Claim Missing Document
Check
Articles

Substitusi Minyak Ikan dengan Minyak Kelapa Tradisional Dalam Pakan Terhadap Pertumbuhan dan Kelangsungan Hidup Lobster Air Laut (Panulirus sp.) Riyadi, Ahmad; Muskita, Wellem H.; Hamzah, Muhaimin
Jurnal Media Akuatika Vol 1, No 2: April
Publisher : Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (168.647 KB) | DOI: 10.33772/jma.v1i2.4281

Abstract

Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui pengaruh substitusi minyak ikan (MI) dengan minyak kelapa tradisional (MKT) terhadap pertumbuhan dan kelangsungan hidup lobster air Laut (Panulirus sp). Hewan uji yang digunakan adalah lobster air laut (Panulirus sp) berukuran 1 – 3 g yang dipelihara selama 98 hari. Wadah pemeliharaan adalah waring sebanyak 12 buahberukuran 70 x 70 x 150 cm. Selama pemeliharaan lobster diberi pakan sesuai perlakuan sebanyak 2 kali sehari. Penelitian didesain menggunakan rancangan acak lengkap dengan 4 perlakuan dan 3 ulangan. Perlakuan yang diterapkan adalah pakan A (100% MKT), pakan B (50% MI; 50% MKT), pakan C (66 % MI+ 34% MKT) danpakan D (83 % MI + 17  % MKT).Hasil penelitian menunjukkan bahwa substitusi minyak ikan dengan minyak kelapa tradisional tidakmemberikan pengaruh yang berbeda nyata terhadap perumbuhan mutlak, laju perumbuhan spesifik, rasio konversi pakan, dan kelangsungan hidup lobster air laut. Pertumbuhan mutlak yang didapatkan berkisar antara 2,51-4,02 g, laju pertumbuhan spesifik berkisar antara 1,67-2,29%, rasio konversi pakan berkisar antara 4,36-5,18. Tingkat kelangsungan hidup 100%.Kesimpulan dari hasil penelitian ini minyak kelapa tradisional dapat menjadi sumber lemak alternatif pada pakan untuk meningkatkan pertumbuhan dan kelangsungan hidup lobster air laut. Kata Kunc:Minyak ikan, Minyak kelapa tradisional, Pertumbuhan, Kelangsungan  hidup, Lobster (Panulirus sp).
Pengaruh Kombinasi Tepung Keong Bakau (Telescopium telescopium) dan Minyak Kelapa Tradisional dalam Pakan Buatan terhadap Pertumbuhan Lobster Mutiara (Panulirus ornatus) Haikal, Muhammad; Kurnia, Agus; Muskita, Wellem H.
Jurnal Media Akuatika Vol 2, No 3: Juli
Publisher : Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (124.468 KB) | DOI: 10.33772/jma.v2i3.4341

