Claim Missing Document
Check
Articles

Found 39 Documents
Search

Hubungan Tingkat Pengetahuan Pasien Hipertensi Dengan Tingkat Kepatuhan Minum Obat Pada Pasien Hipertensi Di Puskesmas Abiansemal II Juliani, Ni Kadek; Septiari, I Gusti Ayu Agung; Sutema, Ida Ayu Manik Partha; Suryaningsih, Ni Putu Aryati
Bali International Scientific Forum Vol. 6 No. 1 (2025): Bali International Scientific Forum
Publisher : Bali International University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34063/bisf.v6i1.387

Abstract

Latar Belakang: Hipertensi dapat menimbulkan morbiditas atau mortalitas dini, yang meningkat saat tekanan darah sistolik dan diastolik meningkat. Peningkatan tekanan darah yang berkepanjangan dapat merusak pembuluh darah di organ target seperti jantung, ginjal, otak dan mata. Kepatuhan minum obat pada penderita hipertensi sangat penting karena dengan minum obat antihipertensi secara teratur dapat mengontrol tekanan darah pada penderita hipertensi, sehingga dalam jangka panjang risiko kerusakan organ-organ seperti jantung, ginjal, dan otak dapat dikurangi. Tujuan : Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan tingkat pengetahuan pasien hipertensi di Puskesmas Abiansemal II dengan tingkat kepatuhan minum obat antihipertensi. Metode : Metode penelitian menggunakan non eksperimental yang bersifat deskriptif dengan rancangan survey cross sectional. Hasil : Pada penelitian ini diperoleh bahwa penderita hipertensi di Puskesmas Abiansemal II paling banyak berusia 56-60 tahun (78,3%), berjenis kelamin perempuan (54,2%), pendidikan terakhir Tidak Sekolah (35,8%), responden tidak bekerja (58,3%), dan tensi pada pasien sebagian besar pasien berada pada kategori 120-139 mmHg (Pre Hipertensi) sebanyak 44 responden (36,7%). Terkait dengan tingkat pengetahuan responden diperoleh hasil sebanyak 75,8% dari responden memiliki tingkat pengetahuan tinggi terkait hipertensi di Puskesmas Abiansemal II. Hasil uji Chi-square menunjukan tidak adanya hubungan yang signifikan antara tingkat pengetahuan dan tingkat kepatuhan dengan nilai signifikansi (p = 0,571). Simpulan : tidak adanya hubungan tingkat pengetahuan pasien hipertensi tentang obat antihipertensi dan penyakit hipertensi dengan tingkat kepatuhan minum obat antihipertensi di Puskesmas Abiansemal II.
Hubungan Dukungan Keluarga Dan Peran Tenaga Kesehatan Terhadap Kepatuhan Minum Obat Pada Pasien Skizofreia di UPT. Puskesmas Bangli Kabupaten Bangli Maseni, I Gusti Ayu Komang Putri; Brata Putri, Dhiancinantyan Windydaca; Sutema, Ida Ayu Manik Partha
Bali International Scientific Forum Vol. 5 No. 2 (2024): Bali International Scientific Forum
Publisher : Bali International University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34063/bisf.v5i2.485

