3.1681

Abstract

Stunting adalah kondisi dimana balita memiliki panjang atau tinggi badan yang kurang jika dibandingkan dengan umur. Stunting termasuk masalah gizi kronik yang disebabkan oleh banyak faktor seperti kondisi sosial ekonomi, gizi ibu saat hamil, kesakitan pada bayi, dan kurangnya asupan gizi pada bayi, Pencegahan Stunting harus mulai dari awal kehamilan agar dapat menurunkan kejadian Stunting pada Balita, asupan gizi yang kurang saat hamil, pola makan yang tidak sesuai, serta kualitas makanan yang rendah sehingga mengakibatkan terhambatnya pertumbuhan.Peningkatan partisipasi dan peran tokoh masyarakat sangat diharapkan turut serta dalam kegiatan pencegahan kejadian Stunting melalui pelatihan kader Posyandu dan suami ibu hamil menggunakan aplikasi Anti Stunting, sebagai tanggung  jawab  masyarakat  dalam  menggali  sumber  daya  dan potensi masyarakat yang bertujuan untuk kepentingan bersama, keikutsertaan   masyarakat   dalam   proses pengidentifikasian masalah dan potensi yang ada di masyarakat. Pelatihan dilakukan selama tiga hari di Kantor wali Nagari Balah Hilia diikuti oleh 10 kader Posyanddu 12 orang Suami ibu hamil.Saat pelaksanaan pelatihan dilakukam one group Pre test dan Post test dengan memberikan  kuesioner sebagaialat ukur pengetahuan dan pemahaman masyarakat tentang Stunting dan dampak negative dari Stunting dan pencegahan Stunting. Salah satu penyebab bertambahnya kejadian Stunting di Kabupaten Padang Pariaman karena kurangnya pengetahuan masyarakat tentang mencegah kejadian dini Stunting. Dosen dari Departemen Keperawatan dan Psikologi Universitas Negeri Padang mengadakan kegiatan pelatihan kader Posyandu untuk membantu percepatan penurunan kejadian Stunting melalui penggunaan Aplikasi Anti Stunting.
Asuhan Keperawatan Maternitas pada Pasien dengan Abortus Inkomplit di Ruang Safa Rumah Sakit Aisyiyah Pariaman Maidawilis Maidawilis; Reza Sentia; Aulia Asman; Yessy Aprihatin
Jurnal Sains dan Kesehatan Vol. 7 No. 2 (2023): Desember : Jurnal Sains dan Kesehatan (JUSIKA)
Publisher : Universitas Muhamadiyah Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57214/jusika.v7i2.347

Abstract

Abortion is the termination of a pregnancy before 20 weeks of age and can also occur at 12 weeks of gestation or when the fetus weighs less than 500 grams. According to the World Health Organization (WHO), the incidence of abortion in Indonesia is the highest among other Southeast Asian countries, namely 2 million out of 4.2 million people. Incomplete abortion, that is, only part of the conception is removed, what remains is the decidua or placenta. Initially there is bleeding in the decidua basalis, followed by necrosis of the surrounding tissue, then part or all of the products of conception are released. Other complications of incomplete abortion are infection, perforation, and shock. The purpose of this study was to provide nursing care for patients with incomplete abortion in the couch room at Aisyiyah Pariaman Hospital. The research used a descriptive approach in the form of a case study to find out the problem of nursing care in patients with incomplete abortions in the couch room of Aisyiyah Pariaman Hospital with one patient. This research was conducted on 20-24 February 2023, The results of the study after the study found 3 diagnoses, namely: Anxiety related to situational crises,Riskfor hypovolemia related to active fluid lossand Acute pain related to physiological injury,. During the 5 days of the study the patient went home with thesuggestion that the patient could carry out home care and control according to the recommendations from the hospital.
KORELASI DAMPAK PENCEMARAN LINGKUNGAN TERHADAP KEJADIAN STUNTING DI DUNIA Aprihatin, Yessy; Yanti, Erpita; Minas Sari, Putri; Novera, Milya; Sinthania, Debby; Trisna Ajani, Anggra; Elvira, Mariza
Jurnal Kesehatan Medika Saintika Vol 16, No 1 (2025): Juni 2025
Publisher : Stikes Syedza Saintika Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30633/jkms.v16i1.3285

