Claim Missing Document
Check
Articles

Studi Penggunaan Tepung Ikan Layang (Decapterus russelli) dengan Tepung Ikan Tongkol (Euthynnus affinis) dalam Pakan terhadap Kecernaan Juvenil Udang Vaname (Litopenaeus vannamei) Deslianti, Beybi; Kurnia, Agus; Muskita, Wellem H.
Jurnal Media Akuatika Vol 1, No 4: Oktober
Publisher : Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (131.218 KB) | DOI: 10.33772/jma.v1i4.4298

Abstract

Tujuan penelitian ini Untuk mengetahui tingkat kecernaan tepung ikan layang dan tepung ikan tongkol dalam pakan juvenil udang vaname (L. vannamei).  Penelitian ini dilaksanakan di Laboratorium produksi FPIK Universitas Halu Oleo Kendari selama 52 hari. Rancangan percobaan yang digunakan adalah Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan 4 perlakuan dan 3 ulangan yakni perlakuan A (35% TI Layang + 0% TI Tongkol); B (25% TI Layang + 0% TI Tongkol); C (15% TI Layang + 20% TI Tongkol); D (0% TI Layang + 35% TI Tongkol). Variabel yang diamati adalah kecernaan protein dan kecernaan total. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tingkat kecernaan total dan kecernaan protein tertinggi didapat pada perlakuan A yakni masing-masing sebesar  92,56% dan 83,56%, penelitian ini menunjukkan bahwa pemberian tepung ikan layang sebesar 35% menghasilkan tingkat kecernaan yang tinggi pada juvenil udang vaname. Kata kunci: udang vaname, Ikan layang, Ikan tongkol, kecernaan protein, kecernaan total Juvenil udang vaname.
Substitusi Tepung Ikan Dengan Tepung Maggot Dalam Pakan Terhadap Pertumbuhan Dan Kelangsungan Hidup Udang Vaname (Litopenaeus vannamei) Febrianti, Erica; Muskita, Wellem H.; Astuti, Oce; Kurnia, Agus; Hamzah, Muhaimin; ., Yusnaini
Jurnal Media Akuatika Vol 4, No 4: Oktober
Publisher : Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (878.068 KB) | DOI: 10.33772/jma.v4i4.10570

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh substitusi tepung ikan dan tepung maggot dalam pakan terhadap pertumbuhan dan kelangsungan hidup udang vaname L. vannamei. Tiga jenis pakan perlakuan dibuat dengan kandungan persentasi tepung ikan tongkol dan  tepung  maggot 25% TI Tongkol + 5% TM (pakan A),  20% TI Tongkol + 10% TM (pakan B) dan  15% TI Tongkol + 15% TM (pakan C), yang disusun menggunakan rancangan acak lengkap (RAL). Frekuensi pemberian pakan dilakukan sebanyak 2 kali sehari dengan dosis 5% dari bobot tubuh selama 45 hari pemeliharaan. Variabel yang diamati adalah pertumbuhan mutlak, laju pertumbuhan spesifik, efisiensi pakan, rasio konversi pakan, retensi protein, konsumsi pakan dan kelangsungan hidup.  Hasil dari penelitian ini adalah pertumbuhan mutlak, LPS dan efisiensi pakan udang vaname masing-masing sebesar 6,14-6,49 g, 2,47-2,66% dan 56,57-62,41%. Nilai rasio konversi pakan, retensi potein dan konversi pakan udang vaname yang diberi pakan uji berkisar antara 1,62-1,76, 41,04-69,17% dan 10,05-11,14 g, secara berturut-turut. Dan kelangsungan hidup  udang vaname selama penelitian adalah 100%. Analisis statistik menunjukkan bahwa pemberian pakan uji yang berbeda menunjukkan tidak ada perbedaan yang signifikan pada setiap nilai variabel pengamatan. Kata Kunci: Tepung Ikan Tongkol, Tepung Maggot, Pertumbuhan dan Kelangsungan Hidup Udang Vaname
Subtitusi Tepung Kedelai (Glycin max) dengan Tepung Ampas Minyak Biji Kapuk (Ceiba Petandra) dalam Pakan Buatan Terhadap Pertumbuhan dan Kelangsungan Hidup Nener Bandeng (Chanos chanos) Anastasia, Hasriani; H. Muskita, Wellem; Hamzah, Muhaimin
Jurnal Media Akuatika Vol 5, No 4 (2020): Oktober
Publisher : Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (749.694 KB) | DOI: 10.33772/jma.v5i4.15615

