Claim Missing Document
Check
Articles

Found 34 Documents
Search

HUBUNGAN PENGGUNAAN ALAT PELINDUNG DIRI DENGAN POLA PENYAKIT PADA NELAYAN TRADISIONAL DI DESA LATUHALAT KECAMATAN NUSANIWE KOTA AMBON TAHUN 2023 Latumanase, Jossy Emillio Junior; Kailola, Nathalie E; Asmin, Elpira; Latuconsina, Vina Z
Molucca Medica Vol 16 No 2 (2023): VOLUME 16, NOMOR 2, OKTOBER 2023
Publisher : Pattimura University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30598/10.30598/molmed.2023.v16.i2.97

Abstract

Indonesia merupakan salah satu negara maritim yang Sebagian besar luas wilayahnya adalah perairan. Dengan demikian Sebagian besar masyarakat yang tinggal di pesisir pantai bekerja sebagai nelayan. Pekerjaan sebagai nelayan memiliki berbagai macam risiko mulai dari kecelakan akibat kerja hingga terpapar suatu penyakit akibat bekerja. penggunaan alat pelindung diri (APD) masih kurang digunakan oleh nelayan saat bekerja yang menjadi salah satu faktor utama sehingga terjadinya kecelakaan maupun terpapar suatu penyakit. Pola penyakit yang dihadapi oleh nelayan tradisional mulai dari gangguan mata, gangguan pendengaran hingga gangguan kulit, gigitan hewan atau biota yang ada di laut, lamanya bekerja di lautan dang kurangnya kesadaran penggunaan alat pelindung diri (APD) saat bekerja. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui distribusi frekuensi penggunaan alat pelindung diri dan hubungan penggunaan alat pelindung diri dengan pola penyakit pada nelayan tradisional di Kecamatan Nusaniwe Kota Ambon tahun 2023, dengan desain penelitian cross sectional dan metode analitik observasional. Penelitian ini dilakukan pada nelayan tradisional di pesisir Pulau Ambon Kecamatan Nusaniwe, pengambilan sampel dilakukan dengan cara total sampling dengan total sampel 90 responden. Data diambil menggunakan instrument penelitian berupa kuesioner yang terdiri dari 14 pertanyaan. Hasil yang didapatkan menunjukan persentase pada nelayan tradisional kota Ambon Kecamatan Nusaniwe pola penyakit yang sering menyerang nelayan adalah dermatitis kontak dan vulnus/luka (85,6%) Persentase lainnya yaitu dari variabel penggunaan alat pelindung diri (APD), nelayan sering memakai APD kepala berupa topi (64,4%), diikuti oleh kacamata (46,7%). Ada hubungan antara penggunaan alat pelindung diri dengan pola penyakit pada nelayan tradisional. Disarankan nelayan harus patuh menggunakan alat pelindung diri guna unutk mencegah dari paparan penyakit,kecacatan hingga kematian.
HUBUNGAN KARAKTERISTIK PADA WANITA YANG MENGALAMI KEKERASAN DALAM RUMAH TANGGA (KDRT) DENGAN GEJALA GANGGUAN KECEMASAN DI KOTA AMBON TAHUN 2024 Latuheru, Grace; Pattinama, Daniel; Kailola, Nathalie E.
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 5 No. 3 (2024): SEPTEMBER 2024
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v5i3.31724

