Claim Missing Document
Check
Articles

Found 25 Documents
Search

Analisis Peran Orang Tua Dalam Menumbuhkan Motivasi Belajar Pada Pelaksanaan Adaptasi Kebiasaan Baru Siswa Sekolah Dasar Di Dusun Wetih Sari, Zulia Nurdiana; Burhanuddin, Afid; Nurhayati, Nurhayati
Scholarly Journal of Elementary School Vol 1 No 2 (2021): Scholarly Journal of Elementary School
Publisher : PGSD STKIP PGRI Pacitan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kualitatif dengan menggunakan 4subjek yang dipilih secara purposive sampling pada siswa sekolah dasar di Dusun Wetih.Objek penelitian ini adalah peran orang tua dalam menumbuhkan motivasi belajar siswapada pelaksanaan adaptasi kebiasaan baru. Teknik pengumpulan data yang digunakan yaituobservasi, wawancara tidak terstrukur, dan dokumentasi. Analisis data yang digunakanpada penelitian ini adalah dengan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan.Hasil analisis data memperoleh kesimpulan bahwa: 1. Motivasi belajar siswa padapelaksanaan adaptasi kebiasaan baru dipengaruhi oleh faktor cita-cita, nilai, berkompetisi,pujian, dan hadiah. 2. Orang tua berperan sebagai pendidik, motivator, fasilitator, danpembimbing dalam menumbuhkan motivasi belajar siswa pada pelasanaan adaptasikebiasaan baru. 3. Hambatan orang tua dalam menumbuhkan motivasi belajar siswa yaituketerbatasan waktu yang dimiliki orang tua, rasa bosan siswa, suasana hati siswa, danajakan bermain dari teman-teman. Adapun solusi yang dilakukan yaitu pemberianperhatian, pemberian hadiah, dan pemberian penghargaan.
Islamic Self-Moderation as a Spiritual Remedy for Fear of Missing Out in the Digital Age Zainuddin Zainuddin; Mustafiyanti Mustafiyanti; Ulfa Hoyriah; Saskia Pungki; Nurdiana Sari; Muhammad Latif Nawawi
Journal of Innovative and Creativity Vol. 5 No. 3 (2025)
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/joecy.v5i3.5875

Abstract

The development of digital technology has brought significant changes to the way humans interact, communicate, and access information. However, this advancement has also created new psychological challenges, such as the Fear of Missing Out a sense of anxiety arising from the fear of being left behind from others’ experiences. This phenomenon negatively affects mental health, social relationships, and spiritual balance. This article aims to analyze the concept of self-moderation in Islam as a spiritual solution to the Fear of Missing Out in the digital era. Using a qualitative phenomenological approach, this study examines relevant Qur’anic verses and Hadiths, interpreting Islamic principles applicable to managing digital behavior. The findings indicate that values such as qana‘ah (contentment), tawakkal (trust in God), and life balance form a spiritual foundation that helps individuals use social media proportionally. By practicing self-moderation, Muslims can avoid social anxiety and maintain harmony between worldly and spiritual needs
The Optimization of Qur'an Reading Accuracy through the Iqro Method at Ummul Yaqin TPQ, Sukajaya, Palembang City Nilam Fitriah; Afifuddin Ahmad Robbani; Nurdiana Sari; Wakib Kurniawan
Jurnal Ilmu Pendidikan dan Sains Islam Interdisipliner Vol. 5 No. 2 Mei 2026: Jurnal Ilmu Pendidikan dan Sains Islam Interdisipliner
Publisher : Yayasan Azhar Amanaa Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59944/jipsi.v5i2.843

Abstract

Teaching young children to read the Qur'an is not an easy task, as it requires not only adequate knowledge but also an appropriate teaching method that can be effectively applied in the learning process. This study examines the implementation of the Iqro method in improving the quality of Qur'an reading at Ummul Yaqin TPQ. The focus of this research is on teachers' efforts to optimize the accuracy of makhraj (pronunciation) and tajwid through the use of Iqro textbooks volumes 1–6. This study employs a descriptive qualitative research design. Data were collected through interviews and direct observations during the learning process. The main issue addressed in this study is that many students still experience difficulties in reading the Qur'an correctly and fluently. In addition, support from competent and qualified teachers with expertise in Qur'an recitation is essential. The findings of this study are expected to provide recommendations for enhancing the effectiveness of Qur'an reading instruction at Ummul Yaqin TPQ. Consequently, children will be better equipped to master Qur'an reading skills accurately and correctly in accordance with the rules of tajwid, progressing from the beginner level to advanced proficiency.
Literasi Karakter dan Nilai-Nilai Dasar Kepramukaan dalam Pembentukan Profil Pendidik Berkarakter Wann Nurdiana Sari; Setiyawan Mustakul
PESHUM : Jurnal Pendidikan, Sosial dan Humaniora Vol. 5 No. 5: Agustus 2026
Publisher : CV. Ulil Albab Corp

