Claim Missing Document
Check
Articles

Found 14 Documents
Search

Hubungan Efek Samping Obat Anti Tuberkulosis (OAT) dengan Kepatuhan Berobat Pada Pasien Tuberkulosis di Puskesmas Jongaya Makassar Andira, Besse Putri; Dahliah, Dahliah; Wiriansya, Edward Pandu; Irwan, Andi Alamanda; Hamzah, Pratiwi Nasir
Wal'afiat Hospital Journal Vol 5 No 1 (2024): Wal'afiat Hospital Journal
Publisher : Rumah Sakit Ibnu Sina, Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33096/whj.v5i1.134

Abstract

Tuberculosis is a direct infectious disease caused by Mycobacterium tuberculosis, which mainly affects the lungs and is transmitted through airborne droplets or sputum from TB patients with positive BTA. The morbidity and mortality of tuberculosis is a serious problem, mainly due to the side effects of Anti-Tuberculosis Drugs (OAT). This study aims to determine the relationship between OAT side effects and treatment compliance of pulmonary tuberculosis patients at the Jongaya Makassar Health Center. This study used a cross-sectional approach with quantitative methods, involving 49 respondents selected using the Slovin formula. The research instruments were OAT side effects questionnaire and treatment compliance questionnaire, with data analysis conducted univariately and bivariately using Chi Square test. The results showed that most respondents experienced low side effects and had a high level of treatment compliance. In conclusion, there is a significant relationship between OAT side effects and treatment compliance of tuberculosis patients at the Jongaya Makassar Health Center, where the lower the perceived side effects, the higher the level of treatment compliance.
Analisis Neutrofil dan Limfosit Pada Pasien Anak Demam Berdarah Dengue Di Instalasi Rawat Inap RS. Ibnu Sina Kota Makassar Arfan, Rafidah; Irmayanti, Irmayanti; Irwan, Andi Alamanda; Kartika, Irna Diyana; Hidayati, Prema Hapsari
Innovative: Journal Of Social Science Research Vol. 4 No. 1 (2024): Innovative: Journal Of Social Science Research
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/innovative.v4i1.8471

Abstract

Tujuan diadakannya penelitian ini adalah untuk mengetahui kadar neutrofil dan limfosit pada pasien Demam Berdarah Dengue anak di instalasi rawat inap RS Ibnu Sina Kota Makassar, untuk Mengetahui Neutrofil Limfosit Rasio (NLR) pada pasien Demam Berdarah Dengue anak di instalasi rawat inap RS Ibnu Sina Kota Makassar dengan derajat keparahan pada pasien DBD anak, untuk mengetahui derajat keparahan pada pasien Demam Berdarah Dengue pada anak di instalasi rawat inap RS Ibnu Sina Kota Makassar, untuk mengetahui hubungan Neutrofil Limfosit Rasio (NLR) dengan derajat keparahan pada pasien Demam Berdarah Dengue pada anak, untuk mengetahui hubungan Neutrofil Limfosit (NLR) dan Trombosit pada pasien Demam Berdarah Dengue pada anak. Penelitian ini adalah penelitian yang menggunakan metode analitik deskriptif dengan pengambilan data secara retrospektif dari hasil Rekam Medik pada pasien anak Demam Berdarah Dengue di RS Ibnu Sina Kota Makassar. Dari hasil peneltian didapatkan kadar neutrofil rendah dan kadar limfosit rendah yaitu pada pasien Demam Berdarah Dengue Anak di RS Ibnu Sina Kota Makassar. Didapatkan kadar Neutrofil Limfosit Rasio (NLR) normal pada pasien Demam Berdarah Dengue pada anak di instalasi rawat inap RS Ibnu Sina Kota Makassar. Didaptakan derajat keparahan pada pasien Demam Berdarah Dengue pada anak di instalasi rawat inap RS Ibnu Sina Kota Makassar berada pada fase DBD Derajat 1. Tidak adanya hubungan Neutrofil Limfosit Rasio (NLR) dengan derajat keparahan pada pasien Demam Berdarah Dengue pada anak. Tidak adanya hubungan Neutrofil Limfosit Rasio (NLR) dengan Trombosit pada pasien Demam Berdarah Dengue pada anak.
Hubungan Kadar Hba1c Dan Jumlah Leukosit Dengan Derajat Keparahan Kaki Diabetik Di RS. Ibnu Sina Kota Makassar Tahun 2023 Sulaiman, Nurkhasanah; Irmayanti, Irmayanti; Irwan, Andi Alamanda; Hasbi, Berry Erida; Julyani, Sri
Innovative: Journal Of Social Science Research Vol. 5 No. 4 (2025): Innovative: Journal Of Social Science Research
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/innovative.v5i4.21094

