Claim Missing Document
Check
Articles

Found 34 Documents
Search

EFEKTIVITAS DAUN PEPAYA (Carica Papaya L) SEBAGAI MAT ELEKTRIK TERHADAP KEMATIAN NYAMUK Aedes aegypti Echa Rahmawati; Mely Gustina; Yusmidiarti Yusmidiarti
JURNAL PENELITIAN TERAPAN KESEHATAN Vol 7 No 1 (2020): JURNAL PENELITIAN TERAPAN KESEHATAN
Publisher : Poltekkes Kemenkes Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33088/jptk.v7i1.117

Abstract

Demam Berdarah Dengue (DBD) merupakan penyakit yang disebabkan oleh virus dengue, nyamuk dari genus Aedes, misalnya Aedes aegyptiPengendalian vektor dilakukan masyarakat dengan insektisida sintetis. Di Kabupaten Prubalingga, dan Kota Semarang nyamuk Aedes aegypti risisten terhadap insektisida jenis permethrin 0,25% dan organophosphat. Pengendalian dapat berupa insektisida alami, salah satunya daun pepaya (Carica Papaya L). Tujuan Penelitian ini diketahuinya efektivitas daun pepaya (Carica Papaya L) sebagai anti nyamuk mat elektrik terhadap kematian nyamuk Aedes aegypti. Jenis penelitian ini true eksperimen dengan rancangan Posttest Only With Control Group Design. Nyamuk uji 15 ekor, terdiri dari 1 kelompok kontrol dan 3 kelompok perlakuan, 3 kali pengulangan. Analisis data menggunakan Uji Kruskall Wallis dan uji Mann Whitney. Hasil univariat yaitu perbedaan rata-rata jumlah kematian nyamuk Aedes aegypti setelah pemaparan dengan mat elektrik daun pepaya (Carica Papaya L), nilai rata-rata tertinggi pada dosis 300 mg yaitu 2 ekor nyamuk (20,9%). Hasil uji Mann Whitney menunjukan dosis 300 mg efektif terhadap kematian nyamuk Aedes aegypti(p vaule = 0.034). Diharapkan penelitian dapat memberikan informasi kepada masyarakat tentang alternatif pengendalian vektor nyamuk Aedes aegypti sebagai pengganti insektisida sintetis
ANALISIS KANDUNGAN BAHAN MAKANAN TAMBAHAN BERBAHAYA PADA IKAN ASIN DI KOTA BENGKULU DAN ENGGANO MOH. GAZALI; HAIDINA ALI; YUSMIDIARTI YUSMIDIARTI
Journal of Nursing and Public Health Vol 10 No 2 (2022)
Publisher : UNIVED Press, Universitas Dehasen Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Ikan asin merupakan produksi bahan ikan segar yang pengelolaannya ditambahkan Bahan Tambahan Makanan (BTM). Kandungan garam pada proses pengawetan ikan asin 15-20%. Kondisi saat ini dengan keterbatasan produk garam maka proses pengolahan ikan asin dengan cara tradisional ditambahkan BTM kimia yang berbahaya bagi kesehatan. Penelitian ini bertujuan untuk mendeteksi adanya kandungan BTM berbahaya dan jumlah kadarnya pada proses pengolahan ikan asin yang dijual di Kota Bengkulu dan Pulau Enggano. Jenis penelitian ini diskriptif yaitu melihat kandungan dan kadar bahan makanan tambahan yang digunakan sebagai pengawet pada proses pengolahan ikan asin. Hasil uji kulitatif bahwa ikan asin yang diperdagangkan di Kota Bengkulu dan Pulau Enggano sebanyak 28 jenis ikan asin semua positif formalin. Hasil uji kuantitatif kadar formalin berkisar antara 0,04% - 0,41%. Salah satu alternatif yang bisa digunakan sebagai pengganti formalin berupa penambahan bumbu-bumbu. Dalam bumbu-bumbu tersebut terkandung senyawa bioaktif yang bersifat antibakteri dan antioksidan. Selain memberi rasa yang lebih enak, bumbu-bumbu tersebut juga akan berpengaruh terhadap warna, bau, tekstur, aroma dan daya awet yang dapat memperbaiki ikan asin yang dihasilkan.
PENGOLAHAN LIMBAH CAIR DOMESTIK METODE BIOFILTER AEROB DI PERUMAHAN CEMPAKA PERMAI KOTA BENGKULU Mualim Mualim; Yusmidiarti Yusmidiarti; Agus Widada; Kres Diyanta
Mitra Raflesia (Journal of Health Science) Vol 14, No 2 (2022)
Publisher : LPPM STIKES BHAKTI HUSADA BENGKULU