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56799/peshum.v5i5.19732

Abstract

Transformasi pendidikan abad ke-21 menuntut pendidik tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga menjadi teladan moral. Penguatan literasi karakter dan internalisasi Nilai Dasar Kepramukaan (NDK) menjadi instrumen strategis dalam menjawab tantangan degradasi moralitas guru di era digital. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis sinergi antara literasi karakter dan NDK serta mengidentifikasi hambatan implementasinya dalam membentuk profil pendidik berkarakter. Pendekatan kualitatif dengan metode kajian pustaka (literature review) digunakan dalam penelitian ini. Data sekunder diperoleh dari artikel ilmiah dan regulasi resmi, yang kemudian dianalisis menggunakan teknik analisis isi (content analysis). Hasil penelitian menunjukkan bahwa sinergi literasi dan NDK menciptakan keseimbangan antara pengetahuan moral (moral knowing) dan tindakan moral (moral action). Pengamalan Satya dan Darma Pramuka mampu mengonretkan nilai karakter abstrak menjadi indikator perilaku sehari-hari seperti disiplin dan tanggung jawab. Namun, implementasi di lapangan masih terhambat oleh reduksi kegiatan pramuka sebagai formalitas administratif dan minimnya pelatihan kepramukaan guru. Penguatan profil pendidik berkarakter memerlukan reformasi kebijakan sekolah dan pelatihan kepanduan berkelanjutan agar nilai kepramukaan bertransformasi menjadi keteladanan yang hidup (living values).
The TINJAUAN PENERAPAN ISAK NO.35 DAKAM PENYUSUNAN LAPORAN KEUANGAN ORGANISASI NIRLABA DI DESA SIGOMPUL Rizka Hilda Siregar; Nenni Lestari Br Surbakti; Nurdiana Ratna Sari Lase
JURNAL MUTIARA AKUNTANSI Vol. 11 No. 1 (2026): Jurnal Mutiara Akuntansi
Publisher : UNIVERSITAS SARI MUTIARA INDONESIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51544/jma.v11i1.6348

Abstract

Latar belakang: Organisasi nirlaba memiliki peran penting dalam mengelola dana masyarakat sehingga dituntut menyusun laporan keuangan yang transparan dan akuntabel sesuai Interpretasi Standar Akuntansi Keuangan (ISAK) No. 35. Namun, penerapannya pada organisasi nirlaba di tingkat desa masih menghadapi berbagai kendala. Tujuan mengevaluasi penerapan ISAK No. 35 pada organisasi nirlaba di Desa Sigompul, Kabupaten Humbang Hasundutan, mengidentifikasi kendala implementasi, serta merumuskan rekomendasi untuk meningkatkan kualitas pelaporan keuangan. Metode: pendekatan deskriptif kualitatif dengan teknik pengumpulan data melalui wawancara, observasi, dokumentasi, dan studi literatur. Analisis data dilakukan menggunakan metode gap analysis dengan membandingkan praktik pelaporan keuangan organisasi terhadap ketentuan ISAK No. 35. Hasil: penerapan ISAK No. 35 masih belum optimal. Organisasi umumnya hanya menggunakan pencatatan kas masuk dan kas keluar serta belum menyusun laporan posisi keuangan, laporan aktivitas, laporan arus kas, dan catatan atas laporan keuangan sesuai standar. Selain itu, klasifikasi aset bersih berdasarkan pembatasan penggunaannya belum diterapkan. Kendala utama meliputi rendahnya pemahaman pengurus mengenai ISAK No. 35, keterbatasan kompetensi sumber daya manusia di bidang akuntansi, penggunaan sistem pencatatan yang masih manual, serta minimnya sosialisasi, pelatihan, dan pendampingan. Meskipun demikian, organisasi telah berupaya mempertanggungjawabkan pengelolaan dana melalui pencatatan transaksi secara rutin. Kesimpulan: bahwa peningkatan kapasitas pengelola melalui pelatihan, sosialisasi, dan pendampingan teknis diperlukan agar penerapan ISAK No. 35 dapat berjalan lebih efektif sehingga kualitas pelaporan keuangan, transparansi, dan akuntabilitas organisasi nirlaba dapat meningkat