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh subtitusi tepung kedelai dengan tepung ampas minyak biji kapuk dalam pakan buatan terhadap pertumbuhan dan kelangsungan hidup nener bandeng (C. chanos). Empat jenis pakan dibuat berdasarkan subtitusi tepung kedelai (TK) dengan tepung ampas minyak biji kapuk (TAMBK) yang terdiri atas : 100% TK ; 0% TAMBK (pakan A),  75% TK : 25% TAMBK (pakan B), 50% TK : 50% TAMBK (pakan C), dan 25% TK : 75% TAMBK (pakan D). Sebanyak 120 ekor nener bandeng (bobot awal rata-rata : 0,73±0,03 g) dimasukkan ke dalam 12 akuarium (10 ekor/ akuarium) yang berukuran 60×50×40 cm. Pemberian pakan dilakukan 2 kali sehari (08.00 dan 17.00 WITA) secara adlibitum selama 42 hari pemeliharaan. Hasil penelitian menunjukkan pertumbuhan mutlak, laju.pertumbuhan spesifik dan konsumsi pakan nener bandeng yang diberi. pakan uji masing-masing berkisar antara 0,24-0,57 g, 0,70-1,32 %, 18,17-23,96 g. Sedangkan rasio konversi pakan.dan efisiensi pakan tertinggi diamati pada nener bandeng yang diberi pakan D masing-masing sebesar 5,29±2,53 dan 21,59±8,59%. Retensi protein tertinggi diperoleh pada nener bandeng yang diberi pakan C (2,12±0,29%) Tingkat kelangsungan hidup nener bandeng tertinggi diperoleh pada perlakuan A (70%) dan terendah diperoleh pada perlakuan D (40%). Penelitian ini menyimpulkan bahwa subtitusi 25% tepung kedelai dengan tepung ampas minyak biji kapuk dalam pakan dapat menunjang pertumbuhan dan kelangsungan hidup nener bandeng.Kata Kunci: Tepung ampas minyak biji kapuk, subtitusi, pertumbuhan, kelangsungan hidup, nener bandeng (C. chanos)
Pengaruh Penggunaan Tepung Ikan Layang (Decapterus russelli) dengan Tepung Ikan Tongkol (Euthynnus affinis) dalam Pakan Terhadap Pertumbuhan dan Tingkat Kelangsungan Hidup Juvenil Udang Vaname (Litopenaeus vannamei) Cilia, .; Muskita, Wellem H.; Kurnia, Agus
Jurnal Media Akuatika Vol 1, No 4: Oktober
Publisher : Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (124.802 KB) | DOI: 10.33772/jma.v1i4.4293

