Claim Missing Document
Check
Articles

Found 22 Documents
Search

Hubungan Pengetahuan dan Riwayat Genetik Diabetes Melitus dengan Gaya Hidup Mahasiswa Kesehatan Anandita, Laura; Herlina, Santi
Indonesian Journal of Health Development Vol 7 No 1 (2025): IJHD
Publisher : Fakultas Ilmu kesehatan UPN Veteran Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52021/ijhd.v7i1.469

Abstract

Perubahan gaya hidup yang tidak sehat dapat meningkatkan risiko penyakit, salah satunya adalah diabetes melitus. Mahasiswa rentan untuk menerapkan gaya hidup tidak sehat karena perubahan besar yang mereka alami selama berada dalam kehidupan kuliah. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan pengetahuan dan riwayat genetik DM dengan gaya hidup pada mahasiswa. Penelitian ini menggunakan pendekatan cross sectional dengan pengumpulan data melalui Google Form dan dianalisis menggunakan uji chi-square. Responden penelitian ini adalah mahasiswa Fakultas Ilmu Kesehatan UPN “Veteran” Jakarta berjumlah 337 orang yang didapatkan melalui teknik stratified random sampling. Kuesioner yang digunakan dalam penelitian ini adalah Diabetes Knowledge Questionnaire-24 (DKQ-24) dan Health-Promoting Lifestyle Profile II (HPLP-II). Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa terdapat hubungan signifikan antara pengetahuan dengan gaya hidup mahasiswa (p = 0.015) dan riwayat genetik DM dengan gaya hidup mahasiswa (p = 0.025). Hasil penelitian ini diharapkan dapat berkontribusi baik bagi literatur ilmiah, terutama di bidang keperawatan. Peneliti juga merekomendasikan agar mahasiswa dapat mengimplementasikan gaya hidup sehat untuk mengurangi risiko terjadinya penyakit DM di masa yang akan datang. Selain itu, diharapkan mahasiswa juga dapat menjadi contoh yang baik di masyarakat dalam penerapan gaya hidup sehat.
Effectiveness of Mirror Therapy on the Motor Ability of Post Stroke Patients: Systematic Review Rosaline, Mareta Dea; Herlina, Santi
Dunia Keperawatan: Jurnal Keperawatan dan Kesehatan Vol 9 No 2 (2021): Dunia Keperawatan: Jurnal Keperawatan dan Kesehatan
Publisher : School of Nursing, Faculty of Medicine and Health Science, Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (327.587 KB)

Abstract

Insiden stroke meningkat dan lebih dari 50 % pasien stroke menderita cacat ekstremitas atas dan 87%kerusakan motorik pada ekstremitas atas terjadi stase akut. Sekitar 30-60% dari pasien stroke tidak pernahmendapatkan kembali fungsi motorik tangan yang terkena stroke dan dapat menyebabkan pasien post-strokekesulitan dalam kegiatan hidup sehari-hari. Tujuan penelitian ini adalah untuk mereview secara sistematispenelitian tentang efektifitas Mirror Therapy sebagai intervensi rehabilitasi motorik dalam meningkatkankemampuan motorik pasien post stroke. Sebuah strategi pencarian diterapkan ke dalam database Proquestdan Science Direct. Hasil pencarian kemudian diseleksi dengan menggunakan kriteria inklusi dan ekslusi.Hanya penelitian yang menggunakan metode kuantitatif yang dipilih. Dari 1 55 artikel yang ditemukan,sebanyak 30 artikel memenuhi kriteria inklusi. Penelitian terbanyak yang direview menggunakan desainexperimental sebanyak 9 artikel. Dari 9 penelitian yang ditelaah membuktikan bahwa Mirror Therapy dapatmeningkatkan fungsi motorik terutama extremitas atas. Dalam meningkatkan penelitian selanjutnya,diperlukan penentuan intensitas latihan yang optimal dan durasi perbaikan untuk bertahan dan generalisasi kedomain fungsional lainnya. Selain itu juga perlu memperhatikan jumlah dan homogenitas subjek (usia, jeniskelamin, tingkat disabilitas serta onset waktu stroke) sehingga tidak membuat bias pada hasil penelitian.
Kepatuhan Pembatasan Cairan Pada Pasien Hemodialisis Herlina, Santi; Rosaline, Mareta Dea
Dunia Keperawatan: Jurnal Keperawatan dan Kesehatan Vol 9 No 1 (2021): Dunia Keperawatan: Jurnal Keperawatan dan Kesehatan
Publisher : School of Nursing, Faculty of Medicine and Health Science, Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (254.704 KB)