Abstract

Latar belakang : Skizofrenia merupakan salah satu bentuk gangguan jiwa, dimana penyakit skizofrenia mempengaruhi otak dan menyebabkan timbulnya pikiran, persepsi, emosi, gerakan, dan perilaku yang aneh, oleh karena itu kesehatan jiwa sangat diperlukan. Pasien skizofrenia banyak yang tertunda melakukan terapi sehingga berdampak buruk. Pengidap skizofrenia belum sepenuhnya memenuhi pengobatan dikarenakan beralasan lupa, merasa sembuh dan bosan minum obat setiap hari. Tujuan: Untuk mengetahui hubungan dukungan keluarga dan peran tenaga kesehatan terhadap kepatuhan minum obat pada pasien skizofrenia di UPT. Puskesmas Bangli. Metode: Penelitian ini menggunakan design cross sectional. Teknik pengambilan sampel total sampling, jumlah sampel sebanyak 57 responden. Data dianalisis menggunakan uji korelasi Rank Spearman. Hasil: Berdasarkan penelitian terhadap 57 responden menggunakan uji korelasi Rank Spearman, ditemukan hasil nilai signifikansi 0,001 (p < 0,05) dan koefisien korelasi 0,821 untuk hubungan antara variabel dukungan keluarga dengan kepatuhan minum obat pada pasien skizofrenia, ini menujukan bahwa terdapat hubungan yang positif dan signifikan. Hubungan antara variabel peran tenaga kesehatan dengan kepatuhan minum obat menunjukan nilai Correlation Coefficient 0,817 yang bersifat positif dengan nilai signifikansi 0,005 (p < 0,05). Kesimpulan: Hubungan dukungan keluarga dan peran tenaga kesehatan terhadap kepatuhan minum obat pada pasien skizofrenia memiliki hubungan yang kuat hal ini dapat dilihat dari angka Correlation Coefficient yang positif maka dapat dikatakan bahwa hubungan antar variabel searah.
Safety And Convenience Of Ethnomedicine For Influenza Disease In Toddlers In Bedulu Village, Gianyar District Dewa Ayu Putu Satya Dewi; Ida Ayu Manik Partha Sutema; Putu Yudhistira Budisetiawan; Ni Putu Aryati Suryaningsih
Jurnal EduHealth Vol. 14 No. 04 (2023): Jurnal eduHealt, 2023, December
Publisher : Sean Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The Ethnomedicine is a research method that is effective in terms of time and cost for obtaining new compounds. This has resulted in Etnomediicne research continuing, including Indonesia especially the Bali island. Etnomedicine which has been a traditional medicine from generation to generation in Bali, is known as Usada Bali. Balinese people use Usada Bali for various types of illnesses, for example Influenza. This type of research is descriptive qualitative with a Snowball Sampling. Data collection methods were use structured interviews and Focus Group Discussion (FGD). This research was collected on 23 informants in Bedulu Village, Gianyar Regency with data processing using Braun and Clarke thematic data analysis. The research results obtained 5 themes, including Etnomedicine of Influenza Disease in Toddlers 1) Boreh Kencur with mixed ingredients, 2) Boreh Kencur with mashed, 3) Onion oil with chopped, 4) Onion Oil with smeared, and 5) Dadap leaves. The safety and comfort results showed that all Etnomedicine Influenza Disease for Toddlers in Bedulu Village, Gianyar were concluded to be safe, while Beras Kencur with mashed and Onion Oil with chopped was concluded to be less comfortable because the ones used were not preferred.
Pelatihan Aplikasi Sehat Tanpa Tuberkulosis (SENTER) TB pada Penderita Tuberkulosis di Kota Denpasar I Gusti Agung Ayu Satwikha Dewi; Ida Ayu Manik Partha Sutema; Gde Palguna Reganata; Ni Ketut Sari Mertadewi; Rajdev Dhillon; Ayu Dyahsavira Setyartini
CARADDE: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 7 No. 2 (2024): Desember
Publisher : Ilin Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31960/caradde.v7i2.2541

Abstract

Pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan kepatuhan pasien TB dalam melakukan pengobatan yang berbasis aplikasi digital karena metode home visit masih dirasa kurang efektif sehingga menyebabkan risiko munculnya TB RO. Metode pengabdian yang digunakan adalah metode pelatihan, dimana aplikasi yang dikembangkan oleh tim akan diberikan pada pasien dan dilakukan pelatihan untuk membiasakan pasien menggunakan aplikasi tersebut. Hasil evaluasi diperoleh bahwa seluruh aspek intrinsik telah berada di atas 75%, selain itu dari tabel silang pre post diperoleh hasil yang cukup efektif, karena terdapat 75% pasien yang berubah status dari positif ke negatif pada ranah bakteriologis. Praktek serta pendampingan pasien dinyatakan 83,4% dengan sangat mudah menggunakan aplikasi Senter TB sehingga dapat membantu pasien TB dalam mengingatkan jadwal minum obat menggunakan notifikasi bernuansa budaya Bali.
Edukasi DAGUSIBU dan TOGA melalui Program Apoteker Remaja (APORE) pada Siswa SMA di Bali: DAGUSIBU and TOGA Education through the Teen Pharmacist Program (APORE) for High School Students in Bali Dewa Ayu Putu, Satrya Dewi; Setiawan, Putu Yudhistira Budhi; Suryaningsih, Ni Putu Aryati; Sutema, IA Manik Partha; Widowati, I Gusti Ayu Rai; Wintariani, Ni Putu Aryati
Jurnal Pengabdian dan Pengembangan Masyarakat Indonesia Vol. 4 No. 2 (2025)
Publisher : Media Publikasi Cendekia Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56303/jppmi.v4i2.567