Abstract

Lobster mutiara (Panulirus ornatus) merupakan salah satu organisme ekonomis penting yang sudah dibudidayakan ketika sudah memasuki fase puerulus. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui pengaruh penggunaan kombinasi Tepung Keong Bakau (TKB) dan Minyak Kelapa Tradisional (MKT) dalam pakan buatan  lobster sebagai bahan alternatif pengganti Tepung Ikan (TI) dan Minyak Ikan (MI). Penelitian ini dilaksanakan di Keramba Jaring Apung (KJA) Desa Tapulaga, Kecamatan Soropia, Kabupaten Konawe. Sebanyak 60 ekor lobster mutiara (rata-rata berat awal 0,46 ± 0,12 g) disebar ke dalam 12 kotak jaring apung (5 ekor/wadah). Tiga jenis pakan dibuat berdasarkan persentase kombinasi keempat bahan utama yang terdiri dari: 30% TKB + 10% TI+ 1% MKT + 3% MI (pakan A), 20% TKB + 20% TI+ 2% MKT + 2% MI (pakan B) dan 10% TKB + 30% TI+ 3% MKT + 1% MI (pakan C). Parameter yang diamati adalah Pertumbuhan Mutlak (PM), Laju Pertumbuhan Spesifik (LPS), Tingkat Kelangsungan Hidup (TKH) dan Rasio Konversi Pakan (RKP). Hasil Penelitian ini menunjukkan bahwa pemberian pakan uji berpengaruh nyata (P<0.05) terhadap pertumbuhan mutlak dan laju pertumbuhan spesifik, namun tidak berpengaruh nyata terhadap kelangsungan hidup dan konversi pakan pada lobster uji. Pertumbuhan tertinggi diperoleh pada lobster yang diberi pakan A sebesar (4,3 ± 0,52 g). Lobster yang diberi pakan B menghasilkan rata-rata laju pertumbuhan tertinggi sebesar 2,16%. Nilai konversi pakan lobster berkisar antara 31-38. Kelangsungan hidup lobster pada semua perlakuan adalah 100%. Penelitian ini menyimpulkan bahwa komposisi 30% TKB + 10% TI+ 1% MKT (pakan A) meningkatkan pertumbuhan mutlak. Kata Kunci: Lobster Mutiara, Tepung Keong Bakau, Minyak Kelapa Tradisional, Pertumbuhan.
Pengaruh Pemberian Tepung Ampas Minyak Biji Kapuk (Ceiba petandra) Terhadap Pertumbuhan Benih Ikan Bandeng (Chanos chanos) Suriati, .; Muhaimin, Hamzah; Wellem, Muskita H.
Jurnal Media Akuatika Vol 4, No 2: April
Publisher : Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (526.942 KB) | DOI: 10.33772/jma.v4i2.7860

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemberian tepung ampas minyak biji kapuk terhadap pertumbuhan benih ikan bandeng (C. chanos). Penelitian ini dilaksanakan selama 45 hari yaitu pada bulan Agustus sampai September 2018, bertempat di Laboratorium Unit Pembenihan dan Produksi Fakultas Perikanan Dan Ilmu Kelautan Universitas Halu Oleo Kendari. Wadah yang digunakan adalah akuarium berukuran 20x25x20 cm. Ikan uji yang digunakan adalah benih ikan bandeng (C. chanos) berukuran 2–3 g sebanyak 90 ekor. Ikan dipelihara di dalam akuarium system resirkulasi dengan kepadatan 10 ekor/akuarium. Penelitian didesain dengan menggunakan rancangan acak lengkap dengan tiga perlakuan dan tiga ulangan. Pemberian pakan pada perlakuan A, B, dan C dengan penambahan tepung ampas minyak biji kapuk sebesar 5%, 10% dan 15% pada setiap perlakuan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian tepung ampas minyak biji kapuk memberikan pengaruh yang berbeda nyata terhadap pertumbuhan mutlak, laju pertumbuhan spesifik, konsumsi pakan dan tingka tkelangsungan hidup, tetapi tidak memberikan pengaruh yang berbeda nyata terhadap rasio konversi pakan, efisiensi pakan dan retensi protein benih ikan bandeng. Secara umum terlihat bahwa perlakuan terbaik didapatkan pada pemberian 5% tepung ampas minyak biji kapuk.Kata Kunci: ampas minyak biji kapuk, pakan buatan, benih ikan bandeng (C. chanos), pertumbuhan
Pengaruh Pemberian Pakan Jenis Mikroalga yang Berbeda terhadap Pertumbuhan dan Tingkat Kelangsungan Hidup Protozoea Udang Vaname (Litopenaeus vannamei) Mujaimah, Ima; Hamzah, Muhaimin; Muskita, Wellem H.
Jurnal Media Akuatika Vol 1, No 2: April
Publisher : Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (82.642 KB) | DOI: 10.33772/jma.v1i2.4277

