Claim Missing Document
Check
Articles

Found 16 Documents
Search

FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI KEJADIAN MELASMA PADA PENYAPU JALAN WANITA USIA 20-50 TAHUN DI MAKASSAR Wana, Nirwana; Abdi, Dian Amelia; Surdam, Zulfiyah; Yuniati, Lisa; Nasaruddin, Hermiaty
PREPOTIF : JURNAL KESEHATAN MASYARAKAT Vol. 8 No. 1 (2024): APRIL 2024
Publisher : Universitas Pahlawan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/prepotif.v8i1.25599

Abstract

Melasma berasal dari bahasa Yunani “melas” yaitu “bintik hitam” yang merupakan penampakan klinis dari melasma. Melasma biasanya ditemukan pada ras kulit gelap tetapi dapat pula ditemukan di berbagai ras pada warga yang tinggal di daerah yang menerima radiasi ultraviolet yang tinggi, yaitu penduduk yang tinggal di wilayah tropis dan paling sering ditemukan pada perempuan dibandingkan laki-laki. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi kejadian  melasma pada penyapu jalan wanita usia 20-50 tahun di Makassar. Metode yang digunakan dalam penelitian ini yakni observasional analitik dengan desain studi cross sectional. Sampel dalam penelitian ini adalah penyapu jalan wanita usia 20-50 tahun sebanyak 50 orang. Pengumpulan data dilakukan dengan mengisi kuesioner. Hasil dari penelitin didapatkan bahwa dari 50 penyapu jalan didapatkan 16 orang (32%) menderita melasma, paling banyak pada usia 41-50 (41,7%). Faktor risiko pada sampel didapatkan 27 orang (54%) yang terpapar sinar matahari, 13 orang (26%) yang menggunakan kosmetik, 23 orang (46%) yang menggunakan kontrasepsi hormonal, 2 orang (4%) hamil, dan 6 orang (12%) mengonsumsi obat-obatan. Berdasarkan hasil uji chi-square didapatkan paparan sinar matahari dan penggunaan kosmetik adalah <0.001, kontrasepsi hormonal 0.535, kehamilan 0.542 dan penggunaan obat-obatan 0.365. Kesimpulan dari penelitian ini yakni ada hubungan yang signifikan antara paparan sinar matahari dan kosmetik dengan kejadian melasma sedangkan penggunaan kontrasepsi hormonal, kehamilan, dan penggunaan obat-obatan tidak memiliki hubungan yang signifikan dengan kejadian melasma pada penyapu jalan wanita usia 20-50 tahun di Makassar.
Disease Profile of Skin Infection due to Virus toward Children Abdi, Dian Amelia; Muhtar, Muftiar; Anastasia, Rizka; Yuniati, Lisa; Maulani, Destya
Poltekita : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol. 17 No. 4 (2024): February
Publisher : Poltekkes Kemenkes Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33860/jik.v17i4.3751

Abstract

Skin is a special organ in humans. The skin functions as a defense that is continuously affected by the external environment and always adapts to environmental changes. Infectious skin diseases can be caused by viruses. This study aims to determine the profile of viral skin diseases in children at the Ibnu Sina Teaching Hospital (RSP) Makassar and its network. Descriptive retrospective study using medical records of patients at RSP Ibnu Sina Makassar and its network, namely RSUD Makassar City, RSUD Haji South Sulawesi Province for the period January 2017–December 2022. The reseach results show that there were 113 cases of skin disease caused by viral infections in children who received treatment at RSP Ibnu Sina Makassar and its network with the number of cases being morbilli disease (33.6%), followed by varicella (27.4%), verruca vulgaris (21.2%), HZ (7.1%), HFMD (7.1%), and molluscum kotagiosum (3.5%). Most ages were 12–18 years (35.4%), 6–11 years (32.7%), 2–5 years (14.2%), 13 months–2 years (10.6%), 28 days–12 months (7.1%), and 0–27 days not found. Gender is male (47.8%) and female (52.2%). The length of stay for morbilli is 1-6 days, varicella 3-7 days, HFMD 3 days, molluscum contagiosum 3 days, HZ and verruca vulgaris each not hospitalized. Antiviral therapy was given as much as (38.9%) and antiviral therapy was not given (61.1%). The conclusion is viral skin infections were the most prevalent in children in 2017, dominant in early adolescence and female. The most Morbili were found, with female gender and middle childhood age. Varicella with a maximum length of stay of 7 days. Most were not given antiviral therapy.
FAKTOR RISIKO YANG BERHUBUNGAN DENGAN KEJADIAN KANDIDIASIS ORAL PADA HIV/AIDS Indar, Nur; Yuniati, Lisa; Abidin, Mohammad Reza Zainal
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 5 No. 2 (2024): JUNI 2024
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v5i2.28205

Abstract

Pasien dengan HIV/AIDS mempunyai sistem kekebalan tubuh yang terganggu sehingga pasien akan mengalami salah satu keluhan yang ditemui yaitu  lesi pada mulut. Mengetahui faktor risiko yang berhubungan dengan kandidiasis oral pada HIV/AIDS. Pencarian artikel untuk narrative review ini mengunakan kata kunci diabetic gastropathy, diabetic gastroparesis, gastric emptying, pathomechanism melalui website seperti PubMed, Google Scholar, ScienceDirect dan Elsevier. Faktor risiko yang umumnya dapat berkembangnya kejadian kandidiasis oral pada HIV/AIDS yaitu usia, jenis kelamin, xerostomia, merokok, konsumsi alkohol dan jumlah CD4 merupakan faktor risiko yang signifikan terkait terjadinya kandidiasis oral pada HIV/AIDS.
Karakteristik Pasien Dermatitis Kontak (Iritan dan Alergi) di Puskesmas Tarowang Kabupaten Jeneponto Provinsi Sulawesi Selatan Tahun 2022-2023 Angraeni, Andi Gita Sentini; Waspodo, Nurelly N.; Arifin, Arina Fathiyyah; Abdi, Dian Amelia; Yuniati, Lisa
Jurnal Ilmiah Universitas Batanghari Jambi Vol 24, No 3 (2024): Oktober
Publisher : Universitas Batanghari Jambi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33087/jiubj.v24i3.5551

