Claim Missing Document
Check
Articles

Pengaruh Sumber protein berbeda pada pakan buatan terhadap pertumbuhan dan kelangsungan hidup rajungan (Portunus pelagicus) Jarfin Jarfin; Agus Kurnia; Muhaimin Hamzah; Wellem H. Muskita; Oce Astuti
Jurnal Media Akuatika Vol 6, No 2 (2021): April
Publisher : Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33772/jma.v6i2.16186

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh tepung limbah ikan cakalang (TLI), tepung ikan (TI) dan tepung keong bakau (TKB)  dalam pakan terhadap pertumbuhan dan kelangsungan hidup rajungan (P. pelagicus) yang dipelihara pada keramba jaring apung. Tiga jenis pakan yaitu pakan A (26% TLI + 20 TI + 20% TKB), pakan B (20% TLI + 26 % TI + 20% TKB), dan pakan C (20% TLI + 20% TI + 26% TKB) diberikan pada benih rajungan selama 60 hari pemeliharaan. Sebanyak 60 ekor benih rajungan (bobot awal : 58,02±4,23 g) dipelihara dalam 12 wadah (3 ekor per wadah) dan diberi pakan dua kali sehari. Parameter yang diamati adalah pertumbuhan mutlak (PM) ,panjang dan lebar karapaks,  laju pertumbuhan spesifik (LPS) dan kelangsungan hidup rajungan. Hasil penelitian menunjukan bahwa kombinasi sumber protein yang berbeda tidak memberikan pengaruh yang berbeda nyata terhadap PM, panjang karapaks, LPS dan kelangsungan hidup rajungan. PM rajungan berkisar 7,67-10,02 g, panjang karapaks berkisar 0,31-0,41 cm, lebar karapaks berkisar 0,31-0,39 cm, LPS berkisar 0,19-0,64% dan kelangsungan hidupnya 100%. Penelitian ini menyimpulkan bahwa tepung ikan, tepung limbah ikan cakalang dan tepung keong bakau dengan komposisi yang berbeda dalam pakan dapat meningkatkan pertumbuhan dan kelangsungan hidup rajungan (Portunus pelagicus)Kata kunci: Pakan formulasi, pertumbuhan, sumber protein berbeda, rajungan, Portunus pelagicus
Pengaruh Penambahan Tepung Daun Bayam Dalam Pakan Komersil Terhadap Pertumbuhan Kepiting Bakau (Scylla serrata) Yang Dipelihara Dengan Sistem Resirkulasi Tertutup Edi Edi; Wellem H. Muskita; Oce Astuti; Agus Kurnia; Muhaimin Hamzah; Yusnaini Yusnaini
Jurnal Media Akuatika Vol 5, No 1 (2020): Januari
Publisher : Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (112.202 KB) | DOI: 10.33772/jma.v5i1.13988

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemberian pakan buatan dengan tepung daun bayam (TB) dalam pakan komersial (PK) terhadap pertumbuhan dan kelangsungan hidup kepiting bakau (S. serrate) yang dipelihara dengan sistem resirkulasi tertutup. Penelitian ini menggunakan rancangan acak lengkap (RAL) dengan 4 perlakuan dan 3 ulangan. Terdapat empat jenis pakan buatan dengan presentase yang berbeda PK 55% TB 40% B 5% (Pakan A), PK 50% TB 45% B 5%(Pakan B), PK 45% TB 50% B 5% (Pakan C) dan PK 40% TB 55% B 5% (Pakan D) diberikan kepada kepitng bakau selama 60 hari. Parameter yang diamati adalah pertumbuhan mutlak (PM), laju pertumbuhan spesifik (LPS) dan kelangsungan hidup (SR.). Hasil penelitian menunjukan bahwa nilai rata-rata pertumbuhan mutlak berkisar antara 17,3 – 22,3 g sedangkan nilai rata-rata laju pertumbuhan spesifik pada kepiting bakau yang diberikan pakan uji berkisar antara 0,0025 – 0,0038 % dan nilai rata-rata kelangsungan hidup kepiting bakau yaitu 100%. Hasil analisa sidik ragam menunjukan pakan buatan dengan penambahan tepung bayam memberikan pengaruh yang tidak signifikan (P>0,05) terhadap pertumbuhan mutlak, laju pertumbuhan spesifik dan kelangsungan hidup. Peneitian ini menyimpulkan bahwa tepung daun bayam dapat ditambahkan pada pakan buatan berkisar 40-50 %.Kata kunci: Pakan buatan komersial, tepung bayam, kepiting bakau, sistem resirkulasi tertutup.
Pengaruh Pemberian Keong Bakau (Telescopium telescopium) dan cumi-cumi (loligo sp.) terhadap pertumbuhan dan kelangsungan hidup rajungan (Portunus pelagicus) Nurul Qamariah; Wellem H. Muskita; Oce Astuti; Agus Kurnia
Jurnal Media Akuatika Vol 1, No 2: April
Publisher : Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (103.587 KB) | DOI: 10.33772/jma.v1i2.4278