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penggunaan tepung ikan layang dengan tepung ikan tongkol dalam pakan terhadap pertumbuhan dan tingkat kelangsungan hidup juvenil udang vaname. Penelitian ini dilaksanakan di Laboratorium produksi FPIK Universitas Halu Oleo Kendari selama 42 hari. Empat jenis pakan dibuat dengan kandungan persentase ikan layang dan ikan tongkol yang berbeda dalam pakan. Pakan tersebut adalah 35% TI Layang + 0% TI Tongkol (Pakan A), 25% TI Layang + 0% TI Tongkol (Pakan B), 15% TI Layang + 20% TI Tongkol (Pakan C), 0% TI Layang + 35% TI Tongkol (Pakan D). Rancangan percobaan menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan empat perlakuan dan tiga ulangan. Variabel yang diamati adalah pertumbuhan mutlak, efisiensi pakan, rasio konversi pakan dan tingkat kelangsungan hidup. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pakan uji tidak memberikan pengaruh nyata terhadap pertumbuhan mutlak, efisiensi pakan dan rasio konversi pakan, tetapi memberikan pengaruh yang berbeda nyata terhadap tingkat kelangsungan hidup juvenil udang vaname (L. vannamei). Secara umum penggunaan 35% TI Layang + 0% TI Tongkol dalam pakan memberikan respon terbaik untuk pertumbuhan mutlak, efisiensi pakan, rasio konversi pakan dan tingkat kelangsungan hidup juvenil udang vaname (L. vannamei). Kata kunci: Juvenil Udang Vaname, Ikan Layang, Ikan Tongkol, Pertumbuhan, Tingkat Kelangsungan Hidup.
Pengaruh Penempatan Media Budidaya Terhadap Pertumbuhan Kepiting Bakau (Scylla Sp) Mustakim, .; Muskita, Wellem H.; Yusnaini, .
Jurnal Media Akuatika Vol 3, No 4: Oktober
Publisher : Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (486.012 KB) | DOI: 10.33772/jma.v3i4.8022

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penempatan  media budidaya terhadap pertumbuhan kepiting bakau (Scylla Sp). Tiga jenis perlakuan penempatan media yang berbeda: media A (jarang berair), media B (berair atau terendam), media C (sesuai dengan pasang surut). Penelitian ini menggunakan rancangan acak kelompok (RAK) dengan mengaplikasikan 3 perlakuan 3 ulangan. Parameter yang diamati adalah pertumbuhan mutlak, laju pertumbuhan spesifik, tingkat kelangsungan hidup. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pertumbuhan mutlak tertinggi yaitu diperoleh pada media C yaitu media ditempatkan sesuai pasang surut (22,01 g) dan yang terendah pada media A yaitu media ditempatkan yang jarang berair (11,29 g). Tingkat sintasan tertinggi diperoleh pada media B yaitu Media ditempat yang berair atau terendam (72,29 %) dan yang terendah pada media A yaitu media ditempatkan yang jarang berair (50,77 %). Penelitian ini menyimpulkan bahwa pengaruh media budidaya terhadap pertumbuhan kepiting bakau menunjukkan tidak berpengaruh nyata pada pertumbuhan mutlak, pertumbuhan spesifik dan kelangsungan hidup.Kata Kunci: Kepiting Bakau (Scylla sp.), penempatan media budidaya, Pertumbuhan, Sintasan.
Pengaruh Dosis Pupuk Nitrophoska terhadap Pertumbuhan Nannochloropsis sp. Sahira, .; Muskita, Wellem; Astuti, Oce
Jurnal Media Akuatika Vol 2, No 4: Oktober
Publisher : Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (129.645 KB) | DOI: 10.33772/jma.v2i4.4354