Abstract

Hemodialysis is currently the most common choice to replace the role and function of the kidney that hasbeen damaged. One of the problems in hemodialysis patients is patient non-compliance in limiting fluidintake. Patient non-compliance in limiting fluid intake can lead to excess volume of fluid in the body whichresults in complications of chronic renal failure. This study examines the factors that influence fluidrestriction compliance. The study was conducted on 38 respondents who underwent hemodialysis at DrajatPrawiranegara Hospital, Serang Regency, Banten Province. The aim of this study was to identify factors thatmost influence hemodialysis patient adherence to fluid restrictions. This research method is a quantitativeapproach using a cross sectional design. To analyze the variables that affect the compliance of liquid wetting,the multivariate binary logistic regression test was used. The results showed that the variable that had themost influence on fluid restriction compliance was age with a P value of 0.048 and the largest OR comparedto other variables, so that it had the strongest relationship with fluid restriction compliance 1.190 times aftercontrolling for variables of marital status, occupation, BMI, length of time. hemodialysis, HD duration,behavior, attitude.
Pemberdayaan Lansia dengan Penyakit Kronis Dalam Mengelola Kecemasan Melalui Relaksasi Otot Progresif di Posbindu Dahlia Senja Kelurahan Limo Herlina, Santi; Suratmini, Dwi; Diorarta, Raphita; Samaria, Dora; Tobing, Duma Lumban; Adyani, Sang Ayu Made; Wahyudi, Chandra Tri; Sucika, Dara; Wisudawati, Sulistya Nur'aeni; Millah, Zulfa Muzayyanatul; Balqis, Ayunissa; Nasution, Nurul Aryani; Putri, Alia Resti Andri; Mariyam, Fidelmia; Cahyani, Clara Oktalia; Putri, Widya Kartika
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 8, No 11 (2025): Volume 8 No 11 (2025)
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v8i11.22832