Abstract

Various water quality pollutions have had a negative impact on children's health. One of the pollution that commonly occurs in urban and rural environments is the use of pesticides in agricultural environments. Pesticides are made for the specific purpose of causing harm (to insects, rodents, and other pests), they have the potential to cause serious damage to a developing fetus. Another cause that causes the environmental quality to decline, especially the air environment, is the bad behavior of the community in consuming cigarettes. This research method uses descriptive techniques, which describes how Environmental quality affects public health, especially in the impact of stunting among children under five. Environmental quality and community behavior will determine the health status of the community. Furthermore, a person's health status will affect the quality of life and productivity which in turn will affect their welfare. The existence of environmental pollution from various toxic chemicals such as excessive use of pesticides in the environment results in disturbances in infant growth and in early childhood. In addition, an increase in cigarette consumption of about two percent has been replaced by a decrease in expenditure on rice, protein and fat sources, as well as education. Household expenditure on meat and fish decreased by around 2.3 percent during 2012-2023. Yet, as many studies have shown, this type of expenditure will profoundly influence the future development of children in terms of weight, height and cognitive abilities. 
Pelatihan Pengembangan Assesmen Berbasis Digital Dalam Aspek Perkembangan Anak Usia Dini Sofya, Rani; Mahyuddin, Nenny; Damanik, Enceria; Aprihatin, Yessy
Manaruko: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 4 No. 1 (2025): Manaruko: Jurnal Pengabdian Masyarakat
Publisher : Universitas Negeri Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24036/manaruko.v4i1.51

Abstract

TK Latihan SPG Aisyiyah has not fully integrated digital technology into its assessment process, even though in this era, it is essential to do so that it can improve the quality and effectiveness of the assessment. This community service aims to improve teacher skills in developing digital assessments and improve the quality of learning at TK Latihan SPG Aisyiyah. This community service has improved teachers' ability to produce digital assessments. This can be seen from the increase in teacher understanding in the post-test, with an average score of 89 and an increase in the pre-test score of 83.25. In addition, 100% of kindergarten teachers who participated in the training also produced digital assessments afterwards. The satisfaction questionnaire results showed that participants were delighted with implementing community service activities, with an average satisfaction level of 94%. Participants hope that similar training can be carried out again further to improve the competence of early childhood education teachers.
PENGARUH NEGATIF STUNTING TERHADAP PERKEMBANGAN KOGNITIF DAN MOTORIK PADA ANAK BALITA Linda Andriani; Setia Nisa; Yessy Aprihatin
As-Shiha : JOURNAL OF MEDICAL RESEARCH Vol. 4 No. 1 (2023): Jurnal Ashiha
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan (STIKes) Piala Sakti Pariaman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69922/asshiha.v4i1.47

Abstract

Stunting is a developmental disorder experienced by children due to malnutrition, repeated infections, and inadequate psychosocial stimulation. Several factors cause stunting, namely the practice of giving colostrum and exclusive breastfeeding, consumption patterns of children, and infectious diseases, access and availability of food as well as sanitation and environmental health (World Health Organization, 2015). Stunting at the age of 0-2 years can interfere with children's cognitive, language and motor development (Muhoozi: 2016). The purpose of this study was to determine the negative effect of stunting on cognitive and motor development in toddlers. The research conducted was research using a literature review of the results of research that had been conducted in several regions in Indonesia related to stunting and child development. Source search for journals through Google Scholar in the period 2019 to 2022, and the selected research results include 6 studies from 6 different journals.The results of the study stated that children who were stunted had a 21.58 times greater chance of having below average motor development. In cognitive development related to nutritional status where every increase in the nutritional status of a child's height/age by 1 elementary school, the child's learning achievement will increase by 0.444 and a decrease in the nutritional status of a child's height/age by 1 elementary school, the child's learning achievement will decrease by 0.444.Suggestions in this study are that puskesmas officers assisted by posyandu cadres should be more active in providing counseling and providing consultations about the importance of monitoring toddler growth and development
IMPLEMENTASI PROGRAM TANAMAN OBAT KELUARGA OLEH MAHASISWA KKN UNP SEBAGAI UPAYA EDUKASI KESEHATAN TRADISIONAL DI NAGARI KOTO TUO, KECAMATAN HARAU Yessy Aprihatin; Fathi Shevariant; Valentino Richard; Mira Gustia; Rifqah Saidah Idzhar; Tiara D. Arza
Jurnal Media Akademik (JMA) Vol. 3 No. 12 (2025): JURNAL MEDIA AKADEMIK Edisi Desember
Publisher : PT. Media Akademik Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62281/xyx5k410