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh pupuk nitrophoska terhadap pertumbuhan (kepadatan sel) Nannochloropsis sp. dan mengetahui berapa konsentrasi optimum pupuk nitrophoska ini terhadap pertumbuhan Nannochloropsis sp. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan tiga perlakuan dan tiga ulangan. Perlakuan terdiri dari 300 ppm nitrophoska (Perlakuan A), 600 ppm nitrophoska (Perlakuan B) dan 900 ppm nitrophoska (Perlakuan C). Variabel yang diamati adalah kepadatan sel dan pertumbuhan sel Nannochloropsis sp. Hasil penelitian menunjukan kepadatan sel tertinggi pada 900 ppm nitrophoska (34x106 sel/ml) diikuti 600 ppm pupuk nitrophoska (31x106 sel/ml) dan 300 ppm nitrophoska yaitu (27x106 sel/ml). Sedangkan pertumbuhan sel pada paling tertinggi yaitu 900 ppm pupuk nitrophoska and diikuti 600 ppm pupuk nitrophoska dan 300 ppm pupuk nitrophoska. Hasil Analisis Ragam menunjukkan tidak ada perbedaan yang signifikan antar perlakuan. Kualitas air selama penelitian (suhu, salinitas, dan pH) masih dalam keadaan optimal dalam pertumbuhan Nannochloropsis sp. Kesimpulannya dosis pupuk nitrophoska yang diberikan berpengaruh terhadap pertumbuhan sel Nannochloropsis sp.Kata kunci: Dosis, Pupuk Nitrophoska, Kepadatan Sel, Laju Pertumbuhan  Sel,  Nannochloropsis sp.
Pengaruh Jumlah Inti Terhadap Pertumbuhan Dan Ketebalan Lapisan Mutiara Pada Kerang Pteria penguin Satria, .; Muskita, Wellem H.; Yusnaini, .
Jurnal Media Akuatika Vol 4, No 1: Januari
Publisher : Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (139.639 KB) | DOI: 10.33772/jma.v4i1.6372

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh jumlah inti terhadap pertumbuhan dan ketebalan lapisan mutiara pada kerang Pteria penguin menggunakan metode tali gantung pada rakit apung. Penelitian ini dilaksanakan selama empat bulan yakni bulan Agustus-Desember 2018 di Perairan Palabusa Kecamatan Lea-Lea Kabupaten Buton, menggunakan Rancangan Acak lengkap yang terdiri dari tiga perlakuan yaitu perlakuan A (satu inti kiri), perlakuan B(dua inti kiri) dan perlakuan C(2 inti kiri + 1 inti kanan) dengan 5 ulangan individu setiap perlakuan. Parameter yang diamati pertumbuhan dan ketebalan lapisan mutiara pada kerang P. penguin. Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai rata-rata pertumbuhan mutlak lebarcangkang tertinggi pada perlakuan A yaitu 18,76 mm, pertumbuhan mutlak tinggi cangkang tertinggi pada perlakuan C yaitu 14,25 mm dan pertumbuhan mutlak tebal cangkang tertinggi pada perlakuan A yaitu 1,52 mm. Ketebalan lapisan Base (dasar) mutiara tertinggi pada perlakuan A yaitu 0,29 mm dan ketebalan lapisan Top (kuba) mutiara tertinggi pada perlakuan A yaitu 0,16 mm. Penambahan jumlah inti mutiara tidak memberikan pengaruh sifnifikan terhadap pertumbuhan dimensicangkang dan ketebalan lapisan mutiara.Penelitian ini menyimpulkan bahwa jumlah inti yang dapat diimplantasikan pada kerang P. penguin minimal 3 inti per individu kerang.Kata kunci : Jumlah inti, Pertumbuhan, Ketebalan lapisan mutiara, Pteria penguin
Pengaruh Sumber Protein yang Berbeda Sebagai Bahan Pakan Buatan Terhadap Pertumbuhan dan Kelangsungan Hidup Rajungan (Portunus pelagicus) Saputra, Eka; Hamzah, Muhaimin; Muskita, Wellem H.
Jurnal Media Akuatika Vol 4, No 4: Oktober
Publisher : Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (514.985 KB) | DOI: 10.33772/jma.v4i4.10546