Abstract

Kaki diabetik merupakan salah satu komplikasi serius dari diabetes melitus (DM) yang disebabkan oleh hiperglikemia kronis, infeksi, dan gangguan vaskular. Kadar HbA1c yang tinggi mencerminkan kontrol glukosa darah jangka panjang yang buruk, sedangkan peningkatan jumlah leukosit mengindikasikan adanya infeksi atau inflamasi, yang keduanya berperan dalam memperburuk kondisi luka diabetik. RS Ibnu Sina Kota Makassar mencatat DM tipe 2 sebagai penyakit dengan kunjungan terbanyak sepanjang tahun 2023 yang menunjukkan tingginya beban komplikasi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan kadar HbA1c dan jumlah leukosit dengan derajat keparahan kaki diabetik di RS Ibnu Sina Kota Makassar periode Januari–Desember 2023. Jenis penelitian yang digunakan analitik observasional dengan desain potong lintang menggunakan data sekunder rekam medis pasien yang memenuhi kriteria inklusi. Teknik sampling menggunakan total sampling dengan jumlah sampel 41 pasien. Hasil penelitian menunjukkan mayoritas pasien berusia lanjut dengan kadar HbA1c tidak terkontrol dan mengalami leukositosis. Derajat keparahan luka terbanyak ditemukan pada derajat 4 berdasarkan klasifikasi Wagner. Uji Korelasi Spearman menunjukkan hubungan yang cukup kuat, searah, dan signifikan antara jumlah leukosit dengan derajat keparahan kaki diabetik (r = 0,486; p = 0,001), serta antara kadar HbA1c dengan derajat keparahan kaki diabetik (r = 0,349; p = 0,025). Uji regresi linear menunjukkan jumlah leukosit merupakan variabel yang paling berpengaruh secara signifikan (p = 0,008). Dapat disimpulkan bahwa kadar HbA1c dan jumlah leukosit memiliki hubungan signifikan dengan derajat keparahan kaki diabetik, dengan jumlah leukosit sebagai faktor yang paling berpengaruh.
Gambaran Penggunaan Antibiotik pada Kasus Sepsis di Ruang Intensive Care Unit (ICU) Rumah Sakit Ibnu Sina YW-UMI Makassar Butang, Dwiputri Djaya; Irwan, Andi Alamanda; Pramono, Sigit Dwi; Sommeng, Faisal; Harahap, Muhammad Wirawan
Health and Medical Journal Vol. 8 No. 1 (2026): HEME January 2026
Publisher : Universitas Baiturrahmah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33854/heme.v8i1.1838

Abstract

Latar Belakang: Sepsis adalah masalah kesehatan global yang signifikan, terutama di unit perawatan intensif (ICU), dengan tingkat morbiditas dan mortalitas yang tinggi. Pengobatan sepsis yang tepat waktu sangat penting, tetapi penggunaan antibiotik yang tidak tepat dapat menyebabkan resistensi. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran penggunaan antibiotik pada pasien sepsis di ICU Rumah Sakit Ibnu Sina YW-UMI Makassar, dengan fokus pada karakteristik pasien, organ yang bermasalah, penyakit penyerta, hasil kultur, dan jenis yang resisten dan resisten terhadap antibiotik. Metode: Penelitian ini menggunakan desain deskriptif retrospektif dengan pengambilan data dari rekam medis pasien sepsis di ICU Rumah Sakit Ibnu Sina YW-UMI Makassar selama periode Januari-Mei 2024. Subjek penelitian adalah pasien sepsis yang telah diberikan terapi antibiotik dan memiliki hasil kultur. Data dikumpulkan kemudian diolah untuk menarik kesimpulan tentang pola penggunaan antibiotik. Hasil: Dari 32 rekam medis, 13 pasien memenuhi kriteria inklusi. Mayoritas pasien adalah laki-laki (77%) dan berusia di atas 55 tahun (38%). Disfungsi organ gastrointestinal ditemukan pada 46% pasien, dan diabetes melitus adalah kondisi komorbiditas yang paling umum (31%). Hasil kultur menunjukkan Salmonella typhii (38%) sebagai patogen utama. Antibiotik yang paling resisten adalah amikasin, levofloksasin, ofloksasin, dan tetrasiklin (masing-masing 10%), sedangkan sefiksim (24%) dan ampisilin (16%) menunjukkan resistensi yang tinggi. Kesimpulan: Penelitian ini menunjukkan bahwa sepsis di ICU Rumah Sakit Ibnu Sina YW-UMI Makassar didominasi oleh pasien laki-laki dengan gangguan fungsi organ pencernaan. Resistensi antibiotik merupakan masalah yang serius, terutama untuk sefiksim dan ampisilin. Peningkatan praktik pengumpulan kultur bakteri dan pemantauan resistensi diperlukan untuk memastikan terapi yang lebih efektif dan mengurangi mortalitas sepsis.