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemberian keong bakau (Telescopium telescopium) dan cumi-cumi (Loligo sp.) terhadap pertumbuhan dan kelangsungan hidup rajungan  (P. pelagicus). Penelitian ini menggunakan rancangan acak kelompok (RAK) berdasarkan ukuran yaitu ukuran I (10,46-13,08 g)  dan ukuran II (23,70-31,60 g). Setiap ukuran diulang tiga kali dan masing-masing diberi pakan A (keong bakau) dan pakan B (cumi-cumi). Dosis pemberian pakan sebanyak 5% dari bobot tubuh.Hasil penelitian menunjukkan bahwa kepiting yang diberi pakan A menghasilkan pertumbuhan mutlak yang lebih tinggi baik pada kelompok ukuran I (33,05±15,12 g) maupun ukuran II (2,11±10,55) dibandingkan pemberian pakan B pada ukuran I (18,11±1,63 g) dan II (16,22±13,62). Pertumbuhan panjang karapaks pada pakan A lebih tinggi baik pada perlakuan ukuran I (1,66±0,18) maupun ukuran II (1,38±0,41) dibandingkan panjang karapaks kepiting yang diberi pakan B baik ukuran I (1,24±0,19) maupun ukuran II (1,24±0,41). Lebar karapaks pada perlakuan A lebih tinggi pada ukuran I  (2,46±1,03) dan ukuran II (2,02±0,50) dibandingkan dengan pemberian pakan B pada kelompok ukuran I (1,05±0,12) dan ukuran II (1,27±0,92). Laju pertumbuhan spesifik tertinggi pada pemberian pakan A baik ukuran I (2,99±0,98%) maupun ukuran II (1,65±0,34%). Laju pertumbuhan spesifik pada pakan B hanya sebesar (1,73±0,06%) dan (0,97±0,81%) masing-masing pada ukuran I dan II.  Konsumsi pakan pada perlakuan pakan A ukuran I (2,65±1,311%) dan ukuran II (4,84±0,980%) lebih tinggi dibandingkan pada perlakuan pakan B ukuran I (2,38±1,005%) dan ukuran II (4,04±1,636%). Penelitian ini menyimpulkan bahwa pemberian pakan keong bakau lebih baik dibandingkan cumi-cumi terhadap pertumbuhan optimal dan kelangsungan hidup rajungan. Kata Kunci : Keong Bakau, Cumi-cumi, pertumbuhan dan kelangsungan hidup, Rajungan, Portunus pelagicus
Kombinasi Tepung Wortel (Daucus carota L.) Dan Tepung Labu Kuning (Cucurbita moschata D.) Terhadap Kecerahan Warna Ikan Komet (Carassius auratus) Mariani Pangulu; Wellem H. Muskita; Agus Kurnia
Jurnal Media Akuatika Vol 6, No 2 (2021): April
Publisher : Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (211.642 KB) | DOI: 10.33772/jma.v6i2.14839