Abstract

Keluarga seharusnya menjadi tempat perlindungan dan rasa aman, namun juga bisa menjadi sumber kekerasan. Korban kekerasan dalam rumah tangga (KDRT) biasanya adalah perempuan dan anak-anak. Dampak dari KDRT salah satunya adalah gangguan kecemasan, ditandai dengan rasa cemas berlebihan dan tidak realistis terhadap situasi sehari-hari. Penelitian ini bertujuan mengetahui hubungan kekerasan dalam rumah tangga terhadap gangguan cemas pada wanita di kota Ambon tahun 2024 dengan melihat karakteristik responden, yaitu usia, pendidikan, pekerjaan, serta status pernikahan terhadap KDRT dengan tingkat kecemasan. Penelitian ini merupakan jenis penelitian kuantitatif dengan desain penelitian cross-sectional. Pengumpulan data akan dilakukan di Kota Ambon pada tiga kecamatan dan lima desa, yaitu pada Kecamatan Baguala di Desa Hutumuri, Kecamatan Sirimau di Desa Kayu Tiga dan Ahuru/Arbes, serta Kecamatan Nusaniwe di Desa Air Salobar. Pengambilan data menggunakan total sampling dan analisis data menggunakan SPSS. Hasil uji analisis menunjukkan karakteristik yang berhubungan dengan kecemasan adalah usia (p=0,326), pendidikan (p=0,141), pekerjaan (p=0,158), dan status pernikahan (p=0,001). Kesimpulan penelitian ini adalah tidak terdapat hubungan signifikan antara usia, pendidikan dan jenis pekerjaan pada wanita yang mengalami KDRT dengan gejala gangguan kecemasan di Kota Ambon, tetapi terdapat hubungan yang signifikan antara status pernikahan pada wanita yang mengalami KDRT dengan gejala gangguan kecemasan di Kota Ambon.
EDUKASI TENTANG PERAWATAN KAKI DIABETES PADA MASYARAKAT PESISIR PANTAI Asmin, Elpira; Simanjuntak, Agnice; Pattiasina, Jurgen A; Kailola, Nathalie; Sapteno, Lidya
Community Development Journal : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 5 No. 2 (2024): Volume 5 No. 2 Tahun 2024
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/cdj.v5i2.25837

Abstract

Infeksi kaki diabetes atau Diabetic Foot Infections adalah salah satu komplikasi utama diabetes melitus (DM) yang paling sering dijumpai. Penderita diabetes memiliki risiko 10 kali lipat lebih tinggi untuk terjadinya infeksi kulit, jaringan lunak dan  tulang.  Hal  ini terkait dengan kerentanan terhadap luka oleh karena gangguan sensibilitas dan penurunan perfusi pada tungkai. Edukasi dalam kegiatan ini sebagai bentuk kegiatan komunikasi yang bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan masyarakat mengenai DM dan Infeksi kaki diabetes serta untuk mencegah terjadinya komplikasi yang lebih parah lagi. Metode kegiatan edukasi yang dilakukan berupa penyuluhan disertai pembagian leaflet. Penyuluhan dan leaflet memuat materi tentang definisi DM, gejala, faktor risiko, pencegahan, penanganan serta cara perawatan luka diabetik mandiri. Masyarakat pesisir pantai di Desa Toisapu telah mengetahui tentang DM dan cara perawatan luka kaki diabetes setelah diberikan edukasi.
FAKTOR - FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN KETIDAKPATUHAN IBU TERKAIT PELAKSANAAN IMUNISASI DASAR DI PUSKESMAS TUAL KOTA TUAL TAHUN 2024 Matdoan, Umi Salma; Kailola, Nathalie Elischeva; Djoko, Sri Wahyuni; Seimahuira, Theresia Natalia; Soumena, Rifah Zafarani; Latuconsina, Vina Zakiah
Molucca Medica Vol 18 No 2 (2025): VOLUME 18, NOMOR 2, OKTOBER 2025
Publisher : Pattimura University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30598/molmed.2025.v18.i2.124