Abstract

Penelitian tentang pengaruh pemberian pakan jenis mikroalga yang berbeda terhadap pertumbuhan dan tingkat kelangsungan hidup protozoea udang vaname (L. vannamei) telah dilaksanakan selama dua bulan di laboratorium Pegujian (FPIK) Universitas Halu Oleo Kendari. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pertumbuhan dan tingkat kelangsungan hidup protozoea udang vaname (L. vannamei) yang diberi pakan jenis mikroalga berbeda. Hewan uji yang digunakan adalah udang vaname stadia protozoea yang dipelihara selama 8 hari. Wadah yang digunakan adalah erlenmeyer berukuran 500 ml yang diisi air sebanyak 250 ml. Media pemeliharaan adalah air laut bersalinitas 30 ppt. Penelitian ini didesain dengan menggunakan rancangan acak lengkap dengan dua perlakuan dan tiga ulangan. Perlakuan yang diterapkan adalah A (Kb1-3) dan B (C. neogracilis). Hasil penelitian menunjukan bahwa laju pertumbuhan spesifik protozoea udang vaname yang diberi pakan Kb1-3 tidak berbeda dengan yang diberi C. neogracilis. Laju pertumbuhan spesifik berkisar antara 0,005-0,023%. Tingkat kelangsungan hidup protozoea udang vaname lebih tinggi yang diberi C. neogracilis dibanding dengan Kb1-3.Kata kunci : Mikroalga, pertumbuhan, tingkat kelangsungan hidup,  protozoea, udang vaname, Kb1-3, Chaetoseros neogracilis.
Tampilan warna ikan maanvis, Pterophyllum scalare Schultze 1823, yang diberi pakan tepung udang dan tepung wortel [Color performance of angel fish, Pterophyllum scalare Schultze 1823 that fed shrimp meal and carrot meal] Agus Kurnia; Hamsah Hamsah; Wellem H. Muskita
Jurnal Iktiologi Indonesia Vol 13 No 2 (2013): Desember 2013
Publisher : Masyarakat Iktiologi Indonesia (Indonesian Ichthyological Society)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32491/jii.v13i2.105

Abstract

The study was conducted to investigate the effect of shrimp head meal and carrot meal in the diet on the skin coloration of maanvis (Pterophyllum scalare). Measurement of skin coloration was performed after the fish fed four kinds of diet treatment supplied with: 40 g shrimp head meal/100 g diet (Diet A); 40 g carrot meal/100 g diet (Diet B); 20 g shrimp head meal + 20 g carrot meal / 100 g diet (Diet C) and one diet without add pigment source as a control diet. The fish fed three times a day for 40 days rearing. Measurement of skin coloration of fish was done in two times (seventh day and thirty fifth day of rearing) by using score sheet. In the seventh day of experiment, the skin color of maanvis in all of groups showed dominantly of silver color (45-92%) followed by yellow color (3-9%). Black color of the fish in A and D groups were 5% and 8%, while the fish in B and C group were 48% and 37%. In the end of experiment, the skin color of fish fed diet contained pigment (diet A, diet B, and diet C) showed increasingly in black color (39-61%) and yellow color (12-19%), while silver color of the fish fed diet contained pigment were decreasing between 20-45%. In con-clusion, the shrimp head meal and carrot meal supplemented in the diet could improve the skin color of maanvis. Abstrak Penelitian ini dilakukan untuk mengkaji pengaruh tepung kepala udang dan tepung wortel sebagai sumber pewarna alami dalam pakan buatan terhadap warna ikan maanvis (Pterophyllum scalare). Penilaian persentase setiap jenis warna dan tingkat kecerahan warna ikan maanvis dilakukan setelah ikan uji diberi pakan yang mengandung tepung kepala udang dan tepung wortel dengan komposisi masing-masing perlakuan A (40 g tepung kepala udang per 100 g pakan), perlakuan B (40 g tepung wortel per 100 g pakan), perlakuan C (campuran 20 g tepung kepala udang dan 20 g tepung wortel per 100 g pakan), perlakuan D(kontrol) diberi pakan komersial dengan merek Takari selama 35 hari. Penilaian warna ikan maanvis dilakukan sebanyak dua kali yaitu penilaian awal (setelah 7 hari masa adaptasi pakan) dan penilaian akhir setelah 35 hari masa pemeliharaan. Penilaian warna ikan maanvis dilakukan dengan menggunakan Score Sheet yaitu suatu metode pengujian organoleptik berdasarkan warna dengan melibatkan panelis. Hasil penilaian menunjukkan bahwa persentase warna ikan maanvis pada awal penelitian pada semua perlakuan relatif didominasi oleh warna silver (berkisar 45-92%), warna kuning berkisar 3-9%, warna hitam pada perlakuan A dan D masing-masing 8% dan 5%, se-mentara warna hitam pada perlakuan B dan C masing-masing 48% dan 37%. Pada akhir penelitian, warna hitam dan kuning pada ikan maanvis yang diberi pakan perlakuan persentasenya meningkat masing-masing berkisar 39-61% dan 12-19% sedangkan warna silver persentasenya turun menjadi 20-45%. Hasil ini menyimpulkan bahwa pemberian kom-binasi tepung kepala udang dan tepung wortel dapat meningkatkan performa warna kulit ikan maanvis.
PEMANFAATAN BUBUK DAUN SIRIH (Piper betle L.) UNTUK MENINGKATKAN STATUS KESEHATAN IKAN NILA GIFT (Oreochromis niloticus) Hamsah Hamsah; Wellem H. Muskita
Jurnal Riset Akuakultur Vol 5, No 1 (2010): (April 2010)
Publisher : Pusat Riset Perikanan, Badan Riset dan Sumber Daya Manusia Kelautan dan Perikanan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (138.805 KB) | DOI: 10.15578/jra.5.1.2010.135-141