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51712/mitraraflesia.v14i2.155

Abstract

ABSTRAKAir limbah rumah tangga dapat dibagi menjadi air buangan dan air limbah. Air buangan terdiri dari buangan bak mandi, mesin cuci, dan wastafel dapur sedangkan air limbah terdiri dari pembuangan toilet.  Air buangan jauh lebih tercemar daripada air limbah dan menyumbang sekitar 75-90% dari air limbah rumah tangga. Hal tersebut diperparah tidak semua masyarakat memiliki instalasi pengolahan air limbah terlebih dahulu.Jenis  penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah true experiment (eksperimen sungguhan) dengan desain pretest-posttes. Populasi dan sampel dalam penelitian ini adalah limbah cair domestik yang keluar dari rumah warga Perumahan Cempaka Permai Kota Bengkulu  yang diambil sebanyak 490 L. Teknik analisa data ini dilakukan menggunakan SPSS dengan uji Paired T-Test.Hasil penelitian pemeriksaan sampel limbah cair domestik sebelum pengolahan untuk parameter COD 119,3 mg/L, amoniak 23 mg/L, total coliform 3.900 sehingga tidak memenuhi syarat sedangkan sebelum pengolahan parameter COD rata-rata 60,67 mg/L, amoniak 10 mg/L, total coliform 3.933,33 dan setelah pengolahan untuk parameter COD rata-rata 48,33 mg/L , amoniak 8 mg/L, total coliform 2.770 sehingga memenuhi syarat untuk kadar COD dan amoniak.Saran diharapkan kepada peneliti selanjutnya yang ingin melakukan penelitian ini dengan menambahkan kaporit sebagai treatment terakhir pembunuh bakteri pada limbah cair domestik. Kata kunci:  Limbah Cair Domestik, COD, Amoniak, Total Coliform, Biofilter Aerob.
PENINGKATAN PERILAKU IBU DENGAN ANAK STUNTING USIA 0-24 BULAN MELALUI PENDAMPINGAN OLEH KADER KESEHATAN MENUJU KAMPUNG KB BEBAS STUNTING Demsa Simbolon; Emy Yuliantini; Yusmidiarti; Bringwatty Batbual; Ina Debora Ratu Ludji; Eliana
Panrita Abdi - Jurnal Pengabdian pada Masyarakat Vol. 6 No. 4 (2022): Jurnal Panrita Abdi - Oktober 2022
Publisher : LP2M Universitas Hasanuddin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20956/pa.v6i4.13422