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh tepung wortel dan tepung labu kuning dalam pakan terhadap kecerahan warna ikan komet (Carassius auratus). Tiga pakan formulasi mengandung kombinasi tepung wortel (TW) dan tepung labu kuning (TLK) yakni 10%TW:0% TLK (Pakan A) , 0% TW:10% TLK (Pakan B) dan 5% TW:5%TLK (Pakan C) dan pakan komersil (Pakan D) diberikan pada ikan komet sampai kenyang sebanyak dua kali sehari selama 40 hari.  Parameter yang diukur adalah kecerahan warna ikan komet, pertumbuhan mutlak dan kelangsungan hidup. Kecerahan warna ikan diamati setiap 20 hari sekali menggunakan Toca Colour Finder dan 10 panelis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa warna orange tertinggi pada akhir penelitian didapatkan pada ikan komet yang diberi pakan B dengan nilai 5.14 dan diikuti oleh ikan yang diberi pakan A 10% TW, pakan C 5% TW+5%TLK dan pakan D komersil dengan nilai masing-masing sebesar 4.80, 4.71 dan 3.26. Kecerahan warna putih tertinggi pada akhir penelitian didapatkan pada ikan komet yang diberi pakan A dengan nilai 4.08 dan diikuti oleh ikan yang diberi pakan C, pakan B dan pakan D dengan nilai masing-masing sebesar 3.85, 3.71 dan 3.05.  Penelitian ini menyimpulkan bahwa penambahan tepung wortel dan tepung labu kuning dalam pakan dapat meningkatkan kecerahan warna orange dan putih pada ikan komet.Kata kunci: tepung wortel, tepung labu kuning, ikan komet, pewarnaan ikan.
Substitusi Tepung Kedelai (Glycine max) dengan Tepung Ampas Minyak Biji Kapuk (Ceiba petandra) terhadap Pertumbuhan dan Kelangsungan Hidup Udang Vaname (Litopenaeus vannamei) Putri Didyawati; Wellem H. Muskita; Wa Iba; Muhaimin Hamzah; Agus Kurnia
Jurnal Media Akuatika Vol 4, No 3: Juli
Publisher : Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (192.702 KB) | DOI: 10.33772/jma.v4i3.9749

Abstract

Penelitian ini bertujuan mengetahui pertumbuhan dan kelangsungan hidup udang vanname yang diberi pakan buatan substitusi tepung kedelai dengan tepung ampas minyak biji kapuk. Keempat jenis pakan ini memiliki dosis tepung ampas minyak biji kapuk (TAMBK) berbeda. Penelitian ini didesain dengan rancangan acak lengkap dengan empat perlakuan dan tiga ulangan. Perlakuan A: 100% TK dan 0% TAMBK, Perlakuan B: 75% TK dan 25% TAMBK, Perlakuan C: 50% TKdan 50% TAMBK, Perlakuan D: 25% TK dan 75% TAMBK, diberikan pada juvenile udang vanname selama 45 hari pemeliharaan. Sebanyak 120 ekor juvenile udang vanname dengan berat 6 ± 1g dipelihara dalam 12 akuarium (10 ekor/akuarium) dan diberi pakan dua kali sehari. Parameter yang diamati adalah pertumbuhan mutlak,laju pertumbuhanspesifik, konsumsi pakan, rasio konversi pakan, efisiensi pakan, retensi protein dan tingkat kelangsungan hidup juvenil udang vaname. Pertumbuhan mutlak yang diperoleh pada penelitian ini berkisar antara 0,52-1,01 g, laju pertumbuhan spesifik berkisar antara 0,36-2,66 g, konsumsi pakan berkisar antara 190,35-270,24 g, rasio konvesi pakan berkisar antara 24,48-47,12, efisiensi pakan berkisar antara 2,39-4,34%, retensi protein berkisar antara 10,07-15,37% dan tingkatkelangsungan hidup berkisar antara 90-96,67%. Substitusi tepung kedelai dengan tepung ampas minyak biji kapuk tidak memberikan pengaruh yang berbeda nyata terhadap pertumbuhan mutlak, rasio konversi pakan, efisiensi pakan dan tingkat kelangsungan hidup, tetapi memberikan pengaruh yang berbeda nyata terhadap laju pertumbuhan spesifik dan konsumsi pakan juvenil udang vaname (L. vannamei). Substitusi tepung kedelai dengan tepung ampas minyak biji kapuk yang bagus untuk pakan juvenil udang vaname dengan dosis 50%TK dan 50%TAMBK.Kata kunci : TAMBK, pertumbuhan, kelangsungan hidup, udang vanname
Studi Pemanfaatan Tepung Kulit Buah Manggis (Garcinia mangostana L.) untuk Pewarnaan Ikan Hias Komet (Carassius auratus) . Yusniarti; Wellem Muskita; Agus Kurnia
Jurnal Media Akuatika Vol 3, No 2: April
Publisher : Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (129.819 KB) | DOI: 10.33772/jma.v3i2.5007