Abstract

Ikatan Apoteker Indonesia (IAI), sebagai organisasi profesi apoteker, menginisiasi kegiatan edukasi mengenai pengelolaan obat yang tepat dan aman. Apoteker, sebagai tenaga kesehatan yang fokus pada penggunaan obat di masyarakat, diharapkan untuk terus aktif memberikan penyuluhan di berbagai tempat agar masyarakat memahami cara penggunaan obat kimia dan obat herbal dengan benar. Tujuan kegiatan ini untuk meningkatkan kemandirian siswa/i SMA dalam memilih, mendapatkan, menyimpan, dan membuang obat secara tepat dan benar (DAGUSIBU) dan pengenalan Tanaman Obat Keluarga (TOGA). Materi diberikan dengan metode Cara Belajar Insan Aktif (CBIA) yang diimplementasikan dengan mendorong partisipasi aktif siswa melalui diskusi kelompok, permainan interaktif terkait logo obat, dan demonstrasi langsung sebagai alternatif dari metode ceramah satu arah. Kegiatan ini menggunakan kuesioner terdiri dari 10 soal pilihan ganda yang dirancang untuk mengukur tiga domain pengetahuan yaitu DAGUSIBU, logo obat, dan TOGA. Terdapat perbedaan tingkat pengetahuan pretest-posttest siswa SMA di Bali tentang DAGUSIBU, Logo Obat, dan TOGA dengan p-value 0.001. Domain yang memiliki rata-rata persentase nilai pretest dan posttest paling rendah adalah logo obat.
Penyuluhan Dan Penanaman Tananam Obat Keluarga (Toga) Di Desa Wisata Gunung Salak Tabanan Setiawan, Putu Yudhistira Budhi; Sutema, Ida Ayu Manik Partha; Maharianingsih, Ni Made; Dewi, Dewa Ayu Putu Satrya; Wintariani, Ni Putu
UNBI Mengabdi Vol. 3 No. 2 (2022): UNBI Mengabdi Juli
Publisher : Universitas Bali Internasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pelaksanaan  pengabdian  ini  dilakukan  di  Desa  Wisata Gunung Salak Tabanan. Desa Wisata ini berdasarkan  letak  geografis  dalah  desa  yang berada pegunungan sehingga mayoritas masyarakatnya bertani dan berkebun. Desa ini memiliki potensi  untuk dikembangkan, salah satunya dengan penanaman tumbuhan yang dapat  digunakan  sebagai  obat  keluarga untuk menambah daya tarik wisata dan menambah wawasan dalam pemanfaatan tanaman obat.  Metode  kegiatan  meliputi  penanaman tanaman obat, outbond, penyuluhan pembuatan  obat  menggunakan tanaman yang dilakukan selama dua hari yaitu pada 28-29 Oktober 2019. Hasilnya  dari pengabdian ini  tersedianya  lahan dengan  tanaman obat  yang   dapat   dikelola   dan   dimanfaatkan   oleh masyarakat.  Selain itu adanya penyuluhan mampu meningkatkan pengetahuan  pemanfaatan tanaman untuk pengobatan.  Penanaman pinang sepanjang jalan pedesaan menambah suasana dengan menjadi asri. Pengabdian ini berhasil meningkatkan wawasan masyarakat penggunaan tanaman obat dan menambah daya tarik desa
Penyuluhan Dan Penanaman Toga Kembang Sepatu Dan Lidah Mertua Di Desa Wisata Gunung Salak I Gusti Ngurah Agung Windra Wartana Putra; Suryaningsih, Ni Putu Aryati; Wintariani, Ni Putu; Sutema, Ida Ayu Manik Partha
UNBI Mengabdi Vol. 3 No. 1 (2022): UNBI Mengabdi Januari
Publisher : Universitas Bali Internasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34063/um.v3i1.278