Abstract

Latar Belakang: Pemberian suntikan imunisasi pada bayi, tepat pada waktunya merupakan faktor yang sangat penting untuk kesehatan bayi. Imunisasi diberikan mulai lahir sampai awal masa kanak-kanak. Melakukan imunisasi pada bayi merupakan bagian tanggung jawab orang tua terhadap anaknya.Kepatuhan imunisasi dasar penting untuk mencapai UCI dan melindungi bayi dari penyakit. Rendahnya kepatuhan imunisasi dipengaruhi oleh pengetahuan, pendidikan, pekerjaan, usia, sikap ibu, kondisi anak, jumlah anak, ekonomi, akses layanan, keyakinan, serta dukungan keluarga. Tujuan: untuk mengidentifikasi berbagai faktor yang memengaruhi ketidakpatuhan ibu terkait pelaksanaan Imunisasi Dasar di Puskesmas Tual Kota Tual tahun 2024. Metode: Penelitian ini menggunakan desain cross sectional dengan jumlah responden penelitian berupa ibu yang memiliki bayi >9 bulan dengan total sampel 70 responden, kriteria inklusi dalam penelitian ini berupa, ibu yang mempunyai bayi > 9 bulan dan memiliki kartu nenuju sehat (KMS). Hasil: Data penelitian mengungkap 65 ibu (92,9%) tidak menuntaskan imunisasi dasar balitanya. Faktor yang berkaitan mencakup pengetahuan ibu (p=0,001), usia ibu (p=0,882), pekerjaan ibu (p=0,620), pendidikan ibu (p=0,033), sikap ibu (p=0,382), jumlah anak (p=0,596), tingkat ekonomi (p=0,294), keyakinan ibu (p=0,294), serta dukungan keluarga (p=0,520). Kesimpulan: Penelitian ini menemukan dua variabel yang berhubungan dengan ketidakpatuhan imunisasi di Puskesmas Tual, yaitu pengetahuan dan pendidikan ibu.
Sosialisasi Pengetahuan Kesehatan Reproduksi pada Remaja SMAN 37 Maluku Tengah Tahun 2025 Jusuf Leiwakabessy; Nathalie Elischeva Kailola; Carl Hein Huwaa; Fellicia Dominique Birahy; Nining Ayu Lestari; Victorius Y. Matital; Muhammad Sidiq Ainsa; Reka Febriani; Denisa Prisilia Silawane
Jurnal Pengabdian Masyarakat Waradin Vol. 6 No. 1 (2026): Januari : Jurnal Pengabdian Masyarakat Waradin
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Pariwisata Indonesia Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56910/wrd.v6i1.922

Abstract

Adolescence represents a transitional phase characterized by complex biological, psychological, and social changes, during which insufficient understanding of reproductive health can lead to risky behaviors such as premarital sexual activity, unintended pregnancy, and sexually transmitted infections (STIs). The purpose of the activity titled “Reproductive Health Knowledge Socialization among Adolescents at SMAN 37 Central Maluku in 2025” was to enhance adolescents’ knowledge and awareness regarding reproductive health. This community service program employed a cross-sectional design and involved 54 students from grades X to XII, selected purposively. Data were collected through online pre-tests and post-tests using Google Forms, and the results were analyzed with Microsoft Excel to evaluate changes in participants’ knowledge levels. The findings revealed a notable increase in the average knowledge score from 76% to 89.8%, with the most significant improvements observed in aspects related to reproductive hygiene and understanding of STI risks. The activity proved effective in improving adolescents’ reproductive health literacy and strengthening their awareness of responsible reproductive behavior. Therefore, face-to-face interactive socialization serves as a strategic approach to reinforce healthy understanding and behavior among adolescents in archipelagic regions. Moreover, it can be adopted as a model for developing sustainable health education programs in schools across Eastern Indonesia.
Edukasi Kesehatan untuk Peningkatan Status Gizi dan Skrining Anemia pada Bayi Balita dalam Pengentasan Stunting Nathalie Elischeva Kailola; Vina Zakiah Latuconsina; Rifah Zafarani Soumena; Theresia Natalia Seimahuira; Fitri Kadarsih Bandjar; Martha Melmambessy; Jerome Constantine Lekatompessy
Poltekita: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 6 No. 2 (2025)
Publisher : Pusat Penelitian & Pengabdian Masyarakat Poltekkes Kemenkes Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33860/pjpm.v6i2.3988

Abstract

Stunting is often caused by inadequate maternal nutrition during pregnancy, suboptimal breastfeeding practices, delayed introduction of complementary foods, and impaired nutrient absorption due to infections. This community engagement activity aimed to improve parents' knowledge of balanced diets and conduct anemia screening among infants and toddlers in Wab and Debut Villages, Southeast Maluku Regency. The methods included interactive education sessions, distribution of educational leaflets, questionnaire administration, and assessments of nutritional status and hemoglobin levels in children. The activity was carried out over two days. Results showed that most mothers had limited knowledge of balanced nutrition for young children, although their understanding of the First 1,000 Days of Life was relatively adequate. In Wab Village, 15 out of 68 children were undernourished and 28 were anemic, while in Debut Village, 25 out of 80 children were undernourished and 26 were anemic. These findings highlight the urgent need for more intensive nutrition education and sustained interventions to improve child health in the region.
Komunikasi, Informasi, dan Edukasi Pterigium pada Nelayan di Desa Laha, Kecamatan Teluk Ambon, Ambon Tahun 2023 Abdillah A. F. Hasanusi; Nathalie E. Kailola
JURNAL AKADEMIK PENGABDIAN MASYARAKAT Vol. 4 No. 2 (2026): Maret
Publisher : CV. KAMPUS AKADEMIK PUBLISING