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemberian dosis Tepung Kulit Buah Manggis (Garcinia mangostana L.) yang berbeda dalam pakan buatan terhadap  tingkat kecerahan warna ikan komet (Carassius auratus). Penelitian ini menggunakan empat perlakuan yaitu pakan A (5% tepung kulit buah manggis), pakan B (10%) tepung kulit buah manggis) dan pakan C (15% tepung kulit buah manggis) dan pakan D (komersil). Parameter yang diamati adalah tingkat kecerahan warna (warna akhir dan warna awal), pertumbuhan mutlak, tingkat kelangsungan hidup, dan pengukuran kualitas air. Tingkat kecerahan warna ditentukan dengan menggunakan metode Toca Color Finder dengan melibatkan 10 panelis pada awal dan akhir penelitian. Hasil analisa statistik menunjukkan bahwa tepung kulit buah manggis dalam pakan memberikan pengaruh nyata terhadap tingkat kecerahan warna orange ikan komet. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tingkat kecerahan warna orange tertinggi didapatkan pada ikan komet yang diberi pakan C sebesar 4.52, kemudian diikuti pakan B, D dan A masing-masing sebesar 4.32, 4.09 dan 3.7. Penelitian ini menyimpulkan bahwa pemberian 10% tepung kulit buah manggis dalam pakan dapat meningkatkan kecerahan warna orange ikan hias komet.                                                                                                                                                      Kata Kunci : Tingkat Kecerahan Warna, Tepung Buah Manggis, Ikan Komet, (Carassius auratus)
Pertumbuhan Dan Retensi Protein Rajungan (Portunus Pelagicus) Yang Diberi Pakan Dengan Persentase Tepung Bayam Yang Berbeda Dania Dania; Agus Kurnia; Oce Astuti; Wellem H. Muskita; Muhaimin Hamzah; Ruslaini Ruslaini; Laode M. Aslan
Jurnal Media Akuatika Vol 8, No 3 (2023): Juli
Publisher : Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33772/jma.v8i3.43323

Abstract

ABSTRAK Tujuan penelitian untuk mengetahui pengaruh penambahan tepung bayam dalam pakan terhadap pertumbuhan dan retensi protein rajungan (Portunus pelagicus). Penelitian ini menggunakan rancangan acak lengkap (RAL) dengan 3 perlakuan dan 3 ulangan. Hasil penelitian menunjukan bahwa nilai rata-rata konsumsi pakan kepiting rajungan berkisar antara 7,14 – 8,37 g, nilai rata-rata pertumbuhan mutlak berkisar antara 3,55 - 4,84 g, nilai ratarata panjang karapas berkiras antara 3,56 – 5,28 cm, nilai rata-rata lebar karapas berkisar antara 4,09 – 6,08 cm, nilai rata-rata retensi protein berkisar antara 13,15 – 43-67 gr dan nilai rata-rata kelangsungan hidup kepiting rajungan yaitu 77,78%. Hasil analisa sidik ragam menunjukan pakan pakan buatan dengan penambahan tepung bayam memberikan pengaruh yang signifikan (P
Pemanfaatan Tepung Daun Kelor (Moringa olifiera) terfermentasi dalam Pakan Terhadap Tingkat Kecernaan dan Pertumbuhan Ikan Mas (Cyprinus carpio) Rani Rani; Agus Kurnia; Muhaimin Hamzah; Wellem Hendrik Muskita; Muhammad Idris; Yusnaini Yusnaini
Jurnal Media Akuatika Vol 8, No 2 (2023): April
Publisher : Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33772/jma.v8i2.35376

Abstract

Tujuan penelitian untuk menganalisis pengaruh penggantian tepung kedelai dengan tepung daun kelor terfermentasi denganbakteri Rhizopus sp dalam pakan terhadap tingkat kecernaan dan pertumbuhan ikan mas. Lima jenis pakan dibuat berdasarkan persentasi penggantian tepung kedelai (TK) dengan tepung daun kelor fermentasi (TKF) dalam pakan meliputi : 100% TK (pakan A), 75% TK + 25% TKF (pakan B), 50% TK + 50% TKF (pakan C), 25%TKF + 75 TK (pakan D) dan 100% TKF (Pakan E). Sejumlah 150 ekor ikan mas (berat 5,39 ± 0,42 g) ditempatkan kedalam 15 akuarium (10 ekor/akuarium) yang berukuran 60 × 50 × 40 cm3 dengan ketinggian air 30 cm. Parameter yang diamati yaitu tingkat kecernaan protein, kecernaan total dan pertumbuhan ikan mas. Hasil penelitian menunjukan bahwa nilai rata-rata tingkat kecernaan protein ikan mas yang diberi pakan TKF lebih tinggi dibanding tepung kedelai, sedangkan nilai kecernaan total ikan mas yang diberi pakan uji tidak berbeda nyata. Penelitian ini menyimpulkan bahwa tepung kelor yang difermentasi dapat meningkatkan kecernaan protein ikan mas. Kata Kunci: Ikan mas, tepung kedelai, tepung daun kelor, fermentasi, kecernaan protein, kecernaan total.
Substitusi Tepung Kedelai (Glycine max) dengan Tepung Rumput Laut Caulerpa sp. dalam Pakan Terhadap Performa Pertumbuhan dan Asam Amino Ikan Bandeng (Chanos chanos) Edhe Liftanto; Wellem H. Muskita; Agus Kurnia
JSIPi (JURNAL SAINS DAN INOVASI PERIKANAN) (JOURNAL OF FISHERY SCIENCE AND INNOVATION) Vol 7 No 1 (2023): JURNAL SAINS dan INOVASI PERIKANAN
Publisher : Pascasarjana Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33772/jsipi.v7i1.321