Abstract

Tanaman Obat Keluarga telah menjadi bagian dari kehidupan kesehatan masyarakat. Budidaya ini telah menjadi tren dewasa ini, karena selain dapat menghijaukan dan mengindahkan pekarangan yang kosong, juga dapat memberikan manfaat yang positif untuk kesehatan masyarakat. Desa Wisata Gunung Salak merupakan salah satu desa tujuan wisata alam. Selain pemandangan alam yang indah, desa ini juga terkenal akan hasil alamnya. Desa wisata ini memiliki pekarangan yang luas. Banyak lahan kosong belum termanfaatkan dengan baik. Pengabdian ini bertujuan untuk mengenalkan manfaat tanaman kembang sepatu dan lidah mertua terhadap kesehatan dan pengolahannya serta budidayanya pada masyarakat desa wisata gunung salak Tabanan. Metoda pengabdian yang dilakukan ialah berupa penyuluhan dan bimbingan lapangan untuk budidaya tanaman kembang sepatu dan lidah mertua. Dari hasil pre-post test yang dilakukan terhadap peserta pengabdian, terdapat peningkatan pemahaman sampai 50% mengenai manfaat dan cara pengolahan tanaman obat keluarga kembang sepatu dan lidah mertua. Selain itu luaran yang telah dicapai pada pengabdian ini yaitu telah tertanamnya 100 bibit tanaman kembang sepatu dan lidah mertua sebagai budidaya di pekarangan desa wisata Gunung Salak.
Hubungan tingkat pengetahuan terhadap perilaku swamedikasi penggunaan obat analgesik di Banjar Baluk II Kecamatan Negara: The relationship between knowledge level and self-medication behavior in the use of analgesic drugs in Banjar Baluk II, Negara District Buana, Putu Negia Suci Cahyani; Wintariani, Ni Putu; Reganata, Gde Palguna; Sutema, Ida Ayu Manik Partha
Widya Kesehatan Vol. 7 No. 2 (2025): Widya Kesehatan
Publisher : Universitas Hindu Indonesia (UNHI) Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32795/v6kdej02

Abstract

Latar belakang: Pengobatan sendiri adalah praktik lokal untuk menyelesaikan perawatan kesehatan untuk diri sendiri tanpa berkonsultasi dengan ahli kesehatan. Tujuan: Tujuan dari penelitian ini adalah untuk memahami hubungan antara tingkat informasi dan perilaku pengobatan sendiri obat penghilang rasa sakit di Banjar Baluk II, Wilayah Negara, dan hubungan sosiodemografi antara tingkat informasi dan pengobatan sendiri. Penelitian menggabungkan pendekatan cross-sectional untuk penyelidikan kuantitatif. Metode: Penelitian ini termasuk kuantitatif jenis penelitian observasional analitik dengan pendekatan cross sectional. 95 responden dijadikan sebagai contoh penelitian. Lokasi penelitian ini dilakukan di Banjar Baluk II Kecamatan Negara dilakukan pada bulan Maret sampai bulan Mei tahun 2023. Analisis statistik menggunakan pengujian analisis korelasi pada uji Spearmen’s Rank. Hasil: Terdapat 42 (44,2%) responden yang memiliki informasi kurang, 46 (48,4%) yang memiliki informasi cukup, dan 7 (7,4%) yang memiliki informasi sangat baik. Ada 57 responden (60,0%) yang berperilaku baik saat menggunakan obat penghilang rasa sakit untuk pengobatan sendiri, dan 38 responden (40,0%) berperilaku baik. Tingkat pengetahuan terhadap perilaku terdapat nilai Spearmen’s Rank yang positif sebesar 0,514 termasuk dalam kategori sedang dengan signifikansi sebesar 0,000 (0,000<0,05). Terdapat hubungan antara usia (r=0, 0,334), pendidikan (r= 0,443) dan pekerjaan (r= 0,303) (p-value= 0,000). Kesimpulan: Terdapat hubungan signifikan antara tingkat pengetahuan terhadap perilaku swamedikasi obat analgesik di Banjar Baluk II Kecamatan Negara adalah cukup baik serta terdapat hubungan yang signifikan antara usia, pendidikan dan pekerjaan.
PENGARUH PEMBERIAN AROMATERAPI MINYAK MELATI (Jasminum sambac L.) TERHADAP PENURUNAN DERAJAT INSOMNIA PADA LANSIA DI BANJAR GEDE KELURAHAN SEMPIDI Ni Putu Yuliana Assari; Ida Ayu Manik Partha Sutema; I Gusti Made Aman
Jurnal Ilmiah Manuntung: Sains Farmasi Dan Kesehatan Vol. 8 No. 1 (2022): Jurnal Ilmiah Manuntung: Sains Farmasi Dan Kesehatan
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51352/jim.v8i1.505