Abstract

Stunting is a nutritional health problem that shows the failure to thrive in children under five due to chronic malnutrition. Liner growth failure in stunting is associated with increased morbidity and mortality. The service activities aim to foster and empower groups of toddlers as nutritional companions to increase mothers' knowledge, attitudes, and actions of mothers with stunting children aged 0-24 months to prevent and control stunting. The target audience is 80 mothers with stunted children aged 0-24 months, consisting of 40 mothers in the Kampung KB area of ​​ working area Padang Serai Health Center, Bengkulu City, and 40 mothers in the Kampung KB  of the working area of ​​Pasir Panjang Health Center, Kupang City. Community service results showed a significant increase in the knowledge, attitudes, and action of cadres under five in preventing stunting before and after the training. The cadres formed are fostered and involved in community empowerment activities in the working area of ​​the Public health center. And there is an increase in the knowledge, attitudes, and actions of mothers under five in preventing stunting. Follow-up is needed for Cadres who are responsible for continuing activities in the target group until the age of 5 years with guidance by health workers by making regular mentoring schedules until the child is five years old. --- Stunting masih menjadi masalah kesehatan prioritas untuk dicegah dan ditanggulang karena penyebab dan dampaknya yang kompleks. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat menerapkan intervensi satu rumah satu meteran deteksi risiko stunting (MDRS). Tujuan kegiatan pengabdian untuk membina dan memberdayakan kelompok kader balita sebagai pendamping gizi untuk meningkatkan pengetahuan, sikap dan tindakan ibu balita stunting usia 0-24 bulan dalam pencegahan dan penanggulangan stunting. Kalayak sasaran adalah ibu balita stunting usia 0-24 bulan sebanyak 80 ibu yang terdiri dari 40 ibu baduta di Kampung KB Padang Serai Kota Bengkulu dan 40 ibu baduta di Kampung KB Pasir Panjang Kota Kupang. Hasil Pengabdian kepada masyarakat menunjukkan terjadi peningkatan signifikan pengetahuan dan sikap kader dalam pencegahan stunting sebelum dan sesudah pelatihan. Kader yang terbentuk dibina dan dilibatkan dalam kegiatan-kegiatan pemberdayaan masyarakat di wilayah kerja puskesmas. Terjadi peningkatan yang signifikan pengetahuan, sikap, serta tindakan Ibu baduta dalam pencegahan stunting. Perlu tindak lanjut untuk kader bertanggung jawab melanjutkan kegiatan pada kelompok sasaran sampai berusia 5 tahun dengan pembinaan oleh tenaga kesehatan  dengan  membuat jadwal pendampingan secara berkala sampai anak berusia 5 tahun.
PENINGKATAN KETERAMPILAN WIRAUSAHA MANDIRI DALAM PEMBUATAN PUPUK ORGANIK Moh. Gazali; Riang Adeko; Yusmidiarti Yusmidiarti; Defi Ermayendri
JURNAL PENGABDIAN MANDIRI Vol. 1 No. 12: Desember 2022
Publisher : Bajang Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Poltekkes Kemenkes Bengkulu ada 6 (enam) jurusan salah satunya jurusan kesehatan lingkungan prodi sanitasi. Didirikan sejak tahun 2009 dan sampai saat ini telah meluluskan 615 alumni. Untuk mengembangkan kemampuan keterampilan diperlukan adanya pengembangan wirausaha bagi alumni. Wirausaha yang dilakukan saat ini berupa pembuatan kompos orangik. Kegiatan ini dibagi menjadi 3 tahap, yaitu pemberian materi pembuatan pupuk organik, cara penggunaan mesin pencacah sayuran, dan pendampingan pembuatan pupuk organik. Kegiatan Pengabmas ini memberikan dampak positif bagi alumni sanitasi untuk mengembangkan wirausaha sanitasi. Alumni sudah mampu memproduksi pupuk organik secara mandiri dikembangkan menjadi wirausaha mandiri.
PENDAMPINGAN DAN PEMBINAAN KELOMPOK SMART EDUKASI KESEHATAN DALAM PENCEGAHAN STUNTING DI DESA SARI MULYO KECAMATAN SUKARAJA KABUPATEN SELUMA Kamsiah Kamsiah; Emy Yuliantini; Tonny C. Maiggoda; Yusmidiarti Yusmidiarti; Wewet Savitri
J-ABDI: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Vol. 2 No. 9: February 2023
Publisher : Bajang Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53625/jabdi.v2i9.4852

Abstract

Partners in this community service program are the Seluma District Health Office, the Community Health Center and the Village Head. The community regional partnership program(PKW) aims to provide knowledge as well as training in SMART mentoring and coaching to cadres and mothers of toddlems found related to SMART mentoring and coaching for the SMART Health Education Group in Stunting Prevention in Seluma District. The problems found among others .1.knowledge about Stunting Prevention activitas owned by the SMART Cadres team group which is still limited, 2. Knowledge possessed by Cadres in hereditary infomation meaning that activities are still based on correct know ledge, 3.Mastery of drafting techniques and implementation of activities must still be adjusted to good and correct standars, 4. Various errors, both related to the procces, evaluation monitoring and follow- up stunting prevention activities are still not effective, 5. The lack of references regarding the implementation of activities. The solution offered is to share knowledge related to Health Education SMART Group Assistance and Development in Stunting Prevention in Seluma Regency through activites, training, mentoring, and evaluation of the application of the existing Health Education SMART Group program. The output targest are scientifc publication in journals with ISSN/ proceeding, publication through online media, and improvement of science and technology fpr the community. To achieve this goal, the service team uses a chronological strategy, with the sequence of implementation starting from questions and answers providing material, practive and evaluating the results of practice.
KARAKTER AIR TANAH DALAM (DEEP WELL) BERDASARKAN SIFAT FISIK DAN KIMIA UNTUK PENDUGAAN SEBARAN INTRUSI AIR LAUT DI KECAMATAN MUARA BANGKAHULU KOTA BENGKULU DEFI ERMAYENDRI; RIANG ADEKO; YUSMIDIARTI YUSMIDIARTI
Journal of Nursing and Public Health Vol 11 No 1 (2023)
Publisher : UNIVED Press, Universitas Dehasen Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37676/jnph.v11i1.4076

