Claim Missing Document
Check
Articles

Kendala dalam Pelaksanaan Sistem Pembelajaran Moving Class pada Siswa Kelas XI SMAN 7 Padang Riva Fitri Kurnia; Nurlizawati Nurlizawati
Naradidik: Journal of Education and Pedagogy Vol. 4 No. 4 (2025): Naradidik: Journal of Education & Pedagogy (December 2025)
Publisher : Universitas Negeri Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24036/nara.v4i4.407

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh sistem pembelajaran moving class yang baru diterapkan di SMAN 7 Padang pada tahun ajaran 2023/2024. Terdapat beberapa kendala dalam pelaksanaan sistem pembelajaran moving class di sekolah. Permasalahan yang diangkat dalam penelitian ini yaitu bagaimana pelaksanan sistem pembelajaran moving class di SMAN 7 Padang. Tujuan penelitian disini yaitu untuk mengetahui bagaimana pelaksanaan sistem pembelajaran moving class di SMAN 7 Padang. Teori yang di gunakan untuk menganalisis penelitian ini adalah teori struktural fungsional oleh Talcot Parsons dengan skema AGIL. Metode penelitian yang digunakan yaitu kualitatif. Teknik pengumpulan data menggunakan purposive sampling, kriteria dalam penelitian ini sudah diketahui oleh peneliti dengan pertimbangan informan yaitu anggota masyarakat SMAN 7 Padang yang paling mengetahui tentang masalah yang akan diteliti oleh peneliti dengan jumlah informan 15 orang. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah observasi, wawancara, dan dokumentasi yang dilakukan secara tatap muka dan studi dokumentasi. Keabsahan data yang dilakukan dengan menggunakan triangulasi data sumber dan teknik. Teknis analisis data yang digunakan dalam penelitian ini yaitu teknik analisis interaktif oleh Miles dan Huberman. Hasil penelitian berdasarkan wawancara dan observasi yang peneliti lakukan dengan pedoman yang telah dibuat serta ditujukan kepada wakil kurikulum, guru mata pelajaran moving class dan siswa siswi moving class terkait kendala dalam pelaksanaan sistem pembelajaran moving class di SMAN 7 Padang dapat disimpulkan bahwa masih terdapat kendala dalam pelaksanaan sistem pembelajaran moving class. Diantaranya ruang kelas belum sepenuhnya ditata sesuai dengan karakteristik mata pelajaran yang diampu ruang kelas belum sepenuhnya ditata sesuai dengan karakteristik mata pelajaran yang diampu, kelengkapan sarana dan prasarana yang masih belum terpenuhi secara menyeluruh, konsentrasi siswa terganggu, banyak siswa yang memilih untuk berlama-lama di luar kelas dibanding segera memasuki kelas tujuan.
Strategi Mewujudkan Gerakan Sekolah Sehat Jiwa di SMAN 1 Lareh Sago Halaban Annisa Nabila Sujarman; Nurlizawati Nurlizawati
Naradidik: Journal of Education and Pedagogy Vol. 4 No. 4 (2025): Naradidik: Journal of Education & Pedagogy (December 2025)
Publisher : Universitas Negeri Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24036/nara.v4i4.408