Abstract

ABSTRAK Lansia mengalami perubahan signifikan dalam aspek fisik, psikologis, dan sosial seiring bertambahnya usia. Proses penuaan menyebabkan penurunan fungsi tubuh yang berpotensi memicu timbulnya penyakit kronis. Kondisi ini dapat berdampak pada kondisi psikososial lansia, salah satunya menimbulkan kecemasan. Salah satu strategi manajemen cemas yang dapat dilakukan pada lansia adalah latihan relaksasi otot progresif (ROP). Tujuan kegiatan ini adalah meningkatkan pengetahuan dan kemampuan lansia dalam mengelola cemas. Program pengabdian masyarakat ini dilakukan melalui metode edukasi dan praktik keterampilan ROP pada 49 lansia yang rutin mengikuti kegiatan Posbindu di Posbindu Dahlia Senja Kelurahan Limo. Hasil kegiatan menunjukkan rata-rata usia peserta adalah 65.35 tahun, dimana mayoritas lansia memiliki jenis kelamin perempuan (93.9%). Berdasarkan hasil pengukuran menggunakan Geriatric Anxiety Scale (GAS), diketahui bahwa mayoritas lansia mengalami kecemasan tingkat ringan sebanyak 55.1%, tingkat sedang 36,7% dan tingkat berat 8,2%. Setelah dilakukan kegiatan edukasi dan praktik ROP, skor rata-rata tingkat pengetahuan lansia terkait cemas meningkat sebesar 42,02. Hasil observasi juga menunjukkan bahwa mayoritas lansia mampu melakukan gerakan praktik ROP secara benar. Program pengabdian masyarakat melalui edukasi dan praktik relaksasi otot progresif (ROP) dapat meningkatkan pengetahuan lansia tentang kecemasan serta keterampilan mereka dalam mengelola cemas. Intervensi ini dapat dijadikan alternatif dalam meningkatkan kemampuan lansia mengelola cemas secara mandiri. Kata Kunci: Kecemasan, Lansia, Penyakit Kronis, Relaksasi Otot Progresif  ABSTRACT Elderly people experience significant changes in physical, psychological, and social aspects as they age. The aging process causes a decline in body functions that can potentially trigger chronic diseases. This condition can impact the psychosocial conditions of the elderly, one of which is causing anxiety. One anxiety management strategy that can be done in the elderly is progressive muscle relaxation (ROP) training. The purpose of this activity is to increase the knowledge and ability of the elderly in managing anxiety. This community service program was carried out through the ROP education and skills practice method on 49 elderly who regularly participate in Posbindu activities at Posbindu Dahlia Senja, Limo Village. The results of the activity showed that the average age of participants was 65.35 years, where the majority of elderly were female (93.9%). Based on the results of measurements using the Geriatric Anxiety Scale (GAS), it was known that the majority of elderly experienced mild anxiety as much as 55.1%, moderate levels 36.7% and severe levels 8.2%. After the ROP education and practice activities, the average score of the elderly's level of knowledge regarding anxiety increased by 42.02. The results of the observation also showed that the majority of elderly were able to perform ROP practice movements correctly. A community service program involving education and practice of progressive muscle relaxation (ROP) can improve older adults' knowledge about anxiety and their skills in managing it. This intervention can be used as an alternative to improve their ability to manage anxiety independently. Keywords: Anxiety, Elderly, Chronic Disease, Progressive Muscle Relaxation
EFFECTIVENESS OF PROGRESSIVE MUSCLE RELAXATION (PMR) WITH MOZART’S CLASSIC MUSIC ON BLOOD PRESSURE TO PATIENT CHRONIC KIDNEY DISEASE (CKD) WITH INTRADIALYTIC HYPERTENSION (IDH) Nirmala, Nirmala; Herlina, Santi
Jurnal Ilmiah Keperawatan IMELDA Vol. 11 No. 1 (2025): Jurnal Ilmiah Keperawatan IMELDA
Publisher : Program Studi S1/DIII-Keperawatan Universitas Imelda Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52943/jikeperawatan.v11i1.1738

Abstract

Chronic kidney disease (CKD) can develop into end stage renal disease (ESRD), requiring hemodialysis therapy. However, this can cause complications such as intradialytic hypertension (IDH), defined as a pre-HD blood pressure >140/90 mmHg or a post-HD blood pressure > 130/80 mmHg. Therefore, the combination of PMR with mozart classical music is recommended. This study aims to analyze the effectiveness of this combined therapy on blood pressure. The research design is quasi experimental using descriptive tests, paired t tests and independent t tests. With a purposive sampling technique, a sample of 38 respondents was divided into intervention and control groups in the hemodialysis unit of RSUD Tarakan. The results showed a significant effect on SBP (p value <0.001) and DBP (p value <0.001) in the intervention group, SBP (p value <0.001) and DBP (p-value = 0.003) in the control group, and significant differences in post-dialysis SBP (p-value = 0.001) and DBP (p value <0.001) between the two groups. In the intervention group, there was a decrease in SBP and DBP, whereas in the control group, there was an increase in SBP and DBP. Therefore, this combined therapy can be a complementary treatment for CKD patients with IDH to stabilize blood pressure, especially during intradialysis.
Determinan Terjadinya Infeksi Saluran Kemih pada Pasien Dewasa di RSUD Kota Bekasi Herlina, Santi; Yanah, Anggara Kasih Mehita
Jurnal Ilmiah Kesehatan Masyarakat : Media Komunikasi Komunitas Kesehatan Masyarakat Vol 11 No 1 (2019): JIKM Vol. 11, Edisi 1, Februari 2019
Publisher : Public Health Undergraduate Program, Faculty of Health Science, Universitas Pembangunan Nasional Veteran Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (615.314 KB) | DOI: 10.52022/jikm.v11i1.15