Abstract

Pendahuluan: Sebahagian wilayah pesisir barat (pantai) Kota Bengkulu sebagian terdiri dari lahan rawa yang bergambut dan kondisi airnya berwarna, berbau, berasa dan sebahagian payau. Air payau tersebut tidak memenuhi syarat kualitas digunakan sebagai air bersih untuk kebutuhan sehari – hari maupun industri. Sehingga, pengamatan kondisi hidrogeologi perlu dilakukan untuk mengendalikan penggunaan air tanah untuk mencegah intrusi air laut dan kelayakan penggunaan deep well (air tanah dalam). Metode: Jenis penelitian ini adalah observasional dengan desain studi crossectional. Penelitian dengan pengamatan konduktifitas, pH dan Total Dissolved Solid air tanah dalam menggunakan instrumen untuk menduga intrusi air laut dan zat organik di permukiman Kecamatan Muara Bangkahulu. Sampel air tanah dalam yang diambil sebagai penunjang data intrusi air laut menggunakan air sumur bor milik warga di wilayah penelitian. Hasil dan Pembahasan: Air tanah dalam di lokasi penelitian mengandung nilai pH tertinggi 6.82 dan terendah 5,8 (asam). Nilai TDS tertinggi 650 mg/L dan terendah 277 mg/L. TDS tinggi dan pH. TDS air tanah dalam di wilayah Kecamatan Muara Bangkahulu adalah 506 ppm, melewati standar baku mutu yang diperbolehkan Konduktifitas rata – rata air tanah dalam di wilayah Kecamatan Muara Bangkahulu adalah 136 µmhos/cm. Kesimpulan: Rata – rata pH untuk seluruh wilayah adalah 6.11. TDS rata – rata air tanah dalam di wilayah Kecamatan Muara Bangkahulu adalah 506 ppm dan Konduktifitas rata – rata air tanah dalam di wilayah Kecamatan Muara Bangkahulu adalah 136 µmhos/cm. Hampir semua wilayah layak menjadi lokasi sumur bor, tetapi air yang dihasilkan harus diolah terlebih dahulu untuk menetralkan pH dan menurunkan Total Disolved Solid agar layak dikonsumsi.
HUBUNGAN SANITASI LINGKUNGAN DAN PERSONAL HYGIENE MAKANAN JAJANAN DENGAN KELUHAN PENYAKIT GANGGUAN PENCERNAAN (Gastrointestinal) PADA PEDAGANG DI SIMPANG KANDIS KOTA BENGKULU Aplina Kartika Sari; Kinanti Dwi Widiarti; Yusmidiarti
Gema Lingkungan Kesehatan Vol. 21 No. 1 (2023): GEMA Lingkungan Kesehatan
Publisher : Poltekkes Kemenkes Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (81.571 KB) | DOI: 10.36568/gelinkes.v21i1.36