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pertumbuhan dan kelangsungan hidup rajungan yang diberi pakan buatan dengan  sumber protein yang berbeda (tepung ikan (TI), tepung kepala udang (TKU), dan tepung  keong bakau (TKB). Tiga jenis pakan buatan dengan perbedaan persentasi sumber protein yaitu 26% TI + 20% TKU + 20% (Perlakuan A); 20 % TI +26% TKU + 20% TKB (Perlakuan B) dan 20% TI +20% TKU + 26% TKB (Perlakuan C) diujikan pada 24 ekor rajungan (bobot awal ± 30-54 g) yang dipelihara pada kantung jaring apung. Pemeliharaan dilakukan selama 60 hari dengan frekuensi pemberian pakan sebanyak 2 kali sehari yaitu pada jam 5 sore dan jam 10 malam. Parameter yang diamati adalah pertumbuhan mutlak, laju pertumbuhan spesifik, panjang dan lebar karapaks serta tingkat kelangsungan hidup rajungan.  Hasil penelitian menunjukkan bahwa  nilai rata-rata pertumbuhan bobot mutlak  rajungan berkisar antara 5,91-17,11 g.  Pertumbuhan panjang karapaks rajungan  berkisar antara 0,37-0,52 cm dan lebar karapaks sebesar 0,32 cm. Tingkat kelangsungan hidup rajungan pada semua perlakuan adalah 100%.  Hasil analisa anova menunjukkan bahwa kombinasi sumber protein TI, TKU dan TKB dalam pakan bautan  memberikan pengaruh yang berbeda nyata terhadap pertumbuhan mutlak dan laju pertumbuhan spesifik, tetapi tidak memberikan pengaruh yang berbeda nyata terhadap panjang dan lebar karapaks serta tingkat kelangsungan hidup rajungan.Kata kunci: Kombinasi sumber protein, pakan buatan, pertumbuhan dan kelangsungan hidup rajungan
Pertumbuhan Kepiting Bakau (Scylla Serrata) yang Diberi Pakan Usus Ayam yang Dikukus dan Ikan Rucah Akbar, Wahidin; Yusnaini, .; Muskita, Wellem H.
Jurnal Media Akuatika Vol 1, No 3: Juli
Publisher : Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (85.194 KB) | DOI: 10.33772/jma.v1i3.4290

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pertumbuhan kepiting bakau (Scylla serrata) yang diberi pakan usus ayam yang dikukus dan ikan rucah.Pemberian pakan uji dilakukan sebanyak 3 kali dalam sehari. Jumlah pakan uji yang diberikan sebanyak 3 % dari bobot hewan uji.Penelitian ini menggunakan uji T dengan mengaplikasikan 2 perlakuan dan 3 ulangan.Parameter yang diamati adalah pertumbuhan mutlak, laju pertumbuhan spesifik, sintasan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pertumbuhan mutlak tertinggi yaitu diperoleh pada kelompok kepiting bakau yang diberi pakan B (35,86 g) dan yang terendah pada kelompok kepiting bakau yang diberi pakan A (3,87 g). Tingkat sintasan kelompok kepiting bakau 100%. Penelitian ini menyimpulkan bahwa ikan rucah lebih baik digunakan sebagai pakan dibanding usus ayam yang dikukus untuk pertumbuhan optimum.Kata Kunci: Kepiting Bakau, Pertumbuhan, Sintasan, Usus ayam kukus, dan Ikan Rucah.
Pengaruh Penambahan Tepung Cacing pada Pakan Formula terhadap Pertumbuhan dan Kelangsungan Hidup Belut Sawah (Monopterus albus) yang Dipelihara di Media Tanpa Lumpur Kusnawan, Idham; Muskita, Wellem; Idris, Muhammad
Jurnal Media Akuatika Vol 3, No 3: Juli
Publisher : Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (193.981 KB) | DOI: 10.33772/jma.v3i3.5012