Abstract

Latar Belakang: Infeksi saluran kemih (ISK) merupakan penyakit yang sering ditemukan di masyarakat dan Rumah Sakit. Juga biasanya dialami paling banyak pada wanita di bandingkan dengan laki-laki. Infeksi saluran kemih adalah infeksi yang terjadi di sepanjang saluran kemih, termasuk ginjal itu sendiri, akibat proliferasi suatu mikroorganisme. Faktor-faktor predisposisi dalam perkembangan infeksi saluran kemih dan pielonefritis kronik yaitu obstruksi saluran kemih, jenis kelamin, umur kehamilan, reflik vesikuler, peralatan kedokteran, kandung kemih neurogenik, penyalahgunaan analgesik secara kronik, penyakit ginjal, penyakit metabolik (diabetes,gout, batu). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi terjadinya infeksi saluran kemih di RSUD Bekasi pada pasien dewasa.Metode: Penelitian ini dilaksanakan di RSUD Bekasi. Jenis penelitian yang digunakan adalah uji kohort Retrospektif. Sampel yang digunakan adalah Random Sampling 96 Responden. Data yang terkumpul memenuhi kriteria dianalisa secara univariat, bivariat menggunakan Chi Square, dan Multivatiat dengan regresi logistik.Hasil: Hasil Penelitian ini menunjukan bahwa dari analisis multivariat ternyata variabel yang berhubungan bermakna dengan infeksi saluran kemih adalah jenis klamin, riwayat keluarga, penyakit urologi. Sedangkan variabel usia, dan penyakit metabolik sebagai perancu, namun hasil yang didapat dari odd ratio (OR) adalah penyakit metabolik yang paling besar dengan nilai 2,53, dan artinya pasien yang mengalami penyakit metabolik akan mengalami lebih besar dengan 2,5 lebih tinggi dibandingkan dengan pasien yang tidak mengalami penyakit metabolik.Kesimpulan: Penyakit metabolik merupakan faktor yang paling mempengaruhi penyakit ISK Background: Urinary tract infections (UTI) is a disease that is often found in community and hospital. Also usually experienced most common in females compared with males. Urinary tract infection is an infection that occurs in the urinary tract, including the kidney itself, due to the proliferation of a microorganism. Predisposing factors in the development of urinary tract infection and chronic pyelonephritis, urinary tract obstruction, sex, gestational age, reflik vesicular, medical equipment, neurogenic bladder, in chronic analgesic abuse, kidney disease, metabolic disease (diabetes, gout , stone). This study aims to determine the factors that influence the occurrence of urinary tract infections in hospitals Bekasi in adult patients.Method: This study was conducted at Hospital Bekasi. Type of study is a retrospective cohort trial. The sample used was random sampling 96 respondents. The collected data meet the criteria analyzed in univariate, bivariate using Chi Square, and Multivatiat with logistic regression.Result: The results of this study show that. From the multivariate analysis turns significant variables associated with urinary tract infection is a type of klamin, family history, urologic diseases. While the variables of age, and metabolic diseases as confounders, but the results obtained from the odds ratio (OR) is a metabolic disease with the greatest value of 2.53, and that means patients with metabolic disease will experience greater with 2.5 higher than with patients who did not experience disease metabolic.Conclusion: Metabolic disease are the factors that most influence UTI
Dukungan Keluarga dengan Kepatuhan Pembatasan Cairan pada Pasien Gagal Ginjal Kronik yangMenjalani Hemodialisis Fitriana, Erdila; Herlina, Santi
Jurnal Ilmiah Kesehatan Masyarakat : Media Komunikasi Komunitas Kesehatan Masyarakat Vol 11 No 2 (2019): JIKM Vol. 11, Edisi 2, Mei 2019
Publisher : Public Health Undergraduate Program, Faculty of Health Science, Universitas Pembangunan Nasional Veteran Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (210.046 KB) | DOI: 10.52022/jikm.v11i2.31