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh substitusi tepung kedelai dengan tepung rumput laut Caulerpa sp.dalam pakan pakan terhadap performa pertumbuhan dan asam amino ikan bandeng (Chanos chanos). Empat jenis pakan uji dibuat yang didasarkan pada substitusi tepung kedelai (TK) dan Tepung Caulerpa (TC) dalam pakan : 100 % TK + 0 % TC (Pakan A), 75 % TK + 25 % TC (Pakan B), 50 % TK + 50 % TC (Pakan C) dan 25 % TK + 75 % TC (Pakan D). Sebanyak 120 ekor juvenile ikan bandeng (bobot awal rata-rata: 1,06 ± 0,12 g ) dimasukkan ke dalam 12 akuarium (10 ekor/akuarium) berukuran 35 × 34 × 40 cm yang didesain dengan sistem resirkulasi dan diisi dengan air laut yang telah difilter dengan salinitas 32 ± 1,2 ppt. Ikan bandeng diberi pakan uji sebanyak 3 kali sehari (jam 07.00, 12.00 dan 17.00 WITA) sebesar 5 % dari bobot biomassa selama 30 hari pemeliharaan. Penelitian ini didesain dengan menggunakan rancangan acak lengkap dengan mengaplikasikan 4 perlakuan dan 3 ulangan. Parameter yang diamati adalah pertumbuhan mutlak (PM), laju pertumbuhan harian (LPH), kelangsungan hidup (KH), rasio konversi pakan (RKP), efisiensi pakan (EP), konsumsi pakan (KP) dan retensi protein (RP) dan kandungan asam amino tubuh ikan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa PM, LPH, dan RKP ikan bandeng masing-masing berkisar antara 0,15 - 0,23 g, 0,56 – 0,83 % dan 4,34 – 9,87. Nilai EP, KP dan RP ikan bandeng masing-masing berkisar antara, 15,75 – 24,25 %, 15,90 – 16,62 g, dan 0,76 – 1,92%. Tingkat kelangsungan hidup ikan berkisar antara 70 – 83,33 %. Perubahan persentase kandungan asam amino tertinggi dalam tubuh ikan bandeng yaitu jenis asam amino lisin sebesar 97,82%. Penelitian ini menyimpulkan bahwa substitusi 50% tepung kedelai dengan tepung Caulerpa dalam pakan dapat meningkatkan pertumbuhan dan kandungan asam amino tubuh (lisin) ikan bandeng. Kata kunci : ikan bandeng, pertumbuhan, subtitusi tepung kedelai, tepung Caulerpa sp.
Profil Asam Amino dan Pertumbuhan Ikan Kerapu Cantang (Epinephelus lanceolatus × Epinephelus fuscoguttatus) yang Diberi Jenis Tepung Ikan Berbeda Muh. Nuryadin; Agus Kurnia; Wellem H. Muskita; Muhaimin Hamzah; Muhammad Idris; Yusnaini
JSIPi (JURNAL SAINS DAN INOVASI PERIKANAN) (JOURNAL OF FISHERY SCIENCE AND INNOVATION) Vol 7 No 2 (2023): JURNAL SAINS dan INOVASI PERIKANAN
Publisher : Pascasarjana Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33772/jsipi.v7i2.512