Abstract

Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui efektivitas bubuk daun sirih yang dicampur dalam pakan (pelet) untuk meningkatkan status kesehatan ikan nila Gift dengan mengukur nilai hematokrit dan jumlah leukosit. Pengukuran nilai hematokrit dan jumlah leukosit darah ikan nila Gift dilakukan setelah ikan uji diberi pakan yang telah dicampur bubuk daun sirih (0,2 g/100 g pakan; 0,3 g/100 g pakan; 0,4 g/100 g pakan) selama 4 minggu masa pemeliharaan. Sedang ikan kontrol selama masa pemeliharaan diberi pakan pelet yang tidak dicampur bubuk daun sirih. Nilai hematokrit dan jumlah leukosit ikan nila Gift diukur setiap minggu dengan cara mengambil darah pada bagian vena caudal (ekor) ikan uji. Pengambilan darah dilakukan dengan menggunakan jarum suntik steril yang berukuran 26G, yang terlebih dahulu dibasahi Na-Sitrat 3,8% sebagai antikoagulan. Selanjutnya, darah yang telah diambil ditampung dalam tabung eppendorf yang juga telah dibasahi Na-Sitrat, kemudian dipreparasi lalu diukur nilai hematokrit dan jumlah leukositnya. Hasil pengukuran menunjukkan bahwa nilai hematokrit ikan nila Gift yang diberi pakan yang dicampur bubuk daun sirih mengalami peningkatan berkisar dari 17% (minggu I) menjadi 28,66% (minggu IV), jumlah leukositnya meningkat dari 28,243 sel/mm3 (minggu I) menjadi 32,813 sel/mm3 (minggu IV). Dari hasil penelitian ini menunjukkan bahwa penambahan bubuk daun sirih dalam pakan mampu meningkatkan status kesehatan ikan nila Gift
RENOVASI ALAT SERO UNTUK MENGATASI KELANGKAAN PAKAN PADA BUDIDAYA LOBSTER LAUT DI DESA TAPULAGA KABUPATEN KONAWE Wellem Hendrik Muskita; Agus Kurnia; Rahmad Sofyan Patadjai; La Ode Baytul Abidin; Laode Muhamad Hazairin Nadia; Asriyana Asriyana; Muhaimin Hamzah; Hasnia Arami; Muslim Tadjudah; Abdullah Abdullah
Jurnal Abdi Insani Vol 9 No 4 (2022): Jurnal Abdi Insani
Publisher : Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/abdiinsani.v9i4.814