Abstract

Latar belakang: Gagal ginjal kronik adalah sindrom klinis yang umum pada stadium lanjut dari semua penyakit ginjal kronik yang ditandai oleh uremia. Perawatan yang dilakukan pada pasien gagal ginjal kronik adalah hemodialisis. Penelitian ini ditujukan untuk mengetahui hubungan dukungan keluarga dengan kepatuhan pembatasan cairan pada pasien gagal ginjal kronik yang menjalani hemodialisis.Metode: Jenis penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan menggunakan desain penelitian cross sectional menggunakan teknik non probability sampling yaitu total sampling. Sampel penelitian ini sebanyak 48 pasien dan dianalisis menggunakan uji chi square. Waktu penelitian dilakukan tahun 2014 di RS Zahirah Jakarta dengan variable penelitiannya adalah dukungan keluarga dan kepetuhan pembatasan cairan.Hasil: Rata rata usia diatas 35 tahun 56.3%, Jenis kelamin laki laki 68.8%, Pendidikan rendah 56.3% dan rata rata tidak bekerja 52.1%. Terdapat hubungan dukungan emosional. penilaian, informasi dan instrumental dengan kepatuhan pembatasan cairan pada pasien yang menjalani hemodialisa denan nilai P value 0.026 & ;0,020;0.006;0.004Kesimpulan: Terdapat hubungan yang bermakna antara hubungan dukungan keluarga dengan kepatuhan pembatasan cairan pada pasien gagal ginjal kronik yang menjalani hemodialisis dengan. Hasil penelitian ini diharapkan dapat berguna sebagai bahan masukan bagi keperawatan, keluarga, khususnya klien dengan gagal ginjal kronik. Background: Chronic kidney failure is a common clinical syndrome at an advanced stage of all chronic kidney disease characterized by uremia. The treatment carried out in patients with chronic renal failure is hemodialysis. This study aimed to determine the relationship of family support with fluid restriction compliance in patients with chronic renal failure undergoing hemodialysis. Method: This type of research is a quantitative study using cross-sectional research design using a non-probability sampling technique that is total sampling. The sample of this study was 48 patients and analyzed using the chi square test. When the study was conducted in 2014 at Zahirah Hospital, Jakarta, the research variables were family support and the need for fluid restrictions. Results: The average age above 35 years 56.3%, male sex 68.8%, low education 56.3% and the average does not work 52.1%. There is a relationship of emotional support. assessment, information and instrumentals with fluid restriction compliance in patients undergoing hemodialysis with a P value of 0.026 & 0.020; 0.006; 0.004 Conclusion: There is a significant relationship between the relationship of family support with fluid restriction compliance in patients with chronic renal failure who undergo hemodialysis with. The results of this study are expected to be useful as input material for nursing, families, especially those with mental health problems.
Pelatihan dan Pendampingan Kader Posyandu dalam Pemantauan Pertumbuhan Balita untuk Pencegahan Stunting di Depok Rokhaidah, Rokhaidah; Jansen, Susiana; Herlina, Santi; Florensia, Lima
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 8, No 7 (2025): Volume 8 No 7 (2025)
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v8i7.20389