Abstract

The humans’ organs function will be decreased when humans are getting older. It caused they to had insomnia. Insomnia is a condition of humans’ sleeping problem. Jasmine oil aromatherapy is an essential oil which is used to decrease insomnia. The research aimed at knowing or prove that jasmine oil aromatherapy can reduce the degree of insomnia in the elderly. The research method was a quasy experimental one group pretest-posttest design. The research subject was 34 elderlies who were selected by the purposive sampling. The degree of insomnia before and after the intervention was measured using the Insomnia Severity Index (ISI) questionnaire. The test result of Friedman showed that there was differences in the degree of insomnia after giving jasmine oil aromatherapy to the elderly (p=0,001). Before giving jasmine oil aromatherapy, the average value was 19,147. Meanwhile, after using jasmine oil aromatherapy on the 8th day, the average value was 13,000 and on the 15th day there was a significant decrease in the degree of insomnia with an average value of 7,147. the administration of jasmine oil aromatherapy can significantly reduced the degree of insomnia in the elderly in Banjar Gede, Sempidi Village started on day 8 (2nd posttest) and day 15 (3rd posttest).
Co-Authors AA Sg Dewi Pradnya Pramita Alma Lystia Savitri Mahayasa Anak Agung Indah Astrijayanti Andani, Cokorda Istri Ratih Ardianta, I Putu Riska Ayu Dyahsavira Setyartini Buana, Putu Negia Suci Cahyani Desak Made Widyanthari Dewa Ayu Putu Satrya Dewi Dewa Ayu Putu Satya Dewi Dewa Ayu Putu, Satrya Dewi Dewi, D.A.P Satrya Dewi, DAP Satrya Dewi, Ni Made Ayu Candra Dhiancinantyan Windydaca Brata Putri I Gede Suasnawa I Gede Widhiantara I GUSTI AGUNG AYU SATWIKHA DEWI - I Gusti Ayu Agung Septiari I Gusti Ayu Diah Candra Dewi I Gusti Ayu Rai Widowati I Gusti Made Aman I Gusti Ngurah Agung Windra Wartana Putra I Made Bakta I Made Jawi I Putu Aris Septa Permana I Putu Gede Adi Purwa Hita I Putu Gede Adi Purwa Hita I Putu Riska Ardinata I Putu Tangkas Suwantara Ida Bagus N Maharjana IGA Ari Septiari Intan Prima Asri Ni Komang Juliani, Ni Kadek Ketut Agus Adrianta Ketut Agus Adrianta Luh Putu Widiastini Made Krisna Adi Jaya Maharianingsih, Ni Made Maharianingsih, NM Maharjana, I.B.N Manuaba, I.A Ratih Wulansari Manuaba, IA Ratih Wulansari Maseni, I Gusti Ayu Komang Putri Ni Kadek Arinda Ni Ketut Sari Mertadewi Ni Ketut Tria Purnamisari Ni Made Andrinia Ratih Sri Indarswari Ni Made Maharianingsih Ni Made Sudiari Ni Made Yunitasari Ni Nyoman Sri Budayanti Ni Putu Aryati Suryaningsih Ni Putu Aryati Suryaningsih Ni Putu Wulanda Evayanti Ni Putu Yuliana Assari Putra, IGNA Windra Wartana Putri, Kadek Sephia Adiana Putu Yudhistira Budhi Setiawan Putu Yudhistira Budisetiawan Rajdev Dhillon Ratih, Andrinia Reganata, Gde Palguna Saputra, I Wayan Agus Gede Manik Septiari, I Gusti Ayu Agung Sukmantari, Pande Ni Nuhung Suryaningsih , Ni Putu Aryati Suryaningsih, N.P Aryati Suryaningsih, NP Aryati Wartana Putra, I Gusti Ngurah Agung Windra Widowati , I Gusti Ayu Rai Widowati, I Gusti Ayu Rai - Wijayaningrum, I Dewa Ayu Indah Windidaca Brata Putri, Dhiancinantyan Wintariani, Ni Putu Wintariani, Ni Putu Aryati Yanti, Ni Komang Semara