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61722/japm.v4i2.9415

Abstract

Coastal communities represent a population at high risk of developing diseases associated with excessive ultraviolet (UV) exposure, such as pterygium. Pterygium is one of the most common ocular surface disorders. This community service program aimed to provide Communication, Information, and Education (CIE) regarding pterygium to fishermen in Laha Village, Teluk Ambon District, Ambon, in 2023. The activity was carried out on September 24, 2023, in Laha Village, Teluk Ambon District, Ambon City, and involved 24 participants, the majority of whom were fishermen. The program consisted of two main components: health education on pterygium and distribution of informational leaflets. The implementation of the CIE program on pterygium in Laha Village effectively increased fishermen’s knowledge and awareness of pterygium risk factors as well as the importance of early prevention. This achievement was supported by a combination of instructional methods, interactive discussions, and the provision of educational leaflets that successfully conveyed essential health information
Hubungan Kualitas Pelayanan Kesehatan Dengan Kepuasan Pasien Rawat Jalan di Puskesmas Hila Kabupaten Maluku Tengah Tahun 2024 Juen Carla Warella; Nur Qalby Selayar; Nathalie E. Kailola; Ritha Tahitu; Yosepina Mainase; Lidya B. E. Sapteno; Presli Glovrig Siahaya
Jurnal Kesehatan Terpadu Vol 17 No 1 (2026): Jurnal Kesehatan Terpadu (Integrated Health Journal)
Publisher : Poltekkes Kemenkes Maluku

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32695/jkt.v17i`.558

Abstract

Health services are a form of service that is a basic need for every human being, because health is the main thing in supporting daily activities. Data from the World Health Organization (WHO) 2018 shows that 5.7 to 8.4 million people die due to low quality health services every year. This study aims to determine the relationship between the quality of health services and the satisfaction of outpatients at the Hila Community Health Center. This research is a quantitative analytical research. The data source comes from primary data using a cross sectional approach with Univariate and Bivariate analysis. The research results showed that on average respondents responded well to the tangible, reliability, responsiveness, assurance and empathy variables obtained during the examination at the Hila Community Health Center. The results of bivariate analysis using the chi-square test showed a P value = 0.000 (p<0.05), which means there is a relationship between the quality of health services and outpatient satisfaction at the Hila Community Health Center, Central Maluku Regency.
The Impact of Smartphones on Students’ Psychology, Emotions, Physical Health, Management, Social Life, and Academic Performance Marleny Leasa; Albertus Fenanlampir; Natcha Mahapoonyanont; Nathalie Elischeva Kailola; John Rafafy Batlolona
Journal of Innovation in Educational and Cultural Research Vol 7, No 4 (2026)
Publisher : Yayasan Keluarga Guru Mandiri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46843/jiecr.v7i4.3147