Abstract

ABSTRAK Prevalensi stunting di Kota Depok pada tahun 2023 mencapai 25,4%, menunjukkan perlunya intervensi berkelanjutan untuk menurunkan angka tersebut. Salah satu upaya penting adalah penguatan peran kader Posyandu dalam pencegahan stunting. Kader Posyandu, sebagai motivator dan edukator, memiliki peran strategis dalam meningkatkan status gizi balita melalui pelatihan yang memadai, motivasi, dan dukungan dari berbagai pihak. Posyandu Markisa di Kelurahan Pangkalan Jati menghadapi kendala berupa kurangnya pendidikan dan pelatihan kader serta keterbatasan sumber daya edukasi. Namun, kader di Posyandu Markisa memiliki potensi besar dalam penerapan pengetahuan lokal, penyuluhan kesehatan, serta pencegahan dan deteksi dini masalah kesehatan. Kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) ini bertujuan untuk memaksimalkan potensi kader melalui pelatihan dan pendampingan yang meliputi pendidikan kesehatan, pelatihan pemantauan pertumbuhan balita. Sasaran kegiatan ini adalah 12 kader Posyandu Markisa. Metode pelaksanaan pelatihan berupa ceramah dan demontrasi. Kader diberikan materi mengenai pencegahan stunting serta demontrasi dan redemontrasi pertolongan pengukuran pertumbuhan anak. Hasil pelatihan menunjukkan peningkatan pengetahuan kader sangat baik dan mampu melakukan pengukuran pertumbuhan anak dengan benar. Kesimpulan: Pelatihan kader posyandu mampu meningkatkan pengetahuan kader dalam pencegahan stunting dan menambah ketrampilan kader dalam pengukuran pertumbuhan anak. Kata Kunci: Anak, Kader Posyandu, Pelatihan, Stunting  ABSTRACT The prevalence of stunting in Depok City in 2023 reached 25.4%, indicating the need for sustainable interventions to reduce the rate. One important effort is to strengthen the role of Posyandu cadres in stunting prevention. Posyandu cadres, as motivators and educators, have a strategic role in improving the nutritional status of children under five through adequate training, motivation, and support from various parties. Posyandu Markisa in Pangkalan Jati Village faces constraints such as a lack of cadre education and training and limited educational resources. However, cadres at Posyandu Markisa have great potential in the application of local knowledge, health counseling, and prevention and early detection of health problems. This Community Service Activity (CSA) aims to maximize the potential of cadres through training and mentoring which includes health education, toddler growth monitoring training. The targets of this activity were 12 cadres of Posyandu Markisa. The method of implementing training is in the form of lectures and demonstrations. Cadres were given material on stunting prevention as well as demonstrations and redemonstrations of child growth measurement assistance. The results of the training showed a very good increase in cadre knowledge and were able to measure children's growth correctly. Conclusion: Posyandu cadre training can increase cadre knowledge in stunting prevention and increase cadre skills in measuring child growth. Keywords: Children, Posyandu cadres, training, stunting
Pendampingan Siswa Kader Usaha Kesehatan Sekolah (UKS) melalui Kegiatan Edukasi Peran Remaja dalam Pencegahan Stunting Dan Pelatihan P3K di Sekolah Dasar Rokhaidah, Rokhaidah; Marcelina, Lina Ayu; Herlina, Santi; Jansen, Susiana
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 7, No 11 (2024): Volume 7 No 11 (2024)
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v7i11.17442

