Claim Missing Document
Check
Articles

Implementation Of Regional Trade Agreements In North Sumatra From The Perspective Of Positive Law And Islamic Law (Analysis Of The Advantages Of North Sumatra Regional Products Halimatul - Maryani; Pagar - Pagar; Zulham - Zulham
Pena Justisia: Media Komunikasi dan Kajian Hukum Vol. 23 No. 1 (2024): Pena Justisia
Publisher : Faculty of Law, Universitas Pekalongan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31941/pj.v23i1.3994

Abstract

Law is a rule that applies among society which contains orders and prohibitions, norms, sanctions relating to human life and life which are of course integrated with nature, and not only internally (nationally) but also regionally and even internationally since entry into force of international agreements in Indonesia. Local wisdom is a support for the strength of a region, especially North Sumatra, to organize neatly the consequences of the implementation of regional trade agreements in Indonesia. So, this presentation examines the Afta-China regional trade structuring model through strengthening local wisdom in North Sumatra, while also aiming to provide solutions to the Indonesian people, especially the people of North Sumatra, that in terms of regional trade structuring offered in this presentation, it is organized through linkages. local wisdom. This means that with the strength of local wisdom possessed by a region, it can be competitive in regional circles. Therefore, the method used in this paper is an empirical juridical research method which not only analyzes data based on policies, but the research team also conducted interviews with parties related to the research theme in this presentation, which is categorized as agricultural sources as staple food producers. . The aim is to study the implications of regional agreements from the perspective of positive law and Islamic law, especially in North Sumatra
Legal Review of the Validity of Private Agreements Regarding Secured Movable Property in Fiduciary Agreements Halimatul Maryani; Abdul Halim
Pena Justisia: Media Komunikasi dan Kajian Hukum Vol. 23 No. 1 (2024): Pena Justisia
Publisher : Faculty of Law, Universitas Pekalongan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31941/pj.v23i1.4900

Abstract

With the development of transportation and existing technology, many payment methods for various needs have emerged. One rapidly growing need is for transportation facilities, which often have costs that are not easily accessible to many people. Non-bank financial institutions have emerged as an effort to facilitate consumers in meeting their increasingly diverse needs. These institutions, which assist with all types of consumer transactions, are rapidly developing and are particularly popular among consumer financing institutions. Based on the legal research conducted, it can be explained that the rights and obligations of consumers are to make installment payments according to the payment schedule, while the rights and obligations of the consumer financing institution are to pay the payment amount to the supplier and repossess the motorcycle used as collateral in consumer financing in the event of default. In the case of default, compensation, contract cancellation, or risk related to force majeure must be provided.
Aspek Hukum Kebijakan Pemerintah Melindungi Industri dalam Negeri Pasca Kesepakatan Perdagangan Regional Afta-China Halimatul Maryani; Adawiyah Nasution
Jurnal Penelitian Hukum De Jure Vol 19 No 2 (2019): Edisi Juni
Publisher : Law Policy Strategy Agency, Ministry of Law of The Republic of Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30641/dejure.2019.V19.137-149