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui profil asam amino dan pertumbuhan Ikan Kerapu Cantang (Epinephelus lanceolatus × Epinephelus fuscoguttatus) yang diberi jenis tepung ikan yang berbeda. Tiga jenis pakan uji yang mengandung tepung ikan layang dan ikan tembang dibuat pada penelitian ini adalah 100 % tepung ikan tembang (Pakan A), 50% Tepung ikan tembang +50% Tepung ikan layang (Pakan B) dan 100% tepung ikan layang (Pakan C). Sebanyak 120 ekor ikan kerapu cantang (bobot awal rata-rata: 6.77± 0.64 g) dimasukkan ke dalam 12 akuarium (10 ekor per akuarium) berukuran 60×50 ×40 cm. Pemberian pakan ikan uji dilakukan sebanyak 2 kali dalam sehari secara ad libitum atau pemberian sampai kenyang selama 45 hari. Penelitian dirancang menggunakan rancangan acak lengkap (RAL), terdiri dari tiga perlakuan dan empat ulangan. Variabel yang diamati meliputi pertumbuhan mutlak, kelangsungan hidup, dan kandungan asam amino tubuh ikan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian pakan uji tidak memberikan pengaruh nyata terhadap pertumbuhan mutlak ikan kerapu cantang. Jenis asam amino tubuh ikan kerapu yang diberi pakan uji yang berbeda menunjukkan asam amino tertinggi adalah leusin (10865 mg/kg tubuh) dan terendah adalah histidin (3904 mg/kg tubuh). Profil asam amino tubuh ikan kerapu cantang pada awal pemeliharaan adalah sama dengan profil asam amino tubuh ikan uji pada akhir penelitian. Penelitian ini menyimpulkan bahwa jenis dan jumlah asam amino yang ada dalam pakan ikan tembang, tepung ikan layang dan campuran keduanya sesuai dengan kebutuhan asam amino tubuh ikan kerapu cantang.
Co-Authors . Sudarmono . Yusnaini, . . Yusniarti A.A. Ketut Agung Cahyawan W Abd. Rasyid Syamsuri Abdul Muis Balubi Abdullah Abdullah Agus Kurnia Agus Kurnia Agus Kurnia Agus Kurnia Agus Kurnia Agus Kurnia Agus Kurnia Agus Kurnia AGUS KURNIA Ahmad Mustafa Ahmad Riyadi Akbar, La Ode F. Akbar, Wahidin Akhril, Muhammad Anastasia, Hasriani Anshar, Anshar Arami, Hasnia Ardana Kurniaji Aslin, La Ode Asnani Asnani Asriyana, . Azwar Sidiq Cilia, . Dania Dania Daniel Happy Putra Deslianti, Beybi Didyawati, Putri Dwi Budi Santoso Edhe Liftanto edi edi Edi Edi Eka Saputra Erlan Sucipto Faisal Danu Tuheteru Febrianti, Erica Hamsah Hamsah Hamsah Hamsah Hasnia Arami Husna Iba, Wa Irdam Riani, Irdam Jali, Wa Jarfin Jarfin Ketut Triastini, Ni Gusti Kusnawan, Idham La Ode Alwi La Ode Baytul Abidin La Ode M. Yasir Haya, La Ode M. La Ode Muh. Yasir Haya La Sara Laode M. Aslan Laode Muhamad Hazairin Nadia Mariani Pangulu Mindar, . Mochtar, Dewi Y. Muh. Nuryadin Muhaimin Hamzah Muhaimin Hamzah Muhaimin Hamzah Muhaimin Hamzah Muhaimin Hamzah Muhaimin Hamzah Muhammad Haikal Muhammad Idris Muhammad Idris Muhammad Idris Mujaimah, Ima Muslim Tadjudah Mustakim, . Naslina Alimina Nurul Qamariah Oce Astuti Oce Astuti Oce Astuti Oce Astuti Patadjai, Rahmad Sofyan Piliana, Wa Ode Prima Endang Susilowati Putri Didyawati Rani Rani Raup, Syahril Abd. Romy Ketjulan, Romy Roslindah Daeng Siang RR. Ella Evrita Hestiandari Saban, Andi N. Sabilu, Kadir Sahira, . Sarini Yusuf Satria, . Suaida Ramli Ramli Idha Suriati, . Syam, Ratna Nur Wa Iba Wa Ode Mutia Indah Waode Siti Anima Hisein Yusnaini Yusnaini ., Yusnaini Yusnaini Yusnaini Yusnaini Yusnaini Yusniarti, .