Abstract

Penelitian ini menjelaskan strategi mewujudkan sekolah sehat dengan fokus sehat jiwa di SMAN 1 Lareh Sago Halaban. Penelitian ini penting untuk diteliti karena sekolah ini merupakan satu-satunya Sekolah Menengah Atas di Kabupaten 50 Kota yang menjadi Sekolah Sehat, serta 20% anak di SMAN 1 Lareh Sago Halaban mengalami broken home yang berpengaruh kepada kesehatan jiwa mereka. Teori yang digunakan untuk menganalisis ialah teori struktural fungsional oleh Talcott Parson dengan skema AGIL. Metode penelitian yaitu kualitatif. Teknik pengumpulan data menggunakan observasi, wawancara, dan dokumentasi. Pemilihan informan memakai teknik purposive sampling dengan jumlah informan 21 orang, dengan kriteria terlibat dalam program Gerakan Sekolah Sehat dengan fokus sehat jiwa. Teknik analisis data menggunakan analisis interaktif Miles dan Huberman dengan pengumpulan data, reduksi data, penyajian data, dan kesimpulan. Hasil penelitian menemukan strategi Gerakan Sekolah Sehat Jiwa, terbagi menjadi dua bagian. Pertama, dalam proses pembelajaran, yaitu: 1) habituation dalam berdoa, 2) tinjauan perkembangan mental peserta didik, 3) pemetaan siswa sesuai kemampuan. Kedua, program inti sehat jiwa, yaitu: 1) pewajiban ekstrakurikuler, 2) pengoptimalisasi sosialisasi NAPZA, bullying, pemanfaatan internet, mental health, dan peran keluarga, 3) kerja sama dengan stakeholder, 4) pembentukan tim Pencegahan dan Penanganan Kekerasan (TPPK), 5) kampanye anti bullying, 6) mengaktifkan Pusat Konseling Kesehatan Remaja (PKKR). Strategi ini merupakan sebuah penyesuain yang selaras dengan tujuan program dengan melibatkan berbagai pihak, serta pemeliharaan pola agar program tetap berjalan dengan semestinya.
Efektivitas Metode SQ3R dalam Meningkatkan Higher Order Thinking Skill pada Mata Pelajaran Sosiologi Laili Ummatul Khairo; Nurlizawati Nurlizawati
Naradidik: Journal of Education and Pedagogy Vol. 4 No. 4 (2025): Naradidik: Journal of Education & Pedagogy (December 2025)
Publisher : Universitas Negeri Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24036/nara.v4i4.411

Abstract

Permasalahan yang sering dialami peserta didik kesulitan menganalisis informasi pada bacaan secara mendalam, sehingga peserta didik tidak dapat memahami makna yang terkandung di dalamnya. Penelitian ini bertujuan menganalisis efektivitas metode pembelajaran Survey, Question, Read, Recite, and Review (SQ3R) dalam meningkatkan kemampuan Higher Order Thinking Skill (HOTS) peserta didik fase F pada mata pelajaran Sosiologi di SMAN 1 Padang Ganting. Metode SQ3R dipilih karena mampu mendorong keterlibatan aktif peserta didik dalam memahami materi secara dan sistematis, sehingga diharapkan dapat mengembangkan keterampilan berpikir tingkat tinggi seperti menganalisis, mengevaluasi, dan mencipta. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif metode eksperimen tipe desain quasi eksperimen nonequivalent control group dengan populasi penelitian 65 peseta didik, terdiri atas kelas eksperimen F (32 peserta didik) dan kelas kontrol F4 (33 peserta didik). Teknik sampel yang digunakan yaitu total sampling yaitu seluruh populasi menjadi sampel penelitian. Instrumen penelitian berupa 25 soal HOTS yang telah diuji validitas dan reabilitasnya. Hasil uji prasyarat dengan bantuan SPSS versi 16 menunjukkan seluruh data berdistribusi normal berdasarkan uji Kolmogrov Smirnov, dengan nilai signifikansi pre-test dan post-test kelas eksperimen sebesar 0,200 dan 0,200 dan kelas kontrol sebesar 0,200 dan 0,094 (Sig. > 0,05). Uji homogenitas varians menggunakan menggunakan Levene’s Statistic menunjukkan hasil homogen dengan nilai signifikansi sebesar 0,280 (Sig. > 0,05), setelah memenuhi uji prasyarat lalu dapat dilakukan analisis parametrik. Uji hipotesis menggunakan Independent t-Test menunjukkan nilai signifikan 0,000 (< 0,05), dengan rata-rata post-test kelas eksperimen 70,24 dan kontrol 49,94, menandakan adanya perbedaan signifikan. Hal ini dapat disimpulkan metode SQ3R efektif meningkatkan HOTS peseta didik dengan kemampuan peserta didik lebih baik dalam menganalisis (C4) dan mengevaluasi (C5). Metode ini direkomendasikan bagi guru guna menumbuhkan keterampilan analitis dan evaluatif, sekaligus berkontribusi dalam pengembangan model pembelajaran berbasis literasi dalam Sosiologi.
Pengaruh Faktor Pendidikan Terhadap Struktur Pengangguran di Kota Padang: Perspektif Pendidikan Sosiologi Putri Rahma Dani; Niswani Rahmi; Delmira Syafrini; Nurlizawati Nurlizawati
Social Empirical Vol. 2 No. 1 (2025): Social Empirical: Prosiding Berkala Ilmu Sosial
Publisher : Universitas Negeri Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24036/scemp.v2i1.80

