Claim Missing Document
Check
Articles

Found 35 Documents
Search

PENGARUH PEMBERIAN JUS SEMANGKA TERHADAP TEKANAN DARAH PADA PENDERITA HIPERTENSI Febriyanti; Mira Andika; Viki Yusri; Yola Yolanda
JURNAL KESEHATAN MERCUSUAR Vol 8 No 2 (2025): Jurnal Kesehatan Mercusuar
Publisher : Universitas Mercubaktijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36984/0drs6s48

Abstract

Hipertensi didefinisikan sebagai tekanan darah sistolik lebih dari 140 mmHg dan tekanan darah diastolik lebih dari 90 mmHg. Prevalensi hipertensi di indonesia yaitu sebesar 30,8 %, untuk di provinsi Sumatera Barat mencapai 24,1%, dan di kota Padang sebanyak 168.130 orang yang menderita hipertensi. Peningkatan tekanan darah yang berkepanjangan dapat merusak pembuluh darah di organ seperti jantung, ginjal, otak, dan mata. Salah satu intervensi keperawatan nonfarmakologis untuk menurunkan tekanan darah adalah jus semangka. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui pengaruh pemberian jus semangka terhadap tekanan darah pada penderita hipertensi di RW 11 Kelurahan Kuranji Wilayah Kerja Puskesmas Belimbing kota Padang. Jenis penelitian ini menggunakan desain penelitian pre eksperimen dengan rancangan one group pre-test pos-test. Jumlah sampel 12 orang dengan teknik purposive sampling. Pengolahan data menggunakan uji Paired t-test. Didapatkan hasil rata-rata MAP tekanan darah sebelum dilakukan intervensi jus semangka adalah 113,42 mmHg dan rata-rata MAP tekanan darah sesudah dilakukan intervensi jus semangka adalah 101,33 mmHg. Terdapat perbedaan antara MAP tekanan darah sebelum dan sesudah dilakukan intervensi jus semangka dengan p value =0,000 (p<0,05), berarti terdapat pengaruh pemberian jus semangka terhadap tekanan darah pada penderita hipertensi di RW 11 Kelurahan Kuranji Wilayah Kerja Puskesmas Belimbing Kota Padang. Kesimpulan hasil penelitian ini adalah ada pengaruh pemberian jus semangka terhadap tekanan darah pada penderita hipertensi di RW 11 Kelurahan Kuranji Wilayah Kerja Puskesmas Belimbing Kota Padang.
Pemberdayaan Kader Posyandu Melalui Model GIZI CERDAS Untuk Pencegahan Stunting Berbasis Komunitas di Nagari Batu Payuang, Kabupaten Lima Puluh Kota Maidelwita, Yani; Eka Putri Primasari; Mitayani, Mitayani; Mira Andika
JDISTIRA - Jurnal Pengabdian Inovasi dan Teknologi Kepada Masyarakat Vol. 6 No. 1 (2026)
Publisher : Yayasan Rahmatan Fidunya Wal Akhirah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58794/jdt.v6i1.1857

Abstract

Program pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan kapasitas kader Posyandu melalui penerapan model GIZI CERDAS sebagai pendekatan edukasi gizi yang terstruktur dan berbasis komunitas untuk pencegahan stunting di Posyandu Pakan Raba’a, Nagari Batu Payuang, Kabupaten Lima Puluh Kota. Kegiatan melibatkan dua belas kader aktif dan lima puluh dua balita (beserta pengasuh/ibu balita) sebagai penerima manfaat. Metode meliputi identifikasi masalah (observasi dan FGD), pengembangan media edukasi secara kolaboratif, pelatihan terstruktur, serta pendampingan lapangan dengan pendekatan participatory-empowerment. Media edukasi yang dihasilkan mencakup modul gizi berbasis pangan lokal, booklet stunting, poster visual, video micro-learning berdurasi 1–2 menit, serta sistem monitoring digital melalui logbook dan Google Form. Hasil menunjukkan peningkatan skor pengetahuan kader dari rata-rata 44,1 menjadi 90,0 (kenaikan 45,9 poin); tingkat kehadiran posyandu meningkat dari 61% menjadi 92%, serta cakupan frekuensi penyuluhan gizi meningkat dari 42% menjadi 84%. Seluruh kader (100%) berhasil melakukan edukasi door-to-door menggunakan media visual dan melaporkan kegiatan melalui sistem monitoring. Temuan ini menunjukkan bahwa model GIZI CERDAS efektif, aplikatif, dan dapat direplikasi pada posyandu wilayah rural. Keberlanjutan program diperkuat melalui pembentukan Tim Kader Gizi Mandiri, rencana peer teaching/TOT, dan integrasi pelaporan bulanan dengan supervisi puskesmas sehingga implementasi dapat berlanjut setelah program selesai.
Relationship Of Youth Knowledge And Attitude With Drug Abuse Prevention Efforts In Padang 29 Private Vocational School, 2017 Andika, Mira
Jurnal Kesehatan - STIKes Prima Nusantara Vol 9 No 2 (2018): Jurnal Kesehatan Prima Nusantara Bukittinggi
Publisher : LPPM Universitas Prima Nusantara Bukittinggi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35730/jk.v9i2.357