Abstract

Kegiatan budidaya lobster yang dilakukan oleh nelayan di Desa Tapulaga masih menghadapi kendala utama yakni kelangkaan pakan segar ikan rucah utamanya pada musim angin barat. Kondisi ini sangat menyulitkan untuk penyediaan pakan segar untuk diberikan ke lobster peliharaan nelayan. Oleh karena itu para nelayan mengandalkan hasil tangkapan ikan dari sero sebagai sumber pakan budidaya lobster. Namun dari hasil pemantauan kami di lokasi Desa Tapulaga menunjukkan bahwa alat tangkap sero di desa tersebut sudah banyak yang rusak. Tujuan pengabdian ini adalah membantu nelayan dalam perbaikan alat tangkap sero sehingga hasil tangkapan ikan yang dapat diberikan langsung dan kondisinya segar ke lobster meningkat. Metode kegiatan meliput pengamatan langsung tingkat kerusakan sero di Desa Tapulaga. Kemudian penyuluhan, penentuan waktu renovasi dan kegiatan renovasi sero. Selanjutnya adalah evaluasi perbaikan alat sero melalui jumlah hasil tangkapan ikan. Program kegiatan yang dilakukan mendapat respon yang positif yang ditunjukkan dengan antusiasme dan partisipasi masyarakat yang luar biasa dalam pelaksanaan kegiatan. Renovasi sero diaplikasikan dengan patok kayu yang rusak dengan patok kayu baru sebanyak 244 buah dan panjang jaring baru yang dipasang untuk mengganti jaring lama yang rusak sepanjang 60 meter dengan tinggi 3 meter. Hasil ikan yang tertangkap setelah dilakukannya perbaikan sero menjadi meningkat baik jenis maupun jumlah ikannya. Bahwasanya antusiasme dan respon masyarakat nelayan Desa Tapulaga Kecamatan Soropia Sulawesi Tenggara sangat tinggi dan sangat terbantu dengan kegiatan pengabdian ini. Hasil tangkapan ikan di sero lebih meningkat baik jumlah maupun spesiesnya dengan kegiatan perbaikan (renovasi) alat tangkap sero dibanding sebelumnya. Ikan yang tertangkap saat fase bulan purnama lebih banyak dibanding ikan yang tertangkap saat bulan gelap.
Pengaruh Kombinasi Tepung Wortel dan Tepung Jagung pada Pakan Buatan terhadap Pertumbuhan dan Gambaran Darah Ikan Mas Koi (Cyprinus carpio L) Suaida Ramli Ramli Idha; Wellem H. Muskita; Muhammad Idris; Agus Kurnia
Jurnal Media Akuatika Vol 7, No 3 (2022): Juli
Publisher : Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33772/jma.v7i3.26612