Abstract

This study aims to analyze the impact of smartphone usage on students’ psychological, emotional, physical, social, and academic aspects at Pattimura University. A quantitative approach was employed using a voluntary survey method involving 546 students aged 18–24 years. Data were collected through a Likert-scale questionnaire and analyzed using percentage techniques. The findings indicate that excessive smartphone use has a significant multidimensional impact on students. Approximately 57.96% of respondents reported intensive social media usage patterns that interfere with concentration, while 65.69% showed notable psychological and emotional effects, including anxiety and mood disturbances. Regarding physical health, respondents reported sleep disturbances, eye strain, and reduced physical activity. Some also acknowledged that smartphone use affects social relationships and productivity, including increased procrastination and decreased academic focus. Despite these negative impacts, students demonstrated awareness of the importance of managing smartphone usage through strategies such as time limitation and digital detox. It can be concluded that uncontrolled smartphone use contributes to decreased academic performance and well-being, although adaptive skills and self-regulation may mitigate these effects.
Pencegahan, Pengendalian Kecacingan dan Deteksi Dini Anemia Anak di Dusun Hurnaladua dan Rupaitu Negeri Tulehu Kabupaten Maluku Tengah Tahun 2025 Theresia Natalia Seimahuira; Elpira Asmin; Nathalie Elischeva Kailola; Ritha Tahitu; Christiana Rialine Titaley; Josepina Mainase; Michelle Wilda Pattiwaellapia; Anggita Rumata; Tiara Dewi Prawira; Zechaniah Marciela Maelissa; Thristy Tandililing; Ayu Lestari; Siti Nur Aisyah Sehol; Mahajum Tuakia; Muhammad Uly Algiffari Hasibuan
Jurnal Pengabdian Masyarakat Kedokteran Vol 5, No 2 (2026): May
Publisher : Fakultas Kedokteran, Universitas Islam Sultan Agung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30659/abdimasku.5.2.99-107