Abstract

Contact dermatitis is a general term for an acute or chronic inflammatory reaction to a substance that stimulates the skin. This disease can cause work discomfort and reduce worker productivity. Women, babies, the elderly, and those with atopic tendencies are more susceptible to irritant contact dermatitis, while allergic contact dermatitis has risks including age, occupation, and a history of atopic dermatitis. The aim of this study was to determine the characteristics of contact dermatitis patients (irritants and allergies) at the Tarowang Community Health Center, Jeneponto Regency in 2022-2023. This research is a quantitative descriptive study with a research sample of all patients diagnosed with contact dermatitis (irritant and allergic) at the Tarowang Community Health Center and 455 samples were obtained from medical record data. The results of this study show that the incidence of DKA is greater than DKI at the Tarowang Community Health Center in 2022-2023 with the general occupational characteristics of DKI patients being housewives while DKA are fishermen in the 26-45 year age category with the highest number of lesion locations on the hands of this type. The most common gender is female and the therapy used in DKI patients is an antihistamine type cetrizine while in DKA it is an antihistamine type mebihydroline napadisylate.
LAPORAN KASUS : PENANGANAN LUKA BAKAR GRADE II A 20 % DI RUMAH SAKIT BHAYANGKARA MAKASSAR Madani, Nurul Hidayah; Yuniati, Lisa; Jufri, Jufri
PREPOTIF : JURNAL KESEHATAN MASYARAKAT Vol. 10 No. 1 (2026): APRIL 2026
Publisher : Universitas Pahlawan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/prepotif.v10i1.55083

Abstract

Luka bakar yaitu salah satu kejadian cedera fisik yang biasa terjadi di rumah dengan angka kejadian cukup sering sehingga memerlukan perawatan spesifik. Laporan kasus seorang anak perempuan berumur 4 tahun datang ke IGD diantarkan oleh orang tuanya dengan kondisi luka bakar pada lengan dan tangan kanannya. Luka bakar terjadi karena terkena minyak goreng panas. Pasien tidak memiliki riwayat alergi dan tidak memiliki riwayat penyakit. Pemeriksaan fisik pasien didapatkan tingkat kesadaran compos mentis, dengan GCS E4M6V5, HR: 99x/mnt, S: 36,7C, RR: 22x/mnt BB : 15 kg. Status emosional pasien responsif. Status lokalis yang ditemukan luka bakar pada bagian lengan bawah dan tangan kanan, ditemukan luas luka bakar 20% TBSA. Hasil pemeriksaan laboratorium menunjukkan adanya kenaikan jumlah WBC 12.7 x 103/µL dan PLT 619 x 103/µL. Pasien menjalani perawatan di rumah sakit dengan tatalaksana awal resusitasi cairan, tindakan debridement pembersihan dengan cairan infus Nacl dan diberikan Sulfadiazin Silver dengan perawatan luka pasca debridement. Diagnosis pasien ini yaitu luka bakar grade II AB 20%. Prognosisnya adalah bonam.
Factors Related To The Incidence Of Pityrasis Capitis In Students Of The Faculty Of Medicine, Muslim University Of Indonesia, Class 2021 Agriani, Resti; Yuniati, Lisa; Surdam, Zulfiyah; Vitayani, Sri; Arsal, Andi Sitti Fahirah
Syifa'Medika Vol 16, No 2 (2026): Syifa Medika: Jurnal Kedokteran dan Kesehatan
Publisher : Faculty of Medicine

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32502/sm.v16i2.10301

Abstract

Ketombe, atau Pityriasis Capitis, merupakan masalah kulit yang umum terjadi di kalangan wanita, terutama pada wanita yang mengenakan jilbab. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara penggunaan jilbab, durasi pemakaian jilbab, bahan jilbab, warna jilbab, serta perawatan rambut dengan pertumbuhan ketombe pada wanita yang menggunakan jilbab. Penelitian kuantitatif ini menggunakan desain cross-sectional dengan pengumpulan data melalui kuisioner yang diisi secara offline dan online. Sampel penelitian terdiri dari 199 mahasiswi Fakultas Kedokteran Universitas Muslim Indonesia, dengan analisis bivariat menggunakan uji Chi Square two-tailed. Hasil penelitian menunjukkan bahwa durasi pemakaian jilbab, bahan jilbab tipis, warna jilbab gelap, serta kebiasaan perawatan rambut yang tidak teratur berhubungan signifikan dengan peningkatan kejadian ketombe (p-value < 0,001). Penelitian ini menyimpulkan bahwa kebiasaan perawatan rambut dan pemilihan jilbab yang tepat memiliki pengaruh penting dalam mencegah ketombe. Diperlukan edukasi lebih lanjut mengenai kebersihan kulit kepala dan pemilihan jilbab yang mendukung kesehatan kulit kepala untuk wanita.