Abstract

ABSTRAKPenelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh kombinasi tepung wortel dan tepung jagung pada pakan buatan terhadap pertumbuhan dan gambaran darah Ikan Mas Koi (Cyprinus carpio L). Penelitian menggunakan metode rancangan acak lengkap (RAL) dengan 4 perlakuan dan 3 ulangan. Ikan Koi diberi pakan dengan tiga pakan formulasi dan satu  pakan komersil sebagai pakan kontrol selama 60 hari pemeliharaan. Tiga pakan formulasi mengandung 10% tepung wortel (pakan A), 10% tepung jagung (pakan B), dan 5% tepung wortel + 5% tepung jagung (pakan C), dan pakan komersil (pakan D) diberikan pada Ikan Koi sebanyak dua kali sehari dengan dosis 5% bobot tubuh. Parameter yang diamati adalah pertumbuhan mutlak, rasio konversi pakan, efisiensi pakan, total leukosit, dan total eritrosit. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pakan yang telah diberikan tidak memberikan pengaruh nyata terhadap pertumbuhan mutlak, rasio konversi pakan, efisiensi pakan, tingkat kelangsungan hidup, total leukosit dan total eritrosit. Pertumbuhan mutlak rata-rata Ikan Mas Koi berkisar antara7,40–11,63 g, rasio konversi pakan berkisar antara 4,94–7,82 g, efisiensi pakan berkisar antara 12,78-20,33 %, total leukosit berkisar antara 0,99-1,03×105sel.mm-3, total leukosit berkisar antara 6,00-9,30×105sel.mm-3. Kata kunci: Gambaran Darah, Ikan Koi, Pertumbuhan, Tepung Jagung, Tepung Wortel
Efisiensi Pakan dan Pertumbuhan Ikan Nila (Oreochromis niloticus) yang Diberi Pakan Bersinbiotik, Prebiotik Bawang Hutan (Eleutherine bulbosa) pada Level Probiotik EM4 yang Sama Wa Ode Mutia Indah; Wellem H. Muskita; Muhammad Idris
Jurnal Media Akuatika Vol 7, No 4 (2022): Oktober
Publisher : Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33772/jma.v7i4.26960

Abstract

Bawang hutan (Eleutherine bulbosa) mengandung senyawa metabolit sekunder yakni alkaloid, glikosida, flavanoid,fenolik, steroid, dan tanin yang merupakan sumber biofarmaka. Senyawa flavanoid memiliki sifat antioksidan sebagai penangkap radikal bebas karena mengandung gugus hidroksil yang bersifat sebagai redukstor dan dapat bertindak sebagai donor hydrogen terhadap radikal bebas. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemberian pakan bersinbiotik, prebiotik bawang hutan (TBH) pada level probiotik EM4 yang sama terhadap efisiensi pakan dan pertumbuhan ikan nila. Rancangan percobaan yang digunakan yaitu Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan 4 taraf dan 3 ulangan yaitu Perlakuan A (0 TBH + 15 ml EM4), Perlakuan B (7,5% TBH + 15 ml EM4), Perlakuan C (10% TBH + 15 ml EM4) dan Perlakuan D (12,5% TBH + 15 ml EM4). Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian TBH dalam pakan memberikan pengaruh nyata terhadap pertumbuhan mutlak tapi tidak berpengaruh nyata terhadap efisiensi pakan ikan nila. Pertumbuhan mutlak tertinggi didapatkan pada ikan nila yang diberi pakan C sebesar 2,85 ± 0,26 g disusul pakan D, pakan B, dan pakan A masing - masing sebesar 2,56 ± 0,31 g ; 1,93 ± 0,38 g dan 1,47 ± 0,47 g. nilai efisiensi pakan ikan nila pada penelitian ini berkisar antara 5,99 ± 1,91% - 8,04 ± 0,22%. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa pemberian tepung bawang hutan 10% + 15 ml EM4 memberikan pengaruh nyataterhadap pertumbuhan mutlak dan tingkat konsumsi pakan, tetapi tidak berpengaruh terhadap rasio konversi pakan, efisiensi pakan dan kelangsungan hidup ikan nila.Kata Kunci : Ikan nila, tepung bawang hutan, efisiensi pakan dan pertumbuhan mutlak 
ANALISIS USAHA BUDIDAYA IKAN BANDENG DENGAN MENGGUNAKAN PUPUK ORGANIK DAN ANORGANIK DI DESA TOWUA KECAMATAN WUNDULAKO KABUPATEN KOLAKA Erlan Sucipto; Wellem H. Muskita; Irdam Riani; Sarini Yusuf; Azwar Sidiq; Roslindah Daeng Siang
Jurnal Sosial Ekonomi Perikanan Vol 7, No 3: AGUSTUS 2022: JURNAL SOSIAL EKONOMI PERIKANAN
Publisher : UNIVERSITAS HALU OLEO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33772/jsep.v7i3.30020