Abstract

Penyakit kecacingan dan anemia masih menjadi masalah kesehatan masyarakat di Indonesia, khususnya pada anak usia dini. Kedua kondisi ini saling berkaitan karena infeksi cacing dapat mengganggu penyerapan zat besi, yang berujung pada anemia. Tujuan: Kegiatan ini bertujuan untuk memberikan edukasi dan informasi kepada ibu yang memiliki anak mengenai pencegahan dan pengendalian penyakit kecacingan dan anemia, serta melakukan deteksi dini anemia pada anak di Dusun Hurnaladua dan Rupaitu, Negeri Tulehu, Kabupaten Maluku Tengah. Metode: Kegiatan dilakukan pada 23 September 2025 dengan sasaran 47 anak (bayi 0–11 bulan dan balita 12–59 bulan). Metode pelaksanaan mencakup penyuluhan kesehatan mengenai sanitasi, kebersihan diri, pencegahan infeksi kecacingan pada ibu, serta pemeriksaan kadar hemoglobin (Hb) menggunakan alat Hemocue. Ibu yang memiliki anak dengan anemia ringan mendapat konseling gizi, sedangkan anemia sedang–berat dirujuk ke puskesmas. Hasil: Dari 47 anak, 20 (42,55%) laki-laki dan 27 (57,45%) perempuan; 38 (80,43%) berusia 12–59 bulan. Hasil pemeriksaan menunjukkan 21 anak (44,68%) mengalami anemia ringan, dan 26 anak (55,32%) memiliki kadar Hb normal. Kegiatan edukasi memberikan informasi kepada ibu-ibu mengenai perilaku hidup bersih dan sehat, serta pentingnya pemeriksaan kesehatan secara rutin. Kesimpulan: Program edukasi, pemeriksaan anemia, dan pemberian obat cacing massal efektif meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya pencegahan kecacingan dan anemia. Kegiatan serupa perlu dilakukan secara berkala untuk menurunkan prevalensi kedua penyakit ini di wilayah endemikWorm infections and anaemia remain public health issues in Indonesia, particularly among young children. These two conditions are interlinked because worm infections can interfere with iron absorption, leading to anaemia. Objective: This initiative aims to provide education and information to mothers with children regarding the prevention and control of parasitic worm infections and anaemia, as well as to conduct early detection of anaemia in children in the hamlets of Hurnaladua and Rupaitu, Tulehu Village, Central Maluku Regency. Methods: The activity was conducted on 23 September 2025, targeting 47 children (infants aged 0–11 months and toddlers aged 12–59 months). The implementation methods included health education on sanitation, personal hygiene, and the prevention of worm infections in mothers, as well as haemoglobin (Hb) level testing using the Hemocue device. Mothers with children suffering from mild anaemia received nutritional counselling, whilst those with moderate–severe anaemia were referred to the community health centre. Results: Of the 47 children, 20 (42.55%) were male and 27 (57.45%) were female; 38 (80.43%) were aged 12–59 months. The examination results showed that 21 children (44.68%) had mild anaemia, and 26 children (55.32%) had normal Hb levels. The educational activities provided information to mothers regarding clean and healthy living practices, as well as the importance of regular health check-ups. Conclusion: The educational programme, anaemia screening, and mass deworming were effective in raising community awareness of the importance of preventing intestinal worm infections and anaemia. Similar activities need to be carried out periodically to reduce the prevalence of these two diseases in endemic areas.
Co-Authors Abdillah A. F. Hasanusi Abdillah F.A Hasanusi Achmad Tuahuns Albertus Fenanlampir Alessandra F. Saija Alessandra Saija Alvionita N. A. Letelay Anggita Rumata Anisa Syahrani Tuakia Arlen Resnawaldi Astina Astina Ayu Betzia Mangosa Ayu Lestari Bertha J. Que Bertha J. Que Carl Hein Huwaa Chistiana Rialine Titaley Christiana R Titaley Christiana Rialine Titaley Denisa Prisilia Silawane Dian Petricia Sekeronej Dian Setyaningrum Djoko, Sri Wahyuni Elpira Asmin Elpira Asmin Elpira Asmin Etrin Z E S Linggar Fellicia Dominique Birahy Filda V. I. de Lima Fitri Kadarsih Bandjar Hadilah Rahawarin Haikal Eko F Rahawarin Halidah Rahawarin Haq Hataul, Is Asma'ul Hataul, Is Asma’ul Haq Hertzia Hattu Hutagalung, Ingrid Indrawanti Kusadhiani Ir wan Irene Leha Irwan Is Ikhsan Hataul Jacky Tuamelly Jerome Constantine Lekatompessy Jerome Constantine Lekatompessy John Rafafy Batlolona Josepina Mainase Josepina Mainase Josepina Mainase Josepina Mainase Joshua Jonatan Gonidjaya Jusuf Leiwakabessy Kamoda, Tri Puspa Rini Dusung Khaera Umma Kusadhiani, Indrawanti Latif, Rahmi Latuconsina, Vina Z Latuconsina, Vina Zakiah Latuheru, Grace Latumanase, Jossy Emillio Junior Laura B. S. Huwae Lidya B. E. Sapteno Lidya Saptenno Maelissa, Merlin Margareth Mahajum Tuakia Mahusein Tuharea Malakauseya, Maxwell Landri Vers Marleny Leasa Marlin Margareth Maelissa Martha Melmambessy Matdoan, Umi Salma Merlin Maelissa Merlin Margreth Maelissa Michelle Wilda Pattiwaellapia Muhammad Sidiq Ainsa Muhammad Uly Algiffari Hasibuan Nari, Janti Pare Natcha Mahapoonyanont Ninik Ma’athia Sallatalohy Nining Ayu Lestari Nur Qalby Selayar Octovina Toressy Pattiasina, Jurgen A Pattinama, Daniel Pattipeilohy, Claudia Igreya Pentury, Rosano Carolina Philemon Putranov Pattynama Primitha Indriatni Serdi Puput Wulandari Rahanra, Sartika Riry Reka Febriani Rifah Zafarani Soumena Rifah Zafarani Soumena Sapteno, Lidya Seimahuira, Theresia Natalia Selfiano J. Bobaya Shafira Chaerani Siahaya, Presli Glovrig Simanjuntak, Agnice Siti Nur Aisyah Sehol Souhoka, Meldy Selvi Soumena, Rif'ah Zafarani Soumena, Rifah Zafarani Soumena, Rif’ah Zafarani Tahitu, Ritha Theresia Natalia Seimahuira Theresia Natalia Seimahuira Theresia Natalia Seimahuira Theresia Seimahuira Theresia Seimahuira Thristy Tandililing Tiara Dewi Prawira Titaley, Christiana Rialine Victoria Inri Imania Wattimena Victorius Y. Matital Vina Z. Latuconsina Vina Zakiah Latuconsina Vina Zakiah latuconsina Vina Zakiah Latuconsina Warella, Juen Carla Yosefina Mainase Yosepina Mainase Zechaniah Marciela Maelissa