Abstract

UNODC in the World Drug Report states that in 2010 there were 230 million people or 5% of the world's population aged 10-64 misusing drugs. Cannabis is the most widely used substance that is between 119 million - 224 million, 13% of injecting drug users have contracted HIV (14.6%). The purpose of research to know the relationship of knowledge and attitude of an adolescent with the effort of prevention of drug abuse in SMPN 29 Padang. The study used an analytic survey with a cross-sectional study design carried out at SMPN 29 Padang on June 17, 2017. The student's population of SMPN 29 Padang from class VII and VIII were 570 people with a sample size of 84 people. Results 63.1% of respondents have a high knowledge, 51.2% of respondents have a positive attitude, 60.7% of respondents have good drug abuse prevention efforts. There is a relationship between adolescent knowledge with the effort of prevention of drug abuse (p-value = 0,000) and there is a correlation between adolescent attitude with the effort of preventing drug abuse in SMPN 29 Padang (p-value = 0,030).
MENUJU SEKOLAH SEHAT MELALUI PENGUATAN KELOMPOK PENCEGAHAN DAN PENANGANAN KEKERASAN Yola Yolanda; Ety Apriyanti; Zulmardi Zulmardi; Mitayani Mitayani; Mira Andika
MINDA BAHARU Vol 9, No 2 (2025): Minda Baharu
Publisher : Universitas Riau Kepulauan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33373/jmb.v9i2.7661

Abstract

Kasus kekerasan pada anak semakin meningkat di lingkungan masyarakat. Kekerasan dapat bersifat turun-temurun atau sudah menjadi budaya. kasus kekerasan dan perundungan (bullying) masih terjadi di lembaga-lembaga pendidikan dan komunitas lokal, baik berupa agresi fisik maupun perundungan siber (cyberbullying) di berbagai platform media sosial, Dengan Kondisi dan permasalahan sekolah yang ada akan berdampak terhadap siswa sekolah tersebut, anak akan kesulitan dalam menjalin hubungan, atau bahkan menciptakan hubungan yang tidak sehat di masa depan. Kondisi ini berisiko membuat mereka merasa kesepian, merasa terisolasi,sulit berkomunikasi, enggan bersosialisasi, mengalami gangguan fisik dan gangguan Pelatihan ini dilaksanakan dengan tujuan untuk memberdayakan guru, peserta didik,dan warga sekolah agar mampu menerapkan implementasi Program Pecegahan dan Penanganan Kekerasan dalam bentuk upaya penyebaran informasi, pembentukan sikap dan prilaku pencegahan kekerasan di sekolah. Metode yang digunakan dalam kegiatan ini berupa sosialisasi, mengadakan pelatihan dan seminar, mengaktifkan kanal pelaporan, melakukan kerjasama dengan dinas terkait dan memberikan edukasi ke peserta didik dan orang tua dengan menggunakan media permainan ular tangga anti Bulying dan penayanan video anti Bullying . Hasil pelatihan ini diperoleh adanya peningkatan pengetahuan, keterampilan pada siswa dan guru terhadap pencegahan perilaku kekerasan yang dilaksanakan tanggal 9 sampai 12 Oktober 2024.
PENGUATAN USAHA KESEHATAN SEKOLAH (UKS) MELALUI EDUKASI DAN PEMBENTUKAN DOKTER KECIL DI SDN 17 GURUN LAWEH Febriyanti Febriyanti; Mitayani; Yani Maidelwita; Eka Putri Primasari; Yola Yolanda; Mira Andika; Guslinda; Lola Despitasari; Fitria Alisa; Viki Yusri; Vivi Syofia Sapardi; Nurleny; Eliwarti; Lilik Suhery; Weny Amelia; Fitri Wahyuni; Yusriana; Ade Putra Nanda
JURNAL ABDI MERCUSUAR Vol 6 No 1 (2026): JURNAL ABDI MERCUSUAR
Publisher : LPPM Universitas MERCUBAKTIJAYA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36984/rknksv34

Abstract

Latar Belakang: Usaha Kesehatan Sekolah (UKS) berperan penting dalam meningkatkan kesehatan peserta didik melalui upaya promotif dan preventif. Pascabencana banjir, pelaksanaan UKS di SDN 17 Gurun Laweh mengalami kendala berupa menurunnya sanitasi lingkungan, terbatasnya fasilitas UKS, serta rendahnya penerapan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS).Tujuan: Kegiatan ini bertujuan untuk memperkuat pelaksanaan UKS melalui edukasi kesehatan dan pembentukan dokter kecil bagi siswa dan guru sekolah dasar. Metode: Pengabdian masyarakat dilaksanakan pada Januari–Februari 2026 dengan sasaran 20 siswa dan 5 guru. Kegiatan meliputi edukasi kesehatan, pemeriksaan kesehatan sederhana, praktik PHBS, pendampingan pengelolaan UKS, serta pelatihan dokter kecil menggunakan metode penyuluhan interaktif, demonstrasi, dan praktik langsung. Evaluasi dilakukan melalui observasi terhadap indikator capaian program. Hasil: Program meningkatkan perilaku PHBS siswa sebesar ?75%, memperbaiki sanitasi lingkungan sekolah sebesar ?80%, menurunkan keluhan kesehatan siswa sebesar ?20%, serta menurunkan tingkat kecemasan sebesar ?30%. Selain itu, ruang UKS menjadi lebih representatif dan terbentuk kader dokter kecil yang mampu mendukung pelaksanaan program kesehatan di sekolah. Kesimpulan: Edukasi kesehatan yang dipadukan dengan penguatan UKS dan pembentukan dokter kecil efektif meningkatkan kapasitas siswa dan guru dalam mewujudkan sekolah sehat serta mendukung keberlanjutan program UKS.