Abstract

Ikan bandeng merupakan salah satu hasil budidaya tambak yang berkembang di Desa Towua Kabupaten Kolaka, dimana proses budidayanya menggunakan pupuk organik dan anorganik.  Namun demikian, pembudidaya belum mengetahui jenis yang pupuk yang lebih layak untuk digunakan. Oleh karena itu,  penelitian ini bertujuan untuk membandingkan kelayakan usaha tambak ikan bandeng dengan menggunakan pupuk organik dan anorganik. Penelitian dilaksanakan pada bulan Desember 2019 sampai Januari 2020. Penelitian ini menggunakan metode studi kasus pada salah satu tambak masyarakat.  Data diperoleh melalui wawancara, observasi dan dokumentasi. Analisis data yang digunakan yaitu analisis kualitatif dan kuantitatif dengan rumus biaya, penerimaan, keuntungan, dan R/C ratio. Dari hasil analisis menunjukkan bahwa R/C ratio usaha budidaya ikan bandeng dengan menggunakan pupuk organik sebesar 1,91 sedangkan R/C ratio pupuk anorganik sebesar 2,06. Hasil penelitian menunjukkan bahwa  usaha budidaya dengan menggunakan pupuk anorganik lebih layak untuk dijalankan dibandingkan pupuk organik sehingga pembudidaya disarankan untuk menggunakan pupuk anorganik. Kata Kunci : Kelayakan; Ikan Bandeng; Pupuk
Co-Authors . Sudarmono . Yusnaini, . . Yusniarti A.A. Ketut Agung Cahyawan W Abd. Rasyid Syamsuri Abdul Muis Balubi Abdullah Abdullah Agus Kurnia Agus Kurnia Agus Kurnia Agus Kurnia Agus Kurnia Agus Kurnia Agus Kurnia AGUS KURNIA Agus Kurnia Ahmad Mustafa Ahmad Riyadi Akbar, La Ode F. Akbar, Wahidin Akhril, Muhammad Anastasia, Hasriani Anshar, Anshar Arami, Hasnia Ardana Kurniaji Aslin, La Ode Asnani Asnani Asriyana, . Azwar Sidiq Cilia, . Dania Dania Daniel Happy Putra Deslianti, Beybi Didyawati, Putri Dwi Budi Santoso Edhe Liftanto edi edi Edi Edi Eka Saputra Erlan Sucipto Faisal Danu Tuheteru Febrianti, Erica Hamsah Hamsah Hamsah Hamsah Hasnia Arami Husna Iba, Wa Irdam Riani, Irdam Jali, Wa Jarfin Jarfin Ketut Triastini, Ni Gusti Kusnawan, Idham La Ode Alwi La Ode Baytul Abidin La Ode M. Yasir Haya, La Ode M. La Ode Muh. Yasir Haya La Sara Laode M. Aslan Laode Muhamad Hazairin Nadia Mariani Pangulu Mindar, . Mochtar, Dewi Y. Muh. Nuryadin Muhaimin Hamzah Muhaimin Hamzah Muhaimin Hamzah Muhaimin Hamzah Muhaimin Hamzah Muhaimin Hamzah Muhammad Haikal Muhammad Idris Muhammad Idris Muhammad Idris Mujaimah, Ima Muslim Tadjudah Mustakim, . Naslina Alimina Nurul Qamariah Oce Astuti Oce Astuti Oce Astuti Oce Astuti Patadjai, Rahmad Sofyan Piliana, Wa Ode Prima Endang Susilowati Putri Didyawati Rani Rani Raup, Syahril Abd. Romy Ketjulan, Romy Roslindah Daeng Siang RR. Ella Evrita Hestiandari Saban, Andi N. Sabilu, Kadir Sahira, . Sarini Yusuf Satria, . Suaida Ramli Ramli Idha Suriati, . Syam, Ratna Nur Wa Iba Wa Ode Mutia Indah Waode Siti Anima Hisein Yusnaini Yusnaini ., Yusnaini Yusnaini Yusnaini Yusnaini Yusnaini Yusniarti, .