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana pendidikan mempengaruhi pengangguran di Kota Padang. Penelitian ini menarik untuk dilakukan karena tingkat pendidikan memiliki kontribusi penting dalam menentukan bekal individu untuk memasuki dunia kerja. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan tipe studi kasus. Teknik pengumpulan data menggunakan observasi, wawancara dan studi dokumentasi. Wawancara dilakukan dengan tujuan untuk menggali informasi dan mendapatkan data yang valid terkait dengan masalah yang sedang diteliti, observasi dilakukan untuk mengamati langsung kondisi sosial informan, dan studi dokumentasi dilakukan untuk mengumpulkan data dengan cara memotret situasi di lapangan. Teknik pemilihan informan penelitian menggunakan teknik purposive sampling. Jumlah informan penelitian 3 informan yang terdiri dari masyarakat dengan kriteria informan individu yang berada di daerah observasi tersebut. Teknik analisis data interaktif dari Miles dan Huberman, yang meliputi pengumpulan data, reduksi data, penyajian data, penarikan Kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa orang dengan pendidikan rendah lebih sulit mendapatkan pekerjaan. Selain itu, banyak lulusan bekerja di bidang yang tidak sesuai dengan jurusan yang mereka pelajari. Hal ini menyebabkan persaingan kerja semakin ketat sehingga mendapatkan pekerjaan menjadi lebih sulit dan menunjukkan bahwa sistem pendidikan belum sepenuhnya sesuai dengan kebutuhan dunia kerja. Oleh karena itu, pendidikan perlu disesuaikan dengan perkembangan lapangan kerja, agar lulusan lebih siap dan angka pengangguran bisa berkurang.
Peningkatan Kemampuan Nagari Tanjung Pondok dalam Penggunaan Datafikasi Pendidikan Penunjang SDGs 2030 Junaidi Junaidi; Ika Sandra; Hendrik Heri Sandi; Nurlizawati Nurlizawati; Revitasari Revitasari; Fauzi Ramadhan; Rama Arya Kurniawan
ABDI: Jurnal Pengabdian dan Pemberdayaan Masyarakat Vol 7 No 2 (2025): Abdi: Jurnal Pengabdian dan Pemberdayaan Masyarakat
Publisher : Labor Jurusan Sosiologi, Fakultas Ilmu Sosial, Universitas Negeri Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24036/abdi.v7i2.1088