Abstract

Pada prinsipnya konsep dasar perdagangan bebas merupakan penghilangan hambatan-hambatan dalam  proses perdagangan internasional, namun yang menjadi isu hukum dalam kajian ini adalah bahwa suatu perdagangan bebas dalam skala sistem multilateral World Trade Organization  disingkat dengan WTO sedikit terkendala dan tidak berjalan dengan baik sesuai dengan harapan, sehingga mulailah suatu negara itu membentuk blok perdagangan secara regional misalnya ASEAN, AFTA, termasuk  ACFTA yang bertujuan mendapatkan keuntungan secara langsung dan meningkatkan kemajuan pertumbuhan ekonomi dalam skala regional dengan lebih berkembang serta meningkatkan kemajuan. Metode yang digunakan dalam tulisan ini berawal  dari hasil penelitian adalah menggunakan metode penelitian yuridis normative dan kajian yang dianalisis ini berawal sejak 1 Januari 2010, negara  China dipastikan telah bergabung dalam kesepakatan Asean China Free Trade Agreement (ACFTA), pada Framework Agreement on comprehensive Economic Co-opration Between The Association of South East Asian Nation and The People's Republic of China  (Asean-China) dan telah  ditandatangani Presiden Republik Indonesia waktu itu Megawati di Phnom Penh, Kamboja pada tanggal 4 Novenber 2002, serta telah diratifikasi  melalui Keputusan Presiden No.48 Tahun 2004, dengan Undang-Undang No. 24 tahun 2000 tentang Perjanjian Internasional. Oleh karena itu, dasar hukum berlakunya kesepakatan perdagangan regional dalam ketentuan World Trade Organization  atau WTO diperbolehkan dalam pasal 24 GATT, dengan beberapa kebijakan yang dilakukan  pemerintah untuk melindungi industri dalam negeri terhadap  dampak negatif dari pelaksanaan perdagangan bebas regional, sesuai dengan prinsip transparansi, kejujuran dan harus ditetapkan dalam satu kaidah
TRADING RULES OR TRADING VALUES? AFTA–CHINA DISPUTE MECHANISMS UNDER POSITIVE LAW VS. ISLAMIC LAW & WHAT INDONESIA MUST DECIDE Halimatul Maryani; Adhi Budi Susilo; Owoade Abdul Lateef
Jurnal Pembaharuan Hukum Vol 11, No 3 (2024): Jurnal Pembaharuan Hukum
Publisher : UNISSULA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26532/jph.v11i3.44699

Abstract

In principle, Indonesia likes it or not, willingly or unwillingly, now Indonesia has joined the ASEAN China Free Trade Agreement which of course has an international trade system as its outlet. This means that Indonesia and the countries involved in this agreement are free to conduct international relations, including international trade. The research method used in this study is the Normative juridical method which examines legal issues while providing a descriptive perception of what should be, using the statute approach and the conceptual approach. The purpose of this study is to examine the principles of resolving regional trade disputes between Afta and China from the perspective of positive law and Islamic law and their implications for Indonesia. As an innovation, the findings offered in this presentation are that there are principles for resolving regional trade disputes between Afta and China from the perspective of positive law and Islamic law and their implications for Indonesia, both in the provisions of the WTO, Afta China, and also the principles in the provisions of Islamic law, remain in line with the provisions applicable in the WTO.
Analisis Konsep Qawaid Fiqyiyyah dalam Kajian Hukum Keluarga di Indonesia Halimatul Maryani; Abdul Halim; Bonanda Japatani Siregar; Adawiyah Nasution; Raja Fanny Fatahillah
All Fields of Science Journal Liaison Academia and Sosiety Vol. 5 No. 4: Desember 2025
Publisher : Lembaga Komunikasi dan Informasi Dosen

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58939/afosj-las.v5i4.1281

Abstract

Adapun yang menjadi tema dalam paparan ini adalah Analisis Konsep Qawaid Fiqyiyyah Dalam Kajian Hukum Keluarga di Indonesia Keluarga adalah merupakan kumpulan satu unit yang terkecil yang ada di tengah tengah masyarakat yang terdiri dari keluarga inti dan keluarga dalam arti luas Keluarga inti adalah yang terdiri dari suami istri dan anak anak sedangkan keluarga dalam arti luas adalah selain suami istri dan anak anak termasuk juga ayah ibu adik kakak paman bibi kakek nenek dan keluarga lainnya yang ada dalam keluarga Hukum keluarga familierecht low of familie merupakan ketentuan yang menyangkut hubungan hukum keluarga yang sedarah dan keluarga yang terikat dengan tali perkawinan yang meliputi proses perkawinan kekuasaan oaring tua perwalian dan lain lain Hukum keluarga yang berlaku di Indonesia saat ini adalah hukum kekeluargaan yang di atur dalam Undang Undang No 1 Tahun 1974 tentang Perkawinan juga Kompilasi Hukum Islam KHI nah sehubungan dengan itu maka hukum keluarga dalam kajian islam juga sangat penting khususnya bagi ummat muslim yang bertujuan untuk mengkaji tentang konsep fiqh dalam kajian hukum keluarga di Indonesia dengan metode yang digunakan dalam kajian ini adalah metode yuridis normative dengan pendekatan analisis deskriptif pada konsep hukum keluarga di Indonesia di mana inovasi yang ditemukan dalam konsep ini adalah terdapatnya perbedaan antara konsep hukum keluarga dalam kajian fiqh dengan konsep hukum perdata secara umum