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh  penambahan tepung cacing pada pakan formula yang berbentuk pasta terhadap pertumbuhan dan kelangsungan hidup belut sawah. Penelitian ini dilaksanakan selama 100 hari, penelitian bertempat di Eel House, Jln Meohai RT. 34, Kelurahan Anduonohu, Kecamatan Poasia, Kendari, Sulawesi Tenggara. Wadah penelitian menggunakan cincin sumur sebanyak 12 buah dengan diameter 90 cm (luas 0,63585 m2). Pemberian pakan dilakukan setiap tiga hari dengan dosis 15% dari bobot tubuh. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) yang terdiri dari 4 perlakuan dan 3 ulangan. Perlakuan A (4% tepung cacing dalam pakan formula), Perlakuan B (8% tepung cacing dalam pakan formula), Perlakuan C (12% tepung cacing dalam pakan formula) dan perlakuan D (16% tepung cacing dalam pakan formula). Hasil penelitian menunjukkan bahwa pakan uji tidak memberikan pengaruh yang berbeda nyata terhadap pertumbuhan  mutlak,  Laju pertumbuhan spesifik, rasio konfersi pakan dan tingkat kelangsungan hidup. Pertumbuhan mutlak tertinggi terdapat pada perlakuan D (19,67 g), C (17,00 g), B (15,00 g) dan A (13,33 g). Laju pertumbuhan spesifik tertinggi terdapat pada perlakuan D (0,61), C (0,53), B (0,47) dan A (0,41). Rata-rata rasio konversi pakan tertinggi berada pada perlakuan A (137,56), B (108,21), C (96,13) dan D (84,07). Tingkat kelangsungan hidup yang diperoleh pada semua perlakuan dalam penelitian ini adalah 100%. Penelitian ini menyimpulkan bahwa pemberian tepung cacing  pada pakan formula memberikan pengaruh yang tidak berbeda nyata terhadap pertumbuhan mutlak, laju pertumbuhan spesifik dan rasio konversi pakan belut sawah. Kata kunci : Belut Sawah, Tepung Cacing, Pakan Formula, Pasta, Pertumbuhan.
Co-Authors . Sudarmono . Yusnaini, . . Yusniarti A.A. Ketut Agung Cahyawan W Abd. Rasyid Syamsuri Abdul Muis Balubi Abdullah Abdullah Agus Kurnia Agus Kurnia Agus Kurnia AGUS KURNIA Agus Kurnia Agus Kurnia Agus Kurnia Agus Kurnia Agus Kurnia Ahmad Mustafa Ahmad Riyadi Akbar, La Ode F. Akbar, Wahidin Akhril, Muhammad Anastasia, Hasriani Anshar, Anshar Arami, Hasnia Ardana Kurniaji Aslin, La Ode Asnani Asnani Asriyana, . Azwar Sidiq Cilia, . Dania Dania Daniel Happy Putra Deslianti, Beybi Didyawati, Putri Dwi Budi Santoso Edhe Liftanto Edi Edi edi edi Eka Saputra Erlan Sucipto Faisal Danu Tuheteru Febrianti, Erica Hamsah Hamsah Hamsah Hamsah Hasnia Arami Husna Iba, Wa Irdam Riani, Irdam Jali, Wa Jarfin Jarfin Ketut Triastini, Ni Gusti Kusnawan, Idham La Ode Alwi La Ode Baytul Abidin La Ode M. Yasir Haya, La Ode M. La Ode Muh. Yasir Haya La Sara Laode M. Aslan Laode Muhamad Hazairin Nadia Mariani Pangulu Mindar, . Mochtar, Dewi Y. Muh. Nuryadin Muhaimin Hamzah Muhaimin Hamzah Muhaimin Hamzah Muhaimin Hamzah Muhaimin Hamzah Muhaimin Hamzah Muhammad Haikal Muhammad Idris Muhammad Idris Muhammad Idris Mujaimah, Ima Muslim Tadjudah Mustakim, . Naslina Alimina Nurul Qamariah Oce Astuti Oce Astuti Oce Astuti Oce Astuti Patadjai, Rahmad Sofyan Piliana, Wa Ode Prima Endang Susilowati Putri Didyawati Rani Rani Raup, Syahril Abd. Romy Ketjulan, Romy Roslindah Daeng Siang RR. Ella Evrita Hestiandari Saban, Andi N. Sabilu, Kadir Sahira, . Sarini Yusuf Satria, . Suaida Ramli Ramli Idha Suriati, . Syam, Ratna Nur Wa Iba Wa Ode Mutia Indah Waode Siti Anima Hisein Yusnaini Yusnaini ., Yusnaini Yusnaini Yusnaini Yusnaini Yusnaini Yusniarti, .