Abstract

Sustainable Development Goals (SDGs) adalah rencana global dalam mencapai kehidupan yang berkelanjutan seperti mengakhiri kemiskinan, mengurangi kesenjangan, dan terciptanya pendidikan berkualitas. Salah satu tujuan SDGs adalah memastikan pendidikan berkualitas yang inklusif dan adil. Indonesia mendukung tujuan ini melalui agenda Pendidikan Berkualitas, yang memiliki urgensi dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia. Namun, kurangnya kecakapan perangkat Nagari dalam memanfaatkan teknologi menjadi kendala. Meski UU No. 6 tahun 2014 mengamanatkan penggunaan sistem informasi desa berbasis IT, ketidakmampuan perangkat Nagari mengancam pembangunan. Solusi dari permasalahan ini adalah internalisasi datafikasi kepada perangkat Nagari melalui program komprehensif yang dirancang tim pengabdian melalui PPNB yang bertempat di Nagari Tanjung Pondok Tapan, Kab Pesisir Selatan. Belum adanya penggunaan sistem informasi berbasis IT di Nagari Tanjung Pondok menjadi alasan tim melakukan pengabdian di Nagari tersebut. Datafikasi sendiri merupakan proses pengubahan informasi, kegiatan, dan aktivitas pendidikan menjadi data yang dapat diukur dan dianalisis. Hasil analisis ini akan dijadikan pertimbangan dalam perumusan kebijakan pendidikan oleh pemerintah guna meningkatkan kualitas pendidikan. Sehingga tujuan dalam pengabdian ini adalah mengenalkan konsep datafikasi kepada perangkat Nagari Tanjung Pondok melalui sosialisasi dan pelatihan. Selain itu Pre-Post test juga digunakan dalam mengukur tingkat pemahaman perangkat Nagari sebelum dan setelah sosialisasi dilaksanakan. Hasil dari pre-post test di dapatkan persentase sebesar 71% peningkatan pemahaman datafikasi oleh perangkat Nagari. Ini mengindikasikan bahwa perangkat Nagari sudah memiliki pemahaman yang baik mengenai datafikasi.
Pendampingan Penyusunan Modul P5 Pembelajaran Berdiferensiasi dan Asesmen pada Kurikulum Mardeka mewujudkan Quality Educations (SDGS) di SMA Negeri 1 Basa Ampek Balai Nurlizawati Nurlizawati; Junaidi Junaidi; Dendy Marta Putra
ABDI: Jurnal Pengabdian dan Pemberdayaan Masyarakat Vol 7 No 2 (2025): Abdi: Jurnal Pengabdian dan Pemberdayaan Masyarakat
Publisher : Labor Jurusan Sosiologi, Fakultas Ilmu Sosial, Universitas Negeri Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24036/abdi.v7i2.1093

Abstract

Pada tahun ajaran 2023/2024, Kurikulum Merdeka ditetapkan sebagai kurikulum nasional untuk mengatasi learning loss selama pandemi Covid-19 dan memberikan kebebasan belajar yang lebih luas bagi peserta didik. SMA Negeri 1 Basa Ampek Balai Kabupaten Pesisir Selatan, meskipun berakreditasi B, telah menerapkan Kurikulum Merdeka sejak tahun ajaran 2022/2023. Sekolah ini belum menjadi sekolah penggerak, meski memiliki potensi dengan adanya dua guru penggerak dan dua pengajar praktik. Guru penggerak berperan dalam mengarahkan siswa untuk mengembangkan pemikiran kritis, kreativitas, dan mewujudkan profil pelajar Pancasila. Penguatan profil Pancasila diintegrasikan dalam kegiatan intrakurikuler dan proyek penguatan profil pelajar Pancasila (P5). Studi dokumen dan wawancara menunjukkan bahwa pelaksanaan P5 di SMA Negeri 1 Basa Ampek Balai masih menghadapi kendala, terutama dalam penilaian dan pelaksanaan. Penilaian hanya dilakukan di akhir proyek, mengabaikan penilaian proses. Seharusnya, penilaian melihat kemajuan setiap pertemuan. Modul P5 belum memberikan petunjuk yang jelas dalam materi, metode, dan penilaian, serta instrumen penilaian belum kontekstual dengan tema yang dilaksanakan. Kendala ini timbul karena beberapa guru belum memahami tujuan penerapan P5 dan belum mampu merancang modul proyek serta instrumen penilaian yang tepat. Pentingnya modul P5 yang berdiferensiasi dan instrumen penilaian yang tepat sangat perlu dipahami oleh guru, sehingga penilaian tidak hanya dilakukan di akhir proyek tanpa instrumen yang tepat. Maka dari itu, perlu peningkatan kompetensi guru dalam merancang instrumen penilaian P5 yang berdiferensiasi.