Abstract

 Food is a basic need for humans. Snack food is very likely to be contaminated due to lack of attention to environmental sanitation and personal hygiene when processing snack food with disease complaints at Kandis Simpang, Bengkulu City. The purpose of this study was to analyze the relationship between environmental sanitation and personal hygiene on traders' complaints of digestive disorders.This type of research is observational analytic with a cross sectional approach. The sample is 42 traders. The variables studied were environmental sanitation, personal hygiene and traders' complaints of digestive disorders. Data analysis used the chi square test.The results showed that 16.7% of traders had poor environmental sanitation, 26.2%of traders had poor personal hygiene and complaints of gastrointestinal diseases. The results of the chi-square test found that there was a relationship between environmental sanitation and gastrointestinal complaints with a significance value of P=Value 0.009 andthere was no relationship between personal hygiene and gastrointestinal complaints with a significance value of P=Value 0.021. There is a relationship between environmental sanitation and complaints of digestive disorders, but not with personal hygiene of traders. The researcher's suggestion for tradersis to understand the importance of environmental sanitation and personal hygiene for street food vendors at the Kandis intersection in Bengkulu City
IMPLEMENTATION OF HEALTH TRANSFORMATION IN PRIMARY SERVICES THROUGH IPC AND IPE INTEGRATED PKLT Darwis Darwis; Eliana Eliana; Linda Linda; Emy Yuliantini; Sri Yanniarti; Yusmidiarti Yusmidiarti; Meriwati Mahyuddin; Erni Buston; Sahidan Sahidan
Jurnal Ekonomi Vol. 12 No. 3 (2023): Jurnal Ekonomi, 2023, September
Publisher : SEAN Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The purpose of community service is to increase the knowledge and understanding of citizens to reduce the risk of non-communicable diseases, (Hypertension, Diabetes Militus, and Asthma) high risk of infectious diseases, (TB and Scabies) adolescent health risks. Family Planning (KB) program, risk of pregnant women and SEZ, risk of illness in toddlers. This activity will be a forum for learning and community service with the Inter Professional Collaboration (IPC) and Inter Professional Education (IPE) approaches. This activity is packaged in the form of an integrated PKLT in all fields of health at the Poltekkes Kemenkes Bengkulu, with counseling activities on infectious and non-communicable diseases, BB, TB, LiLa, TD, Blood Sugar, Hb and health status, packaged in the form of Posbindu, Posyandu and group counseling and mutual assistance, the results of the activity found hypertensive elderly 45% DM elderly 12.5%, obese mothers 67%, None of the adolescents were anemic, with a short category of 7.7% and thin 14.4% This devotion created a collaboration between the Kelurahan Penurunan, the Puskesmas Penurunan, the Lecturers and Students of the Poltekkes Kemenkes Bengkulu. It is hoped that all activities that have been carried out can continue to be carried out regularly in order to create a healthy community.
ANALYSIS OF APPLICATION USE OF PESTICIDES AND PESTICIDE RESIDUE ON VEGETABLES IN SAMBIREJO VILLAGE Agus Widada; Defi Ermayendri; Yusmidiarti Yusmidiarti; Rosalina Rina Bathari
Proceeding B-ICON Vol. 1 No. 1 (2022): Proceeding of The 2nd Bengkulu International Conference on Health (B-ICON 2022)
Publisher : Poltekkes Kemenkes Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33088/bicon.v1i1.5

Abstract

The use of chemical-based pesticides has been proven to increase farmers' production, so that almost all farmers use pesticides in all farming. Excessive use will cause pesticide residues in vegetables to be high. The purpose of this research was to determine the use of pesticides in terms of dosage, accuracy of pesticides, the time span of spraying with harvests and pesticide residues in vegetables. This research used a qualitative approach to see the behavior of farmers in the application of pesticides, data collection methods by conducting interviews and FGDs. Respondents in this research were 50 vegetable farmers randomly taken. The FGD was attended by 10 people consisting of the head of the farmer group and the Agricultural Extension Officer while the vegetable samples were taken 4 which were selected based on the highest frequency sprayed. The results of this research were 70% of farmers applied pesticides according to the dosage, 50% of farmers applied pesticides based on pest observations, 18% according to the distance of the last spraying with the harvest time with a time of more than 7 days, and the pesticide residues on chlorpiripos leeks exceeded the threshold value with a concentration of 0.051 mg/kg or exceeding NAV 76.47%, while the pesticide residue type of parathion with a concentration of 0.039 exceeds the NAV of 8.3%. It is supposed that farmers can apply the right target rules, the right dosage, the right time, the right way and the right type so that the risk of pesticide residues on vegetables can be minimized