Abstract

ABSTRAK Pelatihan kader Usaha Kesehatan Sekolah (UKS) sangat penting untuk membantu kader UKS memahami lebih baik tentang berbagai aspek kesehatan, seperti pencegahan stunting, dan pertolongan pertama. Dengan pengetahuan ini, siswa dapat memberikan edukasi kepada komunitas sekolah. Pelatihan kader UKS sangat penting untuk memastikan bahwa program kesehatan di sekolah berjalan efektif dan berkelanjutan. Dengan pelatihan, kader UKS menjadi lebih kompeten, mampu memberikan layanan kesehatan yang berkualitas, mendidik siswa dan komunitas sekolah, serta mencegah masalah kesehatan seperti stunting dengan lebih baik. Pelatihan ini juga membantu membentuk kader UKS sebagai pemimpin dan teladan dalam mempromosikan kesehatan di lingkungan sekolah. Pelatihan ini dilakukan pada siswa Sekolah Dasar (SD) kelas 6 dengan total jumlah peserta 29 siswa. Tujuan pelatihan ini adalah untuk meningkatkan pengetahuan, sikap, perilaku serta keterampilan praktis siswa berperan mencegah stunting dan memberikan pertolongan pertama pada kecelakaan. Metode pelaksanaan pelatihan berupa ceramah dan demontrasi. Siswa diberikan materi mengenai peran remaja dalam pencegahan stunting serta demontrasi dan redemontrasi pertolongan pertama pada kecelakaan. Hasil pelatihan menunjukkan peningkatan pengetahuan siswa cukup baik dan penilaian praktik pertolongan pertama pada kecelakaan semua siswa memiliki kemampuan yang baik. Kesimpulan: Pelatihan siswa kader UKS mampu meningkatkan pengetahuan siswa dalam pencegahan stunting dan menambah ketrampilan siswa dalam pertolongan pertama pada kecelakaan. Kata Kunci: Anak, Pelatihan, P3K, Siswa, Stunting, UKS   ABSTRACT Training for School Health Unit (UKS) cadres is very important to help UKS cadres understand better about various aspects of health, such as stunting prevention and first aid. With this knowledge, students can provide education to the school community. UKS cadre training is very important to ensure that health programs in schools are effective and sustainable. With training, UKS cadres become more competent, able to provide quality health services, educate students and the school community, and better prevent health problems such as stunting. This training also helps shape UKS cadres into leaders and role models in promoting health in the school environment. This training was carried out on grade 6 elementary school (SD) students with a total of 29 students. The aim of this training is to improve students' knowledge, attitudes, behavior and practical skills to play a role in preventing stunting and providing first aid in accidents. The training implementation method is in the form of lectures and demonstrations. Students were given material regarding the role of teenagers in preventing stunting as well as demonstrations and re-demonstrations of first aid in accidents. The results of the training showed that the increase in students' knowledge was quite good and the assessment of first aid practices in accidents was that all students had good abilities. Conclusion: Training of UKS cadre students is able to increase students' knowledge in stunting prevention and increase students' skills in first aid for accidents. Keywords: Children, First Aid, Students, Stunting, Training, UKS
HUBUNGAN CARING PERAWAT DENGAN TINGKAT KECEMASAN PADA PASIEN HEMODIALISA DENGAN COVID-19 DI RSUD KOJA JAKARTA Sanli, Peren Dita; Herlina, Santi
Jurnal Keperawatan Widya Gantari Indonesia Vol 6 No 2 (2022)
Publisher : Nursing Department, Faculty of Health, Universitas Pembangunan Nasional "Veteran" Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52020/jkwgi.v6i2.3272

Abstract

ABSTRAKLatar belakang: hemodialisa adalah salah satu wujud dari dialisis yang melakukan fungsi dialisis secara langsung melalui aliran darah. Proses hemodialisa yang lama menimbulkan efek psikologis seperti kecemasan, begitu pula dengan pasien positif Covid-19 yang harus melakukan hemodialisa, tentu akan menambah kecemasan yang dirasakan karena merasa terancam. Kecemasan yang berlebihan akan mengakibatkan terhambatnya proses penyembuhan penyakit. Asuhan keperawtan sangat diperlukan oleh pasien yang menjalani hemodialisa, salah satunya adalah Caring Perawat. Caring Perawat yang membuat suasana tenang, kontak mata yang terjalin, perhatian terhadap kekhawatiran pasien, dan kedekatan fisik sangat baik untuk menjadi lebih dekat dengan pasien dan lebih mudah menghibur pasien. Tujuan: penelitian ini dilakukan dengan tujuan menganalisa hubungan Caring Perawat dengan Tingkat Kecemasan Pada Pasien Hemodialisa dengan Covid-19 di RSUD Koja Jakarta Utara.. Metode: desain penelitian cross-sectional yang dilakukan kepada 39 pasien hemodialisa dengan Covid-19 dengan metode total sampling. Pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan dua kuesioner yaitu kuesioner Caring dengan Caring Professional Scale (CPS) dan kuesioner tingkat kecemasan dengan Zung Self Anxiety Scale (ZSAS). Hasil: berdasarkan analisis menggunakan uji  Mann Whitney didapatkan nilai P=0,932 yang memiliki arti tidak ada hubungan Caring perawat dengan Tingkat Kecemasan Pada Pasien Hemodialisa dengan Covid-19. Kesimpulan: tidak ada hubungan Caring perawat dengan tingkat Kecemasan pada pasien hemodialisa dengan Covid-19. Kata kunci: Caring Perawat , Tingkat Kecemasan, Hemodialisa, Covid-19.