Abstract

Program Tanaman Obat Keluarga (TOGA) merupakan salah satu bentuk pemanfaatan sumber daya alam lokal untuk mendukung kesehatan masyarakat secara mandiri melalui pendekatan tradisional. Metode yang digunakan dalam kegiatan ini adalah pendekatan partisipatif, yang secara aktif melibatkan masyarakat melalui sosialisasi, dan penanaman langsung serta pemanfaatan tanaman obat secara praktis. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan pengetahuan masyarakat tentang jenis-jenis tanaman obat seperti jahe, kunyit, serai, dan sambiloto, serta pemanfaatannya untuk pengobatan ringan sehari-hari. Selain itu, masyarakat menunjukkan antusiasme tinggi dalam mengembangkan kebun TOGA di halaman belakang rumah mereka. Kegiatan ini tidak hanya meningkatkan kesadaran akan pentingnya pengobatan tradisional, tetapi juga memperkuat nilai-nilai kearifan lokal dalam menjaga kesehatan keluarga. Oleh karena itu, program TOGA dapat menjadi model berkelanjutan untuk pendidikan kesehatan tradisional di tingkat desa. Program Tanaman Obat Keluarga (TOGA) yang diinisiasi oleh mahasiswa KKN Universitas Negeri Padang memberikan kontribusi signifikan dalam meningkatkan pengetahuan dan kesadaran masyarakat Nagari Koto Tuo mengenai pemanfaatan tanaman obat sebagai alternatif pengobatan tradisional. Program ini juga memperkuat pelestarian kearifan lokal dan mendukung upaya meningkatkan kemandirian kesehatan keluarga berbasis sumber daya alam yang berkelanjutan. Dengan dukungan sinergis antara mahasiswa, pemerintah daerah, dan komunitas, TOGA dapat dijadikan sebagai model edukasi kesehatan tradisional yang efektif di tingkat desa
SOSIALISASI PEMBUATAN PUPUK KOMPOS OLEH MAHASISWA KKN UNP DI NAGARI KOTO TUO, KECAMATAN HARAU, KABUPATEN LIMA PULUH KOTA Alfajri; Egi Andriansyah; Mia Aulia Putri; Nayla Ashyfa; Raudatul Jannah; Yessy Aprihatin
Jurnal Media Akademik (JMA) Vol. 3 No. 12 (2025): JURNAL MEDIA AKADEMIK Edisi Desember
Publisher : PT. Media Akademik Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62281/xn9z7b85

Abstract

Kegiatan Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Negeri Padang (UNP) yang dilaksanakan di Nagari Koto Tuo, Kecamatan Harau, Kabupaten Lima Puluh Kota merupakan bentuk nyata pengabdian mahasiswa kepada masyarakat dalam rangka mendukung pemberdayaan dan pembangunan berkelanjutan. Salah satu program unggulan dalam kegiatan KKN ini adalah sosialisasi pembuatan pupuk kompos sebagai upaya pengelolaan limbah organik rumah tangga dan pertanian yang selama ini belum dimanfaatkan secara optimal. Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan, kesadaran, dan keterampilan masyarakat dalam mengolah sampah organik menjadi pupuk kompos yang ramah lingkungan serta memiliki nilai ekonomis. Metode pelaksanaan yang digunakan meliputi ceramah untuk penyampaian materi, demonstrasi praktik pembuatan pupuk kompos, serta diskusi interaktif guna menggali permasalahan dan kebutuhan masyarakat setempat. Hasil kegiatan menunjukkan adanya antusiasme yang tinggi dari masyarakat dalam mengikuti sosialisasi, ditandai dengan partisipasi aktif dan kemampuan warga dalam mempraktikkan proses pembuatan kompos secara mandiri. Melalui kegiatan ini, diharapkan masyarakat Nagari Koto Tuo semakin sadar akan pentingnya pengelolaan sampah organik serta mampu menerapkan pertanian yang lebih berkelanjutan dan ramah lingkungan.